Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'ormas'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 2 results

  1. Ratusan anggota ormas kepemudaan menggelar apel kebangsaan di Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (03/11) siang. Ratusan aktivis dari enam ormas kepemudaan menggelar apel kebangsaan di Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (03/11), menolak terlibat dalam unjuk rasa menuntut agar Gubernur DKI Jakarta diadili yang akan digelar Jumat. Dalam acara yang disebut sebagai Apel Kebangsaan Mahasiswa Indonesia, mereka menyerukan agar masyarakat Indonesia tetap mengutamakan persatuan. Enam ormas kepemudaan itu adalah GMNl, PMll, PMKRI, GMKl, Hikmahbudhi, serta KMHDI. Mereka adalah aktivis organisasi yang berbasis Islam, Katolik, Kristen, Hindu, serta Budhha, serta Nasional. "Kami berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang ada di sekitar DKI Jakarta, agar tetap merajut kebinekaan dan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa," kata Ketua umum PMII, Aminuddin Ma'ruf, dalam orasinya. Para aktivis ormas kepemudaan ini juga menyatakan akan selalu setia menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. "Kami juga berkomitmen untuk menjadi benteng pertahanan dari hal-hal yang dapat mengancam stabilitas negara," kata Aminuddin. Di hadapan peserta apel, dia juga menyatakan bahwa enam ormas itu tidak akan melibatkan dalam unjuk rasa yang akan digelar Jumat (04/11). "Kami tidak akan menggelar aksi serupa," ujar Aminuddin. 'Jangan terprovokasi' Kepada masyarakat, enam ormas kepemudaan ini juga menyerukan agar tidak terpancing provokasi. Seperti diketahui, pada Jumat (04/11), ribuan orang terlibat unjuk rasa yang dimotori Front Pembela Islam, FPI, yang menuntut agar kepolisian serius menyelidiki dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Demonstrasi akan mulai digelar dari Masjid Istiqlal menuju kantor sementara Bareskrim Polri di Kantor Kementerian Perikanan dan Kelautan di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, sebelum mengarah ke depan Istana Merdeka. Lebih dari 18.000 polisi dan TNI akan diturunkan untuk mengamankan jalannya unjuk rasa tersebut. Dalam berbagai kesempatan, pimpinan FPI menyatakan pihaknya menggelar aksi itu dengan damai, tetapi tidak bisa menjamin kemarahan massa apabila tuntutan mereka tidak dituruti.
  2. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal adanya penolakan dari organisasi masyarakat yang menentang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi pengganti gubernur. Menurut Jokowi, hanya perlu dilakukan pendekatan agar mereka dapat menerima Ahok. "Iya nanti. Itu hanya perlu pembicaraan dan pendekatan saja," ungkapnya saat mengunjungi Rumah Transisi, Jalan Situbondo nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat. Sebelumnya, Tokoh Budayawan Franz Magniz menilai tindakan yang dilakukan para ormas tersebut terlalu berlebihan. Sebaiknya masyarakat membiarkan Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta dan menunjukkan kerja nyatanya. Sehingga dari sana baru masyarakat dapat menilai mantan Bupati Belitung Timur ini. "Saya mengimbau supaya Pak Ahok diterima dan diberikan kesempatan untuk menunjukkan kerjanya sebagai gubernur, bagaimana dia memperbaiki Jakarta ke depannya. Dengan demikian Ahok bisa memberikan contoh untuk semua masyarakat Jakarta," jelasnya saat dihubungi merdeka.com, Senin (?4/8). Menurutnya, selain memberikan kesempatan ke Ahok, masyarakat juga harus mengikuti peraturan yang berlaku. Sebab bagaimanapun juga, Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta bukan atas keinginannya. Kita hendaknya mengikuti undang-undang dan peraturan yang berlaku. Mengingat dasar hukum itu Pak Ahok akan menggantikan Jokowi dan harus diterima dan jangan macam-macam alasan diajukan," tegas Franz Magnis. Ada 12 ormas yang rencananya akan melakukan aksi dalam rangka penolakan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Antara lain, FBR, FORKABI, GEMA KEADILAN, FUI, FPI, FRONT HIZBULLAH, HMI, KAMMI, Forum Pemuda Betawi, GPI, Gerakan pemuda Kabah dan Macan Kemayoran.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy