Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'polisi'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Calendars

  • Calendar

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 57 results

  1. Kelakuan pengendara motor tdk pakai helm masuk jalur busway di halte Busway dibela sama polisi, dan kemudian menyalahkan supir busway sehingga Sim nya ditahan, Jadi apakah dengan jabatan, bisa semena mena untuk menindak satu pihak yang secara nyata gak salah? Indonesia masih penuh dengan kesombongan jabatan, Undang Undang dibawah jabatan, orang yang punya jabatan semakin tinggi, akan semakin berkuasa. Itu kenyataan di negara Indonesia ini. (Offline) 7f67c2db77fa3a0653e962b8273f1471
  2. Ada hal unik dari operasi polisi yang digelar di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Minggu 2 Januari 2015 dini hari, saat polisi mengamankan satu unit mobil jenis Toyota Yaris warna merah. Mobil ini dikendarai oleh Muhammad Faizal Adilla, seorang mahasiswa fakultas hukum sebuah universitas negeri di Kota Semarang. Saat dihentikan, pemuda yang tinggal di Tembalang, Kota Semarang ini langsung mengatakan bahwa mobil tersebut adalah milik ayahnya. "Ayah saya polisi lalu lintas, tugas di Polsek Banyumanik," kata Faizal saat dihentikan polisi. Namun pengakuan itu tak membuat polisi berhenti memeriksa mobil itu. Saat dimintai surat-surat kendaraan, ditemukan surat tilang berwarna merah muda bertuliskan nama pemilik mobil, M Anshari, warga Jalan Bangku III, Kota Semarang. Di surat tilang itu tertulis tanggal 23 Januari 2015. Saat ditanya, Faizal mengelak dan tak mengetahui asal muasal mobil itu. Dia mengaku ayahnya yang berinisial Aipda S yang bertugas di Unit Lantas Polsek Banyumanik membawa pulang mobil tersebut ke rumahnya. "Enggak tahu, bapak saya yang bawa ke rumah. Makanya saya pakai," kata Faizal. Dua rekan Faizal di dalam mobil, sepasang lelaki dan perempuan juga tampak bengong ketika polisi menemukan sebotol minuman keras jenis congyang di dalam mobil itu. Ketika ditanya sudah berapa lama dia membawa mobil hasil tilangan itu, Faizal menjawab sudah sebulan. Temuan ini pun langsung dilaporkan ke Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto. "Itu mobil tilangan yang dibawa, besok biar dia (Aipda S) berurusan sama Kapolrestabes Semarang (Kombes Pol Djihartono)," kata Sugiarto. Kepolisian gencar menggelar operasi di beberapa ruas jalan yang dianggap rawan di Kota Semarang. Termasuk Jalan Pahlawan, yang selama ini menjadi tempat kumpul muda-mudi. Razia kemarin melibatkan ratusan personel gabungan dari Polrestabes Semarang dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI AD. Polisi mengamankan sejumlah orang dan mengangkut puluhan motor dan mobil bermasalah dalam operasi tersebut.
  3. Peralatan radar Range_R dikembangkan seiring dengan pelarangan digunakannya kamera termal oleh polisi tahun 2001 Penggunaan teknologi yang membuat aparat keamanan Amerika Serikat bisa melihat aktivitas manusia di dalam rumah mengundang pertanyaan mengenai hak-hak privasi warga negara. Sedikitnya 50 polisi AS dilengkapi dengan radar yang dapat mengirim sinyal melalui dinding rumah. Penggunaan perangkat radar, yang dikenal dengan nama Range-R ini, dipublikasikan di Pengadilan Denver akhir tahun lalu. Perangkat itu digunakan polisi untuk memantau rumah seorang pria yang melanggar ketentuan pembebasan bersyaratnya. Setelah memastikan pria itu berada di dalam rumahnya, polisi kemudian meringkusnya. Dalam dokumen pengadilan yang berkaitan dengan kasus ini, pengacara membela Steven Denson mempertanyakan apakah petugas memasuki rumah pria tersebut secara sah. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah, bagaimana Amandemen Keempat dalam Konstitusi AS yang menjamin hak privasi warga negara berinteraksi dengan teknologi radar yang digunakan pemerintah untuk mengintip ke dalam rumah tersangka?" Meski akhirnya para hakim mengesahkan penangkapan itu, mereka menulis bahwa mereka memiliki "sedikit keraguan bahwa perangkat radar itu segera menghasilkan banyak pertanyaan bagi pengadilan". Alat yang menganggu Radar Range-R awalnya dikembangkan untuk membantu pasukan AS berperang di Afghanistan dan Irak. Belakangan menjadi terkenal setelah digunakan oleh sejumlah dinas keamanan. Alat ini dapat mengirimkan gelombang radio yang dapat mendeteksi setiap gerakan, termasuk nafas, dari jarak 50 kaki. Sejumlah dinas keamanan seperti FBI dan US Marshals Service, telah menggunakan teknologi radar ini sejak 2012. Marshals Service membeli alat itu seharga US$180.000, sebut harian USA Today. Tapi tak satu pun dari lembaga tersebut mengungkapkan tentang bagaimana atau kapan perangkat itu digunakan. Pada 2001, Mahkamah Agung melarang polisi menggunakan kamera thermal tanpa surat perintah. Hal ini berlaku juga untuk penggunaan sistem berbasis radar yang kemudian dikembangkan. "Gagasan bahwa pemerintah dapat mengirim sinyal melalui dinding rumah Anda untuk mencari tahu apa yang terjadi di dalamnya adalah sesuatu yang problematik," tutur Christopher Soghoian, pakar teknologi Serikat Kebebasan Sipil Amerika kepada USA Today. "Teknologi yang memungkinkan polisi mampu melihat ke dalam rumah adalah salah satu alat yang mengganggu."
  4. Pemerintah AS akan memasangkan kamera pada tubuh polisi untuk memberikan catatan serta rekaman detail mengenai aktivitas mereka di lapangan. Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menginginkan aparat kepolisian yang bertugas di lapangan mengenakan kamera pada tubuhnya. Dalam program ini, pemerintah AS memberikan anggaran sebanyak US$ 75 juta untuk pembelian 50 ribu unit kamera untuk digunakan oleh kepolisian. Sebanyak 50 ribu kamera tentu jauh lebih sedikit dibandingkan dengan 750 ribu polisi yang bekerja di Amerika Serikat. Kamera ini disematkan untuk memberikan catatan serta rekaman detail mengenai kegiatan polisi di lapangan. Hal ini dilakukan untuk menanggapi protes masyarakat terhadap perilaku polisi pada demonstran di Ferguson. Protes ini dimulai dengan kematian Michael Brown (18 tahun), seorang remaja bersenjata yang dibunuh oleh polisi. Para tokoh masyarakat menunjukan video yang diambil saat kematian Brown sebagai bukti kesalahan polisi Darren Wilson. Kasus ini telah menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana polisi memperlakukan masyarakat dari kelompok minoritas Baru-baru ini, video seorang polisi yang melakukan penembakan seorang remaja 12 tahun bernama Tamir Rice juga tersebar luas dan ini meningkatkan permintaan dari masyarakat bahwa kepolisian harus mendokumentasikan kegiatan mereka secara detil. Selain tersandung masalah harga yang tidak murah, program ini juga diprediksi bakal menimbulkan masalah cukup serius dalam privasi warga. Mengingat kamera ini akan hidup dan terus digunakan selama polisi bertugas. Meskipun demikian, banyak departemen polisi yang setuju dengan program ini. Terhitung sejak 1 Oktober lalu, kepolisian Washington DC memulai program percontohan selama enam bulan menggunakan kamera yang diletakan pada bahu polisi. Dengan program ini, pemerintah Amerika Serikat berharap dapat mengurangi jumlah keluhan masyarakat terhadap kinerja polisi hingga 80 persen.
  5. Guna memerangi peredaran software bajakan, Microsoft Indonesia menandatangani nota kesepakatan dengan Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk mendorong kesadaran dan perlindungan keamanan dunia maya bagi konsumen dan pelaku bisnis. Hal tersebut sejalan dengan Undang-undang Hak Cipta No. 28/2014 yang mengatur bahwa pemerintah Indonesia harus melindungi konsumen dan pelaku bisnis di Indonesia dari bahaya kejahatan digital akibat penggunaan software bajakan. "Kejahatan dunia maya dan serangan malware telah menjadi perhatian utama masyarakat, data pribadi dan organisasi banyak yang dibajak sehari-hari, dimanipulasi bahkan hilang sama sekali," ujar Komisaris Besar Polisi Budi Widjanarko, Direktur Binmas Polda Metro Jaya di Jakarta, Rabu (17/12/2014). "Kami berkomitmen membantu masyarakat dan institusi untuk semakin sadar akan pentingnya keamanan online, salah satunya adalah dengan menggunakan software asli," imbuh Budi. Sementara, Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro mengatakan, Undang-undang Hak Cipta tersebut jika dilakukan dengan baik, maka bisa membantu masyarakat melakukan kegiatan produktif dengan aman. "Itu tujuan utama Microsoft, melindungi konsumen baik di DKI maupun di seluruh Indonesia," demkian kata Andreas. Implementasi dari penandatanganan MoU antara Polda Metro Jaya dan Microsoft di antaranya adalah edukasi ke masyarakat tentang pentingnga HAKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) melalui publikasi di media cetak/elektronik, atau memberikan pemahaman dan kesadaran yang bekerjasama dengan institusi pendidikan, atau LSM. Microsoft juga akan memberikan pelatihan peningkatan kapasitas bagi aparat penegak hukum tentang keamanan dunia cyber dan kegiatan-kegiatan lain yang bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan software asli.
  6. Sebuah video aksi polisi "baik" ramai diperbincangkan di media sosial. Video berdurasi 1 menit 41 detik itu memperlihatkan seorang anggota polisi yang tengah mendorong mobil yang mogok di tengah kemacetan di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Dalam video itu, dijelaskan bahwa gambar diambil secara diam-diam. Pembuat video mengaku bahwa kamera dikalungkan di leher. Gambar itu diambil saat Idul Fitri 1433 H lalu. Polisi yang mengenakan seragam lengkap berikut helm, masker, dan kacamata hitam itu tampak berusaha mendorong sebuah mobil sedan milik warga untuk menepi ke pinggir jalan. Sesekali petugas itu meniupkan peluit sambil mengatur kendaraan di sekitarnya dan berbicara di radio panggil. Setelah berhasil membawa mobil itu ke pinggir, petugas yang mengenakan rompi kuning tersebut langsung membuka kap mesin mobil. Dia terlihat berbicara dengan pemilik mobil. Video itu mendapat 1.579 ikon like dan di-share oleh 329 orang. Selain di Facebook, video itu juga diunggah ke YouTube. Di YouTube, video itu diunggah oleh Rudi Otomofers dengan judul "Langka, Dorong Mobil Warga", pada 27 Februari 2013 lalu.
  7. Tidak diketahui mengapa sebuah truk yang mengangkut beberapa mobil dikejar kejar oleh polisi. Kedua polisi yang terlihat pada durasi pertama bersusah payah untuk menangkap truk yang mengangkut mobil, karena truk tersebut tidak mau dihentikan dan ugal-ugalan. Untung saja tidak terjadi korban jiwa yang tertabrak oleh truk pengangkut mobil. Dan untuk selanjutnya silahkan anda menonton sendiri dibawah ini (Offline) 31e355108073f27bd9e0434af958e3ee Sumber video berasal dari Facebook
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy