Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'BOLT'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Tak dapat dipungkiri, layanan Bolt yang menawarkan kecepatan 4G sukses menyita perhatian pengguna internet Indonesia. Namun karena belum meratanya coverage, di beberapa titik kecepatan 4G Bolt terkadang masih di bawah standar. Atas kejadian ini, petinggi Bolt pun menyampaikan penyataan maaf. "Atas beberapa kejadian terkait menurunnya kecepatan 4G Bolt di beberapa area, kami meminta maaf. Yang pasti kami tengah berusaha memperbaiki masalah tersebut agar layanan berjalan konsisten di seluruh wilayah," ujar Devid Gubiani, CTO Internux, perusahaan di balik layanan Bolt dalam acara di SCBD, Jakarta, Senin (20/1/2014). Guna mengurangi keluhan tersebut, Bolt menyatakan mulai menggeber penambahan BTS di berbagai tempat di Jabodetabek. Selain berusaha menjaga konsistensi layanan, cara ini adalah usaha Bolt yang sekaligus ingin memperluas jangkauannya. "Kami telah menambah lagi 100 BTS guna menjangkau seluruh wilayah Jabodetabek," tambah Liryawati, CMO Bolt. Pun begitu, Devid mengutarakan alasan kemungkinan terjadinya drop kecepatan tersebut. Menurutnya, pengguna yang mengalami hal tersebut berada pada posisi blind-spot dimana coverage tidak begitu kuat menjangkaunya. "Jadi, BTS kita memiliki radius coverage sekitar 200 hingga 300 meter antara tiap BTS-nya. Kemungkinan pengguna yang mengalami turunnya kecepatan dikarenakan berada di posisi yang tidak terjangkau antara tiap BTS tersebut," pungkas Devid. Sumber: inet.detik.com
  2. Teknologi jaringan 4G-LTE, yang kerap dinyatakan sebagai teknologi komunikasi masa depan Indonesia, nyatanya hingga kini masih menemui beberapa tantangan dan kendala yang menghambat pertumbuhannya di Indonesia. Dalam pertemuan eksklusif dengan para awak media di Jakarta kemarin malam (22/5), para petinggi perusahaan teknologi asal Tiongkok ini sepakat mengutarakan tiga tantangan besar yang menghadang penerapan LTE di Indonesia. Penerapan teknologi LTE memang menjadi “drama” tersendiri di Indonesia. Seperti yang diungkapkan oleh Alex Wang selaku Vice President ZTE Corporation, pihaknya mengungkapkan penerapan LTE di Indonesia memiliki sejumlah tantangan yang disimpulkan dapat menghambat perjalanan Indonesia menuju koneksi jaringan internet cepat di masa mendatang. Perlu diketahui, ZTE sendiri merupakan vendor telekomunikasi yang melayani dukungan perangkat teknologi bagi para operator telekomunikasi di Indonesia untuk menerapkan jaringan LTE. Sebagai contoh, perangkat modem nirkabel BOLT! juga diketahui menggunakan perangkat mereka. Secara global, ZTE telah membantu mewujudkan teknologi LTE di lebih dari 40 negara. Penerapan LTE tergantung keputusan pemerintah Indonesia Dalam sesi wawancara eksklusif yang diadakan di bilangan Senayan, Jakarta Selatan. Alex Wang mengungkapkan tantangan yang pertama ada pada koneksi dan penyebaran jaringan internet di Indonesia yang dinilainya masih sangat lambat dan belum menjangkau ke seluruh pengguna. Ia mengatakan, penerapan LTE akan sangat terbantu apabila koneksi internet yang mumpuni telah mampu menjangkau ke seluruh wilayah, menurutnya jika hal itu telah diterapkan teknologi LTE akan sangat dengan mudah masuk secara masif di Indonesia. Tantangan kedua, ia menilai dari segi kesiapan infrastruktur jaringan di Indonesia yang dinilainya juga masih belum siap. Ia mengaku secara dukungan infrastruktur, ZTE siap untuk mengakomodir kebutuhan tersebut, namun pihaknya harus menunggu kesiapan Indonesia secara keseluruhan. “ZTE telah sangat siap mendukung penerapan LTE dengan segala infrastruktur yang telah kami siapkan, namun kembali lagi pertanyaannya seberapa cepatkah infrastruktur LTE yang bisa digunakan di Indonesia? Lalu seberapa siap penyedia infrastruktur lain dapat menyediakannya dalam waktu dekat?” ujar Alex kepada wartawan. Melanjutkan tantangan yang dimiliki Indonesia, Jess Li, Vice President Global Marketing and Research ZTE USA mengatakan kepada DailySocial, tantangan yang hingga kini “masih saja” dihadapi oleh Indonesia dalam penerapan LTE yakni kesiapan regulasi pemerintah yang hingga detik ini tak kunjung matang. Ia menyimpulkan, jika infrastruktur dan segala bentuk investasi telah siap, jika tak didukung dengan regulasi yang jelas dari pemerintah maka penerapan LTE di Indonesia tak akan bisa berjalan mulus. “Dalam mewujudkan LTE di Indonesia, kami telah menjajaki kerja sama dengan beberapa pihak operator lokal, namun hingga saat ini kami masih harus tetap menunggu regulasi dari pemerintah akan aturan main LTE yang jelas, jika dalam beberapa waktu mendatang regulasi tak kunjung tiba maka Indonesia akan semakin tertinggal dengan negara-negara lain,” papar Jess Li. Melihat tantangan yang terakhir dipaparkan, tak aneh jika penerapan LTE di Indonesia sangat lambat dan sangat tertinggal jauh dengan negara lain. Beberapa kendala yang dipaparkan tadi juga mau tak mau bisa berimbas kepada bisnis telekomunikasi di Indonesia, sepeti yang salah satunya telah terjadi ialah beberapa pemain industri telekomunikasi di Indonesia masih fokus berinvestasi dalam teknologi jaringan 3G yang dianggap sudah uzur di beberapa negara maju dan berkembang lainnya. Semoga saja tantangan yang dipaparkan tadi dapat menjadi perhatian bersama baik dari pihak pemerintah maupun para pemangku bisnis telekomunikasi Indonesia.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy