Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'BCA'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapatkan dukungan dari para pengusaha asal Kuningan, Jawa Barat. Dukungan itu disampaikan dalam acara deklarasi dukungan warga Kuningan kepada Anies-Sandi di Hall Gunung Tiga, Kramat Jati, Jakarta Timur. Tokoh Kuningan di Jakarta, Mamat Robi Suganda menjelaskan, pengusaha asal Kuningan tersebut bergerak di bidang kuliner. Mulai dari pengusaha bubur dan warung kopi memberikan dukungannya untuk pasangan calon DKI nomor urut tiga tersebut dalam pemilihan gubernur putaran kedua. Kita ada Bubur Cau Anget, Bubur Rokok Indomie, Bubur, Kopi, Indomie, semua itu mendukung Anies-Sandi," ujar Mamat di Hall Gunung Tiga, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (26/3/2017). Sementara itu, Anies Baswedan mengatakan, melihat banyak warga Kuningan yang berwirausaha, dirinya merasa programnya akan sejalan. "Melalui OK OCE kita bisa lebih mengembangkan kewirausahaan seperti bapak ibu kerjakan sekarang," tutur Anies.
  2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung langkah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang akan mengenakan biaya tambahan terhadap transaksi nasabah melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Dukungan ini dilontarkan OJK sepanjang kebijakan tersebut dapat menghasilkan efisiensi perbankan. "Dari sisi pengawasan sepanjang strategi tersebut menghasilkan efisiensi tentunya baik," tutur Kepala Departemen Pengawas Bank 3 OJK Teguh Supangkat melalui pesan singkat kepada cnnindonesia.com, Jumat (4/3). Teguh mengatakan, sepanjang yang ia ketahui tujuan manajemen BCA mengenakan biaya atas transaksi ATM, dimaksudkan guna mendorong nasabah agar beralih memanfaatkan teknologi yang lebih efisien. Satu diantaranya ialah transaksi perbankan melalui internet (internet banking) yang diketahui bebas biaya alias gratis. "Namun (pengenaan biaya atas transaksi via ATM) perlu dibarengi edukasi yang baik kepada nasabah terkait internet banking," ujarnya. Sebelumnya, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan rencana pengenaan biaya transaksi via ATM dikarenakan tingginya biaya operasional penggunaan prasarana tersebut. Selain itu, Jahja bilang pengadaan mesin ATM sendiri selama ini masih harus diimpor dari luar negeri. "Biaya operasional satu mesin ATM bisa lebih dari Rp144 juta per tahun. Itu termasuk biaya pemeliharaan mesin, kertas, AC, listrik, asuransi dan lain-lain," ujar Jahja di Jakarta, kemarin.
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana bakal mengenakan biaya untuk pengecekan saldo di mesin kasir otomatis atau ATM. Mengingat, ongkos pengoperasian ATM semakin mahal. Presiden Direktur BCA Jahya Setiaatmadja mengatakan, nasabah bisa menggunakan ATM hingga 70 kali sebulan hanya untuk sekedar mengecek saldo rekening. Sementara bank tak pernah mengenakan biaya untuk aktivitas tersebut. Di sisi lain, biaya perawatan ATM tak terbilang murah. Jahja menyebut biaya perawatan ATM mencapai Rp 144 juta per bulan. Sementara, biaya pengadaan ATM per unit sekitar USD 5 ribu hingga USD 20 ribu. "Semula kami mau tambah 2.700 mesin ATM. Tapi kalau melihat situasi seperti ini mungkin hanya akan nambah 500-1.000 ATM saja. Karena biayanya mahal," katanya di Jakarta, Kamis (3/3). Atas dasar itu, menurut Jahja, pihaknya tengah menimbang pengenaan biaya untuk setiap pengecekan saldo di ATM dalam tiga hingga enam bulan mendatang. Adapun besarannya masih dalam kajian. "Tapi gambaran kami pengecekan saldo di ATM yang lima hingga sepuluh kali dalam sebulan. Tapi, kalau ada yang 70 kali ngecek saldo sebulan, narik uang juga hanya Rp 50 ribu-Rp100 ribu, buat kami operasionalnya mahal," jelasnya. "Kami bukan melarang cek saldo, tapi mendorong mereka pakai internet banking, m-banking, sms banking yang free tiap menit mau dicek juga silahkan."
  4. Serikat Pekerja (SP) BCA Bersatu mengeluhkan sistem pengupahan yang diberlakukan PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Lembaga perbankan swasta terbesar di Indonesia dinilai memberikan upah kepada karyawan regulernya jauh lebih rendah dibandingkan bank lain. "Karyawan yang sudah kerja 15 sampai 20 tahun hanya diupah Rp 7 juta. Mana adil itu," ujar anggota SP BCABersatu Hadrianus di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), Jakarta, Senin (24/3). Hadrianus mengeluhkan tidak adanya mekanisme penaikan pangkat. Menurut dia, hal itu tidak berbeda dengan buruh pabrik. "Setelah bekerja selama 15 tahun, karyawan eselon 7 tidak mengalami kenaikan eselon. Sama kayak kerja di pabrik. Masuk jadi buruh, keluar tetap jadi buruh," ungkap dia. Padahal, menurut dia, bekerja di BCA merupakan bentuk pertaruhan karir. Sehingga, menurut dia, jika karir karyawan tidak meningkat dengan masa kerja yang terbilang lama, maka hal itu patut dipertanyakan. "Perusahaan sesungguhnya tidak mampu mengembangkan sumber daya manusianya," terang Hadrianus. Lebih lanjut Hadrianus juga melihat, pelatihan untuk peningkatan kualitas karyawan BCA tidak dijalankan sesuai tujuannya sebagai jalur peningkatan karir. Dia menuturkan, banyak karyawan yang ternyata tidak mendapat promosi jabatan meski telah mengikuti training pratama BCA. "Training pratama BCA adalah program penjenjangan karir. Jika tujuannya bukan untuk penjenjangan karir, sebaiknya dihapuskan atau diikutsertakan dalam training reguler saja," ucapnya.
  5. Sejumlah pengguna layanan internet banking KlikBCA telah menjadi korban pencurian uang. Belasan juta raib dalam sekejap akibat program jahat komputer atau populer disebut malware. Pakar antivirus dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menyebutkan sedikitnya ada tiga orang yang menjadi korban malware tersebut, salah satunya mengalami kerugian hingga Rp 13 juta. "Kemungkinan komputer korban terkena malware Zeus," kata Alfons. Malware Zeus merupakan salah satu program jahat yang dirancang untuk menyerang transaksi perbankan melalui internet, versi baru aplikasi ini yang bernama GameOver Zeus yang diketahui banyak beredar di Indonesia. Untuk kasus korban KlikBCA, pengguna layanan internet tersebut akan menjumpai sebuah pop-up saat mengunjungi klikbca.com. Menu tersebut meminta pengguna untuk melakukan sinkronisasi token. Pengguna yang terkecoh dan mengikuti perintah yang tercantum pada pop-up tersebut, secara tak sadar sedang melakuan transaksi perbankan. Tetapi sebenarnya, itu merupakan bagian awal dari aksi penipuan perbankan secara digital. "Untuk situs KlikBCA sebenarnya aman, yang terserang itu browser komputer korban. Bisa jadi mereka terkena Zeus, atau add-on 'Gadis Mabuk' di Firefox," kata Alfons. Terkait soal malware pencuri uang, sebelumnya program jahat ini dilaporkan telah menimbulkan kerugian hingga US$ 100 juta. Aplikasi ini dibuat oleh peretas Rusia bernama Evgeniy Bogachev yang saat ini menjadi buronan paling dicari oleh FBI. Bahkan pemerintah AS, rela memberikan hadiah US$ 3 juta bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi keberadaan dirinya "Tapi untuk kasus ini (KlikBCA) saya yakin orang lokal juga terlibat," jelas Alfons. Tampilan iklan pop-up sinkronisasi token palsu
  6. Malware pencuri uang yang menghantui para pengguna internet banking BCA, juga mengancam para nasabah bank Mandiri. Sebagian sudah menjadi korban. Sebelumnya, sejumlah pengguna klik BCA melaporkan kejanggalan saat mereka mengakses layanan tersebut. Tiba-tiba muncul sebuah pop-up yang meminta untuk melakukan sinkronisasi token. Itu bukanlah salah salah satu layanan punya BCA, melainkan buatan pemilik malware yang memang sudah mengincar korban. Pengguna yang terkecoh dan mengikuti perintah yang tercantum pada pop-up tersebut, secara tak sadar sedang melakuan transaksi perbankan. "Setelah korbannya 'menyerah' dan memasukkan data yang diperlukan dalam sinkronisasi token, maka data itu akan langsung digunakan untuk melakukan transfer ke rekening yang telah dipersiapkan," kata pakar antivirus Alfons Tanujaya. Selain pengguna BCA, kabarnya nasabah bank Mandiri yang memakai layanan internet juga tak luput menjadi korban. Kurang lebih modusnya sama, yakni menyediakan pop-up saat pengguna mengunjungi situs resmi bank tersebut. "Hal ini menjadi catatan penting bahwa tidak terjadi pengalihan akses ke situs phishing. Jadi sinkronisasi token bertujuan untuk mendapatkan one time password yang akan digunakan untuk transaksi," jelas Alfons. Sejauh ini sudah ada tiga korban yang diketahui tertipu oleh aksi tersebut, salah satunya menanggung kerugian hingga Rp 13 juta. Untuk mengantisipasi hal itu pengguna disarankan untuk tidak mengakses pop-up tersebut. Kalau perlu, lakukan pembersihan komputer dengan antivirus terkini. Pop-up yang muncul saat nasabah membuka internet banking Mandiri
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy