Jump to content

Search the Community

Showing results for tags '4K'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 7 results

  1. PlayStation 4 (PS4) dan Xbox One menjadi konsolgame paling laris untuk saat ini, hal itu memang tak bisa dipungkiri lagi. Namun, kini sudah beredar kabar Sony tengah mempersiapkan konsol gaming generasi berikutnya, PlayStation 5 (PS5). Meski perusahaan pembesut konsol gaming current generation tersebut membantah rumor itu, tapi sudah bisa dipastikan bahwa konsol berikutnya yang akan diluncurkan Sony adalah PS5, yakni penerus dari PS4. Konsol next generation tersebut baru bisa akan diperkenalkan di tahun 2020 mendatang. Dijelaskan, life cycle dari konsol video game sejatinya memiliki masa yang cukup panjang. Contohnya, lihat dari masa transisi PS3 ke PS4. Butuh waktu sekitar tujuh tahun agar Sony bisa mempersiapkan peluncuran PS4 di tahun 2013. Jadi, dengan kata lain, Sony bisa saja akan merilis konsol teranyarnya tujuh tahun kemudian di 2020. Berhembusnya kabar akan dirilisnya PS5 dan Xbox Two juga datang dari sumber lain, pemasok otak perangkat AMD. Produsen komputasi chip asal Amerika Serikat tersebut mengungkapkan sebuah prosesor chipset yang mampu menampilkan layar 4K kepadagamer. Memang, TV dengan layar 4K pada saat ini masih menjadi barang mahal. Namun, AMD menjelaskan pada 2020 nanti mungkin TV 4K akan menjadi barang sekunder yang makin banyak diminati. Bisa saja ketika konsol masa depan itu dirilis, akan menyematkan prosesor canggih yang telah diungkap AMD ini. Chipset ini kabarnya juga memiliki performa lima kali lebih kuat dibanding chipset yang disematkan di PS4. Selain itu, chipset tersebut mendukung teknologi virtual reality (VR) sepenuhnya, di mana sejalan dengan misi Sony yang tengah mengembangkan perangkat headset VR pertamanya, PlayStation VR. Terlepas dari semua rumor dan desas-desus kemunculan PS5, baru-baru ini beredar sebuah lowongan kerja yang diumumkan Sony di Jepang. Perusahaan yang berbasis di Tokyo tersebut diketahui membuka lowongan anak perusahaannya, Sony Computer Entertainment of America, yang diduga memiliki hubungan kuat dengan job description pengembangan PS5. Sayangnya, Microsoft belum memberikan `tanda-tanda` apakah mereka memang juga mengemban jalur yang sama seperti Sony, dengan menghadirkan penerus Xbox di masa mendatang?
  2. Kemunculan Samsung Galaxy S7 semakin santer terdengar karena banyaknya pemberitaan di dunia maya. Seperti yang telah diketahui sebelumnya, pemberitaan Samsung yang tengah mempersiapkan firmware untuk Samsung Galaxy S7 sendiri juga telah beredar. Selain itu juga dikatakan bahwa nanti Samsung Galaxy S7 mengguna varian SoC yang berbeda. Namun kini terdapat bocoran lagi yang mengatakan bahwa kabarnya Samsung Galaxy S7 akan memiliki edisi premium yang dijual secara terbatas. Dilansir dari WCCFtech, Minggu (15/11/2015), disebutkan bahwa bocoran edisi terbatas ini memiliki spesifikasi yang sangar. Pada bagian layarnya, Samsung Galaxy S7 edisi premium ini akan menggunakan layar beresolusi tinggi, 4K. Dengan resolusi sebesar ini, dipastikan Samsung Galaxy S7 ini akan terlihat sangat jernih, apalagi penggunaan layar Super AMOLED yang membuat layar lebih nyaman untuk dilihat. Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa Samsung Galaxy S7 akan menggunakan SoC dari Samsung, Exynos 8890, selain dari penggunaan SoC Qualcomm Snapdragon 820. Pada artikel sebelumnya, terdapat sedikit gambaran akan kemampuan dari SoC Samsung Exynos seri 8. Prosesor kelas atas dari Samsung tersebut bakal ditemani dengan performa dari GPU Mali T880 yang memiliki 12 core, namun pada Samsung Galaxy S7 edisi premium ini bakala menggunakan GPU Mali T880 yang sudah dimodifikasi menjadi 14 core, Dengan penambahan core pada GPU di smartphone terbaru Samsung ini, bisa dipastikan bakal siap melibas game-game berat yang juga akan memberikan efek visual yang menakjubkan. Masih belum jelas apakah benar adanya Samsung Galaxy S7 ediri terbatas, karena dari pihak Samsung masih enggan membeberkan informasi lebih dalam. Namun jika Samsung Galaxy S7 edisi premium ini hadir, akan menjadi smartphone dengan jajaran tertinggi nantinya.
  3. Sony memperkenalkansmartphone dengan tampilan layar 4k pada ajang IFA 2015 yang tengah berlangsung di Berlin, Jerman. Bernama Xperia Z5 Premium, perangkat ini merupakan ponsel dengan layar 4K pertama di dunia. Layar 4k Z5 Premium menghasilkan kerapatan 806 ppi. Sebelumnya, Samsung Galaxy S6 memegang rekor sebagai ponsel dengan kerapatan paling mumpuni, yakni 577 ppi. Dengan tampilan ini, pengguna akan lebih nyaman berlama-lama menatap layar ponsel. Sebab efek visual yang terpampang akan semakin sesuai dengan kenyataan. Saat menonton video di YouTube, gambar akan tampak lebih natural. Pun kala melihat foto dan bermain game. Sesuatu yang nyatanya jelek akan tampak jelek, sesuatu yang nyatanya bagus akan tampak bagus.(iya sih...emang, harganya juga bagus ) Revolusi tampilan layar untuksmartphone ini terhitung signifikan. Diperkirakan, vendor-vendor lain nantinya akan turut mematrikan layar Ultra HD layaknya Z5 Premium. Xperia teranyar yang menyasar kelas menengah ke atas ini tersedia dalam warna hitam dan emas. Tubuhnya berbalut aluminium dengan material kaca cermin pada punggungnya. Desainnya kurang lebih masih sama dengan lini Xperia lainnya, yakni kotak, tipis dan sederhana. Hanya saja, tombol kunci yang biasanya berbentuk bulat, kali ini dibuat elips. Adapula fitur pemindai jari di perangkat premium ini. Diketahui, keluarga Xperia Z5 adalah lini smartphone buatan Sony pertama yang menyematkan fitur pemindai jari. Ponsel ini menggunakan Snapdragon 810 sebagai dapur pacunya, dipasangkan dengan RAM 3 GB. Adapula kapasitas penyimpanan internal 32 GB yang masih bisa diekspansi menggunakan memori eksternal. Untuk kamera, trio Xperia Z5 menggunakan lensa 23 megapiksel dengan sensor MP Exmor RS. Sony mengklaim sensor tersebut dibuat eksklusif dan hanya akan dibenamkan pada produk-produk Xperia. Rencananya Xperia Z5 Premium akan dipasarkan global pada November mendatang. Dua saudara lainnya, Z5 dan Z5 Compact, akan diluncurkan lebih awal pada Oktober 2015. Ponsel ini dibanderol dengan harga 699 poundsterling atau sekitar Rp 15 juta, yaa.. sekitar harga motorlah satu. Ada yang mau beli?
  4. Mengambil foto melalui drone bukanlah sebuah hal yang baru. Terlebih foto ataupun video yang dihasilkan dari sebuah drone mempunyai daya tarik tersendiri. Meski tentunya tak semua kamera bisa ditempelkan pada drone, tak lain karena keterbatasan bobot yang bisa diangkat oleh sebuah drone. Namun kini terdapat sebuah kamera ala DSLR yang bisa disematkan pada sebuah drone. Kamera tersebut bernama E1 yang memberikan kemampuan merekam video 4K pada drone yang dimiliki. Dan seperti halnya sebuah kamera DSLR, E1 ini didesain sebagai sebuah kamera interchangeable-lens. Kamera E1 ini baru saja muncul di situs crowdfunding Kickstarter. Meskipun begitu, keberadaan kamera ini terbukti berhasil menarik minat masyarakat dunia. Terbukti dalam waktu singkat, dana yang terkumpul sudah melebihi target. Dan menurut rencana, kamera ini mulai akan dikirimkan kepada para penyandang dana pada bulan Desember mendatang. Kamera E1 ini mempunyai bobot dua kali lebih berat dibandingkan GoPro Hero 4. Sebagai gantinya, kamera ini mampu menghasilkan gambar bebas noise dengan ISO hingga 6.400. E1 ini pun mampu merekam video widescreen 4K pada kecepatan 24fps. Tentu saja kamera ini dapat pula dipakai untuk merekam video dengan resolusi lebih rendah. Sebagai tambahan, bisa pula digunakan untuk menjepret gambar 16MP baik dalam format RAW ataupun JPEG. Untuk bisa mendapatkan kamera yang didesain untuk drone ini, bisa menyiapkan dana sebesar 599 USD (body only) atau 799 USD dengan tambahan lensa 14mm f/2.5 Panasonic.
  5. Penemuan teknologi baru oleh V-Nova diperkirakan akan menimbulkan lonjakan dalam penjualan produk dengan teknologi 4K. Sebuah metode baru untuk menekan data dapat membuat video dengan kualitas ultra high definition atau dikenal dengan istilah 4K dapat dialirkan ke TV dan media lainnya hanya menggunakan 50% dari bandwith yang dibutuhkan saat ini. V-Nova telah mengumpulkan 20 perusahaan telekomunikasi, penyiaran dan teknologi informasi (TI) termasuk Sky, Intel, dan Serikat Penyiaran Eropa untuk mendukung teknologi terbaru mereka. Teknologi baru ini dapat membuat rata-rata broadband rumah di Inggris yang berkecepatan 22 megabit per detik (Mbps), mampu mendukung tiga streaming video 4K secara bersamaan. Teknik ini memanfaatkan inti di dalam prosesor yang ditemukan dalam ponsel maupun TV pintar untuk memproses gambar secara lebih efisien. Perusahaan film streaming seperti Netflix meminta para pelanggan yang menonton video 4K untuk memiliki koneksi broadband 25Mps yang stabil, dengan analisa setiap video mereka membutuhkan koneksi 12 dan 16Mbps agar dapat dinikmati dengan lancar. V-Nova mengatakan teknologi ini bisa membuat para pelanggan menikmati gambar dengan kualitas yang sama hanya dengan koneksi 7-8Mbps. Mengembangkan Dunia Ahli media Ian Maude, dari Enders Analysis mengatakan, "Teknologi terbaru ini akan disambut oleh perusahaan TV berbayar, dan pabrikan TV karena akan membantu penjualan 4K. "Tetapi masih ada faktor yang membatasi penjualan 4K seperti apakah jaringan mampu memenuhi permintaan, jumlah media yang mampu mendukung 4K, serta jumlah konten yang diproduksi dengan teknologi 4K. Ultra HD belum akan melonjak, tetapi teknologi ini akan membantu." Teknologi ini juga memudahkan video HD untuk streaming di telepon pintar dengan menggunakan bandwidth yang sama untuk memainkan musik. Sistem ini akan diterapkan di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa di musim panas.
  6. Makin banyak perangkat, khususnya HDTV dan monitor komputer, yang menyandang embel-embel 4K. Sementara itu ada juga istilah UHD atau Ultra HD. Kedua istilah ini, 4K dan UHD sering dianggap sama. Produsen TV, broadcaster, dan blog teknologi menggunakannya bergantian dalam satu nafas. Sebenarnya 4K dan UHD sama tidak sih? Hmm, 4K dan UHD awalnya tidaklah sama. Secara teknik juga tidak sama sampai hari ini. Dari sisi penonton, memang perbedaannya tidak besar. Kalau mau jawaban singkat, 4K masih hidup, sedangkan UHD tidak. 4K vs. UHD Cara paling gampang membedakan 4K dan UHD adalah ini: 4K adalah standar produksi dan sinema profesional, sedangkan UHD adalah standar displai dan broadcast konsumer. Lah, terus kok bisa keduanya jadi campur aduk? Begini ceritanya. Istilah “4K” awalnya datang dari Digital Cinema Initiatives (DCI). Ini adalah sebuah konsorsium dari studio gambar bergerak yang menstandarkan spesifikasi untuk konten 4K dari produksi dan proyeksi digital. Dalam hal ini, 4K adalah 4096 x 2160, dan ini tepat empat kali standar sebelumnya untuk editing dan proyeksi digital (2K, atau 2048 x 1080). 4K merujuk pada jumlah piksel horisontal (4096) yang sekitar empat ribu. Standar 4K bukan sekadar resolusi. Ia juga menentukan bagaimana konten 4K di-encode. Sebuah DCI 4K stream yang dikompresi dengan JPEG2000, bisa memiliki bitrate sampai 250Mbps, dan menerapkan 12-bit 4:4:4 color depth. Ultra High Definition, atau UHD, adalah langkah berikutnya dari apa yang disebut Full HD, nama resmi dari resolusi displai yang 1920 x 1080. UHD menggandakan resolusi itu menjadi 3840 x 2160. Ini tidak sama dengan resolusi 4K yang dibuat di atas. Namun nyaris semua TV atau monitor yang kamu lihat diiklankan sebagai 4K sebenarnya adalah UHD. Ya, memang ada yang panelnya 4096 x 2160, yang memberikan aspect ratio 1.9:1. Namun kebanyakan adalah 3840 x 2160, untuk aspect ratio 1.78:1. Mengapa tidak 2160p? Para produsen TV bukannya tidak tahu perbedaan antara 4K dan UHD. Namun demi alasan pemasaran, mereka bersikukuh dengan label 4K. Jadi agar tidak konflik dengan standar 4K sejati dari DCI, beberapa produsen TV menggunakan istilah “4K UHD,” dan ada juga yang hanya menempelkan “4K.” Yang bikin tambah bingung, UHD itu dibagi lagi menjadi dua: 3840 x 2160, dan 7680 x 4320. Kedua varian UHD ini bisa disebut sebagai 4K UHD dan 8K UHD. Tapi biar lebih tepat, 8K UHD harusnya dinamai sebagai QUHD (Quad Ultra HD). Agar tidak rancu, sejatinya istilah 4K ditinggalkan saja dan sebagai gantinya dipakai istilah 2160p. Resolusi displai dan broadcast selalu merujuk pada resolusi sebagai garis-garis horisontal, dengan huruf “i” dan “p” merujuk pada interlacing, yang melompat per satu baris, dan progressive scan, yang tidak melombat: 576i (PAL), 480i (NTSC), 576p (DVD), 720p, 1080i, 1080p, dan seterusnya. Seperti inilah ukuran image 4K vs. 1080p — kecuali bahwa 4K seharusnya dilabeli UHD, atau 2160p. Nah, dengan adanya TV 4K di mana-mana, perlu usaha keras dari setidaknya satu produsen TV besar untuk meluruskan situasi yang sudah kacau itu dan meninggalkan penggunaan 4K. Sebagai gantinya harus dipakai istilah UHD dan 2160p. Namun celakanya nasi sudah jadi bubur. Jadi, masalah pentingnya kini bukanlah nama atau sebutan, tapi di mana kita bisa mendapatkan konten real 4K untuk ditonton. Sejauh ini, konten 4K masih belum banyak. Kita bisa menemukannya di Amazon Instant Video, dan beberapa produk hardware dan software proprietary dari Sony. Tapi ini tak cukup untuk membuat 4K benar-benar merakyat.
  7. Demi dapat bersaing dengan GoPro dalam pasar kamera mungil untuk aktivitas olahraga ekstrem, Sony meluncurkan Action Cam yang mendukung resolusi gambar 4K. Produk ini diungkapkan Sony dalam konferensi pers di acara pameran Consumer Electronic Show (CES) 2015. Patrick Huang, Direktur Bisnis Divisi Kamera Rekam Sony, menyatakan bahwa kamera ini memiliki desain dan teknologi yang inovatif dan berkomitmen untuk memperkuat penetrasi pasar kamera yang biasa digunakan untuk menunjukkan suatu aksi. "Saya senang untuk membawa ketajaman dan kejelasan yang tidak tertandingi dengan Sony Action Cam ini," kata Huang. Kamera ini memiliki spesifikasi yang cukup tinggi. Action Cam hadir dengan lensa ultra wide angle 170 derajat yang dapat merekam gambar dengan pembingkaian yang sangat luas. Selain itu, kamera ini mampu merekam gambar pada resolusi 3.840 x 2.160 dengan kecepatan 30 frame per detik. Action Cam juga menggunakan full-pixel technology, di mana dengan teknologi ini kamera dapat menggunakan semua sensor ketika melakukan pengambilan gambar. Sehingga gambar yang dihasilkan sangat halus dan rinci. Selain itu, ada pula teknologi SteadyShot untuk meredam guncangan ketika kamera terpasang pada helm pengguna atau bahkan pada sebuah drone. Alhasil, dengan teknologi ini Action Cam dapat menghasilkan gambar sangat tajam, halus dengan guncangan yang minimal. Dengan spesifikasi yang tinggi, kamera ini akan dipasarkan dengan harga US$ 499 atau sekitar Rp 6,3 juta. Harga ini tidak terpaut jauh dengan produk GoPro yang memiliki kemampuan serupa.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy