Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'polisi'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 64 results

  1. kotawa

    Hero of corona virus

    From the album: Corona Virus Wuhan

  2. kotawa

    Hero of corona virus

    From the album: Corona Virus Wuhan

  3. kotawa

    Hero of corona virua

    From the album: Corona Virus Wuhan

  4. kotawa

    Hero of corona virus

    From the album: Corona Virus Wuhan

  5. kotawa

    Hero of corona virus

    From the album: Corona Virus Wuhan

  6. Aksi 22 Mei di depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, masih berlangsung hingga saat ini. Pantauan Okezone, hingga pukul 15.00 WIB massa terus berdatangan memadati lokasi. Seperti diketahui, Aksi 22 Mei 2019 dilakukan sebagai bentuk penolakan pendukung paslon 02 yang menolak hasil pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di tengah orasi massa, ada beberapa pemandangan menarik yang berhasil diabadikan Okezone. Salah satunya berlokasi tepat di depan halaman parkir gedung Sarinah. Saat suara adzan berkumandang, beberapa anggota kepolisian tampak melepas atribut mereka untuk menunaikan salat dzuhur. Bermodalkan potongan kardus sebagai alas kepala, mereka tampak khusyuk memanjatkan doa. Di belakangnya, beberapa warga juga tampak membentangkan koran bekas untuk beribadah. Suasana hangat ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam, sebelum massa kembali meneriakkan orasi mereka. Tidak hanya itu, dipinggir tembok pembatas, seorang anggota polisi terlihat sedang asyik melakukan video call dengan sang buah hati tercinta. Perbincangan mereka terpaksa terhenti saat sang komandan datang memberikan perintah. Bergeser sedikit ke arah Bundaran HI, puluhan anggota kepolisian juga tampak merebahkan tubuh di atas trotoar jalan. Masyarakat sipil yang kebetulan melintasi di depan mereka pun dengan spontan memberikan semangat. "Semangat ya pak. Semoga semuanya aman terkendali," ucap seorang wanita. Wanita yang diketahui bernama Tita itu juga tampak membawa sekantung plastik besar yang berisikan makanan ringan. Ia berniat membagikan makanan tersebut kepada anggota polisi yang sedang membantu mengamankan Aksi 22 Mei. "Kebetulan kantor saya di dekat sini. Terus dari tadi malam saya lihat banyak foto-foto pak polisi yang sedang berjuang mengamankan lokasi aksi. Bahkan, mereka sampai tertidur di tengah jalan karena harus stand by. Dari situ saya berinisiatif untuk memberikan makanan bagi yang sedang tidak berpuasa," ujarnya tentang polisi yang mengamankan Aksi 22 Mei.
  7. Bagi sebagian orang, terjaring razia mungkin jadi hal yang tidak menyenangkan. Tapi bagi seorang pemuda asal Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Operasi Zebra mungkin jadi hal yang tidak akan pernah terlupakan. Sebab dari Operasi Zebra, pemuda yang bernama Polisi ini akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan baru yang lebih layak. Pemuda berusia 22 tahun tersebut kini bekerja sebagai pekerja harian lepas di Mapolres Pasuruan. Nama Polisi sendiri sempat viral di media sosial saat dirinya terjaring razia minggu lalu. Karena memiliki nama yang unik, pihak kepolisian pun memberikan polisi hadiah berupa pekerjaan. Pada Senin, 20 November 2017 kemarin, Polisi pun memulai hari pertamanya bekerja dengan mengikuti apel bersama puluhan anggota Satlantas. Dirinya mengaku sempat tak bisa tidur karena merasa gugup akan bekerja di kantor untuk pertama kali. "Tegang, karena baru pertama kali kerja di kantor," ujar Polisi saat ditemui pada 20 November 2017 lalu. Usai apel, Polisi pun langsung disambut oleh rekan-rekannya yang merasa penasaran dengan sosoknya. Meski memiliki nama yang istimewa, pihak Mapolres Pasuruan tidak memperlakukan Polisi secara istimewa dan ia tetap harus mengikuti semua aturan di lingkungan kerja. Di hari pertamanya, Polisi mendapatkan bimbingan untuk mengurus surat izin mengemudi (SIM). Ia diajarkan teori sampai menyiapkan lapangan untuk ujian praktik pembuatan SIM. Yang menarik, Polisi dibimbing langsung oleh anggota polisi yang menyiduknya saat Operasi Zebra beberapa waktu lalu. "Waktu itu saya tanya siapa namanya. Dia jawab Polisi. Saya enggak percaya. Saya bilang jangan melecehkan polisi. Akhirnya saya lihat KTP-nya, ternyata benar namanya Polisi." papar Birgadir Ali Fahri. Sebelum bekerja sebagai pekerja harian lepas di Mapolres Pasuruan, Polisi bekerja sebagai buruh bangunan sejak remaja. Dirinya menjadi tulang punggung keluarga karena ayah kandungnya telah meninggal dunia sejak dirinya berusia 7 tahun. Sejak saat itu, ia harus bekerja demi bisa menghidupi ibu dan adiknya yang masih bersekolah.
  8. Pemimpin kelompok teroris Filipina yang telah berbaiat ke kelompok teroris ISIS tewas dalam operasi gabungan polisi di kota Kiamba, provinsi Sarangani. Mohammad Jaafar Maguid atau Tokboy yang tewas ditembak polisi pada Kamis dini hari, 5 Januari 2017 merupakan pemimpin kelompok Ansar al-Khilafah yang mendukung ISIS. "Dia tewas dalam operasi gabungan yang dipimpin oleh Badan Koordinasi Intelijen Nasional dan polisi," kata Hermogenes Espereon, penasihat Keamanan Nasional seperti dilansir dari Straits Time. Kepala Kepolisian Daerah Sarangani, Cedrick Train menjelaskan, Maguid diserang saat ia hendak meninggalkan resor pantai dengan mennggunakan sedan Toyota Wigo. Dia tewas di tempat, sementara tiga anak buahnya ditangkap. Polisi juga menyita barang-barang termasuk dua senapan serbu AR-15 dan granat. Maguid dilaporkan mendapatkan pelatihan oleh teroris Malaysia, Zulkifli bin Hir, yang juga dikenal sebagai Marwan yang dibunuh oleh polisi pada Januari 2015. Di bawah Maguid, Ansar al-Khilafah telah membangun jaringan dengan kelompok-kelompok militan di Indonesia terutama Mujihidin Indonesia Timur, yang dipimpin oleh Santoso, seorang Indonesia yang dilatih di Filipina. Santoso tewas ditembak aparat satuan tugas Tinombala pada pertengahan Juli 2016. Maguid, adalah mantan komandan Komando Pangkalan 105 dari Front Pembebasan Islam Moro (MILF), yang sekarang mengadakan pembicaraan damai dengan pemerintah untuk membentuk otonomi Muslim di kelompok pulau selatan yang dilanda perang di Mindanao. Maguid ditangkap pada 2009 atas tuduhan pembunuhan, pembakaran, dan perampokan. Dia melarikan diri penjara pada tahun 2010. Ansar al-Khilafah adalah salah satu dari segelintir kelompok ekstremis yang telah berjanji setia atau berbaiat kepada ISIS. Kelompok itu beberapa kali terdeteksi hendak melakukan seragan, termasuk pada pertemuan puncak APEC di Manila tahun 2015. Baru-baru ini mereka juga telah memberikan dukungan untuk kelompok Maute, yang bertanggung jawab atas pemboman sebuah pasar malam populer di kota Davao pada September lalu. Ledakan ini menewaskan 14 orang. Rencananya pelaku juga akan membom kedutaan besar AS di Manila.
  9. Polisi memastikan akan memeriksa semua saksi, termasuk istri ketiga Dodi Triono, terkait dugaan pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur. Polisi sebelumnya memeriksa istri kedua Dodi bernama Almyanda Saphira. "Saya belum tahu (posisi istri ketiga Dodi), semua yang berkaitan akan diperiksa," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes RP Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/12/2016). Pemeriksaan terhadap istri korban, menurut Argo, dilakukan untuk menyusun profil Dodi dan keluarganya. Meski demikian, Argo mengatakan belum ada petunjuk penting yang ditemukan terkait motif penyekapan hingga menewaskan enam orang itu. "Kita mem-profiling korban ini, dia itu siapa. Pekerjaannya apa, kemudian istrinya berapa, anaknya berapa. Kita sedang mem-profiling untuk melihat bagaimana korban," tutur Argo. Polisi sudah memeriksa sejumlah orang saksi, termasuk warga sekitar. Rekaman kamera pengawas (CCTV) pun ikut diperiksa, namun tayangan videonya disebut tidak jelas. Polisi pun menduga ada lebih dari satu orang yang masuk ke rumah Dodi di Jl Pulomas Utara No 7A pada sekitar pukul 14.30 WIB, Senin (26/12). Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana sebelumnya menyebut pelaku yang membawa pistol dan senjata tajam diperkirakan beraksi selama 40 menit sebelum akhirnya menyekap 11 orang dalam satu kamar mandi. "Kita berupaya secepat mungkin untuk mencari pelaku. Yang penting sebanyak mungkin menghimpun keterangan dari saksi dan mengumpulkan barang bukti," imbuh Argo. Keenam korban tewas adalah Dodi Triono (59), Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amalia Calista alias Amel (teman anak korban), Sugiyanto alias Yanto (sopir), dan Tarso (40) (sopir). Sedangkan 5 orang korban luka akibat penyekapan Pulomas adalah Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy (23).
  10. Polisi di Lubuklinggau terjangkit fenomena "om telolet om" Ada hal yang menarik perhatian di kawasan tertib lalu lintas, saat patroli rutin dari satuan lalu lintas Polres Lubuklinggau, yakni fenomena "om telolet om" yang sekarang sedang naik daun. Tren kekinian itu sekarang terlihat di Kota Lubuklinggau. Yang menarik dan unik, slogan "om telolet om" menjadi ajang bagi satuan lalu lintas Polres Lubuklinggau untuk mengajak masyarakat tertib berlalu lintas. Hal ini terbukti dengan ketika diadakan patroli di jalan raya setiap pagi oleh satuan lalu lintas Polres Lubuklinggau. Papan yang bertuliskan "om telolet om" menjadi pusat perhatian masyarakat pengguna jalan. Tren ini digunakan oleh satuan lalu lintas Polres guna mengajak dan mengimbau pengguna jalan untuk bisa mematuhi peraturan lalu lintas yang sudah ada. Serta membuat masyarakat lebih dekat dengan aparat kepolisian. Sehingga Polantas tidak selalu dinilai "polisi tilang". Tri, salah satu pengendara motor saat melintas di daerah kawasan tertib lalu lintas, mengatakan bahwa fenomena tersebut menarik dan bisa membuat pengguna jalan lebih dekat dengan polisi serta membuat Polantas tidak jadi momok bagi para pengguna jalan. "Jadi terkesan unik, lucu, dan menarik cara pendekatan bagi pengguna jalan untuk bisa tertib dalam berlalu lintas. Apalagi fenomena "om telolet om" adalah bunyi klakson bus yang sekarang menjadi tren kekinian. Hal positif yang bisa bermanfaat bagi masyarakat terutama bagi pengguna jalan. Apalagi Polantas yang memegang papan bertuliskan "om telolet om" ganteng dan cantik," jelas Tri. Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujanga, didampingi Kasat Lantas AKP Soekiman, menyambut baik hal positif yang dilakukan oleh Satlantas Polres Lubuklinggau. Apalagi, aksi tersebut dilakukan untuk mengajak masyarakat agar mematuhi peraturan berlalu lintas. Fonemana yang disalurkan itu juga dianggap untuk kebaikan bersama serta lebih mendekatkan polisi dengan masyarakat terutama para pengendara kendaraan di jalan raya. "Apapun yang dilakukan anggota saya selagi itu mendukung kinerja Polri dalam melayani dan mengayomi masyakarat akan mendapat dukungan, tren kekinian yang bermanfaat. Polisi tidak selalu terkesan menakutkan bagi pengguna jalan raya. Apalagi kalau dalam berkendaraan mematuhi seluruh peraturan yang ada, menggunakan helm SNI, memiliki SIM, serta kelengkapan kendaraan lainnya. Sehingga tercipta keamanan di jalan raya," pungkasnya.
  11. Nama Dora Natalia masuk radar kepolisian setelah perempuan pegawai MA itu ngamuk dan mencakar polantas yang hendak menilangnya. Dora akan segera dipanggil polisi. Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana mengatakan penyidik Satreskrim Polres Jakarta Barat akan memanggil Dora. Pemanggilan dilakukan atas laporan yang dibuat oleh korban, Aiptu Sutisna, pasca kejadian tersebut. Sapta mengatakan, Sutisna telah diambil keterangan di Polres Jakarta Timur atas laporannya itu. Sutisna juga menyerahkan bukti-bukti terkait peristiwa yang sempat menjadi tontonan warga itu. "Barang buktinya bajunya yang robek-robek, pangkatnya yang copot sama rekaman video, itu yang ambil video itu anggota juga, rekan korban yang sedang bertugas," kata Sapta. Menurut Sapta, wanita tersebut melakukan perbuatan itu karena emosi lantaran ditilang oleh korban. Dipicu tindakan masuk busway. "Mau masuk busway, kemudian ditilang sama anggota, tidak terima," imbuhnya. Tonton Videonya
  12. Berbagai pelanggaran jadi incaran Korlantas Polri dalam operasi zebra di seluruh Indonesia mulai hari ini hingga dua minggu mendatang. Operasi dilakukan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Korlantas Polri Irjen Agung Budi Maryoto Agung mengatakan, sasaran yang ingin dicapai dalam rangka operasi zebra adalah, pertama imbauan persuasif kepada pengendara jalan untuk meminimalisir kecelakaan. "Dengan mencermati situasi cuaca yang memang cukup ekstrem maka perlu peningkatan kualitas pelayanan baik kualitas maupun kuantitas petugas Polri di lapangan khususnya Polantas," kata Agung Yang kedua, akan ada pengalihan arus jika terjadi longsor maupun banjir. Sasaran ketiga dari operasi zebra ini terhadap pelanggar lalu lintas yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan fatal. "Misalkan melebihi kecepatan karena setiap kecelakaan didahului dengan pelanggaran. Dielaborasi dengan pelanggaran batas kecepatan itu cukup maksimal jumlahnya. Selanjutnya pelanggaran yang melawan arus terutama roda dua itu kan sering yang harusnya satu arah dia melawan arus sehingga terjadi kecelakaan dan meninggal ini yang kita antisipasi penegakan hukumnya," ujarnya. Sasaran selanjutnya berkaitan dengan pelayanan publik. "Kita tidak menginginkan misalkan terjadi pelanggaran seperti percaloan, pungli merupakan bagian operasi," katanya. Berdasarkan evaluasi operasi zebra sebelumnya, pelanggaran terbanyak yang ditemukan adalah pelanggaran rambu lalu lintas. Selanjutnya pelanggaran batas kecepatan, dan yang ketiga pelanggaran marka jalan. "Sifatnya fleksibel kasuistis tidak semua Polda sama," katanya. Untuk sanksi pelanggar lalu lintas, tambah Agung, sudah diatur dalam bukti pelanggaran atau tilang denda nominal. "Sudah ada tabelnya dan kita menyesuaikan dengan aturan yang sudah ada," tukasnya.
  13. Kawasan Kompleks Pendidikan Cikokol, tepatnya di Jl Perintis Kemerdekaan Raya, Kota Tangerang digegerkan oleh aksi nekat seorang pria di sekitar Pos Lantas, Kamis (20/10). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07:30 WIB. Dalam peristiwa ini tiga anggota polisi terluka karena tusukan senjata tajam. Kapolres Metro Tangerang Komber Pol Irman Sugema menjelaskan, peristiwa ini bermula ketika pria misterius tersebut akan menempelkan sebuah stiker bertuliskan arab gundul warna hitam di Pos Polantas. Namun, aksi tersebut dicegah oleh seorang anggota polisiAipda Bambang, sehingga terjadi percekcokan. Tak lama berselang, pelaku menyerang korban menggunakan senjata tajam. Setelah melukai Aipda Bambang, pelaku langsung menyerang Aiptu Sukardi, yang juga terluka akibat tusukan pisau pelaku. Melihat dua anggotanya terluka, Kapolsek Kota TangerangKompol Effendi, langsung mendatangi pelaku dan terjadi perkelahian. "Kapolsek paling parah, karena sempat berkelahi dengan pelaku. Terkena tusuk pada bagian perut, sekarang dilarikan ke rumah sakit," ungkap Kombes Pol Irman Sugema. "Petugas sudah berupaya memberikan tembakan peringatan, tetapi tidak dihiraukan. Dilumpuhkan, dengan tembakan kaki dan perut," sambungnya. Saat ini petugas dari Polres Metro Tangerang sedang menunggu Tim Gegana Brimob, Polda Metro Jaya. Karena, dari tas pelaku polisi menemukan 3 buah benda yang diduga bom.
  14. Demam Pokemon Go saat ini melanda semua kalangan tanpa pandang bulu dan profesi. Hampir semua orang membicarakannya bahkan memainkannya. Tapi, untuk anggota kepolisian bermain Pokemon sangat dilarang. Kenapa ya? Sebab, petinggi Kepolisian Republik Indonesia secara tegas melarang anggotanya bermain game yang kini sedang digandrungi semua kalangan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, khusus anggota polisi dilarang bermain Pokemon. “Hanya orang yang tidak sibuk yang masih sempat bermain Pokemon,” katanya. Sebab, tugas yang dilakukan polisi di lapangan tentu bertumpuk dan banyak. “Jadi saya rasa, polisi tidak ada yang pakai Pokemon. Tidak dibenarkan itu,” tegasnya. “Apalagi main di dalam mabes,” tambahnya. Makanya, untuk orang-orang yang memainkan game tersebut pun dilarang di kawasan Mabes Polri lantaran itu merupakan tempat objek vital. “Tidak bisa sembarangan orang masuk ke kawasan tersebut tanpa izin khusus. Jadi, Jangan sampai melanggar batas-batas hak orang lain. Apalagi sampai menerobos ke objek vital,” bebernya. Terkait dengan kemungkinan terjadinya pengintaian, Boy menyatakan masih harus meneliti lebih jauh lagi. Tapi, kewaspadaan terhadap teknologi buatan asing itu tentu terus diperkuat. “Kita lihat saja.” Polisi memang belum mendapat laporan dari masyarakat soal tindak pidana yang berkaitan dengan aplikasi game Pokemon tersebut. Misalnya tindak kriminal atau perbuatan yang tidak menyenangkan. “Kami hanya mengimbau, jangan sampai melanggar ketertiban dan keselamatan,” katanya. Bayangin saja, kalau polisi main Pokémon Go gimana ya?
  15. Seorang pria dewasa melakukan aksi nekat dengan cara mengemudikan mobil gokarnya di jalan bebas hambatan Kota Oakland, California, Amerika Serikat. Polisi pun langsung mengejar pengendara nekat ini dan terus mengikutinya untuk menjaga keamanannya dan warga sekitar. Uniknya, kejadian ini direkam pengguna jalan, seperti dirilis dari Speedsociety, terlihat memberikan semangat kepada pelaku untuk terus melakukan aksi konyolnya tersebut di dalam lintasan jalan tol yang berbahaya tanpa menggunakan perlengkapan keamanan berkendara seperti helm maupun wearpack. Sayangnya, tidak diketahui apakah pengendara gokar yang masuk jalan tol tersebut bisa diamankan polisi, karena telah melakukan aksi berbahaya bagi dirinya sendiri dan pengendara lain. Namun, melihat tayangan video yang beredar luas di media sosial dan online, gokar yang ditunggangi pria dewasa tersebut diperkirakan dibekali mesin berkapasitas besar karena terlihat dari kecepatan yang dikemudikannya.
  16. Prancis selaku tuan rumah Piala Eropa 2016 memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjaga keamanan dan keselamatan ribuan penonton yang datang dari berbagai penjuru dunia. Apalagi kini Negeri Mode itu tengah dihantui ancaman teror. Demi menjaga perhelatan sepakbola akbar Piala Eropa 2016 berlangsung aman, ratusan polisi Prancis mendadak dilatih menggunakan senapan yang mampu menembakkan 750 peluru per menit. Pelatihan itu benar-benar diberikan pada menit-menit terakhir jelang Piala Eropa, tepatnya 10 hari sebelum kompetisi dimulai. Dan pelatihan itu bahkan belum selesai pada malam jelang pembukaan. Senapan yang diajarkan kabarnya memang bukan senjata yang biasa dipegang polisi. Itu hanya alat tembak yang biasa dipakai pasukan khusus Prancis, dan biasanya dimanfaatkan untuk berhadapan dengan teroris. “Pelatihan ini memang diburu-buru. Satu harapan saya, segalanya dan semua orang akan siap H-1 ini. Tapi sungguh, pelatihan ini masih berlangsung untuk beberapa unit. Mereka tidak melihat urgensinya sebelum ini dan baru memulai pelatihan semacam ini akhir-akhir ini,” ungkap David Oliver Reverdy, seorang petinggi dari Aliansi Polisi Nasional Prancis. Sedikitnya 90 ribu pasukan keamanan gabungan dikerahkan untuk menjaga keamanan negara yang diwakili timnas berjuluk Ayam Jago itu dalam turnamen sepakbola akbar di tingkat Eropa ini. Penjagaan difokuskan tidak hanya untuk mencegah tindak terorisme, juga aksi kerusuhan dan tindakan merusak suasana lainnya.
  17. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan bahwa Jessica Kumala Wongso masih tetap berstatus tersangka meskipun dirinya bebas dari tahanan Polda Metro Jaya. "Biarpun bebas dari tahanan, tapi tetap dia menjadi tersangka," tegasnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (24/5/2016). Dia menjelaskan bahwa proses hukum tetap berjalan sampai Kejaksaan menetapkan kasus tersebut hingga P21 (Lengkap,-red) dan dibawa ke pengadilan. "Ini kan persoalannya ditahan atau enggak. Sama saja sebenarnya," katanya. Badrodin menguraikan jika Jessica sudah dikenakan hukuman selama 10 tahun penjara, maka hukuman Jessica akan dikurangi masa tahanan yang sudah dijalankan. Baca juga: Berkas Perkara Belum Lengkap, Ini Reaksi Ayah Mirna Namun, sebaliknya, jika dirinya tidak ditahan oleh pihak kepolisian, maka Jessica akan mendapatkan hukuman sesuai dengan yang sudah ditetapkan oleh hakim nantinya. "Sebenarnya dari sisi hukum, tidak ada masalah hal yang seperti ini," kata Badrodin. Diketahui bahwa tersangka atas kasus Kopi Sianida yang menewaskan I Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso akan segera bebas dari tahanan pada 28 Mei 2016 mendatang setelah ditahan 116 hari. Namun begitu, Jessica masih ditetapkan sebagai tersangka meskipun dirinya tidak lagi ditahan oleh pihak Polda Metro Jaya.
  18. Kabar mengejutkan datang dari dunia kepolisian Indonesia khususnya polisi wanita atau polwan. Pasalnya, baru-baru ini beredar sebuah foto polwan yang begitu mirip Raisa di beberapa media sosial. Ya, setelah sebelumnya fotografer bernama Sabila Anjani 'digadang-gadangkan' mirip penyanyi cantik tersebut, kini giliran seorang polisi wanita. Sekejap polwan yang diketahui bernama Daneas Ayu Descanonie ini menjadi populer setelah menjadi perbincangan para netizen. Bahkan sejumlah akun Instagram membagikan foto Daneas Ayu yang telah disandingkan dengan foto Raisa menggunakan pose yang sama. Sekilas keduanya tampak mirip hanya beda potongan rambut. Bahkan beberapa netizen pun sempat mengira pelantun 'Terjebak Nostalgia' itu sedang mengenakan baju Polwan. Selang beberapa lama, akun Instagram Daneas bernama @Descanonie yang kini telah dikunci oleh pemiliknya pun mendadak populer dengan jumlah follower yang langsung meledak menjadi lebih dari 8000 orang. Diketahui, Daneas merupaka seorang polwan yang sedang bertugas sebagai polisi lalu lintas di Polres Ciamis, Jawa Barat.
  19. Beginilah suara snipernya polisi ndral. Tapi eh ternyata, suaranya begini ya. Kkkk
  20. Gara gara demo taksi hari ini di Jakarta, maka mau gak mau oenumpang yang udah diturunin paksa sama sopir taksi yang berdemo, maka giliran polisi yang narik penumpang buat anterin orang orangnya. Hebat ya ndral?
  21. Jajaran Polres Metro Jakarta Barat menyelidiki insiden tewasnya, Fredy Jayadi (45). Fredy tewas saat mengikuti acara perlombaan makan 5 menit berhadian Rp 5 miliar yang diselenggarakan restoran cepat saji, KFC Taman Semanan, Jumat (11/3). Aparat kepolisian masih mengumpulkan sejumlah alat bukti berikut keterangan saksi. Sementara itu, KFC Taman Semanan, yang menjadi lokasi berlangsung acara telah ditutup dan dipasangi garis polisi untuk kebutuhan penyelidikan. “Kami masih selidik. Penyebab pasti kami belum tahu,” tutur Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Didik Sugiarto, Jumat (11/3). Fredy Jayadi (45) meninggal dunia saat mengikuti acara perlombaan makan 5 menit berhadiah Rp 5 miliar yang diselenggarakan restoran makanan cepat saji, KFC. Lomba berlangsung di KFC Taman Semanan RT/RW 15/11, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat (11/3/2016) sekitar pukul 14.02 WIB. Lomba diikuti tiga orang termasuk korban. Panitia penyelenggara memberikan tiga potong sayap ayam KFC. Siapa tercepat menghabiskan ayam itu akan menjadi pemenang. Fredy telah menghabiskan ayam ketiga, lalu, secara tiba-tiba, dia tersedak. Korban langsung minum air putih. Kemudian, korban diberi pertolongan dan langsung dibawa ke klinik Yasa Husada di Jalan Pulo Indah RT/RW 001/08, Kelurahan Duri Kosambi. Setelah diperiksa oleh dokter jaga, dokter menyatakan nyawa korban tak tertolong. Untuk kepentingan visum et repertum, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati.
  22. Sempat berembus kabar kalau kasus pencabulan yang melibatkan Saipul Jamil akan dicabut oleh sang korban, DS. Jika benar kasus tersebut dicabut, pria yang akrab disapa Bang Ipul itu bisa mendapatkan penangguhan penahanan hingga dibebaskan dari jeruji besi. Namun, pihak kepolisian menjamin Ipul tetap akan berada di tahanan. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Daniel Tifaona. Ia mengatakan, pihaknya akan tetap mengawal kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh Ipul ke persidangan. "Pokoknya ending dari kasus ini adalah sidang," kata Kombes Pol Daniel Tifaona saat ditemui di Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (22/2/2016). Ia mempersilahkan Saipul dan DS untuk melakukan upaya perdamaian hingga berujung pada pencabutan laporan di kantor polisi. Namun, berkas pemeriksaan kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh Saipul tetap dikirim ke kejaksaan. "Kalau mau coba-coba damai, hanya akan kami lampirkan bukti perdamaian ke dalam berkas. Tapi berkasnya tetap ke pengadilan," dia menambahkan. Pada akhirnya, sambung Daniel, majelis hakim akan mempertanyakan mengenai alasan korban mencabut laporan terhadap Ipul di persidangan. Sehingga, bebas atau tidaknya mantan suami Dewi Perssik tersebut mutlak keputusan hakim sepenuhnya. "Pasti hakim bertanya kenapa dicabut (laporan). Apakah diancam atau ditodong. Makanya nanti semua hakim yang tentukan. Untuk saat ini SJ masih ditahan," jelas Daniel.
  23. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berencana mengirim penyidik ke Australia untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang dianggap mengenal Wayan Mirna Salihin dan Jessica Kumala Wongso. Jessica kini menjadi tersangka dalam kasus kematian Mirna. "Kami akan mengirim penyidik ke sana (Australia) untuk interview, karena ada beberapa petunjuk yang (perlu) dikembangkan," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/2). Menurut Krishna, penyidiknya perlu dikirim ke Australia untuk menambah materi penyidikan. Sampai saat ini, kata dia, penyidik Polda Metro Jaya belum memiliki informasi detail soal latar belakang Jessica dan Mirna selama di Australia. Jessica tinggal di Australia sejak 2008 dan selama itu jarang pulang ke Indonesia sebab orang tuanya pun menetap di Australia dari tahun 2005. Ketika lulus kuliah, Jessica memilih untuk tinggal di Australia dan Mirna kembali ke Indonesia. Jessica baru pulang ke Indonesia pada 5 Desember 2015 untuk mencari pekerjaan. Sekitar sebulan setelah Jessica pulang, pada 6 Januari 2016, saat ia sedang bercengkerama dengan Mirna dan Hani di Restoran Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, Mirna tewas usai meneguk kopi vietnam yang ternyata telah dibubuhi sianida. “Kami kerja sama dengan polisi Australia karena latar belakang mereka (Mirna dan Jessica) di Australia. Itu biasa dalam penyelidikan,” ujar Krishna. Pengiriman penyidik Polda Metro Jaya ke Australia mesti mengantongi izin Australian Federal Police (AFP). “Kami harus ke sana untuk lakukan observasi agar mendapat gambaran. Tapi harus ada dukungan dari Kepolisian di sana dan Konsulat Jenderal Indonesia di Canberra," kata Krishna. Sementara soal dokumen AFP yang sudah diterima oleh penyidik, Krishna menyebut hal itu masih dianalisis dan bersifat rahasia. "Nanti di pengadilan saja kami sampaikan," ujar Krishna. Jessica ditetapkan sebagai tersangka pembunuh berencana dalam kasus Mirna. Ia kini dijerat pasal dengan ancaman maksimal berupa hukuman mati.

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy