Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'Jules Bianchi'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Jenazah pembalap tim Marussia, Jules Bianchi, telah dimakamkan di kompleks pemakaman Saint Reparate Cathedral, Selasa 21 Juli 2015. Dalam pemakaman tersebut, tampak turut hadir beberapa rekan sesama pembalap. Lewis Hamilton, Jenson Button, Sebastian Vettel, Romain Grosjean, Nico Rosberg, Felipe Massa dan Daniel Ricciardo bergabung bersama keluarga untuk melepas kepergian pembalap berusia 25 tahun itu. Selain itu, tampak hadir pula Presiden FIA, Jean Todt, dan Kepala Pengembangan Pembalap Ferrari, Jean-Eric Vergne. Dalam testimoninya, Vergne menyebut Bianchi sebagai pembalap yang memiliki sikap layak dicontoh, baik di dalam maupun di luar trek. Dia juga menilai, pembalap asal Prancis itu amat layak menjadi bagian dari sejarah besar gelaran balap mobil paling elite se-dunia tersebut. "Hari ini menjadi yang sangat spesial. Salah satu pembalap Formula 1 telah meninggalkan kita, tapi dengan sebuah kenangan cantik. Dia telah menjadi orang besar, baik di dalam maupun di luar trek," ungkap Vergne seperti dilansir Eurosport. "Namanya akan tetap tertulis dalam sejarah Formula 1. Telah banyak yang dilakukannya. Dia akan selalu berada di dalam hati kita," imbuh dia.
  2. Data-data resmi mengenai tabrakan maut yang dialami pembalap Marussia, Jules Bianchi, baru saja dirilis. Dari data tersebut terdapat beberapa fakta mengerikan yang menyelimuti tabrakan. Apa saja itu? Bianchi mengalami tabrakan saat melakoni Grand Prix Formula One (F1) Jepang, Oktober 2014 silam. Saat itu, mobil yang dikendarai Bianchi keluar dari jalur. Kemudian, jet darat pembalap asal Prancis tersebut menghantam mobil crane yang ada di luar lintasan. Lembaga Penyelidik FIA mengonfirmasikan kecepatan Bianchi saat keluar lintasan berada di kisaran 213 kilometer per jam. Mobil memang sempat melambat saat keluar lintasan. Namun, ketika menghantam mobil crane, kecepatannya masih berada di kisaran 126 kilometer per jam. "(Tabrakan) seperti rem, dengan perlambatan yang tiba-tiba. Dan di sinilah terjadi kontak hebat antara helm Bianchi dan crane. Kami sama sekali belum pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya," jelas Wakil Presiden Komisi Keamanan FIA, Andy Mellor. Dikutip dari Express, masih ada lagi fakta mengerikan yang tersaji di kecelakaan ini. Dampak gaya tabrakan tersebut berkisar di angka 59G. Kemudian, sensor dalam alat komunikasi Bianchi mencatat dampak tabrakan di helm berkisar di angka 92G. Namun, FIA memprediksi dampak gaya dari tabrakan tersebut lebih besar. Pasalnya alat komunikasi di telinga Bianchi terlepas karena tabrakan. Mereka mencurigai, dampak gaya tabrakan di bagian kepala Bianchi mencapai 254G. Akibat tabrakan ini, Bianchi harus dirawat di rumah sakit selama sembilan bulan. Sayang, setelah mendapat perawatan intensif, Bianchi dinyatakan meninggal pada 17 Juli 2015 lalu. Jenazah Bianchi sudah dikebumikan di kampung halamannya, Nice, Lyon, 21 Juli 2015 lalu. Dan pada GP Hungaria nanti, akan ada penghormatan khusus untuk Bianchi dengan menggelar sesi "one minute silence".
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy