Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags '4 november'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 6 results

  1. Menurut jendral sesuai dengan pengamatan jendral masing-masing, siapa tokohnya ya?
  2. Presiden Joko Widodo memberikan keterangan menyikapi demonstrasi 4 November yang berakhir dengan kericuhan. Presiden Joko Widodo usai rapat terbatas di Istana Merdeka malam ini menyatakan seluruh kekacauan yang terjadi di Jakarta sepanjang Jumat hingga Sabtu (5/11) dini hari telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik. Bentrokan antara aparat keamanan dengan ribuan orang massa demonstran di depan Istana Merdeka Jakarta, membuat Presiden Joko Widodo Jumat (4/11) malam menjelang dini hari segera meluncur dari Istana Bogor ke Istana Jakarta dan langsung menggelar rapat koordinasi mendadak dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Panglima TNI dan Kepala BIN Budi Gunawan. Presiden Joko Widodo usai rapat terbatas di Istana Merdeka malam ini menyatakan seluruh kekacauan yang terjadi di Jakarta sepanjang Jumat hingga Sabtu dini hari telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik. "Kita menyesalkan kejadian ba’da (sholat) Isya yang seharusnya sudah bubar tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi," ujar Jokowi. Sebelum kejadian bentrok demontran dengan aparat keamanan Presiden menjelaskan dirinya telah memerintahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk bertemu perwakilan demonstran yang diwakili oleh Bachtiar Natsir Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI. "Sebelumnya saya perintahkan Wakil Presiden untuk menerima perwakilan pengunjuk rasa yang didampingi oleh Menko Polhukam, Mensesneg, Menteri Agama, Kapolri dan Panglima TNI. Dalam pertemuan itu telah disampaikan bahwa proses hukum terhadap saudara Basuki Tjahaja Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan," tambah Jokowi. Dalam pertemuan antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan demonstran yang di wakili oleh Bachtiar Nasir di kantor Wakil Presiden Jakarta, Jusuf Kalla menjelaskan telah dicapai kesepakatan di antaranya proses hukum terhadap Ahok akan berlangsung dalam dua minggu ini. "Dalam hal soal saudara Ahok, kita akan tegakkan dan laksanakan dengan hukum tegas dan cepat. Dan oleh pak Kapolri dijanjikan selesai dalam 2 minggu pelaksanaan hukum yang cepat itu. Sehingga semuanya berjalan sesuai dengan aturan tapi dengan hukum yang tegas," kata Kalla. Presiden Joko Widodo memimpin rapat koordinasi bidang keamanan Jumat, 4 November 2016. Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto usai pertemuan itu meminta agar demonstran segera membubarkan diri pada jam 18.00 sesuai dengan undang-undang. Soal demonstrasi kita kembalikan kepada undang-undang yang berlaku. Pukul 18.00 WIB nanti kita harapkan mereka kembali ya ke tempat masing-masing. Jadi memang undang-undang begitu. Pemerintah melalui Menteri Agama Lukman Hamin Syaifuddin pada Senin (31/10) telah mensinyalir adanya kepentingan politik dalam aksi demontrasi 4 November. "Karena ada pihak-pihak yang kemudian ingin memanfaatkan ini untuk mengusik atau merongrong NKRI. Ini yang harus diwaspadai betul. Bahkan juga harus mewaspadai adanya pihak ketiga yang berupaya membiayai demo-demo seperti ini," tutur Lukman. Aparat kepolisian dengan dibantu pihak TNI membubarkan ribuan orang massa demonstran yang berunjuk rasa di depan Istana Merdeka Jakarta Jum’at (4/11) malam. Massa demonstran yang terdiri dari berbagai kelompok organisasi kemasyarakatan seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) di blokade aparat kepolisian di Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Utara, dibubarkan oleh aparat polisi dan TNI dengan menggunakan gas air mata dan tembakan peluru hampa. Sementara massa demonstran melempari aparat Polri dan TNI dengan batu dan kayu. Meski terjadi bentrokan antara aparat keamanan dengan massa demonstran, namun Presiden Joko Widodo mengucapkan apresiasi kepada ulama, kyai dan habib yang memimpin umatnya dalam aksi demonstrasi 4 November. Presiden juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh aparat keamanan dalam melakukan pengamanan di Jakarta dan sekitarnya.
  3. Ratusan anggota ormas kepemudaan menggelar apel kebangsaan di Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (03/11) siang. Ratusan aktivis dari enam ormas kepemudaan menggelar apel kebangsaan di Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (03/11), menolak terlibat dalam unjuk rasa menuntut agar Gubernur DKI Jakarta diadili yang akan digelar Jumat. Dalam acara yang disebut sebagai Apel Kebangsaan Mahasiswa Indonesia, mereka menyerukan agar masyarakat Indonesia tetap mengutamakan persatuan. Enam ormas kepemudaan itu adalah GMNl, PMll, PMKRI, GMKl, Hikmahbudhi, serta KMHDI. Mereka adalah aktivis organisasi yang berbasis Islam, Katolik, Kristen, Hindu, serta Budhha, serta Nasional. "Kami berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang ada di sekitar DKI Jakarta, agar tetap merajut kebinekaan dan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa," kata Ketua umum PMII, Aminuddin Ma'ruf, dalam orasinya. Para aktivis ormas kepemudaan ini juga menyatakan akan selalu setia menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. "Kami juga berkomitmen untuk menjadi benteng pertahanan dari hal-hal yang dapat mengancam stabilitas negara," kata Aminuddin. Di hadapan peserta apel, dia juga menyatakan bahwa enam ormas itu tidak akan melibatkan dalam unjuk rasa yang akan digelar Jumat (04/11). "Kami tidak akan menggelar aksi serupa," ujar Aminuddin. 'Jangan terprovokasi' Kepada masyarakat, enam ormas kepemudaan ini juga menyerukan agar tidak terpancing provokasi. Seperti diketahui, pada Jumat (04/11), ribuan orang terlibat unjuk rasa yang dimotori Front Pembela Islam, FPI, yang menuntut agar kepolisian serius menyelidiki dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Demonstrasi akan mulai digelar dari Masjid Istiqlal menuju kantor sementara Bareskrim Polri di Kantor Kementerian Perikanan dan Kelautan di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, sebelum mengarah ke depan Istana Merdeka. Lebih dari 18.000 polisi dan TNI akan diturunkan untuk mengamankan jalannya unjuk rasa tersebut. Dalam berbagai kesempatan, pimpinan FPI menyatakan pihaknya menggelar aksi itu dengan damai, tetapi tidak bisa menjamin kemarahan massa apabila tuntutan mereka tidak dituruti.
  4. Demo damai 4 Nopember berakhir rusuh.
  5. Bus pariwisata mengalami kecelakaan di jalur Puncak, Minggu (22/5/2016). Bus rombongan aksi damai Bela Islam Jilid II asal Jawa Tengah mengalami kecelakaan di Tol Cipali kilometer 115.200 jalur B, Kamis (3/11/2016). Seorang peserta rombongan dilaporkan tewas dalam peristiwa yang terjadi pukul 03.30 WIB. Informasi yang dihimpun Tribun Jabar (Tribunnews.com Network), rombongan aksi damai itu menggunakan bus pariwisata dengan pelat nomor AA 1600 G. Mobil itu terlibat kecelakaan dengan truk pengangkut pasir dengan pelat nomor F 8796 GE. "Untuk sementara korban tewas satu orang dan lima orang luka ringan dibawa ke di RSUD Ciereng Subang. Ada juga satu orang luka berat dan 8 orang luka ringan dibawa RSUD Cideures Majalengka," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, kepada wartawan di Lapangan Gasibu, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Kamis (3/11/2016). Yusri mengatakan, kecelakaan itu bermula ketika bus yang dikemudikan Ahmad Sakir (31) melaju dari Palimanan menuju Cikopo. Bus itu menabrak truk yang ada di depannya setelah tiba-tiba pindah dari jalur lambat ke jalur cepat. "Bus tidak terkendali dan oleng ke kanan masuk median. Bus juga terguling," ujar Yusri. Dikatakan Yusri, jumlah penumpang bus itu terhitung 62 orang. Para penumpang bus itu merupakan rombongan dari Front Pembela Islam (FPI). Sementara korban tewas diketahui bernama Sarjono (47), warga Kampung Legen Gatak, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sawon, Kabupaten Bantul. "Untuk korban masih dirawat. Kasus ini ditangani Laka Lantas Polres Subang," kata Yusri.
  6. Demonstrasi secara besar-besaran akan digelar pada Jumat (4/11). Demo tersebut terkait dengan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh calon pejawat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok tampaknya tidak terpengaruh dengan aksi demo tersebut. Ia kemungkinan akan tetap melakukan kegiatan blusukan dan menyapa warga-warga di tempat yang akan ia kunjungi. "Besok kayaknya blusukan deh," ujar Ahok di Gang Langgar Dua, Kamis (3/11). Selain itu, Ahok mengalami penolakan saat blusukan di daerah Rawa Belong Jakarta Barat. Sejumlah warga tidak dikenal yang mengaku warga Rawa Belong merengsek masuk ke dalam Gang Jalan Ayub Kelurahan Sukabumi Utara Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Mereka berteriak-teriak membawa beberapa kertas karton, salah satunya "Hina Al Quran = Mati". Di dalam gang tersebut terdapat pasar kaget Kebon Jeruk. "Saya nolak, saya nolak," ujar salah satu dari warga tak dikenal tersebut. "Ahok ngapain ke sini ?" teriak yang lain. "Usir Ahok!! Usir Ahok!!" ujar mereka Polisi dan beberapa warga tak dikenal sempat bersitegang. Sebab, beberapa warga tak dikenal tersebut berusaha maju ke arah Ahok yang sedang blusukan menyapa warga. Sebelumnya, Ahok juga mengalami penolakan di Jagakarsa Senin (31/10).
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy