Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Debian'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. Jelang tahun 2016, komunitas pegiat peranti lunak terbuka dirundung duka karena kepergian pendiri sistem operasi Debian Linux, Ian Murdock. Hal yang mengejutkan, Murdock seakan memberi petunjuk soal rencana kematiannya. Lahir 42 tahun silam, penyebab kematian Murdock hingga sekarang belum dikonfirmasi secara resmi. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Senin malam, 28 Desember 2015. Kabar tewasnya Murdock baru diketahui publik pada hari Rabu melalui publikasi blog seorang karyawan Docker, perusahaan peranti lunak komputer yang juga tempat kerja Murdoch dalam dua bulan terakhir. Sebelum meninggal, Murdock memperlihatkan bahwa ia sedang menghadapi masalah dengan polisi. Ia ditangkap dengan tuduhan melakukan aksi serangan terhadap seorang petugas dan ia dibawa ke rumah sakit. Tak hanya itu, di hari ia meninggal, pada siang harinya Murdock sempat berkicau di akun Twitter pribadi miliknya, mengungkapkan bahwa ia ingin bunuh diri. "Saya akan bunuh diri malam ini. Jangan menghalangi seakan-akan saya punya kisah hidup yang tak layak ikut mati bersama saya," cuit Murdock, sekitar pukul 14.13 waktu setempat, Senin 28 DEsember 2015. Kala itu banyak orang yang berspekulasi bahwa akun Twitter-nya telah diretas dan kicauan tersebut bukan ditulis oleh Murdock sendiri. Tak hanya soal kicauan bahwa ia ingin bunuh diri, Murdock juga sempat mempublikasi sejumlah tweet mengenai opininya terhadap perlakuan polisi. Murdock mengembangkan Debian Linux pada Agustus 1993. Kata "ian" dari "Debian" memang berasal dari namanya sendiri. Murdoch, yang tinggal di San Francisco, dikenal sebagai pencipta distro open source Linux pada 1993 ketika masih mahasiswa di Purdue University. Ia meraih gelar sarjanan ilmu komputer pada 1996 dan di tahun yang sama kelompok Proyek Debian meluncurkan versi stabil sistem operasi tersebut. Nama Debian pada sistem operasi itu diambil dari nama depannya, Ian. Dalam kurun satu dekade belakangan, Murdock berkontribusi di dalam komunitas teknologi di mana ia berperan sebagai CTO di Linux Foundation. Ia juga menjadi pimpinan senior di Sun Microsystems dan menjabat sebagai Vice President of Platforms di ExactTarget yang berbasis di Indianapolis.
  2. Para pegiat peranti lunak komputer bersifat terbuka sedang berduka. Ian Murdock, yang dikenal sebagai pendiri sistem operasi Debian Linux, menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin malam, 28 Desember 2015, di San Francisco, Amerika Serikat, saat usia 42 tahun. Kabar tewasnya Murdock baru diketahui publik pada hari Rabu melalui publikasi blog seorang karyawan Docker, perusahaan peranti lunak komputer yang juga tempat kerja Murdock dalam dua bulan terakhir. Murdock dikenal sebagai pencipta distro open source Linux pada 1993 ketika masih mahasiswa di Purdue University. Ia meraih gelar sarjanan ilmu komputer pada 1996 dan di tahun yang sama kelompok Proyek Debian meluncurkan versi stabil sistem operasi tersebut. "Dengan sangat sedih kami memberitahu Anda bahwa Ian Murdock meninggal pada Senin malam," kata Ben Golub, CEO Docker. Menurut Golub, Murdock telah membantu dunia dalam merintis gagasan proyek peranti lunak yang benar-benar terbuka, merangkul desain terbuka dan kontribusi terbuka. Pada Senin sore, Murdock sempat mempublikasi serangkaian kicauan Twitter yang menyedihkan dan tidak menentu, mengungkapkan ia telah ditangkap di dekat rumahnya oleh polisi, dituduh menyerang seorang perwira, dan dibawa ke rumah sakit. Dia juga mengancam akan bunuh diri. Setelah orang mengulurkan tangan kepadanya, Murdock muncul untuk tenang, dan bersumpah bukan untuk membersihkan namanya. Murdock meninggal malam itu. Akun Twitter-nya sejak itu telah dinonaktifkan. Penyebab kematian Murdock sejauh ini belum diketahui. Dalam satu dekade terakhir, Ia sempat menjadi CTO di Linux Foundation, pemimpin senior di Sun Microsystems, dan terakhir sebagai wakil presiden platform perusahaan ExactTarget di Indianapolis. Murdock sempat menikah pada 1993 dengan Debra Lynn, namun mereka bercerai pada 2008. Murdock Murdock meninggalkan dua anak perempuan.
  3. Debian dan Ubuntu Ubuntu dan Debian memiliki hubungan yang sangat erat. Ubuntu dibuat berdasarkan arsitektur dan infrastruktur Debian namun memiliki proses rilis dan komunitas yang berbeda. Tentang Debian Debian merupakan "Fondasi dasar tempat Ubuntu dibangun". Debian adalah proyek pengembangan distribusi (distro) GNU/Linux yang dilakukan secara sukarela. Proyek Debian sudah dimulai sejak sepuluh tahun yang laluk dan sejak awal berdirinya telah memiliki lebih dari 1000 anggota yang berstatus pengembang resmi dan lebih banyak lagi kontributor dan sukarelawan lainnya. Proyek ini juga semakin meluas, meliputi hampir 17.000 paket aplikasi dan dokumentasi yang free dan open source. Sejarah Debian, perkembangan, dan posisinya menjadikannya sangat bagus dalam beberapa hal. Debian memiliki reputasi yang bagus dalam hal integrasi manajemen paket dan akses yang luas ke banyak aplikasi perangkat lunak bebas. Sebagai hasilnya, Debian telah berkembang menjadi salah satu distro GNU/Linux terbesar. Sebagai organisasi sukarelawan, Debian memiliki sejarah yang kurang baik dalam mengatur waktu atau memperkirakan waktu rilis dan mengalami kesulitan waktu dalam ketersediaan rilis. Rilis Stable (stabil) dari Debian menjadi semakin sedikit dan semakin lama dalam beberapa tahun terakhir. Kebanyakan rilis versi "mentah" dari Debian tidak menyediakan perbaikan keamanan untuk paket individual yang sering berubah, kecuali yang termasuk dalam lingkungan proyek pengembangan. Walaupun terasa tidak penting untuk kebanyakan pengguna Debian, kekurangan ini mengecilkan sejumlah calon pengguna Debian. Hal yang tetap dari Debian adalah adanya dukungan terhadap arsitektur yang lebih banyak dibandingkan dengan distribusi lainnya, dan memperbolehkan hampir semua bagian software bebas untuk dikombinasikan seperti kenginan kita. Tim Ubuntu berharap untuk dapat menanggapi beberapa persoalan itu dan membawa lebih banyak lagi orang menuju sistem Debian. Tentang Ubuntu Disponsori oleh Canonical, Proyek Ubuntu mencoba bekerja sama dengan Debian dalam menanggapi persoalan yang tetap membuat banyak orang menggunakan Debian. Ubuntu menyediakan sistem yang berdasarkan Debian dengan frekuensi waktu rilis yang teratur, ketersediaan dukungan untuk pengguna perusahaan, dan tampilan desktop yang lebih dipertimbangkan. Ubuntu memfasilitasi penggunanya dengan cara penyebaran yang digunakan oleh Debian dengan memberikan perbaikan keamanan, mengeluarkan perbaikan bug kritis, tampilan desktop yang konsisten, dan rilis yang berisi aplikasi terbaru dari dunia open source dalam enam bulan terakhir. Ubuntu dan Debian Ubuntu dan Debian dikembangkan secara terpisah namun tetap paralel dan saling berhubungan erat (hampir serupa). Proyek Ubuntu berusaha untuk melengkapi Proyek Debian dalam beberapa hal berikut: Ubuntu dan Debian Komunitas Pengembangan Kebebasan dan Filosofi Ubuntu dan turunan Debian lainnya
  4. Untuk membuat sebuah IP address alias pertama tama Setelah login di root masukan perintah berikut # vim /etc/network/interfaces Lalu setelah itu ubah auto-hotplug eth0 menjadi auto eth0 seperti di bawah ini Setelah itu tambahkan ip alias yang akan di gunakan dengan menggunakan auto eth0:0 , eth0:1 ,eth0:2 dts.. # The primary network interface Auto eth0 iface eth0 inet static address 10.10.10.1 netmask 255.255.255.0 network 10.10.10.0 broadcast 10.10.10.255 gateway 10.10.10.254 # dns-* options are implemented by the resolvconf package, if installed dns-nameservers 10.10.10.1 dns-search tresna-widiyaman.sch.id Auto eth0:0 iface eth0:0 inet static address 10.20.20.1 netmask 255.255.255.0 network 10.20.20.0 broadcast 10.10.10.255 gateway 10.10.10.254 Auto eth0:1 iface eth0:1 inet static address 10.30.30.1 netmask 255.255.255.0 network 10.30.30.0 broadcast 10.10.10.255 gateway 10.10.10.254 Setelah itu simpan dengan menekan esc : wq Lalu restart networking #/etc/init.d/networking restart Lalu setelah itu kita ifup #ifup eth0:0 #ifup eth0:1 Lalu kita lihat ip alis yang kita buat apakah sudah berfungsi dengan perintah #ifconfig
  5. Sebelumnya apa itu Debian ? dan Siapa pembuatnya ? Disini saya akan memberi sedikit Sejarah dari si Debian dan karena saya juga baru ingin memperdalam Debian jadi disini mari kita bahas bersama masalah Debian. Apa itu ? Debian adalah sistem operasi bebas yang dikembangkan secara terbuka oleh banyak programer sukarela(pengembang Debian) yang tergabung dalam Proyek Debian. Sistem operasi Debian adalah gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux yang merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya. Rata-rata Distro turunan Debian adalah Distro yang paling banyak digunakan di dunia, seperti ; Ubuntu , Linux Mint , Backtrack , Knoppix. Bagaimana Sejarahnya ? Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdock, seorang mahasiswa dari Universitas Purdue, Amerika Serikat, pada tanggal 16 Agustus 1993. Nama Debian berasal dari kombinasi nama Ian ( Pembuat Debian ) dengan mantan-kekasihnya Debra Lynn, yang Disingkat dengan “DEBIAN”. Pada awalnya, Ian memulainya dengan memodifikasi distribusi SLS (Softlanding Linux System). Namun, ia tidak puas dengan SLS yang telah dimodifikasi olehnya sehingga ia berpendapat bahwa lebih baik membangun sistem (distribusi Linux) dari nol (Dalam hal ini, Patrick Volkerding juga berusaha memodifikasi SLS. Ia berhasil dan distribusinya dikenal sebagai “Slackware”). Proyek Debian tumbuh lambat pada awalnya dan merilis versi 0.9x di tahun 1994 dan 1995. Pengalihan arsitektur ke selain i386 dimulai ditahun 1995. Versi 1.x dimulai tahun 1996. Ditahun 1996, Bruce Perens menggantikan Ian Murdoch sebagai Pemimpin Proyek. Dalam tahun yang sama pengembang debian Ean Schuessler, berinisiatif untuk membentuk Debian Social Contract dan Debian Free Software Guidelines, memberikan standar dasar komitmen untuk pengembangan distribusi debian. Dia juga membentuk organisasi “Software in Public Interest” untuk menaungi debian secara legal dan hukum. Di akhir tahun 2000, proyek debian melakukan perubahan dalam archive dan managemen rilis. Serta di tahun yang sama para pengembang memulai konferensi dan workshop tahunan “debconf”. Di April 8, 2007, Debian GNU/Linux 4.0 dirilis dengan nama kode “Etch”. Rilis versi terbaru Debian, 2009, diberi nama kode “Lenny”. deb adalah perpanjangan dari paket perangkat lunak Debian format dan nama yang paling sering digunakan untuk paket-paket binari seperti itu. Paket debian adalah standar Unix pada arsip yang mencakup dua gzip, tar bzipped atau lzmaed arsip: salah satu yang memegang kendali informasi dan lain yang berisi data. Program kanonik untuk menangani paket-paket tersebut adalah dpkg, paling sering melalui apt/aptitude. Beberapa paket Debian inti tersedia sebagai udebs (“mikro deb”), dan biasanya hanya digunakan untuk bootstrap instalasi Linux Debian. Meskipun file tersebut menggunakan ekstensi nama file udeb, mereka mematuhi spesifikasi struktur yang sama seperti biasa deb. Namun, tidak seperti rekan-rekan mereka deb, hanya berisi paket-paket udeb fungsional penting file. Secara khusus, file dokumentasi biasanya dihilangkan. udeb paket tidak dapat diinstal pada sistem Debian standar. Paket debian juga digunakan dalam distribusi berbasis pada Debian, seperti Ubuntu dan lain-lain. Saat ini telah terdapat puluhan distribusi Linux yang berbasis kepada debian, salah satu yang paling menonjol dan menjadi fenomena adalah Ubuntu. Siapa Pemimpin Debian ? Pemimpin Proyek Debian (The Debian Project Leader (DPL)) adalah orang-orang yang ada di depan publik dan menjadi penentu arah dari proyek. Proyek Debian telah memiliki pemimpin sebagai berikut: Ian Murdock (Agustus 1993 – Maret 1996), pendiri dari Proyek Debian Bruce Perens (April 1996 – Desember 1997) Ian Jackson (Januari 1998 – Desember 1998) Wichert Akkerman (Januari 1999 – Maret 2001) Ben Collins (April 2001 – April 2002) Bdale Garbee (April 2002 – April 2003) Martin Michlmayr (March 2003 – March 2005) Branden Robinson (April 2005 – April 2006) Anthony Towns (April 2006 – April 2007) Sam Hocevar (April 2007 – April 2008) Steve McIntyre (April 2008 – April 2010) Stefano Zacchiroli (April 2010 – Sekarang) Berikut ada Sedikit dari Debian ? Pada Februari 2011, versi rilis stabil terakhir adalah versi 6.0, dengan kode nama squeeze. Saat versi baru dirilis, versi stabil sebelumnya yaitu versi 5.0 dengan kode nama lennymenjadi oldstable Sebagai tambahan, rilis stabil dengan pemutakhiran minor (disebut sebagai titik rilis). Skema penomoran untk titik rilis hingga Debian 4.0 adalah termasuk huruf r (untuk rilis) setelah nomor versi utama (misal: 4.0) diikuti dengan nomor titik rilis; sebagai contoh, titik rilis terakhir dari versi 4.0 (etch) 8 Desember 2010 adalah 4.0.r9. Dari Debian 5.0 (lenny), skema penomoran dari titik rilis telah berubah dan mengikuti standar penomoran versi GNU; jadi, sebagai contoh, titik rilis pertama dari Debian 5.0 adalah 5.0.1 (bukan 5.0r1). Tim keamanan Debian merilis pemutakhiran keamanan untuk rilis mayor stabil terakhir, sama seperti dengan versi stabil sebelumnya, selama satu tahun. Versi 4.0 dirilis pada 8 April 2007, dan tim keamanan mendukung versi 3.1 hingga 31 Maret 2008. Untuk penggunaan pada umumnya, sangat direkomendasikan untuk menjalankan sistem yang menerima pemutakhiran keamanan. Distribusi testing juga menerima pemutakhiran keamanan, namun waktunya tidak se-teratur seperti versi stabil. Untuk Debian 6.0 (squueze) diumumkan seubah kebijakan pengembangan berbasiskan waktu yaitu membekukan siklus dua tahun. Pembekuan berdasarkan waktu dimaksudkan agar proyek Debian dapat mengakomodasi rilis berdasarkan waktu dengan rilis berdasarkan fitur. Kebijakan pembekuan ini bertujuan agar rilis dapat diprediksikan lebih baik oleh pengguna distribusi Debian, dan memungkinkan pengembang Debian melakukan perencanaan jangka panjang yang lebih baik. Pengembang Debian mengharapkan rilis setiap dua tahun akan memberikan waktu yang lebih banyak untuk perubahan yang besar, mengurangi ketidaknyamanan bagi para pengguna. Dengan memiliki waktu beku yang dapat diprediksi diharapkan dapat mengurangi waktu beku secara keseluruhan. Siklus squeeze dibuat pendek dengan tujuan untuk masuk ke siklus baru. Namun siklus beku pendek ini diacuhkan. Kode nama rilis Debian merupakan nama karakter dari film Toy Story. Distribusi unstable diberikan nama Sid, sesuai dengan karakter emosinya yang tidak stabil, tetangga sebelah rumah yang secara teratur menghancurkan mainan. Rilis setelah squeeze akan dinamakan wheezy, nama pinguin mainan karet dalam Toy Story 2. Bagaimana Debian di Indonesia ? Sama seperti sistem operasi F/OSS (Free/Open Source Software) lainnya, di Indonesia perkembangan Debian berawal dari dunia kampus dengan Memanfaatkan jaringan internal kampus, tumbuh pengguna dan komunitas Debian Indonesia. Untuk mendistribusikan paket-paket terbaru, komunitas Debian Indonesia berinisiatif menyediakan mirror untuk pengguna Debian di Indonesia. Tujuan utamanya adalah mempercepat akses dan menghemat bandwith. Berikut ini adalah beberapa mirror Debian di Indonesia deb http://ftp.itb.ac.id/debianITB deb http://komo.vlsm.orgKomo IIX deb http://kambing.ui.edu/debianUI deb http://mirror.unej.ac.id/debianmirror.UNEJ.ac.id deb http://komo.VLSM.org/debianPENS ITS deb http://mirror.its.ac.id/debianITS
  6. CARA SETTING IP SEMENTARA PADA DEBIAN Setelah saya menjelaskan cara sederhana SETTING IP PERMANEN PADA DEBIAN, maka sekarang saya akan menjelaskan cara SETTING IP SEMENTARA PADA DEBIAN. Cekidot kawann.. :) Untuk Setting IP sementara akan berlaku selama PC kita sedang hidup, jika sudah dead maka IP akan berubah seperti semula. Monggo... :D Lagi- lagi jangan lupa login dulu ya kawan. Sama jangan dikasih tanda " dalam percobaannya ya. Cara login root: 1. Login : nama user anda Password ...... 2. Login : root Password ...... atau tekan SU lalu enter dan isikan password debian sahabat. Cekidot.... 1. Ketik "#ifconfigeth0ipaddressnetmasksubnetmask" lalu tekan "Enter" contoh: #ifconfig eth0 192.168.1.2 netmask 255.255.255.0 2. Jika sudah menekan "Enter" maka pengaturan IP sementara pun sudah selesai. 3. Lakukan "ping" pada IP anda sendiri apaka berfungsi atau tidak, jika berfungsi maka konfigurasi anda telah berhasil. 4. Lihat hasil konfigurasi IP dengan cara ketik "ifconfig". Semoga berkenan...
  7. CARA SETTING IP PERMANEN PADA DEBIAN Ndraal, masih seputar Debian yang menjadi kesukaanku waktu SMK dulu, tapi sekarang dikit lupa karena jurusannya nylentang jauh. Gpp lah ini saya posting biar inget lagi dikit-dikit. Permisi yaa.. Konichiwa kawan- kawan... Sekarang saya mau memberikan tutorial sederhana tentang CARA SETTING IP PERMANEN PADA DEBIAN. Langsung saja ya kawan- kawanku. Nih langkah- langkahnya, dibaca dengan baik ya. :) Oh iyaa, tutorial dibawah ini tidak pakek tanda " ya pada pengalikasiannya. :D Sebelumnya jangan lupa login dulu ya kawan. Cara login root: 1. Login : nama user anda Password ...... 2. Login : root Password ...... atau tekan SU lalu enter dan isikan password debian sahabat. Cekidot.... 1. Ketik "pico /etc/network/interfaces" 2. Maka kita akan disuruh memberikan informasi IP yang akan kita gunakan. Isikan IP yang kawan- kawan inginkan seperti contoh dibawah ini. #The loopback network interfaces auto eth0 iface eth0 inet static address 192.168.1.2 netmask 255255.255.0 gateway 192.168.1.1 3. Setelah selesai memberi informasi IP kita, langkah selanjutnya save informasi IP tersebut dengan cara tekan "Ctrl+O" dan keluar dengan menekan "Ctrl+X". 4. Kemudian restart pengaturan tadi dengan mengetik "/etc/ini.d/networking restart" 5. Setting IP PERMANEN PADA DEBIAN pun sudah selesai. 6. Untuk mengetahui hasil dari pengaturan IP yang kita buat tadi, ketik "ifconfig" maka akan keluar informasi IP kita. Sudah, mudahkan?
×
×
  • Create New...