Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'DDoS'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
    • Computer
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 3 results

  1. Cloudflare secara otomatis mendeteksi dan memitigasi 26 juta permintaan per detik (request per second) serangan DDoS. Menurut Cloudflare, itu adalah serangan DDoS terbesar yang pernah tercatat pada protokol HTTPS. Serangan itu, kata Cloudflare, menargetkan situs web pelanggan menggunakan paket Gratis dari Cloudflare. Mirip dengan serangan 15 juta rps sebelumnya pada April 2022, serangan ini juga sebagian besar berasal dari penyedia layanan cloud. Itu menjadi salah satu indikator penggunaan mesin virtual yang dibajak dan server yang kuat untuk menghasilkan serangan tersebut. Selain itu, pada bulan Agustus 2021, Cloudflare juga mendapati serangan DDoS 17,2 juta rps pada protokol HTTP. "Semua secara otomatis terdeteksi dan dimitigasi oleh HTTP DDoS Managed Ruleset kami yang didukung oleh sistem perlindungan DDoS edge otonomos kami," ujar Cloudflare di dalam keterangannya. Serangan DDoS 26M rps berasal dari botnet kecil namun kuat dari 5.067 perangkat. Rata-rata, setiap node di bot itu menghasilkan sekitar 5.200 rps pada puncaknya. Sebagai perbandingan, Cloudflare telah melacak botnet lain yang jauh lebih besar tetapi kurang kuat pada lebih dari 730.000 perangkat. Ternyata, botnet yang lebih besar tidak dapat menghasilkan lebih dari satu juta rps, yaitu rata-rata sekitar 1,3 rps saja per perangkat. "Sederhananya, botnet baru ini rata-rata 4.000 kali lebih kuat karena penggunaan mesin virtual dan server," tutur Cloudflare.
  2. Hacker yang saat ini terkenal dan paling dibenci di dunia, Lizard Squad, telah menyerang lagi. Kebanyakan orang yang tau tentang serangan cyber dan hacking udah tau tentang Lizard Squad dan mereka dikenal karena serangan DDoS, dan hari ini 25 Februari 2015 pada pukul 12:00 pm (waktu Indochina), Lizard Squad menyerang situs Google Vietnam (www.google.vn) dan meninggalkan bekas dihalamannya. Hacked by Lizard Squad, greetz from antichrist, Brian Krebs, sp3c, Komodo, ryan, HTP & Rory Andrew Godfrey (holding it down in Texas) Buy DDOS @ http://lizardstresser.su Follow us on Twitter: @LizardCircle The Lizard Squad menambahkan foto orang lagi pegang iPhone sambil selfie dan ditambah dengan sebuah video The Lizard Squad mengambil ke Twitter untuk mengumumkan hack mereka: [tweet]https://twitter.com/LizardCircle/status/569731534011428864[/tweet] Pengguna internet di Vietnam menyatakan frustrasi mereka tentang hacking yang terjadi di halaman Google Vietnam. Ini laporan dari orang-orang vietnam: [tweet]https://twitter.com/MoOn20543/status/569746294584909824[/tweet] [tweet]https://twitter.com/LeonidasDuong/status/569746569961959424[/tweet] Sekitar jam 2:00 PM (waktu Indochina), Google Vietnam kembali pulih dan kejadian ini hanyalah pengarahan jaringan ke halaman lainnya. Halaman Google saat kejadian kemarin errornya hanya untuk para pengguna yang menggunakan DNS Google. Setelah pengguna menggantikan Google DNS (8.8.8.8) dengan alamat default mereka, mereka kemudian bisa mengakses situs dengan benar. Perlu dicatat bahwa tidak ada efek dari serangan pada layanan Google yang lain, seperti Google+, YouTube, dll Hal ini belum jelas mengapa Lizard Squad melakuakn hack situs Google, meskipun ada spekulasi bahwa mereka mencoba untuk mempromosikan layanan DDoS mereka (Lizard stresser).
  3. Lanskap keamanan di dunia TI semakin hari menjadi semakin kompleks akibat serangan cyber yang semakin canggih dan terus berevolusi. Para peretas mulai menerapkan metode-metode lain yang mampu melewati strategi keamanan standar, termasuk firewall. Salah satu contohnya adalah serangan DDoS. Serangan DDoS adalah berbagai usaha yang membuat sebuah layanan online menjadi tidak dapat diakses oleh para penggunanya, dengan cara membanjiri layanan tersebut dengan traffic dari berbagai sumber. Khusus dalam serangan DDoS ini, bagi perusahaan yang lapisan aplikasinya sedang diserang, tantangan yang mereka hadapi adalah membedakan mana traffic yang berasal dari manusia dan mana yang berasal dari bot. Serangan cyber yang kian canggih ini disebabkan oleh semakin berkembangnya motivasi para pelaku. Latar belakang politik dan ekonomi menjadi alasan terkuat dibalik makin gencarnya serangan cyber. Untuk bertahan dari serangan-serangan tersebut, perusahaan membutuhkan sistem perlindungan yang dapat memastikan keamanan mereka. Sebuah strategi keamanan yang efektif tidak hanya melindungi infrastruktur TI saja, namun juga akan mampu melindungi semua perangkat, aplikasi, hingga jaringan yang diakses oleh karyawan. Karena itu, metode keamanan tradisional seperti firewall saja serta langkah-langkah keamanan yang reaktif tidak lagi efektif menghadapi berbagai serangan dengan metode terbaru. Saat ini, keamanan TI sebaiknya tidak lagi berfokus pada pengamanan infrastruktur jaringan, melainkan perlindungan data maupun identitas pengguna dari para peretas. Selain itu, memberikan perlindungan terhadap aplikasi dan menerapkan metode enkripsi yang tepat. Hal ini dikarenakan infrastruktur jaringan sekarang memiliki peran yang lebih statis dan seringkali hanya menjadi moda transportasi untuk aplikasi-aplikasi kompleks yang berjalan di atas infrastruktur tersebut. Kalau begitu, strategi keamanan seperti apa yang dibutuhkan perusahaan? Menurut saya, saat ini strategi keamanan yang fleksibel dan lengkap merupakan prioritas utama bagi banyak perusahaan. Hal ini mendorong F5 untuk menciptakan visi/arsitektur baru yang disebut dengan F5 Synthesis. Visi ini menawarkan fabric jaringan berkinerja tinggi yang mampu memberikan perlindungan pada elemen-elemen penting dalam sebuah aplikasi, seperti network, DNS, SSL, dan HTTP, terhadap serangan DDoS yang canggih. F5 Synthesis, melalui penggunaan referensi arsitektur yang telah teruji, memastikan bahwa aplikasi disimpan secara aman dan selalu tersedia bagi pelanggan sehingga siap untuk menerapkan sistem Software Defined Data Centres (SDDC) nantinya. Selain itu, dalam mengatasi serangan DDoS, F5 juga menyediakan solusi keamanan terhadap DDoS terlengkap yang tersedia di pasar saat ini. Selama tahun 2014, tidak ada satu sistem TI yang cocok untuk semua kondisi. End user pasti mengharapkan sistem TI yang berkinerja tinggi, namun di sisi lain perusahaan harus memastikan bahwa strategi keamanan yang mereka terapkan tidak akan menghambat kerja. Di tahun ini, kami melihat munculnya sebuah tren yang menunjukkan bangkitnya metode serangan multidimensional: serangan DDoS yang dikombinasikan dengan serangan terhadap lapisan aplikasi serta celah-celah keamanan dalam SQL. Dengan demikian, firewall tradisional tidak lagi menjadi pertahanan yang layak dan perusahaan haruslah memiliki strategi keamanan multi-stack. Pada intinya, dengan adanya serangan-serangan dari berbagai penjuru pada perangkat yang berbeda-beda, mesin keamanan yang hanya memiliki fungsi tunggal akan mulai tersingkirkan oleh mesin keamanan canggih yang memiliki banyak fungsi.
×
×
  • Create New...