Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Antares'.



More search options

  • Pencarian Berdasarkan Tag

    Jenis tag dipisahkan dengan koma.
  • Pencarian Berdasarkan Penulis

Jenis Konten


Forum

  • NGOBAS ANSWERS
    • Pertanyaan Umum
  • MEDIA MUDA
    • Berita Muda
    • Muda Anonim
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • KEUANGAN
    • Bukan-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • GAYA HIDUP
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • TEMPAT ISTIRAHAT
    • LAPOR KOMANDAN

Blog

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • Topik Berita
  • Acara
    • Dokumentasi Event
  • Officer

Cari hasilnya di...

Cari hasilnya yang...


Tanggal Dibuat

  • Mulai

    End


Pembaruan Terakhir

  • Mulai

    End


Saring dari jumlah...

Joined

  • Mulai

    End


Group


Situs


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Minat

Ditemukan 1 result

  1. Kecelakaan di bidang antariksa kembali terjadi. Untungnya kali ini tak makan korban jiwa. Roket dan pesawat kargo milik kontraktor Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Orbital Sciences yang bertujuan mengantar pasokan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) meledak hanya beberapa detik setelah lepas landas Selasa malam 28 Oktober 2014. Pesawat tak berawak, Antares meledak dan mengeluarkan bola api raksasa sesaat setelah diluncurkan dari fasilitas penerbangan NASA, Wallops Flight Facility di Virginia pada pukul 18.22 waktu setempat. Kargo milik NASA seberat 5.000 pon atau 2.268 kilogram berisi eksperimen ilmiah, makanan, dan pasokan lain -- yang menjadi misi kargo ketiga dalam skema kontrak sebesar US$ 1,9 miliar-- ikut musnah. Juru bicara NASA mendeskripsikan ledakan tersebut sebagai "anomali bencana". Sementara, tinjauan dan investigasi terkait penyebab bencana baru saja dimulai. Badan antariksa melaporkan tak ada laporan staf yang cedera. "Masih terlalu dini untuk mengetahui detil apa yang terjadi," kata wakil presiden Orbital Sciences, Frank Culbertson, yang juga mantan astronot NASA dalam pernyataannya yang dikutip dari SPACE.com, Rabu (29/10/2014). "Kami akan memelakukan investigasi menyeluruh untuk menentukan penyebab. Dan menentukan langkah-langkah yang harus diambil untuk menghindari insiden serupa." Jika penyebab sudah ditemukan, Culbertson mengatakan, pihaknya akan kembali mengangkasa ke luar orbit bumi untuk melayani para pelanggannya. Sebelumnya, perwakilan Orbital Sciences tak menemukan masalah jelang peluncuran. Namun, setelah proses pengapian, terlihat jelas ada yang salah. Demikian ujar Robert Pearlman, editor berita sejarah antariksa collectSPACE.com. Ia menyaksikan detik-detik peluncuran hanya beberapa mil dari roket yang meledak, di area pengamatan pers yang disediakan NASA. "Saat pesawat itu naik dari landasan, jejaknya jelas terlihat -- asap dan api keluar dari roket," kata Pearlman kepada SPACE.com. Kemudian, kerusakan jelas terlihat, dan tiba-tiba bola api besar mengepul, diikuti ledakan sangat keras. Pecahan roket berterbangan ke segala arah, lalu kendaraan antariksa itu terbanting kembali ke landasan, mengeluarkan bola api yang lebih dahsyat. Kebakaran melanda lokasi. Kamis malam adalah upaya kedua Orbital mengirimkan Antares -- dalam jangka waktu 2 hari. Usaha sebelumnya pada Senin malam terganggu gara-gara kapal berkeliaran di pesisir dekat area luncur. NASA sebelumnya mengontrak Orbital untuk melakukan 8 kali pengiriman kargo ke ISS -- menggunakan roket Antares dan pesawat tak berawak Cygnus. Perusahaan yang bermarkas di Virginia meluncurkan misi pengiriman kargonya ke ISS awal tahun ini pada Januari lalu. Sementara misi kedua dilakukan Juli. Keduanya sukses. Sementara itu, perusahaan lainnya SpaceX mendapatkan kontrak senilai US$ 1,6 miliar dari NASA untuk melakukan penerbangan menggunakan kapsul Dragon dan roket Falcon. Sejauh ini sudah 3 misi dilakukan, tanpa insiden. NASA meminta bantuan sektor swasta untuk mengirimkan kargo, juga astronot dari dan ke ISS -- sembari memutus ketergantungan pada Rusia. Bulan lalu, badan antariksa itu memberikan dana miliaran dolar bagi SpaceX dan Boeing untuk menyediakan 'taksi luar angkasa' pada 2017. Saksikan video detik-detik meledaknya roket Antares sesaat setelah meluncur berikut ini.
×
×
  • Membuat baru...

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi