Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Macbook'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 10 results

  1. Laptop Xiaomi Mi Notebook Air telah resmi diperkenalkan oleh pihak vendor asal China. Perangkat ini memang jadi primadona dan cukup dinanti oleh pengguna karena punya fitur yang tidak kalah jauh dengan laptop andalan Apple, MacBook. Mi Notebook Air ini hadir dalam dua varian ukuran, yang pertama berukuran 13,3 inci sedangkan yang kedua dengan ukuran 12,5 inci. Kedua notebook ini hadir dengan desain premium ala Apple yang berbalut body loga yang cukup mirip dengan MacBook. Pada layarnya sendiri juga sudah memakaiteknologi desain bezeless berbalut kaca dengan resolusi 1080p. Ukurannya sendiri terbilang cukup tipis karena memang tidak kalau jauh dengan MacBook Pro. Ketebalan Mi Notebook Air ini hanya 14,8mm saja. Sedangkan beratnya mencapai 1,28 kg sehingga masuk dalam jajaran notebook ringan dan super tipis. Notebook buatan Xiaomi ini memang punya kelebihan tersendiri, namun sayang sekali untuk prosesor Mi Notebook Air 13.3 inci masih memakai prosesor Intel Core i5-6200U. Namun sudah ada dukungan 8GB RAM DDR4. Sehingga kuat untuk kinerja aplikasi yang cukup berat. Pada ruang memori juga cukup luas untuk ukuran notebook karena mencapai 256GB dengan PCIe SSD. Xiaomi juga memberikan pilihan slot SATA jika pengguna ingin menambahkan kapasitas simpanan. Namun anda juga harus meminta langsung kepada penyedia, karena laptop premium ini tidak user-servicable. Jadi jangan pernah nekat sekali-kali membongkar laptop ini sendiri jika nantinya tidak mau menyesal. Laptop buatan Xiaomi ini juga sudah dipasangi 1GB NVIDIA GeForce 940MX untuk mendukung grafisnya. Sehingga bisa dipastikan tampilan gambarnya tidak kalah menarik dan super detail tanpa ada masalah sedikitpun. Dengan begitu anda dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan desain, gaming, dan juga yang lainnya. Mi Notebook Air 13,3 inci ini juga dilengkapi dengan baterai 40 W. Pihak pembuat telah mengklaim kalau latop mereka bisa bertahan hingga 9,5 jam. Yang lebih unik dari laptop ini punya fitur fast charging sehingga bisa mengisi daya dengan cepat. Laptop ini beda dengan laptop pada umumnya yang memakai charger bulat, Xiaomi memang sengaja menggunakan port USB tipe-C supaya bisa mengisi daya baterai dari 0 hingga 50% hanya selama 30 menit saja. Untuk masalah harga Mi Notebook Air cukup terjangkau sekali. Walaupun punya fitur yang setara dengan Apple MacBook, namun Xiaomi Mi Notebook Air 13,3 inci hanya dibandrol seharga CNY 4999 atau setara Rp9,8 jutaan. Sedangkan Xiaomi Mi Notebook Air 12,5 inci hanya CNY 3499 atau setara Rp6,8 jutaan.
  2. Asus kita tahu adalah merek yang ternama karena banyak produk yang dihasilkan oleh perusahaan asal Taiwan ini. Seperti diantaranya adalah komponen komputer, perangkat smartphone dan tablet, serta tidak ketinggalan ada laptop yang sudah tidak diragukan lagi. Nah kali ini pada ajang Computex 2016, Asus tidak hanya merilis smartphone baru, namun juga salah satu notebook andalan mereka. Seperti yang dilansir dari TweakTown, Senin (30/5/2016), Asus baru saja memperkenalkan laptop terbaru mereka, Zenbook 3. Laptop ini bahkan bisa dikatakan kompetitor laptop buatan Apple, Macbook, karena laptop ini memiliki ketebalan hanya 11,9 milimeter. Bahkan pemimpin Asus saat ini, Johnny Shih, mengatakan bahwa Zenbook 3 ini dua kali lebih cepat dibandingkan Macbook untuk masalah komponennya, serta mengatakan bahwa Asus Zenbook 3 adalah laptop yang paling bergengsi di dunia. Bicara soal dua kali lebih cepat dari Apple Macbook, Asus menanamkan komponen yang bisa dikatakan sangat mumpuni untuk laptop gagah nan elegan ini. Seperti penggunaan prosesor Intel Core i5 atau Core i7 dan juga penggunaan RAM sebesar 16GB. Untuk layarnya sendiri Asus menyematkan ukuran 12,5 inci sebagai tampilan utama, yang juga disokong dengan pendingin kipas paling tipis di dunia berukuran 3 milimieter. Asus menggunakan media SSD sebagai penyimpanan utama pada laptop Zenbook 3 ini. Menariknya adalah, SSD yang digunakan berukuran 1TB dan menggunakan SSD dengan tipe slot PCI Express. Bermodalkan USB tipe C dan Thunderbolt 3, pengisian baterai dari laptop ini hanya membutuhkan waktu 49 menit untuk mengisi 60% baterainya. Penggunaannya pun dikatakan mampu bertahan hingga 9 jam untuk penggunaan normal. Membahas harganya, Asus menyediakan tiga pilihan, yakni dari harga 999 USD atau berkisar 14 juta Rupiah untuk varian yang menggunakan prosesor Intel Core i5, RAM 4GB dan SSD 256GB, lalu ada dikisiran harga 1.499 USD atau setara dengan 15 juta Rupiah untuk versi yang menggunakan prosesor Intel Core i7 dan SSD sebesar 512GB. Lalu yang terakhir ada varian dengan prosesor Intel Core i7, RAM sebesar 16GB dan SSD berukuran 1TB yang dibanderol dengan harga 1.999 USD atau sekitar 28 Juta Rupiah.
  3. Baru-baru ini telah beredar rumor tentang OS X 10.12 yang mengatakan bahwa Apple akan memungkinkan pengguna iPhone untuk membuka komputer Mac mereka hanya dengan menggunakan Touch ID. Ide tersebut sepertinya merupakan gagasan yang baik, namun yang menjadi pertanyaan mengapa tidak menyematkan Touch ID ke dalam Mac itu sendiri? ernyata itulah yang Apple rencanakan untuk melakukan hal tersebut, setidaknya menurut analis KGI Securities Ming-Chi Kuo. Menurut Kuo, ia percaya bahwa pembaruan MacBook Pro yang akan datang bisa mencakup beberapa fitur baru di luar upgrade hardware biasa. Selain itu, ia juga megatakan jika lini MacBook Pro 2016 merupakan produk yang akan disorot oleh publik, di mana akhir-akhir ini fokus publik tidak tertuju kepada Apple. Ini akan berlaku untuk dua model MacBook Pro yang akan diperkenalkan pada kuartal keempat 2016. “mereka akan memiliki faktor bentuk tipis dan ringan, Touch ID, menggunakan OLED display touch bar (untuk menggantikan tombol fungsi fisik, terletak di atas keyboard) dan mengadopsi USB- C / Thunderbolt 3” kata Kuo. Selain itu, Kuo juga menambahkan jika upgrade yang dilakukan oleh Apple ini merupakan sejarah yang besar dalam perkembangan MacBook Pro. Faktor ketipisan dan keringanan MacBook Pro 2016 berkat injeksi logam cetakan buatan engsel yang belum pernah kita dengar sebelumnya. Ini sesuai dengan klaim “ultra thin” MacBook yang akan debut tahun ini.
  4. Ndral, selfie bersama teman-teman Anda menggunakan smartphone mungkin sudah biasa. Namun bagaimana kalau selfie dengan menggunakan Macbook yang sedemikian besar. Adalah sekumpulan orang-orang bernama John Yuyi, Moises dan Tom Galle, alat ini merupakan sebuah hasil produk dari proyek seni mereka. Ketiganya merupakan orang dibalik proyek Netflix and Chill Room. Tongsis ini dapat digunakan untuk mengambil foto, sama seperti tongsis biasa. Seperti dilansir Boredpanda, adapun tujuan mereka melakukan hal tersebut beralasan sebagai suatu seni dalam membuat sebuah aksesoris. Bahkan, tongsis Macbook itu menarik perhatian banyak orang kala dipakai selfie di seputaran kota New York, Amerika Serikat. Sayangnya, buat Anda yang tertarik dengan selfie stick macbook ini tidak akan mendapatkannya. Lantaran hanya untuk proyek seni mereka saja dan tak akan dijual massal.
  5. Kendati Apple dikenal sebagai produk masa kini dan banyak digunakan oleh kaum muda, nyatanya untuk urusan membeli perangkat premium ini masih lebih royal para orang tua. Setidaknya ini menurut lembaga riset Slice Intelligence yang melacak data pembelian online. Menurut Slice Intelligence bahwa kaum orang tua pria yang lebih banyak menghabiskan uang untuk belanja iDevice ketimbang wanita. Tiap lelaki berusia 65 tahun ke atas rata-rata merogoh kocek US$ 976 atau setara Rp 13 juta untuk beli perangkat iOS secara online, sementara kaum wanita di usia yang sama hanya menghabiskan US$ 667 atau Rp 9,1 juta. Tercatat orang tua usia 65 tahun ke atas dan usia antara 35 dan 44 tahun merupakan pelanggan iPad terbesar. Sementara iPhone, MacBook Air, MacBook Pro, dan Apple TV memiliki pelanggan mayoritas usia 25 hingga 34 tahun. Lalu pengguna Apple Watch terlacak digunakan lebih banyak oleh konsumen usia 35 sampai 44 tahun, serta layanan Apple Music digandrungi oleh kawula muda usia 25 sampai usia menengah 34 tahun. Terlepas dari basis pengguna Apple yang mayoritas penggila teknologi dan kaum muda, kepala pemasaran Slice Intelligence, Jaimee Minney membeberkan dua teori mengapa orang tua rela menghabiskan uang membeli produk Apple. "Orang tua kemungkinan masih baru terhadap produk Apple. Mereka belum pernah membelanjakan uangnya untuk perangkat semahal itu," tutur Minney, mengutip CNN. Teori keduanya adalah kemungkinan mereka membeli produk Apple sebagai pemberian hadiah untuk orang lain. Minney menambahkan, hal ini bisa dikatakan sebagai prestasi mengagumkan dari Apple untuk bisa menarik perhatian konsumen dari segala usia.
  6. Periode tiga bulan terakhir ini bukan waktu yang baik bagi lini produk Mac, seperti laptop MacBook dan desktop iMac. Untuk pertama kali. Apple mencatatkan penjualan yang menurun untuk semua produk komputernya tersebut. Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Wall Street Journal, penjualan produk Mac milik Apple turun dibandingkan periode yang sama di tahun 2014. Secara keseluruhan menurut analisa dari IDC, di kuartal terbaru ini pengapalan PC menurun 10.8 persen menjadi 71 juta unit saja. Tentu Apple masih mendominasi, walaupun secara grafik menurun. Diketahui, jumlah pengapalan Mac menurun menjadi 3,4 persen dengan estimasi perbandingan 5,3 juta di kuartal ini dengan 5,5 juta di kuartal yang sama tahun sebelumnya. Bahkan saat pengiriman Apple Mac melambat, produsen PC lainnya bernasib lebih buruk lagi, yang kabar baiknya berarti bahwa pangsa pasar keseluruhan Apple pada kuartal ketiga naik ke 7,6 persen, dibandingkan kuartal ketiga tahun lalu yang mencapai 6,4 persen. Kendati demikian, ini menjadi kinerja terburuk Apple sejak kuartal ketiga 2013. Apple memang sebelumnya sudah mampu mengatasi penjualan komputer jinjing dan PC yang lebih baik ketika pasar ini terus mengalami pelemahan dari tahun ke tahun. Setidaknya saat ini, Apple perlu berpikir keras agar bisa menghadapi penurunan yang diperkirakan akan terjadi hingga tahun 2017. Perusahaan berbasis di Cupertino ini sendiri, termasuk rajin menghadirkan lini terbaru di jajaran Mac. Termasuk menjual New MacBook dengan bobot yang lebih ringan dengan fitur USB-C.
  7. Perusahaan Apple dilaporkan telah mengajukan permohonan paten untuk sistem sel bahan bakar yang mampu memberi daya perangkat MacBook agar tahan berhari-hari. Di dalam permohonan paten, Apple menjelaskan sumber daya internal kecil yang mungkin menambah bobot laptop MacBook. Tujuannya sederhana, agar MacBook bisa bertahan berhari-hari, bahkan diklaim berminggu-minggu tanpa pengisian ulang. Mengutip situs Wired, paten Apple itu mengacu secara spesifik untuk alat charger MagSafe khusus MacBook, sehingga untuk saat ini teknologi tersebut belum akan digunakan untuk handset iPhone atau iPad. Sementara 9to5Mac mewartawakan, paten teknologi yang diajukan Apple juga menjabarkan sejumlah sumber bahan bakar potensial dan semuanya dicampur dengan hidrogen dan zat oksidasi seperti oksigen dan air. Tak hanya itu, Apple juga memasukan bahan bakar potensial seperti borohidrida, silkat sodium, lithium hidrida, magnesium hidrida, hidrokarbon, dan cairan hidrogen. Keuntungan menggunakan sistem sel bahan bakar seperti ini diyakini perusahaan adalah sekali pengisian daya, ia mampu bertahan dalam durasi yang panjang. Berbeda dengan baterai biasa yang memang harus diisi secara berkala tiap harinya. Diketahui Apple telah mengajukan sejumlah paten yang berhubungan tentang sistem sel bahan bakar, salah satunya paten tahun 2011 yang menjelaskan sistem serupa, serta di Maret lalu yang isinya cukup rinci tentang sistem sel bahan bakar eksternal untuk perangkat mobile. Sementara muncul rumor bahwa perusahaan Intelligent Energy yang bersemayam di Loughborough, Inggris telah menjalin kemitraan dengan Apple untuk mengembangkan teknologi tersebut untuk iPhone generasi selanjutnya. Pimpinan Intelligent Energy, Henry Wizard enggan mengkonfirmasi soal rumor tersebut. "Ini langkah besar sebab Anda bergerak ke teknologi baru dan harus memberi konsumen produk yang nyaman," katanya kepada media Telegraph.
  8. Di sela-sela pengumuman penjualan Apple Watch, CEO Tim Cook memperkenalkan MacBook terbaru. Di lihat dari spesifikasinya, boleh dibilang laptop ini berada di tengah antara MacBook Air dan MacBook Pro. Sebabnya, keunggulan utama dari MacBook gres ini adalah ketipisan dan bobot yang sangat ringan. Untuk mendapatkan desain yang tipis namun tak menghilangkan sisi kecantikannya, Apple mengorbankan beberapa hal. Komputer jinjing berukuran layar 12 inci resolusi 2304 x 1440 pixel yang membuatnya masuk ke keluarga Retina Display. MacBook Air ini mempunyai bobot hanya 2 pounds atau kurang dari 1 kilogram saja, dengan ketipisan 13.1 milimeter saja. Bandingkan dengan MacBook Air berukuran 11 inci yang mempunyai ketebalan 17.3 milimeter. Ini artinya, MacBook terbaru 24 persen lebih tipis dari MacBook Air. Di balik desain indah dan segala ketipisannya, MacBook baru ini agaknya menyisakan sedikit penyesalan, salah satu adalah hilangnya banyak port untuk mengakomodir tempat USB, HDMI dan lain sebagainya. Pada akhirnya, memang Apple memperkenalkan konektor USB Type-C, yang terletak di bagian sisi bodi sebelah kiri. Satu konektor yang bisa digunakan ramai-ramai ini mampu dicolok ke berbagai konektor seperti USB, HDMI, DisplayProt, VGA, transfer data USB 3.1, dan HDMI. Tak cuma itu, mengisi baterai pun akan masuk melalui port ini. Memang untuk bisa menjalankan itu semua, Apple menyediakan dongle yang dibanderol dengan harga US$ 79 atau setara Rp 900 ribu. Tapi tetap saja, agak ribet untuk melepas dan mencopotnya. Dongle ini pun juga memiliki keterbatasan, karena hanya dapat digunakan untuk konektor pengisi baterai, HDMI dan USB saja. Satu lagi yang membuat pengguna MacBook ini mempunyai kesabaran dan dana ekstra. Pada akhirnya, MacBook ini memang ditujukan bagi pengguna yang hanya mementingkan gaya ketimbang upaya lebih untuk bekerja menggunakan laptop. Apalagi dengan pilihan warna gold, space gray dan silver semakin menegaskan bahwa ini memang laptop untuk bergaya. Menilik spesifikasinya pun tak terlalu wah, karena MacBook ini hanya menggunakan prosesor Intel Core M Broadwell yang didukung oleh RAM 8 GB, media penyimpanan data SSD berkapasitas mulai dari 256 GB. Jika dibongkar, alasan lain mengapa MacBook ini bisa tipis karena di dalam tubuhnya hanya dibenamkan motherboard berukuran pendek. Dimana sisanya adalah baterai. Seperti diberitakan PC Mag, baterai MacBook baru ini mempunyai daya 39.7 watt-hour (Wh) lithium-polymer, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan MacBook Air yang mempunyai daya 38 Wh. Apple mengklaim, MacBook barunya ini mampu diajak berselancar dengan WiFi, selama 9 jam dan 10 jam untuk memutar video di iTunes. Hal mirip dengan performa MacBook Air. Soal harga, MacBook 12 inci dijual mulai dari US$ 1299 atau setara Rp 17 juta. Agak sedikit lebih mahal bila disandingkan dengan MacBook Air yang dijual US$899 yang dipersenjatai prosesor Intel Core 15 1,4 GHz, RAM 4GB dan SSD sebesar 256GB. Jadi, pilihan pun kembali kepada calon konsumen yang rela merogoh kocek dalam untuk sebuah MacBook baru ini.
  9. Di situs lelang eBay sudah lumrah ada yang menjual Macbook baru atau bekas. Tapi kali ini, agak berbeda. Karena menurut penjualnya laptop Apple ini sudah dirasuki arwah. Seseorang dengan akun 'Wfatzinger' melabeli iklannya dengan tulisan 'very haunted' untuk Macbook White keluaran 2007. Sebab katanya, laptop berukuran 13 inch ini sering bertingkah aneh. Menurut ceritanya, seperti yang diberitakan ABC News, MacBook White kepunyaanya ini tiba-tiba memainkan lagu Beethoven. Padahal, dia tidak merasa punya dan menyetel lagu itu. "Semua lagu di MacBook saya berubah daftarnya di iTunes. Bahkan gambar wallpaper berubah sendiri menjadi foto yang menyeramkan," tulis akun tersebut di dalam iklannya. Dia mengaku tidak hanya dirinya saja yang mengalami kejadian aneh, bahkan istrinya, Barbie, diakui juga mengalami pengalaman gaib yang tak masuk akal. "Pernah ketika kami tiba di rumah, semua koleksi kartu bisbol dan koin amerika istri saya rusak. Saya juga kadang-kadang melihat Macbook ini melayang," ceritanya lagi. Boleh percaya boleh tidak, si penjual juga mengaku MacBook White miliknya tersebut sering berkomunikasi dengan aneh. Seperti menulis di secarik kertas dengan menjepit pulpen diantara keyboard dan layar. Tidak hanya itu, MacBook ini dapat mencetak hasil tulisannya tersebut ke perangkat printer. Namun sayang, tidak diketahui apa salah satu isi pesan dari si MacBook. Usut punya usut, MacBook White miliknya ini mulai bertingkah aneh sejak dia meninggalkan laptopnya secara tak sengaja di atas nisan dekat rumah sakit jiwa. Kendati berhantu, masih ada saja pembeli yang menginginkan MacBook ini. Buktinya, dari hasil lelang tertinggi didapati angka penawaran US$ 6.101 atau setara Rp Rp 75 juta.
  10. Apple dikabarkan akan memulai produksi MacBook Air terbaru dengan ukuran layar 12 inci pada awal tahun 2015 dan ditengarai akan lebih tipis dari model-model MacBook Air yang telah ada di pasaran. Dilaporkan situs teknologi asal Taiwan DigiTimes, Apple mengklaim bahwa laptop anyar yang siap masuk lini produksi tersebut dilengkapi dengan desain sasis baru yang dapat mengurangi ketebalan dan bobot perangkat secara keseluruhan. MacBook Air yang tersedia di pasar saat ini (MacBook Air 11" dan 13") memiliki tebal 0,68 inci. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa model baru MacBook Air akan didukung oleh prosesor berdaya rendah Intel Broadwell Core M terbaru dan ditujukan bagi pasar high-end dengan jumlah terbatas. Mitra Apple dalam produksi MacBook Air terbaru ini adalah Quanta Computer.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy