Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'polisi'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Calendars

  • Calendar

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 64 results

  1. Tilang merupakan akronim dari bukti pelanggaran yang biasanya dilakukan aparat kepolisian untuk menertibkan lalu lintas. Selain kemacetan, aktivitas razia kendaraan yang berakhir dengan penilangan merupakan hal yang sangat dihindari. Jika kendaraan tidak lengkap, alhasil pengendara harus siap berhubungan dengan hukum dan mengeluarkan biaya sebagai denda. Meski begitu, masih banyak masyarakat kita yang dengan sengaja tidak mematuhi peraturan di jalan raya. Meski dengan mudah melakukan pelanggaran, beberapa diantaranya tetap saja melakukan upaya untuk membela diri juga cukup tinggi. Berbagai cara dilakukan agar bisa lolos dari jeratan tilang polisi. Berikut ini lima tingkah orang Indonesia saat ditilang polisi 1. Pura-pura lupa membawa kelengkapan kendaraan Biasanya tindakan awal polisi ketika memberhentikan kendaraan adalah meminta pengendara untuk menunjukan surat-surat kelengkapan kendaraan. Polisi akan menanyakan Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) serta Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bagi mereka yang tidak memiliki atribut lengkap, biasanya akan berpura-pura lupa membawa kelengkapan tersebut. Padahal bisa saja mereka memang tidak memiliki surat-surat berkendara yang lengkap “Wah perasaan sudah saya bawa pak, waduh dimana tadi ya” kalimat ini kerap kali didengar pihak kepolisian ketika menggelar razia. Namun poilisi tentu saja tidak mempercayai begitu saja dan akan tetap menilang mereka. 2. Mencari Bekingan Tidak mau mengakui kesalahan, begitulah sikap dari sebagian masyarakat kita. Aktivitas mencari bekingan bertujuan untuk menggertak petugas dengan cara menelepon para aparat yang pangkatnya lebih tinggi dari petugas yang menilang mereka. Tindakan ini biasanya disertai dengan ancaman kepada petugas, jika petugas berani menilang maka mereka akan dilapor dan segera dipecat langsung oleh petingginya. Tidak jarang ini menciutkan nyali petugas ketika mendengar saudara dari target tilang adalah petinggi mereka. 3. Berakting Tidak hanya artis yang pintar berakting, masyarakat pun terpaksa berakting jika dalam kondisi terdesak akan ditilang. Mereka mengeluarkan jurus berkaca-kaca disertai wajah memelas untuk mengelabuhi petugas. Tapi, polisi lalu lintas sudah belajar banyak dari pengalaman dan tidak akan tertipu dengan penampilan si pengendara nakal. 4. Mengaku Wartawan Wartawan dengan kartu persnya biasanya akan dengan mudah lolos dari jeratan penilangan. Biasanya polisi memahami pekerjaan wartawan yang harus mewawancari para pejabat penting sehingga harus tepat waktu ditempat, sehingga jarang melakukan pemeriksaan kendaraan. Namun hal ini terkadang juga dimanfaatkan oleh pengendara nakal yang tidak memiliki kelengkapan. Bahkan mereka rela membuat kartu pers ‘bodong’ hanya demi lolos dari jeratan aparat saat berlalu lintas. Dengan mengaku-ngaku akan mewawancari gubernur atau walikota, maka aparat dengan cepat memberikan mereka jalan. 5. Meminta Damai Ditempat Inilah tindakan yang tidak disukai masyarakat, tapi dilakukan ketika dalam kondisi kena tilang. Suap, menjadi hal yang dihujat oleh masyarakat namun mereka juga melakukannya. Masyarakat membenci para koruptor yang mau disuap atau melakukan penyuapan dan meminta penegak hukum menindak tegas. Namun disisi lain mereka ingin ‘damai ditempat’ ketika ditilang polisi. Hayoo, yang nomor berapa tindakan yang anda lakukan untuk lolos dari penilangan? Semoga tidak termasuk dalam lima hal di atas ya, dan kita termasuk dalam generasi anti suap, anti membela diri untuk hal yang salah. Ingatlah bahwa kegiatan menyuap yang dihalalkan hanya satu, yaitu menyuap bayi..
  2. Sekelompok warga di Papua menilai hari ini merupakan hari ulang tahun (HUT) Organisasi Papua Merdeka (OPM). Oleh karena itu, polisi melarang warga merayakannya, sebab bertentangan dengan undang-undang. "Tanggal 1 Juli di Papua tidak hanya diperingati sebagai hari ulang tahun Bhayangkara. Tetapi juga dianggap oleh sekelompok masyarakat sebagai hari berdirinya OPM," ujar Kapolda Papua Barat, Brigjen Paulus Waterpauw. Ia menambahkan, petugas akan menindak setiap warga yang nekat merayakat HUT OPM tersebut. Pelakunya akan dijerat hukum pidana. "Apabila ada kelompok-kelompok tertentu yang melakukan aktivitas memperingati HUT OPM, maka akan diproses secara hukum," tutur Paulus. Polda Papua sendiri saat ini sedang memroses kasus yang menganggu kedaulatan negara. Empat aktivis diperiksa karena menggelar unjuk rasa yang menentang kedaulatan negara. "Empat aktivis tersebut saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Manokwari guna proses hukum lebih lanjut di pengadilan," pungkasnya.
  3. Memanasnya di sejumlah kota di Perancis yang terjadi akibat demo para sopir taksi menentang kehadiran UberPOP--layanan dari aplikasi Uber-- mulai didinginkan oleh pemerintah setempat. Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazenueve yang menyebut Uber sebagai layanan yang arogan memerintahkan petugas kepolisian di Paris untuk menertibkan semua mobil taksi dari layanan UberPop. UberPOP telah hadir di Paris sejak 2011 dan telah diperluas ke kota-kota lain, tetapi menghadapi pertempuran hukum. Sebuah hukum dari Oktober 2014 melarang keberadaannya, tapi Uber telah menentang aturan itu, mereka mengatakan tidak jelas dan bertentangan dengan kebebasan untuk melakukan bisnis. Perancis nyaris lumpuh. Jalan bebas hambatan yang mengelilingi ibukota Perancis ditutup di kedua arah di sebelah barat Paris pada pagi hari setelah sopir taksi memasang barikade di jalan-jalan. Akses ke tiga terminal di Bandara Charles de Gaulle Paris di utara diblokir. Taksi juga berkumpul di bandara Orly di selatan, dan di stasiun kereta dalam kota. Bahkan para penumpang terpaksa berjalan di sisi jalan untuk menuju bandara. Sopir taksi di Perancis, harus membayar hingga 240 ribu euro untuk mendapatkan lisensi mereka. Namun berbeda dengan Taksi Uber yang tak membayar lisensi untuk menjalankan roda bisnisnya.
  4. Apa jadinya kalau super hero yang dulu kita tolong akhirnya keangkep sama polisi? https://www.facebook.com/wereverwerooficial/videos/696317623753401/?permPage=1
  5. Bak film fiksi Robocop, kepolisian Uni Emirat Arab rencananya akan memakai robot-robot penegak hukum. Konon para robot tersebut sudah dibekali kecerdasan buatan yang membuatnya bisa berinteraksi dengan manusia. "Robot akan berinteraksi langsung dengan orang-orang dan wisatawan. Mereka akan memiliki layar interaktif dan mikrofon yang terhubung ke call center Polisi Dubai. Orang tidak hanya dapat mengajukan pertanyaan dan menyampaikan keluhan, tetapi mereka juga akan terhibur saat berinteraksi dengan robot,” kata kolonel Khalid Nasser Alrazooqi dalam sebuah konferensi keamanan di Dubai. Robot-robot tersebut adalah bagian dari perwujudan kota pintar yang digagas otoritas setempat. Alrazooqi juga mengklaim bahwa ke depannya mereka akan mengoperasikan berbagai jenis robot untuk keperluan pelayanan publik. Tak cuma yang berurusan dengan hukum. "Itu akan menjadi robot cerdas yang sepenuhnya dapat berinteraksi tanpa intervensi manusia sama sekali. Ini masih dalam penelitian dan pengembangan," tambah Alrazooqi, dikutip CNN Indonesia dari rt.com. Dengan populasi kecil namun sumber dana yang cukup besar, maka sudah sewajarnya Dubai menargetkan mereka jadi kota pintar pertama di dunia yang menggunakan teknologi terkini, termasuk robot. Ambisi itu sebenarnya sudah cukup lama terlihat, tahun lalu Dubai sudah melengkapi petugas hukum mereka dengan kacamata pintar Google Glass. Kamera pada kacamata tersebut langsung dihubungkan dengan sistem pemantau di kantor polisi. Jadi ada pelanggaran apa pun, para aparat bisa langsung cepat bertindak. Bukti rekaman juga bisa dijadikan data untuk melaporkan sebuah kejahatan. [tweet]https://twitter.com/GISECDUBAI/status/592231535790653440[/tweet] Tren Robot Polisi Menggunakan robot sebagai petugas keamanan memang mulai marak dilakukan. Sebelum Dubai, Microsoft sudah lebih dulu menggunakan robot untuk menjaga keamanan di sekitar kantor mereka. Robot penjaga Microsoft itu bernama K5, hasil rakitan perusahaan pengembang robot Knightscope. Bentuknya tidak terlalu besar dengan tinggi sekitar 1,5 meter dengan bobot 136 kilogram. Ada empat unit K5 yang tersebar di kampus Microsoft. Bentuknya nyaris menyerupai segitiga namun ujung atasnya membulat. Permukaannya berwarna putih, lengkap dengan lampu yang bekerja sebagai alarm, sirene, serta kamera untuk memantau area sekitar. Jika K5 'mencium' adanya masalah, ia akan secara otomatis membunyikan alarmnya atau mengirimkan penjaga keamanan langsung ke lokasi tersebut. Menurut laporan ExtremeTech, K5 mampu bekerja selama 24 jam hanya dengan sekali pengisian daya baterainya. Untuk pengisian ulang daya, ia hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Hebatnya, ketika baterai mereka hendak menipis, K5 langsung meluncur ke stasiun pengisian daya baterai dengan sendirinya. Robot K5 rencananya akan dikomersilkan pada 2015 ini.
  6. Aktivitas di jejaring sosial memang tak hanya berdampak di dunia internet, namun juga di dunia nyata. Terlebih jika aktivitas tersebut melibatkan ancaman kepada seseorang. Hal inilah yang dilakukan oleh seorang wanita bernama Ebony Dickens asal East Point, Georgia, Amerika Serikat yang kini harus mendekam di penjara gara-gara ulahnya. Wanita tersebut dianggap melakukan provokasi yang ditujukan kepada para petugas kepolisian. Terlebih wanita berkulit hitam tersebut secara khusus menyebutkan kalau seharusnya semua orang yang berkulit hitam bangkit dan menembak polisi berkulit putih yang dijumpainya. Pada saat status tersebut, dia menggunakan akun Facebook dengan nama Tiffany Milan. Tak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk segera membekuk Dickens. Dan sehari setelah penangkapannya, status tersebut pun kemudian dihapus. Dickens sendiri mengakui kalau dia memang menulis status tersebut. Dan akibat perbuatannya, akun Facebook miliknya kini pun telah dibanned dan dia juga dikenai denda sebesar 10 ribu USD. Pihak kepolisian sendiri tidak menyebutkan motif yang melatar belakangi aksi tersebut. Namun kemungkinan besar aktivitas itu dilakukan oleh Deckins terkait kematian kontroversial Freddie Gray yang kabarnya terjadi karena adanya diskriminasi terhadap orang berkulit hitam.
  7. Polisi menangkap manusia mungkin sudah biasa. Tapi di Swiss, ada robot yang ditangkap polisi karena kedapatan membeli pil ekstasi. Robot tersebut tak berbentuk fisik, melainkan sebuah kecerdasan buatan yang dibuat oleh sekelompok seniman bernama !Mediengruppe Bitnik. Mereka memang merancang robot ini untuk belanja di sisi lain internet, atau yang dikenal dengan 'dark web'. Dark web adalah situs-situs yang tak terjamah, baik oleh Google atau media sosial. Situs seperti ini memang biasanya menyediakan jasa atau barang yang bersifat ilegal. Kebetulan robot tersebut memang ditugasi belanja keperluan seniman dengan uang Bitcoin senilai US$ 100. Uang tersebut dibelanjakan robot untuk membeli paspor Hungaria, topi baseball yang sudah dilengkapi dengan kamera tersembunyi, rokok, hingga koleksi buku trilogi The Lord of the Rings. Tapi ternyata ia juga membeli pil ekstasi. Polisi mengira robot tersebut memang sengaja melakukan pembelian atas perintah pembuatnya, namun setelah diselidiki ternyata hal itu terjadi tanpa disengaja. Di luar pengetahuan para seniman. Robot bernama Random Darknet Shopper sebenarnya ditangkap Januari lalu, namun baru di bulan April ini ia dibebaskan. Barang-barang tersebut secara otomatis dikirimkan ke galeri Kunst Halle St Gallen sebagai bagian dari pameran kesenian di sana. Setelah dibebaskan, pihak kepolisian turut mengembalikan hasil belanjaan Random Darknet Shopper, kecuali pil ekstasi. "Kami memutuskan ekstasi ini aman dan tidak ada yang bisa mengambilnya. Bitnik tak pernah berniat untuk menjual atau mengkonsumsinya. Jadi kami tidak memberatkan mereka dengan hukuman," ujar juru bicara polisi, Thomas Hansjakob kepada situs CNBC. Pil ekstasi tersebut akhirnya dimusnahkan oleh pihak kepolisian. Dari situs Bitnik sendiri, mereka menyatakan bahwa semua proses hukum telah usai dan mereka sudah bebas dari segala tuduhan. "Ini hari yang baik untuk robot, untuk kami semua, dan untuk kebebasan berseni!" tulis mereka.
  8. Kelakuan pengendara motor tdk pakai helm masuk jalur busway di halte Busway dibela sama polisi, dan kemudian menyalahkan supir busway sehingga Sim nya ditahan, Jadi apakah dengan jabatan, bisa semena mena untuk menindak satu pihak yang secara nyata gak salah? Indonesia masih penuh dengan kesombongan jabatan, Undang Undang dibawah jabatan, orang yang punya jabatan semakin tinggi, akan semakin berkuasa. Itu kenyataan di negara Indonesia ini. (Offline) 7f67c2db77fa3a0653e962b8273f1471
  9. Ada hal unik dari operasi polisi yang digelar di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Minggu 2 Januari 2015 dini hari, saat polisi mengamankan satu unit mobil jenis Toyota Yaris warna merah. Mobil ini dikendarai oleh Muhammad Faizal Adilla, seorang mahasiswa fakultas hukum sebuah universitas negeri di Kota Semarang. Saat dihentikan, pemuda yang tinggal di Tembalang, Kota Semarang ini langsung mengatakan bahwa mobil tersebut adalah milik ayahnya. "Ayah saya polisi lalu lintas, tugas di Polsek Banyumanik," kata Faizal saat dihentikan polisi. Namun pengakuan itu tak membuat polisi berhenti memeriksa mobil itu. Saat dimintai surat-surat kendaraan, ditemukan surat tilang berwarna merah muda bertuliskan nama pemilik mobil, M Anshari, warga Jalan Bangku III, Kota Semarang. Di surat tilang itu tertulis tanggal 23 Januari 2015. Saat ditanya, Faizal mengelak dan tak mengetahui asal muasal mobil itu. Dia mengaku ayahnya yang berinisial Aipda S yang bertugas di Unit Lantas Polsek Banyumanik membawa pulang mobil tersebut ke rumahnya. "Enggak tahu, bapak saya yang bawa ke rumah. Makanya saya pakai," kata Faizal. Dua rekan Faizal di dalam mobil, sepasang lelaki dan perempuan juga tampak bengong ketika polisi menemukan sebotol minuman keras jenis congyang di dalam mobil itu. Ketika ditanya sudah berapa lama dia membawa mobil hasil tilangan itu, Faizal menjawab sudah sebulan. Temuan ini pun langsung dilaporkan ke Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto. "Itu mobil tilangan yang dibawa, besok biar dia (Aipda S) berurusan sama Kapolrestabes Semarang (Kombes Pol Djihartono)," kata Sugiarto. Kepolisian gencar menggelar operasi di beberapa ruas jalan yang dianggap rawan di Kota Semarang. Termasuk Jalan Pahlawan, yang selama ini menjadi tempat kumpul muda-mudi. Razia kemarin melibatkan ratusan personel gabungan dari Polrestabes Semarang dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI AD. Polisi mengamankan sejumlah orang dan mengangkut puluhan motor dan mobil bermasalah dalam operasi tersebut.
  10. Peralatan radar Range_R dikembangkan seiring dengan pelarangan digunakannya kamera termal oleh polisi tahun 2001 Penggunaan teknologi yang membuat aparat keamanan Amerika Serikat bisa melihat aktivitas manusia di dalam rumah mengundang pertanyaan mengenai hak-hak privasi warga negara. Sedikitnya 50 polisi AS dilengkapi dengan radar yang dapat mengirim sinyal melalui dinding rumah. Penggunaan perangkat radar, yang dikenal dengan nama Range-R ini, dipublikasikan di Pengadilan Denver akhir tahun lalu. Perangkat itu digunakan polisi untuk memantau rumah seorang pria yang melanggar ketentuan pembebasan bersyaratnya. Setelah memastikan pria itu berada di dalam rumahnya, polisi kemudian meringkusnya. Dalam dokumen pengadilan yang berkaitan dengan kasus ini, pengacara membela Steven Denson mempertanyakan apakah petugas memasuki rumah pria tersebut secara sah. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah, bagaimana Amandemen Keempat dalam Konstitusi AS yang menjamin hak privasi warga negara berinteraksi dengan teknologi radar yang digunakan pemerintah untuk mengintip ke dalam rumah tersangka?" Meski akhirnya para hakim mengesahkan penangkapan itu, mereka menulis bahwa mereka memiliki "sedikit keraguan bahwa perangkat radar itu segera menghasilkan banyak pertanyaan bagi pengadilan". Alat yang menganggu Radar Range-R awalnya dikembangkan untuk membantu pasukan AS berperang di Afghanistan dan Irak. Belakangan menjadi terkenal setelah digunakan oleh sejumlah dinas keamanan. Alat ini dapat mengirimkan gelombang radio yang dapat mendeteksi setiap gerakan, termasuk nafas, dari jarak 50 kaki. Sejumlah dinas keamanan seperti FBI dan US Marshals Service, telah menggunakan teknologi radar ini sejak 2012. Marshals Service membeli alat itu seharga US$180.000, sebut harian USA Today. Tapi tak satu pun dari lembaga tersebut mengungkapkan tentang bagaimana atau kapan perangkat itu digunakan. Pada 2001, Mahkamah Agung melarang polisi menggunakan kamera thermal tanpa surat perintah. Hal ini berlaku juga untuk penggunaan sistem berbasis radar yang kemudian dikembangkan. "Gagasan bahwa pemerintah dapat mengirim sinyal melalui dinding rumah Anda untuk mencari tahu apa yang terjadi di dalamnya adalah sesuatu yang problematik," tutur Christopher Soghoian, pakar teknologi Serikat Kebebasan Sipil Amerika kepada USA Today. "Teknologi yang memungkinkan polisi mampu melihat ke dalam rumah adalah salah satu alat yang mengganggu."
  11. Pemerintah AS akan memasangkan kamera pada tubuh polisi untuk memberikan catatan serta rekaman detail mengenai aktivitas mereka di lapangan. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menginginkan aparat kepolisian yang bertugas di lapangan mengenakan kamera pada tubuhnya. Dalam program ini, pemerintah AS memberikan anggaran sebanyak US$ 75 juta untuk pembelian 50 ribu unit kamera untuk digunakan oleh kepolisian. Sebanyak 50 ribu kamera tentu jauh lebih sedikit dibandingkan dengan 750 ribu polisi yang bekerja di Amerika Serikat. Kamera ini disematkan untuk memberikan catatan serta rekaman detail mengenai kegiatan polisi di lapangan. Hal ini dilakukan untuk menanggapi protes masyarakat terhadap perilaku polisi pada demonstran di Ferguson. Protes ini dimulai dengan kematian Michael Brown (18 tahun), seorang remaja bersenjata yang dibunuh oleh polisi. Para tokoh masyarakat menunjukan video yang diambil saat kematian Brown sebagai bukti kesalahan polisi Darren Wilson. Kasus ini telah menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana polisi memperlakukan masyarakat dari kelompok minoritas Baru-baru ini, video seorang polisi yang melakukan penembakan seorang remaja 12 tahun bernama Tamir Rice juga tersebar luas dan ini meningkatkan permintaan dari masyarakat bahwa kepolisian harus mendokumentasikan kegiatan mereka secara detil. Selain tersandung masalah harga yang tidak murah, program ini juga diprediksi bakal menimbulkan masalah cukup serius dalam privasi warga. Mengingat kamera ini akan hidup dan terus digunakan selama polisi bertugas. Meskipun demikian, banyak departemen polisi yang setuju dengan program ini. Terhitung sejak 1 Oktober lalu, kepolisian Washington DC memulai program percontohan selama enam bulan menggunakan kamera yang diletakan pada bahu polisi. Dengan program ini, pemerintah Amerika Serikat berharap dapat mengurangi jumlah keluhan masyarakat terhadap kinerja polisi hingga 80 persen.
  12. Guna memerangi peredaran software bajakan, Microsoft Indonesia menandatangani nota kesepakatan dengan Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk mendorong kesadaran dan perlindungan keamanan dunia maya bagi konsumen dan pelaku bisnis. Hal tersebut sejalan dengan Undang-undang Hak Cipta No. 28/2014 yang mengatur bahwa pemerintah Indonesia harus melindungi konsumen dan pelaku bisnis di Indonesia dari bahaya kejahatan digital akibat penggunaan software bajakan. "Kejahatan dunia maya dan serangan malware telah menjadi perhatian utama masyarakat, data pribadi dan organisasi banyak yang dibajak sehari-hari, dimanipulasi bahkan hilang sama sekali," ujar Komisaris Besar Polisi Budi Widjanarko, Direktur Binmas Polda Metro Jaya di Jakarta, Rabu (17/12/2014). "Kami berkomitmen membantu masyarakat dan institusi untuk semakin sadar akan pentingnya keamanan online, salah satunya adalah dengan menggunakan software asli," imbuh Budi. Sementara, Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro mengatakan, Undang-undang Hak Cipta tersebut jika dilakukan dengan baik, maka bisa membantu masyarakat melakukan kegiatan produktif dengan aman. "Itu tujuan utama Microsoft, melindungi konsumen baik di DKI maupun di seluruh Indonesia," demkian kata Andreas. Implementasi dari penandatanganan MoU antara Polda Metro Jaya dan Microsoft di antaranya adalah edukasi ke masyarakat tentang pentingnga HAKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) melalui publikasi di media cetak/elektronik, atau memberikan pemahaman dan kesadaran yang bekerjasama dengan institusi pendidikan, atau LSM. Microsoft juga akan memberikan pelatihan peningkatan kapasitas bagi aparat penegak hukum tentang keamanan dunia cyber dan kegiatan-kegiatan lain yang bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan software asli.
  13. Sebuah video aksi polisi "baik" ramai diperbincangkan di media sosial. Video berdurasi 1 menit 41 detik itu memperlihatkan seorang anggota polisi yang tengah mendorong mobil yang mogok di tengah kemacetan di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Dalam video itu, dijelaskan bahwa gambar diambil secara diam-diam. Pembuat video mengaku bahwa kamera dikalungkan di leher. Gambar itu diambil saat Idul Fitri 1433 H lalu. Polisi yang mengenakan seragam lengkap berikut helm, masker, dan kacamata hitam itu tampak berusaha mendorong sebuah mobil sedan milik warga untuk menepi ke pinggir jalan. Sesekali petugas itu meniupkan peluit sambil mengatur kendaraan di sekitarnya dan berbicara di radio panggil. Setelah berhasil membawa mobil itu ke pinggir, petugas yang mengenakan rompi kuning tersebut langsung membuka kap mesin mobil. Dia terlihat berbicara dengan pemilik mobil. Video itu mendapat 1.579 ikon like dan di-share oleh 329 orang. Selain di Facebook, video itu juga diunggah ke YouTube. Di YouTube, video itu diunggah oleh Rudi Otomofers dengan judul "Langka, Dorong Mobil Warga", pada 27 Februari 2013 lalu.
  14. Tidak diketahui mengapa sebuah truk yang mengangkut beberapa mobil dikejar kejar oleh polisi. Kedua polisi yang terlihat pada durasi pertama bersusah payah untuk menangkap truk yang mengangkut mobil, karena truk tersebut tidak mau dihentikan dan ugal-ugalan. Untung saja tidak terjadi korban jiwa yang tertabrak oleh truk pengangkut mobil. Dan untuk selanjutnya silahkan anda menonton sendiri dibawah ini (Offline) 31e355108073f27bd9e0434af958e3ee Sumber video berasal dari Facebook

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy