Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Buddha'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Di dalam hidupnya, Mahatma Gandi, tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan India dengan cara damai, sering mengutip dari Khotbah di Bukit di Matius 5-7. Seorang misionaris E. Stanley Jones bertemu dengan Gandhi dan bertanya,"Sekalipun Anda sering mengutip kata-kata Kristus, mengapa Anda kelihatannya keras menolak untuk menjadi pengikutnya? Jawab Gandhi, "Saya tidak pernah menolak Kristus. Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda." "Jika orang Kristen benar-benar hidup menurut ajaran Kristus, seperti yang ditemukan di dalam Alkitab, seluruh India sudah menjadi Kristen hari ini," katanya lagi. Kita akan mengerti mengapa Gandhi mempunyai pandangan itu jika kita melihat pada pengalamannya saat ia bekerja sebagai seorang pengacara di Afrika Selatan yang menjalani sistem apartheid pada waktu itu. Sebagai seorang anak muda, Gandhi sangat tertarik dengan Kekristenan dan ia mempelajari Alkitab dan ajaran-ajaran Kristus. Dia serius mempertimbangkan untuk menjadi seorang Kristen dan mencari sebuah gereja untuk dikunjungi yang dekat dengan tempat tinggalnya. Di pagi minggu saat ia mau melangkah masuk ke gereja, seorang penerima tamu menghalang langkahnya. "Mau ke mana kamu orang kafir?" tanya seorang pria berkulit putih padanya dengan nada yang angkuh. Gandhi menjawab, "Saya ingin mengikuti ibadah di sini." Penatua gereja itu membentaknya dengan berkata, "Tidak ada ruang untuk orang kafir di gereja ini. Enyahlah dari sini atau saya akan meminta orang untuk melemparkan kamu keluar!" Suatu tindakan keangkuhan dari seorang yang seharusnya mewakili Kristus menghentikan langkah seorang Gandhi untuk mempertimbangkan Kekristenan bagi dirinya, namun dia tidak dapat menyangkal kebenaran ajaran dan juga teladan hidup Kristus. Itulah yang membuatnya mengangkat hal-hal yang baik yang ditemukan di dalam ajaran dan kehidupan Kristus dan menerapnya sebagai falsafah kehidupannya. Di dalam ucapannya kepada organisasi Misionaris Wanita (Women Missionaries) di tanggal 28 Juli 1925, Gandhi berkata, "...sekalipun saya bukan seorang Kristen, namun sebagai seorang pelajar Alkitab, yang mendekatinya dengan iman dan rasa hormat, saya ingin menyajikan pada Anda intisari dari Khotbah di Bukit." Di dalam ucapannya, Gandi berkata bahwa terdapat ribuan pria dan wanita hari ini, yang sekalipun tidak pernah mendengar tentang Alkitab atau Yesus, namun memiliki iman dan lebih takut pada Tuhan ketimbang orang-orang Kristen yang mengenal Alkitab dan Sepuluh Perintah. Gandhi pernah berkata kepada seorang misionaris yang lain, "Cara paling efektif untuk penginjilan adalah hidup di dalam Injil, menjalaninya dari awal, pertengahan dan akhirnya. Bukan saja mengkhotbahkannya, tapi hidup menurut terang itu. Jika Anda melayani orang lain, dan Anda meminta orang lain untuk melayani, mereka akan mengerti. Tapi Anda mengutip Yohanes 3.16 dan meminta mereka untuk menyakininya, dan itu sama sekali tidak menarik bagi saya, dan saya yakin, orang lain juga tidak akan memahaminya. Injil itu lebih kuat kuasanya saat dijalani/dipraktik ketimbang dikhotbahkan." "Bunga mawar tidak perlu berkhotbah. Ia hanya menebarkan wewangiannya. Aroma itu adalah suatu khotbah tersendiri...aroma kesalehan dan kehidupan spiritual jauh lebih halus dari wewangian bunga mawar." Tidak ada orang Kristen yang mawas diri yang akan menyangkal kebenaran kata-kata Gandhi. Di lain pertemuan dengan seorang misionaris, Gandhi berkata, "Jika Yesus datang kembali ke bumi. Dia akan memungkiri banyak hal yang dilakukan di dalam nama Kekristenan." Saat berbicara dengan misionaris Stanley Jones yang meminta saran dari Gandi, Gandhi menyampaikan, "Pertama, saya menyarankan semua orang Kristen dan misionaris mulai hidup lebih mirip dengan Yesus Kristus. Kedua, praktikkan tanpa mengencerkan atau mengubahnya. Ketiga, jadikan kasih daya penggerak Anda, karena kasih adalah unsur sentral di dalam Kekristenan. Keempat, pelajarilah agama non-Kristen dengan lebih sistematis untuk menemukan kebaikan yang terkandung di dalamnya, agar kalian mempunyai pendekatan yang lebih simpatis." Gandhi melihat dengan tepat jantung permasalahan yang melanda umat Kristen pada umumnya. Sekalipun, beliau telah meninggal 68 tahun yang lalu, tapi pengamatan masih berlaku sampai ke hari ini. Yang pasti, umat Kristen pasti akan dapat menjadi saluran kasih Tuhan yang lebih efektif jika kita mempertimbangkan sarannya.
  2. Pada tanggal 11 juni 1963, seorang biksu Buddha yg bernama Thich Quang Duc, membakar dirinya sendiri di sebuah persimpangan padat pusat kota Saigon, Vietnam Saksi2 ditempat pd peristiwa itu menuturkan, bahwa biksu Thich Quang Duc bersama beberapa biksu lainnya sampai ke lokasi dengan mengendarai sebuah mobil. Thich Quang Duc keluar dari mobil tsbt dan langsung mengambil posisi lotus tradisional di tengah jalanan yg ramai tersebut dan rekan2 sesama biksu membantu dia meniramkan bensin ke sekujur tubuhnya sendiri. dia menyalakan api dengan korek api dan langsung membakar seluruh tubuhnya dalam beberapa menit. Yang buat gw angkat jempol( saluutt!) saksi2 menambahkan.. dr awal api membakar tubuh Thich Quang Duc, sampai dia detik2 terakir dia meninggal dengan tubuh yg hangus terbakar, dy sama skali tidak bergerak, not even a muscle! dan tak ada suara apapun yg keluar dr mulut biksu tersebut.. Ketenangan yang diperlihatkan biksu Thich Quang Duc, membuat perbedaan yg mencolok dengan kegaduhan dan ratapan orang2 yg melihat langsung disekitarnya.. Kejadian ini di abadikan oleh David Halberstam, seorang reporter New York Times kebetulan berada di dekat lokasi kejadian. david berada di vietnam utk meliputi perang di negara tersebut, dan foto dbawah ini menjadi salah satu dr world famous pictures mungkin jendral mempertanyakan kenapa biksu ini melakukan perbuatan yg sangat tidak masuk akal? Tetapi sesungguhnya, biksu Thich Quang Duc melakukan hal yg dikenal dengan istilah The Self-Immolation (pengorbanan diri sendiri) adalah untuk menunjukkan sikap protes menuntut kesamaan hak bagi para penganut ajaran Buddha dengan rezim Diem. sebelumnya para biksu2 di Vietnam sering melakukan protes atas tindakan kaum2 mayoritas yg menghambat sampai dengan segala usaha pembantaian yg dilakukan pihak2 tertentu terhadap para penganut ajaran Buddha. Mereaka jg menuntut keadilan ditegakkan atas pihak2 yg bertanggungjawab melakukan kejahatan manusia.Namun semua bentuk protes para biksu2 ini tidak memperoleh tanggapan dr rezim Deim sehingga puncaknya,biksu Thich Quang Duc melakukan aksi pengorbanan diri nya sendiri.. Setelah kematiannya, biksu ini di kremasi dan menurut legenda, pada saat dkremasi, hati dr biksu Thich Quang Duc tidak terbakar seperti anggota tubuh lainnya yg telah menjadi abu.. akhirnya hati dr almarhum biksu tersebut dianggap suci dan disimpan sampai skrg di Buddhist Temple. Video
  3. Dapatkah Cina membawa kembali agama Buddha dari Tibet yang sudah lama terlupakan? Terlihat tanda-tanda bahwa negara atheis tersebut mulai melonggarkan posisi mereka terhadap agama Buddha dan bahkan Dalai Lama. Seorang mantan pejabat Partai Komunis senior mengundang salah satupenerbi berita berita ke rumahnya. Mungkin, untuk sebagian besar wartawan asing di Cina, hal itu tampaknya suatu hal yang mustahil. Apalagi bila pejabat itu dikabarkan memiliki hubungan dekat dengan pemimpin Cina dan pernah bekerja dengan dinas keamanan negara tersebut. Bila seorang pejabat tersebut mengundang penerbit berita untuk menyaksikannya berdoa di depan potret Dalai Lama – sungguh susah dipercaya dan terdengar tidak masuk akal. Namun itulah apa yang dilakukan Xiao Wunan. Di dalam apartemen mewah Xiao di Beijing, pada tempat kebanggaan diatas kuil Buddha pribadinya, terletak potret pemimpin spiritual Tibet yang diasingkan, seorang pria yang lama dikecam oleh pemerintah Cina sebagai separatis yang berbahaya. Bagi para biksu di Tibet bahkan kepemilikan foto Dalai Lama menjadi suatu hal yang beresiko tinggi. Menampilkan fotonya di biara pun dilarang. Namun dibawah gambar tersebut, duduklah Xiao dengan seorang guru Buddha asal Tibet, Geshe Sonam, duduk di sampingnya. Hal ini bukan masalah besar, jelas Xiao. "Mengenai masalah politik antara Dalai Lama dan Cina ... kami tidak begitu memperhatikan," katanya. "Sangat sulit bagi kami untuk menilainya dari sudut itu. Sebagai umat Buddha, kami hanya melihat dirinya sebagai bagian dari ajaran kami." Xiao diperkenalkan kepada BBC oleh pengusaha Cina berumur 36 tahun, Sun Kejia - salah satu dari jumlah besar warga Cina yang semakin kaya, dan dalam beberapa tahun terakhir tertarik oleh mistisisme ajaran Buddhist Tibet. Meningkatnya popularitas agama secara umum di Cina telah didokumentasikan dengan baik dan sering dijelaskan dalam sebagai efek dari perkembangan pesat ekonomi Cina. Jutaan warga Cina sekarang dapat memiliki harta kekayaan yang hanya dapat diimpikan warga Cina dari generasi sebelumnya, namun pertumbuhan ekonomi tersebut disertai dengan pergolakan sosial dan hanyutnya banyak kepercayaan kuno. "Saya pernah berhadapan dengan kesulitan dan masalah dalam bisnis saya," kata Sun. "Saya merasa kesusahan tersebut tidak bisa diatasi dengan usaha manusia dan bahwa hanya Buddha, arwah dan Tuhan yang bisa membantu saya."
  4. Mungkin kisah ini terdengar seperti plot dalam salah satu film Indiana Jones, namun peneliti Jerman mengatakan bahwa patung Buddha yang dibawa dari Eropa oleh Nazi berasal dari batu meteor yang jatuh ke Bumi 10 ribu tahun lalu di perbatasan Siberia-Mongolia. Buddha dari luar angkasa ini, atau para peneliti menyebutnya "Iron Man", tak diketahui usianya. Perkiraan terbaik menghitung kemungkinan asal patung ini dari abad 8-10. Pahatan patung ini menggambarkan seorang pria, kemungkinan dewa Buddha, duduk dengan kaki dilipat masuk dan memegang sesuatu di tangan kirinya. Di dadanya ada swastika Buddha, simbol keberuntungan yang kemudian "diambil alih" oleh partai Nazi di Jerman. "Orang bisa berspekulasi bahwa simbol swastika di patung itu adalah penyebab artefak 'Iron Man' meteor ini dibawa ke Jerman," kata peneliti pada 14 September lalu di jurnal Meteoritics & Planetary Science. Petualangan manusia besi Manusia besi ini pertama datang ke Jerman setelah ekspedisi Tibet pada 1938-1939 oleh ahli zoologi dan etnologi Ernst Schäfer. Ia dikirim ke daerah tersebut oleh Nazi untuk mencari akar ras Arya. Patung itu kemudian berpindah-pindah pemilik. Peneliti Universitas Stuttgart Elmar Bucher dan koleganya pertama menganalisis patung tersebut pada 2007, saat pemiliknya saat itu mengizinkan mereka mengambil lima sampel kecil. Pada 2009, tim ini kemudian mendapat kesempatan untuk mengambil sampel lebih banyak lagi dari bagian dalam patung, karena lebih sedikit terkontaminasi cuaca atau sentuhan tangan manusia daripada bagian luar. Mereka menemukan bahwa patung tersebut dipahat dari batu luar angkasa yang sangat jarang dan dikenal dengan meteorit ataksit. Meteor besi ini memiliki kadar nikel tinggi. Meteor terbesar yang pernah diketahui, meteor Hoba dari Namibia, adalah jenis meteor ataksit yang beratnya bisa lebih dari 60 ton. Dari luar angkasa Analisis kimiawi dari sampel patung manusia besi ini menunjukkan kecocokan dengan sebaran dari serpihan batu luar angkasa dari perbatasan Siberia dan Mongolia. Meteorit China memiliki 250 fragmen meteorit, kebanyakan relatif kecil, meski ada dua potongan yang beratnya melebihi 10 kg. Para ilmuwan memperkirakan bahwa meteorit Chinga jatuh antara 10 ribu-20 ribu tahun lalu. Penemuan pertama meteor tersebut tercatat pada 1913, namun keberadaan patung tersebut menunjukkan bahwa orang-orang menambang kawasan tersebut untuk materi artistik lama sebelum itu, menurut Buchner. Identitas pria dalam patung tersebut tak jelas, namun para peneliti memperkirakan ia mungkin adalah dewa Buddha Vaisravana, atau dikenal juga dengan Jambhala. Vaisravana adalah dewa kekayaan atau peperangan, dan ia sering digambarkan memegang lemon (simbol kekayaan) atau kantung uang di tangannya. Manusia besi ini memegang objek yang tak jelas di tangannya. Patung ini tingginya 24 cm dan beratnya 10,6 kg. Banyak budaya di dunia yang menggunakan besi meteor untuk membuat belati dan bahkan perhiasan, menurut Buchner dan para koleganya, dan pemujaan meteor pun cukup sering terjadi pada budaya kuno. Namun pahatan Buddha pada meteor tergolong unik. "Patung manusia besi ini adalah satu-satunya ilustrasi bentuk manusia yang diketahui dipahat pada meteorit, artinya kita tidak punya perbandingan untuk menentukan nilainya," kata Buchner dalam pernyataan. "Dari usianya saja, kita bisa memperkirakan nilainya mencapai $20 ribu (Rp 191,2 juta). Namun, jika perkiraan kami tentang usianya benar dan hampir seribu tahun usianya, maka patung ini bisa tak ternilai."
  5. Reinkarnasi adalah istilah yang timbul dari gagasan bahwa orang akan dilahirkan dalam tubuh lain setelah mereka mati. keyakinan reinkarnasi ini dipercayai umat Hindu, Jainists, Celtic pagan, Budha, dan orang-orang yang mengikuti beberapa agama Afrika percaya pada reinkarnasi. Reinkarnasi berasal dari bahasa Latin yakni Carnate yang berarti "daging", dan menjelma berarti "masuk kembali ke dalam daging". Reinkarnasi merupakan istilah keyakinan jiwa seseorang tidak mati dengan tubuh, tanpa jiwa, atau bagian darinya, dapat masuk ke tubuh yang baru, baik pada manusia atau hewan. Pandangan Hindu terhadap reinkarnasi adalah karma mereka yang telah diciptakan dengan melakukan perbuatan yang baik atau jahat, menurut prinsip yang terjadi di sekitarnya. Karma inilah yang menentukan kehidupan berikutnya, dan seterusnya, orang yang melakukan perbuatan jahat terlahir kembali sebagai hewan atau miskin, sementara orang-orang baik akan terlahir kembali sebagai orang yang memiliki derajat yang tinggi. Dalam ajaran Buddha, tujuan mencapai nirwana merupakan tujuan akhir ketika meninggalkan siklus kelahiran kembali. Hukum Karma di sini dianggap sebagai alam spiritual universal. Kepercayaan akan reinkarnasi ini dipercaya oleh semua agama besar kecuali Islam dan Kristen, meskipun 20 sampai 30 persen orang Kristen di negara-negara barat juga percaya pada reinkarnasi. Etnolog telah mendokumentasikan kepercayaan di antara hampir semua agama tradisional kelompok etnis di Afrika, Amerika Utara dan Selatan, dan Australia / Oseania. Suku-suku dari utara-barat Amerika Utara tetap percaya akan reinkarnasi meskipun sikap negatif ke arah itu terjadi di pihak misionaris Kristen dan gereja.
  6. Biografi Buddha adalah kronologis kehidupan Sang Buddha yang disajikan dalam bentuk audio visual agar menarik, memudahkan dalam mengerti dan gampang diingat. Dengan adanya daftar "Label" untuk mencari dan menemukan kata kunci yang berhubungan dengan Biografi Buddha dengan cepat, sehingga maksud mengetahui, mencari informasi atau pun proses pembelajaran dapat tercapai dengan lebih mudah. Adapun kekurangan yang terdapat pada blog Biografi Buddha ini pasti ada, jadi kritik dan saran ente sebagai pembaca blog ini ane harapkan dan ane ucapkan terima kasih atas perhatian ente. Sejarah Awal Leluhur Sang Buddha Pada jaman dahulu, daerah Majjhima desa (daerah tengah dari Jambudipa, sekarang India) dihuni oleh suku bangsa Ariyaka yang datang dari Utara pegunungan Himalaya. Di daerah lereng pegunungan Himalaya inilah terletak sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Sakka (pada waktu itu di daerah tersebut banyak sekali terdapat hutan pohon sakka). Sejarah kerajaan tersebut menurut buku-buku kuno adalah sebagai berikut : Seorang raja bernama Raja Okkaka yang memerintah daerah tersebut mempunyai empat orang putra (Okkamukha, Karanda, Hatthinika dan Sinipura) dan lima orang putri. Pada suatu hari Ratu (yang juga adalah saudaranya) meninggal dunia dan Raja menikah lagi dengan seorang gadis yang kemudian melahirkan seorang anak laki-laki. Merasa gembira sekali Raja telah melepaskan kata-kata dan berjanji kepada Ratu (yang baru) bahwa Beliau akan meluluskan semua permintaan Ratu, apa pun juga yang akan dimintanya. Dalam kesempatan yang baik itu Ratu memohon Kepada Raja agar anaknya yang baru dilahirkan diangkat menjadi Putra Mahkota. Mendengar permintaan Ratu tersebut, Raja menjadi kaget dan menolak untuk meluluskan permohonan tersebut. Tetapi Ratu terus-menerus merengek-rengek dan mengingatkan Raja kepada janjinya. Raja menjadi serba salah. Karena malu untuk enggak menepati janji yang pernah diberikannya, maka akhirnya Raja memanggil keempat orang putranya dan memerintahkan untuk membawa saudara-saudara perempuannya pergi ke suatu daerah lain untuk membangun sebuah negara baru. Keempat putra Raja tersebut enggak lama kemudian mohon diri dari Ayahandanya dan bersama dengan saudari-saudarinya berangkat menuju sebuah hutan disertai dengan rombongan ahli-ahli dalam berbagai bidang untuk membangun satu negara baru. Mereka memilih sebuah hutan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon sakka di lereng gunung Himalaya, di dekat tempat yang sejak lama dihuni oleh seorang petapa bernama Kapila. Sebab itulah maka nama kota yang kemudian mereka bangun diberi nama Kapilavatthu (vatthu = tempat). Di tempat itulah mereka menikah di antara mereka bersaudara, terkecuali putri yang tertua yang menikah dengan raja dari Devadaha. Empat pasangan yang tersebut duluan merupakan leluhur dari dinasti Sakya dan pasangan yang belakangan merupakan leluhur dari dinasti Koliya. Pada suatu waktu raja yang memerintah di Kota Kapilavatthu adalah Raja Jayasena yang mempunyai seorang putra bernama Sihahanu dan seorang putri bernama Yasodhara. Setelah Raja Jayasena meninggal dunia, Pangeran Sihahanu menjadi raja di Kapilavatthu dan menikah dengan Putri Kancana, yaitu adik dari Raja Anjana dari Devadaha. Mereka diberkahi dengan lima orang putra yang diberi nama Suddhodana, Sukkodhana, Amitodhana, Dhotodana dan Ghanitodana dan dua orang putri yang diberi nama Pamita dan Amita. Adik dari Raja Sihahanu, yaitu Putri Yasodhara, menikah dengan Raja Anjana dari Devadaha dan diberkahi dengan dua orang putra yang diberi nama Suppabuddha dan Dandapani dan dua orang putri yang diberi nama Maya dan Pajapati (atau Gotami). Setelah Raja Sihahanu mangkat, Pangeran Suddhodana menduduki tahta kerajaan Sakya dan kemudian menikah dengan Putri Maya. Pernikahan Raja Suddhodana dan Ratu Maya inilah yang diberkahi dengan kelahiran seorang putra tunggal yang di kemudian hari menjadi terkenal dengan nama Buddha Gotama. Adik Raja Suddhodana yang bernama Sukkodhana mempunyai seorang putra yaitu Ananda dan Amitodhana mempunyai dua orang putra, yaitu Mahanama dan Anuruddha dan seorang putri bernama Rohini. Sedangkan adik perempuannya yang bernama Amita mempunyai seorang putra, yaitu Devadatta dan seorang putri bernama Yasodhara, yang kelak menjadi istri dari Pangeran Siddhattha.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy