Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Honda'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. PT Astra Honda Motor (AHM) masih menyimpan beberapa amunisi lagi untuk diluncurkan di semester II-2016. Meski AHM tidak mau menyebutkan produk apa saja yang diluncurkan, namun dipastikan tidak ada penundaan jadwal atau waktu peluncuran. Direktur Pemasaran AHM, Margono Tanuwijaya menegaskan, lesunya pasar roda dua di Tanah Air bukan menjadi alasan pihaknya untuk menunda investasi untuk peluncuran produk. “Investasi di Astra Honda kami tidak akan delay, semuanya on schedule. Peluncuran produk sesuai jadwal, seperti launchingSupra GTR 150 kemarin, itu sesuai schedule,” kata Margono, Selasa 7 Juni 2016 malam. Ia mengakui daya beli masyarakat masih belum membaik, sehingga imbasnya ke penjualan sepeda motor. Diperkirakan, penjualan total sepeda motor semua merek di Tanah Air hanya mencapai 3 juta unit pada semester I-2016. Jika tidak ada perubahan kondisi di semester II, maka penjualan hingga akhir tahun diprediksi hanya 6 sampai 6,2 juta unit atau turun dibandingkan dengan perolehan 2015 yang mencapai 6,4 juta unit. “Sekarang daya beli sudah turun, karena kan banyak segmen sepeda motor itu yang target konsumennya terkena imbas daya beli. Banyak di beberapa daerah yang kondisinya seperti ini. Belum lagi harga bahan pokok yang naik juga memengaruhi daya beli,” ungkap dia. Kondisi itu, lanjut Margono, di luar kontrol AHM. Pihaknya berharap kondisi segera membaik. Namun bukan artinya AHM berdiam diri. “Kalau hal-hal seperti itu di luar kontrolnya AHM. Kami enggakbisa bantu. Faktor makro kami tidak bisa bantu. Yang penting kami punya keyakinan situasi seperti ini hanya sementara. Meskipun setahun, dua tahun, pasti ada saat di mana kondisi akan membaik. Sehingga investasi di Astra Honda tidak akan delay,” pungkas dia.
  2. Honda Mobilio menjadi unit baru taksi Blue Bird dan sudah beroperasi di Jakarta. Tanggapan pro dan kontra pun bermunculan, termasuk dari para pemilik Mobilio. Masukan dari masyarakat cukup beragam, ada yang menilai positif dan ada juga yang mencibirnya, terutama dari kalangan pengguna Honda Mobilio. Menanggapi citra Mobilio di mata konsumen, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT HPM, Jonfis Fandy, berkomentar bahwa sampai saat ini pihaknya sebagai produsen tidak bisa berbuat apa-apa. Ini terkait tidak adanya larangan menjual unit mobil untuk dijadikan taksi atau sebagai transportasi umum. "Kita tidak bisa melihat kedepannya seperti apa, tapi yang jelas memang hampir semua merek mobil kini menjadi taksi. Honda juga tidak pernah memberikan pernyataanbahwa produknya tidak bisa digunakan menjadi taksi," ujar Jonfis. Pemesanan Mobilio untuk taksi, lanjut Jonfis, akan terus berlangsung hingga akhir tahun. Di bulan ini Honda akan mengirim 100 unit dan sampai akhir tahun nanti jumlahnya bertambah empat kali lipat. "Mobilio dipilih menjadi taksi karena pihak Blue Bird sebelumnya sudah melakukan pengujian. Salah satu alasan lani yang saya tahu, dengan kapasitas penumpang lebih banyak jadi bisa mengurai kemacetan karena tiap orang tidak perlu lagi membawa kendaraan pribadinya masing-masing," ucap Jonfis.
  3. JARVIS

    V.Rossi Vs Marquez

    Pebalap Movistar Yamaha asal Italia, Valentino Rossi (belakang), menempel pebalap Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez, pada balapan GP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Minggu (19/4/2015). TERMAS DE RIO HONDO, GP Argentina yang berlangsung pada Minggu (19/4/2014) bisa jadi merupakan salah satu balapan paling dramatis bagi pebalap Movistar Yamaha, Velantino Rossi. Start dari posisi kedelapan, Rossi melewati satu per satu pebalap hingga akhirnya mengekor Marc Marquez pada beberapa putaran terakhir. Dua lap sebelum finis, kedua pebalap ini bersaing ketat, dan Marquez akhirnya jatuh setelah terjadi kontak di antara kedua motor. Pebalap Repsol Honda tersebut tak bisa melanjutkan balapan. Sementara itu, Rossi melaju di depan dan akhirnya finis di posisi pertama. Rossi mengaku bisa melakukan hal tersebut karena ditunjang pemakaian ban extra-hard yang khusus dibawa Bridgestone untuk balapan di Sirkuit Termas de Rio Hondo ini. "Ketika Marc memutuskan untuk memakai ban hard, saya berpikir bahwa kami punya kesempatan untuk menang karena, pada setengah terakhir balapan, kecepatan saya bagus," kata Rossi. "Sayang bahwa dia akhirnya terjatuh, tetapi, menurut saya, dia yang salah. Marc adalah pebalap yang selalu berpikir menang atau tidak sama sekali," kata Rossi. Pebalap 36 tahun tersebut berkata bahwa dalam persaingan dengan Marquez, dia diuntungkan karena memakai ban extra-hard yang membuatnya lebih cepat pada saat-saat akhir balapan. "Saya mendekati Marc dengan enam atau tujuh persepuluh detik lebih cepat, dan saat itu balapan tersisa dua putaran. Jadi, saya mencoba melewatinya, tetapi saya berpikir, pasti Marc akan berusaha untuk tetap di depan," papar Rossi. "Baru saja saya berpikir begitu, dia sudah menyenggol saya di tengah tikungan. Dia mengarahkan sepeda motornya ke saya, dan saya berkata, 'Sial! Langsung. Saya tahu kamu agresif, tetapi saya tidak menduga akan seperti ini'." "Lalu ketika saya membuka gas untuk melakukan akselerasi karena ingin membuat jarak sebelum tikungan berikutnya, saya mendengar benturan lagi. Sejujurnya, saya tidak tahu apakah itu di kiri atau kanan motor. Jadi saya berpikir, mungkin pertarungan ini akan sangat berat." "Setelah melewati garis (memasuki putaran terakhir), saya melihat di papan bahwa saya ada di depan Dovi (Andrea Dovizioso), jadi saya berpikir pasti ada yang terjadi, dan pada lap berikutnya saya melihat motornya (di luar lintasan)." "Marc tahu bahwa jika saya melewati dia, saya sedikit lebih cepat darinya, jadi dia berusaha keras. Namun, dia mungkin sedikit berlebihan, menurut saya," papar Rossi seputar insiden dengan Marquez. Kemenangan ini memperkokoh posisi Rossi sebagai pemuncak klasemen sementara dengan 66 poin, enam angka lebih banyak dari Dovizioso yang menempati peringkat kedua. Sumber : kompas.com
  4. Honda SFA Concept akan pamer diri dalam dua pameran sepeda motor di Jepang. Setelah debut di Indonesia memanfaatkan ajang Indonesia Motorcycles Show (IMOS) 2014 lalu, Honda SFA Concept mejeng di Jepang dalam agenda Osaka Motorcycle Show mulai hari ini, Jumat, 20 Maret 2015. Bahkan setelahnya, roadshow berlanjut dengan menyapa pengunjung Tokyo Motorcycle Show minggu depan. Apakah ini indikasi bahwa sepeda motor sport tersebut siap melepas status konsep dan tak lama lagi diproduksi sebagai model global? Belum terungkap. Yang jelas, di IMOS lalu, Honda SFA menuai respons sangat positif. Jika penampilannya di Jepang juga menuai hasil yang sama, tidak menutup kemungkinan produksi sepeda motor akan dipercepat. PT Astra Honda Motor (AHM) saat IMOS menyatakan bahwa penampilannya saat itu dipakai untuk meminta pendapat masyarakat melalui survei langsung. Dari berbagai sumber, SFA akan menggendong mesin kecil, kemungkinan 150cc dan akan diproduksi massal. Secara desain, SFA sangat menarik dengan konsep futuristik. Dimensinya juga tak terlalu besar, cocok untuk pengendara di perkotaan. Kemungkinan Honda mulai berfokus membangun segmen premium dari sepeda motor sport 150cc. Pasar terbesar tentu Asia, atau bisa jadi Indonesia, yang mempunyai pertumbuhan segmen sepeda motor sport cukup tinggi.
  5. Nissan Juke Revolt yang merupakan versi dress-up memiliki beberapa fitur yang tak dimiliki oleh Honda HR-V 1.5 yang merupakan pesaing terdekatnya. Apa saja? Lampu depan berbasis proyektor Xenon dengan auto on/off dan auto levelling merupakan fitur standar pada lini Nissan Juke terbaru. Pada HR-V bermesin 1.5L, lampu yang digunakan berbasis halogen dengan fitur auto off saja. Masih pada lampu. Honda HR-V 1.5 tak memiliki lampu DRL (day-time running light) LED. Sementara itu Nissan Juke terbaru sudah mengadopsi LED signature yang atraktif. Masuk ke dalam kabin Nissan Juke terbaru. Sistem head unit Nissan Juke terbaru juga sudah menggunakan Android touchscreen 7 inci dengan koneksi WiFi yang bisa dilepas seperti komputer tablet untuk kenyamanan penumpang dan keamanan ketika mobil diparkir. Sementara itu Honda HR-V 1.5 menggunakan layar sentuh 6,1 inci yang tertanam di dasbor. Pada Juke Revolt, Nissan menyematkan perangkat aerodinamika tambahan berupa spoiler di bumper depan dan belakang serta roof spoiler yang atraktif dengan warna kontras. Yang menarik, beberapa keunggulan Nissan Juke terbaru tersebut bisa ditebus dengan harga yang lebih kompetitif dibanding HR-V 1.5.
  6. Honda CX500 Turbo, diakui sebagai motor injeksi pertama yang diproduksi secara masal pada tahun 1981, varian dari Honda CX500 Series. Melalui motor ini, Honda merupakan pabrikan pertama yang menggunakan teknologi Injeksi di motor produksi massalnya. Sebagai motor pertama berteknologi injeksi Honda CX500 Turbo memiliki power sebesar 82 HP (59.9 kW) pada putaran 8 ribu RPM. Diklaim, akselerasi CX500 Turbo mampu mengalahkan akselerasi dari Honda CB900F yang notabene memiliki kapasitas mesin hampir dua kali lipat. Selain itu, pemakaian bensin per liternya pun lebih irit dari CX500 biasa yang belum turbo, seperti dilansir Welovehonda. Alasan utama Honda dalam mengembangkan sistem PGM-FI yaitu untuk menekan kadar emisi CO2 yang berpengaruh terhadap pemanasan global . Selain itu Honda juga menunjukkan bahwa Sistem Injeksi memiliki lebih banyak keunggulan seperti lebih irit namun tetap bertenaga. Kemudian dengan sistem PGM-FI, Emisi gas buang dari motor Honda mampu mencapai standar EURO 3. Sebelumnya juga diberitakan bahwa petengahan 2014 ini Honda sudah menerapkan sistem PGM-FI untuk semua motor barunya.
  7. Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia terus bermimpi dan bermimpi. Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik itu mobil maupun motor. Merk kendaraan ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga dijuluki “raja jalanan”. Namun, pernahkah Anda tahu, jika sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengidap penyakit lever. Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya untuk menyaksikan pesawat terbang. Ternyata, minatnya pada mesin tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, dan juga tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri. Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja di Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya. Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama. Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Piston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel. Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah. “Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya, ” ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah, melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan. Berkat kerja kerasnya, desain Ring Piston Honda diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Namun malang, niatnya itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang, setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali. Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pistonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal. Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” cikal bakal lahirnya mobil Honda itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobilnya, menjadi “raja” jalanan dunia. Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilannya dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpi kan lah mimpi baru.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy