Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Disney'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. The Walt Disney Company (Disney) bekerja sama dengan Telkomsel untuk peluncuran perdana Disney+ (Plus) Hotstar di Indonesia. Posisi Telkomsel sebagai operator telekomunikasi terbesar menjadi salah satu alasan utama kolaborasi ini. Regional Lead Emerging Markets The Walt Disney Company APAC, Amit Malhotra, menjelaskan salah satu tujuan Disney Plus Hotstar adalah untuk menghadirkan konten berkualitas sebagai bagian dari perkembangan inovasi digital di Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan visi Telkomsel. Sebagai operator besar, Telkomsel dinilai memiliki infrastruktur dan jaringan broadband luas, sehingga memiliki akses lebih luas untuk menjangkau masyarakat. "Disney ingin memberikan konten digital berkualitas, sama dengan visi Telkomsel. Kami pikir bisa mencapai itu melalui kerja sama dengan Telkomsel agar dapat memberikan konten bagus ke Indonesia, akses mudah dan harga terjangkau untuk semua orang," tutur Amit. Jumlah pengguna internet yang cukup tinggi di Indonesia, dan pelanggan Telkomsel yang mencapai 160 juta, dinilai akan membantu Disney menghadirkan pengalaman produk yang baik untuk konsumen. "Itu alasan kami bekerja sama dengan Telkomsel, untuk memberikan pengalaman terbaik di Indonesia. Melalui skala ini dan populasi digital di Indoensia, kami harap konten berkualitas kami dan konten lokal akan menciptakan pengapalan produk yang unik," ujar Amit menjelaskan. Ekosistem Digital di Indonesia Direktur Marketing Telkomsel, Rachel Goh, menambahkan bahwa kerja sama ini sekaligus merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam membangun ekosistem digital di indonesia. Telkomsel telah membangun jaringan digital di seluruh Indonesia, dan saat ini tengah membangun platform digital untuk menghadirkan konten-konten berkualitas. "Telkomsel sudah memiliki jaringan yang bagus, konsumen yang banyak, dan yang terbaru adalah hiburan dengan menghadirkan konten. Dengan jaringan yang bagus, kami bisa memberikan konten-konten yang menghibur. Salah satunya melalui kerja sama dengan Disney," kata Rachel. "Kolaborasi bersama Disney Plus Hotstar ini merupakan kolaborasi yang bersifat inklusif, yang kami harapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia," ujar Rachel.
  2. Setelah Google menyatakan minatnya untuk melakukan akuisisi terhadap Twitter Inc. kini Walt Disney Co. juga tengah mengevaluasi rencananya untuk mengambil alih perusahaan media sosial asal Amerika Serikat tersebut. Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, para petinggi Twitter telah membuka pembicaraan dengan para calon pembeli perusahaan pada Senin (26/9). Selain Google dan Disney, Salesforce.com yang bekerja sama dengan Bank Of America (BoFA) juga disebut tertarik untuk ikut mengakuisisi perusahaan microbloging itu. “Kebijakan Disney ini memang mengundang pertanyaan, tetapi mungkin akuisisi Twitter ini akan membantu mereka menyediakan platform tambahan untuk menjangkau audiens di seluruh dunia,” kata James Cakmak, analis Monness Crespi Hardt & Co, Selasa (27/9). Namun demikian, baik pejabat Disney maupun Twitter masih enggan untuk menanggapi kabar tersebut. Seperti diketahui, spekulasi bahwa Twitter akan dijual telah meningkat beberapa bulan terakhir, terutama setelah Google dan Salesforce.com mendeklarasikan keinginannya untuk mengambil alih Twitter. Sejumlah pengamat memperkirakan, aksi korporasi Disney tersebut berpeluang besar terjadi. Pasalnya, CEO Twitter Jack Dorsey juga merupakan anggota dewan di Disney. Akibat kabar ini, nilai saham Twitter naik 2,1% menjadi US$23,09 pada perdagangan Selasa (27/9). Saham perusahaan tercatat melonjak 21% sejak 21 September. Sementara itu saham Disney justru jatuh 2% menjadi US$19,40 pada periode yang sama. Chief Executive Officer Bob Iger juga memiliki reputasi sebagai pengusaha yang cukup berani dalam melakukan aksi korporasi. Salah satunya adalah keputusannya mengambil alih Pixar pada 2006 dengan nilai US$7,4 miliar hanya beberapa bulan setelah dia menjadi CEO. Iger juga disebut sangat berminat untuk berinvestasi di sektor teknologi, terutama setelah proyek layanan video online HBO Now yang dikembangkannya cukup sukses. Neraca keuangan Disney juga disebut sebagai yang paling kuat di industri media. Alhasil, jika akuisisi Twitter yang memiliki nilai pasar mencapai US$16 miliar terjadi maka akan menjadi aksi merger terbesar keduanya sejak mengakuisisi Capital Cities/ABC Inc. sebesar US$ 19 miliar pada 1996. Aksi merger dengan Twitter akan memberikan Disney keuntungan yang lebih besar dari iklan digital yang semakin gencar mengalir ke sejumlah situs media sosial.
  3. Sebuah proyek terbaru milik laboratorium riset Disney ini akan membuat aktivitas mewarnai menjadi lebih menarik. Apa sebabnya?Disney Research tengah mengembangkan sebuah aplikasi buku mewarnai interaktif untuk perangkat iOS dan Android menggunakan Unity game engine yang nantinya bisa mengubah gambar yang diwarnai menjadi obyekaugmented-reality pada layar.Aplikasi ini bisa menghasilkan bagian dari obyek dalam tekstur yang sama dengan yang telah diwarnai. Contoh, apabila Anda mewarnai seekor gajah dari depan dengan corak dan warna tertentu, maka aplikasi juga akan menunjukkan bagian belakang yang menyerupainya. Hal ini dilakukan dengan menyalin piksel dan menyesuaikannya untuk digunakan pada bagian gambar yang lain. Aplikasi juga akan mengubah gambar menjadi obyek tiga dimensi (3D) secara real time, sehingga Anda pun bisa melihat ketika obyek dalam wujud 3D ketika sedang diwarnai. Belum ada informasi mengenai jadwal perilisan aplikasi menarik ini untuk dapat diunduh. Seraya menunggu, Anda dapat mengetahui detailnya dengan membaca langsung di situs resmi Disney Research. Simak juga tayangan videonya di bawah:
  4. Disney memang selalu memiliki pesona tersendiri bagi setiap wanita di dunia. Seperti tokoh-tokoh princessnya yang selalu menginspirasi. Kali ini Vemale akan mencoba menghadirkan deretan cupcake yang terinspirasi oleh princess Disney. Simak galerinya di sini yuk ndral. Semoga menginspirasi.
  5. Disney mengkonfirmasi rencana pembuatan sekuel film animasi musikal Frozen. Para penggemar film animasi Disney dipastikan tersenyum bahagia ketika mendengar konfirmasi bahwa petualangan kakak beradik Anna dan Elsa akan kembali tampil di layar lebar, dalam sekuel film Frozen. Kabar gembira ini diumumkan Disney secara resmi dalam pertemuan pemegang saham tahunan Walt Disney Co oleh Ketua Departemen Kreatif Walt Disney dan Pixar Animation Studios, John Lasseter, bersama dengan CEO Disney Bob Iger dan Josh Gad, pengisi suara si manusia salju Olaf, di San Fransisco pada Kamis 13 Maret 2015. Dalam kesempatan tersebut, Disney mengungkapkan bahwa Direktur film Frozen, Jennifer Lee dan Chris Buck tengah mengembangkan sekuel film ini dengan produser Peter Del Vecho, orang di belakang kesuksesan Frozen meraih dua piala Oscar. Namun, para penonton yang ingin kembali mendengar suara merdu Indina Menzel dan Kristen Bell dalam animasi musikal ini harus bersabar, karena Disney belum merlisi tanggal dan rincian produksi sekuel Frozen. Kabar pembuatan sekuel Frozen sebenarnya telah santer terdengar sejak akhir tahun lalu, ketika Indina Menzel, pengisi suara untuk karakter Putri Elsa, membuka soal rencana ini. Selain itu, dengan pendapatan US$1,3 miliar sejak dirilis pada November 2013 lalu, sudah dapat dipastikan Frozen menjadi salah satu film yang lama bertengger di jajaran tangga box office dan membantu menghidupkan kembali Walt Disney Animation Studios. Frozen Fever Hampir dua tahun tayang, kehebohan soal Frozen, atau biasa disebut Frozen Fever ternyata tak juga pudar. Menurut catatan Variety, Frozen berhasil menjadi film animasi yang merajai merchandise, dan memecahkan rekor penjualan homevideo. Pengumuman sekuel Frozen ini juga bertepatan dengan penayangan film animasi Disney lainnya, Cinderella, yang dibuka dengan film pendek Frozen Fever. Dalam Frozen Fever, penonton bisa menyaksikan kelanjutan kisah Putri Elsa, Putri Anna, Kristoff dan Olaf si manusia salju yang menggemaskan. Film pendek berdurasi tujuh menit ini dengan sangat manis menampilkan hubungan Elsa dan Anna ketika Elsa telah kembali ke Arendelle dan tengah menyiapkan pesta ulang tahun untuk Elsa. "Kami menikmati sekali pembuatan 'Frozen Fever', kembali ke dunia tersebut dengan seluruh karakternya," kata Lasseter, dikutip dari Variety, Kamis (12/3). "Jennifer Lee dan Chris Buck mengusulkan adanya sekuel, dan tunggu informasi selanjutnya. Kami akan membawamu kembali ke Arendelle," ujar Lesseter, merujuk pada nama kerajaan di film Frozen. Selain mengumumkan soal sekuel Frozen, Disney juga menyatakan bahwa film Star Wars: Episode VIII akan dirilis pada 26 Mei 2017. Sementara, film Star Wars lainnnya, Rogue One yang akan digarap oleh Gareth Edwards dan dibintangi oleh Felicity Jones, akan dirilis pada 16 Desember 2016.
  6. Di sebuah kota bernama San Fransokyo, seorang remaja bernama Hiro meneruskan proyek kakaknya untuk membuat sebuah robot yang bisa membantu kehidupan sehari-hari. Namun ketika kota tersebut di ambang kehancuran, Hiro bersama sang robot dan lima rekannya bahu-membahu menyelamatkan kota. Itulah sekilas cerita Big Hero 6, sebuah film animasi terbaru besutan Disney. Cerita Big Hero 6 diambil dari salah satu komik Marvel berjudul sama meski dengan berbagai modifikasi. Contohnya adalah nama kota yang diubah menjadi San Fransokyo yang menggabungkan San Fransisco dan Tokyo. Sang robot yang bernama Baymax juga merupakan intepretasi “liar” sang sutradara, Don Hall, yang menginginkan sosok robot original dan tidak pernah dibayangkan orang sebelumnya. Big Hero 6 sendiri adalah film pertama yang mempertemukan Disney dengan Marvel. Itulah yang mungkin menjelaskan mengapa Disney terlihat sangat berambisi menciptakan film yang spektakuler sekaligus revolusioner. Disney bahkan menciptakan software khusus yang disebut Hyperion agar dapat menghasilkan film animasi terbaik yang pernah ada. Hyperion pada dasarnya adalah software yang memperhitungkan jatuhnya cahaya sepanjang film animasi. Animator hanya perlu menentukan posisi sumber cahaya, sementara efek cahaya terhadap lingkungan sekitarnya menjadi bagian Hyperion. Dengan kalkulasi yang kompleks, Hyerion mampu memperhitungkan jatuhnya cahaya dan efeknya terhadap semua benda yang terpengaruh pendaran cahayanya. Sebagai perbandingan, sebelumnya para animator harus memperhitungkan jatuhnya cahaya secara manual. Berkat Hyperion, Big Hero 6 memiliki pencahayaan yang akurat sekaligus natural. Disney mengklaim Big Hero 6 jauh lebih natural dibanding film Disney lain seperti Bolt dan Wreck It Ralph. Keunggulan Hyperion semakin terlihat karena Big Hero 6 mengambil setting perkotaan (yang seharusnya penuh dengan kombinasi cahaya lampu). Lebih gila lagi, Hyperion bisa dibilang masih dalam tahap “beta”. Hyperion sudah digunakan meski masih dalam tahap pengembangan. “[Membuat Hyperion] mirip seperti membuat mobil sambil mengemudikannya,” ungkap Andy Hendrickson, Chief Technology Officer (CTO) Disney. Tim produksi sebenarnya sudah berjaga-jaga dengan cara memproses film menggunakan metode biasa secara bersamaan. Namun karena kerja paralel tersebut menyita sumber daya, Andy pun nekat menggunakan sepenuhnya Hyperion. Beruntung, perjudian itu berhasil. Software lain yang dikembangkan Disney di film ini adalah Denizen. Software ini berfungsi memudahkan animator membuat karakter pendukung film. Pada film Bolt (yang juga mengambil setting perkotaan), Disney hanya menciptakan ratusan karakter. Karena itu, mereka harus memutar otak agar setting di tengah kota New York yang sibuk tetap terlihat sesuai aslinya dengan karakter yang terbatas tersebut. Namun dalam Big Hero 6 ini, Disney menciptakan 750 ribu karakter, alias nyaris sama seperti jumlah penduduk San Fransisco sesungguhnya. Pada adegan pembukaan saja terdapat 6000 karakter yang masing-masing memiliki karakter unik. Dan hal itu dimungkinkan berkat Denizen. Pembuatan Big Hero 6 pun membutuhkan kerja komputasi yang luar biasa. Untuk me-render film ini, Disney harus menggunakan komputer paralel yang tersebar di dua kota (Los Angeles dan San Fransisco). Komputer paralel ini melibatkan 55 ribu core prosesor yang mengerjakan 400 ribu proses komputasi per hari. Itulah kesungguhan yang dilakukan Disney di film animasi terbarunya Big Hero 6. Trailer di bawah ini mungkin sudah menunjukkan hasil kerja tersebut. Nah, tertarik untuk menonton filmnya?
×
×
  • Create New...