Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'pesawat'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

  1. Puing pesawat terbang yang ditemukan di Pulau Reunion di Samudra Hindia kini berada di Tolouse, Perancis untuk penelitian lebih lanjut. Banyak pihak yakin potongan itu berasal dari pesawat Malaysia Airline 370 yang hilang pada Maret 2014 lalu. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC. VOA Indonesia: http://www.voaindonesia.com Ngobas: http://ngobas.com
  2. Bayangkan saat iPhone Anda terjatuh dari sebuah pesawat yang terbang di ketinggian sekitar 9.300 kaki. Pastinya tidak mungkin untuk menemukannya kembali. Ya, pengalaman tak menyenangkan inilah yang menimpa Ben Wilson. Seperti dilansir Times Record, melaporkan bahwa pengusaha asal Texas ini dalam perjalanan pulang pada hari Senin kemarin dengan menumpang pesawat jenis Beechcraft Bonanza dari Houston, AS. Saat pesawat berada di ketinggian 9.300 kaki, tiba-tiba pesawat mengalami perubahan tekanan dan menyebabkan pintu penumpang terbuka sedikit. Tekanan tersebut ternyata membuat beberapa isi dalam pesawat tersedot keluar, termasuk iPhone Wilson. Wilson tidak menyadari kalau ponselnya jatuh sampai pesawatnya mendarat. "Tekanan tiba-tiba muncul dan surat kabar terbang tersedot keluar tapi aku tidak melihat ponsel saya ikut tersedot. Setelah kami kembali, aku mencari ponsel saya di lantai (pesawat) dan di tas saya, tapi tidak menemukannya," kata Wilson. "Aku bertemu Ben di bandara dan kami memeriksa telepon, bahkan bertanya-tanya apakah itu mungkin tertinggal dalam mobil sewaan," tambahnya. Wilson, pemilik perusahaan Gas Corporation of America di Wichita Falls, pun menggunakan sebuah aplikasi untuk mencari iPhone miliknya untuk mempersempit area pencarian, sekitar 50 mil di dekat Jacksboro. "Kami menggunakan aplikasi Find My iPhone, dan benar saja, ponsel tersebut masih aktif. Ponsel tidak hanya melaporkan lokasi tetapi jelas terlihat di peta sehingga Wilson bisa menemukannya," kata John Kidwell, yang juga menjabat Wakil Presiden Marketing Gas Corp. Aplikasi Find My iPhone adalah sebuah aplikasi dan layanan dari Apple Inc yang memungkinkan pengguna perangkat Apple untuk melacak lokasi perangkat iOS dan komputer Mac dari jarak jauh. Melalui pemindaian GPS, dan gambaran peta, Wilson dapat mengetahui dan melacak jejak keberadaan iPhone-nya, yang ternyata jatuh di padang rumput di pedesaan. Tidak buang-buang waktu, Wilson dan dua karyawannya pun turun ke lokasi mencari ponsel tersebut pada hari Selasa. Sepanjang jalan, mereka bertemu seekor keledai ramah yang mengikuti mereka seakan menunjukkan lokasi ponsel tersebut berada. Mereka akhirnya menemukan iPhone milik Wilson di bawah pohon mesquite. Lebih hebatnya, Ben Wilson mengatakan ponselnya masih berfungsi seperti biasanya. "Ponselnya ditemukan di sisi jalan. Masih utuh, hanya tergores sedikit di sudut, tapi masih berfungsi!. Keledai lah yang menunjukkan posisi ponselnya dimana berada," kata Wilson sambil tertawa.
  3. Awalnya, pesawat kecil tak berawak yang kerap disebut ‘drone’ ini, banyak digunakan oleh militer atau para pemilik hobi seperti photographer atau pembuat film. Namun dengan semakin murahnya teknologi, pemakaian ‘drone’ pun semakin meluas, dari alat bantu bagi tim SAR hingga para petani. VOA Indonesia: http://ww.voaindonesia.com Ngobas: http://ngobas.com
  4. Tugas pilot pesawat terbang selain berhadapan langsung dengan alam, para pilot juga bertugas untuk menjaga keselamatan nyawa para penumpangnya. Dari sejumlah peristiwa kecelakaan pesawat yang terjadi, rupanya tak seluruhnya berakhir dengan tragis. Seperti kisah di bawah ini, di mana para pilot berhasil mendaratkan pesawat meski dalam keadaan darurat. Pilot-pilot ini jadi penyelamat yang berhasil menghindari penumpang dari maut. Berikut adalah 5 Pilot Heroik Dengan Pendaratan Pesawat Darurat Paling Sukses Di Dunia : 1. Pilot Chesley ‘Sully’ Sullenberger 2. Pilot Tadeusz Wrona 3. Pilot Anwar Haryanto 4. Pilot Dennis Edward Fitch 5. Pilot Abdul Rozaq Jangan lupa LIKE, RATE, dan FOLLOW ME!
  5. Insiden mendebarkan terjadi di Kota Stafford, New Jersey, Amerika Serikat. Sebuah pesawat kecil sekonyong-konyong mendarat darurat di jalan raya utama kota tersebut. Kejadian akhir pekan lalu itu rupanya menimpa pesawat latih milik sekolah penerbangan setempat. Setelah terbang beberapa menit, pesawat mengalami kerusakan mesin. Beruntung, murid maupun instruktur yang berada di pesawat nahas ini tak mengalami luka sedikitpun. Begitu pula mobil-mobil yang ada di jalan. Video pendaratan darurat itu beredar di dunia maya. Tampak kawasan Route 72 sedang padat mobil. Mendadak, sebuah pesawat kecil warna putih masuk ke lintasan sisi kanan dari arah CCTV. Beberapa detik kemudian, pilot berhasil mengarahkan pesawat itu ke jalur hijau yang membelah jalan raya tersebut. Waga setempat, Shawn Maloney, mengaku melihat kejadian itu sejak awal sampai akhir. Dia mengatakan pilot itu sangat beruntung karena tidak mengenai mobil yang sedang ramai. "Ada satu mobil nyaris tersenggol hanya beberapa inci saja jaraknya," kata Maloney. Ingin lihat video peristiwa penuh greget tersebut? Simak rekamannya di sini:
  6. Pernah liat saat instruksi keamanan yang disediakan pesawat itu memadukan antara instruksi dan juga humor? Pernah denger belom? Video ini asli kocak abis. Ngobas: http://ngobas.com NgobasTV: http://tv.ngobas.com Ngobas Store: http://ngobas.com/store Titip Dot Net: http://titip.net ITCare Indonesia: http://itc.web.id
  7. Pesawat Hercules Lockheed C-130H2, meledak pada 27 Juni 2008 akibat mendarat darurat setelah gagal terbang. Kecelakaan tersebut terjadi di Baghdad International Airport, dan mengakibatkan 38 korban tewas. Kecelakaan fatal terjadi pada 12 Maret 1967 di Vietnam, ketika pesawat Lockheed C-130E Hercules terjatuh saat pandangan visual pilot terganggu. Debu-debu yang terbang akibat tiupan mesin helikopter, menghalagi pandangan pilot sehingga mengakibatkan 5 orang tewas. Sebuah pesawat Lockheed C-130H Hercules, terjatuh di bandara Eindhoven, Belanda pada tanggal 15 Juli 1996. Pesawat tersebut terjatuh akibat mesin yang kemasukan burung, dalam kecelakaan ini menewaskan 34 orang korban tewas. Regu penolong di atas bangkai pesawat terbang Hercules C-130, yang mengalami kecelakaan saat membawa anggota Paskhas setelah mengikuti upacara perayaan hari ulang tahun Angkatan Bersenjata Republik Indonesia di Condet, Jakarta 5 Oktober 1991, akibat kecelakaan ini sekitar 135 orang tewas Pesawat Lockheed C-130H Hercules, kecelakaan saat berusaha melakukan pendaratan darurat. Kecelakaan ini terjadi di bandara Hat Yai, Thailand pada tahun 5 Maret 2004, seluruh penumpang berhasil selamat. Pesawat Hercules C-130 milik TNI AU terjatuh di pemukiman warga di Medan, Sumatera Utara, 30 Juni 2015. Penyebab kecelakaan masih diinvestigasi oleh pihak TNI AU, jumlah korban diperkirakan mencapai 100 orang.
  8. Sebuah pesawat militer milik TNI AU berjenis Hercules jatuh di sekitar Jalan Jamin Ginting, Kawasan Simpang Sima Lingkar, Medan, Sumatera Utara. Informasi yang dihimpun, pesawat tersebut jatuh sekira pukul 12.00 WIB. Belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sampai saat ini lokasi kejadian masih dipadati oleh warga sekitar. Warga pun menyempatkan menyebarkan foto kejadian tersebut melalui sosial media. Hingga saat ini, Okezone mencoba mengklarifikasi mengenai peristiwa ini ke Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau).
  9. Lion air adalah maskapai penerbangan yang berasal dari Indonesia, namun kenapa lion air dengan membawa produk kebanggan Indonesia, tapi nggak punya kualitas yang baik seperti maskapai penerbangan lainnya? Banyak yang setara dengan Lion Air, gak percaya? Tonton video videonya ndral:
  10. Semoga peristiwa ini bisa dijadikan pelajaran berharga bagi anda yang sering bepergian dengan menggunakan pesawat terbang. Nasib buruk tersebut menimpa seorang penumpang pesawat Express Jet, dalam penerbangan dari Illionis ke California Amerika Serikat, Mei 2013 silam. Penumpang bernama Tom Wagner tertidur lelap saat pesawat sudah mendarat di bandara California. Saat peristiwa ini terjadi, pesawat mendarat saat malam hari. "Saya hanya tidur sebentar. Saya sangat kelelahan." ujar Tom. Saat dia terbangun, betapa kagetnya dia karena dia baru sadar berada dalam kabin pesawat yang gelap seorang diri. Tak ada satupun penumpang pesawat dan awak kabin pesawat, karena mereka semua sudah turun. Saat Tom tertidur pulas, tak ada satupun awak pesawat yang menyadarinya, sehingga sampai semuanya turun, Tom tertinggal di dalam pesawat. Menyadari dirinya sendirian, Tom kemudian berusaha membuka pintu pesawat, tapi sia-sia. Pintu pesawat terkunci rapat. Tom kemudian menghubungi ponsel pacarnya, dan meminta untuk segera menghubungi pihak maskapai. Tak berselang lama, pihak maskapai kemudian mendatangi bandara dan membuka pintu pesawat. "Bagaimana bisa mereka tidak menyadari kalau saya ada disana tertidur pulas," keluh Tom. Pihak maskapai kemudian secara resmi mengajukan permohonan maaf atas kecerobohan ini.
  11. Ketika perasa pada lidah berada jauh di atas awan, maka indera perasa yang normal sirna. Katia Moskvitch mencari tahu mengapa hal ini bisa terjadi, dan bagaimana maskapai penerbangan berusaha mencari cara-cara untuk mengembalikan nafsu makan kita. Bila Anda berpikir bahwa perusahaan-perusahaan katering pesawat terbang menyajikan makanan yang hambar atau tidak membangkitkan nafsu, bukan berarti itu kesalahan perusahaan katering. Pada dasarnya, indera perasa hilang begitu Anda meninggalkan pintu keberangkatan. Lalu bila Anda menumpang pesawat dengan ketinggian ribuan kaki, dan rasa makanan mulai dari pasta hingga minuman anggur dimanipulasi dengan berbagai cara. Hal ini baru mulai bisa dimengerti. Kuncup lidah dan indera pencium merupakah dua hal pertama yang hilang pada ketinggian 30.000 kaki. Demikian dikatakan Russ Brown, direktur In-Flight Dining & Retail at American Airlines. "Rasa adalah kombinasi keduanya, dan persepsi kita tentang rasa asin dan manis turun ketika berada di ruang bertekanan udara." Semuanya yang dialami dalam penerbangan ternyata mempengaruhi rasa makanan. "Makanan dan minuman benar-benar berasa berbeda di udara bila dibandingkan ketika di darat," kata Charles Spence, profesor psikologi eksperimental di Universitas Oxford. "Ada beberapa alasan: kelembaban berkurang, tekanan udara rendah, dan latar belakang suara bising.” Kering dan tekanan rendah Ketika kita menginjakkan kaki di pesawat, atmosfir di dalam pesawat pertama kali mempengaruhi indera perasa. Kemudian, ketika pesawat menjelajah lebih tinggi, tekanan udara turun sementara tingkat kelembaban di kabin berkurang tajam. Pada ketinggian 30.000 kaki, kelembaban kurang dari 12% - lebih kering dibandingkan sebagian besar gurun pasir. Kombinasi antara kondisi kering dan tekanan rendah menurunkan sensitivitas kuncup lidah untuk makanan manis dan makanan asin sekitar 30%. Itulah hasil penelitian Institut Fraunhofer untuk Fisika Pembangunan di Jerman, yang dipesan oleh maskapai penerbangan Lufthansa. Guna menyelidiki hal itu, peneliti menggunakan laboratorium khusus yang dapat mengurangi tekanan udara dengan cara simulasi terbang pada ketinggian 35.000 kaki (10.600 km), menyedot kelembaban udara dan simulasi suara mesin. Bahkan laboratorium khusus dapat membuat tempat duduk bergetar sebagai upaya meniru pengalaman mengonsumsi hidangan dalam penerbangan. Menariknya, penelitian menunjukkan rasa manis dan asin saja yang hilang. Masam, pahit dan rasa berempah hampir tidak berubah. Akan tetapi hal ini tidak hanya menyangkut kuncup lidah. Sampai dengan 80% apa yang dikira rasa, ternyata bau. Kita memerlukan lendir hidung menguap untuk bisa mencium, tetapi di kabin dengan udara kering reseptor pembau kita tidak berfungsi normal dan hal itu membuat cita rasa makanan dua kali hambar. Oleh karena itu maskapai penerbangan harus menambah jumlah garam dan bumbu, lebih banyak dibandingkan volume yang digunakan di restoran. "Kunci membuat makanan terasa sedap di udara adalah dengan membubuhkan penyedap yang cukup,” kata Russ Brown dari maskapai American Airlines. "Seringkali resep dimodifikasi dengan menambahkan garam dan penyedap agar tercipta atmosfir makan di kabin pesawat.” Gerry McLoughlin, juru masak eksekutif di maskapai penerbangan saingan, United, mengatakan ia harus menggunakan "cita rasa hidup dan rempah-rempah" untuk membuat makanan di pesawat berasa "lebih mantap". Ia dan rekan-rekan juru masak terus menerus mendengar suara mesin pesawat. Walaupun mungkin Anda berpikir bahwa rasa dipengaruhi oleh hidung dan mulut, psikolog menemukan bahwa telinga juga dapat berperan. Lebih lanjut, Anda dapat melihat video dan mencoba pengalaman merasakan makanan. Sebuah studi menemukan bahwa orang yang sedang makan dengan latar belakang sangat bising mengatakan makanan yang mereka kecap kurang asin dan kurang manis. Ini berbeda dengan mereka yang makan dengan suara hening. Hal lain: bagi mereka yang dikelilingi suara, makanan secara mengejutkan tampak lebih renyah. Kendati demikian, suara bising pesawat sekitar 85db tidak mempengaruhi rasa sama rata, kata Spence. Sebagai contoh, bumbu seperti kapulaga, serai dan kari lebih terasa di pesawat dibandingkan garam dan gula. Resep produksi massal Tidak hanya kondisi di dalam kabin yang patut diperhitungkan. Untuk menyiapkan dan menyajikan makanan lezat bagi beberapa ratus orang di atas awan bukan tugas yang mudah. Untuk standar keselamatan makanan, semua makanan harus dimasak di darat. Di darat pula, makanan dikemas, didinginkan secara cepat, disimpan di kulkas dan akhirnya dipanaskan lagi di udara. Semua ini akan mengubah rasa bahkan kalaupun dihidangkan di darat. Untuk memanaskan makanan di dalam pesawat, demi alasan keamanan semua maskapai penerbangan menggunakan oven konfeksi yang mengeluarkan udara panas dan kering ke arah makanan. Microwave dan kompor terbuka tidak diperbolehkan, meskipun oven induksi pertama sekarang sudah dipasarkan. "Koki maskapai penerbangan tergolong unik karena mereka membuat resep untuk ribuan konsumen," kata Brown. "Seringkali produk akhir tidak seperti yang dibayangkan pada tahap awal karena ada hal-hal di luar kendali mereka. Kami merancang makanan dengan bahan-bahan dan kemasan yang kami ketahui dapat bertahan selama proses panjang antara persiapan makanan dan pengiriman.” Baru-baru ini cara memasak modern seperti sous-vide -makanan dimasak di dalam kantong plastik tertutup dalam waktu lama dengan suhu relatif rendah - juga membuat makanan di dalam pesawat berasa lebih enak, kata Pam Suder-Smith, presiden Asosiasi Jasa Penerbagan Internasional. Jadi untuk memperbaiki kualitas makanan di pesawat, maskapai penerbangan mulai melakukan eksperimen mencicipi makanan di lingkungan bertekanan udara atau di dalam pesawat terbang untuk mengetahui apa yang akan dialami para penumpang. Simulasi kabin "Kita tidak bisa menggunakan resep sama untuk makanan di pesawat dengan makanan di darat," kata David Margulies dari Sky Chefs, perusahaan jasa boga untuk maskapai penerbangan. "Namun tidak berarti makanan yang disajikan di pesawat tidak lezat. Juru masak eksekutif kami menguasai seni dan sains untuk menyesuaikan resep dengan rasa makanan di ketinggian.” Sejauh ini, hal ini terbukti benar terutama untuk makanan kelas bisnis dan kelas utama. "Makanan untuk kelas ekonomi mungkin tidak begitu detail," tutupnya. Cita rasa umami tomat lebih kuat di udara dibandingkan di darat. Untuk kelas utama dan kelas bisnis, Sky Chefs mempekerjakan tim juru masak eksekutif yang bekerja bersama pelanggan dari kalangan maskapai penerbangan, dan menggunakan dapur modern, mirip dengan dapur restoran. Sebagian besar makanan kemudian ditempatkan di kereta khusus dan disimpan dalam keadaan dingin sampai makanan tersebut dihangatkan kembali dalam penerbangan. "Makanan disiapkan dengan cara sedemikian rupa dengan mempertimbangkan proses pemanasan kembali sehingga makanan tidak terlalu lama dimasak,” Margulies. Maskapai penerbangan terus mencari cara terbaik untuk riset penyiapan makanan di ketinggian. Singapore Airlines, sebagai contoh, bekerja erat bersama perusahaan jasa boganya, SATS, yang mempunyai simulasi kabin pesawat di pusat katering untuk pesawat di Bandara Changi Singapura. Di sana, makanan diolah dan dicicipi di bawah kondisi tekanan rendah. "Langkah ini mampu menampilkan kondisi menyerupai kondisi penerbangan pada ketinggian 35.000 kaki dan maskapai penerbangan kami telah mengembangkan menu hasil riset di fasilitas ini,” kata seorang juru bicara Singapore Airlines. Semprotan hidung Sebagian indera kita, bagaimanapun, tidak dipengaruhi oleh ketinggian, khususnya apa yang disebut sebagai rasa kelima, umami. Ini adalah rasa gurih menyenangkan yang dihasilkan oleh makanan-makanan tertentu seperti sardin, rumput laut, tomat, dan kecap. "Rasa umami mungkin diperkuat oleh latar belakang suara keras,” kata Spence. Dan karena tomat kaya akan umami, "hal ini ada kaitannya ketika orang memesan jus tomat dan minuman alkohol Bloddy Mary di pesawat yang tidak pernah dilakukannya ketika berada di darat,” tambahnya. Demikian pula, McLoughlin dari United Airlines menggunakan bahan-bahan kaya akan umami seperti bayam, tomat dan kerang-kerangan untuk memperkaya makanan di dalam pesawat. Dalam pendekatan lebih radikal, chef selibriti Inggris Heston Blumenthal berharap dapat membantu British Airways menyajikan makanan lebh baik, dengan jalan memberikan semprotan hidung kepada para penumpang untuk membersihkan sinus sebelum makan. Akan tetapi langkah tersebut tidak populer. Jadi Blumenthal menggunakan pendekatan umami, misalnya membuat resep shepherd’s pie (semacam pastel tutup) dengan memasukkan rumput laut di bagian pinggirnya. Selain menyediakan menu yang kaya akan umami, BA juga memperkenalkan musik menyesuaikan dengan rasa makanan dengan memakai headphone tahan suara, ujar Spence. Rasa minuman sampanye di udara tidak sama dengan di darat. Tersedia untuk kelas utama, bisnis dan ekonomi, "ini adalah salah satu saluran untuk semua penerbangan jarak jauh mulai November dan mencakup lagu-lagu baik yang mempunyai persamaan arti misalnya musik Skotlandia untuk ikan Skotlandia, maupun persamaan sinesthetik untuk meningkatkan rasa manis.” Sinesthesia adalah istilah teknis untuk membangkitkan sensasi (seperti rasa) melalui rangsangan indera berbeda-beda, dalam hal ini pendengaran. Beberapa maskapai penerbangan juga meneliti apakah mengganti alat-alat makan mungkin membantu, sebab alat-alat makan berat diganti dengan pisau dan garpu yang ringan dan terbuat dari plastik, membuat makanan berasa tidak enak, kata Spence. "Dan gelas plastik murah yang digunakan menyajikan gin dan tonik dan anggur juga tidak membantu." ‘Lemah, tanin dan asam’ Berbicara tentang minuman anggur, beberapa jenis, betatapun mantapnya di darat, mungkin kehilangan keunggulannya begitu dibawa ke udara, kata Liam Steevenson, kepala distributor anggur Inggris Red & White, yang juga duduk sebagai salah satu pembeli senior untuk jaringan supermarket Waitrose. Perusahaan itu sebelumnya menyuplai maskapai penerbangan yang melayani kelas bisnis saja, Silverjet, selama dua tahun. Anggur yang disajikan bersama makanan dikembangkan oleh Le Caprice. Hal itu melibatkan banyak kali pengujian dan penilaian terhadap anggur di darat dan kemudian di udara, ketika Steevenson sendiri bekerja sebagai konsultan Silverjet. "Anggur yang di darat berasa buah, tiba-tiba berasa lemah, bersifat tanin dan asam," kata Steevenson. "Jelas anggur melemeh dan jauh menipis dan lebih terstruktur. "Cairan membengkak dan mengekecil sesuai dengan tekanan atmosfir dan mungkin itulah yang terjadi pada agggur. Lidah tengah kurang mengecap rasa buah-buahan begitu tekanan berubah". Untuk mengatasi masalah itu, maskapai penerbangan harus memilih anggur yang berbau seperti buah-buahan yang rendah asam dan rendah tannin. "Ini tidak selalu mudah - sampanye mempunyai kandung asam tinggi dan banyak orang ingin meminum sampanye di dalam pesawat," kata Steevenson. "Claret sifatnya tannic dan kadang asam - lagi lagi banyak penumpang bisnis menghendaki Bordeaux – jadi di benak saya seluruh keputusan pembelian ini harus diambil sembari mempertimbangkan apa yang akan terjadi pada anggur itu ketika berada di udara." Dan karena kelembaban sangat rendah mengubah persepsi cita rasa kita, maka "mungkin lebih baik meminum anggur di awal penerbangan bukan menjelang akhir penerbangan, ketika tubuh kita jauh lebih kering," tambahnya. "Ketika tubuh kita mengering, kuncup lidah kita menjadi kurang efektif."
  12. Chris Roberts seorang hacker yang juga ahli keamanan siber asal Amerika Serikat baru-baru ini diintrogasi oleh agen intelejen AS (FBI). Sebabnya dia mengklaim bisa meretas sistem pesawat United Airlines. Pengakuan yang dicuitkan di Twitter tersebut membuat heboh karena dia menemukan celah keamanan di sistem Inflight Entertaiment System (IFE) di pesawat United Airlines jenis Boeing 737 757 dan Airbus A320. IFE sendiri memang biasa digunakan untuk maskapai penerbangan untuk memutar segala jenis hiburan di atas pesawat yang digunakan oleh penumpang. Seperti dikutip dari The Verge, Chris Roberts pada Bulan April sempat dilarang melakukan penerbangan menggunakan United Airlines karena mentweet lelucon tentang mengeksploitasi kerentanan kontrol penerbangan saat pesawat mengudara. Roberts sebelumnya telah bertemu dengan FBI pada bulan Februari untuk membahas kerentanan di IFE. Dia mengklaim mendapatkan akses fisik ke sistem tersebut yang biasanya dipasangkan di bawah kursi pesawat. Setelah berhasil masuk, dia bisa mengakses sistem lain, termasuk Thrust Management Computer yang mengendalikan mesin pesawat dari jarak jauh. Soal kemampuan setelah meretas masuk ada dua perbedaan tersendiri. Disebutkan bahwa dia berhasil melakukan perintah seperti mengontrol mesin untuk menyampingkan posisi pesawat. Sementara FBI mengatakan Chris tak sampai melakukan hal tersebut. Apapun yang dikatakan atau dilakukan oleh Roberts, sudah sepatutnya semua maskapai waspada terhadap sistem di dalam tubuh pesawat tersebut.
  13. Pesawat milik Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) mengalami kecelakaan di Bandara Pondok Cabe, Tangerang, Kamis siang 7 Mei 2015. Satu orang terluka, yakni pilot, dalam kejadian itu. “Pesawat FASI yang dipiloti Sugeng terbakar habis pukul 11.50 di taxiway B, depan hangar II Bandara Pondok Cabe,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata. Pesawat jenis Swayasa single seater bernomor registrasi PKS-317 itu berasal dari Palembang dan diterbangkan dalam rangka latihan SEA Games. Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, ujar Barata, pesawat terbang dari arah hanggar FASI dalam keadaan oleng. Pesawat berusaha mendarat, namun kemudian terbalik dan terbakar.
  14. Mesin pendorong Hall Angkatan Udara Amerika Serikat rupanya diam-diam sudah mengoperasikan pesawat ruang angkasa robotika, yang sudah beredar di orbit Bumi selama 1.367 hari. Apa yang dikerjakan pesawat itu di orbit masih dirahasiakan. Yang jelas, kabar terbaru dari Laboratorium Riset Angkatan Udara AS menyatakan pesawat rahasia bernama X-37B itu sedang mengujicobakan sebuah mesin baru pada penerbangan keempatnya. Mesin baru itu disebut lebih hemat bahan bakar dalam melakukan manuver di ruang angkasa. Menariknya, mesin itu disebut mirip dengan yang dipakai oleh Darth Vader, tokoh rekaan sutradara George Lucas dalam film Star Wars, di pesawat tempurnya: Twin Ion Engine (TIE). X-37B akan memakai pendorong bernama Hall, yang sebetulnya sudah dikembangkan pertama kali oleh Uni Soviet pada 1960-an. Pendorong semacam ini dipakai oleh satelit untuk memperbaiki posisinya saat mengorbit. Mesin itu ternyata begitu efektif, yang sebelumnya tak begitu diyakini oleh pihak Amerika Serikat sebelumnya. Kini pendorong Hall biasa dipakai di satelit dan pesawat ke ruang angkasa yang jauh. Nah, mesin itu adalah semacam mesin ion, seperti yang dipakai di pesawat Darth Vader. Pendorong Hall mendapatkan namanya dari efek Hall, di mana medan listrik tercipta tegak lurus dengan medan magnet. Kalau diterapkan di mesin, medan listrik ini mengakselerasi ion-ion pada gas seperti xenon (Xe), yang mendorongnya ke luar dengan cepat sehingga bisa menghasilkan tenaga dorong pada kendaraan yang memakainya. Pada siaran persnya, Laboratorium Riset AU Amerika Serikat mendeskripsikan tujuan dari tes mendatang adalah untuk mengumpulkan data yang akan dipakai untuk meningkatkan kemampuan mesin pendorong Hall.
  15. Kasus menyusupnya seseorang ke pesawat memang sudah banyak dilakukan oleh beberapa orang di dunia. Beberapa diantaranya ada yang berhasil selamat, namun tak jarang beberapa lainnya mengalami kematian sebelum sampai di tempat tujuan. Lalu siapakah orang pertama di dunia ini yang nekat melakukan aksi berbahaya ini? Namanya adalah Clarence Terhune. Dia adalah seorang pemuda berusia 19 tahun asal Missouri, Amerika Serikat yang namanya dikenal sebagai penyusup pesawat pertama di dunia. Aksinya dilakukan pada tanggal 29 Oktober 1928 dengan masuk secara ilegal ke dalam pesawat Graf Zeppelin, sebuah pesawat bersejarah di zamannya, yang akan melakukan penerbangan dari Lakehurs, New Jersey menuju ke Jerman. Tidak ada yang tahu bagaimana pemuda tersebut berhasil masuk ke dalam pesawat. Alhasil, saat dia keluar dari persembunyiannya dan bertemu dengan sang kapten yakni Dr. Hugo Eckener, dia dihukum untuk bekerja di dapur selama penerbangan. Sesaat setelah mendarat di Jerman, Clarence Terhune langsung ditahan, meski kemudian langsung dibebaskan. Uniknya masyarakat Jerman saat itu justru menganggapnya sebagai pahlawan. Bahkan Clarence Terhune juga sempat diundang makan malam dan ditawari pekerjaan oleh pengagumnya.
  16. National Aeronautics and Space Administration (NASA) dikabarkan tengah merancang misi mengirimkan pesawat antariksa mendekat ke Matahari. Misi ini diklaim akan menjadi jarak terdekat dengan sang surya yang sebelumnya belum pernah dilakukan oleh wahana antariksa manapun. Badan antariksa Amerika Serikat itu akan menerbangkan pesawat bernama Solar Probe Plus ke atmosfer atas Matahari yang jaraknya sekitar 6,4 juta kilometer dari permukaan Matahari. Selama Solar Probe Plus melewati jarak terdekat dengan Matahari, suhu luar pesawat antariksa ini diperkirakan akan mencapai sekitar 1.371 derajat Celsius. Karenanya, untuk pesawat seukuran mobil ini akan dilindungi oleh perisai setebal 4,5 inci terbuat dari perpaduan karbon. Solar Probe Plus bakal membawa empat instrumen ke korona Matahari untuk memelajari angin surya, plasma, medan magnet, serta partikel berenergi seiring mereka meletus dari permukaan Matahari. Instrumen Solar Probe Plus juga akan bertugas memberikan gambar terkait angin surya. Para peneliti sejak lama memang ingin mengirim wahana antariksa ke atmosfer luar Matahari untuk lebih memahami angin surya dan material yang dibawa ke sistem tata surya. Maka, tujuan ilmiah utama dari misi ini adalah untuk mengikuti arus energi serta mencari tahu mekanisme fisik yang mempercepat angin surya dan partikel berenergi tinggi. Area yang akan dijelajahi Solar Probe Plus diklaim belum pernah disambangi oleh pesawat antariksa manapun. Pesawat ini juga sudah mendapat sertifikat Critical Design Review (CDR) jika menilik dari rancangan pesawatnya yang dianggap sangat canggih. Rencananya Solar Probe Plus akan diluncurkan pada Juli 2018 bersamaan roket United Launch Alliance Delta 4-Heavy dari Cape Canaveral, Florida, AS.
  17. Kebanyakan garasi hanya untuk menyimpan mobil, sepeda motor, atau barang-barang lainnya. Tetapi untuk James Price lain ceritanya. Pria 52 tahun asal Negara Bagian California, Amerika Serikat itu membangun simulator pesawat seharga USD 150 ribu setara Rp 1,3 miliar dari sepotong kokpit Boeing 737, seperti dilaporkan surat kabar the Daily Mail, Jumat (20/4). Price sudah 'terbang' dengan simulator selama 20 tahun. Tetapi dia tidak dapat menerbangkan pesawat komersial sekelas Boeing 737 karena tidak bisa mendapatkan lisensi pilot. Dia mulai serius menekuni hobinya pada 1994. Waktu itu dia membangun sebuah ruang simulasi terbang dari kayu memanfaatkan ruangan tidak terpakai dalam rumahnya. Price yang bekerja sebagai operator lalu lintas udara membeli kokpit bekas itu setelah bercerai pada 2000 seharga USD 1500 setara Rp 13,7 juta dari sebuah pesawat Boeing 737 bekas milik maskapai Continental. Setelah dipotong, dia menyewa truk untuk mengangkut ruang kemudi itu ke hanggar di Bandara Livermore Municipal. Sejak itu dia mulai membangun simulator sendiri buat memenuhi impiannya. Sedikit demi sedikit ruang kemudi itu dilengkapi dengan panel-panel asli dari Boeing, tempat duduk, batang kendali, instrumen terbang, lampu-lampu penunjuk yang berfungsi normal. Pada 2009, Price memindahkan potongan kokpit itu ke rumahnya setelah dirasa cukup lengkap. Tetapi dia harus memotong bagian belakangnya sepanjang 1,2 meter dan mengeluarkan semua isi garasi. Di depan moncong, Price menempatkan tiga buah layar besar yang mengelilingi jendela kokpit buat menampilkan gambar seolah-olah sedang melakukan penerbangan. Menurut Price, simulator milik dia sama canggihnya dengan kepunyaan sekolah penerbangan ternama. Dia mengatakan alat latih terbang itu punya tampilan sebenarnya dari setiap bandara di dunia. "Alat itu juga bisa menampilkan cuaca mirip aslinya yang terhubung dengan internet," kata Price. Bagi Price, proyek simulator miliknya akan selalu dilengkapi dengan instrumen mutakhir, sesuai perkembangan zaman.
  18. Keith Sapsford jatuh dari pesawat Japan Airlines rut Sydney-Tokyo pada Februari 1970 setelah terbang ilegal di ruang roda pesawat. Mario Steve Ambarita (21) menghebohkan dunia karena menyelinap ke dalam rongga roda pesawat Garuda Indonesia GA 177 tujuan Pekanbaru-Jakarta. Dia mengatakan, motivasinya untuk menumpang secara ilegal pada pesawat tersebut adalah karena ingin melihat Jakarta. Sebuah keberuntungan bahwa dia selamat. Meski demikian, jari-jarinya membiru serta telinganya mengalami pendarahan. Apa yang mungkin terjadi kepadanya saat meringkuk di rongga roda pesawat? Apa yang akan terjadi pada tubuh kita jika mengikuti jejaknya? Satu kemungkinan terburuk terbang secara ilegal di rongga roda pesawat adalah terlempar ke daratan. Kasus terlempar ke daratan paling fenomenal adalah yang diabadikan fotografer amatir asal Australia, John Glipin. Dia mengabadikan foto remaja berusia 14 tahun bernama Keith Sapsford yang menumpang secara ilegal di rongga roda pesawat Japan Airlines rute Sydney-Tokyo pada Februari 1970. Ia terempas ke daratan begitu pesawat lepas landas. Sangat tragis. Kasus jatuh dari pesawat lain terjadi di Inggris. Dilaporkan The Guardian, 25 April 2013, potongan-potongan tubuh Jose Matada ditemukan di barat London. Dia diduga menumpang di rongga pesawat British Airways sebelum akhirnya jatuh saat pesawat akan mendarat. Jika tak jatuh, kemungkinan yang akan terjadi jika menumpang di rongga roda pesawat adalah tersiksa hingga bisa berujung kematian. Menjadi penumpang secara ilegal di rongga roda pesawat, atau stowaway, membuat seseorang mengalami hypoxia dan hipotermia. Ketika pesawat naik ke ketinggian, proporsi oksigen memang tidak berubah, tetapi tekanan akan mengalami perubahan. Perubahan tekanan akan memengaruhi jumlah oksigen yang dapat diserap oleh tubuh. Keterbatasan menyerap oksigen menyebabkan tubuh kekurangan senyawa unsur penting itu, disebut hypoxia. Kondisi hypoxia, seperti diberitakan Livescience, 12 September 2012, akan menyebabkan rasa lemas, tremor, hilang kesadaran, tak mampu melihat, dan kematian. Manifestasi dari hypoxia dapat berupa badan yang membiru akibat kekurangan oksigen. Itulah yang mungkin terjadi terhadap Mario. Telinga berdarah dapat terjadi akibat berada di daerah bertekanan ekstrem, seperti di ketinggian. GA 177, menurut VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto, terbang selama 1 jam 10 menit dari Pekanbaru ke Jakarta dengan ketinggian jelajah 30.000 kaki-40.000 kaki. Pada ketinggian itu, suhu diperkirakan berkisar antara -45 hingga -65 derajat celsius. Dalam kondisi suhu sangat rendah, tubuh bisa mengalami hipotermia hingga akhirnya mati membeku. Panas dari mesin pesawat dan gesekan dengan udara kemungkinan bisa memberikan kehangatan, tetapi itu tak cukup untuk mengatasi hipotermia. Memang, ada kasus orang selamat setelah menjadi stowaway. Yahya Abdi, remaja berusia 16 tahun dari Etiopia, selamat setelah menjadi stowaway di pesawat Boeing 737 yang terbang dari San Jose ke Hawaii dalam waktu 5,5 jam. Namun, persentase orang selamat setelah stowaway hanya 24 persen. Dengan demikian, menjadi stowaway bukan sesuatu yang bisa dilakukan dengan alasan apa pun. Langkah Mario dan yang lainnya tak perlu ditiru.
  19. Bisakah sebuah jendela pesawat menyerupai layar komputer tablet, memberi informasi terkini tentang penerbangan dan destinasi? Dengan bantuan teknologi, Airbus akan membuatnya jadi nyata. Produsen pesawat Eropa, Airbus, telah mengajukan paten atas jendela pesawat pintar atau smart aircraft window. Secara detail, Airbus mengharapkan jendela pesawat di masa depan akan menjadi lebih besar dan dilengkapi dengan kapasitas layar sentuh. Seluruh jendela interaktif terdiri dari tiga alat yang dapat mendeteksi apa yang dilihat oleh penumpang. Fitur ini termasuk sebuah layar jenis organic light-emitting diode (OLED) tembus pandang, dan sebuah kamera yang dapat menangkap apa yang dilihat penumpang. Kamera monitor akan diposisikan di luar pesawat, untuk memberikan pandangan yang lebih luas hanya dari jendela pesawat. Ketika jendela menyediakan pemandangan sempurna dari atas, layar akan menyediakan informasi detail tentang tempat yang dimaksud, termasuk, topografi di sekelilingnya. Salah satu contoh dari garis besar proposal hak paten, perjalanan ke Menara Eiffel bisa disentuh dalam bentuk gambar pada layar dan mendapat informasi tentang bangunan yang terkenal di Paris itu. Menurut arsip paten, jendela adalah cara baru untuk visualisasi interaktif dari informasi di sebuah kabin pesawat. Konsep dan desainnya pemberian sebuah ide dari Paris berbasis CPI yang memperkenalkan ide kabin pesawat tanpa jendela tahun lalu. Paten Airbus masih tertunda dan tak ada waktu tenggat kapan ‘smart aircraft window’ bisa dirasakan.
  20. Sistem Auto-GCAS telah dipasang di sejumlah pesawat tempur, seperti jet tempur F-16. Sementara proses evakuasi korban dan investigasi kecelakaan pesawat Germanwings 9525 masih terus berjalan, publik dunia kini mungkin bertanya-tanya bagaimana insiden yang menewaskan 150 orang ini dapat dicegah di kemudian hari. Dilaporkan Sputnik, teknologi untuk menghindari penukikan sengaja yang dilakukan kopilot Andreas Lubitz ke kaki Gunung Alpen, saat ini sebenarnya sudah tersedia. NASA, bersama dengan Angkatan Udara AS, dan perusahaan pengembang teknologi pesawat Lockheed Martin telah mengembangkan teknologi sejak 1980 yang dapat mengendalikan kemudi pesawat dan mencegah tabrakan dari jarak jauh. Teknologi bernama Automatic Ground Collision Avoidance System (Auto-GCAS) dapat memantau lintasan pesawat dan menyesuaikannya dengan medan di bawah jalur penerbangan. Jika sistem ini mendeteksi bahwa kecelakaan akan segera terjadi, dan tidak ada respon dari pilot untuk memperbaiki situasi, sistem autopilot akan mengambil alih kemudi pesawat hingga pesawat itu kembali ke jalur penerbangan yang aman. Sejauh ini, sistem Auto-GCAS telah dipasang di sejumlah pesawat tempur, seperti jet tempur F-16. Rencananya, sistem ini dipasang di jet tempur F-22 dan F-35 sejak Februari lalu. Militer AS baru-baru ini mengklaim bahwa dalam suatu insiden, sistem Auto-GCAS berhasil "menyelamatkan" seorang pilot. Detail dari insiden tersebut tidak diungkapkan lebih lanjut, namun diyakini bahwa insiden tersebut melibatkan pesawat Angkatan Udara AS tipe F-16C yang berpartisipasi dalam serangan udara melawan ISIS di Irak dan Suriah. Saat ini, NASA dilaporkan tengah mengembangkan teknologi ini dan berencana memasangkannya dalam pesawat komersial. Meskipun demikian, belum dapat dipastikan apakah sistem ini akan mampu mencegah tragedi kecelakaan Germanwings. Pasalnya, teknologi ini menyediakan fitur penerbangan override, yang memungkinkan sang pilot mematikan sistem ini untuk mengambil alih kemudi secara manual. Sementara, pilot penerbangan komersial terkenal protektif terhadap kemampuan mereka untuk mempertahankan kendali atas pesawat yang mereka kemudikan. Tragedi Germanwings 9525 diduga terjadi karena kopilot Lubitz dengan sengaja mengunci diri di dalam kokpit ketika sang kapten pilot, Patrick Sondenhaimer tengah ke toilet. Data transmitter responder yang diungkapkan oleh situs Flightradar 24 menunjukkan bahwa seseorang yang berada di kokpit telah mengatur fitur autopilot pesawat tipe Airbus A320 itu sehingga membenturkan diri ke kaki Gunung Alpen.
  21. Situs resmi Tintin di YouTube menerbitkan suatu video yang menayangkan peluncuran pesawat terbang komersial dengan tema tokoh kartun terkenal tersebut. Dalam video itu, terlihat pesawat jenis Airbus A-320 milik Brussels Airlines yang diberi lukisan luar yang mengacu kepada salah satu kisah petualangan Tintin. Dari video lain yang diunggah oleh akun yang sama, disebutkan bahwa pesawat itu diberi nama Rackham. Dalam keterangan selanjutnya, disebutkan bahwa karya indah ini merupakan kerjasama antara Brussels Airlines dan Moulinsart. Sebelumnya, selama beberapa tahun terakhir, Tintin menayangkan kisah tentang pesawat terbang bertenaga sinar matahari, Solar Impulse.
  22. Pesawat yang dikemudikan bintang Indiana Jones itu jatuh di lapangan golf di Los Angeles Aktor Amerika Serikat Harrison Ford terluka dalam sebuah kecelakaan pesawat kecil di Los Angeles, lapor media AS. Aktor berusia 72 tahun, yang telah membintangi film-film terlaris seperti Indiana Jones dan Star Wars, menderita sejumlah luka di bagian kepala. Menurut dinas pemadam kebakaran Los Angeles (LAFD) mengatakan, saat diberi pertolongan Ford masih dalam keadaan sadar. Ford mengemudikan pesawat bermesin tunggal itu saat jatuh ke sebuah lapangan golf di Venice, dekat bandara Santa Monica. Rekaman udara menunjukkan sebuah pesawat terjatuh di tanah dan satu orang korban dirawat oleh dua orang dokter sebelum dibawa ke rumah sakit. Harrison Ford telah membintangi sejumlah film terlaris seperti Indiana Jones dan Star Wars Penyebab kecelakaan itu kini tengah diselidiki. Patrick Butler dari LAFD mengatakan mereka menerima panggilan darurat 911 pada pukul 14:20 (22:20 GMT) dan segera pergi ke lokasi kecelakaan pesawat di Penmar Golf Course, Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh situs TMZ dan kemudian dikonfirmasi oleh media AS lainnya. Pesawat itu jatuh sesaat setelah lepas landas dari Santa Monica Municipal Airport TMZ mengatakan Ford menderita "sejumlah luka di kepalanya" dan ia dirawat di tempat kejadian oleh dua dokter yang kebetulan berada di lapangan golf, sebelum dibawa ke rumah sakit. Pemain berusia 72 tahun ini akan kembali memerankan tokoh Han Solo dalam film terbaru Star Wars, Star Wars: The Force Awakens, pada akhir tahun.
  23. Awal pekan ini, Australia untuk pertama kalinya akan menguji sistem baru pelacakan pesawat, bersama dengan Malaysia dan Indonesia. Dengan system ini memungkinkan tim penyelamat bisa bertindak lebih cepat untuk menemukan pesawat yang hilang kontak, seperti hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370. "Ini yang pertama kali di dunia. Ketiga negara akan melakukan uji coba metode baru ini dalam melacak pesawat melalui udara di atas daerah laut terpencil ," kata Wakil Perdana Menteri Australia Warren Truss. Berdasarkan berita yang dilansir dari The Diplomat, Rabu, 4 Maret 2015, menurut Truss, sistem ini akan memungkinkan kontrol lalu lintas udara dan merespon lebih cepat ketika menemukan ada pesawat yang menyimpang secara signifikan dari rencana penerbangannya. Sistem ini didasarkan pada teknologi yang digunakan pada pesawat penumpang jarak jauh. Ketua Airservices Australia, Marsekal Angus Houston, mengatakan bahwa sistem baru itu merupakan langkah maju yang besar dan akan membuat pemantauan pesawat yang terbang melewati lautan menjadi jauh lebih efektif. Uji coba sistem baru itu sendiri direncanakan akan dilaksanakan terlebih dahulu di pusat lalu lintas udara Brisbane. Kemudian akan diperluas ke Melbourne, sebelum akhirnya akan diuji coba ke Indonesia dan Malaysia.
  24. iPad, gadget buatan Apple ini buat sebagian besar pemiliknya mungkin hanya digunakan untuk bermain game, browsing, eksis di media sosial, dan bahkan mungkin juga cuma buat gaya-gayaan saja. Namun ternyata fungsi iPad bisa jauh lebih dari itu semua. Seperti misalnya membantu mendaratkan sebuah pesawat secara darurat. Ya, ada seorang pilot bersama dengan istrinya yang menggunakan iPad untuk mendaratkan pesawat yang sedang diterbangkannya. Pesawat tersebut terlebih dahulu diterbangkan sejauh 80 mil dalam keadaan gelap hanya dengan bantuan iPad. Menurut sang pilot, pesawat yang diterbangkannya mengalami kerusakan kelistrikan, sehingga semua sistem yang menggunakan listrik mati. Akibat sistem kelistrikan yang mati tersebut, pesawat terpaksa mendarat dengan badannya karena gear yang bertugas untuk menurunkan roda tidak berfungsi. Nama pasangan suami-istri yang menerbangkan pesawat tersebut juga tidak dipublikasikan untuk umum, entah apa alasannya. Sebelumnya, pesawat tersebut diketahui terbang dari Wyoming ke Wisconsin dengan jarak tempuh sejauh 80 mil pada jumat malam. Dan akibat dari masalah kelistrikan tersebut, mereka terpaksa mendaratkan pesawat secara darurat di Rapid City. Sang pilot bersama istrinya menggunakan iPad yang mereka bawa untuk menavigasikan pesawat agar bisa mendarat darurat. Sedangkan instrumen pesawat yang masih berfungsi hanyalah indikator kecepatan udara dan indikator ketinggian saja. Gak bisa dibayangin kan, mendaratkan pesawat hanya dengan bantuan iPad dan kedua indikator tersebut. Tentunya sang pilot merupakan pilot yang sangat handal. Diketahui juga bahwa pasangan suami-istri tersebut tidak bisa memberitahukan kepada menara pengawas bandara Rapid City saat mereka hendak akan mendaratkan pesawat secara darurat. Akibatnya, mereka memutuskan untuk mendaratkan pesawat di jalur landasan yang jarang digunakan untuk menghindari adanya korban. Namun kabar gembiranya tentu saja kedua pilot tersebut selamat walaupun pesawat mendarat secara darurat menggunakan badannya.
  25. Selfie memang sangat digandrungi oleh hampir semua manusia, entah itu anak kecil maupun orang yang sudah berumur. Dalam setiap acara atau setiap ada kesempatan pasti banyak orang yang melakukan selfie. Namun ternyata tidak semua orang bisa memahami kapan waktu yang tepat untuk melakukan selfie. Seperti pilot yang satu ini misalnya, bukannya fokus untuk menerbangkan pesawat, ia malah asyik berselfie ria. Dan akibat yang ditimbulkan dari aksi sang pilot tersebut apalagi kalau bukan pesawat yang diterbangkannya mengalami kecelakaan. Kejadian ini memang sudah terjadi lama gais, tepatnya pada tanggal 31 Mei tahun 2004 silam. National Transportation Safety Board (NTSB) atau dewan keamanan transportasi Amerika menemukan bukti bahwa sang pilot pesawat melakukan selfie sesaat sebelum pesawat yang diterbangkannya kehilangan kendali dan jatuh di daerah Colorado. Bukti tersebut ditemukan oleh tim investigasi yang menemukan rekaman video dari kamera GoPro yang dipasang sang pilot di kokpit pesawat. Kamera GoPro tersebut tidak mengalami kerusakan dan memory card yang ada di dalamnya lantas diambil untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Dalam rekaman video dari kamera GoPro tersebut terlihat bahwa pilot yang berumur 29 tahun melakukan selfie menggunakan kamera handphone-nya. Pada saat selfie, lampu flash kamera juga aktif dan menyilaukan area kokpit. Akibat lampu flash yang menyilaukan itulah yang menyebabkan sang pilot kehilangan kendali atas pesawatnya. Pesawat tersebut sendiri terbang pada waktu malam hari untuk jarak tempuh yang pendek. Namun akibat ulah sang pilot, walaupun hanya menempuh jarak tempuh yang pendek, nyawa pilot dan penumpangnya malah melayang akibat kecelakaan. Pesawat yang digunakan sendiri merupakan pesawat Cessna 150K. Tim investigasi yang menangani permasalahan tersebut juga tidak menemukan bukti bahwa pesawat mengalami masalah, itu berarti kecelakaan tidak disebabkan oleh faktor pesawat, melainkan oleh faktor kelalaian manusia, dalam hal ini adalah sang pilot yang bernama Amritpal Singh. Pilot berumur 29 tahun tersebut menurut data yang ada sudah mempunyai jam terbang sebanyak total 726 jam dan 27 jam pengalaman terbang di malam hari. Selain itu, dia juga memenuhi kualifikasi untuk terbang di malam hari. Kejadian di atas bisa dijadikan contoh buat kalian yang seneng selfie. Jangan melakukan selfie pada saat dan waktu yang tidak tepat, karena bisa jadi itu merugikan kalian sendiri dan juga merugikan orang lain.
×
×
  • Create New...