Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'Islam'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 11 results

  1. Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipeluk kakak angkatnya, Nana Riwayatie, seusai menjalani sidang perdana dugaan penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Selasa (13/12/2016). Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menjalani sidang perdana kasus dugaan penodaan agama yang didakwakan kepadanya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara yang digelar di bekas gedung PN Jakarta Pusat di Jalan Gajah Mada, Selasa (13/12/2016). Seusai sidang, Ahok masuk ke sebuah ruangan di gedung pengadilan itu. Sebuah foto yang diterima Kompas.commenunjukkan suasana di dalam ruangan itu. Foto tersebut memperlihatkan Ahok dengan raut wajah sedih dan kepala agak menunduk dipeluk seorang perempuan berjilbab dari belakang. Perempuan itu tidak lain adalah kakak angkatnya, Nana Riwayatie. Raut wajah Nana juga tak berbeda dengan Ahok yang menunjukkan kesedihan. Ahok tampak memegang tangan kakak angkatnya itu. Pada saat membacakan eksepsi atau nota keberatan, Ahok juga tak kuasa menahan tangis saat bercerita tentang kedekatannya dengan keluarga angkatnya yang Muslim. Dalam nota keberatannya, Ahok mengatakan, dalam kehidupan pribadinya, dia banyak berinteraksi dengan teman-temannya yang beragama Islam. Selain itu, kata Ahok, dia juga memiliki keluarga angkat, yaitu keluaga almarhum Baso Amir, yang merupakan keluarga Muslim yang taat. (Baca: Kenangan Ibu Angkat yang Buat Ahok Menangis di Persidangan) Ahok juga mengatakan bahwa ia belajar dari guru-gurunya yang beragama Islam dari kelas I SD sampai III SMP. "Saya tahu harus menghormati ayat suci Al Quran," kata Ahok di hadapan majelis hakim.
  2. Hari Jumat (23/10) kemarin adalah salah satu hari bersejarah bagi warga Aceh. Yap, kamu yang tinggal di Bumi Serambi Mekkah itu harus lebih menjaga tingkah laku karena kemarin resmi Qanun Jinayah berlaku di Aceh. Qanun (Peraturan Daerah) soal hukum Jinayah sendiri mengatur tentang perbuatan yang dilarang Syariat Islam. Jika kamu tak tahu, ada sekitar 11 tindakan yang diatur oleh Qanun Jinayah. Beberapa di antaranya adalah Ikhtilath (bermesraan bukan suami istri), Khalwat (berada di ruang tertutup bukan muhrim), Liwath (gay/homo), Musahaqah (lesbian), Maisir (judi) dan Khamar (minuman keras). Setelah melakukan sosialisasi lebih dari satu bulan, Qanun Jinayah yang menuai pro-kontra inipun resmi berlaku. Dengan demikian jika ada yang melanggar penerapat Syariat Islam di Aceh, maka bisa dijerat Qanun Nomor 6 tahun 2015 soal Hukum Jinayat. Hanya saja Qanun Jinayah di Aceh cuma berlaku untuk umat Islam dan tak bisa menjerat Non Muslim yang tinggal di Aceh sana, seperti dilansir Merdeka. "Banda Aceh jadi kota terakhir untuk sosialisasi Qanun Jinayat. Bagi mereka yang mau protes silahkan saja. Tapi yang jelas Qanun ini tidak bersinggungan dengan hukum positif lain yang berlaku di Aceh dan tidak melanggar HAM. Jika tidak kita terapkan, malah kita yang melanggar hukum," ujar Munawar Ali, Kepala Bidang Hukum Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh. Sebagai perundangan Syariat Islam, hukuman yang ada dalam Qanun Jinayah pun berbeda. Di mana para pelaku yang melanggar bisa mendapatkan hukuman cambuk atau denda berupa emas hingga penjara. Cambuk yang diterima pun berbeda-beda. Ada kalanya bisa dihukum cambuk 10 kali atau denda 100 gram emas hingga cambuk 150 kali atau denda 1,5 kilogram emas. Nah soal Qanun Jinayah di Aceh ini, bagaimana pendapatmu? Apakah kamu setuju atau tidak?
  3. Masjid di Papua dibakar Wakil Presiden Jusuf Kalla menyesalkan adanya tragedi perselisihan antar umat beragama di Tolikara, Papua. Sebuah musala (masjid kecil) di Papua dibakar massa dan sejumlah kios dijarah. Jusuf Kalla mengimbau kepolisian dan pemerintah daerah setempat untuk segera menyelesaikan persoalan yang sensitif itu dengan baik dan sesuai ketentuan. “Kami menyesalkan kejadian di Tolikara [masjid di Papua dibakar]. Saya yakin kepolisian dan Pemda menyelesaikannya dengan baik. Ada masalah dengan kios atau lainnya,” ujarnya di sela acara Open House di Istana Wakil Presiden, Jumat(17/7/2015). Dia mengaku mendapat laporan bahwa perselisihan terjadi karena terdapat dua acara keagamaan yang berdekatan, yakni salat Idulfitri dan pertemuan para pemuka masyarakat gereja. Menurut JK, kesalahpahaman bermula dari kencangnya suara dari alat pengeras suara (speaker) oleh salah satu pihak yang dianggap mengganggu pihak lain. Untuk itu, JK meminta kedua pihak untuk saling berkomunikasi dan saling memahami kepentingan masing-masing. Dia juga mengimbau masyarakat untuk menahan diri agar persoalan tak semakin meluas. Sebelumnya dilaporkan, sekelompok massa dari Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Tolikara Papua melakukan pelemparan dan upaya pembakaran saat umat muslim menjalankan salat Idulfitri di salah satu masjid pada Jumat pagi (17/7/2015). Penyebabnya, terdapat dua acara yang berlangsung secara bersamaan di lokasi tersebut. Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 10 orang terkena luka bakar.
  4. Terus terang saya sangat menyukai acara Masih Dunia Lain di Trans7. Sebab acara ini ditayangkan secara Live, dengan kamera yang ditinggalkan standby diberbagai sudut, sehingga tayangan menjadi Live Nonstop. Dengan demikian para penonton bisa mengawasi acara ini dari rekayasa ataupun editing. Para pesertanya terdiri dari wanita & laki-laki. Lokasi diadakan dibeberapa tempat keramat diseluruh nusantara, yang dipercaya mempunyai penunggu. Acara MDL ini dipandu oleh Ali, yang biasa menjadi Host diacara pengajian pagi. Lalu untuk Ahli pengusir hantunya, adalah seorang Ustad, yang sering dipanggil Kang Arif. Biasanya semua pesertanya adalah islam. Mereka selalu menyebut kalimat-kalimat islam, seperti Assalamualaikum, Allahuakbar, La ila ha ilalah, Astafirudllah, dan berbagai bacaan arab lainnya. Tapi tetap saja mereka bisa kerasukan. Sebenarnya semula tidak ingin mengganggu acara ini, karena terus terang saya sangat menyukai acara ini, saya juga sangat menyukai kedewasaan Hostnya si gundul Ali. Dan juga acara ini memberikan banyak sekali pencerahan tentang dunia roh, dan teknik Excorcism atau pengusiran setan. Tapi entah mengapa, pada edisi jumat 11/4/2015, tiba-tiba ada seorang peserta wanita yang beragama kristen. Sebenarnya saya cukup malu, sebab saya tidak suka ada orang kristen yang mengikuti acara ini. Dan jika suatu saat acara MDL ini diadakan didekat daerah anda, sebaiknya sebagai saudara seiman, saya menghimbau anda untuk tidak ikut jadi peserta di acara mistery ini. Semula wania ini takut dan membatalkan niatnya untuk mengikuti acara ini, tapi entah mengapa akhirnya dia jadi ikut tapi dengan syarat, harus ditemani peserta lain. Jadi baru kali ini juga ada pesertanya sekali 2. Peserta yang lain yang ikut satu sesi dengan dia adalah seorang laki-laki. Kemudian setelah tim crew meninggalkan lokasi, sehingga suasana menjadi sangat gelap, wanita ini mulai menyebut nama Yesus. Oww... My God...!! memalukan sekali orang ini, ikut-ikut acara ini, demikian pikir saya. Saya mengganti chanel lain, karena saya jadi tidak menikmati acara ini. Tapi entah kenapa, saya jadi penasaran.. 'Apakah bisa orang kristen kesurupan, jika dia sudah menyebut nama Yesus ?'. Kemudian saya memilih chanel itu kembali, dan saya melihat wanita itu mulai bernyanyi-nyayi rohani, memanggil-manggil nama Yesus dan darah Yesus. Tampaknya wanita ini adalah Kristen Karismatik, sebab dia berdoa 'Darah Yesus membungkus saya'. Dan sungguh Ajaib....!! Bahkan diacara islam & misteri seperti ini sekalipun, Tuhan masih tetap membela Nama-Nya. Sebab yang kesurupan justru adalah pemuda yang ada disampingnya, sementara dia masih tetap bernyanyi-nyanyi dengan lagu rohani. Demikian penggalan lagu yang dia nyanyikan. Lalu ketika Ali, Aiko, Ustad Arif, dan tim crew datang, mereka langsung fokus pada pria kesurupan tadi, sedangkan wanita kristen tadi diacuhkan. Pria itu kesurupan dari penunggu yang paling berkuasa ditempat itu, yaitu raja Kera atau Gorilla. Orang itu mulai memanjat dan naik kesebuah lemari yang tinggi, bersikap dan memukul-mukul dadanya seperti Gorilla yang buas. Lalu setelah Ustad Arif mengusir roh Gorilla dari pemuda itu, tiba-tiba pemuda itu kesurupan lagi dengan roh ular, dan dia mulai bergerak-gerak seperti ular. Setelah Kang Arif mengusir roh itu, dan pemuda itu siuman, dia masih juga kembali kesurupan di ruang evakuasi. Terus terang saya masih terbengong-bengong sekaligus takjub, bahkan di acara-acara hantu yang tidak penting seperti ini sekalipun, Tuhan tetap menyaksikan & membela keagungan nama-Nya. Sebenarnya keikut sertaan wanita ini membuat saya agak kurang nyaman, sekaligus puas. Mengapa? Sebab dia telah menjawab rasa penasaran saya, yaitu bagaimana seandainya ada pesertanya yang beragama kristen, apakah akan kesurupan juga. Silahkan anda tonton videonya. Kesaksian di atas ini jelas merupakan bukti nyata, jelas, dan tidak dikarang-karang atau pun direkayasa bahwa orang-orang Kristen memang tidak bisa kesurupan, disantet, atau bahkan diguna-guna. Kenapa bisa demikian? Karena junjungan kita sendiri, Tuhan Yesus yang jelas berkata bahwa justru setan-setan, jin-jin, dan roh-roh jahat akan tunduk kepada kita karena nama Tuhan Yesus. (Lukas 10:17 [LAI TB] Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." 10:18 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. 10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. 10:20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.") Kita sudah diberikan kuasa oleh Tuhan Yesus dimana kita semua akan mengusir roh-roh jahat, jin-jin, dan setan-setan. Tanda-tanda inilah yang akan menyertai kita semua. (Markus 16:17 [LAI TB] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,) Jadi, kepercayaan kita dan iman kita kepada Tuhan Yesus sudah benar dan bisa dibuktikan, bukan hanya sekedar klaim-klaim saja. Video di atas ini jelas membuktikan dan kisah nyata yang tidak dikarang-karang bahwa orang-orang Kristen memang tidak bisa kesurupan. Dewasa ini banyak agama yang mengklaim bahwa agama merekalah yang paling benar dengan berbagai macam dalil. Namun, kita orang-orang Kristen berbeda, agama kita bisa dibuktikan bahwa memang benar, setan-setan akan tunduk kepada kita karena Tuhan Yesus telah memberikan kepada kita kuasa tersebut. Tuhan Yesus dalam pelayanan-Nya sendiri sewaktu di bumi selalu mengusir roh-roh jahat dan setan-setan. Tuhan Yesus sama sekali tidak pernah berkompromi dengan setan-setan dan roh-roh jahat. (Markus 3:11 [LAI TB] Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah.") Tepat sekali, Tuhan Yesus tidak pernah berkompromi dengan roh-roh jahat dan setan-setan, segera ketika setan-setan dan roh jahat melihat Tuhan Yesus, mereka langsung sujud dan beteriak bahwa Tuhan Yesus memang Anak Allah. Dan sekarang, Tuhan Yesus telah memberikan kepada kita kuasa sehingga kita pun juga bisa mengusir setan-setan itu di dalam nama Tuhan Yesus. Kenapa nama Tuhan Yesus begitu berkuasa? Karena Bapa yang Mahakuasa telah mengaruniakan Nama segala nama kepada Tuhan kita, Tuhan Yesus sehingga siapa pun harus bertekuk lutut ketika mendengar Nama itu. (Filipi 2:9 [LAI TB] Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!) Tepat sekali, berdasarkan ayat di atas, maka kita tahu sekarang bahwa semua penguasa-penguasa udara (roh-roh jahat, setan-setan, jin-jin, dll) harus tunduk dan takut kepada nama Tuhan Yesus. Itulah sebabnya, ketika perempuan dalam video di atas memanggil nama Tuhan Yesus dan menyanyikan nama Tuhan Yesus (Darah-Mu Yesus sucikan daku), maka dengan sendirinya roh-roh jahat dan setan-setan itu tidak bisa merasuki dia, tetapi partner dari wanita tersebut yang notabenenya tidak percaya kepada Tuhan Yesus, maka dapat dengan mudah dirasuki oleh setan dan roh-roh jahat. Ini adalah bukti dan bukan sekedar fiksi atau dongeng belaka bahwa nama Tuhan Yesus memang berkuasa. Jadi, betapa beruntungnya kita yang sekarang saat ini sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat sehingga kita terlindung dari segala macam santet, setan, roh-roh jahat, pelet, guna-guna, hipnotis, dll. Karena kita semua sudah ditutup bungkus oleh darah Tuhan Yesus. Kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus. Amin.
  5. Firman Allah yang bermaksud: Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan ke atas orang-orang yang dahulu daripada kamu, supaya kamu bertakwa (al-Baqarah, 2:183). Terdapat dua perkara yang disentuh di dalam ayat tersebut, pertamanya, puasa adalah ibadat lama. Ia diwajibkan ke atas umat-umat lampau. Justeru, jika merujuk kepada sejarah, kita akan dapati hampir setiap bangsa di dunia ini mengamalkan puasa di dalam kehidupan mereka, walaupun mungkin ianya berbeza dari segi tujuan dan niat masing-masing. Dalam mentafsirkan maksud: orang-orang sebelum kamu, kita dapati ulamak telah berbeza pendapat, antaranya: Ada yang mengatakan bahawa ia bermaksud: orang-orang Nasrani sahaja. Ada pendapat mengatakan, mereka adalah Ahl al-Kitab (iaitu orang Nasrani dan Yahudi). Ada pendapat lain mengatakan bahawa ia bermaksud seluruh umat terdahulu yang menjadikan puasa sebagai amalan dalam kehidupan mereka sama ada kerana tuntutan keagamaan, kemasyarakatan atau kerana menolak sesuatu bencana dan sebagainya. Berdasarkan pembacaan saya, didapati bahawa bangsa-bangsa lama seperti India, China, Jepun, Parsi, Mesir Purba, Greek, Rom, Yahudi, Nasrani dan Arab Jahiliyyah, masing-masing telah mengamalkan puasa pada hari atau bulan tertentu dalam setahun. Secara ringkasnya dapat kita lihat kepada beberapa fakta berikut: India: Dalam sejarah bangsa ini memang terdapat amalan puasa yang mempunyai pelbagai matlamat, antaranya sebagai persembahan kepada bulan yang mereka puja. Penganut kepercayaan ini, selain mempersembahkan makanan, minuman dan susu, mereka juga berpuasa selama setengah bulan dan berbuka ketika bulan mengambang pada waktu malam. Mereka akan berhenti amalan ini apabila muncul anak bulan baru (Dr. `Ali Al-Khatib, 62). Puasa juga di kalangan bangsa India bertujuan melepaskan diri dari kesiksaan akidah tanasukh dan bercamtum dengan tuhan mereka yang disebut sebagai Brahma dan akhirnya mencapai kebahagiaan sejati. Seseorang tidak akan sampai kepada Brahma kecuali apabila dia sudah sampai kepada hakikat dan melepaskan diri dari segala macam ikatan kebendaan. Dengan itu kehidupan secara zahid amat terkenal di kalangan bangsa India. Dalam konteks ini mereka akan berpuasa selama 14 hari tanpa memakan sebarang makanan, kecuali dengan diselang-seli minuman air sahaja selama masa tersebut (Dr. A. Al-Khatib, h. 65). Dalam pegangan kumpulan Sinata, ahli agama mereka dikehendaki berpuasa setiap hari bermula sejak jatuh matahari sehingga ke waktu naik fajar merah, tanpa makan dan minum sepanjang-panjang masa itu (Dr. A. Al-Khatib, 66) Selain dari ahli agama kumpulan Sanita, ahli agama secara umumnya dikehendaki berpuasa pada awal musim gugur dan sejuk, dan permulaan musim bunga dan panas, dan pada waktu berlaku gerhana matahari. Puasa yang mereka amalkan ini kebiasaannya akan berpanjangan jika tujuannya untuk melepaskan diri dari kekuasaan tanasukh atau menghapus akidah ini dari menguasai roh mereka. Berdasarkan kepada akidah tanasukh ini, roh seseorang itu tidak akan mati selama-lamanya, tetapi ia akan berpindah dari satu jasad ke jasad yang lain atau akan berpindah ke jasad binatang, biasanya ia akan berpindah dari yang baik kepada yang lebih buruk. Sepanjang-panjang perpindahan ini mereka akan tersiksa, dengan itu mereka sanggup melepaskan diri mereka dari ikatan keduniaan dan berpuasa sehingga mereka bercamtum dengan tuhan mereka Brahma ataupun menamatkan hidup mereka supaya mereka terlepas dari kekuasaan tanasukh. Kepercayaan ini menyebabkan ramai rakyat India purba yang berpuasa atau mengkuburkan diri di bawah tanah semasa mereka berpuasa (op. cit, 67). Kepercayaan Budha yang lahir di India tidak terlepas dari amalan ini. Kita lihat Budha sendiri mengamalkan cara hidup berpuasa selama 6 tahun. Dalam pegangan salah satu mazhab Budha, seorang ahli agamanya dikehendaki berpuasa sepanjang masa selama hidupnya, tanpa mengambil apa-apa makanan kecuali sebiji beras sahaja pada waktu duha setiap hari. Dalam peraturan keagamaannya, para pengikut Budha dihendaki berpuasa 4 hari dalam masa sebulan, iaitu pada hari pertama awal bulan, hari kesembilan, kelima belas dan hari kedua puluh dua (op.cit. 72-74) Tujuan amalan ini ialah untuk sampai kepada hakikat atau mencapai kebahagiaan sejati atau navarna. China dan Jepun: Agama Budha kemudiannya berkembang di China dan Jepun. Di negara China ia menjadi agama rasmi negara pada masa pemerintahan Maharaja Fu Ti (58 - 71M.). Di negara Jepun, agama Budha mula bertapak pada pertengahan kurun ke enam Masihi. Dan akhirnya ia juga menjadi agama negara bagi negara itu. Di sini agama ini telah berpecah kepada beberapa aliran yang drastik. Apa yang pentingnya bagi kita ialah dengan berkembangnya agama Budha di kedua-dua negara itu, maka amalan puasa turut diamalkan oleh rakyat kedua-duanya (op.cit, h. 79-81). Parsi: Dari bukti bahasa, budaya dan acara keagamaan, dapat dipastikan bahawa orang-orang Parsi sebenarnya adalah berketurunan campuran India-Eropah. Dikatakan sejak abad keempat belas SM., Parsi merupakan sebuah negara yang menganut agama Hindu lama. Dengan itu terdapat di kalangan mereka nama-nama pinjaman seperti Andra, Matra, Faruna dan Vida yang kesemuanya merupakan nama-nama tuhan dalam kepercayaan orang-ornag India. Dan dengan itu sekaligus terdapat di kalangan mereka acara-acara keagamaan orang-orang India purba, seperti pengorbanan, puasa dan lain-lain (op.cit, h. 82). Kemudian pada abad kelima SM, Parsi mula menerima pengaruh Yahudi. Ekoran kepada pengaruh ini terdapat sebahagian penduduk negara ini yang mengamalkan beberapa acara keagamaan orang-orang Yahudi seperti sembahyang dan puasa. Hasil percampuran pelbagai kepercayaan di kalangan penduduk Parsi, kita dapati mereka mempunyai program puasa seperti berikut: Berpuasa selama 7 hari pada tiap bulan.Berpuasa selama 2 hari berturut-turut tanpa berbuka apabila bulan purnama.Berpuasa selama 2 hari berturut-turut tanpa berbuka apabila terbit anak bulan.Berpuasa selama 2 hari apabila bulan perpindah kepada garisan jaddi.Berpuasa pula selama 30 hari dan berbuka pada ketika matahari jatuh apabila ia berpindah pada garisan dalwu.Berpuasa pada hari Ahad dan Isnin kerana memberi penghormatan kepada matahari dan bulan (op.cit, h. 82-85).Mesir Purba: Puasa di kalangan orang-orang Mesir purba dilakukan sebagai memberi khidmat kepada rumah ibadat dan protokolnya. Seseorang pembantu rumah ibadat sebelum memulakan khidmatnya dikehendaki berpuasa selama 2 hari tanpa memakan apa-apa makanan kecuali air sahaja. Kadang-kadang puasa itu berlanjutan sehingga 42 hari. Orang-orang awam akan berpuasa pada beberapa waktu yang terdekat kerana berlaku mala petaka seperti banjir besar, mereka akan berpuasa selama 4 hari dan mereka juga berpuasa pada hari-hari berlaku peristiwa sedih yang lain, seperti hari kematian lembu suci mereka dan lain-lain. Kesemuanya diatur oleh ahli-ahli agama mereka (op.cit, h. 104-105). Greek dan Rom: Penduduk kedua-dua negara ini tidak banyak berbeza dari segi cara berpuasa dan matlamatnya. Di Greek, rakyatnya berpuasa dalam pelbagai bentuk ketika berlaku mala petaka dan bala bencana agar segala macam kesiksaan itu akan tamat segera. Ada juga mereka berpuasa kerana mensyukuri tuhan mereka kerana terlepas dari bala atau kerana berlaku perubahan kepada undang-undang negara. Rakyat negara ini juga akan berpuasa selama 10 hari sebelum melakukan peperangan kerana bertujuan memohon kemenangan. Di Rom, rakyat negara ini sangat percaya dengan kekuatan puasa sehingga mereka mempercayai bahawa seorang yang berpuasa mampu membunuh ular tedung dengan ludahnya sahaja. Seorang tukang tilik perempuan biasanya berpuasa selama 3 hari disamping beberapa amalan pelengkap yang lain sebelum melakukan apa-apa tilikan. Rakyat terpaksa memberi upah kepadanya jika mereka memohon apa-apa khidmat tilikannya (op.cit, h. 111-113). Yahudi: Bangsa Yahudi adalah pengikut syari`at Musa. Sebelum menerima kitab Taurat, Musa AS. berpuasa selama 40 hari di Saina'. Tetapi orang-orang Yahudi menganggapnya sebagai puasa khusus Nabi Musa. Ulamak Tafsir mengatakan bahawa Musa berpuasa 40 hari ini tanpa diselangi sama sekali dengan berbuka. Bagi orang-orang Yahudi, mereka berpuasa sehari sahaja, sebagai puasa wajib, iaitu pada hari ghufran (pengampunan). Mereka mendakwa hanya itu sahaja puasa wajib yang dikenakan ke atas mereka. Puasa-puasa lain adalah puasa sunat yang dilakukan beberapa kali yang tidak tersusun. Puasa sehari ini mereka lakukan pada satu perempat jam sebelum jatuh matahari hari ke 9, bulan Tashri, iaitu awal tahun Ibri (tahun Yahudi) dan berterusan sehingga selepas satu perempat jam jatuhnya matahari pada hari ke sepuluh. Iaitu kira-kira selama 25 jam berturut. Sepanjang-panjang masa berpuasa itu mereka dilarang memakan, meminum dan melakukan hubungan perkelaminan. Puasa ini menjadi amalan mereka sehingga ke hari ini. Hari kesembilan ini mereka namakan juga sebagai hari kabur, iaitu hari `asyura' mereka. Tentang puasa-puasa sunat mereka, kita dapati ada beberapa kali mereka berpuasa di sepanjang tahun kerana beberapa perayaan atau peristiwa yang telah berlaku, seperti perayaan kerana mengenangkan mereka terlepas dari gerakan penghapusan atnik di negara Parsi yang dilakukan oleh seorang menteri di negara itu bernama Haman. Untuk perayaan ini, mereka berpuasa selama 3 hari. Perayaan ini dinamakan sebagai Hari Raya Forim. Begitu juga mereka berpuasa kerana peristiwa sebuah rumah ibadat mereka di negara Mesir yang dibakar oleh ahli agama negara itu di bawah pengaruh Parsi. Terdapat 19 hari-hari perayaan mereka sepanjang tahun yang digandingkan dengan amalan berpuasa. Sebahagiannya, mereka berpuasa selama sehari dan ada juga mereka berpuasa selama 7 hari. Perayaan yang paling penting bagi mereka ialah perayaan hari mereka dilepaskan dari buruan tentera Fir`aun dibawah pimpinan Nabi Musa menyeberangi laut Merah yang mereka namakan sebagai hari Fash (op.cit. h. 118-122). Nasrani: Orang-orang Nasrani sama seperti orang-orang Yahudi merupakan penganut agama Ahl Al-Kitab, mereka juga turut berpuasa sebagai salah satu amalan agama mereka. Orang-orang Nasrani terbahagi kepada tiga mazhab atau aliran, iaitu Katholik, Othordok dan Protestin. Ketiga-tiga mazhab ini mempunyai cara amalan puasa yang sebahagiannya berbeza di antara satu dengan yang lainnya. Bagi pengikut mazhab Katholik, mereka mula berpuasa pada pertengahan malam sehingga ke waktu pertengahan siang esoknya. Pada masa berpuasa, mereka dilarang mengambil makanan dan minuman sahaja. Seseorang lelaki diwajibkan berpuasa sejak berumur 15 tahun sehingga ke umurnya 60 tahun dan seorang perempuan pula diwajibkan memulakan puasanya pada umur yang sama dengan lelaki, tetapi ia berakhir pada umur 55 tahun. Menurut mazhab ini, pengikutnya dikehendaki berpuasa hanya pada Hari Puasa Besar sahaja. Gereja mazhab ini membatalkan kesemua puasa-puasa yang lainnya. Hal ini dikatakan kerana tiada nas di dalam Injil. Mereka juga dilarang memakan daging, susu dan telur pada hari Rabu dan Jumaat pada setiap minggu, begitu juga pada hari-hari Puasa Besar. Larangan ini melibatkan kesemua penganut mazhab ini sejak berumur 7 tahun sehingga ke akhir hayatnya (op. cit., h. 151-152). Pengikut mazhab Othordok pula, mereka mempunyai program puasa yang tersendiri. Pada mereka, puasa ialah menahan diri dari memakan makanan dalam masa yang tertentu. Masa ini hanya ditentukan oleh padri mazhab mereka yang mempunyai hak berbuat demikian. Dalam mazhab ini, Puasa Besar dianggap sebagai puasa yang paling penting, masanya selama 50 hari dan berakhir pada kebiasaannya pada hari Raya Kiamat. Mereka juga berpuasa selama 40 hari yang dinamakan Puasa Kelahiran, bermula dari 25hb. Nov. sehingga 6 Januari, iaitu sebelum berlangsung Raya Kelahiran. Pihak gereja mazhab ini juga turut berpuasa pada hari Rabu dan Jumaat dan sehari puasa yang lain dinamakan dengan Puasa Rasul-rasul. Selain dari itu, pengikut mazhab ini juga berpuasa selama 15 hari untuk Mariam yang bermula pada awal Masri (bulan kiraan orang-orang Nasrani). Mereka juga berpuasa tiga hari seperti puasa Nabi Yunus AS., puasa Paramont di antara sehari sehingga ke tiga hari (op.cit., h. 156-158). Dalam mazhab Protestin pula, puasa menjadi amalan galakan sahaja kerana tiada nas Injil yang mewajibkannya. Dengan erti tiap pengikutnya akan berpuasa mengikut selera masing-masing sahaja. Mazhab ini juga tidak menentukan masa untuk berpuasa dan ia juga tidak menentukan umur seseorang untuk berpuasa, malah segala-galanya diserahkan kepada pilihan atau kemahuan pengikutnya, bila mereka ingin berpuasa dan bila pula mereka ingin berbuka. Sebahagian yang lain pula menggantikan amalan puasa dengan sesuatu pekerjaan seperti memberhentikan memakan makanan yang mereka suka disamping menyimpan harganya untuk diberikan kepada fakir miskin. Sebagai kesimpulannya: Kesemua mazhab orang-orang Nasrani menganggap hubungan sex tidak ada kaitan dengan amalan puasa dan tidak membatalkannya.Tidak ada persepakatan pendapat di antara mereka tentang menentukan puasa fardu/wajib.Tidak ada persefahaman di antara mereka tentang masa permulaan puasa dan juga masa akhirnya. Tiap orang boleh menamatkan puasanya pada bila-bila masa yang dikehendakinya.Puasa hari Sabtu diakui oleh Katholik, tetapi tidak disetujui oleh Othordok kecuali Sabtu yang jatuh sebelum hari Raya Kiamat (op. cit. h. 161-163).Dengan itu jelas kepada kita bahawa puasa orang-orang Yahudi adalah lebih tersusun dari puasa-puasa yang diamalkan oleh orang-orang Nasrani. Semenanjung Tanah Arab: Sebelum kedatangan Islam, negara itu sudahpun mengenali agama Hanif yang dibawa oleh Nabi Ibrahim AS., agama Ahl Al-Kitab (Yahudi dan Nasrani), Brahma, Sabi'ah, agama berhala, Majusi, penyembahahan cakrawala dan jembalang. Dengan itu amalan puasa merupakan sesuatu yang tidak asing di kalangan mereka. Sekurang-kurangnya mereka akan terpengaruh dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang hidup bersama-sama mereka di Semenanjung mereka. Disebutkan bahawa orang-orang Arab Quraish, khasnya Quraish Makkah, berpuasa pada hari `Asyura' sebagai penebus dosa mereka pada masa Jahiliah. Ada pendapat lain yang mengatakan bahawa puasa `Ashura' itu adalah mengambil sempena hari dipasang kelambu pada Ka`bah. Mereka berpuasa pada 10hb. Muharram. Puasa ini sama seperti puasa orang-orang Yahudi yang juga dinamakan sebagai puasa hari `Asyura' atau puasa hari Pengampunan (op. cit., h. 172). Selain dari itu, orang-orang Arab yang berada di bawah pengaruh orang-orang Nasrani, ada di antara mereka yang mengamalkan amalan puasa fardu selama 30 hari yang kemudiannya bertukar menjadi 50 hari pada waktu yang tertentu setiap tahun (op. cit., h. 178). Zaman Islam: Dalam Islam, puasa terbahagi kepada tiga: Puasa Ramadan.Puasa Khas, seperti puasa nazar dan kaffarah.Puasa Sunat.Dari segi pusingannya pula, puasa terbahagi kepada dua peringkat, peringkat sebelum Ramadan dan kemudian hanya puasa Ramadan. Puasa Sebelum Ramadan: Puasa sebelum Ramadan, terbahagi kepada dua jenis, pertama: puasa `Ashura' dan kedua: puasa tiga hari pada setiap bulan. Menurut pendapat yang terkuat, puasa `Ashura' sebelum difardukan puasa Ramadan merupakan puasa wajib ke atas orang-orang Islam. Terdapat beberapa buah Hadis yang menunjukkan hukum berkenaan, antaranya Hadis riwayat `Aishah RA. yang menyebut bahawa baginda telah mengarahkan supaya ditunaikan puasa `Ashura', tetapi selepas difardukan puasa Ramadan, seseorang itu bebas sama ada ingin berpuasa puasa `Ashura' ataupun tidak. Demikian halnya dengan puasa tiga hari setiap bulan, ia juga merupakan puasa wajib sebelum difardukan puasa bulan Ramadan (op.cit., h. 181-186). Beberapa Aspek Penting Dalam Puasa `Ashura': Ia menunjukkan kaitan di antara Nabi Muhammad SAW. dengan umat-umat sebelumnya dalam ketaatan kepada Allah.Mengagungkan hari-hari bersejarah kerana pada hari itu Allah telah berkenan memenangkan yang benar ke atas yang batil (dengan menyelamatkan Nabi Musa AS. bersama-sama pengikutnya menyeberangi Laut Merah).Merupakan kesempatan untuk memberitahu kepada orang-orang Yahudi tentang adanya hubungan agama di antara syari`at Nabi Musa AS. dengan syari`at yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW., di samping adanya hubungan di antara umat Muhammad dengan umat-umat yang sebelumnya, terutamanya setelah adanya beberapa peristiwa yang menunjukkan mereka menolak ajaran Nabi SAW.Dan yang utamanya ialah melatih kaum muslimin mengenai kewajipan berpuasa pada masa-masa tertentu yang dilakukan secara bersama. Sebab, puasa yang dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW. pada hakikatnya adalah satu penerusan kepada puasa yang telah lama berjalan di kalangan orang-orang Makkah, tetapi tidak dalam bentuknya yang serentak dan bersama. Puasa yang dilakukan baginda ini sebagai langkah awal untuk menerima puasa Ramadan yang akan difardukan. Kerana itulah ketika puasa Ramadan difardukan maka puasa `Ashura' tidak diwajibkan lagi (Atiyyah Muhammad Salim, h. 13-14).Puasa Ramadan: Puasa Ramadan difarjukan pada 2hb. Sya`ban, tehun ke 2H. menerusi 4 ayat dari surah Al-Baqarah, iaitu ayat-ayat 183-187. Ayat-ayat ini tidak diturunkan serentak, malah ia diturunkan satu demi satu yang dipisahkan dengan jarak masa yang tertentu. Keempat-empat ayat tersebut telah memberi penjelasan terperinci tentang masa, cara dan apa-apa tegahan semasa berpuasa. Ia tidak membiarkan baginda menjelaskannya, tidak seperti ibadat-ibadat lain yang memerlukan Hadis Amali dari baginda yang menjelaskan cara perlaksanaannya dengan betul. Sebagai contohnya, ayat pertama menunjukkan hukum melakukan puasa yang difardukan ke atas orang-orang Islam, ia juga ke atas umat-umat lampau. Pada peringkat ini, puasa orang-orang Islam tidak berbeza dengan cara berpuasa orang-orang Yahudi, iaitu selama 23 jam, bermula selepas seseorang itu sembahyang isha` atau selepas dia tidur sesudah waktu maghrib. Ia berterusan sehingga ka waktu jatuh matahari pada hari berikutnya. Cara berpuasa pula di dalam bentuk pilihan, iaitu sesiapa yang tidak mahu berpuasa, maka dia boleh menggantikan hari dia berbuka itu dengan memberi makanan kepada seorang miskin bagi setip hari. Kedudukan ini berlanjutan sehingga turun ayat yang merobahnya, iaitu firmanNya yang bermaksud: ...sesiapa yang melihat anak bulan, maka hendaklah dia berpuasa. Dengan itu puasa Ramadan sudah bertukar corak, dari bentuk di mana orang-orang Islam diberikan pilihan sama ada berpuasa atau memberi makanan kepada orang miskin, kepada hukum berpuasa sahaja (tanpa pilihan) sepanjang-panjang bulan itu. Walaupun begitu masa berpuasa tetap seperti asalnya, iaitu bermula dari selepas sembahyang `Isha' atau selepas tidur sesudah waktu maghrib sehingga ke waktu jatuhnya matahari pada hari berikutnya. Kedudukan ini berlanjutan sehinggalah turunnya ayat yang berikutnya: ...diharuskan bagi kamu melakukan persetubuhan dengan isteri-isteri kamu pada malam bulan Ramadan dan firmanNya: ... makanlah dan minumlah sehingga jelas kepada kamu benang putih dari benang hitam menerusi cahayat matahari. Kedua-duanya menjelaskan kepada orang-orang Islam bahawa mereka diharuskan makan, minum dan bertamattu` dengan isteri-isteri mereka pada malam Ramadan. Mereka hanya dikehendaki menahan diri dari perkara-perkara tersebut dan lainnya yang membatalkan puasa bermula dari sejak naik fajar sehinggalah ke waktu jatuhnya matahari hari yang sama. Dari pembentangan ini kita dapat melihat: Puasa Ramadan berlangsung pada peringkat awalnya dalam kadar masa hampir sehari, iaitu selama hampir 23 jam.Pada permulaannya orang-orang Islam diberi pilihan, sama ada mereka berpuasa atau berbuka, dan mereka dibenarkan menggantikannya dengan memberi makan kepada seorang miskin bagi setiap hari puasa yang mereka tinggalkan atau berbuka.Kemudian, mereka diwajibkan berpuasa sahaja tanpa pilihan dengan kelamaan masa yang sama, seperti puasa Ahl Al-Kitab, iaitu dari waktu sesudah sembahyang `Isha' atau sesudah tidur selepas waktu maghrib sehingga ke waktu jatuhnya matahari pada hari berikutnya.Kemudian, mereka dibenarkan berbuka (makan, minum dan bertamattu` dengan isteri) selepas waktu jatuhnya matahari sehinggalah ke waktu naik fajar siangnya.Dari pendedahan ini kita dapati bahawa masa untuk berbuka puasa pada peringkat awalnya adalah sama dengan apa yang telah diamalkan oleh Ahl Al-Kitab ketika mereka berpuasa, iaitu bermula dengan jatuhnya matahari dan berakhir dengan: sama ada selepas orang yang berpuasa itu sembahyang `Isha' atau dengan berlangsungnya tidur sesudah jatuhnya matahari pada hari berkenaan sekalipun sebelum melakukan sembahyang `Isha'. Dengan itu, seseorang yang ingin melanjutkan masa berbukanya, dia akan melewatkan sembahynag Isha' dan tidak tidur selepas jatuhnya matahari. Kedudukan tersebut memberi gambaran jelas kepada kita bahawa puasa Ramadan juga telah difardukan ke atas pengikut Ahl Al-Kitab sebelum Islam. Inilah pendapat sebahagian ulamak seperti Qatadah, al-Tabari dan al-Sudi. Dengan itu maksud firmanNya: .... seperti ia difardukan ke atas mereka sebelum kamu (Ahl Al-Kitab) pada beberapa hari tertentu ialah bulan Ramdan. Begitulah, antara perkembangan yang berlaku dalam sejarah kefarduan puasa bulan Ramadan sehingga seperti yang kita lakukan pada hari ini. Dan begitu jugalah kedudukan amalan puasa di kalangan umat-umat lampau.
  6. Antara kesempurnaan Islam adalah mengajarkan kepada pemeluknya segala sesuatu yang mendatangkan manfaat bagi mereka dan semua perkara yang bisa menambah pahala bagi mereka, walaupun itu sampai tata cara buang air. Di antara tuntunan tersebut ada yang wajib hukumnya dan sebagian lagi ada yang sunnah. Berikut ini tata cara buang air yang diajarkan Nabi Muhammad SAW 1. Buang Air Dengan Jongkok Dianjurkan buang air dalam keadaan jongkok. Aisyah RA berkata, “Barangsiapa yang menceritakan kepada kalian bahwa Nabi SAW buang air kecil sambil berdiri, maka janganlah kalian percaya. Beliau tidak pernah buang air kecil kecuali sambil duduk.” (HR. Tirmidzi). “Sambil Duduk,” maksudnya yaitu dengan jongkok. Jongkoknya nabi ketika buang air kecil ini, tidak terlepas dari kondisi zaman itu dan dari pakaian yang beliau pakai. Pada zaman nabi, WC terletak di dalam tanah yang ditutup dengan besi berlubang. Meskipun buang air kecil dengan jongkok lebih baik, namun pada prinsipnya adalah bagaimana cara agar tidak terkena najis.Kita diperbolehkan kencing sambil berdiri dengan syarat badan dan pakaiannya aman dari percikan air kencing dan aman dari pandangan orang lain kepada. Terutama kalau hal tersebut (berdiri) sangat dibutuhkan karena sempitnya pakaian atau karena ada penyakit di tubuh kita, namun hukumnya makruh kalau tidak ada kebutuhan. 2. Manfaat Buang Air Besar Sambil Jongkok Secara medis, buang air besar (BAB) dengan posisi jongkok dapat mencegah terjadinya kanker usus besar. Saat posisi duduk, usus bagian bawah akan tertekuk sehingga proses pembuangan tidak dapat berlangsung efektif tanpa bantuan mengejan. Padahal, mengejan sambil menahan napas akan meningkatkan tekanan dalam usus bagian bawah serta menyebabkan regangan dan pembengkakan pembuluh darah balik membentuk wasir, terutama jika kebiasaan ini dilakukan secara kontinyu dalam jangka lama. 3. Tidak Menghadap Kiblat Dari Abu Ayyub Al-Anshari dia berkata: Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bersabda: “Jika kalian mendatangi tempat buang air maka janganlah kalian menghadap ke arah kiblat dan jangan pula membelakanginya. Akan tetapi menghadaplah ke timurnya atau ke baratnya.“ Abu Ayyub berkata, “Ketika kami datang ke Syam, kami dapati WC rumah-rumah di sana dibangun menghadap kiblat. Maka kami beralih darinya (kiblat) dan kami memohon ampun kepada Allah Taala.” (HR. Al-Bukhari no. 245 dan Muslim no. 264) Sabda Nabi, “Akan tetapi menghadaplah ke timurnya atau ke baratnya,” berlaku bagi negara-negara yang kiblatnya di utara atau di selatan. Sedangkan bagi yang kiblatnya di timur atau di barat (seperti Indonesia) maka dianjurkan menghadap ke utara atau ke selatan. 4. Tidak Berbicara Saat Buang Air Makruh berbicara di saat buang hajat kecuali darurat. Berdasarkan hadits yang bersumber dari Ibnu Umar diriwayatkan: “Bahwa sesungguhnya ada seorang lelaki lewat, sedangkan Rasulullah SAW sedang buang air kecil. Lalu orang itu memberi salam (kepada Nabi), namun beliau tidak menjawabnya.” (HR. Muslim) 5. Masuk Dengan Kaki Kiri, Keluar Dengan Kaki Kanan Disunnahkan masuk ke WC dengan mendahulukan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan berbarengan dengan doanya masing-masing. Dari Anas bin Malik Radhiallaahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ia berkata: “Adalah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa salam apabila masuk ke WC mengucapkan : “Allaahumma inni audzubika minal khubusi wal khabaaits” Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari pada syetan jantan dan setan betina“. Dan apabila keluar, mendahulukan kaki kanan sambil mengucapkan: “Gufraanaka” Artinya: “Ampunan-Mu ya Allah“. 6. Bersegera Membuang Hajat Apabila seseorang merasa akan buang air maka hendaknya bersegera melakukannya, karena hal tersebut berguna bagi agamanya dan bagi kesehatan jasmani. Secara medis, menahan keinginan untuk buang air kecil dapat mengakibatkan infeksi saluran kemih. Gejala infeksi saluran kemih di antaranya, waktu buang air, air seni terasa panas, air seni kerap keluar setiap kita melakukan gerakan-gerakan ringan seperti duduk atau terasa nyeri di lubang tempat keluar air seninya. Kalau masih dibiarkan, bisa menyebabkan penyakit ginjal. Setiap ada keinginan buang air, jangan ditahan. Dalam keadaan normal, kita harusnya buang air kecil setiap lima jam sekali. Jika kita termasuk orang yang banyak minum, frekuensi tadi bisa lebih sering dan itu normal.
  7. abas

    Ilmu Pawang Hujan

    Ilmu ini tergolong sangat tua dan sudah ada sejak sebelum zaman para wali. Namun ia populer bersamaan dengan para wali melakukan syiar Islam di tanah Jawa. Pertanyaannya : Benarkah turunnya hujan dapat dihalangi...? Pawang hujan, pasti semua sudah pernah mengenal istilah ini. Ya, sesungguhnayaperbuatan yang dilakukan oleh pawang hujan hanyalah suatu ikhtiar atau usaha semata. Sebab, manusia pada hakekatnya tidak punya otoritas sama sekali untuk ikut campur dalam urusan Allah. Menurut istilah dalam mistik Islam, apa yang dilakukan Pawang Hujan hanya merupakan hukum Wadhi. Jadi pada hakekatnya, seorang Pawang Hujan tidak punya kuasa apapun. Hal ini sesungguhnya sama halnya dengan seorang pilot. Ia tidak punya kuasa apa-apa atas pesawatnya. Apabila telah lepas landas, maka ia hanya menjalankan hukum Wadhi. Apa yang akan terjadi dengan pesawatnya, maka itu atas kehendak Allah semata. Sejatinya, Pawang Hujan bukan menghentikan hujan, akan tetapi mengalihkan hujan ke tempat yang lain, seperti gunung, lembah, laut, atau hutan. Ini dilakukan karena ada sesuatu hajat atau perayaan penting. Karena itulah hujan untuk sementara waktu dialihkan ke tempat lain. Dalam tulisan ini, saya akan membahas tentang Ilmu Pawang Hujan atau Ilmu Memindahkan Hujan. Walau terkadang hanya diperlukan pada waktu-waktu tertentu saja, namun sebenarnya ilmu yang satu ini sangat banyak kegunaannya. Pada dasarnya karena kebanyakan manusia enggan untuk bersusah payah, maka mereka baru merasa perlu jika keadaan sudah teramat mendesak. Khususnya jika ada keluarga atau salah seorang dari mereka akan menggelar perhelatan, atau ada acara-acara tertentu yang diselenggarakan di tanah lapang. Ilmu ini tergolong sangat tua, sudah ada sebelum para wali. Namun Ilmu Memindah Hujan ini populer bersamaan dengan para wali menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Konon, menurut cerita masyarakat yang hidup pada masa lalu, untu meminta turunnya hujan tidak jarang harus menggunakan tumbal berupa nyawa manusia. Hal ini masih sering terjadi sampai pada saat Syech Maulana Malik Ibrahim melakukan syiar Islam di Tanah Jawa. Melihat keadaan ini, beliau langsung memberi nasehat kepada mereka. Sang Waliyullah menunjukkan kekharomahannya. Usai beliau berdoa, hujanpun turun dengan lebatnya. Melihat kejadian itu, akhirnya dengan serta merta mereka menjadi pengikut setia sang wali. Keanehan semacam ini juga terjadi saat sang Proklamator Ir. Soekarna bertandang ke pulau dewata yang saat itu sedang tertimpa kekeringan yang berkepanjangan. Pada saat Bung Karno datang, hujanpun turun dengan lebatnya mengguyur Pulau Dewata. Dan sejak saat itulah banyak masyarakat Bali yang beranggapan bahwa Bung Karno adalah titisan Dewa Wisnu. Itu semua adalah bukti dari kekharomahan seorang yang mampu mendatangkan hujan. Kini timbul pertanyaan, bagaimana caranya jika hendak memindahkan hujan..? Jawabannya satu, itu semua berpulang kepada manusianya sendiri. Sebab, jika dirinya mau mempelajari atau mengkaji dengan sungguh-sungguh, pasti akan membuahkan hasil, sebagaimana yang diharapkan. Tetapi, keberhasilan hanya akan didapat oleh manusia yang benar-benar tekun. Dibawah ini saya uraikan mantera untuk memindahkan hujan : Bismillaahirrohmaanirrohiim waiyyaka nasta'in wujudku byak...byak....byak... alam taro kaifafa ala robuka, byas...byas...byas... karena Allah Sedang tata cara untuk menguasai ilmu yang tergolong langka ini adalah, seseorang harus menjalani puasa sunnah selama 3 hari berturut-turut. Selama menjalankan puasa, mantera tersebut diamalkan terus menerus sebanyak 999x pada tiap malamnya. Pada saat masih menjalakan puasa, jika sedang bepergian dan di tengah jalan kehujanan, tidak boleh sekali-kali berteduh. Sementara pada pelaksanaannya, mantera tersebut di baca di tengah halaman runah orang yang akan berhajat sambil membakar kemenyan. Bisa juga di tanah lapang yang akan digunakan untuk suatu acara. Dan yang pasti, jika sekali dicoba tetapi masih belum berhasil, berarti kita harus mencobanya sekali lagi. Bahkan beberapa kali, hingga benar-benar berhasil menguasai ilmu Memindah Hujan ini. Demikianlah kajian singkat tentang Ilmu Memindah Hujan yang dewasa ini banyak digunakan, terutama pada saat hendak menggelar perhelatan. Semoga uraian ini dapat berguna bagi Anda sekalian. Jika Anda menguasainya dengan sempurna, Insya Allah akan menjadi Pawang Hujan yang andal.
  8. Di era millennium seperti saat ini, optik menjadi sesuatu ilmu yang penting dalam kehidupan manusia. Dalam perjalannya, bagian dari ilmu sains ini memberikan keuntungan bagi fotografi, internet (fiber optik) hingga satelit mata-mata. Membicarakan optik, maka tak bisa dilepaskan dari seorang ilmuwan muslim bernama Abu Ali al-Hasan ibnu al-Hasan ibnu al-Haytham atau Ibnu al-Haytham saja, di dunia barat dia dipanggil Alhazen. Ibn al-Haytham seorang ilmuwan besar yang salah satu jurnalnya Kitab al-Manazir atau Buku Optik diakui sebagai rujukan ilmu optik. Maka tak mengherankan dia pun dijuluki Bapak Optik. "Al-Haytham tak bisa dipungkiri merupakan figur paling signifikan dalam sejarah optik di masa lalu dan abad ketujuh belas," kata sejarahwan sains David Lindberg. Dia menambahkan selain memberikan kontribusi besar untuk optik, namun Ibnu al-Haytham adalah salah satu karakter berbeda dalam sejarah ilmu pengetahuan abad pertengahan. Lahir di Basra, yang sekarang menjadi di Irak, dia menguasai pemikiran-pemikiran dari filsuf dan ilmuwan Yunani seperti Arsitoteles, Plato, Ptotelmy, Archimedes, Galen, dan banyak lainnya. Sehingga dia memang layak disebut filsuf, matematikawan dan astronom. Apalagi diperkiraan lebih dari 200 buku tentang berbagai aspek alam telah dibuatnya. Namun memang ilmu optik yang membuat dirinya menjadi terkenal. Di dalam Kitab Al-Manazir, dia adalah ilmuwan pertama yang mampu menjelaskan bagaimana cara kerja optik dalam mata manusia dalam menangkap dan menerima gambar secara visual secara detil. Dalam menulis buku Optik ini Ibn al-Haytham memang banyak terpengaruh dari Arsitotels, khususnya visi yang melibatkan penerimaan gambar eksternal. Aristoteles sendiri menunjukkan bahwa masuk akal untuk menganggap bahwa mata bisa memancarkan sinar yang mampu menjangkau semua bintang-bintang jauh. Tapi Ibn al-Haytham tidak berhenti dengan penjelasan Arsiitoles tersebut. Dia juga harus menjelaskan mengapa citra, katakanlah, gunung, bisa muat dalam bola mata manusia yang relatif kecil. Dalam hal itu, Euclid dan Ptolemy telah mendeskripsi geometris-matematis rumit tentang bagaimana sinar dari mata bisa membuat kerucut visual yang mampu mencakup gambar dari objek yang dirasakan mata. Ibn al-Haytham melihat bagaimana matematika yang bisa diterapkan untuk "sinar imajiner" melewati ke mata dari berbagai titik pada objek yang dirasakan. Dengan kata lain, geometri yang extramission pendukung telah diterapkan pada sinar yang dipancarkan seharusnya merupakan penerimaan cahaya berbalik untuk menggambarkan mekanisme di balik sinar yang diterima cahaya. Menggabungkan pemahaman ini dengan pengetahuan (melalui Galen) fisiologi mata, Ibn al-Haytham menjelaskan proses visual (mencatat pentingnya lensa) dan bagaimana mengirim gambar ke otak. "Komitmen al-Haytham untuk teori visi yang menggabungkan fisik, fisiologis dan matematika telah menentukan ruang lingkup dan tujuan teori optik dari zamannya hingga saat ini," tulis Lindberg. Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan Tahun Internasional untuk Cahaya. Seperti dikatakan Seketaris Jendral PBB Ban Kin-Moon bahwa cahaya memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia.
  9. Keluarga dari 21 umat Kristen asal Mesir yang diculik militan Islam di kota Sirre, Libya timur . Sebuah video muncul memperlihatkan pemenggalan atas umat Kristen Koptik asal Mesir yang diculik oleh kelompok militan Negara Islam atau ISIS di Libya. Dalam rekaman video itu, terlihat sedikitnya 10 orang yang mengenakan pakaian berwarna oranye yang dipenggal kepalanya. Video tersebut diterbitkan oleh kelompok jihadis Libya -yang mengatakan memiliki kaitan dengan Negara Islam- yang menculik 21 pekerja asal Mesir. Presiden Mesir, Abdel Fatah al-Sisi, sudah mendesak agar diadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasional untuk membahas situasi dan menyatakan hari berkabung nasional selama tujuh hari. Pekan lalu, Presiden al-Sisi juga sudah menawarkan angkutan udara bagi semua warga Mesir yang ingin meninggalkan Libya. Para pekerja yang merupakan umat Kristen Koptik itu diculik dari kota pantai Sirte, di Libya timur, yang sekarang sudah dikuasai kelompok militan Islam. Unjuk rasa di ibu kota Mesir, Kairo, menuntut pemerintah bertindak lebih banyak untuk membebaskan sandera. Hari Jumat 13 Februari 2015, NI menerbitkan gambar warga Mesir itu dengan mengatakan mereka diculik sebagai aksi balas dendam atas nasib perempuan Islam 'yang disiksa dan dibunuh oleh Gereja Koptik Mesir'. Pemerintah Mesir sudah memperingatkan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Libya namun banyak yang mencari kerja ke negara itu. Sebelumnya di Mesir berlangsung beberapa unjuk rasa menuntut pemerintah untuk bertindak lebih banyak guna membebaskan para sandera. Diperkirakan umat Kristen Koptik di Mesir saat ini berkisar antara sembilan juta hingga 15 juta jiwa dari total 87 warga Mesir.
  10. Adolf Hitler Masuk Islam dan Mati di Indonesia Dari sekian banyak informasi yang ada tentang kematian Hitler, tidak ada satupun yang dapat menyebutkan secara pasti apa penyebab kematian sang diktator Nazi ini. Bagaimanakah sebenarnya akhir dari petualangan Hitler itu? Benarkah Hitler bersama istrinya Eva Braun bunuh diri setelah minum racun sianida? Lantas bagaimanakah hasil otopsi pihak Amerika ketika tengkorak Hitler dipamerkan pada tahun 2000 lalu, yang ternyata adalah tengkorak seorang wanita? Dimanakah sebenarnya keberadaan Hitler setelah jatuhnya Berlin di tangan sekutu? Beberapa Versi Tentang Kematiannya Versi yang paling populer menyebutkan bahwa Hitler tewas bunuh diri dengan cara menembak dirinya sendiri dan minum racun sianida pada 30 April 1945, saat Jerman diduduki oleh Uni Soviet. Meski sejumlah ahli sejarah ragu Hitler menembak dirinya, dan menduga hal itu hanyalah propaganda Nazi untuk menjadikan Hitler sebagai pahlawan. Namun, lubang pada potongan tengkorak itu tampak menguatkan argumen tersebut ketika tengkorak itu dipamerkan di Moskow tahun 2000. Bagaimana dan kapan Hitler meninggal sekarang ini masih diselimuti misteri. Dapat dijumpai penjelasan tentang penyebab dan kapan Hitler mati dari beberapa versi. Ada kematian versi Jerman, versi Rusia, dan versi para peneliti atau ilmuwan. Versi Jerman, seperti yang diceritakan oleh Flegel, salah satu perawat Hitler dan petinggi Nazi lainnya saat di dalam bunker. Versi Rusia, yang dinyatakan oleh seorang pejabat tinggi dinas rahasia Rusia, KGB, yang mengklaim, bahwa Adolf Hitler mengakhiri hidupnya tidak dengan menembak dirinya sendiri, tetapi dengan meminum racun sianida. Seperti yang dinyatakan oleh Letnan Jenderal Vasily Khristoforov, staf arsip untuk dinas keamanan FSB Rusia, “Paramedia militer Uni Soviet kala itu telah memastikan bahwa Hitler dan Eva Braun tewas setelah minim racun sianida pada 30 April 1945.” Versi para ilmuwan, terakhir adalah menurut pendapat umum dalam hal ini diwakili oleh para ilmuwan. Sudah lama sebenarnya para ilmuwan dan ahli sejarah menyatakan bahwa potongan tengkorak yang telah diambil dari luar bunker Hitler oleh tentara Rusia dan selama ini disimpan intelijen Soviet itu akan menjadi bukti yang meyakinkan bahwa menembak dirinya hingga tewas setelah minum pil sianida pada 30 April 1945. Akhirnya dilakukan analisis DNA terhadap potongan tengkorak itu oleh peneliti Amerika, dan mereka menyatakan, “kami tahu tengkorak itu berhubungan dengan seorang perempuan berusia antara 20 dan 40 tahun,” kata ahli arkelogi Nick Bellantoni dari Universitas Connecticut, AS, dikutip dari Dailymail. “Tulang itu kelihatan sangat tipis, tulang tengkorak laki-laki cenderung lebih kuat. Dan persambungan di mana lempengan tengkorak itu menyatu tampak berhubungan dengan seseorang yang berusia kurang dari 40 tahun. Hitler pada April 1945 berusia 56 tahun.“ Dengan adanya hasil tes DNA tersebut, berarti sejarah kematian Hitler menjadi sebuah misteri kembali, dan para ahli teori konspirasi harus memikirkan kembali kemungkinan-kemungkinan lain tentang kematian Hitler, seperti mungkin saja Hitler tidak mati dalam bunker. Sekilas Tentang Adolf Hitler Mengenai masa kecil, masa remaja, sampai dengan ketika menjadi seorang diktator, Hitler kecil adalah seorang anak yang tertolak, ayahnya sangat membencinya dan mengenggap perilakunya yang “antisosial” sebagai sebuah kutukan. Ayahnya seorang yang keras dalam mendidik anak, sedang ibunya (Klara) sangat baik kepadanya. Masa kecil yang diliputi dengan kebencian dari ayahnya inilah yang memberikan andil besar dalam pembentukan mental dan kejiwaan Hitler saat dewasa. Ketika hidupnya sulit, Perang Dunia 1 pun pecah. Tanpa ragu-ragu Hitler mendaftar menjadi tentara dengan pangkat Kopral, bertugas di medan perang di barisan paling depan. Kecewa dengan kekalahan Jerman di Perang Dunia 1, dan melihat negara dan rakyatnya yang sengsara dan kelaparan, Hitler pun masuk menjadi Anggota Partai Buruh yang kemudian menjadi NSDAP (National Socialistische Deutsche Arbeiter Partei). Surat Izin Masuk dr Poch ke Indonesia (imigrasi) Tahun 1920, Hitler menjadi Kepala Bagian Propaganda, disinilah terlihat bakat Hitler di bidang pidato dan agitasi. Satu tahun kemudian, 1921, akhirnya Hitler menjadi ketua partai. Akhirnya pada tahun 1962 Hitler mendapatkan wewenang mutlak dari partainya. Dan Hitler adalah seorang orator ulung ”singa podium”, ahli pidato yang bisa menghipnotis massa pendengarnya. Hitler adalah politikus handal dan berhasil membangun pencitraan yang sukses melalui propaganda. Ia berhasil membangun opini menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang sukses melalui propaganda. Ia berhasil membangun opini menjadi sebuah kekuatan dahsyat yang ditakuti. Ia juga berhasil membangun opini sebagai fuhrer atau pemimpin yang dapat dipercaya rakyatnya, membawa bangsanya ke puncak kejayaan. Bukti-Bukti Hitler di Indonesia Bagaimana caranya Hitler sampai ke Indonesia? bisa menjadi WNI? Bagaimana dia bekerja menjadi seorang dokter di Rumah Sakit Umum Sumbawa Besar? dan sampai dengan pertemuan Hitler dengan seorang wanita sunda yang akhirnya menjadi istrinya? Juga tentang kesaksian dr Sosro Husodo saat bertemu dengan Hitler ketika di Sumbawa Besar. Dan semuanya dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung serta foto-foto yang akurat. Surat permohonan Hitler menjadi warga negara Indonesia Hitler yang terkenal sangat bengis di abad ke 20, ternyata bersembunyi di Indonesia sejak tahun 1954 sampai dengan tahun 1970, yang kemudian tercium oleh Sekutu (AS, Uni Sovyet, Inggris dan Prancis) yang selanjutnya diusut oleh Pemerintah Israel yang terus-menerus mengejar para tokoh Nazi. Pada tahun 1954 Adolf Hitler masuk ke Indonesia dengan menggunakan nama palsu, dr Poch. Pada awalnya dr Poch tinggal di Dompu lalu pindah ke Bima, selanjutnya pindah ke Kabupaten Sumbawa Besar, kemudian bekerja menjadi dokter di Rumah Sakit Umum Kabupaten Sumbawa Besar. Surat keputusan dari Presiden Indonesia bahwa Dr Poch (Hitler) resmi menjadi warga negara Indonesia Seluruh penduduk pulau Sumbawa kenal dengan dokter ini, yang di panggil dengan julukan “dokter Jerman”. Salah satu peninggalan Adolf Hitler meninggal pada tanggal 15 Januari 1970 di Surabaya, yaitu buku catatan kecil berwarna cokelat ukuran 9×16 cm dengan tebal 44 cm. Di dalam buku itu tertulis puluhan address book teman-teman dan kolega Hitler yang sama, seperti yang ada di sejarah Eropa. Begitu pula tulisan tangan yang dibuatnya dibuku-buku tersebut sangat identik dan mirip dengan tulisan tangan Hitler. Buku ini mempunyai arti yang sangat besar, karena merupakan salah satu bukti otentik yang menyatakan bahwa “dr Poch” adalah dewa-Nazi, Adolf Hitler. Surat Izin Mengemudi dr Poch saat tinggal di Sumbawa Besar Kemudian Hitler bertemu dengan seorang gadis bernama Sulaesih yang sedang menggembara ke Sumbawa Besar, yang akhirnya dilamar oleh Hitler. Tidak lama setelah dr Poch melamar Sulaesih, beliaumemeluk agama Islam pada tahun 1964, yang disaksikan oleh Ketua Kantor Agama di Sumbawa, (tapi sayang Sulaesih lupa namanya) dan mengganti namanya menjadi Abdul Kohar. Pada tahun 1965 Hitler pun menikahinya. Aries Zulkarnaen, salah satu saksi keberadaan dr Poch pada tahun 2010 lalu mengatakan dokter itu punya dua kepribadian yang bertolak belakang, pemarah namun sering bercanda dengan warga. “Dia pemarah, banyak memberi resep dengan mulut [menyebutkan nama obat], tapi kalau ada yang tanya lagi, dia bilang, kan sudah saya bilang,” kata Aries. Poch juga akan marah jika pasiennya menyebut penyakit yang mereka derita. “Apa kamu dokter?,” kata Aries, menirukan gertakan yang sering diucapkan Poch. Adolf Hitler (kanan) saat berusia 75 thn di Sumbawa Besar Ditambahkan Aries, Poch yang dia kenal juga humoris. “Nggak takut guyon dengan masyarakat,” kata dia. Yang paling menonjol dari Poch, ungkap Aries, adalah caranya menyetir mobil Jeep kap terbukanya. “Jalan-jalan di Sumbawa dulu belum bagus, tapi dia menyetir dengan satu jari. Luar biasa,” kata Aries. “Itu tanda-tanda dia mantan tentara,” tambah Aries. Adolf Hitler saat berusia 78 thn, dengan postur tubuhnya yang agak bongkok Meski tak pernah menyangka bahwa Poch adalah Hitler, Aries mengaku masyarakat memperkirakan dia mantan tentara Nazi. “Dia sangat enerjik, kelihatan sekali tentaranya. Warga saat itu sudah mengira dia mantan tentara NAZI,” jelas dia. Sebelumnya, di Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983 terdapat sebuah artikel tentang Hitler. Penulisnya bernama dr Sosrohusodo, dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama ‘Hope’ di Sumbawa Besar. Dr Sosrohusodo menceritakan pengalamannya bertemu dengan dokter tua asal Jerman bernama Poch di Pulau Sumbawa Besar tahun 1960. Poch adalah pimpinan sebuah rumah sakit terbesar di pulau tersebut. Orang itu diduga Hitler. Bukti-bukti yang diajukan Sosrohusodo, adalah bahwa dokter tersebut tak bisa berjalan normal. Dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan. Foto saat Dr Poch menikah dengan Sulaesih Kemudian tangannya, kata Sosrohusodo, tangan kiri dokter Jerman itu selalu bergetar. Dia juga punya kumis vertikal mirip Charlie Chaplin, dan kepalanya gundul. Kondisi ini diyakini mirip dengan gambaran Hilter di masa tuanya, yang ditemukan di sejumlah buku biografi sang Fuhrer. Saat bertemu dengannya di tahun 1960, orang yang diduga Hitler berusia 71 tahun. Menurut Sosrohusodo, dokter asal Jerman yang dia temui sangat misterius. Dia tidak punya lisensi untuk jadi dokter, bahkan dia sama sekali tak punya keahlian tentang kesehatan. Kutipan Surat Perkawinan Campuran dr Poch dan Sulaesih dari Catatan Sipil Sosro mengaku pernah memeriksa tangan kiri Poch yang selalu bergetar. Saat menanyakan kapan gejala ini mulai terjadi, Poch lalu bertanya pada istrinya yang lalu menjawab, “Ini terjadi ketika Jerman kalah di pertempuran dekat Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan padamu bahwa kau memukuli meja berkali-kali,” jelas Sulastri. Sulastri sudah tahu mengenai peristiwa tersebut sejak beberapa tahun lalu, karena suaminya telah menceritakan kejadian-kejadian masa lalunya tersebut kepadanya. Goebbels yang disebut istri Poch diduga adalah Joseph Goebbe, menteri propaganda Jerman yang dikenal loyal dengan Hilter. Kata Sosro, istri Poch, yang diduga Eva Braun, beberapa kali memanggil suaminya ‘Dolf’, yang diduga kependekan dari Adolf Hitler. Hitler Mati di Indonesia Pengakuan Hitler kepada istrinya yang berasal dari Indonesia, Sulaesih, bahwa dia adalah memang Hitler yang sebenarnya, Der Fuhrer. Apa saja kegiatan Hitler sebelum dia meninggal? Terdapat pernyataan Stanlin, bahwa yang tewas di dalam bunker di Jerman bukanlah Hitler asli. Dan dibagian akhir ini menceritakan bagaimana akhirnya sang diktator itu meninggal di Indonesia. Selama ini kematian Hitler memang sangat misterius, karena tidak ada saksi yang dapat menunjukkan dimana mayat Hitler ataupun mayat Eva Braun, istri terakhirnya pada saat di Eropa. Di Konferensi Postdam tahun 1945, Stanlin menyatakan bahwa mayat Hitler dan Eva Braun tidak ditemukan. Stanlin menduga, dewa Nazi ini lolos dan melarikan diri ke Spanyol atau Amerika Latin. Dan tak berapa lama ada kabar yang mengatakan Hitler kabur menggunakan kapal selam ke sebuah pulau. Tapi tidak ada yang tahu pulau apa dan dimana. Dunia internasional sama sekali tidak menyadarinya bahwa seorang pemimpin Nazi yang sangat kejam itu bersembunyi dengan aman di Sumbawa Besar, sampai meninggal di Surabaya dan dimakamkan di pemakaman umum muslim di Ngagel. Memeluk Agama Islam Sebelum menikah, Sulaesih suka berkunjung ke rumah “dr Poch”, ia sering melihat seorang wanita yang sudah berumur, menurut dr. Poch dia adalah istrinya, orang Jerman juga bernama Helena. Tapi Sulaesih tak percaya karena Helena terlihat jauh lebih tua dari dr. Poch. Ketika Helena ingin kembali ke Jerman karena tidak cocok dengan iklim di Sumbawa Besar, ia menitipkan amahan kepada Sulaesih. Dia menitipkan Gi (sebutan dr. Poch, kependekan dari Georg Anto / GA), tolong diuruskan segala keperluannya. “Mungkin artinya saya harus menikah dengan dr. Poch,” jelas Sulaesih. Tak lama setelah dr. Poch melamar Sulaesih, ia memeluk agama Islam pada tahun 1964, yang disaksikan oleh Ketua Kantor Agama di Sumbawa, tapi sayang Sulaesih lupa namanya, dan mengganti namanya menjadi Abdul Kohar. Surat nikah dr Poch a.k.a. Hitler yang menikahi Sulaesih wanita asal Bandung secara Islam di KUA Sumbawa. Pada tahun 1965, Hitler menikah dengan Sulaesih, wanita sunda asal Bandung yang mengembara ke pulau Sumbawa, mereka berdua menikah secara Islam. Setahun setelah dr. Poch memeluk Islam pada tahun 1965, ketika Sulaesih sedang bekerja, ada yang menelepon ke KUA (Kantor Urusan Agama), “Ada apa?” Sulaesih bertanya-tanya dalam hati. Sebelumnya saya belum tahu ada apa ketika saya sampai di KUA,” ujar Esih. Akhirnya Sulaesih menikah pada usia 34 tahun, sedangkan dr. Poch berusia 64 tahun. Walaupun terpaut 30 tahun, tidak menghalangi mereka untuk menikah. Sulaesih akhirnya tidak lagi bekerja di Pemerintah Daerah, tapi bersama dr. Poch mengurusi pasien dan mengurus rumah tangga. Penutup Kematian Diktator Jerman, Adolf Hitler yang diyakini tewas bunuh diri di sebuah bunker, pada tanggal 30 April 1945 di Berlin, tetap masih dipertanyakan dan menjadi misteri. Siapa yang menyaksikan peristiwa di bunker saat Hitler bunuh diri? Tidak ada, sumber cerita tersebut hanya dari mulut ke mulut. Dan pada saat itu, walaupun tidak ada saksi dan bukti yang jelas, pihak sekutu tetap mengumumkan secara resmi bahwa Hitler dan istri, Eva Braun telah meninggal. Indocropcircles – Pada akhir bulan Maret 2012 lalu mencoba membuktikan dengan mencari makam tersebut dan ternyata memang ada. Pada saat mendekati makam, pagar yang melingkarinya dipenuhi oleh jemuran, lalu ada seorang nenek yang memindahkan jemuran-jemuran tersebut. Kini, makam tersebut dirawat oleh seorang nenek yang menjaganya dan meneruskannya dari suami sang nenek yang lebih dahulu telah merawat makam tersebut selama puluhan tahun, yang kini sudah meninggal. Si nenek kini menggantikannya dan ia menceritakan bahwa makam tersebut adalah seorang Jerman dan mulai banyak orang berdatangan dari dalam dan luar negeri. Sang nenek sempat bertanya,”Apakah makam ini akan dipindahkan?” Saya jawab,”Tidak nek, tak ada orang yang akan memindahkan makam ini.” Sang nenek pun tersenyum. (icc.wp.com) Kebanyakan bekas tentara Nazi pindah dan kabur ke negara-negara di daerah Amerika Selatan seperti Brasil dan Argentina. Hitler sudah tahu masalah itu, oleh karenanya ia tak mau ke Amerika Selatan karena pasti ditemukan oleh tentara dan inteligen AS serta inteligen negara-negara musuhnya. Sedangkan Hitler kabur bukannya ke negara Amerika Selatan, melainkan ke Indonesia lewat Italia, ia memilih Indonesia karena sejak dulu Indonesia tidak ada hubungan diplomatik dengan Israel. Selain itu pada masa lalu di zaman kepemimpinan Soekarno, Indonesia sangat tidak menyukai imperialisme yang dipelopori oleh Inggris dan Amerika. Memang selama ini Hitler diduga kuat melarikan diri ke suatu negeri di selatan. Salah satu lokasi yang disebut-sebut sebagai tempat persembunyiannya adalah Indonesia, yang diyakini juga oleh Prof. Arysio Santos (Pakar Fisika Nuklir dan Geolog Brazil) sebagai ‘Atlantis yang hilang’. Bahkan tentara Nazi mencari Atlantis hingga ke kutub selatan. Legenda Atlantis dekat dengan agama Nazi, oleh sebab itu sejak lama Hitler memang mencarinya. Di Indonesia pula, Madame Blavatsky yaitu Guru Okultis Hitler, juga tinggal di Indonesia. Namanya dulu diabadikan sebagai nama jalan, kini diganti menjadi Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, di mana Loji Freemason ‘Bintang Timur’ pernah berdiri. Ditambah lagi dengan adanya sebuah makam misterius di Surabaya diyakini sebagai makam Adolf Hitler. Berbagai petunjuk memang mengarah ke sana. TerlebihBrandenburgers Codex, sebuah manuskrip berbahasa Jerman kuno, ditemukan dan mengindikasikan jika Hitler memang melarikan diri ke Indonesia. Jadi, bukan tidak mungkin Hitler mati di Indonesia. Karena Indonesia dianggap tempat yang aman, bagi Hitler. Silahkan siapa pun untuk menemukan jawaban yang sesungguhnya. (Ir KGPH Soeryo Goeritno, Msc.,Penulis Buku/icc.wp.com/dan berbagai sumber lain) Artikel ini juga di forward oleh BeforeItsNews.com dan LivingInindonesiaForum.org * Foto makam Hitler di Surabaya: VIDEO MAKAM Dr. GEORG ANTON POCH a.k.a. ADOLF HITLER http://youtu.be/k4I7noXnEz0 Dr. GEORG ANTON POCH http://youtu.be/rbxpDLp1c-4 *** -= Foto-foto diatas sengaja diburamkan untuk menghargai hak cipta =- Judul Buku : Hitler Mati di Indonesia Katagori : Umum / Tokoh / Sejarah Ukuran : 14 X 21 cm Penulis : Ir. KGPH Soeryo Goeritno, Msc ISBN : 978-602-97263-0-5 Isi Buku : vi + 122 halaman Penerbit : Titik media Publisher Buku ini akan menjawab beberapa pertanyaan yang belum terjawab, spt: Mengapa Hitler lari ke Indonesia? Mengapa Hitler akhirnya menjadi Muslim? Apa hubungan Hitler, Indonesia dan Yahudi? Apa saja yg dilakukan Hitler di Indonesia? Bagaimana hubungan Hitler dengan Sukarno? Dimana kuburan Hitler di Indonesia? Bagaimana Hitler bisa berada di Indonesia? Apa kata Jerman, Rusia, Inggris dan Israel? Siapa saja yg mengetahui Hitler di Indonesia? Bagaimana Hitler menyembunyikan identitasnya? “Buku yang akan menggemparkan dunia” (H.Oetoyo Oesman, SH- Mantan Menteri Kehakiman). “Merinding saya membacanya” (Drs. J.B Soedarmanto Kadarisman- Mantan Dubes RI untuk Argentina dan Belanda). *** Artikel ini hanya untuk informasi dan bukan promosi sebuah buku *** Sumber: indocropcircles.wordpress.com
  11. Perkembangan perbankan syariah yang masih lambat membutuhkan beberapa tindakan solutif. Salah satunya adalah menyiapkan standarisasi aturan perbankan syariah. Product Manager untuk Banking Islam di perusahaan software perbankan Temenos, Fadi Yazbeck, berbagi pandangannya tentang bagaimana manajemen likuiditas yang ada membatasi pertumbuhan pasar perbankan syariah global, dan bagaimana standarisasi dan inovasi dapat menawarkan solusi untuk ini. Bank-bank Islam terus dibanjiri dengan likuiditas. Kesenjangan antara pasokan dan permintaan global diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2014. Permintaan yang kuat terhadap produk investasi sesuai keinginan investor Islam dan kebutuhan produk-produk berkualitas untuk memenuhi standar aturan. Penerbitan sukuk global pada 2013 turun 8,9 persen dari tahun sebelumnya, atau sebesar US$119,7 miliar. Permintaan instrumen syariah ini begitu tinggi, tetapi kurangnya efektifnya pengelolaan likuiditas menyebabkan pertumbuhan pasar syariah global tertahan. Salah satu hambatan utama untuk berinvestasi di produk syariah adalah kurangnya standardisasi dalam hal aturan. Meskipun ada beberapa auditor lokal dan regulator yang mengendalikan transaksi, tetapi aturan yang ada tidak berlaku standar. Aturan ini tidak berlaku lintas negara, bahkan di antara bank yang berbeda meski masih di negara yang sama. Sehingga pada praktiknya, bank-bank dengan kelebihan likuiditas seringkali menghadapi kesulitan berinvestasi di bank lain yang memiliki standard yang berbeda. Meski pun sukuk adalah instrumen pasar likuiditas yang paling umum, mereka tidak didefinisikan secara universal, dan kadang-kadang baik struktur maupun kontrak tidak dapat diterima oleh bank investor. "Kurangnya standarisasi juga menyebabkan biaya operasional yang lebih tinggi, sehingga profitabilitas berkurang, serta tidak adanya skala ekonomi," kata Yazbeck. Kendala lain dalam pengelolaan likuiditas adalah pasar perdagangan sekunder Islam belum maju. Sukuk sering diperdagangkan di luar bursa (over the counter) dan ditahan hingga jatuh tempo. "Kendala ketiga adalah karena emiten Islam sering berada di peringkat risiko rendah, mereka diwajibkan membayar dalam jumlah yang besar untuk menarik investasi, atau lebih buruk lagi, tidak dapat menarik investasi sama sekali," jelasnya. Selain itu, permintaan domestik yang tinggi untuk produk syariah telah menyebabkan hasil yang rendah sesuai dengan peringkat risiko mereka. Hal itu menyebabkan kurangnya daya tarik investasi lintas negara. Masalah lain terletak pada struktur produk itu sendiri. Secara tradisional, produk-produk syariah telah dirancang oleh pemodal dari latar belakang konvensional, yang mencoba menyamai produk syariah dengan produk konvensional. Produk-produk ini kemudian dibuat tidak rumit dengan menambahkan beberapa aspek agar sesuai aturan Syariah. Kurangnya inovasi dengan meniru produk konvensional membuat produk syariah ini justru kurang menarik bagi investor non-Islam. Namun, kabar baiknya adalah ada beberapa solusi mudah untuk masalah ini. Yang paling signifikan yaitu dengan menetapkan standar umum untuk produk investasi syariah. Hal ini dapat diawasi oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI) atau organisasi internasional Islam lainnya, yang dapat memberikan dukungan. Hal ini akan memberikan jaminan kepada bank-bank yang ingin menjual produk likuiditas antarnegara. Hal ini akan meningkatkan peringkat risiko dari instrumen syariah, sehingga membuat mereka lebih menarik bagi bank konvensional, yang pada gilirannya akan mengarah pada pengembangan pasar sekunder. Agar pasar sekunder ini berkembang, harus ada standar penilaian yang tepat, penentuan harga sukuk dan instrumen perbankan syariah lainnya. Hal ini sangat penting karena, tanpa penilaian yang efektif, pedagang tidak dapat membangun peluang keuntungan yang jelas. Standarisasi ini dapat memberikan dampak yang begitu besar terhadap perkembangan keuangan Islam. Daripada meniru perbankan konvensional, kunci keberhasilan jangka panjang sektor ini justru dengan menciptakan produk baru yang bebas risiko. Misalnya, layanan berbagai jenis pembiayaan yang lebih menarik, sebuah produk yang kompetitif yang dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy