Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'AS'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 11 results

  1. Ibu negara Amerika Melania Trump hari Senin (11/1) mengatakan ia “kecewa dan sedih” dengan penyerbuan gedung Kongres oleh kerumunan massa pendukung suaminya yang ingin mengubah hasil pemilihan presiden, tetapi juga mengatakan bahwa merupakan hal yang “memalukan” ketika ia menjadi subyek apa yang digambarkannya sebagai “gosip cabul” dan “serangan pribadi yang tidak beralasan.” Dalam pernyataan dari Gedung Putih itu, ibu negara menyampaikan kesedihan atas kematian enam orang terkait kekacauan di Kongres Rabu lalu (6/1), termasuk kematian polisi Kongres Brian Sicknick, dan seorang polisi lainnya, Howard Liebengoog, yang ikut menanggapi kerusuhan di Kongres dan bunuh diri akhir pekan lalu ketika sedang tidak bertugas. “Bangsa kita sedianya pulih dengan cara beradab,” ujar Melania. “Jangan salah, saya benar-benar mengutuk aksi kekerasan yang terjadi di gedung Kongres kita. Aksi kekerasan tidak pernah dapat diterima.” Ia menambahkan, “Saya mengimbau orang-orang untuk menghentikan aksi kekerasan itu, tidak membuat asumsi yang didasarkan pada warna kulit seseorang atau menggunakan ideologi politik sebagai landasan melakukan serangan dan kekejaman. Kita sedianya saling mendengar satu sama lain, memusatkan perhatian pada apa yang mempersatukan kita, dan mengatasi apa yang memisahkan kita.” Dalam pawai di dekat Gedung Putih pada 6 Januari lalu, Presiden Donald Trump mendorong ribuan pendukungnya untuk bergerak ke Kongres. Dalam pawai itu ia, sebagaimana yang telah disampaikannya selama berminggu-minggu, menyampaikan kembali tuduhan yang tidak berdasar bahwa ia telah dicurangi dalam pemilu presiden. Beberapa jam kemudian para pendukungnya menyerbu Kongres. Trump menyerukan kepada mereka agar “pulang” tetapi juga mengatakan, “Kami mencintai Anda, Anda sangat spesial.” Setelah polisi memulihkan ketertiban di Kongres, Kamis dini hari (7/1) para anggota parlemen mengesahkan perolehan kursi elektoral Joe Biden dari Partai Demokrat, yang akan dilantik sebagai presiden ke-46 Amerika pada tanggal 20 Januari nanti. Ibu negara pada hari Senin juga mengecam mereka yang mempertanyakan mengapa ia bungkam tentang aksi kekerasan di Kongres, hingga saat ini. “Saya merasa memalukan, di tengah-tengah peristiwa tragis ini ada gosip-gosip cabul, serangan pribadi yang tidak berdasar, dan tuduhan palsu yang menyesatkan terhadap saya, dari orang-orang yang ingin menjadi relevan dan memiliki agenda,” ujarnya. “Saat ini semata-mata tentang memulihkan negara dan warga negara kita. Saat ini seharusnya tidak digunakan untuk keuntungan pribadi,” tambah Melania. Melania tampaknya mengarahkan pernyataannya sedikitnya pada Stephanie Winston Wolkoff, mantan penasehat dan temannya yang akhir pekan lalu menulis artikel di Daily Beast bahwa Melania telah mendorong suaminya dan bahwa “tangannya juga berlumuran darah.” Melania Trump juga tampaknya mengucapkan selamat tinggal pada Gedung Putih sebelum masa jabatan suaminya berakhir 20 Januari nanti. “Merupakan suatu kehormatan seumur hidup bagi saya dapat menjadi Ibu Negara,” ujarnya. “Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada jutaan warga Amerika yang mendukung suami saya dan saya selama empat tahun terakhir ini, dan menunjukkan dampak luar biasa dari semangat Amerika. Saya berterima kasih karena diperkenankan memberi pelayanan di platform yang saya sukai.” Presiden Trump hari Senin memerintahkan untuk menurunkan bendera Amerika menjadi setengah tiang hingga Rabu nanti (13/1) untuk menghormati Sicknick dan Liebengood. [em/jm]
  2. Usai kunjungan ke markas Google, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara bersama rombongan mengunjungi "Plug and Play TechCenter" di kawasan Silicon Valley. Agendanya mencari ilmu soal pembinaan startup.Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Chief Executive Kibar Yansen Kamto. Total ada tujuh perusahaan inkubator dan akselerator AS yang hadir. Mereka adalah Techstars, StartX, GSVlabs, 500 Startups, F50, Plug and Play, dan Y Combinator.Dalam pertemuan tersebut, menurut Yansen, rombongan dari Indonesia mengajukan tiga program pembinaan startup kepada para inkubator AS, yaitu startup exchange, mentor network, dan kurikulum.Tawaran tersebut pun disambut positif. Inkubator AS yang hadir menunjukkan ketertarikannya terhadap Indonesia dan mengajak agar startup Tanah Air datang ke sana untuk mengenal kultur Silicon Valley."Mereka tertarik dengan Indonesia. Kita bisa kerja sama, misalnya mengirim mentor ke sana dulu agar belajar, lalu pulang lagi untuk mengajar. Mereka di sana kan rata-rata punya kurikulum, tapi mesti dilihat dulu dan nanti disesuaikan dengan kebutuhan kita," jelas Yansen.Diantara inkubator yang tertarik untuk hadir di Indonesia antara lain GSVlabs, Plug and Play, dan Techstars. Mereka sendiri belum pernah hadir di Tanah Air sebelumnya.Sedangkan inkubator lainnya, seperti 500 Startups sebelumnya sudah pernah hadir dan berinvestasi untuk startup Indonesia, namun tertarik untuk terlibat lebih jauh dalam mengembangkan ekosistemnya.Pemerintah dan para pegiat usaha rintisan digital memang memiliki harapan agar Indonesia memiliki 1.000 startup berkualitas pada 2020 nanti. Pembinaan adalah salah satu cara untuk mewujudkannya.Sayangnya, Indonesia masih baru dan belum memiliki contoh untuk mengembangkan diri. Kurikulum soal pembinaan startup pun belum ada.Yansen berpendapat pertemuan mereka dan kerja sama dengan inkubator AS itu bisa membantu memuluskan misi 1.000 startup tersebut. Minimal mulai dari pertukaran kurikulum, mendapatkan mentor yang memang ahli dan startup lokal pun bisa mengunjungi Silicon Valley.Selain Yansen, pegiat startup yang hadir antara lain Telkom Indigo yang diwakili Achmad Sugianto, penggagas Founders Institute Chapter Jakarta Sanny Gaddafi, Andy Zain dari Kejora, Donald Wihardja dari Convergence Venture, Italo Gani dari Adskom, dan Emirsyah Satar dari MatahariMall.com.
  3. Hacker mencuri informasi yang paling sensitif dari 21 juta orang di Amerika Serikat dan tak seorang pun akan mengatakan siapa yang melakukannya. Ini adalah pencurian terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat. Dari ruang lingkup pelanggaran data, ini sangat diyakini merupakan yang terbesar dan telah tumbuh secara dramatis sejak beberapa tahun terakhir. Serangan besar pertama terjadi di Kantor Personnel Management (OPM) yang mencuri 4,3 juta data personal. Setelah itu ada serangan kedua yang mengakibatkan pelanggaran terkait data pribadi sistem perumahan dan membuat lebih dari 19 juta pekerja Federal AS. Di antara data yang dicuri hacker kebanyakan soal keuangan, kesehatan, pekerjaan dan tempat tinggal, serta informasi tentang keluarga dan kenalan mereka. Banyak anggota parlemen AS mengatakan China berada di balik serangan itu. Tapi Michael Daniel, cybersecurity co-ordinator Presiden Barack Obama, mengatakan pemerintah belum siap untuk mengatakan siapa yang bertanggung jawab. Namun mereka mengindikasikan serangan ini mirip dengan dua kejadian peretasan sebelumnya yang terjadi di tahun 2014 dan 2015 silam. "Apa yang dicuri itu adalah harta karun berupa informasi tentang semua orang yang telah bekerja, mencoba untuk bekerja, atau bekerja untuk pemerintah Amerika Serikat," kata Direktur FBI James Comey . Pemerintah mengatakan telah meningkatkan upaya keamanan cyber dengan mengusulkan undang-undang baru, mendesak industri swasta untuk berbagi informasi lebih lanjut tentang serangan. Dalam kejadian kali ini, OPM menjelaskan bahwa hacker berhasil mencuri banyak informasi sensitif seperti nama asli, alamat lengkap, email, nomor asuransi kesehatan hingga data kartu kredit
  4. Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mendakwa tiga orang yang melakukan pencurian 1 miliar nama pengguna dan alamat email dari tahun 2009 hingga 2012 untuk mengirim pesan promosi yang tidak diharapkan penerima (spam). Ketiga terdakwa itu adalah, dua warga Vietnam, Viet Quoc Nguyen dan Giang Hoang Vu, yang dituding mencuri data dari delapan penyedia layanan email, sementara David-Manuel Santos Da Silva dari Kanada diduga bersekongkol dengan dua warga Vietnam itu. Nama pengguna dan alamat email yang dicuri itu selanjutnya dikomersialkan ke pihak ketiga untuk kegiatan pemasaran sebuah produk atau jasa. Dalam dokumen di Departemen Kehakiman AS, disebut bahwa Da Silva bertanggungjawab atas pengiriman pesan sampah dari klien yang bekerjasama dengan perusahaannya, Marketbay.com. Vu telah ditangkap di Belanda pada tahun 2012 dan mengaku bersalah pada tanggal 5 Februari lalu. Da Silva ditangkap di Fort Lauderdale, Florida pada 12 Februari lalu. Sementara itu, Nguyen masih buron. Kasus ini mirip dengan pelanggaran yang terjadi pada 2011 oleh Epsilon Marketing, sebuah perusahaan pemasaran yang membantu klien mengirim pesan spam lewat email. Perusahaan ini menyimpan lebih dari 250 juta alamat email, termasuk dari penyedia layanan email besar.
  5. Jasad manusia telah ditemukan tetapi misi pencarian dan penyelamatan masih berlanjut. Operasi pencarian sedang dilakukan di Amerika Serikat terhadap tujuh marinir dan empat tentara setelah helikopter militer jatuh saat melakukan latihan di Florida. Kecelakaan terjadi di dekat Pensacola saat latihan malam hari di Markas Angkatan Udara Eglin. Jasad manusia ditemukan di pantai, tetapi para pejabat masih melakukan misi pencarian dan penyelamatan. Serpihan pesawat ditemukan pada hari Selasa pagi. Saat rapat di Washington hari Rabu 11 Maret 2015, Menteri Pertahanan Ashton Carter mengatakan "Semua pikiran dan doa kami bersama mereka dan pihak keluarga sementara operasi pencarian dan penyelamatan berlanjut". Kabut mempersulit pencarian helikopter UH-60, yang juga dikenal dengan nama Black Hawk tersebut. Sebagian besar daerah tertutupi kabut dari Selasa malam, kata Katie Moore dari National Weather Service di Tallahassee, dengan jarak pandang paling jauh 3,2km. Sejumlah pejabat militer yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada media AS bahwa 11 orang tersebut diduga telah meninggal.
  6. Salah satu satelit milik militer Amerika Serikat meledak secara tiba-tiba. Satelit itu terpecah hingga 43 bagian. Belum diketahui pasti apa penyebab ledakan tersebut, namun dugaan kuat kenaikan suhu yang secara tiba-tiba menyebabkan satelit pemantau cuaca itu tak stabil, lantas meledak. Diluncurkan 1995, satelit bernama DMSP-F13 itu punya fungsi utama untuk mengirimkan data cuaca secara real-time ke tentara AS. Data ini kemudian dipakai untuk keperluan strategi militer. Tapi DMSP-F13 hanya satu dari enam satelit AS dengan fungsi serupa. Ada pula satelit ketujuh bernama DMSP-F20 yang dijadwalkan meluncur 2016. Meledaknya DMSP-F13 diklaim pemerintah AS tidak akan memberikan dampak yang signifikan, sebab pesawat nirawak itu bukanlah satelit utama untuk memasok data cuaca. “Karena satelit ini tak digunakan oleh layanan cuaca nasional atau badan udara angkatan udara, maka dampak dari ledakan ini akan sangat minim,” tulis pernyataan AS yang dikutip dari Space, Selasa (3/3). Meski demikian, AS dan sejumlah ilmuwan mengaku akan tetap menyelidiki penyebab ledakan tersebut. Pecahan satelit sendiri dilaporkan tidak akan membahayakan Bumi.
  7. Produsen kartu SIM, Gemalto, mulai menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa produk buatannya berhasil dibobol oleh pemerintah Amerika Serikat (AS), melalui National Security Agency (NSA). Dalam berita sebelumnya, Edawrd Snowden menyebut aksi penyadapan AS bersama Inggris ini dilakukan dengan tujuan untuk memonitor komunikasi mobile seseorang tanpa melalui operator dan persetujuan sebelumnya. "Kita masih dalam tahap awal dalam memverifikasi temuan dari media ini dan kita tidak mempunyai bukti lain bahwa badan-badan tersebut melakukan operasi ini," tulis pihak Gemalto, melalui situs resminya, yang dikutip CNN Indonesia. Gemalto, menyakini terutama adanya serangan hacker jahat. Mereka mengaku sebelumnya telah mendeteksi banyak usaha untuk login dan dimitigasi secara illegal selama bertahun-tahun. "Saat ini kita tidak dapat membuktikan hubungan antara upaya terakhir tersebut dan apa yang dilaporkan kemarin," tambah pihak Gemalto. Namun demikian, mereka akan menangani kasus ini dengan sangat serius dan akan mencurahkan semua sumber daya yang diperlukan untuk sepenuhnya menyelidiki dan memahami ruang lingkup teknik canggih tersebut. Gemalto ini merupakan produsen chip untuk kartu kredit dan ponsel (kartu SIM). Dalam dokumennya, Snowden, aksi mata-mata ini dilakukan pada tahun 2010 lalu. NSA bersama agen intelejen Inggris berhasil membongkar enkripsi kunci dari Gemalto untuk bisa masuk ke kartu SIM untuk operator besar di dunia, termasuk di AS sendiri seperti AT&T, T-Mobile, Verizon dan Sprint. Snowden menyebutkan setidaknya ada 450 operator yang sukses dimata-matai sejak dalam bentuk kartu SIM. Jumlah ini bahkan bisa bertambah seiring waktu berjalan. Demikian yang dilaporkan Softpedia. Setelah memperoleh kunci enkripsi untuk ini kartu SIM, NSA tidak akan perlu untuk mendapatkan surat perintah atau penyadapan. Selain itu, dekripsi komunikasi seseorang di telepon tidak meninggalkan jejak pada jaringan operator, yang berarti mereka tidak akan pernah tahu mereka disadap. Dengan mencuri kunci enkripsi tersebut, NSA juga akan mendapatkan kemampuan untuk mendekripsi komunikasi terenkripsi sebelumnya.
  8. National Security Agency (NSA) menggunakan banyak cara untuk memata-matai pengguna ponsel. Tak hanya dari piranti lunak, bahkan agen intelejen ini sudah memata-matai sejak kartu SIM dibuat. Dalam dokumen terbaru yang dibocorkan oleh whistleblower Edward Snowden mengindikasikan AS dan Inggris sudah berhasil menembus sistem pembuat chip terbesar di dunia, Gemalto. Gemalto ini merupakan produsen chip untuk kartu kredit dan ponsel (kartu SIM). Dalam dokumennya, Snowden, aksi mata-mata ini dilakukan pada tahun 2010 lalu. NSA bersama agen intelejen AS berhasil membongkar enkripsi kunci dari Gemalto untuk bisa masuk ke kartu SIM untuk operator besar di dunia, termasuk AS sendiri seperti AT&T, T-Mobile, Verizon dan Sprint. Snowden menyebutkan setidaknya ada 450 operator yang sukses dimata-matai sejak dalam bentuk kartu SIM. Jumlah ini bahkan bisa bertambah seiring waktu berjalan. Demikian yang dilaporkan Softpedia. Dalam hitung-hitungan, Gemalto sudah mengirimkan setidaknya 2 miliar kartu SIM per tahunnya. Sehingga, ada banyak pengguna ponsel yang berhasil dikuntit oleh kedua negara ini. NSA sendiri berhasil meretas server Gemalto lalu menerebas ke email karyawan yang bertanggung jawab dengan mengirimkan kunci enkripsi ini untuk operator melalui email. Setelah memperoleh kunci enkripsi untuk ini kartu SIM, NSA tidak akan perlu untuk mendapatkan surat perintah atau penyadapan. Selain itu, dekripsi komunikasi seseorang di telepon tidak meninggalkan jejak pada jaringan operator, yang berarti mereka tidak akan pernah tahu mereka disadap. Dengan mencuri kunci enkripsi tersebut, NSA juga akan mendapatkan kemampuan untuk mendekripsi komunikasi terenkripsi sebelumnya.
  9. AS membenarkan kelompok militan ISIS telah menguasai kota al-Baghdadi. Negara Islam atau dulu disebut ISIS telah menguasai kota al-Baghdadi di wilayah Irak barat di dekat pangkalan militer AS, demikian keterangan resmi pemerintah Amerika Serikat. Juru bicara Pentagon mengatakan, hal ini merupakan pertama kali kelompok ISIS berhasil memperluas wilayah kekuasaannya dalam beberapa bulan terakhir. Al-Baghdadi, yang berjarak sekitar 8 km dari pangkatan militer AS, telah dikepung selama berbulan-bulan oleh ISIS yang menguasai sebagian besar wilayah utara dan barat Irak. Mereka juga menyerang pangkalan udara militer di Ain al-Asad, sekitar lima kilometer dari arah barat daya Al-Baghdadi, Jumat 13 Februari 2015, tetapi tidak berhasil menguasainya, kata juru bicara Pentagon, Laksamana John Kirby. Kelompok bunuh diri John Kirby mengatakan, kelompok ISIS melalui pasukan bunuh dirinya mencoba menyerang pangkalan tersebut, kata Kirby. Ain al-Asad merupakan tempat pelatihan pasukan Irak oleh sekitar 320 prajurit marinir AS. Kelompok ISIS juga menyerang Ain al-Asad, lokasi pangkalan AS di Irak. Sebelum dikuasai ISIS, al-Baghdadi adalah salah satu dari beberapa kota di provinsi Anbar barat yang dikuasai tentara Irak. Pejabat AS dan Irak mengatakan, delapan orang anggota kelompok militan tewas dalam serangan balik yang mereka lakukan. AS memimpin langsung operasi militer melalui serangan udara terhadap kelompok ISIS, yang merebut sebagian besar Irak dan Suriah tahun lalu.
  10. Mata Amerika Serikat (AS) di Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) merisaukan Indonesia. Walaupun tak banyak pihak yang menyadarinya atau malah acuh. ICANN merupakan organisasi nirlaba yang mengelola domain internet dan kode penomoran yang ada di balik alamat online. Sejak didirikan pada tahun 1998, ICANN telah diawasi oleh pemerintah AS, di bawah kontrak yang akan berakhir pada September 2015. "Sejak ICANN menggantikan fungsi IANA (Internet Assigned Numbers Authority) pada 1998, pengelolaan nama domain internet memang berada di bawah koordinasi National Telecommunications and Information Administration (NTIA), sebuah lembaga di bawah Kementerian Perdagangan Amerika Serikat," kata Sigit Widodo, Ketua Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI), kepada CNN Indonesia, Rabu (11/2). Perjanjian yang telah bergulir selama lebih dari 16 tahun ini, dikatakan oleh Sigit, sebetulnya sudah mengungkapkan akan adanya kontrol Amerika Serikat di Internet. Namun kebanyakan pihak di Tanah Air cenderung tidak peduli atau mengabaikannya. "Paling menakutkan sebetulnya kemampuan Amerika Serikat untuk mendapatkan semua informasi yang berlalu-lalang di dunia maya. Apalagi untuk negara seperti Indonesia yang sangat tergantung pada aplikasi buatan Amerika," kata Sigit, yang sedang mengikuti ICANN Meeting di Singapura. Pemerintah Indonesia sendiri mencoba menegakkan aturan penggunaan server di dalam negeri dan penggunaan domain .id secara luas. Tapi sayangnya itu belum bisa dimaksimalkan. Kendati selama ini AS mencengkeram ICANN untuk mengawasi dunia maya, dalam soal pengelolaan nama domain, sampai saat ini sebetulnya tidak ada pengaruh AS yang berbahaya. "ICANN selama ini profesional dan cukup independen, meski di bawah koordinasi NTIA dan masih mendapatkan anggaran dari Kementerian Perdagangan AS," katanya lagi. PANDI sendiri mendapatkan mandat pengelolaan nama domain Indonesia (.id) dari ICANN, namun secara organisasi PANDI bukan bagian dari ICANN. Di Indonesia sendiri, PANDI ditetapkan sebagai registri nama domain .id oleh Kementerian Kominfo. Sebelumnya ICANN bersiap menjadi lembaga independen yang dikelola multi-stakeholder. Namun sayang, ada beberapa pihak--termasuk Senat AS--yang tak ingin pengawasan internet dilakukan bersama-sama. Mengenai pengawasan AS, negara-negara seperti Tiongkok dan Rusia sebenarnya sudah menginginkan agar ICANN diawasi oleh badan antar-pemerintah, tanpa campur tangan sipil dan komunitas bisnis.
  11. Lembaga penegak hukum Marshals Service yang berada di bawah Departemen Kehakiman AS dilaporkan melakukan penyadapan data terhadap ribuan ponsel dengan memanfaatkan menara komunikasi berukuran mini di pesawat terbang. Operasi ini mulai dijalankan pada 2007 menggunakan pesawat Cessna yang terbang setidaknya di lima bandara utama di AS, menurut laporan Reuters, Kamis (13/11). Menara komunikasi itu dibuat oleh Boeing dan dijuluki “Dirtboxes.” Menurut sumber yang mengetahui operasi ini, alat Dirtboxes dapat mengumpulkan informasi dari puluhan ribu ponsel dalam penerbangan. Operasi ini, salah satunya bertujuan menemukan pelaku tindak kriminal yang berada di AS. Namun, operasi ini menyadap data semua warga yang berada di penerbangan. Seorang sumber mengatakan, pemerintah AS akan “melepaskan” data ponsel dari warga yang tidak pernah terlibat tindak kriminal. Menurut Christopher Soghoian, kepala teknologi di American Civil Liberties Union, pemerintah AS harus memastikan tidak menyimpan data warga yang tidak melakukan kriminalitas. Juru bicara Departemen Kehakiman AS tidak bersedia memberi konfirmasi kepada Reuters, dan menyangkal keberadaan operasi macam ini. “Ini sebuah program penyadapan berjejaring. Ini tidak bisa dibenarkan jika tidak mendapat izin dari otoritas hakim,” ujarnya. Operasi ini mirip dengan yang dilakukan National Security Agency (NSA) yang mengumpulkan data dari jutaan warga AS dan warga dunia. Karena aksi ini, AS dan sejumlah negara yang disebut melakukan kerja sama intelijen, mendapat kritik keras dari berbagai kepala negara termasuk Indonesia.
×
×
  • Create New...