Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Melahirkan'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Usia kehamilan Kim Kardashian sudah cukup tua untuk mempersiapkan persalinan. Perut buncit istri Kanye West itu sudah mencapai delapan bulan. Jika tak ada aral melintang, anak ke-duanya lahir Desember mendatang. Kim pun merasa perlu diberi "hadiah" oleh sang suami untuk kehamilannya itu. Diberitakan Ace Showbiz, sang bintang reality show meminta kalung berlian pada Kanye. Namun, ia punya alasan meminta itu. Melalui blog pribadinya Kim menerangkan mengapa ia merasa dirinya layak menerima hadiah super mahal berupa kalung berlian. Bagi Kim, hadiah itu bisa disebut "pendorong" setelah ia melahirkan nanti. Menurut Kim, semua ibu layak mendapat hadiah besar setelah sembilan bulan mengandung dan menjalani persalinan yang penuh pengorbanan, antara hidup dan mati. "Apakah Anda percaya pada "hadiah pendorong?" Saya tidak pernah percaya, tapi semua teman-teman saya melakukannya! Kami punya surel berantai yang lucu untuk mendiskusikan itu," tulis Kim di blog-nya. Ia lantas menyebutkan hadiah-hadiah apa saja yang pernah diterima sang sahabat. "Seorang teman mendapat cincin berlian yang selalu dia inginkan, dan teman saya yang lain mendapat mobil baru!" ia bersemangat. Kim pun mengaku mulai menyukai ide itu. "Setelah sembilan bulan mengandung, itu adalah ucapan terima kasih yang manis dan sangat layak. Kami, para perempuan melewati masa kehamilan dan membawa bayi dalam perut, tentu saja masuk akal kalau kami mendapat sesuatu yang luar biasa untuk menunjukkan betapa kami luar biasa!" Di akhir tulisannya, barulah Kim mengungkapkan apa yang ia inginkan. "Untuk kehamilan ini, saya ingin kalung berlian Lorraione Schwartz," mintanya dengan tegas. Padahal, Kim sudah pernah memiliki kalung seperti itu. Ia mengatakan, kalung berlian yang diinginkannya persis sama seperti yang pernah ia kenakan ke Met Gala. "Terlalu berlebihan? LOL!" ia mengakhiri tulisannya. Agar Kanye dan para penggemarnya mengerti apa yang dimaksud, Kim menyertakan sebuah foto dirinya di Meg Gala, di akhir tulisan. Lehernya dilingkari berlian ke Met Gala 2014 dan 2015, namun kalung yang berbeda. Perhiasan itu diperkirakan senilai US$1 juta atau setara Rp13,7 miliar.
  2. Wanita hebat ini melahirkan di alam terbuka, perjuangan banget yak ngeluarin bayi mungil dari perut.. monggo diliat video nya buat yang kuat
  3. Melahirkan bayi untuk pertama kali seringkali menjadi momen yang membahagiakan bagi pasangan suami istri. Momen pertama dan membahagiakan tersebut seringkali membuat seorang ibu baru merasa perlu memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Keinginan tersebut sering membuat ibu baru menjadi gugup dan minimnya pengalaman seringkali membuat ibu baru melakukan hal-hal yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Yuk, cek beberapa hal yang seharusnya anda hindari ketika anda baru saja menjadi ibu: 1. Terlalu mendengar nasihat orang lain Nasehat dari orang lain untuk anda memang penting, apalagi jika nasehat berasal dari orang dekat anda seperti orangtua kandung, ayah ibu mertua atau kakak ipar anda. Hanya saja terlalu banyak mendengar nasehat orang lain juga bisa membuat anda merasa gugup dan tertekan, apalagi jika nasehat mereka saling bertentangan. Ibu menyarankan ini, sementara ibu mertua menyarankan itu dan kakak ipar menyarankan hal yang lain lagi. Cobalah untuk santai dan anggaplah “kesalahan” yang dianggap orang lain karena anda tidak melakukan saran mereka sebagai sebuah pembelajaran. Toh seiring berjalannya waktu anda juga akan punya pengalaman mengurus bayi. 2. Mengharapkan pasangan mengerti kelelahan anda Anda memang boleh berharap pasangan akan mengerti kelelahan anda, tapi jangan terlalu merasa kecewa ketika pasangan anda malah enak enakan tidur ketika anda sedang begadang mengurus bayi. Komunikasikan hal tersebut dengan suami dan jika perlu, buatlah perjanjian pra-kelahiran. 3. Tidak mempercayai pasangan dalam merawat anak Seringkali ibu baru merasa ragu apakah suami dapat memandikan bayinya dengan baik atau menggendong bayinya dengan benar. Adakalanya suami juga ingin melakukan hal tersebut untuk merasa punya andil dalam merawat bayi. Jangan terlalu banyak mengkritik dan biarkan suami anda belajar merawat bayi. Toh hal tersebut akan membantu anda karena merawat bayi berdua itu lebih baik daripada hanya sendirian saja. 4. Membuang uang untuk keperluan anak Bayi memang lucu dan anda tentu ingin mendandaninya sesuai dengan selera anda. Apalagi sekarang ini ada banyak barang dan aksesoris untuk bayi yang bentuknya lucu dan menggemaskan. Jangan membuang uang berlebihan untuk membeli keperluan anak yang tidak terlalu dibutuhkan, apalagi bayi adalah makhluk yang pesat perkembangannya. Baju lucu yang baru anda beli sebulan lalu bisa jadi sudah tidak muat lagi untuk dipakai sekarang :-). 5. Mudah cemas Jika bayi terserang penyakit ringan seperti demam atau flu, seringkali ibu baru merasa mudah cemas dan panik bukan kepalang seolah-olah penyakit tersebut tidak bisa disembuhkan. Cobalah untuk rileks, lakukan hal yang harus dilakukan untuk bayi anda dan belajarlah dari kondisi bayi anda. 6. Membandingkan anak anda dengan anak lain Perkembangan setiap anak memang tidak selalu sama. Kadangkala ibu baru suka membandingkan kondisi anaknya dengan anak orang lain, misalnya anak orang lain sudah bisa berjalan sementara si kecil di usia yang sama belum bisa berjalan. Setiap anak akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat kematangannya. Selama perkembangannya masih dalam batas normal, jangan khawatir akan hal tersebut
  4. Siapa yang nggak kenal relaksasi, meski nggak begitu memahami pengertian berdasarkan istilah secara rinci mengenai rileksasi akan tetapi rileksasi adalah proses yang umum dilakukan ketika seseorang sedang mengalami lelah degan aktivitas yang membebaninya sehingga melakukan cara yang membuat tubuhnya tenang dan siap beraktivitas kembali. Sedangkan menurut pengertian relaksasi adalah cara diri mengelola cemas ataupun stres melalui otot dan syaraf yang bersumber pada objek tertentu. Sehingga relaksasi adalah aspek fisik dan psikis manusia sehingga dengan melakukan rileksasi maka tubuh akan ada dalam kondisi seimbang, dalam keadaan tenang dan otot mengalami rileks dengan tubuh yang nyaman. Sebenarnya relaksasi dilakukan oleh semua umur bahkan dalam proses relaksasi dikenal empat langkah yaitu menemukan suasana yang tenang, membuat otot kendor menjadi lebih sadar, memusatkan pada perangkat mental dan terakhir adalah menerima sikap pasif pada pikiran yang sedang tenang. Salah satu yang membutuhkan rileksasi adalah ibu hamil. Apalagi ibu hamil menjelang persalinan. Ibu hamil cenderung lebih tegang mempersiapkan diri menghadapi persalinan sehingga lebih nggak terfokus pada ketenangan yang harusnya dipersiapkan menjelang persalinan. Memiliki jiwa yang tenang akan lebih baik melancarkan persalinan. Pada artikel kali ini tim bidanku akan memberikan informasi mengenai relaksasi menjelang persalinan yang dapat dilakukan oleh ibu hamil. Tujuan dilakukan relaksasi agar ibu lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi persalinan dan proses persalinan dapat berjalan dengan lancar. Ibu hamil memerlukan relaksasi Pikiran dan perasaan yang tenang harus dipersiapkan dalam menjalani kehamilan. Perasaan yang seringkali membuat ibu hamil takut, tegang dan cemas pada saat kehamilan akan memicu stress dan kesehatan janin akan menjadi korban. Sehingga sebaiknya anda menggunakan cara untuk mengurangi perasaan yang berlebihan yang ada pada diri dengan melakukan relaksasi. Relaksasi dapat anda lakukan di sela sela waktu sibuk anda. Bahkan relaksasi dapat dilakukan ketika anda membutuhkan suasana baru. Sehingga tujuannya dapat membuat saraf menjadi kembali tenang. Relaksasi Menjelang Persalinan Menghadapi momen paling penting bagi ibu hamil adalah persalinan. Persalinan membutuhkan persiapan yang matang untuk menjaga keselamatan ibu dan janin. Sehingga untuk membuat diri lebih tenang dibutuhkan relaksasi menjelang persalinan. Relaksasi persalinan akan membantu anda dalam memudahkan persalinan dan membuat janin lahir tanpa adanya kendala. Sama seperti teknik lainnya bahwa teknik relaksasi yang dilakukan dapat menenangkan otot yang tegang. Relaksasi relaksasi menjelang persalinan sangat mudah dilakukan Ibu hamil dapat terlebih dahulu mengenali ketegangan otot setelah itu ketegangan pada perut dan melakukan seni melepas ketegangan oleh ibu hamil. Ibu hamil dapat memulainya dengan memusatkan perhatian pada bagian tubuh. Kemudian berkonsentrasi pada bagian yang tegang dan melepasnya secara perlahan. Ibu hamil dapat melakukannya sebari menarik nafas dalam dan membuangnya dengan menghembus nafas. Kondisi ini akan membuat ibu hamil mengalami relaksasi yang cukup baik dalam pikiran maupun tubuh ibu hamil. Dengan konsentrasi maka ibu hamil dapat dengan mudah melakukan relaksasi. Bahkan anda dapat meminta bantuan suami anda untuk melakukan relaksasi. Melakukan relaksasi dengan suami anda akan membuat anda lebih tenang dan meningkatkan rasa percaya diri anda menghadapi persalinan. Bantuan yang mendukung relaksasi menjelang persalinan selanjutnya adalah audio yang lambat dan juga menyenangkan. Anda bisa membuat rileks dan menemukan suara yang dapat membantu gerakan rileksasi tercipta lebih dinamis. Jenis Relaksasi Menjelang Persalinan Menjelang persalinan anda dapat melakukan beberapa relaksasi. Relaksasi yang sering dilakukan untuk mempersiapkan diri menjelang persalinan adalah jenis-jenis relaksasi seperti di bawah ini. Berikut adalah jenis relaksasi menjelang persalinan yang dapat dilakukan: 1. Relaksasi Pasif 2. Perhitungan Relaksasi 3. Relaksasi Sentuhan
  5. Waktu 3 bulan bersama bayi baru Anda hampir usai. Inilah 3 hal yang harus Anda lakukan menjelang kembali ke rutinitas kantor. Pump! Pump! ASI eksklusif adalah cita-cita semua mama. Jika di bulan-bulan pertama Anda masih malas-malasan memerah ASI (dengan alasan ASI masih sedikit, cuti masih lama, dst…!), satu bulan menjelang cuti habis, frekuensi memerah ASI harus ditingkatkan. Stok ASI masih sedikit? Cobalah memerah ASI setiap 2 – 3 jam sekali. Memang, sih, payudara Anda akan terasa kosong seolah tak ada lagi sisa ASI untuk dikeluarkan. Tapi, percayalah, sering memerah ASI justru akan memberi alarm pada tubuh untuk terus memproduksi ASI. Jika rutin melakukannya, jangan heran kalau ‘tabungan’ ASI perah Anda akan menyamai mama yang sudah rajin memerah ASI sejak bulan pertama. Start bottle feeding! Menyusui langsung dari payudara memang praktis. Tapi sekarang, Anda harus mau sedikit repot menyusuinya dengan botol. Bayi harus kenal dengan botol dot sebelum ia benar-benar ‘berpisah’ dengan Anda nanti. Repot, kan, kalau tiba-tiba di hari pertama Anda bekerja, ternyata bayi tak mau menyusu pakai botol? Nah, biasanya, bayi tak mau menyusu pakai botol jika ia melihat mamanya ada di sekitarnya. Ambil kesempatan ini untuk sekaligus belajar ‘berpisah’ dengan bayi, setelah hampir 3 bulan lamanya kalian berdua ibarat amplop dan prangko yang terus melekat. Mulailah ‘berpisah’ selama 1 – 2 jam sehari selama seminggu pertama. Anda bisa memanfaatkan waktu ini untuk sekadar belanja bulanan ke hipermarket, atau menghabiskan waktu di salon untuk cuci dan blow. Setelah itu, tingkatkan waktu berpisah menjadi 4 – 5 jam. Kalau bingung mau melakukan apa selama waktu berpisah tersebut, Anda boleh, kok, sekadar santai di rumah tanpa menemui anak sama sekali selama waktu yang ditentukan itu. Tapi, pastikan bayi tetap aman dan dijaga dengan baik oleh calon pengasuhnya nanti, ya. Treat your self! Nah, seminggu atau 4 – 5 hari menjelang masuk kerja, Anda harus membiasakan diri meninggalkan si kecil lebih lama. Manfaatkan waktu ini juga untuk belanja keperluan Anda, misalnya baju baru untuk kembali ke kantor, ke salon untuk potong rambut, atau apa pun yang bisa mendongkrak semangat Anda kembali ke kantor.
  6. Operasi caesar adalah metode persalinan melalui cara pembedahan dengan melakukan irisan pada bagian perut Ibu untuk mengeluarkan bayi. Pada umumnya operasi caesar dilakukan jika persalinan nomal melalui vagina tidak memungkinkan karena adanya risiko-risiko yang berbahaya bagi Ibu dan bayi. Meski demikian beberapa wanita juga kerap memilih operasi caesar karena tidak tahan dengan rasa sakit yang timbul saat melahirkan normal. Apalagi teknologi dunia kedokteran sudah sangat berkembang saat ini yang membuat para calon Ibu tidak lagi takut melakukan operasi. Operasi caesar dipilih bukan lagi karena alasan kesehatan, namun murni karena keinginan sang ibu. Melahirkan adalah proses akhir kehamilan yang prosesnya bisa melalui persalinan normal atau persalinan caesar. Pada dasarnya persalinan normal maupun persalinan dengan operasi caesar memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Persalinan normal, meskipun memang terasa sakit saat melahirkan tapi kondisi kesehatan dan fisik Ibu bisa cepat pulih, beda dengan caesar yang membutuhkan perawatan tambahan pasca operasi. Operasi Caesar (Sesar) Sebaiknya Dilakukan Karena Indikasi Medis Ada beberapa indikasi medis dimana seorang ibu tidak boleh melakukan persalinan pervagina. Apabila sang ibu tidak mengalami kemajuan proses persalinan dan sudah berlangsung dalam waktu lama, dokter akan memutuskan melakukan operasi. Dokter juga akan melakukan operasi apabila menemui masalah seperti bayi kembar atau terjadi gangguan pada janin, bayi yang terlalu besar, umur ibu yang tua, lingkar rongga panggul yang kecil dan kelainan posisi plasenta. Intinya operasi caesar akan dilakukan apabila persalinan secara normal dirasa akan mengancam nyawa ibu dan bayi. Sayangnya saat ini, banyak calon ibu yang lebih memilih persalinan caesar hanya karena tidak tahan dengan rasa sakit apabila melahirkan normal. Memang saat proses kelahiran dengan caesar, sang ibu tidak akan merasa sakit. Rasa sakit justru akan dirasakan saat pasca operasi. Beberapa wanita lain memilih melakukan operasi caesar karena ingin bayinya lahir pada tanggal yang dianggap bagus. Operasi caesar memang memungkinkan Ibu memilih kapan operasi akan dilakukan, tentu saja setelah mendapat persetujuan dari dokter yang menangani. Metode Persalinan Pengaruhi bonding dan Waktu Pemulihan Pada proses persalinan normal, seorang ibu hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja untuk pulih kembali. Para ibu ini bisa segera melakukan berbagai aktivitas biasa seperti bangun, duduk dan berjalan. Hal seperti ini tidak bisa dilakukan oleh Ibu yang melakukan operasi caesar. Paling tidak seorang ibu membutuhkan waktu hingga 2 x 24 jam psaca operasi untuk belajar berdiri dan berjalan. Waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar pulih juga lebih lama, yaitu selama 6 minggu. Keuntungan proses persalinan normal lainnya adalah meningkatkan terjadinya bonding antara sang ibu dan bayinya. Pada kelahiran normal, bayi akan langsung diletakkan di atas dada sang ibu dan segera dilakukan IMD. Sementara pada bayi yang dilahirkan dengan proses persalinan caesar, ikatan yang terjadi kurang begitu kuat bahkan bayi dan ibu akan mengalami kesulitan saat proses IMD dan menyusui. Keuntungan dan Kerugian Persalinan dengan Metode Operasi Caesar Bayi yang dilahirkan melalui pervagina akan mendapat endorphin yang membantu bayi beradaptasi dengan dunia luar dan membuat proses keluarnya bayi akan menyenangkan. Endorphin ini banyak ditemukan pada plasenta. Selain itu, berdasarkan penelitian, di vagina ibu terdapat bakteri Lactobacillus yang bermanfaat bagi pencernaan bayi. Lactobacillus ini akan masuk ke dalam saluran pencernaan bayi saat bayi melewati vagina. Keuntungan ini tidak akan diperoleh dari bayi yang lahir secara caesar. Bayi yang dilahirkan dengan kelahiran normal biasanya juga akan lebih sehat dan memiliki paru-paru yang lebih kuat. Bayi yang dilahirkan secara caesar akan lebih berisiko mengalami TTNB ( Transient Tachypnea of the New Born). TTNB merupakan gangguan pernapasan yang disebabkan tidak terkompresnya cairan di dalam paru-paru bayi. Cairan di dalam paru-paru ini biasanya akan terpompa keluar saat proses persalinan normal akibat kontraksi dari rahim ibu. Selain itu, bayi yang dilahirkan secara caesar akan lebih rentan terhadap penyakit dan lebih mudah terserang alergi. Proses persalinan dengan operasi caesar juga akan menimbulkan beberapa risiko bagi sang ibu, seperti risiko terjadinya infeksi hingga kematian. Risiko yang lain yaitu terjadinya plasenta previa dan akreta pada kehamilan berikutnya. Persalinan caesar bisa menjadi pilihan terakhir mengingat risiko yang lebih besar dan waktu pemulihan yang lebih lama dibanding persalinan normal. Keputusan metode persalinan mana yang akan dipilih tergantung pada keinginan sang ibu. Seorang ibu biasanya sudah memiliki insting mana yang terbaik untuk dirinya dan bayinya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy