Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Mesir'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Pasca pemutusan layanan internet gratis Free Basics milik dari Internet.org dan Facebook di Mesir, perusahaan jejaring sosial itu memprediksi lebih dari 1 juta orang terputus dari koneksi jaringan internet di negara tersebut. “Kami kecewa karena Free Basics kini sudah tidak tersedia di Mesir,” ungkap Facebook yang dimuat dalam International Business Times. Menurut laporan Internet.org, Mesir tercatat sebagai salah satu negara yang menghadapi tantangan terbesar terkait penetrasi Internet. Mesir termasuk ke dalam kelompok kedua untuk negara yang memiliki hambatan medium hingga tinggi, berdasarkan laporan Internet Barriers Index terkait kombinasi dan keparahan hambatan yang dihadapi negara dalam bidang internet. Dalam kelompok ini, Mesir bersama India, Filipina, Indonesia, dan Thailand, merupakan negara yang memiliki hambatan tersebar dalam bidang infrastruktur serta rendahnya dorongan untuk menggunakan Internet. Mesir dan keempat negara lainnya menjadi rumah bagi total 1,4 milyar penduduk 'offline' dunia. Sayangnya, Free Basics harus kandas karena menuai kontroversi. Regulator telekomunikasi telah memberhentikan layanan Free Basics karena dinilai menyediakan layanan internet gratis yang tidak 'netral'. Banyak juga kritik yang menilai bahwa layanan ini sarat akan motif terselubung dari perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg. Layanan Free Basics dimulai sejak dua bulan lalu di Mesir, bekerja sama dengan operator telekomunikasi Etisalah Egypt sekaligus partner dari Facebook di Mesir. Setelah diputus, kini sekitar 1 juta orang yang baru pertama kali menerima akses Internet di Mesir harus 'gigit jari' karena tidak ada lagi akses internet gratis di sana. Perusahaan riset McKinsey memperkirakan setidaknya masih terdapat 4,2 milyar penduduk dunia yang masih 'offline'. 75 persen populasi yang belum 'tersentuh' internet ini tersebar di 20 negara. Diperkirakan sebesar 64 persen dari populasi 'offline' ini tinggal di daerah pedesaan. Lebih dari separuh populasi ini memiliki pendapatan rendah di bawah rata-rata garis kemiskinan negaranya masing-masing. Mereka terdiri dari 18 persen penduduk berusia senja di atas usia 55 tahun, di mana 28 persen di antaranya buta huruf. Mayoritas populasi yang tidak tersentuh Internet ini terdiri dari 52 persen kaum perempuan. Bukan hanya di Mesir, upaya Internet.org dari Facebook juga ditentang di beberapa negara, termasuk di India di mana banyak pihak menilai tidak netral dan mengancam demokrasi suatu negara. Sejauh ini Internet.org telah beroperasi di 37 negara meliputi wilayah Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Di Indonesia, Internet.org bekerjasama dengan Indosat.
  2. Mantan Presiden Mesir Mohammad Mursi mengatakan di pengadilan bahwa ia akan berhenti makan karena tak mempercayai makanan di penjara. Mursi mengklaim hidupnya berisiko di dalam penjara, dan meminta ia dirujuk ke tim medis, karena tekanan darahnya yang rendah, dikutip dari Al Arabiya. Pengadilan pada Sabtu (8/8) lalu menghadirkannya atas dakwaan spionase. Mursi dan sepuluh lainnya dituduh membocorkan dokumen rahasia ke Qatar, berisi informasi intelijen dan pasukan bersenjata Mesir selama ia menjabat sebagai presiden selama satu tahun. Sebuah tim medis akan memeriksa Mursi atas perintah pengadilan. Qatar telah membantas tuduhan Mesir bahwa mereka mendukung kelompok Ikhwanul Muslimin yang dipimpin Mursi. Pada Juni, Mursi dihanjar hukuman mati atas tuduhan bersekongkol untuk melarikan diri dari penjara pada 2011, serta hukuman 25 tahun dalam kasus tambahan soal spionase. Selain itu, pada April, ia juga dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas tuduhan memerintahkan kekerasan terhadap pengunjuk rasa di luar istana presiden pada saat menjabat presiden. Mursi telah dikudeta oleh menteri pertahanannya saat itu dan Abdel Fattah al-Sisi yang menjadi presiden saat ini pada Juli 2013, setelah protes massa terhadap pemerintahannya. Sebuah tindakan keras menargetkan pendukung Mursi telah menyebabkan ratusan orang tewas, ribuan dipenjara dan ratusan lainnya dijatuhi hukuman mati.
  3. Sudah lama diketahui bahwa masyarakat Mesir kuno mempraktekkan mumifikasi kepada yang mati. Tak hanya raja, pejabat tinggi, tapi juga pada binatang, seperti kucing. Tapi penelitian arkeologi terbaru mendapati bahwa praktek itu sudah dilakukan lebih tua lagi, lebih dari 6.000 tahun yang lalu. Arkeolog menemukan unsur pembalsaman pada pakaian penguburan dari penguburan Mesir yang tertua yang diketahui, yaitu pekuburan di Mostagedda, di Mesir bagian tengah. Kuburan itu berasal dari era Neolitikum atau pra-dinasti. Ini menunjukkan bahwa praktek pembalsaman mayat sudah dikenal setidaknya pada 4.300 tahun sebelum masehi di Mesir. Unsur pembalsaman ‘disuntikkan’ ke dalam kain linen pembungkus mayat untuk menghasilkan lapisan antibakteri dan pelindung. “Orang Mesir kuno percaya bahwa tubuh perlu dijaga keutuhannya setelah mati, supaya bisa ‘hidup’ lagi dalam kehidupan setelah kematian dan menjadi abadi,” kata Stephen Buckley dari Universitas York, Inggris, beberapa waktu lalu. Praktek ini lebih sederhana ketimbang mumifikasi para Firaun Mesir yang dimulai 1.500 tahun setelahnya. Sejauh ini bukti tertua mumifikasi untuk kaum bangsawan ini adalah mumi Ratu Hetepheres dari tahun 2600 Sebelum Masehi. Dia adalah ibunda dari Khufu, Firaun yang mendirikan Piramida Besar di Giza. Nah, temuan di pekuburan di Mostagedda di Mesir bagian tengah, itu ternyata memakai resep yang kurang lebih sama dengan ramuan pembalsaman di era Firaun. Diperkirakan resep itu diwariskan dari mulut ke mulut, mulai 1.000 tahun sebelum ditemukannya tulisan. “Sungguh mengejutkan bahwa masyarakat prasejarah Mesir, yang hidup di masyarakat kesukuan 1.000 tahun sebelum ditemukannya tulisan, sudah punya ilmu pengetahuan empirik yang kemudian diwariskan dan menjadi mumifikasi sebenarnya,” kata Jana Jones dari Universitas Macquire di Australia. Dari analisa biokimia, komponen mumifikasi ditemukan pada kain penguburan pada pekuburan yang digali pada tahun 1920-an sampai 1930-an di Mostagedda itu. Penemuan dari penggalian itu selama ini tersimpan di Museum Bolton di Inggris. Resep pembalsaman kuno Mesir itu terdiri dari minyak tanaman atau lemak hewan, dengan sedikit getah pinus, ekstrak tanaman aromatik, getah tanaman, dan minyak. Campuran itu semua menghasilkan properti antibakteri yang mengawetkan mayat. Tapi saat itu, mumifikasi terbilang mahal dan jarang karena ‘resepnya’ terbilang sulit didapat. Betapa tidak, sebagian ‘bumbu’ harus diambil dari tempat yang jauh. Getah pinus diduga berasal dari tenggara Turki, ratusan mil jauhnya. Praktek mumifikasi mencapai puncaknya di Mesir pada era Kerajaan Baru, antara 1550 SM dan 1000 SM. Saat itu Firaun yang berkuasa adalah yang terbilang terkuat dalam sejarah. Mereka adalah Ramses II dan Thutmose III, termasuk Tutankhamun atau Raja Tut. Praktek ini baru berhenti setelah masuknya pengaruh Kristen dan Islam di Mesir pada 400 Masehi dan 642 Masehi.
  4. Tidak sedikit turis yang suka berbuat aneh ketika sedang mengunjungi situs bersejarah. Belum lama ini jagat dunia maya sempat dibuat heboh dengan turis perempuan yang membuat video porno di Piramida Giza. Kelewatan! Beberapa media internasional seperti New York Daily News, Russian Post, hingga koran lokal Mesir Al Masry Al Youm ramai memberitakannya. Cuplikan beritanya pun bertebaran di YouTube. Dalam video yang diunggah di YouTube, tampak seorang turis perempuan yang mengenakan pakaian tanpa lengan berwarna kuning yang tampak seksi. Belum lagi ia mengenakan celana hotpants warna biru yang juga ketat nan menggoda. Tampak latar padang pasir dengan Piramida Giza di balik perempuan tersebut, menjelaskan kalau ia memang sedang berada di Mesir. Parahnya, tiba-tiba saja turis tersebut menyingkap bajunya dan memamerkan payudaranya. Turis perempuan itu bahkan melakukan adegan oral seks dengan sang kameraman di dalam Giza Necropolis. Sang turis perempuan juga menghina Piramida Giza, sambil mengatakan kalau resor tempatnya menginap jauh lebih baik dari itu. Selain komentar sinis dari turis perempuan tersebut, terdengar juga komentar lainnya dari pria yang mengabadikan momen tersebut. Dari komentarnya ia menyebutkan kalau tidak menyukai Piramida, dan berharap agar Piramida tersebut sebaiknya dihancurkan saja. Tidak jelas apa maksud di balik video yang vulgar dan menghina tersebut. Pihak pemerintah Mesir yang dimintai konfirmasi perihal video tersebut, pada awalnya mengatakan kalau itu adalah rekayasa dan hasil editan. Setelah diselidiki lebih jauh, ternyata video itu memang diambil di dekat Piramida Giza dan bukan rekayasa. Pelakunya pun merupakan bintang porno berumur 23 tahun bernama 'Aurita' yang berasal dari Sevastopol di Ukraina. Identitasnya didapat melalui video yang diunggah pada salah satu situs porno di dunia maya. Herannya, beberapa lokasi yang ada di video tersebut merupakan area yang tertutup untuk wisatawan. Ada kemungkinan kalau ia juga menyogok penjaga dan merekam hal tidak senonoh di dalamnya. Sebelumnya si pelaku juga sempat ditahan karena melakukan hak yang sama di kota kuno Krimea, dimana merupakan situs warisan dunia UNESCO. Uang yang didapatnya dari menjual video tersebut ia gunakan untuk traveling ke Mesir bersama teman laki-lakinya. Hingga saat ini pihak pemerintah Mesir masih mencari para pelaku dalam video tersebut, karena dianggap melanggar aturan dan sangat bertentangan dengan budaya Mesir.
  5. Keluarga dari 21 umat Kristen asal Mesir yang diculik militan Islam di kota Sirre, Libya timur . Sebuah video muncul memperlihatkan pemenggalan atas umat Kristen Koptik asal Mesir yang diculik oleh kelompok militan Negara Islam atau ISIS di Libya. Dalam rekaman video itu, terlihat sedikitnya 10 orang yang mengenakan pakaian berwarna oranye yang dipenggal kepalanya. Video tersebut diterbitkan oleh kelompok jihadis Libya -yang mengatakan memiliki kaitan dengan Negara Islam- yang menculik 21 pekerja asal Mesir. Presiden Mesir, Abdel Fatah al-Sisi, sudah mendesak agar diadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasional untuk membahas situasi dan menyatakan hari berkabung nasional selama tujuh hari. Pekan lalu, Presiden al-Sisi juga sudah menawarkan angkutan udara bagi semua warga Mesir yang ingin meninggalkan Libya. Para pekerja yang merupakan umat Kristen Koptik itu diculik dari kota pantai Sirte, di Libya timur, yang sekarang sudah dikuasai kelompok militan Islam. Unjuk rasa di ibu kota Mesir, Kairo, menuntut pemerintah bertindak lebih banyak untuk membebaskan sandera. Hari Jumat 13 Februari 2015, NI menerbitkan gambar warga Mesir itu dengan mengatakan mereka diculik sebagai aksi balas dendam atas nasib perempuan Islam 'yang disiksa dan dibunuh oleh Gereja Koptik Mesir'. Pemerintah Mesir sudah memperingatkan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Libya namun banyak yang mencari kerja ke negara itu. Sebelumnya di Mesir berlangsung beberapa unjuk rasa menuntut pemerintah untuk bertindak lebih banyak guna membebaskan para sandera. Diperkirakan umat Kristen Koptik di Mesir saat ini berkisar antara sembilan juta hingga 15 juta jiwa dari total 87 warga Mesir.
  6. Joel Edgerton (kiri) berperan sebagai Firaun Ramses dan Christian Bale (kanan) sebagai Nabi Musa. Pemerintah Mesir menjadi pihak berwenang berikutnya yang melarang penayangan film Hollywood bertajuk Exodus setelah badan sensor setempat menyebutnya sebagai film dengan ketidakakuratan sejarah. Kepala badan sensor Mesir mengatakan ketidakakuratan yang dimaksud meliputi adegan kaum Yahudi membangun piramida dan Nabi Musa membelah Laut Merah. Bangsa Yahudi, menurutnya, tidak ambil bagian dalam proses pembangunan piramida dan gempa yang menyebabkan Laut Merah terbelah, bukan Musa. Pelarangan penayangan Exodus sebelumnya telah diberlakukan di Maroko. Meski Pusat Sinema Maroko (CCM) telah memberikan lampu hijau bagi penayangan film tersebut, situs bisnis Maroko Medias24.com mengatakan pihak berwenang memutuskan melarang film itu sehari sebelum tayang perdana. Seorang manajer bioskop mengatakan ia telah diperingatkan bioskopnya akan ditutup jika ia menentang larangan tersebut. "Mereka menelpon dan mengancam akan menutup bioskop jika film tersebut ditayangkan," ungkap Hassan Belkady, seorang manajer. Film Exodus mengisahkan pembebasan bangsa Yahudi dari perbudakan di Mesir. Film arahan Ridley Scott itu dibintangi Joel Edgerton sebagai Firaun Ramses dan Christian Bale sebagai Nabi Musa. Dengan biaya US$140 juta, film yang mengisahkan pembebasan bangsa Yahudi dari perbudakan di Mesir itu meraup US$24,5 juta pada pekan perdana setelah dirilis. Meski demikian, jika dibandingkan dengan film bertema keagamaan lainnya, pendapatan Exodus terbilang kecil. Film Noah yang disutradarai Darren Aronofsky meraih US$43,7 juta pada pekan perdana setelah dirilis pada Maret 2014 lalu. Sedangkan film The Passion of the Christ mendulang US$83,3 juta pada 2004 silam.
  7. Kepercayaan bangsa Mesir kuno bercorak polytheisme. Dari masa ke masa corak polytheisme ini berbeda. Semasa Kerajaan Mesir Tua, dewa utama adalah Osiris. la didampingi dewa-dewi lain, seperti Isis (isteri Osiris, dewi kesuburan), Re (dewa matahari), Amon (dewa bulan), dan Anubis (dewa kematian). Semasa Kerajaan Mesir Baru, muncul kecenderungan pemujaan bulan dan matahari sebagai dwimurti. Dewa Amon pun disejajarkan dengan Dewa Re. Maka, Dewa Amon-Re menjadi dewa yang utama. Kepercayaan Mesir sempat bercorak monotheisme semasa pemerintahan Amenhotep IV. Satu-satunya dewa adalah Dewa Anton. Dewa yang digambarkan berupa bulatan matahari ini disembah oleh seluruh umat manusia, bukan hanya bangsa Mesir. Sang firaun pun menghapuskan anggapan selama ini bahwa firaun adalah turunan dewa. Baginya, firaun adalah manusia biasa. Sayangnya, upaya firaun ini ditentang oleh para pendeta. Setelah ia wafat, corak kepercayaan Mesir kembali polytheis seperti semula. Lebih lanjut, sistem kepercayaan Mesir kuno juga terungkap dalam cara pemakaman. Bagi orang Mesir, selama jasad orang yang sudah meninggal tetap utuh, ia akan hidup terus di alam baka. Oleh karena itu, mayat harus diawetkan. Namanya mummi. Sejak masa Kerajaan Mesir Tua, mummi dimakamkan di mastaba, makam berundak-undak dari batu. Biasanya mummi para firaun disemayamkan bersama dengan hartanya. Karena ada upaya pencurian, makam dibuat lebih kokoh dan lebih besar, sehingga tercipta bangunan raksasa yang disebut piramida. Piramida yang terkenal antara lain Piramida Cheops dan Piramida Chefren. Tinggi Piramida Cheops sekitar 137 meter. Di depannya, terdapat sphinx (patung singa raksasa berkepala manusia) sebagai lambang pengawal firaun. Peninggalan lain pada zaman Mesir kuno adalah bangunan-bangunan istana raja serta kuil tempat pemujaan atas dewa-dewa yang terbuat dari batu-batu besar dan megah. Bangunan itu berupa istana di Giza, Karnak, Luxor, dan Kuil Agung di Abu Simbel. Di samping itu, terdapat juga tugu batu yang tinggi, runcing, dan persegi tiga. Namanya obelisk. Tugu tersebut digunakan untuk pemujaan terhadap dewa matahari. Pada bangunan itu terdapat lukisan relief dan tulisan hieroglyph. Daerah Mesir terletak di dataran subur yang membentang luas. Maka, sejak zaman dahulu wilayah Mesir menjadi rebutan bangsa-bangsa yang ada di sekitarnya. Bangsa-bangsa atau kerajaan yang pernah menyerang Mesir adalah: bangsa Nubia, yang menetap di sebelah selatan Mesir, bangsa Hyksos (Indo Eropa), yang menguasai Mesir selama 170 tahun (1750- 1580 SM), bangsa Assyria, yang merebut ibu kota Memphis dan Thebe pada tahun 670 SM, bangsa Persia, yang berhasil menguasai Mesir antara tahun 525 - 404 SM, Kerajaan Macedonia (dipimpin oleh Alexander Agung atau Iskandar Zulkarnaen), yang menguasai Mesir antara tahun 332-323 SM, kemudian diteruskan Dinasti Ptolomeus, dan Kekaisaran Romawi. yang menguasai Mesir sejak tahun 148 SM. Perlu diketahui, walaupun bangsa Mesir dikuasai oleh pendatang-pendatang baru, penanganan pemerintahan tetap berada di tangan raja-raja Mesir, sedangkan bangsa-bangsa penguasa dari luar hanya berperan sebagai penguasa yang dipertuan oleh raja-raja Mesir itu.
×
×
  • Create New...