Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Kemkominfo'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Kementerian Komunikasi dan Informatika meneruskan budaya blokir situs web di tahun 2015 yang kini jumlahnya mencapai 766.394, serta didominasi oleh situs web mengandung konten pornografi dan perjudian. Menurut laporan resmi Kemkominfo soal pemblokiran situs 2015, kementerian yang dipimpin Rudiantara ini berkata tahun ini mereka memblokir 5.269 situs web bermuatan negatif di mana 841 di antaranya menawarkan judi online dan 144 situs pornografi. Di tahun ini pula, Kemkominfo melakukan 248 normalisasi situs web. Meski tak merinci situs web apa saja yang dinormalisasi, namun di antaranya tentu ada 22 situs web Islam yang sebelumnya dinilai radikal namun pada akhirnya, dipulihkan aksesnya oleh pemerintah. Jika ditotal dari tahun sebelumnya hingga 2015, ada 766.394 situs bermuatan negatif yang telah diblokir pemerintah. Tercatat rinciannya adalah 753.497 situs web pornografi, 1.164 situs perjudian, 452 penipuan atau perdagangan ilegal, lalu 48 situs diblokir karena melanggar hak kekayaan intelektual, 37 situs yang dinilai radikal, dan 23 situs web terkait SARA. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo, Ismail Cawidu, menilai pornografi sebagai ancaman besar bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Ia meminta orang tua memberi pendidikan dan pendampingan terhadap anak ketika mengakses Internet. Ke depan, Kemkominfo akan meminta rekomendasi dari para ahli jika ingin mengambil langkah pemblokiran situs web dari tim panel perwakilan masyarakat sipil, akademisi, dan organisasi sosial. Tim panel ini berada dalam naungan Forum Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif (Forum PSIBN) yang dibentuk Kemkominfo pada tahun 2015.
  2. Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir sedikitnya 813.000 situs selama 2009 hingga 2014 karena dianggap tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. "Dari 813.000 situs yang kami blokir, 85 persen di antaranya menyediakan konten pornografi, sisanya penjualan obat-obatan palsu, pelanggaran hak cipta, situs judi dan situs-situs lain yang bertentangan dengan aturan perundang-undangan," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo Ismail Cawidu di Kendari. Ia menambahkan pemblokiran tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat terhadap konten-konten yang tidak layak. Menurutnya, pemblokiran tersebut dilakukan setelah mendapat pengaduan dari masyarakat baik itu berupa lembaga swadaya masyarakat maupun individu. "Pemblokiran kami lakukan sebagai tindak lanjut dari hasil laporan masyarakat dan temuan website yang dianggap mengandung unsur porno grafi, pelanggaran hak cipta maupun perjudian,"ujarnya. Ia menambahkan, situse yang diblokir tersebut dinilai dapat membahayakan masyarakat sebab tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Menurutnya, untuk memantau website yang tidak layak tersebut dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk mengawasi dan proaktif melaporkan kepada pihak yang berwajib. "Karena kami sadar tidak bisa memantau seluruh website yang ada, maka sangat perlu ada pengawasan dari masyarakat,"ujarnya. Ia menambahkan, dalam Peraturan Meentri Nomor 19 tahun 2014 tentang penanganan situs internet bermuatan negatif disebutkan untuk penanganan situs harus melalui pengaduan oleh masyarakat baik individu maupun kelembagaan. Ia juga mengatakan, masyarakat dapat mengadu melalui email ke aduankonten@mail.kominfo.co.id. "Kemudian kami akan memeriknya, jika aduan tersebut terbukti maka wabsite yang dilaporkan tersebut akan diblokir," katanya.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy