Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Alien'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 12 results

  1. Seorang pebisnis wanita asal Rusia mengaku cukup ketakutan karena foto selfie yang ia ambil saat sedang berada di dalam kabin pesawat yang ia naiki. Ia mengklaim ada photobomb oleh sosok alien. Bernama Olesya Podkorytov, wanita asal kota Kurgan, Rusia ini mengklaim ada penampakan alien di foto selfie yang ia ambil menggunakan ponsel pintarnya. Podkorytov mengaku awalnya tidak sadar ada pemandangan 'janggal' di bagian belakang kursi penumpang sampai ia mempublikasikan foto selfienya itu ke media sosial. "Saya mengunggah foto selfie ke media sosial dan langsung banjir komentar dan pertanyaan soal penampakan alien itu. Dari situ saya sadar memang ada wujud sebuah makhluk asing," ucap Podkorytov kepada media Central European News (CEN). Bentuk 'makhluk' yang ia maksud menyerupai manusia dan terlihat seperti alien besar yang biasa ia saksikan di kebanyakan film. Seorang pemerhati alien bernama Viktor Lunev turut menanggapi hal ini kepada CEN, "saya belum pernah mengalami hal seperti itu. Mungkin kita bisa membahasnya dengan memakai beberapa hukum fisika dasar." Mengutip situs Huffington Post, belum bisa dibuktikan apakah benar ada alien yang photobomb selfie Podkorytov atau ia hanya mencari sensasi dengan mengolah foto dirinya menggunakan aplikasi Photoshop. Istiliah photobomb sendiri adalah lelucon di mana orang sengaja menyelinap ke objek yang hendak difoto, sehingga hasil foto tersebut sedikit 'terganggu' oleh kehadiran si penyelinap.
  2. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengklaim objek tak terjelaskan yang mengorbit di bintang jauh itu sebenarnya adalah segerombolan komet. Penjelasan ini menepis tentang pengamatan pengamatan astronomi misterius yang menunjukkan adanya “megastruktur alien”. Pakar astromoni telah melatih NASA Spitzer Space Telescope di KIC 8462852 atau juga dikenal dengan Tabby Star yang telah membingungkan ilmuwan sejak mereka melihat cahaya redup secara dramatis tidak pernah dilihat sebelumnya. Pengamatan ini mendorong sebagian kalangan mengusulkan struktur besar yang disebut Dyson Sphere telah terjadi di sekitar Matahari untuk memanfaatkan energi. Akan tetapi, NASA kini mengklaim peredupan mungkin hanya disebabkan bintang yang mengorbit Tabby Star. NASA sendiri tidak yakin bila ini benar-benar terjadi dan berencana membuat pengamatan lebih dalam. “Kami mungkin belum tahu apa yang terjadi di sekitar bintang ini,” kata Massimo Marengo dari Iowa State University. “Tetapi, itulah yang membuatnya begitu menarik,” tambahnya. Astronom Jason Wright dari Penn State University mengungkapkan bahwa objek misterius itu sebenarnya adalah megastruktur alien yang dirancang untuk memanfaatkan energi dari bintang. Dia mengatakan, “Alien harus selalu manjadi hipotesis terakhir pertimbangkan Anda.” Tabby Star berjarak sekira 1.480 tahun cahaya dari Bumi yang berarti manusia tidak akan bertemu penghuni dari tempat jauh itu dalam waktu dekat. Awal bulan ini, top astronom di luar Bumi menolak untuk mengesampinkan posibility bahwa megastruktur alien teresebut mengorbit Tabby Star ini. Sementara Seth Shostak, direktur Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) Institute, mengungkapkan bahwa timnya tidak bisa menyangkal teori struktur buatan besar yang menyebabkan pola cahaya misterius terlihat di sekitar bintang yang jauh.
  3. Tim ahli astrofisika dari Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) di University of California, Berkeley menemukan bintang aneh di galaksi Bimasakti. Salah satu dugaan yang muncul adalah kemungkinan itu adalah rumah bagi alien cerdas. Tim SETI dari California meyakini ada "sesuatu" yang besar menghalangi cahaya dari bintang di antara konstelasi Cygnus dan Lyra. Menurut para peneliti, temuan ini termasuk tak biasa sebab cahaya bintang jarang terhalang oleh sesuatu. Bintang aneh itu awalnya memiliki nama yang sulit, yaitu KIC 8462852. Kemudian tim peneliti menggantinya dengan WTF 001, dari kepanjangan What the Flux. Flux sendiri adalah cahaya yang diukur dari sebuah bintang yang menjangkau Bumi. Cahaya redup bintang yang berkala dinilai menjadi salah satu cara terbaik untuk menentukan apakah sistem bintang itu memiliki planet-planet di luar sistem tata surya yang mengorbit Matahari, atau lebih sering disebut sebagai eksoplanet. Walau bagaimanapun, biasanya planet-planet meredupkan sinar bintang tak lebih dari satu persen dan mereka melakukannya di dalam siklus reguler. Nah, "sesuatu" yang menghalangi cahaya WTF 001 ini mencapai 22 persen. "Tentu ini sangat aneh," ujar ahli astronomi Alan Duffy. "Sulit membayangkan bagaimana bisa cahaya bintang terhalang sebanyak 20 persen. Bintang itu raksasa. Bagaimana bisa?”, dikutip dari Sydney Morning Herald. Duffy juga menyatakan bahwa tim peneliti seperti kehabisan ide sebetulnya apa penyebab dari cahaya redup bintang WTF 001. Namun salah satu ahli astrofisika Jason Wright mengatakan kepada media The Atlantic, bahwa peradaban alien masuk ke dalam dugaan mereka. "Alien selalu menjadi dugaan akhir yang dipertimbangkan. Temuan ini menjadi sesuatu yang Anda harapkan dari apa yang telah dibentuk oleh para alien," tutur Wright. Sementara menurut astrofisikawan dari Yale University, Tabetha Boyajian, penjelasan ilmiah lain yang mendekati adalah adanya gerombolan besar komet yang turun mendekati massa sang surya.
  4. Bintang yang diberi nama WTF 001 oleh tim peneliti Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) dari California, AS memang menunjukan kecenderungan aneh. Dugaan adanya peradaban asing, mereka pun ingin menelitinya lebih jauh. Cahaya bintang WTF 001 dideteksi mengalami redup oleh sesuatu sebanyak 20 persen. Tim peneliti belum bisa memastikan apa yang menghalangi cahaya bintang raksasa itu, tapi sejumlah dugaan telah muncul seperti peradaban alien hingga pasukan komet. Dugaan kehidupan alien cerdas pun tak dipandang sebelah mata. Mereka yang meyakini bahwa ada peradaban asing yang hidup di sistem bintang WTF 001 ini perlu diteliti. Mengutip situs Sydney Morning Herald, tim astrofisikawan berencana menyiapkan teleskop radio yang mampu menentukan keberadaan sinyal yang mengindikasi adanya kehidupan luar Bumi yang sudah matang. "Alien selalu menjadi dugaan akhir yang dipertimbangkan. Temuan ini menjadi sesuatu yang Anda harapkan dari apa yang telah dibentuk oleh para alien," tutur salah satu anggota tim peneliti, Jason Wright. Sementara astrofisikawan dari Yale University, Tabetha Boyajian yang juga bekerjasama dengan Wright dan Andrew Siemion selaku direktur SETI, meyakini hal lain bahwa penghalang cahaya bintang itu kemungkinan dari gerombolan komet yang sedang turun mengarah ke Matahari. Hipotesanya itu berasal dari proyek Planet Hunters yang menemukan sinyal cahaya aneh saat sedang menggali data dari 150 ribu bintang yang dikumpulkan oleh observatorium Kepler. Yang jelas Boyajian menekankan hal-hal yang tak mungkin memengaruhi sinar bintang, di antaranya keberadaan bintang kerdil dan gumpalan debu dari ledakan asteroid atau planet. Wright turut menambahkan, selain dugaan peradaban alien, ia mengatakan bahwa pola cahaya bintang WTF 001 sifatnya konsisten dengan "kumpulan megastruktur" yang mengorbit sang bintang. Kemungkinan megastruktur tersebut terbentuk oleh penghimpun tenaga surya yang besar. 'Teori' itu berasal dari fisikawan Freeman Dyson yang meyakini bahwa peradaban canggih nan mapan bakal menggunakan "megastruktur" itu untuk mengumpulkan energi Matahari dalam jumlah masif. Pada intinya, penelitian mereka ini bakal menggunakan teleskop radio di Greenbank, West Virginia untuk melacak sinyal jelas dari energi elektromagnetik di rentang frekuensi kecil yang mampu mengindikasi teknologi radio. Kabarnya jika mereka berhasil menangkap hal-hal janggal, mereka akan menggunakan teleskop radio Very Large Array di New Mexico demi mendapatkan gambar secara jelas. "Sebagai peneliti, kami perlu mengatakan bahwa mungkin semuanya disebabkan oleh teknologi yang belum mutakhir. Namun tentu perlu dicoba untuk diteliti, itulah yang akan kami lakukan," ucap Siemion.
  5. Melihat foto-foto ini kita seakan diajak untuk melewati ruang waktu, melintasi udara, dan mendarat di tempat yang jauh dari kehidupan manusia. Pemandangannya nampak seperti dalam film fiksi ilmiah, 'Star Wars', banyak bebatuan, tanah lapang, dan penuh bintang. Tapi tunggu dulu, apa yang Anda lihat bukan di luar angkasa. Seorang fotografer bernama Ruben Wu berhasil mengabadikan foto-foto menakjubkan dari seluruh dunia yang terlihat seperti rumah alien. Simak foto lengkapnya.
  6. Keberadaan makhluk asing atau dikenal sebagai alien sudah menjadi buah bibir masyarakat dunia sejak dahulu. Bahkan, sejumlah ahli kosmologi baru-baru ini bisa memperkirakan ukuran makhluk luar angkasa tersebut. Seperti dilaporkan Cnet, Rabu (8/4/2015), ahli kosmologi dari Universitas Barcelona, Fergus Simpson, telah memperkirakan ukuran tubuh alien. Perkiraan ukuran tubuh alien tersebut dituangkan dalam laporan berjudul ‘The Nature of Inhabited Planets and Their inhabitants’. Simpson mengandalkan model matematika yang mengatakan planet-planet juga melakukan penghematan energi seperti yang manusia lakukan. “Dalam dunia hewan, spesies yang secara fisik lebih besar memiliki tingkat populasi lebih rendah. Hal ini kemungkinan karena meningkatnya kebutuhan energi yang mereka butuhkan,” kata Simpson. Makhluk asing diperkirakan cenderung mengonsumsi lebih banyak dan melepaskan banyak energi dibanding makhluk yang lebih kecil. Simpson juga mengatakan, Bumi merupakan sampel acak sederhana di antara makhluk-makhluk berpenghuni. Terdapat informasi yang mengatakan bahwa saat ini lebih banyak makhluk lebih kecil, namun Simpson tidak memercayai bahwa Bumi benar-benar contoh yang cukup adil. Sebaliknya, dia mengatakan, “Planet yang paling banyak dihuni ukurannya cenderung mendekati Mars dibanding Bumi.” Jika pernyataan itu benar maka sejak kepadatan penduduk secara luas tampak mengalami penurunan dengan meningkatnya massa tubuh, dapat disimpulkan bahwa spesies paling cerdas diperkirakan memiliki bobot lebih dari 300 kilogram atau sekira 650 pounds, dan beruang kutub sendiri memiliki berat rata-rata 650 pounds. Kendati demikian, menurut laporan Newsweek, peneliti Seth Shostak di Search for Extra-Terrestrial Intelligence (SETI) Institute menunjukkan bahwa setiap makhluk luar angkasa kemungkinan memiliki ukuran lebih besar. Hal ini dilihat dari hasil laporan Simpson. “Ini menarik, tapi pekerjaan yang dilakukan Simpson tidak didukung data konkret,” kata Shostak.
  7. Seorang ilmuwan dari Search for Extraterrestrial Intelligence Institute (SETI) ingin mengirim koneksi internet ke luar angkasa untuk berkomunikasi dengan alien cerdas. Bernama Seth Shostak, ilmuwan yang juga seorang ahli astronomi senior itu terkesan sangat agresif terhadap koneksi manusia dengan makhluk luar Bumi alias alien. "Kehidupan alien sangat mungkin ada di luar sana. Perlu dorongan besar untuk perluasan komunikasi guna mengetahui lebih lanjut karena kita tidak tahu apa motif dan bagaimana perilaku alien," tulis Shostak dalam sebuah artikel di New York Times berjudul Should We Keep a Low Profile in Space?. Alasan Shostak ingin melakukan kontak dengan kehidupan asing di luar planet karena sampai sekarang belum ada bukti mutlak terhadap peradaban di luar Bumi. Padahal selama dua tahun terakhir, para ahli astronomi telah memelajari sekitar puluhan miliar planet layak huni yang terselubung di galaksi Bimasakti. Sejauh ini upaya yang dilakukan manusia untuk 'berhubungan' dengan alien adalah hanya dengan mendengarkan dan mencari pesan yang terekam dari antariksa, yang mereka yakini berasal dari spesies cerdas. Maka menurutnya, manusia perlu menawarkan semacam Big Data khusus untuk alien. Dengan kata lain, Shostak ingin mengirimkan berbagai konten internet seperti teks, gambar, video, dan suara ke luar angkasa. "Konten seperti itu bisa membuat makhluk asing cerdas menafsirkan mengenai masyarakat kita, bahkan memformulasikan pertanyaan. Laser yang kuat bisa membawa banyak serat optik, sehingga data konten bisa diluncurkan dalam waktu singkat," tutur Shostak. Ambisi serupa juga datang dari pemilik perusahaan perakit wahana antariksa SpaceX, Elon Musk, yang ingin membangun proyek satelit penyedia koneksi internet dari Bumi ke planet lain seperti Mars. Proyek yang tengah dikembangkan ini kabarnya memakan biaya hingga US$ 10 miliar atau setara dengan Rp 125 triliun. Musk juga berencana untuk membangun 700 satelit kecil yang akan diluncurkan ke ruang angkasa. Ia mengatakan satelit-satelit ini akan membantu manusia untuk menciptakan koloni di Mars. Pembuatan satelit ini dibantu oleh mantan eksekutif Google, Greg Wyler. Meskipun belum ada kejelasan detail mengenai fungsi satelit tersebut, Musk menilai nantinya satelit ini akan membantu manusia dalam berbagai penelitian di ruang angkasa.
  8. Sebagai seorang jenius di bidang fisika, Stephen Hawking kini juga dikenal sebagai 'penentang' kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Baru-baru ini Hawking menyatakan kekhawatirannya terhadap kekuasaan para alien. "Jika alien mengunjungi dunia kita, saya rasa akan sama ketika Christopher Columbus mendarat pertama kali di Amerika -- bukan hal yang disenangi oleh penduduk asli sana 'kan," kata Hawking pada acara Into to the Universe with Stephen Hawking. Nyatanya, kekhawatiran Hawking terhadap keberadaan alien sudah pernah ia tuturkan pada 2010. Ia mengatakan, apabila kehidupan alien cerdas betulan ada, kemungkinan mereka tidak akan ramah terhadap manusia. Ia juga menyampaikan bahwa peradaban alien cerdas kemungkinan bersifat nomaden atau berpindah-pindah. Maka, sangat mungkin apabila mereka mencari planet apapun yang bisa dikuasai. "Jika betul, masuk akal bagi mereka untuk mengeksploitasi setiap planet sebagai bahan penciptaan pesawat antariksa agar mereka bisa mobilisasi," kata Hawking. Peradaban manusia di mata Hawking nampaknya semakin suram lantaran ia juga menyatakan bahwa sifat agresif manusia bisa mengancam kehidupan Bumi beberapa waktu lalu. Hawking memaksa bahwa sikap empati sangat dibutuhkan di era serba canggih seperti ini. Malah, ia menyarankan manusia cerdas dengan keadaan mental lebih sehat untuk melarikan diri dari planet ini bersama-sama. "Saya yakin jangka panjang peradaban manusia di masa depan berada di luar angkasa yang memiliki garansi kehidupan. Dengan menguasai planet lain, kehidupan manusia tidak akan musnah," tutur sang jenius. (Baca: Kontroversi Surga Palsu dan Ketiadaan Tuhan) Begitupun untuk perkembangan AI. Hawking berkata kecerdasan buatan yang dikembangkan sejauh ini memang sangat terbukti berguna untuk manusia. Tetapi, ia khawatir peranti lunak tersebut berpikir melampaui manusia dan menandingi umat manusia.
  9. Sekelompok pemburu unidentified flying object atau UFO mengklaim melihat penampakan kapal alien sedang melintasi matahari. Objek tersebut didapatkan melalui situs Helioviewer.org Di situs tersebut memang menjadi tempat untuk melihat aktivitas matahir yang di-update secara berkala. Dalam gambar yang dirilis, tampak beberapa gambar di permukaan matahari menemukan objek berukuran sebesar bulan. Pemburu UFO ini mengambarkannya sebagai 'kapal yang besar' dan diduga merupakan kapal alien. Dalam pengamatannya, ukuran tersebut sebesar bulan tetapi hanya memiliki ketebalan setengahnya. Pemburu UFO Scott Waring melihat objek melalui situs yang didanai badan antariksa AS atau NASA itu mengatakan objek ini seperti sebuah kapal dimana bagian tengahnya tipis namun lebih tebal di bagian atas dan ujung bawah. "Objek ini memiliki bentuk persegi panjang dan tebal di ujung atas dan bawah. Ini adalah kapal," katanya. Ia juga mengklaim bahwa para ilmuwan Rusia telah melihat UFO berukuran mirip bulan tahun lalu yang dapat membuat perubahan mendadak dalam arah dan kecepatan. "Saya mendapati foto berikutnya dan mendapati objek tersebut hilang," katanya. Sebagian besar orang mungkin akan meragukan jika 'kapal alien' tersebut dapat terbang melintasi matahari yang panasnya mencapai 28 juta derajat pada intinya. Namun, ada beberapa yang berpikir alien jutaan tahun lebih maju daripada orang di Bumi, dan jadi mungkin, menggunakan lambung sistem pendingin yang sangat efisien.
  10. Mungkin sudah ratusan tahun manusia mencari-cari tanda-tanda kehidupan yang berasal dari luar bumi alias alien. Namun hingga kini sosok alien belum benar-benar bisa ditemukan oleh manusia. Ke mana mereka? Fisikawan asal Israel, Profesor Tsvi Piran mengatakan bila salah satu penyebab mengapa manusia belum bisa bertemu dengan alien adalah karena mereka sudah mati. Kematian dari alien-alien itu diklaim diakibatkan oleh sinar gamma. Ya, sinar gamma adalah sinar radioaktif berbahaya yang di film 'Incredible Hulk' dapat merubah sosok Bruce Banner sebagai monster raksasa bernama Hulk. Tetapi dalam kasus ini, sinar gamma yang ada di luar angkasa jauh lebih kuat dan menyebabkan kematian massal dari makhluk hidup di sebuah planet dalam sekejap. Sinar gamma dalam intensitas besar sering kali dihasilkan oleh ledakan sebuah bintang atau supernova. Semburan sinar gamma tersebut dapat membuat atmosfer sebuah planet hilang, dan secara otomatis membakar apa saja yang ada di dalamnya. Profesor Piran mengatakan bila semburan sinar gamma dapat menghambat dan menghentikan pertumbuhan kehidupan di 90 persen bagian galaksi Bima Sakti. Bahkan, saking banyaknya supernova yang ada di sekitar inti galaksi Bima Sakti, kemungkinan adanya alien di daerah tersebut hampir nol persen. "Kami menemukan bila kemungkinan semburan sinar gamma yang mematikan jauh lebih besar dan kuat di dekat inti Bima Sakti. Dan membuat daerah itu tidak bisa ditinggali," ujar Profesor Piran, Daily Mail (30/01). Lebih lanjut, Profesor Piran mengungkapkan kehidupan baru bisa ditemukan pada jarak 32 tahun cahaya dari inti galaksi atau daerah pinggiran galaksi saja. Itu pun kemungkinannya hanya 50 persen.
  11. Terjadi nya kebakaran dahsyat di hutan California Utara sempat menghentikan pencarian kehidupan di luar Bumi, Selasa. Api membakar sekitar 200 km sebelah utara dari Sacramento. Karyawan di SETI Institute Allen Telescope Array terpaksa mengevakuasi dan untuk sementara memblokir semua akses komputer, internet dan listrik. "Kita tidak bisa mendengar ketika semua nya mati." Jelas Seth Shostak, astronom senior dan direktur SETI Research. Di SETI - yang merupakan singkatan dari Search for Extraterrestrial Intelligence - ilmuwan pencari langit dan tanda-tanda kehidupan di luar bumi dengan "mendengarkan" bersama berbagai keping satelit kecil. Api yang datang berjarak beberapa mil dari fasilitas, yang terletak dekat Hat Creek, California, pada kedua sisi timur dan barat, menurut Shostak. "Api di sebelah barat telah melompat ke jalan, membakar tempat makan siang kesukaan kami, terlihat dalam beberapa mil dari teleskop," katanya. Semakin lama kobaran api mendekat, staf segera melarikan diri ke tempat yang lebih aman dan menutup satelit. "Kami hanya kehilangan beberapa jam pencarian." Katanya. "Untuk mengharapkan E.T, yang entah bagaimana akan menjangkau pada saat ini, itu pasti akan terasa sangat aneh." Api mungkin tidak menyebabkan para peneliti mngeluarkan biaya untuk kesempatan mereka menemukan alien. Tetapi, telah membakar lebih dari 31.000 hektar dan mengancam lebih dari 700 rumah. Kementerian Api mengatakan bahwa pada 20 Agustus sepenuhnya disebabkan oleh Api sebanyak 35%. Pencarian kehidupan dapat dilanjutkan di SETI teleskop Array. Para ilmuwan akhirnya diberi kejelasan untuk kembali pada fasilitas tersebut.
  12. Saat ini, manusia masih mengatakan bahwa alien mungkin ada di luar sana. Namun, ilmuwan memperkirakan bahwa dalam 25 tahun ke depan, manusia akan benar-benar menemukan alien. Seth Shostak, peneliti dalam proyek Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI), seperti diberitakan Foxnews, Senin (10/2/2014), manusia bisa mendeteksi alien pada tahun 2040. Shostak mengatakan, hal itu biasa terjadi karena ilmuwan sudah mampu memindai sistem keplanetan yang lebih banyak dan mendeteksi sinyal elektromagnetik yang dihasilkan alien. "Saya pikir kita akan menemukan ET (makhluk cerdas dari luar angkasa) dalam dua lusin tahun mendatang, dengan eksperimen," kata Shostak dalam diskusi 2014 NASA Innovative Advanced Concepts, Kamis (6/2/2014) di Stanford University. "Bukannya mengobservasi beberapa ribu sistem bintang, seperti perhitungan saat ini, kita akan melihat mungkin jutaan sistem bintang pada 2040," imbuhnya. Shostak cukup yakin bahwa manusia bisa menemukan alien karena teleskop Kepler milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan banyak planet yang bisa mendukung kehidupan di Bimasakti. Shostak percaya bahwa satu dari lima bintang memiliki planet yang bisa mendukung kehidupan. Jika memang ada kehidupan di luar angkasa, Shostak percaya bahwa makhluk hidup cerdas itu juga mengirim sinyal dan menunggu makhluk lain untuk mengontaknya. Sumber: http://sains.kompas.com/read/2014/02/12/1747262/Diprediksi.Manusia.Bisa.Temukan.Alien.pada.Tahun.2040
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy