Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Microphone'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Setelah menyiapkan kamera, faktor krusial lain yang harus Anda pikirkan dalam pembuatan video adalah penyediaan microphone. Untuk spesifikasi tertentu, harganya cukup mahal, belum lagi pemakaiannya kurang fleksibel karena berat dan memakan tempat. Lewat device bernama Instamic, seorang inventor bernama Michele Baggio mencoba memberi solusi. Instamic (tidak mempunyai kaitan apa-apa dengan Instagram) ialah sebuah mic kecil nan pintar buat membantu Anda dalam kegiatan rekam-merekam. Sang developer menganalogikan devicesebagai GoPro-nya perangkat microphone. Selain ukuran dan harga yang terjangkau, Instamic dijanjikan kompatibel untuk segala kebutuhan, dan dibantu kemudahan serta kesederhanaan penggunaan. Baggio meracik Instamic supaya ia menjadi alternatif all-in-one, menggantikan perangkat-perangkat berukuran besar, misalnya mic lav/level, serta boom. Bentuknya sangat mungil, seperti perpaduan kubus dan kapsul. Anda bisa mudah menggenggam atau menyelipkannya ke kantong baju. Mayoritas mic jenis lama memerlukan baterai AAA, cukup menggangu jika tiba-tiba habis. Namun baterai Instamic dapat diisi ulang melalui kabel USB, dan ketika siap, tinggal diaktifkan dengan sentuhan. Kecil tidak berarti kapabilitas Instamic terbatas – malah justru sebaliknya. Ia diklaim mempunyai kualitas sekelas perangkat profesional, dipadu sejumlah fitur pintar. Instamic mampu merekam di 48khz/24 bit, mempunyai fungsi mono dan dual-mono (stereo pada versi Pro), merespon frekuensi dari 50 sampai 18.000 Hz dalam sudut yang luas. Device dapat terinkronisasi kesmartphone melalui aplikasi mobile dan koneksi Bluetooth 4.0. Fleksibilitas Instamic tidak berhenti di sana. Ia dapat dipasang di hampir semua jenis permukaan objek berkat jenis clip berbeda: lem 3M, magnet, serta velcro. Model Go aman sewaktu terkena cipratan air, tapi Pro lebih canggih lagi karena tetap bekerja meskipun tercemplung hingga kedalaman 1,5 meter selama tiga jam. Dan dengan sekali charge, Anda memperoleh waktu rekam empat jam. Instamic akan sangat membantu end-user biasa sampai kelas musisi danvideographer profesional. Cara menggunakannya? Charge terlebih dahulu via port USB, aktifkan, unduh aplikasi companion(gratis), dan sinkronisasi. Selanjutnya Anda tinggal mulai merekam dan men-transfer file-nya. Instamic sendiri kompatibel ke perangkat Android maupun iOS. Untuk sekarang, pemesanan Instamic bisa dilakukan lewat website crowdfunding Indie Gogo. Varian Instamic Go dibanderol seharga US$ 110, sedangkan Pro dijajakan hanya US$ 150. Dan saya yakin kata ‘Go’ dan ‘Pro’ di sana bukanlah sebuah kebetulan…
  2. Salam Jendral/Jendralwati semua, Boleh nanya? Mana tau Jendral/Jendralwati ada solusinya,, hehe Gini Nral, laptop yg ku pake skrg ini ternyata ngak ada microphone-nya (utk merekam suara). Misalnya rekam video/suara jadi bisu gitu jadinya,, Ku coba pake headset HP colokin ke laptop (karena ku pikir klo pke headset HP pas nelp kan suara ditangkap dari microphone dekat speakernya), ternyata hasilnya nihil.. Kira2 apanya yg salah ya Ndral? Apa ada yg tau? Apa ada solusi memberdayakan headset HP ini agar bisa dipake di laptop? Kemudian ku coba cari2 lagi di mbah google, dapat artikel spt link ini http://www.kusnendar.web.id/2014/07/cara-menjadikan-headset-handphone-menjadi-microphone-komputer.html Ku coba terapin, hasilnya microphone aktif, cuma tanda microphone (seperti gambar sinyal)-nya ngk ada ijo seperti gambar ini. Screen shoot gambar yg ku alami seperti ini: Alhasil, pas nyoba merekam suara belum ada efek sama sekali.. Kira2 apanya lagi yang kurang ya? Bingung dan penasaran jadinya..
  3. Kamu pasti pernah dong melihat seseorang yang sedang bernyanyi menggunakan alat pengeras suara. Atau jika Kepala Sekolahmu sedang berpidato saat upacara, pasti juga menggunakan alat pengeras suara. Nah, alat pengeras suara yang digunakan oleh penyanyi dan Kepala Sekolahmu itu disebut Mikrofon. Bentuk mikrofon bisa berbeda-beda, tapi yang umum dipakai bentuknya silinder dengan bagian bawah tumpul dan atasnya bulat. Sebelumnya, apakah kamu sudah tahu mikrofon itu apa? Mikrofon adalah alat untuk mengubah energi-energi akustik (gelombang suara/bunyi) menjadi tegangan listrik yang akhirnya diubah kembali menjadi gelombang suara melalui speaker. Dengan menggunakan mikrofon, suara yang kecil bisa terdengar lebih kencang ketika didengar melalui speaker. Oh iya, selain digunakan untuk bernyanyi, mikrofon juga dipakai pada banyak alat seperti telepon, alat perekam, alat bantu dengar, pengudaraan radio serta televisi, dan sebagainya. Istilah mikrofon berasal dari bahasa Yunani yaitu mikros yang berarti kecil dan fon yang berarti suara atau bunyi. Pada awal penemuannya, mikrofon digunakan pada telepon, kemudian seiring berkembangnya waktu, mikrofon digunakan dalam pemancar radio hingga ke berbagai penggunaan lainnya. Orang pertama yang mengembangkan mikrofon frase adalah Sir Charles Wheatstone pada tahun 1827. Kemudian pada tahun 1876, Emile Berliner menemukan mikrofon pertama yang digunakan sebagai pemancar suara telepon. Kalian masih ingat kan dengan Thomas Alfa Edison? Nah, dia juga ikut berperan loh, dalam pengembangan mikrofon ini. Thomas Alfa Edison mengembangkan mikrofon karbon pada bulan Oktober 1876. Selain itu David Edward Hughes juga memiliki peran penting dalam mengembangkan mikrofon karbon pada tahun 1878. Mikrofon karbon ini terus disempurnakan hingga 1920-an. James West dan Gerhard Sessler juga tercatat berjasa mengembangkan mikrofon elektrik pada tahun 1964. Pada waktu itu, mikrofon elektrik ini harganya lebih murah daripada mikrofon yang diciptakan sebelumnya, sehingga pada saat itu mulai banyak orang yang memiliki mikrofon elektrik ini. Lalu pada tahun 1970-an, mikrofon dinamik dan mikrofon kondenser mulai dikembangkan. Mikrofon dinamik ini memiliki kepekaan yang tinggi, tidak memerlukan baterai, dan tahan terhadap cuaca lembap. Sedangkan kelebihan dari mikrofon kondensor ialah memiliki kemampuan frekuensi respons . Nah, karena kelebihan-kelebihannya itu, hingga saat ini mikrofon tersebut digunakan dalam dunia penyiaran. Dari berbagai sumber
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy