Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'pesawat'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

  1. Sebanyak 45 maskapai dari total 61 maskapai telah menyampikan laporan keuangan 2015 kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Berdasarkan keterangan Kemenhub, empat maskapai dinyatakan memiliki permodalan atau ekuitas negatif. Sementara itu, 16 maskapai belum menyampaikan laporan keuangan. "Maskapai yang belum melaporkan keuangan terdiri atas tiga perusahaan penerbangan berjadwal dan 13 tidak berjadwal. Tiga maskapai berjadwal meminta perpanjangan. Dari 13 perusahaan tidak berjadwal, sembilan perusahaan meminta perpanjangan," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo di Jakarta. Dalam melihat permodalan maskapai, Kemenhub memeriksa laporan kinerja keuangan perusahaan yang sudah diaudit oleh akuntan publik yang meliputi neraca, laporan laba rugi, hingga arus kas. Penyampaian laporan keuangan tersebut sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2015. Suprasetyo menyebutkan, empat maskapai dengan permodalan negatif tersebut adalah Indonesia AirAsia (berjadwal), ASI Pudjiastuti Aviation (berjadwal dan tidak berjadwal), dan Asialink Cargo Airline (tidak berjadwal). Sementara itu, 13 maskapai tidak berjadwal yang belum menyampaikan laporan keuangan adalah Alda Trans Papua, Alfa Trans Dirgantara, Amur Aviation, Asian One Air, Dabiar Nusantara, Deraya Air, Intan Angkasa Air Service, Komala Indonesia, Nusantara Air Charter, Pelita Air Service, Sayap Garuda Indah, Trigana Air Service, dan Whitesky Aviation. Adapun tiga maskapai berjadwal yang belum menyerahkan laporan keuangan kepada Kemenhub adalah Kalstar Aviation, Trigana Air Service, dan My Indo Airlines. Kemenhub masih memberikan waktu hingga 31 Mei 2016 untuk maskapai yang belum menyampaikan laporan keuangan. Bila maskapai belum melaporkan keuangan hingga waktu yang ditentukan, Kemenhub akan memberikan sanksi.
  2. Alih-alih menggunakan roda, pilot mendarat memakai perut pesawat dan tergelincir sampai menabrak sebuah mobil yang diparkir di sisi jalan tol. Sebuah pesawat mendarat di jalan tol di Negara Bagian California, Amerika Serikat. Pesawat tersebut kemudian menabrak sebuah mobil dan menyebabkan seorang penumpang meninggal dunia. Sejumlah saksi mata mengatakan pesawat jenis Lancair IV itu tampak mengalami kendala teknis sebelum mendarat darurat di jalan tol. Namun, pendaratan tidak berlangsung mulus. Alih-alih menggunakan roda, pilot mendarat memakai perut pesawat dan tergelincir sampai menabrak sebuah mobil yang diparkir di sisi jalan tol. Tabrakan itu kemudian menewaskan Antoinette Isbelle, perempuan berusia 38 tahun asal Kota San Diego, yang tengah duduk di bagian belakang mobil. Chris Parent, selaku polisi patroli tol California, mengatakan supir mobil saat itu meminggirkan kendaraannya karena sedang menelepon. Selain korban tewas, insiden itu menyebabkan lima orang cedera, termasuk pilot pesawat dan penumpang pesawat. Pendaratan di jalan tol bukan yang pertama bagi pesawat itu. Pada 2000, pemilik pesawat sebelumnya, Matt Nokes, pernah melakukan pendaratan serupa di jalan bebas hambatan. Namun, kala itu tidak ada insiden fatal. Nokes mengaku mengenal pilot pesawat secara pribadi. “Sedih mendengarnya,” katanya kepada kantor berita Associated Press. Selama satu dekade terakhir, tercatat terdapat tiga pesawat yang mendarat darurat di ruas jalan tol.
  3. Pesawat Transnusa jenis ATR usai tabrakan di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (04/04). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah menyelidiki penyebab tabrakan pesawat Batik Air dengan pesawat Transnusa di landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma, pada Senin (04/04) malam. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengaku pihaknya telah mengambil empat kotak hitam dari masing-masing pesawat agar data penerbangan dan rekaman suara di kokpit pesawat dapat ditinjau. KNKT, menurut Soerjanto, juga telah mengambil data-data di tower bandara sekaligus melihat pandangan dari tower ke arah landasan pacu. Lebih lanjut, KNKT akan melakukan serangkaian wawancara dengan petugas lalu lintas udara dan petugas penanganan pesawat di darat pada Selasa (05/04). “Dari wawancara itu bisa diketahui kapan terakhir mereka mendapat pelatihan, materi pelatihannya apa saja, cara kerja mereka bagaimana, apakah istirahat mereka cukup,” kata Soerjanto kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan. Setelah itu, KNKT bakal pula mewawancarai pilot kedua pesawat. Pesawat Batik Air mengangkut 49 penumpang saat insiden terjadi, namun tiada korban jiwa. Karena harus melalui beragam prosedur, Soerjanto menegaskan bahwa mperlu waktu lebih dari sebulan untuk mengetahui penyebab tabrakan dan saat ini terlalu dini untuk menyimpulkannya. Pesawat Batik Air jenis Boeing 737-800 yang mengangkut 49 penumpang bertabrakan dengan pesawat Transnusa jenis ATR di landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma, pada Senin (04/04) malam. Kala itu, pesawat Batik Air dengan rute Halim Perdanakusuma-Ujung Pandang akan lepas landas, namun pada saat bersamaan pesawat Transnusa berada di landasan pacu dan sedang ditarik menuju hanggar. Akibat tabrakan itu, ujung sayap kiri pesawat Batik Air patah, sedangkan pesawat Transnusa mengalami patah pada bagian ekor horizontal dan ujung sayap kiri. Insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa. Bandara Halim Perdanakusuma sempat ditutup selama beberapa jam, namun kembali beroperasi pada Selasa (05/04) dini hari WIB.
  4. Selama ini kita hanya tahu bahwa pramugari bertugas melayani berbagai kebutuhan penumpang saat di pesawat. Namun ternyata profesi yang satu ini memiliki tugas lebih dari itu. Pramugari tidak hanya dilatih untuk dapat menangani situasi akibat turbulensi ataupun yang berhubungan dengan cuaca. Namun pramugari diharuskan mampu menangani tugas lainnya yang bisa dikatakan aneh. Mereka dilatih untuk bertahan hidup di padang pasir hingga membantu penumpang melahirkan. Mantan pramugari Virgin Atlantic, Mandy Smith mengatakan mereka diajari menangani segala sesuatu yang berhubungan dengan situasi darurat yang kemungkinan terjadi di pesawat, kapanpun, dimanapun, dan apapun itu. "Dalam pelatihan, kita diajarkan untuk menangani segala sesuatu dari ketidakberdayaan awak kabin lain, memadamkan kebakaran, hingga pertolongan medis darurat untuk prosedur evakuasi," kata Mandy, yang dikutip dari laman dailymail. Selain itu, pramugari juga diajarkan bagaimana mengidentifikasi teroris. Bahkan, pramugari diajari untuk menahan orang yang berpotensi membahayakan pesawat."Awak kabin diajari oleh mantan instruktur SAS (pasukan khusus) bagaimana mencegah dan menahan individu yang menimbulkan ancaman bagi keselamatan pesawat dan menangani penumpang nakal atau mabuk," tambah Mandy. Wanita yang pernah menjalani profesi pramugari selama 12 tahun ini juga mengatakan bahwa pramugari diajari teknik bertahan dalam situasi yang sulit seperti mendarat di gurun, laut, kutub dan hutan. Bahkan pramugari juga diajarkan cara menangani hiu. "Kecelakaan pesawat yang akhirnya terjerumus ke lautan sering terjadi. Sehingga memungkinkan bertemu dengan monster laut tersebut, jadi lebih baik mempersiapkannya. Kami diajarkan untuk mempertahankan diri dengan menyerang titik lemah mereka, yaitu hidung dan mata," ungkapnya.
  5. Ada kejadian yang cukup menegangkan di dalam kabin pesawat Alaska Air baru-baru ini. iPhone 6 milik seorang gadis tiba-tiba meledak. Pesawat yang menerbangkan penumpang dari Washington menuju Honolulu, Hawaii sempat dibikin heboh lantaran iPhone 6 milik seorang gadis bernama Anna Crail tiba-tiba mengeluarkan api. Gadis yang merupakan seorang mahasiswi Wenatchee Valley College, Washington, AS ini hendak berlibur. Sebelum ia menyadari ada api yang datang dari iPhone 6-nya, awalnya ia mengira pesawat terancam jatuh. "Tiba-tiba ada api sepanjang 20 sentimeter yang berasal dari ponsel saya. Langsung saya lempar iPhone-nya ke lantai lalu jatuh ke bawah kursi orang, api tersebut malah semakin tinggi. Banyak orang langsung berdiri," ucap Crail. Sontak kabin pesawat yang diisi oleh 163 penumpang itu langsung heboh, padahal durasi penerbangan masih 90 menit lagi hingga pendaratan. Kabar baiknya, kehebohan tersebut bisa langsung diatasi dan pesawat tersebut mendarat dengan selamat tanpa ada kecelakaan yang melukai penumpang. Namun iPhone 6 warna putih milik Crail gosong terbakar di bagian kiri. Sayangnya tidak ada keterangan secara jelas yang menyatakan apakah sepanjang perjalanan Crail sedang menonton film menggunakan iPhone 6 atau hanya menikmati konten hiburan di layar in-flight kabin pesawat. Baterai Li-on memang dikenal mampu meledak dan melepaskan energi yang tersimpan di dalamnya berupa panas. Selama ini Federasi Administrasi Penerbangan AS (FAA) telah melarang baterai jenis litium berada di bagasi ataupun kabin. Meski aturan tersebut baru diterapkan bagi perangkat hoverboard, seorang pakar penerbangan memprediksi bahwa sifatnya masih mustahil jika ponsel pintar akan dilarang dalam waktu dekat.
  6. Perjalanan menggunakan pesawat tidak selalu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Apalagi jika perjalananmu membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai kota atau negara destinasi. Jika ingin membunuh waktu sekaligus memulihkan stamina, istirahat dengan tidur merupakan pilihan yang paling pas untuk kamu lakukan. Memang, tidur di pesawat bukan hal yang mudah dilakukan bagi sebagian orang. Tapi, kamu tidak perlu khawatir, Ladies. Disebutkan dalam laman www.huffingtonpost.com, agar mendapatkan tidur yang berkualitas di pesawat, sebaiknya kamu menyiapkan beberapa perlengkapan ekstra. Misalnya saja headphone, ear plug, selimut, pemutar musik, bantal leher, serta penutup mata. Untuk mengetahui cara memaksimalkan barang-barang tersebut untuk mendapatkan tidur nyenyak dalam perjalanan di pesawat, simak tips berikut yuk! Balikkan Bantal Leher. Bantal leher sering dibawa para traveler agar bisa tidur lebih nyaman di pesawat. Bila bantal tersebut tidak dapat membantumu beristirahat, mungkin kamu salah menggunakannya. Bantal leher disarankan dikenakan secara terbalik. Yakni dengan meletakkannya di bawah dagu bukan di belakang kepala. Dengan begitu, bantal akan menyanggah kepala yang biasa tertunduk ketika tidur selagi duduk. Gunakan Penyangga Kaki. Sebelum naik pesawat, pastikan kamu menggunakan kaus kaki bersih. Karena untuk meningkatkan kenyamanan tidur selama perjalanan, kamu perlu membuka sepatu dan meletakkan kaki di sandaran. Hal tersebut akan mencegahmu dari mudah pegal karena posisi kaki yang menggantung. Dengarkan Suara Menenangkan. Kamu juga perlu mengunduh beberapa lagu untuk memaksimalkan istirahat di pesawat. Bukan lagu-lagu favorit namun white noise. White noise yang dimaksud adalah suara-suara untuk menetralisir suara mengganggu; bisa berupa bunyi hujan, bukaan pintu, angin, dan lain-lain. Menurut penelitian suara-suara tersebut bisa membuatmu mudah tertidur. Gunakan Sleeping Mask. Untuk kamu yang tidak biasa tidur dengan cahaya terang, sebaiknya membawa sleeping mask. Jika tidak punya dan pesawat tidak menyediakan fasilitas tersebut, pastikan saja untuk menutup jendela atau mematikan televisi sebelum istirahat. Atur Posisi. Posisi tidur akan menentukan kenyamanan beristirahat. Banyak posisi yang bisa kamu gunakan selama di pesawat. Misalnya bersandar pada bantal yang diletakkan di jendela; tidur di atas tangan yang dilipat di meja makan; atau bahkan bersandar di pundak penumpang sebelah jika kalian saling kenal. Namun, hindari meletakkan kaki atau tangan di luar kursi, karena hal ini akan bisa mengganggu penumpang lain atau pramugari yang lewat. Nah, itulah beberapa tips untuk mendapatkan tidur yang nyenyak selama perjalanan di pesawat. Semoga bermanfaat.
  7. Manajer perusahaan di Thailand, Indranil Banerjee menjelaskan, pesawat bernomor penerbangan 332 itu sedang dalam perjalanan dari New Delhi ke Bangkok. Penumpang dan awak pesawat jet penumpang Air India dievakuasi dengan tangga luncur darurat di bandara internasional Bangkok karena ancaman bom hari Rabu (16/3) yang ternyata palsu. Setelah digeledah tidak ada bahan peledak ditemukan dalam pesawat. Ancaman diterima kantor perusahaan penerbangan nasional itu di India dari seorang penelepon yang tidak dikenal yang memperingatkan ada bom dalam pesawat. Manajer perusahaan di Thailand, Indranil Banerjee menjelaskan, pesawat bernomor penerbangan 332 itu sedang dalam perjalanan dari New Delhi ke Bangkok. Begitu Boeing 787 Dreamliner itu mendarat di bandara internasional Suvarnabhumi di Bangkok, pilot diperintahkan memarkir pesawat di lokasi terpencil. Ke-231 penumpang dan 10 awak segera dievakuasi menggunakan tangga luncur. Aparat keamanan menggeledah pesawat tetapi tidak menemukan apa-apa. (www.voaindonesia.com)
  8. Pengakuan seorang mantan pramugari menjadi viral dan bikin heboh masyarakat yang biasa menggunakan jasa pesawat di Amerika Serikat. Wanita bernama Allison Hope, membocorkan hal yang sebelumnya tak pernah diketahui oleh penumpang. Allison mengatakan, penumpang seharusnya berpikir dua kali ketika ditawari teh atau kopi panas oleh pramugari. Pasalnya, air panas yang digunakan di dalam pesawat, berasal dari tanki atau penampung air yang sangat sulit dibersihkan.
  9. Para pramugari maskapai penerbangan Amerika Serikat, United Airlines, pastinya tersenyum lebar mendengar berita ini. Dikabarkan bahwa United Airlines telah mengumumkan rencana untuk memberikan 23.000 unit iPhone 6 Plus kepada para pramugarinya. Perusahaan penerbangan ini akan memulai distribusi phablet Apple ini selama kuarta kedua tahun 2015. Pemberian iPhone 6 Plus ini mungkin lebih dari sekedar bonus karena unit-unit yang diberikan kepada awak penerbangan tersebut akan memiliki beberapa aplikasi yang akan menunjang pekerjaan mereka. Termasuk di dalamnya adalah informasi tentang layanan dan keamanan yang sangat penting. Selain itu, iPhone 6 Plus yang diberikan ini diharapkan akan memberikan solusi untuk proses transaksi pembelian dalam sebuah penerbangan. Kerja sama antara United Airlines dan Apple ini bukanlah yang pertama kalinya. Perusahaan penerbangan tersebut menggantikan flight paperwork pilot-pilot mereka dengan tablet iPad di tahun 2011. Baru-baru ini, mereka telah menggantinya dengan iPad Air 2.
  10. Dunia pernerbangan kembali dihebohkan dengan aksi sekelompok warga Brooklyn. Dua orang pria Broklyn mengajukan maskapai penerbangan. Gugatan yang dilakukan pria tersebut sebesar 9 juta US Dollar atau sekira Rp124 miliar terhadap sebuah maskapai karena menganggap mereka sebagai ras muslim dalam penerbangan dari Toronto menuju New York. Empat orang ini awalnya ingin berpulang dari Brington Beach menuju Brooklyn. Namun dua orang dari empat orang ini terpencar untuk berpindah pesawat dengan menggunakan penerbangan American Airlines. Dalam perjalanannya dua orang ini menjadi pusat perhatian karena berani menendang pramugari dan membuat keributan. Karena hal ini pula akhirnya kapten pun gelisah dan memutar kembali pesawat dan menyuruh agar dua orang ini turun. Kemudian orang-orang ini pun dikeluarkan dan dibawa ke ke kantor polisi bandara karena dianggap sebagai muslim memiliki gangguan emosi dan psikologi yang besar. Karena penangkapan ini, maka dua pria ini mengajukan gugatan terhadap maskapai karena dianggap sebagai muslim yang membuat onar.
