Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Hiu'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 9 results

  1. Sirip hiu beberapa tahun terakhir telah menjadi primadona di kalangan pencinta makanan laut. Dari tahun ke tahun, permintaan sirip hiu semakin meningkat. Hal tersebut dikarenakan banyak orang meyakini bahwa sirip hiu memiliki khasiat melimpah. Beberapa kebaikan sirip hiu yang dipercaya adalah dapat membuat tubuh lebih sehat serta wajah awet muda. Karena manfaat tersebut serta terbatasnya jumlah hiu yang ada, maka sirip hiu dijual dengan harga yang sangat fantastis. Masyarakat pun tidak segan untuk mengeluarkan uang banyak demi memperoleh manfaat-manfaat tersebut. Di seluruh dunia, diperkirakan sekitar 26.000-73.000 hiu diperdagangkan. Sirip hiu dan tulang rawan selain dibuat sup, biasanya juga dijual dalam bentuk bubuk, kapsul, serta obat tradisional. Pengobatan di Cina mengklaim bahwa sirip hiu ini dapat bermanfaat untuk menjaga tekanan darah, meningkatkan nafsu makan, dan memberikan energi beberapa organ internal. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) belum mengonfirmasi manfaat-manfaat kesehatan tersebut. Deborah Mash, seorang profesor neurologi di University of Miami School of Medicine, memimpin studi pertama yang menunjukkan bahwa hiu mengandung β-metilamino-l-alanin (BMAA) yang bersifat neurotoksik. BMAA adalah asam amino nonprotein yang dihasilkan oleh cyanobacteria (kadang-kadang disebut ganggang biru-hijau). BMAA telah menjadi perhatian karena semakin banyak bukti bahwa konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi zat kimia ini dapat menyebabkan sklerosis lateral amiotrofik, Alzheimer, dan Parkinson. Mash berkolaborasi dengan Neil Hammerschlag, yang juga berhasil menangkap hiu di perairan pesisir Florida. BMAA terdeteksi di 23 dari 29 sampel sirip hiu. Hiu juga biasanya mengandung kadar merkuri yang tinggi. Sebuah studi terbaru oleh Doug Lobner, seorang profesor ilmu biomedis di Marquette University, menunjukkan bahwa merkuri dan BMAA adalah gabungan senyawa kimia yang dapat menyebabkan penyakit otak degeneratif. Walaupun kandungan senyawa kimia tersebut sudah dipastikan terdapat dalam sirip hiu, namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui risikonya pada manusia.
  2. Selama ini kita hanya tahu bahwa pramugari bertugas melayani berbagai kebutuhan penumpang saat di pesawat. Namun ternyata profesi yang satu ini memiliki tugas lebih dari itu. Pramugari tidak hanya dilatih untuk dapat menangani situasi akibat turbulensi ataupun yang berhubungan dengan cuaca. Namun pramugari diharuskan mampu menangani tugas lainnya yang bisa dikatakan aneh. Mereka dilatih untuk bertahan hidup di padang pasir hingga membantu penumpang melahirkan. Mantan pramugari Virgin Atlantic, Mandy Smith mengatakan mereka diajari menangani segala sesuatu yang berhubungan dengan situasi darurat yang kemungkinan terjadi di pesawat, kapanpun, dimanapun, dan apapun itu. "Dalam pelatihan, kita diajarkan untuk menangani segala sesuatu dari ketidakberdayaan awak kabin lain, memadamkan kebakaran, hingga pertolongan medis darurat untuk prosedur evakuasi," kata Mandy, yang dikutip dari laman dailymail. Selain itu, pramugari juga diajarkan bagaimana mengidentifikasi teroris. Bahkan, pramugari diajari untuk menahan orang yang berpotensi membahayakan pesawat."Awak kabin diajari oleh mantan instruktur SAS (pasukan khusus) bagaimana mencegah dan menahan individu yang menimbulkan ancaman bagi keselamatan pesawat dan menangani penumpang nakal atau mabuk," tambah Mandy. Wanita yang pernah menjalani profesi pramugari selama 12 tahun ini juga mengatakan bahwa pramugari diajari teknik bertahan dalam situasi yang sulit seperti mendarat di gurun, laut, kutub dan hutan. Bahkan pramugari juga diajarkan cara menangani hiu. "Kecelakaan pesawat yang akhirnya terjerumus ke lautan sering terjadi. Sehingga memungkinkan bertemu dengan monster laut tersebut, jadi lebih baik mempersiapkannya. Kami diajarkan untuk mempertahankan diri dengan menyerang titik lemah mereka, yaitu hidung dan mata," ungkapnya.
  3. Aktivitas memotret diri sendiri tanpa bantuan orang lain atau foto selfie sedang tren di kalangan remaja yang berupaya memuaskan hasrat dokumentasi diri di sebuah lokasi. Tetapi, aksi selfie ini bisa pula menimbulkan malapetaka. Sudah banyak kejadian nahas akibat selfie. Insiden selfie terbaru menimpa seorang turis Jepang usia 66 tahun yang meninggal karena jatuh dari tangga saat ia berusaha berfoto di Taj Mahal, India. Ada pula kecelakaan yang menimpa pilot Cessna 150 pada Februari lalu di Colorado, AS karena ia dilaporkan sibuk selfie. Fenomena selfie pun kemudian dianggap lebih berbahaya ketimbang kematian yang disebabkan oleh serangan hiu di laut. Menurut data The Huffington Post, insiden selfie tahun 2015 ini menelan banyak korban sebanyak 12 kematian dibanding delapan kematian akibat serangan hiu. Menyadari ada bahaya 'terselubung' dari aktivitas selfie, beberapa pemerintah negara seperti Rusia tergerak untuk merilis kampanye mengenai selfie yang aman. Tips tersebut disampaikan dalam ilustrasi seperti rambu dilarang masuk. Di antaranya adalah larangan selfie di perahu, di atap rumah, tengah jalan, sambil memegang senjata, di depan binatang buas dan di rel kereta. Juni ini, Uni Eropa turut mengeluarkan larangan selfie dan pengunggahan foto tempat terkenal seperti Menara Eiffel ke media sosial. Awal September kemarin, seorang pemuda 19 tahun di Houston tak sengaja menembak diri sendiri ketika hendak selfie dengan mengacungkan pistol ke arah kepalanya. Pada Juni lalu, adapun dua orang tewas di Pegunungan Ural, yang terbentang sepanjang Kazakhstan dan Rusia, setelah mengambil selfie ketika sedang menarik pin granat. Di bulan yang sama, seseorang berumur 21 tahun tewas setelah mengambil selfie di Jembatan Moskow dan terjatuh. Tak hanya itu, lima orang tewas karena selfie terlalu dekat dengan kawanan bison di Taman Nasional Yellowstone, AS. Kegiatan selfie mulai populer sejak tahun 2014 dan awalnya dianggap bermanfaat demi mengabadikan suatu momen. Tahun 2014 disebut sebagai ‘Tahun Selfie’ saking meluasnya tren ini seiring berkembangnya pula ponsel pintar dengan kamera depan yang canggih.
  4. Ikan hiu terdiri dari berbagai spesies. Beda Spesies, bentuk telurnya juga beda. Telur ikan hiu ada yang berbentuk spiral dan ada pula yang berbentuk kantong. Selain itu, spesies yang berbeda berkembang biaknya dengan cara yang beda juga. Ada hiu yang menimpan telurnya di dalam rahim. Setelah matang, telur itu pecah, dan lahirlah si bayi hiu. Ada hiu yang bertelur di luar tubuhnya, namun ada pula yang benar- benar melahirkan seperti manusia.
  5. Hiu, siapa yang tidak tahu dengan ikan ganas yang hidup di lautan lepas ini. Ikan ini bisa mengancam hidup manusia yang sedang berenang di laut. Mungkin karena keganasan ikan satu ini, maka tak heran jika banyak produsen film yang membuat cerita berdasarkan hiu ini. Sebenarnya hiu baru memangsa manusia jika dirinya merasa terancam, makanan hiu yang utama sebenarnya bukan daging manusia, melainkan hewan-hewan kecil, ikan-ikan kecil dan plankton. Terlepas dari hal itu, ada beberapa jenis ikan hiu paling besar di dunia yang mungkin sebelumnya Anda belum mengetahuinya. 5. Pacific Sleeper Shark Inilah jenis ikan hiu terbesar di dunia yang pertama, Pacific Sleeper Shark, dari namanya saja tentu Anda sudah dapat menebak jika ikan hiu ini berasal dari perairan samudera Pasific. Ikan hiu jenis ini bisa Anda temukan di kedalaman 6.500 kaki dari permukaan laut. Jenis ikan hiu ini yang sudah mencapai dewasa, berat tubuhnya bisa mencapai 362,87 kilogram, dan panjang pun bisa mencapai 23 kaki. 4. Tiger Shark Diantara spesies ikan hiu yang memiliki predikat sebagai ikan hiu yang paling besar di dunia, boleh dikatan jika ikan hius jenis Tiger Shark adalah salah satu yang paling ganas dibanding dengan ikan hiu yang lainnya. Tiger Shark dewasa panjangnya bisa mencapai 24,3 kaki dengan berat hingga 907,18 kilogram, banyak kasus yang menyatakan jika ikan hiu jenis ini yang paling sering menyerang para perenang. 3. Great White Shark Great White Shark ini juga mendapat julukan sebagai ikan hiu yang paling ganas di dunia. Jika Anda sedang berenang di laut, Anda harus berhati-hati dengan ikan hiu yang satu ini, Great White Shark bisa di temukan di pantai dan di semua lautan. Panjang ikan hiu ini bisa mencapai 26,2 kaki dengan berat hingga 2.267,96 kilogram. 2. Basking Shark Basking Shark mampu memiliki panjang tubuh hingga 40 kaki dengan berat yang dapat mencapai 19 ton. Namun Anda tidak perlu khawatir, Basking Shark bukanlah ikan hiu pemangsa seperti Tiger Shark atau pun seperti Great White Shark. Makanan utama ikan hiu ini adalah plankton-plankton yang ada di lautan, selain itu Basking Shark juga memiliki gerakan berenang yang sangat lambat. 1. Whale Shark Inilah keluarga ikan hiu yang besar dan yang paling tua. Whale Shark sudah ada sejak 60 juta tahun yang lalu. Diantara ikan hiu yang lainnya, ikan hiu jenis ini mampu hidup hingga 70 tahun, berat tubuhnya bisa mencapai 15 ton dengan panjamg bisa mencapai hingga 11 kaki. Sama seperti Basking Shark, ikan hiu Whale Shark bukanlah jenis ikan hiu pemangsa.
  6. Lebih dari 10 juta hiu dibunuh di seluruh perairan Indonesia setiap tahun. Belakangan, muncul gerakan kelas menengah Indonesia yang menuntut agar spesies yang semakin langka ini diselamatkan dari kepunahan. Ekonomi Indonesia yang tumbuh pesat melahirkan kelas menengah baru. Kelompok sosial dengan kesadaran dan tuntutan baru: termasuk menyelamatkan spesies yang kian langka di dunia itu. Kelas menengah adalah pembela utama hiu Indonesia yang semakin punah. Nicholas Saputra, adalah aktor paling terkenal di Indonesia yang ikut dalam kampanya menyelamatkan hiu. Awal tahun 2013, sebuah situs berita paling terkenal dipaksa mengubah sudut pandang laporan mereka. Berawal dari sebuah berita di kolom bisnis berjudul “Berburu Sirip Hiu, Bisnis Menggiurkan”. Berita itu menyulut protes di Twitter, karena dianggap bisa mendorong semakin maraknya perburuan hiu. Tekanan itu akhirnya membuat berita itu diganti dengan judul “Memprihatinkan! Perburuan dan Bisnis Sirip Hiu Masih Marak di Papua”. Perburuan di Raja Ampat Raja Ampat di ujung timur Indonesia adalah perairan yang dikenal sebagai surga. Perairan jernih dan dalam yang dikelilingi gugusan pulau itu menjadi tujuan utama para penyelam dunia yang antara lain ingin melihat hiu yang populasinya di dunia semakin langka. Belakangan pemerintah lokal menyatakan kawasan itu sebagai wilayah perlindungan bagi hiu dan pari manta. Kresna Astraatmadja adalah field producer dokumenter bawah laut. Selama menyelam dan mendokumentasikan Raja Ampat di Papua Barat, dia mengaku hanya melihat satu atau dua yang melintas. Tapi ironisnya, di darat dia melihat ratusan hiu, termasuk dari jenis martil yang selama ini paling dia cari dalam petualangan bawah laut. “Hiu-hiu itu masih segar, tapi sudah tidak ada siripnya,“ kata Kresna kepada Deutsche Welle yang mengaku sejak awal mendalami diving ingin bertemu hiu martil. Ironisnya, dia bertemu dengan spesies langka itu sudah tidak bersirip: mati di sekitar pantai salah satu pulau Raja Ampat. Di pantai di belakang gubuk, dia menemukan seratusan lebih sirip kering dan daging hiu. Dua nelayan yang dia temui mengaku menjual sirip hiu setiap kilogram seharga Rp 1 juta untuk yang berwarna hitam, sementara yang ujung siripnya berwarna putih sekitar Rp 1,5 juta. Kresna juga menemukan bangkai-bangkai hiu tanpa sirip bergelimpangan di perairan sekitar pantai. Hiu mati itu dibiarkan beberapa saat di dalam air, dan setelah itu akan diambil dagingnya untuk dijual seharga Rp 15 ribu per kilogram. Sirip dan daging hiu lantas dikirim ke Sorong, dan di sana sudah ada penadah yang siap membelinya untuk kemudian dikirim ke Jakarta. Pemasok utama Perairan Indonesia adalah surga bagi hiu dan para pemburunya. Lebih dari 10 juta hiu dibunuh setiap tahun di perairan Nusantara. Indonesia adalah pemasok utama dalam rantai bisnis yang bertanggungjawab atas kematian 73 juta hiu di dunia setiap tahun. Perburuan hiu di Indonesia adalah sebuah wilayah abu-abu. Kemiskinan dan ketidaktahuan membuat nelayan miskin terus memburu hiu. Apalagi sirip spesies ini berani dihargai cukup mahal. “Masalahnya permintaan (sirip hiu-red) terus tinggi. Pasar terbesar sirip hiu sesungguhnya ada di luar negeri,“ kata Abdul Halim, direktur kelautan The Nature Conservancy, yang aktif dalam gerakan menyelamatkan hiu kepada Deutsche Welle. Terutama di beberapa negara yang memang bisa mengkonsumsi produk biodiversitas yang eksotik, kata Halim sambil menyebut Hongkong dan Taiwan sebagai tujuan utama ekspor diam-diam sirip hiu asal Indonesia. Lebih mahal jika hidup Abdul Halim mengingatkan bahwa nilai ekonomi hiu akan lebih tinggi saat hidup bebas di lautan lepas. “Sudah banyak studi yang mengindikasikan bahwa nilai hiu yang hidup lebih mahal dibanding harga sirip jika dibunuh. Pariwisata membuat orang membayar lebih mahal untuk melilhat mereka hidup di lautan bebas,” kata Halim. Pada 2011, kajian yang dilakukan Australian Institute of Marine Science menemukan bahwa satu hiu karang di Palau menghasilkan hampir 2 juta dollar dari wisata eko sepanjang hidupnya. Jauh lebih mahal ketimbang jika dia mati dan sirip hiu besar yang dijual dengan harga hanya 250 dollar per kilogram. Tapi masalahnya kini menurut Kresna Astraatmadja, adalah bagaimana membuat keberadaan hiu di Raja Ampat misalnya, punya dampak ekonomi bagi para nelayan sekitar. “Biaya wisata ke Raja Ampat itu sangat mahal. Sekali ke Raja Ampat itu ongkosnya hampir sama seperti naik haji (sekitar Rp 30 juta). Itu semua untuk biaya diving, penginapan, makan dan lain-lain. Itu seharusnya ikut dinikmati penduduk setempat." Seperti di Costa Rica kata Kresna, di mana para nelayan diajak menyelam: diberdayakan, diajari jadi dive guide, dipekerjakan di resor-resor, atau industri yang menunjang wisata menyelam. Itu akan otomatis membuat mereka berhenti bahkan akan ikut menjaga dan memperingatkan kawan-kawannya agar jangan membunuh hiu.
  7. 1. Hiu Bukan Hewan Ganas Pemangsa Manusia Menurut data dari International Shark Attack file (ISAF) terjadi antara 50-75 orang yang diserang hiu setiap tahun di seluruh dunia. Dari data tersebut, 8-12 orang mengalami kematian. Data ini sebenarnya jauh lebih kecil jumlahnya jika dibandingkan dengan jumlah kematian setiap tahun yang disebabkan oleh gajah, lebah, buaya, petir atau bahaya alam lainnya. Namun, akibat ekspos yang berlebihan dari media sehingga seolah-olah ikan hiu menjadi hewan pemangsa manusia paling berbahaya. Di sisi lain, jumlah hiu yang terbunuh akibat penangkapan besar-besaran setiap tahun antara 20-100juta ekor. 2. Hanya Hiu Berukuran 1.8m Yang Berpotensi Menyerang Manusia Dari 440 lebih spesies hiu, sekitar 80%-nya tumbuh kurang dari 1.6m. Dan hiu-hiu tersebut tidak dapat menyakiti orang atau jarang bertemu orang. Hanya 32 spesies yang didokumentasikan dalam serangan terhadap manusia. Dan hanya hiu yang berukuran panjang 1.8m atau lebih yang berpotensi mudah menyerang manusia. Tiga spesies yang telah diidentifikasi berulang kali menyerang manusia adalah hiu putih besar, hiu harimau dan hiu banteng. Ketiga spesies tersebut ditemukan di seluruh dunia. Ukuran mereka besar dan memangsa sebagian besar mamalia laut. Serangan yang sering terjadi adalah pada perenang, penyelam bebas, peselancar dan kapal. Hiu putih besar tercatat sebagai penyerang tertinggi dibanding spesies hiu lainnya. Namun, dari catatan ISAF sekitar 80% dari semua serangan hiu terjadi di daerah tropis dan subtropis. Dimana spesies hiu lainnya lebih mendominasi dibandingkan hiu putih besar. 3. Indonesia dan India Adalah Negara Penangkap Hiu Terbesar Data terbaru dari TRAFFIC, sebuah aliansi antara WWF dan International Union for Conservation of Nature (IUCN), merilis laporan yang menyebutkan daftar negara-negara yang menjadi pusat utama penyuplai perdagangan daging hiu atau bagian-bagian tubuh hiu. Pada laporan yang dipublikasikan di Bangkok Maret lalu, negara Indonesia dan India berada di urutan teratas dalam daftar tersebut. Diurutan berikutnya ada Bangladesh, Maladewa, Oman, Singapura, Thailand dan Uni Emirat Arab sebagai eksportir sirip hiu. Sedangkan Namibia, Afrika Selatan, Panama, dan Uruguay sebagai eksportir daging ikan hiu. 4. Gigi Hiu Tanggal 30.000 Lebih Sepanjang Hidup Mereka Gigi hiu tidak memiliki akar sehingga gigi mereka biasanya tanggal setelah sekitar satu minggu dan terus-menerus diganti sepanjang hidup. Pada beberapa spesies, waktu gigi mereka tanggal bervariasi. Dari sekali setiap 8 hari, 10 hari dan ada yang sampai beberapa bulan baru tanggal. Hiu memiliki lima sampai 15 baris gigi di setiap rahang dan sebagian besar memiliki 5 baris. Uniknya, beberapa spesies hiu kehilangan gigi 30.000 atau lebih sepanjang hidup mereka. Namun, hiu memiliki susunan gigi baru pengganti yang dapat mengganti gigi yang tanggal tersebut hanya dalam satu hari alias 24 jam. 5. Hiu Terkecil Hanya 21.2cm Hiu memang spesies yang dikenal memiliki tubuh yang sangat besar. Tapi ada pengecualian untuk hiu yang satu ini. Ya, Dwarf Lanternshark adalah hiu terkecil dengan panjang tubuh maksimal hanya 21.2cm. Hiu ini hanya berada di area kecil dari Laut Karibia di lepas pantai Kolombia dan Venezuela. Tepatnya di antara Barranquilla dan Santa Marta, dekat Semenanjung Guajira dan juga ada di antara Kepulauan Los Testigos dan Grenada. Hiu ini berada pada kedalaman 283-439m (928-1.440 feet) dibawah permukaan laut.
  8. Jika Anda berpikir hiu adalah raja laut, setelah melihat video ini Anda akan belajar bahwa sesuatu yang disebut Kerapu Goliat atau dikenal sebagai jewfish, ikan laut besar dari keluarga kerapu makan seekor hiu hanya untuk camilan di pagi hari. Kejadian ini berhasil direkam oleh pemancing di pantai Bonita Springs Florida, Agustus 2014. Sejak diunggah ke Youtube 19 Agustus lalu, video ini telah dilihat 9 juta kali.
  9. Para peneliti menemukan bahwa mata ikan hiu, termasuk hiu sapi dan hiu harimau, tidak didesain untuk membedakan warna jadi mata mereka hanya melihat dunia dalam hitam dan putih. Hal itu berarti bertentangan dengan warna biru muda laut, akan lebih baik mengenakkan pakaian renang yang berwarna cerah untuk mengurangi kekontrasan atau perbedaan warna dengan air. Studi tersebut mendukung statistik dari International Shark Attack File (ISAF) yang menunjukkan bahwa kebanyakan serangan ikan hiu terjadi pada penyelam atau peselancar yang mengenakkan pakaian untuk air yang berwarna hitam. Tim peneliti di Universitas Western Australia dan Universitas Queensland memeriksa mata 17 spesies ikan hiu termasuk, hiu sapi, hiu harimau, hiu karang dan hiu Port Jackson. Mereka menemukan bahwa retina mata mereka hanya memiliki satu kerucut (cone atau detektor cahaya) yang hanya dapat mendeteksi terang atau gelap. Hal tersebut berarti satu buah apel yang berwarna merah hanya sesuatu yang bercorak gelap bagi mereka. Sebaliknya manusia memiliki tiga kerucut untuk membedakan warna, merah, hijau dan biru. Seperti yang dilansir oleh Telegraph (18/01/11), Profesor Nathan Hart, pemimpin penelitian tersebut, mengatakan bahwa penglihatan ikan hiu bisa dibandingkan dengan menonton televisi hitam putih. "Apabila ikan hiu kurang dalam penglihatan warna, hal tersebut berarti bahwa kekontrasan terang lebih penting untuk mendeteksi dan mengidentifikasi obyek-obyek," tuturnya. "Kita boleh menggunakan informasi ini untuk membantu mendesain kapal selancar kecil dan pakaian renang yang kurang menarik perhatian atau lebih memuakkan bagi ikan hiu untuk mengurangi serangan terhadap orang-orang. "Kita juga boleh menggunakannya untuk mendesain umpan pancingan panjang yang kurang menarik bagi ikan hiu dan mengurangi jumlah ikan hiu yang mati karena tertangkap pancingan setiap tahun." Profesor Hart mengatakan bahwa lebih banyak penelitian diperlukan untuk menentukan pola mana yang berfungsi paling baik untuk mengelakkan ikan hiu. "Langkah selanjutnya ialah melihat pada perilaku," katanya. Walaupun kebanyakan ikan bertulang (bony fish, Osteichthyes) memiliki beberapa penglihatan warna, ikan paus, lumba-lumba dan anjing laut diyakini juga hanya memiliki satu kerucut. Penelitian baru itu mengejutkan karena ikan hiu merupakan salah satu pemburu yang paling hebat di dunia. Hingga saat ini, para ahli meyakini bahwa kesuksesan evolusioner ikan hiu berada pada sistem sensor yang sangat teradaptasi, termasuk penglihatan. Akan tetapi sekarang kelihatan bahwa ikan hiu sebenarnya mengandalkan mekanisme yang lain juga, yang kombinasinya memperkenankan keefektifan makhluk tersebut dalam berburu. Studi tersebut dipublikasikan di Naturwissenschaften
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy