Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'pesawat'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

  1. Pada 27 September 1935, pesawat buatan Asia menjejak roda di daratan Eropa, untuk yang pertama kalinya di dunia. Pesawat itu berhasil terbang jarak jauh melewati beberapa benua, lalu mendarat mulus di Schipol, Amsterdam. Achmad bin Talim sendiri baru menginjakkan kakinya di Amsterdam pada tahun 1974. Tapi karyanya sudah lebih dulu mendarat di sana September 1935. Pesawat mesin ganda itu dibuat 100 persen di Jawa, di suatu gudang di Jalan Pasir Kaliki, Bandung atas pesanan jutawan Khouw Khe Hien yang menginginkan pesawat udara untuk meningkatkan efisiensi kegiatan bisnisnya. Bu
  2. Ban pesawat terbang dirancang secara khusus untuk mampu menahan beban yang berat, memberikan rasa nyaman pada penumpang, dan bertahan ketika pesawat bergerak di landasan dengan kecepatan yang cukup tinggi. Sebenarnya, ukuran ban pesawat terbang hampir sama dengan ukuran ban mobil. Memang ukuran ini tampak kecil bila dibandingkan dengan ukuran pesawat. Mengapa dipilih ban kecil, sebab ban dengan ukuran yang terlalu besar menyulitkan ban tersebut menahan torsi berat pesawat. Ban pesawat bukan ban yang padat. Di dalamnya ada gas/udara dengan tekanan yang cukup besar, sekitar enam ka
  3. Inilah pesawat yang Transparan, yang direncanakan akan muncul di tahun 2050 mendatang. Perusahaan pesawat terbang Eropa, Airbus meluncurkan makalah gagasan/ide "The Future, by Airbus" setebal 14 halaman, yang berisi ide-ide liar dari penerbangan komersil untuk masa depan. Di makalah tersebut ditulis gagasan, bahwa pesawat penerbangan komersil di tahun 2050 nanti, kursinya akan menyesuaikan ukuran tubuh penumpang dan proyeksi holografik akan mengubah kabin khusus dengan pemandangan ala taman Zen Jepang. "Jadi bayangkan, Anda nantinya bisa memilih tema pemandangan kabin sendiri pada k
  4. Pilot atau penerbang rupanya diambil dari nama Jean Francois Pilatre de Rozier yang lahir di Metz, Perancis, 30 Maret 1754. Pelopor pertama di dunia penerbangan itu meninggal di usia yang sangat muda yaitu 31 tahun. Awalnya Pilatre merupakan seorang guru kimia dan fisika Perancis. Ia juga mempelajari ilmu botani di perusahaan milik duc de la Rochefoucauld. Pada Juni 1783 ia hadir dalam penerbangan balon milik Montgolfier bersaudara. Pada 21 November 1783, ia ikut dalam penerbangan pertama kalinya dalam sejarah yang membawa manusia, ditemani oleh Marquis d'Arlandes. Selama penerbangan 25 me
  5. Indonesia Pesawat Kepresidenan Boeing Business Jett mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, 16 April 2014. Pesawat kepresidenan pertama milik Republik Indonesia tersebut melakukan percobaan penerbangan. Pemerintah Indonesia baru saja mendatangkan satu pesawat kepresidenan yang dibeli dari Boeing seharga 89,6 juta dollar AS atau sekitar Rp 847 miliar. Pesawat ini dicat berwarna biru muda pada punggung dan putih pada bagian lambung pesawat. Selain itu, tulisan "Republik Indonesia" dan logo Garuda terpasang di bagian depan pesawat. Sejumlah pihak kurang puas den
  6. Kepala Dinas Penerangan TNI AU Hadi Tjahyanto dalam keterangan kepada Metro TV mengatakan indikasi-indikasi yang diterima menunjukkan pesawat diduga keras dibajak. Ia juga mengatakan bahwa penerbangan berjalan normal dan hingga saat ini awak di darat berusaha menghubungi kru di pesawat karena belum ada komunikasi apa pun. Kini pesawat dilaporkan sudah berada di ujung landas pacu Ngurah Rai. Jumlah penumpang juga belum diketahui sama sekali. Sumber: http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/04/140425_pembajakan_pesawat.shtml
×
×
  • Create New...