Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Dahlan Iskan'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Ricky Elson, pencipta mobil listrik 100% buatan Indonesia memutuskan kembali bekerja di Jepang. Pasalnya, impiannya untuk mengembangkan mobil listrik di Tanah Air tidak juga menunjukkan titik terang. Hal ini membuat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan merasa bersalah karena dirinyalah yang telah merayu Ricky untuk meninggalkan Jepang dan membantunya mengembangkan mobil listrik di Indonesia. "Saya merasa bersalah. Salah besar. Terutama kepada anak muda yang hebat ini: Ricky Elson," ungkap Dahlan Menurut Dahlan, sebelum kembali ke Indonesia, Ricky sudah hidup enak di Jepang. Gaji besar dan karirnya melejit. Bahkan Ricky tercatat telah menemukan banyak inovasi kelas dunia. Selama bekerja di Jepang dia berhasil mematenkan 14 penemuan di lembaga paten di Jepang, terutama di bidang motor listrik. "Anak yang begitu lulus SMA di Padang ini langsung sekolah di Jepang, menjadi anak emas di sana. Kesalahan saya adalah memintanya pulang ke Indonesia. Untuk mengabdi ke bangsa sendiri. Cukuplah mengabdi 14 tahun untuk bangsa Jepang," katanya. Dahlan mengaku keinginnya untuk memanggil Ricky pulang dilatari oleh tingginya ketergantungan bangsa Indonesia terhadap bahan bakar minyak (BBM) impor. Salah satu solusi yang dilihat Dahlan adalah mengembangkan mobil listrik. "Kalau kita terlambat mengembangkannya, kita akan terantuk lubang untuk kedua kalinya. Mobil-mobil listrik buatan asing akan membanjiri Indonesia dalam 15 tahun ke depan," papar mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) ini. Maka Dahlan merayu Ricky untuk pulang. Memang dia semula menolak karena gajinya akan turun drastis. Apalagi Ricky sudah menikah sehingga dia harus bertanggungjawab pada keluarga. "Tapi alasan penolakan terbesarnya adalah ini: apakah saya akan berarti? Apakah saya akan mendapatkan keleluasaan untuk mencipta? Apakah pemerintah indonesia akan memberikan dukungan? Apakah proyek itu benar-benar akan bisa jalan? Dan banyak pertanyaan yang sifatnya jauh dari urusan uang seperti itu." Soal gaji yang akan turun, Dahlan memberikan solusi dengan menyerahkan seluruh gajinya selama menjadi Menteri BUMN ke Ricky. Namun, soal jaminan kelangsungan proyek, Dahlan mengaku sulit memberikan. Kecuali dia akan ikut all out. Termasuk membiayai seluruh pembuatan mobil-mobil listrik prototype. Menurut Dahlan, Ricky memenuhi komitmennya dengan membuat mobil listrik 100% made in Indonesia. Dia juga berhasil membina tenaga-tenaga ahli di Pindad agar bisa membuat bagian yang paling sulit dari mobil listrik: motor listrik. Tapi nasib mobil listrik kini kian tidak jelas karena aturannya tidak segera keluar. Padahal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudahmemberikan dukungan yang maksimal untuk mobil listrik. Namun, nyatanya sulitnya bukan main. Kini Ricky menganggur di Indonesia dan mulai merasa hidup sia-sia. Dia ingin kembali ke Jepang. "Dia tidak berani mengatakannya langsung kepada saya. Bahkan salah seorang temannya di Jepang meledeknya dengan kalimat ini: sudah puaskah Anda hanya main-main di Indonesia?" tutur Dahlan. Akhirnya, Ricky pun memutuskan kembali ke Jepang. Dahlan mengaku tidak dapat menahannya karena masa depannya tidak boleh dikorbankan. Namun bagi Dahlan, Ricky sebenarnya sosok yang sangat ideal. Selama hampir dua tahun di Indonesia dia kerja amat keras dan sama sekali tidak menonjolkan diri sebagai seorang ahli. Dia mau membina dan mengajar secara telaten dan sistematis, seperti mempraktikkan dan menularkan ilmu yang dia peroleh selama di Jepang. "Saya masih berharap, kalau perjuangan mobil listrik sudah jelas, kelak akan merayunya kembali untuk pulang ke Indonesia," ujar pria berkacamata itu.
  2. Mantan Direktur Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, Dahlan Iskan akan diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, pekan depan. Bekas Menteri BUMN era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi pembangunan 21 Gardu Listrik Induk Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) senilai Rp 1,063 miliar. "Saya sudah memeriksa. Rencana pemanggilan saksi (Dahlan Iskan) kaitannya sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) pada pekan depan," kata Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Adi Toegarisman, Kamis (16/04/2015). Kajati DKI Jakarta menegaskan, selain Dahlan Iskan, penyidik kejaksaan akan memeriksa seluruh pihak terkait dengan pelaksanaan proyek pembangunan 21 Gardu Induk PT PLN (Persero) Jawa, Bali dan NTB tersebut dan dan perusahaan pemenang tender. Sejauh ini, Kejati telah menahan sembilan orang dari 15 orang yang telah ditetapkan tersangka. Para tersangka yang kini mendekam di Rutan Cipinang Jakarta Timur tersebut diantaranya Manajer Unit Pelaksana Konstruksi (UPK) Jaringan Jawa-Bali (JJB) IV Region Jabar Fauzan Yunas, Manajer UPK JJB IV Region DKI Jakarta dan Banten Syaifoel Arief, dan Manajer Konstruksi dan Operasional Ikitring Jawa, Bali, Nusa Tenggara I Nyoman Sardjana, Deputi Manager Akuntansi Ikitring JJB-Nusa Tenggara Ahmad Yendra Satriana, Asisten Engineer Teknik Elektrikal UPK JJB 2 Yushan, Ketua Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) Totot Fregatanto, dan empat anggota PPHP Yayus Rusyadi Sastra, Endi Purwanto dan Arief Susilo Hadi. Beberapa waktu lalu seorang lainnya Direktur PT HYM (Hyfemerrindo Yakin Mandiri) Ferdinand Rambing Dien sudah ditahan penyidik. Sementara itu, dua tersangka lainnya PPK sekaligus General Manager Ikitring Jawa, Bali, Nusa Tenggara yakni Yusuf Mirand dan Hengky Wibowo belum ditahan karena menunggu berkas berita acara pemeriksaan rampung. Proyek Gardu Induk (GI) Listrik berkapasitas 150 Kilovolt itu sudah rampung lima unit yakni GI New Wlingi, Fajar Surya Extention, Surabaya Selatan, Mantang dan Tanjung. Sedangkan 13 proyek lainnya terbengkalai yaitu GI Malimping, Asahimas Baru, Cilegon Baru, Pelabuhan Ratu Baru, Porong Baru, Kedinding, Labuhan, Taliwang, Jatiluhur Baru, Jatirangon II, Cimanggis II, Kadipaten, dan New Sanur. Para tersangka khususnya PPK dianggap menyalahi Pasal 11 ayat (1) huruf h Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Tugas PPK.
  3. Nama Dahlan Iskan kian meroket beberapa tahun terakhir ini. Tokoh Indonesia yang menurut redaksi 5 Fakta layak untuk diangkat dalam sebuah topik bahasan “Fakta Unik Tentang Dahlan Iskan.” Dalam sajian kali ini, redaksi 5 fakta akan menyoroti sepak terjangnya sebelum dan selama beliau diangkat menjadi Menteri BUMN. Apa saja kebiasaan dan kebijakan yang cukup unik dari mantan CEO Jawa Pos group tersebut? So, simak sajian tentang DI berikut: 1. Dahlan Islan Dengan Sepatu Kets Mungkin sudah banyak yang tahu soal kebiasaan DI yang satu ini. Ya, seorang DI dengan kesederhanaannya lebih senang mengenakan sepatu kets pada setiap kegiatannya. Namun, kebiasaan ini berubah total semenjak DI diangkat menjadi menteri BUMN. Hal ini terkait dengan protokoler kepresidenan yang mengharuskan setiap tamu berpakaian formal. 2. Plat Nomer L 1 JP Plat nomer unik diatas adalah plat nomer Mercedes kesayangan DI saat beliau masih menjabat CEO Jawa Pos. L adalah nomor daerah Surabaya, sedangkan JP adalah singkatan dari Jawa Pos. Uniknya lagi, mobil mercedes yang DI pakai mempunyai logo yang sama dengan sayatan bekas operasi ganti hati Dahlan Iskan 3. Dua Tahun Hampir Tidak Absen Senam Joget di Monas Selama dua tahun menteri BUMN DI hampir tidak pernah absen berolahraga senam joget di Monas. Nyaris setiap hari: pukul 05.00 hingga 06.30. Kalau pagi-pagi hujan, senamnya pindah ke teras Kementerian BUMN yang di dekat Monas. Meski hanya joget, DI yang genap berusia 62 tahun mengaku cukup senang dengan olahraga yang satu ini. Dahlan bilang: 4. Dua Kali Masuk Rumah Sakit Karena Sakit Perut Selama menjabat sebagai menteri BUMN, DI dua kali masuk rumah sakit dan dua-duanya karena sakit perut. Hal itu dikarenakan kesukaan DI makan karedok dan ketoprak yang kadang berlebihan. 5. Hanya Sekali Keluar Negeri Dibiayai Negara Selama menjadi menteri BUMN, DI mengaku hanya sekali pergi keluar negeri dibiayai negara. Ini terjadi ketika beliau diundang oleh mahasiswa Diaspora di Beijing untuk menjadi keynote speech pada hari Jumat, 24 Mei 2013. Itu pun karena sudah terlanjur dibayarin. Hal ini karena terkait tekad beliau bahwa kalau keluar negeri tidak mau dibayarin.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy