Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Jobs'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 5 results

  1. Universal Pictures menarik film Steve Jobs dari 2.000 bioskop. Biopik teranyar tentang pendiri Apple itu rupanya tak laku di pasaran. Sejauh ini, film tersebut hanya meraup pendapatan 16,7 juta dollar AS atau sekitar Rp 226 miliar. Padahal, biaya produksi film ini telah menghabiskan dana 30 juta dollar AS atau setara Rp 407 miliar. Hal ini bisa dibilang ironis. Pasalnya,Steve Jobs digadang-gadang bakal masuk nominasi Oscar. Resensi film garapan Danny Boyle dan Aaron Sorkin tersebut juga bernada positif. Bahkan, mitra Jobs yang sama-sama mendirikan Apple, Steve Wozniak, sempat memuji Steve Jobs. "Saya merasa seperti benar-benar menonton Steve Jobs dan semua yang berada di sekitar dia," kata Wozniak. Sangat idealis Lalu, apa gerangan di balik minimnya minat pasar terhadap Steve Jobs? Menurut Senior Media Analyst dari firma penelitian Rentrak, Paul Dergarabedian,Steve Jobs dibuat sangat idealis dengan cita rasa seni berkualitas tinggi sebagai sebuah film biopik. Namun, penggodoknya luput memikirkan bahwa penonton mainstream belum tentu bisa menerima cara penyampaian film yang demikian. Tak heran jika biopik pertama Jobs berjudul Jobs yang dirilis 2013 mendapat antusiasme pasar yang tak jauh beda dengan Steve Jobs. Padahal, Jobs menuai kritik dari para pengamat film dan orang-orang di sekitar Jobs. Sementara itu, Steve Jobs dibuat dengan melewati proses penggarapan yang lebih matang. Puji-pujian dari para kritikus pun membanjirinya. "Sering kali, film berkualitas dengan intelektualitas tinggi seperti Steve Jobssulit mendapat penerimaan dari pasar mayoritas,"' kata Dergarabedian. Walaupun begitu, Dergarabedian masih optimistis Steve Jobs mampu masuk dalam jajaran nominasi Oscar. "FilmSteve Jobs sangat bagus. Performanya di box office seharusnya tak berpengaruh pada potensinya di Oscar," kata dia. Meski demikian, belajar dari yang sudah-sudah, film-film yang tak mendapat perhatian massa kerap luput pula dari pikiran panitia Oscar.
  2. Twitter yang bersifat tidak formal memungkinkan orang untuk berkenalan dengan para eksekutif secara langsung. Ketika Justin Rogers memutuskan tidak lagi ingin bekerja sebagai insinyur perangkat lunak, ia pergi ke layanan media sosial, Twitter, untuk mengetahui apa saja opsi yang dimilikinya. Tanpa pikir panjang, Rogers mengirimkan tweet ke Interexchange, sebuah perusahaan yang menempatkan penutur asli Bahasa Inggris untuk mengajar di seluruh dunia, dengan hanya mengatakan “@IEXWorkAbroad Saya dan istri serius ingin mengajar Bahasa Inggris di luar negeri. Bisa koneksi untuk bahas peluangnya?” Berkat satu cuitan itu, Rogers kini mengajar beberapa kursus dalam Bahsa Inggris, termasuk mengajar pelajaran tentang bisnis di Hanoi, Vietnam. “Di Twitter kelihatannya [perusahaan-perusahaan] masih senang menanggapi,” kata Rogers, yang berpindah ke Vietnam dari Texas, Amerika Serikat, tahun lalu. Sementara kebanyakan para pencari kerja memerlukan lebih dari 140 karakter untuk mencari pekerjaan baru, platform media sosial yang tidak formal ini memungkinkan para penggunanya untuk menghubungi para perekrut dan eksekutif secara langsung dan mendapatkan informasi lebih dahulu mengenai posisi baru, kata para pakar karier. Tahun lalu, 13% perusahaan mengatakan menggunakan Twitter untuk menemukan talenta baru, menurut sebuah survei terhadap 1.600 perekrut dan sumber daya manusia oleh Jobvite, perusahaan yang mengkhususkan diri dalam sistem penelusuran pendaftar. Jika mengenai pencarian pekerjaan melalui Twitter, media ini memang mengundang perusahaan dan eksekutif yang lebih suka saling bergurau daripada menghabiskan waktu mengetik email atau mengirimkan pesan Linkedln. Pada tahun 2014, ada 288 juta pengguna aktif Twitter setiap bulan, meningkat dari 54 juta di tahun 2010, menurut data sebuah perusahaan. “Twitter memang sangat tidak bersifat hierarkis,” kata Joshua Waldman, penulis buku Job Searching with Social Media for Dummies. “Kita dapat berbincang-bincang dengan eksekutif di tingkat senior lebih mudah di Twitter daripada di jaringan [sosial] lainnya.” Pengguna Facebook kebanyakan menjaga agar jaringan mereka tertutup, membuatnya sulit untuk dijangkau oleh orang asing, sementara banyak eksekutif tidak menjawab pesan di LinkedIn, katanya. Umpan web pekerjaan pada waktu nyata Merek multinasional, seperti Disney (@twdcjobs), Starbucks (@starbucksjobs) dan L’Oreal (@lorealgradjobs), kini menggunakan akun Twitter untuk mengumumkan lowongan dan mendorong pencari kerja yang potensial di berbagai kawasan untuk melamar. Sebagai contoh, perusahaan konsultasi Accenture, akun Twitter @accenture_jobs telah mengirimkan tweet untuk #joboftheday (pekerjaan hari ini) serta memberi tahu para pengikutnya di hari-hari saat seseorang dari tim sumber daya manusianya dijadwalkan untuk muncul di bursa promosi pekerjaan. Dari waktu ke waktu, #digitalcareerchat (bincang karier digital) memberikan kepada pengikutnya akses ke belakang layar proses perekrutan. Ketika perekrut mengevaluasi kandidat yang berpotensi untuk sebuah jabatan, umpan Twitter umum dapat menjadi cara penting untuk mengukur kreativitas dan kepribadian kandidat — suatu hal yang tak mungkin terlihat melalui riwayat hidup atau CV atau surat pengantar, kata Waldman. “Ini lebih tentang memperlihatkan siapa diri Anda di luar sana dan menunjukkan di umpan Twitter Anda bahwa Anda orang yang pandai,” kata Waldman. “Ini jelas menunjukkan kepribadian Anda.” Cara untuk tampil mencolok Ketika membuka akun, Anda perlu menciptakan profil dan biografi. Untuk profil Anda, gunakan foto yang jelas menonjolkan kepala sampai ke bahu Anda, yang akan lebih mudah dikenali dan diingat oleh sesama pengguna Twitter, kata Waldman. Buatlah biodata yang profesional tapi juga bermain-main. Mencampurkan minat yang berkaitan dengan karier dengan hobi di luar pekerjaan dapat membantu Anda menciptakan profil yang lebih mudah diingat. Walau melibatkan sebuah perusahaan memang merupakan ide yang baik, tetap masih ada batasan yang tidak boleh Anda seberangi. “Dalam sejumlah kasus, mengirimkan tweet bahwa Anda melamar untuk sebuah pekerjaan akan malah menggugurkan Anda,” Waldman memperingatkan. Lebih baik, dan yang penting adalah menyebutkan bahwa Anda akan senang bekerja di sana atau menunjukkan minat Anda dengan cara sambil lalu. Jangan sampai Anda menanyakan tentang lamaran Anda atau memberi tahu mereka bahwa Anda sudah mengirimkan lamaran kerja di forum untuk umum seperti Twitter. Pendaftaran ke perusahaan biasanya meminta kandidat yang melamar pekerjaan untuk mematuhi kebijakan privasi perusahaan begitu kandidat itu melamar pekerjaan. Banyak kebijakan privasi juga membatasi apa yang bisa dikatakan karyawannya mengenai pekerjaan mereka online. Alih-alih, gunakanlah opsi pengiriman pesan langsung atau bahkan LinkedIn untuk mengirimkan pesan pribadi ketika berbicara tentang posisi tertentu kepada perekrut, kata Waldman menambahkan. Namun kandidat harus mengingat bahwa sistem-sistem pengiriman pesan ini tidak seaman email. Di dalam zona Untuk masuk ke tempat pekerjaan yang tepat, gunakanlah halaman pencarian Twitter (twitter.com/search-home) guna menemukan tweet dengan tagar seperti #career (karier), #hire (merekrut) , #jobs (pekerjaan) dan #hiring (sedang merekrut). Untuk posisi yang lebih persis masukkan kata pencarian seperti #techjobs (pekerjaan teknik) atau #accountingjobs (pekerjaan akuntansi) berserta tagar lokasi untuk memberikan hasil yang lebih spesifik. Platform Twitter seperti Hootsuite atau TweetDeck dapat membuat lebih mudah untuk menjadwalkan tweet atau menyimpan kata kunci pencarian sehingga Anda hanya perlu menggulir ke bawah setiap hari untuk mendapatkan tweet baru. Ketika Anda menemukan yang menarik minat Anda, susunlah kicauan tweet Anda dengan hati-hati. Hindari tweet yang dapat membuat Anda terdengar terlalu bernafsu untuk berhubungan secepat mungkin dengan menanyakan misalnya alamat email, kata Waldman. Memang sulit menulis tweet yang jumlah karakternya sedemikian terbatas, jadi gunakanlah waktu untuk memeriksa apa yang sudah Anda tulis. Gunakan foto atau artikel untuk ditautkan ke isi yang belum terlihat ada di umpan tweet orang lain. Jauhi ikut mengemukakan pendapat dalam topik-topik yang berpotensi menyebabkan polarisasi seperti agama dan politik, yang dapat mengucilkan orang lain yang memiliki pandangan yang berbeda. Membangun koneksi Namun Twitter bukan hanya untuk mencari pekerjaan; dengan berbicara di Twitter saja dapat membangun hubungan yang sangat berharga dengan para karyawan senior dari perusahaan yang diimpikan. Tetaplah bersikap proaktif, tetapi dekati para eksekutif dengan perlahan-lahan melalui Twitter, kata Colin Sloman, direktur utama perusahaan konsultasi Accenture yang berbasis di London, yang sering kali bertemu dengan para kandidat setelah sebelumnya berkenalan melalui jejaring sosial. Setelah beberapa minggu membangun koneksi di depan umum di Twitter “maka sasarannya adalah membangun hubungan langsung dengan para eksekutif,” katanya. Ketika mencoba berteman dengan pengguna Twitter lainnya, mulailah dengan menekan tombol favorit di komentar atau mengirimkan ulang salah satu tweet mereka agar muncul di umpan Tweet Anda daripada langsung berbicara kepada mereka. “Dekati mereka dengan hati-hati,” kata Sloman. Dalam beberapa hari kemudian, berilah komentar mengenai salah satu tweet mereka dan ajak mereka untuk terlibat dalam percakapan online. Sebagai contoh, memberi tahu mereka tentang artikel berita atau pengembangan industri yang relevan dapat membantu Anda membina hubungan. Amati tweet atau percakapan pengguna itu, atau telusuri siapa yang diikuti pengguna Tweet itu untuk memberi Anda gagasan mengenai topik potensial untuk dibahas. Setelah pengguna Twitter itu terlibat dalam percakapan, Sloman dari Accenture mengatakan bahwa itu merupakan saat yang baik untuk meminta untuk berhubungan melalui LinkedIn dan lalu kirim email susulan. Cara pendekatan lainnya adalah meminta alamat email kepada eksekutif melalui pesan langsung sebelum mencoba menjangkau mereka di luar Twitter, kata Waldman. “Anda harus mendapatkan izin mereka untuk mengirimkan email kepada mereka,” kata Waldman yang menambahkan bahwa bisa diperlukan satu sampai dua minggu untuk berkenalan di jejaring sosial. Tahun lalu, Hayley Smith, seorang petugas hubungan kemasyarakatan yang berbasis di London menggunakan Twitter untuk membina hubungan dengan Gossimar Wings, perusahaan perhiasan berbasis di Glasgow yang sejak saat itu menjadi kliennya. Untuk menyesuaikan apa yang ingin dikatakannya, Smith mempelajari siapa pengikut akun itu, apa saja tweet dan tweet yang dikirim ulang (retweet). “Saya mulai memahami dan mempelajari mengenai merek itu tanpa mengganggu,” kata Smith. Ketika menuliskan kicauan tweet-nya, ia memfokuskan diri pada para selebriti yang diikuti merek itu dan yang berpartisipasi dalam percakapan mengenai Glasgow guna menunjukkan bahwa ia memahami komunitas lokal dan budaya merek itu yang berfokus pada selebriti. Dalam beberapa bulan saja, Smith dapat berhubungan dengan direktur kreatif perusahaan itu melalui email dan terbang ke Glasgow untuk berbicara mengenai strategi hubungan masyarakatnya. Ia langsung ditawari untuk menangani bidang kehumasan perusahaan itu. Twitter “memungkinkan untuk menarik perhatian kepada diri saya dan menciptakan percakapan,” kata Smith.
  3. Tanggal 5 Oktober 2011, dunia dirundung duka dengan meninggalnya seorang visioner dibalik keberadaan gadget favorit keluaran Apple, Steven Paul Jobs, atau biasa disapa Steve jobs. Steve yang lahir tanpa tahu siapa Ayah dan Ibu kandungnya memang sejak kecil sudah sangat tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan komputer. Bersama seorang teman yang kini dikenal sebagai Co-Founder Apple, Steve Wozniak, Steve pun mulai mencoba membuat personal komputer penuh inovasi yang mereka namai Apple I. Meski hanya memulai di garasi rumah, kini Apple sudah mendunia, dan menjadi menjadi top of mind saat seseorang ingin memiliki komputer, smartphone hingga tablet canggih. Keberhasilan pengidap kanker Pangkreas tersebut tentunya tidak semudah membalikan telapak tangan. Layaknya sebuah roda, perjalanan pria yang juga pemilik perusahaan animasi Pixar ini seringkali naik, dan sering pula turun. Buktinya, Steve pernah dikeluarkan dari perusahaan yang dibuatnya sendiri pada tahun 1985, hingga sempat menghindari anak dan ibu kandungnya; Lisa Brennan, dan Chrisann Brennan. Meski begitu, sikapnya yang selalu berusaha keras, berpikir out of the box, dan tidak pernah menyerah, adalah panutan bagi seseorang yang ingin sukses. Meski terkenal tempramen, Steve Jobs sering memberikan wejangan, dan berbagi kunci keberhasilannya mengarungi persaingan dunia bisnis teknologi, serta pertarungannya melawan penyakit. Berikut adalah beberapa quotes Steve Jobs yang dapat menginspirasi Bright Friends; 1. “Being the richest man in the cemetery doesn’t matter to me. Going to bed at night saying we’ve done something wonderful, that’s what matters to me.” Uang dan kekayaan bukanlah segala-galanya bagi Steve Jobs. Hal ini terbukti dari kesederhanaan dirinya. Walaupun seharusnya dia menerima gaji Rp. 1 triliun dalam setahun, dia hanya meminta digaji $ 1 per tahun. Lalu, meski didaulat sebagai orang terkaya di dunia no. 136 oleh Majalah Forbes, Steve tetap bersahaja dengan lebih senang memakai kaos turtleneck hitam, blue jeans dan sepatu olahraga. Rumahnya pun tidak seperti layaknya rumah seorang miliuner lainnya karena tidak diisi oleh banyak perabotan. Hal paling penting bagi Steve adalah; Apa saja yang sudah dia lakukan untuk kebaikan dirinya, keluarganya, dan terutama dunia. So, stay humble is the key, Bright Friends! 2. “And the most important, have the courage to follow your heart and intuition.” Menjadi seorang CEO ataupun pemimpin membutuhkan banyak nyali untuk memutuskan sesuatu, hingga menyusun plan-plan untuk membawa perusahaan terus berkembang di kemudian hari. Steve Jobs membuktikan dengan membangun Apple dari nol hingga menjadi perusahaan besar. Serta membeli perusahaan kecil Pixar yang pada akhirnya banyak menginspirasi dunia dengan film-film animasi 3D seperti Toy Story, dan Finding Nemo. Jadi, jika Anda mulai ragu dalam memutuskan sesuatu, kembalilah pada kata hati dan intusi! 3. “Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life”. Tidak bergantung pada orang lain adalah prisip hidup Steve Jobs. Meski sudah divonis dengan penyakit kanker pankreas pada tahun 2008 silam, Steve tidak lantas beristirahat dan menghabiskan waktu untuk berobat ke dokter. Sebaliknya, Steve lebih memilih untuk terus bekerja dan berinovasi. Dia percaya bahwa semua manusia akhirnya akan mati. Maka dari itu, setiap detik kehidupannya yang tersisa digunakan semaksimal mungkin untuk berinovasi. Apalagi, kala itu (tahun 2008), ia masih punya mimpi untuk menciptakan mahakarya teknologi seperti iPod, dan iPad. At the end, dua gadget tersebut pun akhirnya berhasil rampung sebelum Steve meninggal dunia. 4. “You can’t connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards” Ajara Zen mungkin menjadi salah satu inspirasi Steve Jobs dalam menjalani hidup. Ya! Bagi Steve, Apa yang Anda lakukan, itulah yang Anda terima! Karenanya, jika Anda berpikir untuk mencapai tujuan hidup dan menjalaninya, yang harus Anda lakukan adalah melihat menyambung titik dari apa yang sudah dilakukan sebelumnya. Belajarlah dari kesalahan, maka dari situ Anda akan menemukan jalan keluarnya. 5. “Stay hungry, stay foolish” Yang terakhir adalah moto yang selalu menjadi pegangan hidup dari seorang Steve Jobs. Moto yang ia temukan pada sebuah katalog Whole Earth pada sekitar tahun 80-an ini memiliki arti jangan terlalu mudah puas akan hal yang Anda lakukan, dan selalu belajar hal-hal baru. Ya! Sadarkah Anda, bahwa kita seringkali cepat puas akan sebuah pencapaian yang sudah didapatkan? Lalu sadarkah Anda, bahwa saat merasa puas, Anda pun jadi malas untuk belajar hal-hal baru? Maka dari itu janganlah Anda terperangkap pada satu titik saja, teruslah berkembang dan menyempurnakan pekerjaan tersebut. Janganlah mudah puas akan diri Anda dan ilmu yang dimiliki sekarang.Cari tahulah hal-hal baru di sekeliling! Siapa tahu dari situ, Anda malah menemukan passion yang sebenarnya. That’s it! Semoga Bright Friends mendapatkan inspirasi dalam menjalani hidup dari quote inspiratif Steve Jobs! Jika Anda memiliki quotes inspiratif lainnya, jangan sungkan untuk membaginya dalam kotak komentar ya!
  4. Orang awam mungkin selama ini tahu bahwa Steve Jobs hanyalah seorang CEO Apple, pencipta iPhone, Mac, iPod, iPad, namun masing jarang yang tahu mengenai latar belakang dari pria jenius ini. Ada sekirar 11 fakta tersembunyi dari Steve Jobs yang sebagian orang belum mengetahuinya: 1. Drop-out dari kuliah: Seperti halnya Mark Zuckerberg yang drop-out dari Universitas Hardvard, Jobs juga drop out dari Reed College, Portland, Oregon, hanya enam bulan setelah ia masuk. Satu tahun kemudian ia mendirikan Apple. 2. Suka LSD: Steve Jobs menyukai Lysergic acid diethylamide (LSD) atau yang biasa disebut 'acid', sejenis obat-obatan berbentuk kotak yang tipis, yang dapat menimbulkan efek halusinasi. Setelah dropout dari kuliah, Jobs berkelana ke India, memeluk agama Buddha, dan mencoba obat-obatan LSD. Jobs mendeskripsikan pengalamannya dengan LSD sebagai 'satu dari tiga hal penting yang pernah ia lakukan dalam hidup'. 3. Jobs anak adopsi: Ibu biologis Jobs menyerahkan anaknya satu pekan setelah dilahirkan. Ia tidak menikah dan masih sekolah. Jobs kemudian diadopsi oleh sebuah pasangan Armenia, Paul dan Clara Hagopian. Pada tahun 90-an Jobs melacak adik perempuan kandungnya, hingga akhirnya menemukannya pada umur 27 tahun. adik kandungnya juga merupakan seorang penulis sukses dan profesor di UCLA. 4. Jobs sempat terpikir menjadi Biksu: Steve Jobs adalah seorang Buddhist Zen yang taat, bahkan ia sempat memikirkan untuk menjadi seorang biksu. Jobs menikah dengan upacara agama Buddha, yang dipimpin oleh pembimbing pribadinya. 5. Ia mendirikan Pixar: Kesuksesan besarnya bersama Apple membuat orang-orang tidak tahu bahwa pada tahun 1986 Steve Jobs membeli sebuah studio animasi, Pixar, sebesar USD5 juta serta memberikan tambahan USD5 juta untuk bereksperimen dengan animasi. Jobs juga turut berperan dalam penjualan Pixar ke Disney 20 tahun kemudian. 6. Jobs adalah seorang playboy: Sebelum Jobs menikahi Laurene Powell pada tahun 1991, ia sempat mengencani bintang-bintang Hollywood seperti Dianne Keaton dan Joan Baez. Jobs juga disebut merupakan ayah dari anak seorang wanita bernama Chrisann Brennan. 7. Jobs memberikan pidato kelulusan mahasiwa: Meski ia drop-out, namun ia didaulat untuk memberikan pidato kelulusan mahasiswa di Standford University pada tahun 2005. 8. Ia pernah dipecat dari Apple: Jobs mendirikan Apple di usia 20 tahun bersama Steve Wozniak di garasi rumah orang tuanya. 10 tahun berlalu, sempat terjadi percekcokan dengan Wozniak, yang membuat Jobs dipecat dari Apple. 9. Jobs membuat Apple terkenal: Setelah 10 tahun keluar dari Apple, akhirnya Jobs kembali ke perusahaan tersebut pada tahun 1996. Pada tahun 2001 Jobs membuat iPod yang mengembalikan masa keemasan Apple. 10. Jobs adalah seorang Pescetarian: Pescetarian berarti Jobs hanya makan daging ikan, di luar itu ia tidak memakan daging lainnya. Jobs juga tetap memakan telur, susu dan makanan vegetarian lainnya. 11. Jobs itu super-kaya: Kekayaan bersih Steve Jobs diestimasi sebesar USD8,3 miliar. Jobs juga masuk ke daftar orang terkaya di Amerika Serikat (AS) pada tahun 2011 menurut majalah Forbes, dan menduduki posisi ke 39.
  5. Meninggalnya Steve Jobs membuat Apple dan iPhone mendapat porsi sorotan yang lebih banyak dari media. Hal ini pun membuat Samsung gundah sehingga disiapkanlah strategi marketing untuk meredamnya. Hal ini diketahui setelah email internal petinggi Samsung diungkap ke publik oleh persidangan yang tengah mengetengahkan dua raksasa teknologi tersebut. Dalam email itu disebutkan, eksekutif Samsung Michael Pennington mengirimkan email kepada para koleganya. Di situ, Pennington menyoroti soal wafatnya Jobs yang berimbas banyaknya liputan positif dari media terhadap Apple dan iPhone. Pennington pun menyarankan Samsung untuk tidak tinggal diam. Namun juga harus 'muncul ke luar' sembari menegaskan keunggulan ponsel seri Galaxy Samsung ketimbang iPhone Apple. Seperti dilansir Business Insider, saat itu Samsung sejatinya masih malu-malu untuk menyerang Apple via iklan. Sebab Apple masih pelanggan terbesar vendor asal Korea Selatan itu. Sebaliknya, petinggi Samsung berharap malah Google yang mengambil serangan pertama terhadap Apple. Setelah itu, baru Samsung bakal ikut melancarkan serangan lanjutan. Salah satunya adalah lewat iklan 'Next Big Thing' yang muncul pada tahun 2012 lalu yang menampilkan antrean orang untuk membeli produk Apple. Iklan untuk menyindir Apple itu dianggap sukses. Bahkan Senior Vice President Marketing Apple Phil Schiller dilaporkan sampai meminta agensi iklan Apple untuk membuat kampanye marketing yang lebih menarik agar dapat bersaing dengan Samsung. Advertising dan merketing merupakan dua amunisi yang menjadi bagian kesuksesan Samsung. Mereka mampu menjadi penguasan ponsel Andoid dengan meraup profit sangat tinggi lewat dua amunisinya tersebut. Tentunya selain punya produk yang juga mumpuni. Hanya saja, Apple tak percaya begitu saja. Perusahaan yang didirikan Steve Jobs itu menuding Samsung sukses berkat menjiplak iPhone. Sementara Samsung berkilah jika kesuksesannya karena strategi marketing dan hardware yang dibuatnya. Entah sampai kapan Apple dan Samsung berseteru. Yang pasti, lantaran perang di meja hijau, rahasia dapur keduanya jadi terungkap ke publik.
×
×
  • Create New...