  11. "Apa mungkin orang Indonesia bisa bikin pesawat terbang?’ Orang Indonesia memang gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri,” kata Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden Republik Indonesia ketiga yang juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio yang kemudian berubah nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) –sekarang PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Kalimat itu dilontarkan Habibie saat berkunjung ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia di Kompleks Bandara Soekarno-Hatta, Januari 2012. Habibie, saat menjadi Menteri Riset dan Teknologi era Soeharto, terkenal dengan visinya hendak membawa Indonesia menjadi negara industri berteknologi tinggi. Pria yang disekolahkan Soekarno ke Jerman untuk mengambil studi teknik penerbangan spesialisasi konstruksi pesawat terbang itu kukuh mendorong Indonesia melakukan lompatan dari negara agraris menuju negara industri. Perusahaan yang sempat ia pimpin, kini bernama PT Dirgantara Indonesia, mengalami jatuh-bangun luar biasa. Pekan lalu saat Resty Armenia, menyambangi markas PTDI di Bandung, Jawa Barat, lima pesawat terlihat berjajar di hanggar perakitan akhir perusahaan itu. Kelima pesawat tersebut "diparkir" di hanggar karena belum berkomponen sempurna. Para staf berseragam biru-hitam tampak lalu-lalang di dalam hanggar. Mereka sibuk mengecek kondisi sambungan sayap pesawat, memasang mesin dan sistem pesawat, mencocokkan komponen pesawat, dan lain-lain. Pesawat pertama yang terlihat dari pintu hanggar ialah burung besi pesanan Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia. Pesawat jenis NC235-200 MPA (multi purpose aircraft) yang belum bercat dan bermoncong itu telah diberi label "N-063 TNI AU" di sisi kiri bagian depan. Pesawat itu rencananya akan diserahkan kepada TNI bulan September. TNI memang menjadi salah satu institusi yang kerap "mencicipi" hasil "masakan" PTDI. Di seberang pesawat pesanan TNI AU, bertengger dua burung besi jenis NC212i pesanan pemerintah Filipina. Negara pimpinan Benigno Aquino III itu belum lama ini memutuskan untuk membeli dua unit NC212i untuk mendukung kekuatan militernya. Tepat di belakang NC212i, terlihat satu pesawat tipe C212-400 MPA yang dipesan Vietnam untuk kebutuhan komersial. Vietnam memesan C212-400 MPA itu tiga unit sekaligus. Selain satu yang ada di hanggar, dua unit lainnya sudah memasuki tahap pengecatan dan tes terbang sehingga tidak diletakkan di hanggar perakitan. Di pojok hanggar, bertengger burung besi jenis NC235-200 MPA milik pasukan militer pemerintah Senegal. Pesawat ini akan dikirim ke negara di barat benua Afrika itu pada bulan Oktober. "Nantinya pesawat-pesawat ini sebelum dikirim akan disertifikasi oleh badan berwenang,” kata Kepala Divisi Pusat Perakitan Akhir dan Pengiriman PTDI Husni Waluyo di hanggar PTDI. Pesawat yang akan digunakan untuk kepentingan militer akan disertifikasi oleh IMAA (Indonesian Military Airworthiness Authority) Kementerian Pertahanan, sedangkan pesawat komersial disertifikasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Secara umum, kata Husni, pembuatan satu unit pesawat bisa menghabiskan waktu 18 hingga 24 bulan. "Mulai dari bahan baku sampai perakitan akhir." Pesawat-pesawat yang ada di hanggar perakitan akhir PTDI hanya segelintir dari total pesanan. Sejauh ini, PTDI yang berstatus Badan Usaha Milik Negara telah berhasil mengirimkan produknya ke berbagai negara. Thailand misalnya "keranjingan" membeli pesawat buatan PTDI karena dianggap sesuai dengan medan dan kebutuhan pertahanannya. Selain itu, letak geografis Thailand yang dekat dengan Indonesia mempermudah servis pendukung pascapembelian pesawat (aftersales support). Pesawat yang belum lama ini dipesan pemerintah Thailand berjenis CN235-220 MPA. Pesawat itu akan digunakan Kepolisian Kerajaan Thailand untuk mengangkut pasukannya. Sebelumnya, Thailand juga membeli pesawat C212-400 untuk melakukan hujan buatan (rain-making). Pesawat itu telah dikirim PTDI ke Thailand tahun lalu, 2015. Berdasarkan data PTDI, Thailand pun pernah membeli lima unit pesawat NC212 dan dua unit NC235 untuk kebutuhan angkutan sipil. Direktur Utama PTDI Budi Santoso pada kesempatan itu menunjukkan data daftar konsumen perusahaannya. Data tersebut menunjukkan produk PTDI dikenal hingga Venezuela. Negara Amerika Latin itu pernah membeli CN235 sebagai alat angkut penumpang. Burkina Faso di Afrika Barat juga merogoh kocek untuk memesan dua unit CN235 sebagai alat transportasi militernya. Adapun Guam di Mikronesia, Pasifik Barat, membeli dua unit NC212. Selanjutnya, Pakistan membeli empat unit CN235, tiga di antaranya untuk mengangkut pasukan militer, sedangkan satu lainnya digunakan sebagai alat transportasi very important person (VIP). Ketenaran CN235 pun sampai ke telinga negara-negara yang lebih maju seperti Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Turki, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Negara-negara tersebut memesan CN235 dengan berbagai kebutuhan. Uni Emirat Arab membeli enam unit CN235 untuk keperluan angkut militer dan satu unit pesawat berjenis sama sebagai alat transportasi very very important person (VVIP). Brunei Darussalam juga memilih CN235 sebagai kendaraan angkut VVIP. Sementara Malaysia membeli enam unit CN235 untuk mengangkut pasukan militer mereka, dan dua unit lainnya sebagai alat angkut VVIP. Turki pun memesan enam unit CN235 MPA dan tiga unit CN235 jenis maritime surveillance aircraft(MSA). Berikutnya, sebagai bentuk kedekatan hubungan dengan pemerintah Indonesia, Korea Selatan juga menjadi konsumen PTDI. Tak tanggung-tanggung, Negeri Ginseng membeli 12 unit CN235 untuk berbagai keperluan. Tujuh unit di antaranya untuk alat transportasi militer, satu unit untuk angkutan VVIP, dan empat unit untuk MSA. Klaim terhebat di Asia Tenggara Seiring banyaknya pelanggan PTDI, perusahaan itu kini mengklaim sebagai pabrik manufaktur pesawat terunggul di Asia Tenggara. PTDI telah menyerahkan lebih dari 400 pesawat kepada 49 operator sipil dan militer di dalam dan luar negeri. Berdasarkan profil PTDI, produk utama perusahan itu amat bervariasi, mulai pesawat terbang, komponen struktur pesawat, jasa perawatan pesawat, jasa rekayasa dan analisis kedirgantaraan, sampai simulator penerbangan. PTDI memproduksi berbagai jenis pesawat CN235 dengan sertifikat tipe untuk penumpang sipil, kargo, pembuat hujan, transportasi militer, patroli maritim, survei, pengawas pantai, dan lain-lain. Selain itu, PTDI memproduksi berbagai pesawat terbang lewat skema produksi bersama dengan para mitra kerja strategis internasional seperti Airbus Defence and Space asal Eropa untuk berbagai varian NC212 dan C295; Airbus Helicopters untuk berbagai varian helikopter AS332, H225/H225M, AS550/555/565, dan AS350/365; serta Bell Helicopter Textron asal AS untuk berbagai varian Bell 412. PTDI memproduksi komponen-komponen serta alat dan perlengkapan untuk pesawat Airbus A320/321/330/340/350/380. Pun melayani jasa pemeliharaan, pemeriksaan, perbaikan, perubahan, kustomisasi, dan dukungan lainnya untuk setiap produk dirgantara yang dia hasilkan. Juga untuk produk non-PTDI seperti A320, Fokker100, dan Fokker27. Meski demikian pada November 2015, TNI AU sempat menyebut PTDI lambat menyelesaikan pesanan helikopter. Tudingan lamban itu dilontarkan di tengah ramai pemberitaan TNI hendak mengimpor helikopter VVIP AgustaWestland AW101 produk Italia-Inggris. Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna yang juga Komisaris Utama PTDI menyebut helikopter EC725 Caracal atau Super Cougar yang dipesan institusinya tak datang sesuai waktu yang disepakati. Menanggapi komplain itu, Direktur Utama PTDI Budi Santoso menjamin hal tersebut tak akan terulang. Ia mengklaim perusahaannya telah makin profesional dalam mengerjakan pesanan pesawat. Sumber: CNN Indonesia
  12. Kejadian heboh berlangsung pada suatu penerbangan, seorang penumpang bernama Gawee tidak senang dengan penerbangan terakhirnya. Ternyata setelah diketahui penumpang tersebut membuang angin sembarangan di dalam pesawat. Karena ulahnya ini, membuat heboh satu pesawat sehingga tidak ada satupun yang mau berkomunikasi dengannya. Sebelum membuang angin dia memberikan sebuah serbet kepada penumpang lain. Serbet itu berisi "saya tidak tahu, jika bisa membuat pengumuman maka harus mengatakan bahwa saya akan buang angin," paparnya. Serbet itu kemudian diberikan oleh seorang pramugari. Pramugari tersebut menuturkan serbed ini didapatkan dari penumpang lain yang sangat marah dengan bau anginnya. Karena kehebohan ini, anggota staf pernembangan diminta untuk membuat pengumuman melalui sistem penerbangan untuk menghentikan bau angin yang menyebar. Sayang nya ini mungkin sudah melewati batas hingga menjadikan hal ini lebih menjijikan karena dengan bau angin yang dikeluarkan oleh pria berusia 20 tahun ini benar-benar bau, otomatis banyak membuat penumpang lain menjadi pusing dan pingsan.
  13. Baru-baru ini diadakan survei mencari bandara dengan Wi-Fi tercepat di dunia. Jika Anda akan bepergian membawa laptop, Thailand dan Amerikan Selatan adalah pilihan terbaik. Demikian, menurut Rotten Wi-Fi, yang menilai kecepatan Wi-Fi di bandara dan hotel, dalam survei tahunan bandara seluruh dunia. Sejauh ini, bandara dengan koneksi internet tercepat adalah Don Mueang International Airport di Bangkok, Thailand. Survei tersebut melaporkan kecepatan unduh 42.22 Mbps dan kecepatan unggah 42.28 Mbps. Tempat kedua lumayan mengejutkan, yakni Bill and Hillary Clinton National Airport di Little Rock, Arkansas, yang menurut situs tersebut luasnya di urutan ke-79 bandara komersial di AS. Walau ukurannya tak luas, tapi internetnya ngebut. Rotten Wi-Fi melaporkan kecepatan unduhnya 36.23 Mpbs. Yang masuk 6 teratas adalah Kuala Lumpur International Airport di Malaysia, Chattanooga Metropolitan Airport di North Carolina, Chiang Mai International Airport di Thailand, dan Houston George Bush Intercontinental Airport. Bandara di Amerika lainnya yang masuk 20 teratas adalah JFK di New York dan Rocky Mountain Metropolitan Airport di Colorado. Secara keseluruhan, Thailand menempatkan lima bandaranya dalam 10 teratas. Posisi Eropa tak begitu bagus, dengan hanya tiga bandara di 20 teratas, itu pun di daftar buntut, yakni Lennart Meri Tallinn Airport di Estonia di tempat ke-10, serta dua bandara di Jerman, yakni Munich Airport dan Frankfurt Airport di urutan ke-18 dan ke-19. Bandara di Amerika Selatan tak ada yang masuk 20 teratas karena Wi-Fi tercepat adalah di El Plumerillo Airport, Argentina dengan kecepatan hanya 6.38 Mbps.
  14. Pesawat tempur ringan T-50 Golden Eagle milik TNI Angkatan Udara jatuh di landasan militer belakang Bandara Adisucipto, Yogyakarta, pagi ini pukul 09.40 WIB, ketika kegiatan Yogya Airshow sedang berlangsung. Berikut kronologi kejadian kecelakaan T-50 yang juga merupakan pesawat latih supersonik yang dikembangkan industri penerbangan Korea Selatan bersama perusahaan penerbangan AS Lochkeed Martin. T-50 Golden Eagle sedang melakukan aksi akrobatik terbang rendah pukul 09.40 WIB pada Atraksi Gebyar Dirgantara Akademi Angkatan Udara Yogya. Pesawat tiba-tiba meluncur ke bawah, dan jatuh ke dalam Kompleks Kesatrian Akademi Angkatan Udara, tepatnya di landasan militer belakang Bandara Adisucipto Pilot pesawat, Kapten Penerbang Dwi, dan rekannya dievakuasi ke Rumah Sakit dr. Suhardi Hardjolukito. Mereka berdua meninggal dunia. Yogya Airshow dihentikan Pesawat dievakuasi dan investigasi digelar Kepala Dinas Penerangan TNI AU Dwi Badarmanto menyatakan T-50 Golden Eagle itu punya jam terbang tinggi dan kerap melakukan manuver di berbagai acara TNI. Indonesia memiliki satu skuadron T-50 Golden Eagle yang tahun depan rencananya bakal dipersenjatai dengan misil dan radar.
  15. Banyak orang mungkin merasa telah mengetahui seluk-beluk penerbangan. Namun situs tanya-jawab Quora mengungkapkan beberapa rahasia yang tidak disampaikan oleh kru penerbangan. Setidaknya ada sebelas rahasia yang Anda belum tahu seperti dimuat dalam laman Independent, 28 November 2015. 1. Pilot menyantap makanan yang berbeda Anda mungkin merasa telah diperlakukan istimewa oleh pramugari, termasuk dalam soal makanan. Namun pilot dan kopilot diberikan makanan khusus yang berbeda untuk memastikan mereka tidak terserang penyakit. 2. Kotak hitam bukan tidak bisa hancur Kotak hitam tetap bisa hancur melalui tekanan yang ekstrem dan api, seperti kebanyakan material buatan manusia. 3. Ada kode rahasia untuk pembajakan Jika pesawat sedang dibajak, saat mendarat, pilot akan membiarkan sirip mengembang (berfungsi memperlambat pesawat saat mendarat). Ini sebagai sinyal bahwa ada yang tak beres. 4. Pingsan jika tak memakai masker oksigen Jika kabin kehilangan oksigen, Anda akan pingsan sekitar 15-30 detik apabila tidak mengenakan masker oksigen. 5. Jangan minum air di pesawat Sebaiknya jangan meminum air putih, kecuali di dalam botol. Sebab, semua air di pesawat telah diberi bahan kimia untuk memastikan tidak ada kuman. Hal ini juga berlaku untuk kopi dan teh. 6. Penundaan pendaratan oleh menara kontrol adalah hal biasa Banyak bandara selalu disibukkan oleh pesawat yang mendarat dan lepas landas. Dengan kata lain, pesawat yang mendarat harus mengantre karena lalu lintas di bandara penuh. 7. Penghasilan pilot luar biasa Jika menjadi pilot sebuah perusahaan penerbangan yang besar, Anda bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp 2 miliar setahun. 8. Pesawat jarang jatuh di tengah perjalanan Kecelakaan pesawat yang paling sering adalah saat take off dan landing. 9. Guncangan tak perlu dikhawatirkan Guncangan karena updraft, saat pesawat menembus awan, tidak perlu dikhawatirkan. 10. Menggunakan peranti elektronik sebetulnya tak masalah Belum ada bukti yang meyakinkan bahwa menggunakan peranti elektronik di pesawat dapat mengganggu penerbangan. Namun Anda tidak disarankan untuk mencobanya karena pasti dianggap melanggar aturan. 11. Melupakan sinyal tanda pemakaian sabuk pengaman Kadang-kadang pilot lupa mematikan sinyal penggunaan sabuk pengaman, bahkan ketika penerbangan telah berjalan mulus.
  16. Pesawat terbesar di dunia akhirnya berhasil take off untuk pertama kalinya. Pesawat ini bisa terangkat setelah diisi oleh 1,3 juta kubik kaki helium. Namun, pesawat itu belum siap untuk meninggalkan hanggar hingga tahun depan. The Airlander, pesawat ini awalnya dikembagkan sebagai bagian dari proyek angkatan darat AS namun dibatalkan oleh petinggi militer di sana. Perusahaan Hybrid Air Vehicles yang merupakan salah satu kontraktor pesawat akhirnya membeli program yang dibatalkan pada tahun 2012 ini. Perusahaan berbasis di Inggris ini membeli hak untuk mengembangkan Airlander. Perusahaan lantas mengalihkan pesawat ini untuk tujuan penerbangan bisnis dan wisata di Cardington, Bedfordshire. Pada akhirnya, pesawat ini bisa menampung 48 penumpang. Pesawat kombinasi antara pesawat terbang dan balon udara ini tersebut diisi dengan 1,3 juta kaki kubik helium atau volume yang setara untuk mengisi 15 kolam renang di olimpiade. Secara dimensi, pesawat ini berukuran panjang 302 kaki, lebar 143 kaki dan tebal 85 kaki. Pesawat Airbus A380 hanya memiliki panjang 240 kaki. Pesawat hidbrida ini 60 persennya menggunakan helium. Secara ukuran, pesawat ini lebih kecil dibandingkan dengan pesawat Hindenburg. Pesawat Jerman pada tahun 1930-an ini memiliki panjang 804 kaki dan bisa mengangkut hingga 72 penumpang. Pesawat berbahan hidrogen ini mengalami insiden pada tahun 1937. Pesawat ini bisa mengudara selama dua pekan, dengan jelajah lebih dari 90 mph dan bisa berada di ketinggian 20 ribu kaki dengan muatan 10 ton. Banyak orang memuji Airlander sebagai masa depan pesawat sebab tidak seperti pesawat konvensional, pesawat ini hanya menghasilkan sedikit polusi dan tidak berisik. "Melihat The Airlander bisa terangkat adalah momen bagi industri kedirgantaraan Ingrris untuk menyaksikan pesawat unik ini siap untuk terbang," ujar Mike Durham, direktur teknis di Hybrid Air Vehicles.
  17. Pernah membuat pesawat kertas? Pasti kamu tahu bahwa tidak ada yang istimewa dari pesawat kertas selain sebagai pengisi waktu di kala senggang. Berbeda dengan pesawat kertas yang biasa kamu buat, pesawat kertas ini bisa dikendalikan lewat smartphone! Adalah PowerUp Toys dan Parrot yang bekerjasama untuk memberikan arti baru pada sebuah pesawat kertas. Karena kerjasama mereka inilah akhirnya pesawat kertas bisa dikendalikan melalui smartphone dan bahkan melakukan live streaming. Keren! PowerUp Toys FPV, Buat Drone Unik Dari Pesawat Kertas Jika waktu kecil kamu pernah bermimpi untuk bisa mengendalikan pesawat kertas, maka kali ini mimpi kamu bakal terwujud. Karena PowerUp Toys FPV akan membuat kamu bisa mengendalikan pesawat kertas buatanmu dan juga sekaligus membuat kamu bisa berkreasi membuat Drone unik. Bisa Jadi RC Sekaligus Drone Unik Dengan PowerUp Toys FPV, kamu bisa memiliki pesawat Remote Control (RC) yang bisa kamu buat sesuka hati. PowerUp Toys FPV mengandalkan sepasang motor listik mungil yang menggerakkan sepasang baling-baling di belakangnya secara mandiri. Dengan begitu, pesawat kertas yang kamu buat nantinya bisa kamu kendalikan langsung dari smartphone kamu. Keren banget kan? Bukan cuma sampai situ, karena PowerUp Toys FPV juga membuat kamu jadi memiliki Drone unik yang bisadigunakan untuk memantau lingkungan sekitar kamu. Kenapa bisa gitu? Karena selain bisa digunakan untuk mengendalikan pesawat kertas, PowerUp Toys FPV juga dibekali dengan fungsi kamera. Kendalikan dan Pantau Lingkungan Sekitar Kamu Drone unik yang kamu buat dengan menggunakan PowerUp Toys FPV, nantinya bisa diterbangkan hingga ketinggian 90 meter. Dengan ketinggian itu, kamu bisa memanfaatkan kamera yang dibekalkan pada PowerUp Toys FPV untuk memantau sekitar. Untuk urusan konektivitas, Drone unik dari pesawat kertas yang kamu buat nantinya bisa melakukan live streaming ke smartphone kamu melalui koneksi WiFi. Bukan hanya itu saja, dengan kamera yang bisa berputar hingga 360 derajat, kamu bisa menikmati suasana sekitar tanpa harus memutar arah Drone-nya. Jadi kamu bisa tetap berpura-pura melajukan Drone unik ini lurus, padahal kamu memantau lingkungan secara real time. Awas, jangan sembarangan memantau lingkungan sekitar, takutnya Drone unik buatan kamu malah kena siram! Kamu bisa mengendalikan PowerUp Toys FPV dengan menggerakan smartphone seperti bermain game, atau melalui gerakan kepala saat menonton live streaming dengan menggunakan VR yang disediakan. PowerUp Toys FPV bisa bertahan terbang hingga 10 menit jika sambil melakukan live streaming. Bisa lebih jika fungsi perekam atau koneksi WiFinya dimatikan, dalam artian kamu hanya menggunakannya sebagai RC. Ciptakan Drone Yang Besar! Hal paling menonjol dari PowerUp Toys FPV ini adalah kamu bisa dengan bebas menciptakan berbagai bentuk Drone unik dari pesawat kertas. Bukan hanya itu saja, ukurannya pun bebas. Bisa menciptakan Drone unik yang besar sekalipun jika kamu mau. Keren banget kan? Saat ini PowerUps Toys FPV sudah bisa didapatkan secara pre-order melalui situs Kickstarter dengan harga 200 USD (sekitar Rp 2.750.000,-). Pre-order dilakukan selama bulan November, dan mulai dikirimkan di tahun 2016 mendatang. Tertarik?
  18. China menandatangani pembelian 130 pesawat buatan Airbus Group SE senilai US$17 miliar atau lebih dari Rp230 triliun. Diberitakan Reuters, kesepakatan pembelian 30 pesawat A330 dan A320 ini ditandatangani dalam pertemuan antara Perdana Menteri China Li Keqiang dan Kanselir Jerman Angela Merkel. Saat ini Airbus memang tengah bersaing ketat dengan produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, dalam menguasai pasar penerbangan China yang diperkirakan membutuhkan armada baru senilai US$1 triliun dalam dua dekade ke depan. Air China Ltd dan beberapa maskapai China lainnya tengah meningkatkan kapasitas mereka hingga tiga kali lipat selama 20 tahun mendatang bagi penumpang domestik dan internasional. Untuk merebut tender dari China, Airbus Juli lalu membangun pusat perakitan akhir A330 senilai 150 juta euro di kota Tianjin yang merupakan tempat perakitan A320s dan banyak terjual ke maskapai China. Tidak mau kalah, Boeing juga menandatangani kesepakatan dengan Perusahaan Pesawat Komersial China, Comac, membangun pusat perakitan akhir untuk jet penumpang 737 China. Permintaan atas pesawat dari China juga menarik perhatian Rusia, yang berencana menggarap kerja sama pembuatan pesawat berbadan lebar untuk menandingi Boeing dan Airbus. Produsen pesawat Rusia, United Aircraft Corp, tengah menggodok nota kesepahaman dengan Comac terkait proyek ini. Asosiasi Transportasi Udara Internasional memprediksi China akan menjadi pasar perjalanan udara terbesar dunia pada 2034, dengan sepertiga jumlah penumpang yang terbang dari dan ke negara ini Sekitar 70 ribu penerbangan, sekitar 10 persen dari total global, beroperasi menuju, dari atau di dalam daratan China setiap pekannya. Pada 2020, lembaga CAPA Centre for Aviation memperkirakan, ada 13 maskapai China yang memiliki lebih dari 100 pesawat, naik enam maskapai dari November 2014. China Southern adalah maskapai terbesar Asia dalam hal jumlah armada dengan lebih dari 400 pesawat, yang menerbangkan 100 juta penumpang setiap tahunnya.
  19. Helikopter bertolak dari helipad Siparmahan di Pulau Samosir menuju Bandara Kualanamu, Lubuk Pakam. Dilaporkan ada warga Onan Runggu, Samosir, melihat helikopter terbang rendah, dan pencarian difokuskan pada area sekitar jarak terbang17 menit dari helipad Siparmahan, Pulau Samosir. Tim SAR dan kepolisian masih terus mencari keberadaan pesawat helikopter Eurocopter EC-130 milik PT Penerbangan Angkasa Semesta yang dinyatakan hilang kontak pukul 11.50 WIB, Minggu (11/10). Kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia, juru bicara Basarnas Medan, Hisar Turnip, mengatakan, "Kami masih terus melakukan pencarian, belum ditemukan jejak atau informasi yang mengarah pada lokasi keberadaan helikopter itu." Disebutkannya, sudah dikirimkan dua tim SAR dari Tanjung Balai dan dari Medan untuk melakukan penyisiran. Helikopter buatan Airbus itu dilaporkan mengangkut seorang pilot, seorang teknisi dan lima penumpang, tinggal landas dari helipad Siparmahan, Pulau Samosir, di tengah danau Toba, pada pukul 11:33 WIB, menuju Bandara Internasional Kualanamu, Lubuk Pakam. Eurocopter EC-130 T2 buatan Airbus, generasi kedua dari helikopter yang masih hilang "Namun ATC (pengatur lalulintas udara) kehilangan kontak dengan pesawat itu kontak pada pukul 11:50, atau 17 menit setelah terbang," kata Octo Tambunan dari Basarnas Medan kepada BBC Indonesia. Helikopter seharusnya tiba di Kualanamu pada pukul 12:45, namun tidak pernah mendarat. Octo Tambunan menjelaskan, pencarian difokuskan pada perkiraan jarak yang ditempuh setelah 17 menit terbang. Ia menjelaskan pula, bahwa SAR sedang memverifikasi laporan tentang adanya seorang saksi mata di sekitar Onan Runggu, Samosir, yang mengaku melihat sebuah helikopter terbang rendah. Para petugas polisi dari Polres Siantar, Polres Samosir dan Polres Tobasah juga dikerahkan untuk membantu pencarian.
  20. Seorang pramugari dari sebuah maskapai penerbangan Timur Tengah, ternyata, memiliki kerja sampingan sebagai penjaja seks di pesawat. Pramugari nakal tersebut membuka layanan seks di dalam toilet pesawat. Dia memiliki tarif sekitar Rp32 juta. Selama dua tahun beroperasi, pramugari tersebut mengaku telah mengantongi kocek sebesar Rp14 miliar. Nahas, aksinya pada beberapa waktu lalu, tak semulus biasanya. Dia tertangkap basah tengah indehoi di dalam toilet dengan seorang penumpang pesawat. Sanksi yang diberikan padanya pun tak main-main. Pramugari cantik dan seksi itu langsung dipecat oleh maskapai. "Dia memiliki tarif sekitar Rp32 juta untuk sekali layanan. Dia juga mengakui telah berhubungan seks dengan banyak penumpang selama penerbangan," kata seorang sumber yang dikutip dari laman mirror.
  21. Di pesawat ternyata banyak hal yang tidak terduga ditemukan, termasuk paling menjijikan sekalipun. Apa saja itu? Inilah hal-hal paling menjijikan di pesawat: Keran air Meja lipat Karpet dan kursi Saku kursi
  22. Kecelakaan pesawat akhir-akhir ini melibatkan hilangnya kontak pesawat dengan menara pengawas. Sebuah perusahaan AS siap meluncurkan jaringan satelit pelacak penerbangan, sehingga penerbangan dapat lebih maksimal dipantau dan lebih mudah dilacak jika ada kecelakaan. Selengkapnya ikuti laporan VOA.
  23. Ahli Komunikasi Satelit Malaysia Zaaim Redha Abdul Rahman memunculkan sebuah teori baru mengenai hilangnya Malaysia Airlines MH370. Menurutnya, kondisi pesawat MH370 sebagian besar masih utuh dan saat ini berada di dasar Samudra Hindia. Zaaim menyakini bahwa pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines itu sempat mengambang di permukaan laut sebelum perlahan-lahan tenggelam. Karena itu, badan pesawat MH370 kemungkinan besar masih utuh. “Saya percaya saat kehabisan bahan bakar, pesawat itu meluncur turun dan mendarat di air tanpa mengalami benturan keras. Karena itu, saya yakin kondisi pesawat sebagian besar masih utuh,” demikian keterangan dari Zaaim yang dilansir dari kantor berita Bernama, Kamis (13/8/2015). Pria yang juga membantu membaca dan meneliti data penerbangan MH370 yang dikirimkan perusahaan Inggris Inmarsat sesaat setelah hilangnya pesawat nahas itu mengungkapkan bahwa teori yang ia kemukakan didasari oleh temuan flaperon yang dikonfirmasi berasal dari MH370. “Flaperon itu hanya mengalami sedikit kerusakan dan hanya tertutupi oleh kerang-kerang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bagian itu tidak terpotong secara kasar dari badan pesawat. Flaperon itu tampaknya terpisah dengan cukup baik di sisi-sisinya,” lanjut Zaaim. Dia mengatakan, jika MH370 jatuh dengan keras maka puing-puingnya akan berupa potongan-potongan kecil, tidak seperti bagian sayap pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion akhir Juli lalu. Dia mencontohkan pesawat Germanwings 9525 yang jatuh di Pegunungan Alpen Prancis April lalu, hanya menyisakan serpihan-serpihan kecil bagian pesawat karena kerasnya benturan saat mencium bumi. Teori Zaaim ini menimbulkan harapan ada penumpang Malaysia Airlines MH370 mungkin masih hidup. Malaysia Airlines MH370 menghilang dari pantauan radar dalam perjalanan dari Beijing menuju Kuala Lumpur pada 8 Maret 2014. Nasib dari 239 orang yang berada di dalam pesawat, termasuk tujuh warga negara Indonesia (WNI), sampai saat ini belum diketahui. Misteri ini menimbulkan berbagai spekulasi dan teori mengenai penyebab hilang dan keberadaan pesawat tersebut. Namun, belum ada penjelasan pasti mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada MH370.
  24. Salah satu pendiri Microsoft Paul Allen telah membangun pesawat terbesar di dunia sejak tahun 2011 lalu, dan tahun depan pesawat ini siap melakukan uji coba mulai tahun 2016 mendatang. Pesawat terbesar di dunia ini dibuat oleh Allen bersama dengan mitranya, yang salah satunya adalah Elon Musk sang pemilik Tesla. Pesawat yang disebut Startolaunch diproduksi di Mojave Air and Space di California, Amerika Serikat. Pesawat berbadan besar digadang-gadang akan masuk masuk ke Guinnes Book of World Records. Stratolaunch System yang membesutnya membuat pesawat ini tujuan utamanya bukan untuk mengangkut penumpang, namun membawa roket satelit udara. Pesawat yang meluncur memungkinkan untuk membawa roket lepas landas meskipun cuaca buruk dan bisa menghemat bahan bakar karena mereka tidak harus lepas landas dan mulai bergerak dari 0 mph. Pesawat dapat digunakan beberapa kali untuk beberapa peluncuran, sementara insinyur dan ilmuwan dapat memilih lokasi terbaik untuk menempatkan roket. Memang selama ini, pesawat ruang angkasa dapat dengan mudah menyisipkan satelit ke orbitnya yang direncanakan, namun jumlah muatan dibawa akan terbatas karena kendala berat. Sebuah perusahaan bernama Scaled Composites - pendirinya Burt Rutan juga merupakan salah satu pendiri Stratolaunch System - bertanggung jawab membangun pesawat menggunakan dua mesin Boeing 747. Pesawat Ini akan memiliki lebar sayap 385 kaki setelah selesai, sekitar 123 kaki lebih lebar dari lebar sayap Airbus A380, yang merupakan pesawat penumpang terbesar di dunia. Presiden Scaled Composites Kevin Mickey mengatakan jika menempatkan pesawat di lapangan sepak bola, maka ujung sayap akan melampaui tiang gawang sekitar 15 kaki di setiap sisi. Ini akan membutuhkan 12.000 kaki dari landasan pacu untuk lepas landasan. Kebanyakan pesawat komersial hanya membutuhkan sekitar 7.000 sampai 8.000 kaki, dan landasan pacu. Mungkin sedikit masalah, namun, Allen dan timnya berharap bahwa pesawat akan membuat peluncuran pesawat lebih umum seperti biasanya.
×
×
  • Create New...