Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

Search the Community

Showing results for tags 'mark zuckerberg'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 30 results

  1. Mark Zuckerberg, selaku pemilik Facebook berencana untuk menggabungkan tempat bertukar pesan pada sosial media miliknya — Whatsapp, Instagram, dan Facebook Messenger. Tindakan ini membuat Mark terlihat seperti ingin unjuk gigi disaat bisnisnya babak belur diserang skandal dalam dua tahun terakhir. “Kedepannya ketiga tempat bertukar pesan tersebut akan menjadi satu aplikasi yang berdiri sendiri tetapi secara teknikal akan digabungkan dengan satu infrastruktur” kata empat orang yang terlibat dengan pembuatan aplikasi tersebut. Hal ini berarti akan membawa tempat pengiriman pesan terbesar dalam tiga aplikasi di dunia dengan pengguna lebih dari 2.6 miliar untuk dapat berkomunikasi lintas aplikasi untuk pertama kalinya. Pergerakan ini bisa dibilang sekaligus untuk mendata ulang berapa banyak orang yang sering menggunakan ketiga aplikasi tersebut sambil Facebook terus meningkatkan penggabungan industri, privasi dan keamanan. Tetapi hal ini juga semakin menegaskan jika Mark ingin memaksakan kehendaknya padahal, dulu Mark pernah bersumpah untuk tidak mengutak-atik ketiga aplikasi tersebut dan membiarkan ketiga aplikasi tersebut terpisah. “Rencananya proses penggabungan ini akan diselesaikan pada akhir tahun ini atau pada awal tahun 2020 dan membutuhkan ribuan pegawai Facebook untuk mengatur ulang cara WhatsApp, Instagram dan Facebook Messenger berfungsi.” kata orang yang tergabung dalam pergerakan ini dan tidak dapat disebutkan namanya karena hal ini bersifat rahasia. Mark juga berencana untuk mengunci percakapan pada aplikasi tersebut dengan end-to-end encryption yang mana melindungi percakapan pesan sehingga hanya orang yang bersangkutan yang dapat melihat isi pesan. “Kami membangun pengiriman pesan secepat dan serahasia mungkin. Kami juga membuka jalan untuk para pengguna dapat lebih mudah mencari teman, relasi atau keluarga dengan adanya aplikasi ini.” tegasnya. Dengan menggabungkan ketiga aplikasi tersebut Mark berharap dapat meningkatkan hubungan antara pengguna internet dengan aplikasi miliknya. Dan dengan meningkatnya pengguna pada aplikasi miliknya maka akan meningkat pula pengguna yang akan menggunakan iklan di tempatnya. WhatsApp dan Instagram sebelumnya memang perusahaan yang berdiri sendiri. Saat Facebook mengakuisisi dua aplikasi tersebut, Mark berjanji untuk tidak banyak mengubahnya. Namun semakin lama, orang-orang berkata Mark berubah. Kini ia memikirkan untuk menggabungkan ketiga aplikasi tersebut untuk mengambil keuntungan di Facebook. Kabar ini tersiar pada akhir tahun 2018. Usahanya ini telah mengakibatkan perselisihan di Facebook. Penemu Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger telah meninggalkan perusahaan yang telah ia bangun saat mendengar rencana Mark yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Begitu juga dengan penemu WhatsApp, Jan Koum dan Brian Acton. “Seandainya bermitra dengan Facebook berarti harus mengubah nilai-nilai yang telah kami bangun, kita pasti tidak akan menyerahkan WhatsApp padanya.” Jelas Jan Koum yang telah sepakat untuk Facebook mengakuisisi WhatsApp sebesar 19 Miliar Dollar pada tahun 2014. Pada tanggal 7 Desember 2018 ada pertemuan besar antara pegawai dan Mark Zuckerberg. Saat para pegawai menanyakan mengapa Mark ingin menggabungkan layanan pesan pada ketiga aplikasi tersebut. Beberapa pegawai merasa jawaban Mark terlalu banyak diputar dan tidak pada intinya hingga akhirnya sebagian pegawai memutuskan untuk pergi dari perusahaan karena rencana Mark tersebut. Sebagai pengguna ketiga aplikasi tersebut apa pendapat kalian? Apakah penggabungan tempat bertukar pesan dari ketiga platform raksasa tersebut akan jadi menarik dan menantang atau malah membuat kalian malas menggunakannya?
  2. Mark Zuckerberg mengawali facebook dari kamar asmara Harvard dan kini memiliki produk mata uang digital Libra yang penuh kontroversi. 16 tahun lamanya Facebook berkembang sebagai jaringan media sosial dan kini penggunanya sudah mencapai lebih dari 2 miliar. Sang pendiri Mark Zuckerberg justru mengawalinya dari kamar asmara Harvard dan kini memiliki produk mata uang digital Libra yang penuh kontroversi. Bernama lengkap Mark Elliot Zuckerberg adalah orang yang mendirikan situs jejaring sosial Facebook, pada 2004 bersama teman sekelasnya. Website pertama yang dibuat oleh Mark adalah Facemash, kemudian pada Februari 2004, ia kembali membuat terobosan baru dengan nama Facebook (www.thefacebook.com). Website tersebut luncurkan Mark dari kamar asrama bersama teman sekelasnya Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin dan Chris Hughes. Facebook merupakan penyempurnaan dari Facemash dan berfungsi sebagai situs sosial yang memudahkan penggunanya untuk berhubungan dengan teman dan pengguna facebook lainya. Awal mula ia membuat Facebook adalah dengan membuat buku direktori mahasiswa online karena Universitasnya tak membagikan face book (buku mahasiswa yang memuat foto dan identitas mahasiswa di universitas itu) pada mahasiswa baru sebagai ajang pertemanan di antara mereka. Dengan modal yang ditanamkan berjumlah USD12,7 juta. Ini adalah investasi kedua yang masuk ke Facebook setelah sebelumnya (Juni 2004). dengan tambahan modal itu jelas memudahkan Mark dan kawan-kawannya mengembangkan Facebook dan mengganti domain-nya dari www.thefacebook.com menjadi www.facebook.com. Setelah itu jangkauan keanggotaan facebook diperluas menjadi internasional. Melesatnya bisnis Facebook membuat Zuckerberg pada tahun mendapatkan harta kekayaan yang luar biasa. Majalah Forbes menyebutkan kekayaan Zuckerberg sendiri mencapai USD1,5 miliar atau sekitar Rp13,5 triliun. Jumlah yang luar biasa besar saat itu, maka wajar jika majalah Forbes menobatkan Mark Zuckerberg sebagai The Youngest `Self-made’ Billionaire on the Planet. Setelah sekian tahun muncul, Facebook pun berinovasi dengan mengumumkan Libra sebagai mata uang digital miliknya dan membuat mata uang kripto kian populer di dunia. Namun, hal itu ditentang sejumlah negara termasuk Indonesia. Facebook pun sangat ambisius untuk meluncurkan mata uang ini. Pekan lalu, Facebook juga telah mengenalkan Libra ke publik. Pada semester pertama 2020 dan ditargetkan seluruh sistem mata uang digital ini bisa berjalan secara global. Dijelaskan Zuckerberg, Libra adalah mata uang global dan infrastruktur keuangan. Dengan kata lain, itu adalah aset digital yang dibangun oleh Facebook dan didukung oleh versi baru dari blockchain Facebook, teknologi terenkripsi yang digunakan oleh bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Uang Libra ini juga disinyalir bakal banyak digunakan oleh orang-orang yang berada di negara maju. Dan nantinya mata uang Libra Coin ini bakal digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti bayar tagihan. Libra akan diluncurkan secara penuh selambat-lambatnya pada 2020.
  3. Pendiri Facebook Mark Zuckerberg menyebutkan perusahaanya tidak mungkin benar-benar melindungi platform-nya dari serangan yang tak terduga maupun pencurian data. Ia berpendapat, perbaikan merupakan proses yang selalu dilakukan. "Sudah sangat jelas kami tidak cukup fokus untuk mencegah hal ini semua. Kami tidak melihat hal ini sebagai tanggung jawab kami dan ini merupakan kesalahan besar. Ini salah saya," ujarnya. Panggilan tersebut datang beberapa jam usai anggota parlemen mengumumkan Zuckerberg akan bersaksi di depan Komite Energi dan Perdagangan DPR minggu depan. Ini juga tak lama setelah Facebook mengumumkan Cambridge Analytica, sebuah perusahaan data yang memiliki hubungan dengan kampanye Presiden Trump dicurigai memiliki 87 data juta orang pengguna Facebook. Zuckerberg menilai angka tersebut sebagai 'jumlah maksimum orang yang dapat kami hitung' yang datanya mungkin telah diakses. Ia mengatakan data itu jumlahnya tidak bisa lebih tinggi namun bisa saja lebih rendah. "Kami menerima banyak pertanyaan penting. Pertama soal apakah kita bisa mengendalikan sistem dan dapat membuat orang tetap aman menggunakan Facebook. Kemudian apakah kita bisa memastikan sistem tidak digunakan untuk merusak demokrasi." Zuckerberg berpendapat, perang melawan aktor dibalik pencurian data ini merupakan upaya berkesinambungan yang digalakkan Facebook. "Ini akan menjadi pertarungan yang tak pernah berakhir. Kamu tidak akan pernah benar-benar menjadi solusi dalam keamanan data," ungkapnya. Peraturan baru Melihat hal ini, Facebook akan mematuhi peraturan Eropa baru yakni Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) yang bertujuan memudahkan pengguna FB di Eropa untuk keluar dari data mereka di FB dan situs pihak ketiga. "Saya pikir peraturan seperti GDPR sangatlah positif. Kami bermaksud untuk membuat semua kontrol yang sama untuk tersedia dimana-mana, tak hanya di Eropa saja," tuturnya. Zuckerberg mengklaim, data yang dibagikan pengguna merupakan data yang mereka pilih untuk dibagikan. Namun Facebook melacak individu di situs pihak ketiga. Ia beranggapan, perusahaan dapat menjelaskan apa yang dilakukanya pada pengguna. "Ada banyak kesalahpahaman pada apa yang telah kita kerjakan di Facebook," pungkasnya. Dalam beberapa minggu terakhir, Facebook telah mengubah kebijakan dengan membatasi akses pada pengembang mereka dan beberapa larangan tertentu. Meskipun begitu, Zuckerberg mengungkapkan Facebook belum merasakan penurunan pendapatan yang signifikan terkait skandal ini. "Meskipun begitu, hal ini tetap saja sangat tidak mengenakan. Orang-orang mulai mempertanyakan kepercayaan mereka pada kami dan tentu masih banyak perbaikan yang kami perlu lakukan untuk atasi ini," tandas dia. Dalam posting blog Rabu, pejabat teknologi kepala Facebook mengumumkan batasan untuk akses pengembang dan pembatasan baru terkait fitur pemulihan akun yang dapat memungkinkan aktor jahat untuk mengikis data pengguna.
  4. Setelah 12 tahun meninggalkan kampus, Mark Zuckerberg menjadi tamu kehormatan saat acara kelulusan mahasiswa Universitas Harvard angkatan 2017. Dalam pidatonya di hadapan lulusan tahun 2017, Zuckerberg menyampaikan beberapa poin penting yang relevan terkait dengan teknologi hingga tren entrepreneur saat ini. Kami merangkum beberapa poin penting yang bisa dicermati calon pelaku startup yang berniat untuk meluncurkan startup atau menjadi entrepreneur. Temukan teman sejati Salah satu cerita yang disampaikan Zuckerberg adalah bagaimana sulitnya ia menemukan teman baru di masa awal kuliah, namun beruntung ada satu orang yang bersedia untuk mengajak ngobrol hingga akhirnya mengerjakan proyek bersama. Temannya saat itu adalah Kang-Xing Jin yang hingga kini masih bersama Zuckerberg di Facebook. Inti dari cerita yang ingin disampaikan oleh Zuckerberg adalah terkadang pertemanan di saat kuliah bisa berujung menjadi rekan bisnis yang loyal. Untuk itu cari tahu siapa saja teman saat kuliah yang cocok dan nantinya bisa diajak bekerja sama ketika Anda berniat membangun perusahaan suatu saat nanti. Bangun bisnis untuk alasan yang tepat Dalam pidatonya Zuckerberg juga kerap menyebutkan betapa pentingnya alasan yang tepat dan memiliki impact saat membangun bisnis. Sense of purpose menjadi hal yang wajib diterapkan saat Anda ingin membangun startup yang sukses. Bukan hanya memberikan manfaat untuk Anda namun juga orang banyak. Alasan utama atau purpose juga bisa menjadi motivasi ketika Anda mulai merasa kewalahan saat menjalankan bisnis. Menjadi hal yang penting bukan hanya menciptakan peluang dan potensi namun juga menemukan alasan yang tepat. Jangan jual startup terlalu cepat Saat Zuckerberg mulai mengembangkan Facebook, banyak perusahaan besar yang mulai melirik teknologi serta inovasi yang dimiliki Zuckerberg dan Facebook. Zuckerberg menolak untuk menjual bisnis yang telah ia bangun, demi tujuan yang lebih besar, yaitu menciptakan inovasi dan bermanfaat untuk orang banyak. Upaya Zuckerberg akhirnya mulai menunjukkan hasil dengan diluncurkannya fitur Newsfeed. Jika Anda merasa yakin dengan produk atau layanan yang Anda miliki, coba pertahankan terlebih dahulu perusahaan dengan menghadirkan inovasi dan lihat hasilnya, sebelum Anda memutuskan untuk menjual startup. Jangan takut membuat kesalahan Sebelum Zuckerberg sukses membuat Facebook, ia telah meluncurkan beberapa produk yang tidak terlalu sukses. Tidak menjadi masalah ketika saat memulai startup Anda gagal dan harus mengulang atau menciptakan inovasi yang baru. Selama Anda terus belajar dari kesalahan dan bisa menemukan dengan tepat, produk atau layanan yang tepat dan bakal diminati oleh pasar. Perluas wawasan dan terus belajar Saat ini teknologi berubah dengan cepat, begitu juga dengan metode, informasi, dan hal-hal penting lainnya yang wajib Anda ketahui. Jangan pernah berhenti belajar, membuka wawasan, dan menggali informasi sebanyak-banyaknya, agar Anda bisa beradaptasi dengan tren dan perubahan teknologi. Pendidikan menjadi faktor pendukung yang wajib diperhatikan setiap saat, agar Anda bisa memiliki wawasan yang cukup untuk memulai usaha hingga menjalankan bisnis setiap hari.
  5. Saat Google meluncurkan Google Plus pada Juni 2011, tampaknya itu menjadi pukulan berat bagi Facebook pada saat itu. Bahkan CEO Facebook Mark Zuckerberg sampai mendeklarasikan perang. Dalam buku mendatangnya yang disebut “ Chaos Monkeys: Obscene Fortune and Random Failure in Silicon Valley,” mantan pegawai Facebook Antonio Garcia Martinez mengungkap bagaimana CEO Facebook Mark Zuckerberg tampak menyatakan ‘lockdown’ dan bersumpah untuk menghancurkan Google Plus di 2011. Penulis mencatat, peluncuran Google Plus pada Juni 2011 menghantam Facebook seperti bom. “Zuck menyamakan itu sebagai ancaman eksistensial sebanding dengan menempatkan nuklir Soviet di Kuba pada 1962,” kutipan yang diterbitkan oleh Vanity Fair. Martinez menyatakan bahwa selama awal Facebook, “Google telah terkenal meremehkan itu.” Namun ketika raksasa pencarian menyaksikan karyawan Google pindah ke Facebook, Google mulai merasa gugup. “Google menerapkan kebijakan di mana setiap Googler (sebutan pegawai Google) yang mendapat tawaran oleh Facebook, Google akan memberikan penawaran berkali-lipat,” tulis Martinez. Meski begitu, kebijakan tersebut tak menghentikan pegawainya untuk pindah ke Facebook. Dengan peluncuran Google Plus, jelas raksasa mesin pencari menargetkan Facebook sebagai sasarannya. Penulis mencatat, Google Plus cukup baik dalam beberapa hal dari Facebook. Khawatir Google akan mengambil alih media sosial dengan kekuatan pencariannya, Zuckerberg menyatakan “lockdown.” Zuckerberg dikabarkan telah menyampaikan pidato kunciannya pada saat Google Plus diluncurkan.
  6. Mark Zuckerberg belum lama ini menghadiri Q&A Session di Berlin, Jerman, untuk membicarakan tentang Facebook AI Research dan kerjasamanya dengan universitas di sana. Namun sebagai pemimpin Facebook yang memiliki jutaan pengguna, tak heran ketika seseorang bertanya kepadanya mengenai apa yang akan dia lakukan seandainya menjadi CEO Twitter. Seperti diketahui, Twitter telah mengalami perlambatan pertumbuhan pengguna. Jika dulunya ia secara langsung berhadapan dengan Facebook, kini jumlah penggunanya bahkan telah kalah dari Instagram yang juga dicaplok Facebook. Sebagai perbandingan, Instagram telah memiliki 400 juta pengguna, sementara Twitter hanya 320 juta. Situs berbagi gambar dan video 15 detik itu memiliki 200 ribu pengiklan, sementara Twitter hanya 130 ribu. Karena itu, Zuck berkata: "Live akan menjadi hal yang menakjubkan untuk tokoh masyarakat. Bayangkan mereka atau politikus memiliki kekuatan untuk broadcast dari sakunya, live, memiliki ribuan penonton." "Saya kira Anda akan melihat hal seperti ini di Facebook dan Instagram. Lalu jika teman-teman di Twitter melakukan hal yang baik, saya kira Anda juga akan melihat hal yang sama di sana," sambungnya. Twitter sendiri sebenarnya memiliki Periscope yang memungkinkan pengguna untuk livedengan penonton. Menurut Zuck, tantangan Twitter adalah mewujudkan ‘live’ di sosial medianya.
  7. Mark Zuckerberg, CEO Facebook, mengaku berhasil menjalani resolusi tahun 2015 yang ditetapkannya sendiri. Ia melahap dua buku setiap bulannya, belajar bahasa Mandarin, dan berkenalan dengan satu orang baru setiap harinya.Tahun 2016 ini, Zuckerberg menantang dirinya lebih jauh lagi. Pria berumur 31 tahun itu bercita-cita untuk membuat asisten digital pribadi berbasis Artificial Intelligence, mirip Jarvis dari serial Iron Man.Jarvis sendiri adalah Artificial Intelligence (AI) supercanggih yang dibuat langsung oleh sang Iron Man, Tony Stark. AI ini merupakan pelayan digital yang mampu mengelola pekerjaan dan kehidupan Stark."Tantangan pribadi saya untuk tahun 2016 adalah membangun AI sederhana untuk mengelola rumah dan membantu saya dengan pekerjaan. Anda bisa berpikir, ia mirip seperti Jarvis dalam Iron Man," tulis Zuckerberg, sebagaimana KompasTekno rangkum melalui akun Facebook-nya.Sebagai langkah awal, ayah dari Maxima Chan Zuckerberg ini akan mempelajari dasar dari teknologi rumah pintar yang sudah ada. Setelah itu, impian Zuck terdengar semakin ambisius."Kemudian, saya akan mengajarinya memahami suara saya untuk mengontrol semuanya dalam rumah--musik, lampu, temperatur, dan lain-lain," tutur Zuckerberg."Saya akan mengajarinya untuk membiarkan teman saya masuk ke rumah hanya dengan melihat wajahnya saat menekan bel pintu. Saya juga akan mengajarinya untuk memberi peringatan apabila ada sesuatu yang harus diperiksa di kamar Max," lanjut Zuckerberg.Tidak hanya dari kebutuhan di rumah, AI buatan Zuckerberg ini diharapkan dapat membantunya dalam sisi pekerjaan."Di sisi pekerjaan, akan membantu visualisasi data dalam Virtual Reality untuk membantu saya membangun layanan yang lebih baik dan lebih efektif dalam memimpin organisasi," katanya.Zuckerberg sendiri berjanji untuk memberikan update terbaru setiap ada perkembangan dari resolusinya ini. Mari kita tunggu saja, apakah ia mampu mewujudkan ambisi 2016 ini atau tidak.
  8. Raksasa sosial media, Facebook baru-baru ini dikabarkan ‘memaksa’ para karyawannya untuk menggunakan perangkat Android. Hal itu disampaikan oleh Chris Cox, Chief Product Officer Facebook yang mengatakan bahwa semua karyawan dari perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu diinstruksikan untuk beralih ke smartphone Android ketimbang iPhone. Bahwa Chris Cox menginstruksikan dengan tegas para timnya agar beralih ke perangkat Android, “Saya memberikan mandat sebuah peralihan dari sejumlah tim saya ke Android,” ujar Cox. Dalam komentar yang sama pun, ia melanjutkan bahwa jika para karyawan Facebook dibebaskan untuk memiliki perangkat mereka sendiri, maka sebagaian mereka pasti memilih perangkat dari Apple. Meskipun instruksi ini terlihat seperti memaksa karyawan Facebook, namun sebenarnya perusahaan tidak sedang mempromosikan perangkat Android atau melarang menggunakan produk besutan Apple. Tujuan Facebook memaksa karyawannya menggunakan Android tidak lain dan tidak bukan karena mayoritas pengguna Facebook adalah pengguna Android juga. Terutama di negara-negara berkembang, dimana sudah banyak masyarakat yang beralih dari ponsel ke perangkat Android. Hal ini dinilai sebagai tindakan yang sangat praktis, Cox mengungkapkan bahwa ia mendorong timnya agar menggunakan Android agar mereka dapat secara langsung menemukan bug dan hidup dalam pengalaman yang sama dengan sebagian besar pengguna Facebook di seluruh dunia. Facebook sendiri tak ingin kehilangan kesempatan besar mereka di negara-negara berkembang, seperti di India, Tiongkok, dan tak terkecuali di Indonesia. Pengguna Facebook di negara berkembang mayoritas menggunakan Android untuk mengakses Facebook. Dan seperti yang diketahui, Android merupakan sistem operasi mobile yang memimpin sebagai pengguna terbanyak. Untuk saat ini, pengguna aktif Adroid telah mencapai 1,4 miliar orang di seluruh dunia.
  9. Kebahagiaan nampaknya sedang menyelimuti bos Facebook, Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan. Kebahagiaan ini karena baru saja mereka berdua dikaruniai seorang putri yang mereka beri nama Max. Bahkan bos Facebook ini tidak segan-segan untuk membagikan 99% saham yang dimiliki Facebook untuk kegiatan sosial, atas kelahiran putri pertamanya. Tindakan Mark membagikan saham Facebook bertujuan untuk kelangsungan hidup putrinya nanti di masa mendatang. Bahkan Mark sendiri membuat sebuah tulisan di akun resmi Facebook-nya, yang mana disebutkan bahwa dirinya ingin putrinya kelak hidup lebih baik dari mereka (Mark dan Chan). Tidak hanya pada putrinya saja, Mark juga ingin kelak para anak-anak di dunia ini memiliki kehidupan yang lebih baik, dibandingkan dengan sekarang. Bertepatan dengan lahirnya putri mereka, Mark juga mengumumkan Chan Zuckerberg Initiative, yang mana merupakan sebuah organisasi amal yang berfokuskan pada perkembangan anak-anak di dunia di masa depan. Hal-hal yand dicakup oleh Chan Zuckerberg Initiative adalah pembelajaran akan pribadi seseorang, menyembuhkan penyakit yang ada di dunia ini, menghubungukan orang-orang, dan juga membangun sebuah komunitas yang kuat. Oh ya, bicara soal nilai saham yang didonasikan Mark untuk kegiatan sosial tersebut, kabarnya 99% saham tersebut senilai 45 miliar USD atau jika dikonversikan ke mata uang Rupiah senilai sekitar 600 triliun Rupiah, fantastis.
  10. Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi memang tidak terelakan. Apalagi seperti saat ini dimana perkembangan teknologi bisa dibilang cepat. Namun perkembangan teknologi ini tidak diimbangi dengan penggunaan bahan baku dan proses pembuatan yang bersahabat dengan lingkungan sekitar. Sehingga tidak heran seperti saat ini jika lubang ozon, terutama di daerah kutub kian membesar. Bahkan hal ini juga berdampak pada perubahan iklim yang drastis, di berbagai belahan dunia. Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa orang ternama di bidang teknologi membuat rencana terobosan, agar nantinya teknologi yang diciptakan oleh manusia ini tidak merusak lapisan ozon dan lingkungan di dunia ini. Adalah Mark Zuckerberg yang ikut bergabung bersama mantan petinggi Microsoft, Bill Gates, dalam proyek Breakthrough Energy Coalition. Ternyata tidak hanya mereka berdua, ada juga istri dari Mark Zuckerberg, Priscilla Chan yang ikut bergabung dalam proyek ini. Pernyataan ini dilontarkan langsung oleh Mark sendiri di akun Facebook miliknya. Dia mengatakan bahwa untuk membangun dunia yang lebih baik, teknologi saat ini haruslah bersahabat dengan lingkungan sekitar. Apalagi perubahan iklim juga mempengaruhi dalam perkembangan sebuah teknologi. Selain itu juga dia mengatakan bahwa investasi ini merupakan investasi jangka panjang, untuk generasi selanjutnya. Dalam situs Breakthrough Energy Coalition, menjelaskan bahwa tujuannya adalah untuk menutupi kesenjangan dalam pendanaan pemerintah di berbagai negara dengan komersialisasi ide yang paling menjanjikan dan terukur. Proyek Breakthrough Energy Coalition ini tidak hanya diikuti oleh tiga orang ternama tadi, namun juga diikuti oleh para petinggi di bidang teknologi seperti, Richard Branson (pendiri Virgin Group), Jeff Bezos (CEO Amazon.com), Jack Ma (pendiri situs e-commerce Alibaba), dan Masayoshi Son (pimpinan operator Sprint).
  11. Beberapa bulan yang lalu, Facebook memang baru saja menempati sebuah kantor pusat yang baru. Nah, untuk memberikan gambaran tentang markas besar mereka yang baru, Bos Facebook, Mark Zuckerberg menunjukkan kantor barunya. Bahkan Zuck tidak segan-segan menunjukan meja kerjanya. Dalam postingan video pada akun sosial medianya yang bertajuk “First Live Video at Facebook”, Mark yang saat itu hanya mengenakan kaos berwarna abu-abu memulai rekaman videonya dengan bercerita bahwa ia dan timnya beberapa bulan yang lalu telah menempati kantor pusat yang baru itu. Zuck mengungkapkan bahwa markas besar Facebook yang baru itu memang didesain tanpa sekat pembatas sehingga semua meja-meja karyawan yang lain saling terlihat. Tujuan Zuck membuat desain kantor “open office” yang transparan bukan tanpa alasan, ia menginginkan suasanya kantor yang memiliki ruang terbuka, hingga antar karyawan dapat bertegur sapa satu sama lain dengan mudah. “Konsep ide desainnya agar orang-orang bisa dekat satu dengan lainnya, bisa berbagi dan berkomunikasi sehingga bisa menciptakan kolaborasi. Kami berpikir ini merupakan kunci terbaik untuk membangun komunitas,” ungkap Mark. Masih dalam kesempatan yang sama, Mark tidak hanya memperkenalkan suasana kantor pusat barunya, ia juga memperlihatkan meja kerja pribadinya di markas besar Facebook tersebut. Memang tak ada yang spesial dari meja kerja sang CEO Facebook ini, di mana hanya terlihat sebuah komputer jinjing besutan Apple beserta sejumlah buku yang berada di samping kanan dan kiri laptop tersebut. Ada juga logo Facebook di meja kerja Mark. Selain tidak menampilkan perbedaan khusus dari meja kerja karyawan lain, meja kerja Mark juga berdampingan dengan meja kerja karyawan lainnya. Pada video tersebut, di saat terakhir, Mark bergeser di belakang meja kerjanya yang merupakan ruang rapat. Masih tetap mengusung suasana transparan, ruang rapat pada kantor pusat tersebut hanya dipisahkan kaca transparan pada setiap sisi-sisi ruangannya. Dengan mengusung kaca pada ruangan tersebut, karyawan lain yang berada di luar ruangan rapat tersebut masih bisa melihat apa yang terjadi di dalam ruang rapat tersebut. Mark mengukapkan bahwa di sana lah ia menghabiskan waktunya dan ia memang sengaja mengusung konsep transparan pada markas besarnya agar orang-orang dapat melakukan apa yang dia bisa serta dapat melakukan yang terbaik. Meski Mark Zuckerberg merupakan pemuda terkaya di dunia, ia masih tetap memiliki kepribadian yang sederhana. Dengan mengusung konsep “Open Office” pada kantor Facebook yang baru, ini menunjukkan bahwa Mark masih mau bergabung dengan karyawan lainnya tanpa membedakan status dan fasilitas antara ia dan karyawan lainnya. Bisa dilihat dari foto di atas bahwa meja kerja Mark bersebelahan langsung dengan karyawan lain tanpa adanya sekat pembatas. Supaya jelas Anda bisa tonton sendiri deh videonya berikut ini:
  12. Selama ini kita telah terbiasa dengan jejaring sosial berwarna biru yang begitu populer digunakan orang seantero dunia, Facebook. Namun apakah Anda pernah terpikir bagaimana situs tersebut dibangun oleh Mark Zuckerberg dari awal? Berikut ada sedikit ulasan sejarah tentang pendirian situs jejaring sosial tersebut yang dilakukan oleh seorang pemuda yang tengah kuliah di Harvard University namun akhirnya memilih hengkang demi menekuni bisnis startup yang akhirnya mengantarkannya menjadi miliarder muda dunia ini. Kini Facebook memiliki pengguna aktif bulanan telah sampai 1,44 miliar. Apabila melihat perjalanannya, situs yang mulai diluncurkan pada 4 Februari 2004 tersebut, ternyata tidak lepas dari banyaknya godaan juga terpaan. Beberapa momen terpenting dari kisah nyata Mark Zuckerberg membangun Facebook, tercatat beebrapa kali FB ditawar oleh pihak Yahoo, tepatnya pada tahun 2006 silam, atau waktu itu usianya Facebook masih 2 tahun. Tetapi beruntung, pasalnya waktu itu, sang pendiri Facebook, Mark Zuckerberg yang waktu itu berusia 22 tahun tidak jadi melepas lamannya ke pihak Yahoo. Padahal, waktu itu, internal dari Facebook sendiri, sangat mendorong jika situs Facebook jual saja kepada pihak Yahoo. Mark Zuckerberg berhasil membaca prospek Facebook di masa depan. Jika dia hanya berorientasi kekayaan sesaat, penawaran Yahoo ketika itu bukan penawaran yang kecil. Perusahaan internet Yahoo telah berani menawar Facebook dengan uang seharga 1 miliar USD, padahal baru didirikan 2 tahun lalu. Bukan hanya itu saja, sang investor utama dari jejaring sosial Facebook, Accel Partners, pun mendesak kepada Zuckerberg supaya bisa menerima tawaran dari pihak Yahoo. Salah satu rekan Mark Zuckerberg yang menjadi saksi sejarah, Mark Andreessen mengungkapkan, jika saat tekanan pada penjualan situs FB sangat kuat, ia bersama Zuckerberg tetap berusaha untuk berpikir dengan tenang dan tidak diikuti emosional. Begitu Zuckerberg memperoleh beberapa nasihat dari sang koleganya, Zuckerberg pada akhirnya tidak meneruskan untuk menjual Facebook kepada pihak Yahoo. Mark Zuckerberg pada akhirnya langsung buat satu pilihan tegas yang sangat tepat tidak menjual laman Facebook, dengan mendengarkan semua pendapat juga saran dari sang kolega Andreessen. Laman Facebook buatannya tersebut, saat ini telah mencapai nilai funtastis yaitu seharga 200 miliar USD.
  13. Selama ini kita telah terbiasa dengan jejaring sosial berwarna biru yang begitu populer digunakan orang seantero dunia, Facebook. Namun apakah Anda pernah terpikir bagaimana situs tersebut dibangun oleh Mark Zuckerberg dari awal? Berikut ada sedikit ulasan sejarah tentang pendirian situs jejaring sosial tersebut yang dilakukan oleh seorang pemuda yang tengah kuliah di Harvard University namun akhirnya memilih hengkang demi menekuni bisnis startup yang akhirnya mengantarkannya menjadi miliarder muda dunia ini. Kini Facebook memiliki pengguna aktif bulanan telah sampai 1,44 miliar. Apabila melihat perjalanannya, situs yang mulai diluncurkan pada 4 Februari 2004 tersebut, ternyata tidak lepas dari banyaknya godaan juga terpaan. Beberapa momen terpenting dari kisah nyata Mark Zuckerberg membangun Facebook, tercatat beebrapa kali FB ditawar oleh pihak Yahoo, tepatnya pada tahun 2006 silam, atau waktu itu usianya Facebook masih 2 tahun. Tetapi beruntung, pasalnya waktu itu, sang pendiri Facebook, Mark Zuckerberg yang waktu itu berusia 22 tahun tidak jadi melepas lamannya ke pihak Yahoo. Padahal, waktu itu, internal dari Facebook sendiri, sangat mendorong jika situs Facebook jual saja kepada pihak Yahoo. Mark Zuckerberg berhasil membaca prospek Facebook di masa depan. Jika dia hanya berorientasi kekayaan sesaat, penawaran Yahoo ketika itu bukan penawaran yang kecil. Perusahaan internet Yahoo telah berani menawar Facebook dengan uang seharga 1 miliar USD, padahal baru didirikan 2 tahun lalu. Bukan hanya itu saja, sang investor utama dari jejaring sosial Facebook, Accel Partners, pun mendesak kepada Zuckerberg supaya bisa menerima tawaran dari pihak Yahoo. Salah satu rekan Mark Zuckerberg yang menjadi saksi sejarah, Mark Andreessen mengungkapkan, jika saat tekanan pada penjualan situs FB sangat kuat, ia bersama Zuckerberg tetap berusaha untuk berpikir dengan tenang dan tidak diikuti emosional. Begitu Zuckerberg memperoleh beberapa nasihat dari sang koleganya, Zuckerberg pada akhirnya tidak meneruskan untuk menjual Facebook kepada pihak Yahoo. Mark Zuckerberg pada akhirnya langsung buat satu pilihan tegas yang sangat tepat tidak menjual laman Facebook, dengan mendengarkan semua pendapat juga saran dari sang kolega Andreessen. Laman Facebook buatannya tersebut, saat ini telah mencapai nilai funtastis yaitu seharga 200 miliar USD.
  14. Mark Zuckerberg tengah berbahagia. Pendiri sekaligus CEO Facebook itu mengumumkan bahwa sang Istri, Pricilla Chan, telah hamil kembali untuk mendapatkan anak pertamanya. Laki-laki atau perempuan? Kabar ini langsung menggema dan menjadi viral dari 33,2 juta pengikutnya saat Mark mengumumkan kabar ini dalam postingan status di akun Facebook resminya. Jenis kelamin sang jabang bayi pun ikut diumumkan. “Priscilla dan aku memiliki kabar menarik. Kami akan memiliki seorang anak perempuan! Ini akan menjadi babak baru di kehidupan kami. Kami merasa beruntung dengan kesempatan ini," ujarnya seperti detikINETkutip dari laman Facebook Zuckerberg, Sabtu (1/8/2015). Mark sendiri telah tiga tahun menikahi Priscilla yang seorang dokter dan pengajar. Dengan kehamilan ini membuat rumah tangga mereka kembali ceria dan dipenuhi harapan, pasalnya mereka sudah mengalami tiga kali keguguran. Dalam postingannya, Mark tidak menyebutkan kapan putri mereka bakal lahir. Namun, ia menegaskan bahwa risiko keguguran kandungan istrinya kali ini amat kecil. "Kami harap bahwa dengan berbagi pengalaman, kami bisa memberikan harapan yang sama kepada lebih banyak orang dan akan membantu lebih banyak orang merasa nyaman untuk berbagi cerita mereka," tulisnya. Mark, yang kerap menggunakan Facebook untuk mengumumkan urusan perusahaan maupun urusan pribadi, amat terbuka mengenai perasaan dirinya dan Priscilla, yang notabene berprofesi sebagai dokter, soal betapa sulitnya mendapat anak. Ia menulis soal harapan yang mereka rasakan pada setiap kehamilan. "Anda mulai membuat rencana, dan tiba-tiba pupus begitu saja. Itu adalah pengalaman yang sedih. Sebagian besar orang tidak mendiskusikan keguguran karena Anda khawatir masalah Anda akan menjauhkan Anda atau terjadi pada Anda. Sehingga Anda menanggungnya sendiri," ujarnya. Ia pun menyebutkan bahwa istri dan jabang bayi di perutnya dalam keadaan sehat. Zuck berjanji bakal memberikan kabar apabila sang istri sudah akan melahirkan. "Dalam USG, ia (sang bayi) bahkan sudah memberikan jempol 'like' dengan tangannya," kata Mark tertawa. Mark dan Priscilla sendiri bertemu saat mereka masih kuliah di Universitas Harvard. Mereka jadi teman sekelas dan berpacaran selama lebih dari sepuluh tahun sebelum akhirnya mengikat janji perkawinan di 2012.
  15. Mark Zuckerberg Mark Zuckerberg dan istrinya Priscilla Chan menyumbang USD 5 juta atau sekitar Rp 66,6 miliar kepada lembaga penyalur beasiswa untuk imigran gelap, TheDream.us. Bos Facebook tersebut menginginkan agar imigran gelap di Amerika bisa kembali belajar dan kuliah. "Amerika didirikan sebagai negara imigran. Kita harus menyambut orang-orang muda yang cerdas serta pekerja keras dari segala bangsa. Kita harus membantu masyarakat mencapai potensi penuh diri mereka," ucap Zuckerberg seperti dikutip merdeka.com dari CNN di Jakarta, Kamis (18/6). Penggunaan dana ini ditargetkan kepada siswa yang datang ke Amerika sebagai imigran yang tidak berdokumen. Kebijakan imigrasi memang telah dibuat oleh Presiden Barrack Obama, di mana imigran akan mendapatkan pembebasan deportasi dan memungkinkan mereka untuk bekerja. Zuckerberg dalam halaman Facebooknya menulis bahwa penggunaan dana ini sangat penting untuk mendidik pemuda yang terpinggirkan di Amerika. Menurutnya, sumbangan ini akan digunakan oleh 400 imigran gelap di San Fransisco Bay Area untuk lima tahun ke depan. Ini bukan pertama kalinya, bos Facebook beraksi untuk imigran gelap. Dua tahun lalu, Zuckerberg bersama CEO teknologi lainnya membentuk kelompok kepentingan untuk mendorong imigran mendapatkan kewarganegaraan. TheDream.us sendiri dipimpin oleh oleh Gon Graham dan telah mengumpulkan data untuk imigran gelap setidaknya USD 35 juta atau sekitar Rp 466 miliar.
  16. Facebook sering dianggap sebagai salah satu tempat terbaik untuk bekerja di industri teknologi. Selain tempatnya mengasyikan, semua pekerja di sini adalah pekerja keras, termasuk CEO Mark Zuckerberg. Memang Facebook memberikan kesejahteraan lebih agar pekerja terbaiknya bisa betah di kantor raksasa jejaring sosial ini. Malah, seorang pekerja magang pun bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya di kota besar Amerika Serikat. Kalau karyawannya sudah bekerja keras, sedikit banyak ini menular dari etos kerja sang pemimpin. Karena, walaupun Zuckerberg sudah menjadi CEO sekaligus pendiri, dia masih sering bekerja dan berlama-lama di kantornya. Lee Byron, salah satu karyawan di divisi pengembangan aplikasi Facebook untuk iOS, menceritakan bagaimana kebiasaan Zuckerberg bekerja selama ini. Menurut dia, bila tidak ada aktivitas di luar, pria yang akrab disapa Zuck itu biasa bekerja normal di mejanya. "Dia bahkan datang setiap pagi sebelum saya sampai dan pulang setelah makan malam. Saya bisa memperkirakan dia bekerja lebih dari 10 jam setiap hari, selama 5 hari sepekan," kata Byron. Kerja keras Zuckerberg selama 45 sampai 50 jam setiap pekan menular ke para bawahannya dan bersama meningkatkan nilai perusahaan yang kini telah lebih dari US$ 200 miliar. Byron yang sudah bekerja lebih dari 7 tahun di kantor pusat Facebook, menambahkan, terkadang Zuckerberg masih datang ke kantor pada saat akhir pekan untuk bekerja. "Tentu saja, dia masih akan datang ke kantor bila ada sebuah proyek yang dianggap sangat menarik," sebutnya. "Dia mengambil pekerjaan sangat serius bukan hanya sebagai pengusaha saja, tetapi sebagai pemimpin, ia telah membantu menjaga budaya bekerja di perusahaan kami."
  17. Kegandrungan masyarakat Indonesia pada dunia maya membuat negara ini dijuluki sebagai salah satu pasar internet terbesar di Asia. Betapa tidak, jika per Juni 2014 kemarin harian The Wall Street Journal melansir pengguna Facebook di Indonesia telah menembus angka 69 juta orang. Pun hal yang sama juga dialami Twitter Inc yang telah digunakan oleh sedikitnya 50 juta orang Indonesia hingga akhir tahun lalu. Tak ayal, Chief Executive Officer (CEO) Twitter Dick Costolo yang beberapa waktu lalu menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar di bisnis dunia maya. "Indonesia merupakan pertumbuhan terbesar saat ini, dan Indonesia jadi salah satu pasar yang paling meguntungkan," katanya. Akan tetapi, ditengah besarnya pengguna layanan linimassa dan aplikasi internet tak ada satu pun pelaku usaha lokal yang mencuat dan diperhitungkan di bisnis internet domestik. Padahal, Indonesia memiliki bakat untuk menjadi subjek atau pembuat aplikasi (developer). Yang menjadi ironi, Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintahan Google Indonesia, Shinto Nugroho menilai masyarakat Indonesia pun hanya berpuas diri lantaran dikenal sebagai pasar internet yang bersar di Asia. "Itu artinya kita (hanya) subjek dong. Padahal raw material-nya (disini) sangat bagus," katanya pada CNN Indonesia saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (29/3). Shinto mengungkapkan, saat ini jumlah aplikasi buatan developer asal Indonesia mencapai ribuan. Namun lantaran tak menggunakan layanan marketing berintegrasi, nama maupun produknya pun tak dikenal banyak banyak orang. Selain itu, tak semua aplikasi yang dibuat juga tak dapat di-publish lantaran terkendala finansial dan masalah lain. Oleh karenanya, ia mengaku agak kesulitan ketika diminta memastikan berapa persen penggunaan aplikasi-aplikasi buatan anak negeri. "Padahal developer lokal itu bisa melihat masalah dengan lebih detail karena mereka memahami konteksnya,” kata Shinto. Disamping kendala-kendala tadi, Shinto bilang, faktor yang juga menjadi penghambat pertumbuhan bisnis aplikasi lokal di Indonesia juga dilatarbelakangi minimnya akses internet di beberapa daerah, lambatnya kecepatan internet hingga ketersediaan data yang teratur dan mumpuni. Berangkat dari hal tersebut, ia pun mendesak pemerintah dan pihak swasta mendukung para developer lokal yang dinilai memiliki kemampuan cukup mumpuni jika dibandingkan developer asing. "Bill Gates juga tidak akan pernah menjadi Bill Gates kalau Amerika bilang internet itu tidak penting," tegas Shinto beranalogi. Berharap Lahir Zuckerberg Lokal Di tengah ironi tadi, Shinto pun masih menyimpan asa bahwa Indonesia memiliki banyak anak muda yang mampu menjadi sosok laiknya Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook. Untuk mengakomodir bibit tersebut, ia menggelar bertajuk “Hack for Impact” hasil kerjasama antara Google Indonesia bersama Pemprov DKI Jakarta. Dari catatannya, lebih dari 50 aplikasi lokal berkompetisi di gelaran ini. Adapun kategori yang dipertandingkan meliputi pendidikan, kesehatan dan transportasi. Shinto mengatakan, dari setiap kategori yang dipertandingkan akan dipilih satu developer yang berhasil mendekati klasifikasi yang telah ditentukan para juri. Selain diberi hadiah, katanya, para pemenang juga berkesempatan untuk mengembangkan aplikasinya dengan dibantu mentor yang diakomodir oleh Google maupun Pemprov DKI Jakarta. Dari gelaran ini, Kepala Unit Pelaksana Teknis Jakarta Smart City, Alberto Ali pun berharap Hack for Impact dapat menjadi sarana developer lokal mengembangkan bisnis internet Indonesia yang saat ini hanya menjadi pasar bagi aplikasi developer asing. “Siapa tahu di sini ada Mark Zuckerberg-nya Indonesia," tutur Ali.
  18. Mark Zuckerberg atau di kenal sebagia bos Facebook itu berada di puncak candi borodubur menikmati indahnya pemandangan alam yang tentunya sangat asing bagi bos Facebook, di pagi hari dimana saat-saat mentari malu-malu mulai tampakkan diri Mark Zuckerberg sempatkan diri untuk berfoto-foto di tempat tersebut. Kunjugan Mark Zuckerberg ke candi borobudur ini di lakukan sebari sebelum tiba ke jakarta dalam rangka menghadiri Internet.org Developer Workshop. Moment indah yang di abadikan bos facebook ini lantas di posting, di postingnya itu Mark Zuckerberg memperilhatkan beberapa foto ke indahan Borobudur. Dalam salah satu foto tampak Mark Zuckerberg mengenakan celana pendek dan kaos warga hijau dan tak pula satu Daget. di dalam area candi tampak Mark Zuckerberg sedang duduk di salah satu stupa, foto-toto yang di ambil Mark Zuckerberg ini memiliki grafik begitu indah mungkin karema foto-foto tersebut di potret menggunakan kamera yang beresolusi tinggi. Karena foto-foto nya bagus itu hingga membuat seseorang di sosial media facebook bertanya pada Mark Zuckerberg. “Hasil gambarnya bagus sekali, Mark? Apa anda datang bersama dengan fotografer profesional?” tulis Darrell Moore Jr. Mark Zuckerberg pun membalas komentar tersebut. “Salah satu teman saya yang bekerja di Internet.org yang mengambil gambar ini.” jawab Zuckerberg. “Foto ini luar biasa bagus. Apakah anda menggunakan iPhone 6?” tanya Darrel kemudian. “Tidak foto-foto Ini di ambil menggunakan Samsung Galaxy S5″. Melihat komentar pengguna Facebook yang dibalas Mark, membuat para pengunjung lain antusias mengomentari foto Mark di Borobudur. Hingga kini foto tersebut telah mendapatkan 155.800 like dan jumlahnya terus bertambah.
  19. Zuckerberg mengupload video berisi salam Imlek itu di laman profil Facebooknya Salam tahun baru Imlek yang disampaikan bos Facebook dalam bahasa Mandarin telah disaksikan oleh jutaan pengguna Facebook, tetapi tidak dari Cina dimana jejaring sosial itu tetap di blokir. Untuk Imlek tahun ini, Mark Zuckerberg mempublikasikan ucapan dalam bahasa Cina. Pesan itu telah dilihat oleh hampir 4 juta orang, dan telah dipublikasikan ulang (share) sebanyak 36.000 kali sejak 19 Februari. Namun tidak satu pun catatan itu berasal dari pemirsa yang menjadi targetnya, yaitu orang di Cina. Hal itu karena Facebook dilarang di negara itu sejak 2009. Ada dugaan bahwa upaya Zuckerberg mempelajari bahasa Mandarin sebagai bagian dari rencananya untuk mencabut larangan itu. Semacam friend request ke seluruh bangsa Cina. Oktober tahun lalu, ia mengejutkan mahasiswa-mahasiswa universitas di Beijing ketika ia melakukan sesi tanya jawab selama 30 menit mengenai masa depan teknologi global dalam bahasa Cina yang fasih. Zuckerberg mengatakan ia mulai belajar bahasa Cina untuk berkomunikasi lebih baik dengan keluarga istrinya, dan memahami budaya Cina dengan lebih baik lagi. Namun belum diketahui jika keahlian ini akan membantunya menyelesaikan masalah Facebook di Cina, di saat ketika perusahaan-perusahaan teknologi global semakin kesulitan untuk beroperasi di negara itu.
  20. Saya percaya founder yang baru terjun membuka bisnis online, terutama bisnis online yang technology based perlu belajar dari mindset founder lain di masa awal berdirinya. Mari kita lihat seperti apa mindset Mark Zuckerberg dan apa yang bisa kita pelajari dari media coverage atau ulasan media di saat awal TheFacebook berdiri. Pada tanggal 9 Februari 2004, hanya beberapa hari setelah Mark Zuckerberg menyelesaikan Minimum Viable Product (MVP) dari TheFacebook.com, media offline dan online The Harvard Crimson, yang khusus mengulas berita terkait Universitas Harvard, membuat berita tentang The Facebook di Hundred Register for New Facebook Website. Hanya berselang 9 hari, The Crimson menulis berita lagi tentang TheFacebook di Harvard Bonds on Facebook Website. Yang ke-3, 10 Juni 2014, The Whiz Behind TheFacebook Pelajaran apa yang bisa kita petik dari ketiga artikel ini ? Kompetensi “Everyone’s been talking a lot about a universal face book within Harvard,” Zuckerberg said. “I think it’s kind of silly that it would take the University a couple of years to get around to it. I can do it better than they can, and I can do it in a week.” “Semua orang berbicara tentang universal face book di Harvard, saya pikir gila jika Universitas membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membuatnya. Saya bisa melakukannya lebih baik dari mereka, dan saya bisa membuatnya dalam satu minggu” Ya, ini adalah kompetensi yang bertemu dengan kesempatan. “Preparation meets opportunity”. Banyak orang yang mengira membangun bisnis dimulai dari ide bisnis. Tetapi yang terjadi pada Mark Zuckerberg, sedikit berbeda, ia memulai dari kompetensi terlebih dahulu yang dikombinasikan dengan masalah yang ia temukan di Harvard. Hal ini mengingkatkan saya pada kalimat dari Alexis Ohanian dalam buku “without their permission” bahwa salah satu starting point dalam mencari ide bisnis online adalah membuat sesuatu yang orang lain tidak bisa membuatnya, kecuali founder itu sendiri. Cara seperti ini akan membuat sebuah benteng alami yang membatasi para kompetitor. Fail fast “I can do it better than they can, and I can do it in a week.” Berapa lama Anda membuat produk teknologi sebelum melaunchnya ke public ? 3 bulan ? 6 bulan ? Mark Zuckerberg membuat versi pertamanya hanya dalam 1 minggu, di mana dalam 1 minggu ini tiap harinya ia hanya tidur sekitar 3 jam saja. Making small things “I don’t really know what the next big thing is because I don’t spend my time making big things,” he says. “I spend time making small things and then when the time comes I put them together.” The Crimson, 10 Juni 2004 “Saya tidak tahu apa yang akan menjadi the next big think karena saya tidak menghabiskan waktu untuk membuat hal besar, saya menghabiskan waktu membuat hal-hal kecil dan ketika waktunya tiba, saya menyatukannya.” TheFacebook memang terlihat sebuah big thing, big shot, moonshot thinking – apapun istilahnya, karena Zuckerberg hanya membuat 1 startup yang meledak di seluruh dunia, tetapi sebenarnya sebelum membuat Facebook, Mark Zuckerberg membuat banyak project kecil sebelumnya, antara lain: Facemash, membandingkan foto mahasiswa dan mengajak user memilih yang mana yang lebih hot. Social study tool, dua hari sebelum final pelajaran art history, Zuckerberg mengalami kesulitan untuk belajar karena harus memahami sekitar 500 gambar sejarah, maka ia membuat website yang berisi 1 gambar setiap halaman dan memberikan kolom komentar, lalu ia mengirimkan email ke teman-teman sekelasnya untuk berbagi catatannya, hasilnya seperti sebuah online study group di masa-masa kritis khas mahasiswa, 2 hari sebelum ujian, mereka bekerjasama belajar menggunakan website ini, dalam 2 jam seluruh gambar terisi dengan catatan, dari aktivitas ini mereka semua lulus ujian. (Fastcompany) Coursematch, project yang memiliki fitur mahasiswa bisa melihat mahasiswa lain yang mendaftar di kelas mereka. Synapse, project yang mempelajari pola musik yang disukai user dan di embed sebagai plugin ke WinAmp, di posting free di internet. Laser Focus When Zuckerberg starts a programming project, all else takes a backseat. He doesn’t eat, doesn’t sleep, doesn’t talk to friends. When he buried himself in his room to work on thefacebook.com late last January, his roommates almost forgot he was there. Ketika Zuckerberg memulai project programming, semua hal lainnya menjadi tidak penting. Ia tidak makan, tidak tidur, tidak bicara dengan temannya. Ketika ia “mengubur” dirinya di ruangannya untuk mengerjakan thefacebook.com di akhir Januari 2004, teman sekamarnya hampir lupa kalau ia ada di sana. Mendapatkan pelajaran paling banyak dari ngobrol dengan teman, bukan dari buku atau pelajaran di kelas C++ For Dummies was his first introduction to formal programming, but Zuckerberg says he learned most of what he knows from talking with friends. C++ For Dummies adalah pertemuan pertamanya dengan pelajaran programming, tetapi Zuckerberg mengatakan bahwa ia belajar paling banyak dari ngobrol dengan teman. Dengan “making small things” ia bisa melompat dari satu kompetensi ke kompetensi lainnya America Online, WinAmp and Microsoft—among others—all expressed interest in buying the program. “Some companies offered us right off the bat up to one million, and then we got another offer that was like two million,” he says. He and D’Angelo at first decided not to sell.“I don’t really like putting a price-tag on the stuff I do. That’s just like not the point,” But after the two had matriculated to college, they decided to accept an offer—only to find the company was no longer interested. Zuckerberg says. “We were pretty naïve about it,” Zuckerberg admits. Today, he retains a legal counsel for his products. Synapse may not have made Zuckerberg money, but it put him on the programming map. It also prepared him for the hype and corporate offers he would be faced with two years later, after thefacebook.com began its exponential growth across the country. Project Synapse yang adalah project kelulusan SMAnya, sempat mendapatkan offer puluhan miliar dari corporate, ditolak oleh Zuckerberg, yang kemudian mereka terima setelah beberapa bulan kemudian, tetapi corporate tersebut sudah tidak tertarik lagi. Hal ini mempersiapkan dirinya dalam menghadapi hype dari pertumbuhan eksponensial Facebook 2 tahun kemudian. Menilai resource (sumber daya) lebih penting daripada uang “That’s just like not something we’re really interested in,” he says, referring to selling out thefacebook.com. “I mean, yeah, we can make a bunch of money—that’s not the goal…I mean, like, anyone from Harvard can get a job and make a bunch of money. Not everyone at Harvard can have a social network. I value that more as a resource more than like any money.” Ketika ditanya kenapa tidak menjual thefacebook dan mendapatkan banyak uang ? Zuckerberg menjawab, “saya menilainya sebagai resource yang lebih berharga dari uang berapapun banyaknya.”
  21. Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg tampaknya sangat menaruh minat yang besar untuk berinvestasi di lembaga pendidikan startups bernama Panorama Education yang menawarkan solusi analisis data untuk meningkatkan mutu sebuah pendidikan. Menurut Mashable, Panorama Education baru saja mengumumkan pada hari Senin ini kalau modal perusahaannya kini telah meningkat sebesar 4 Juta USD berkat adanya penambahan dana yang berasal dari yayasan Zuckerberg. Tak hanya itu saja, ternyata ada sekelompok investor lain dengan nama-nama terkenal, seperti Google Ventures, SoftTech VC, A-Grade Investments (yayasan milik Ashton Kutcher) dan Universitas Yale, yang juga turut berpartisipasi menanamkan modalnya di Panorama Education. Yayasan Zuckerberg didirikan pada tahun 2010 yang lalu dengan kepemilikan dana sebesar 100 juta USD yang didedikasikan khusus untuk meningkatkan pendidikan, sedangkan Panorama Education sendiri termasuk salah satu lembaga/perusahaan startup yang bertujuan untuk menyediakan sebuah platform yang sedang digunakan oleh lebih dari 4.000 sekolah dan bahkan mencapai lebih dari 1 juta siswa.
  22. Mark Zuckerberg dikenal sebagai salah satu sosok yang berhasil menuai kesuksesan di usia muda. Terlebih jejaring sosial Facebook yang dikembangkannya kini menjadi sosial media terpopuler dunia. Dan dalam sebuah ajang tanya jawab, Zuckerberg pun memberikan sarannya untuk para entrepreneur yang engah berjuang menjadi seorang sukses. Zuck mengatakan kalau tak ada orang yang bisa menyelesaikan semua permasalahan. Oleh karena itu, seorang entrepreneur haruslah memiliki tim, baik itu teman ataupun keluarga yang mempunyai pemikiran serta kepribadian berbeda. Dengan begitu, setiap anggota tim akan bisa fokus pada problem yang berbeda atau memiliki skala pandangan yang berbeda. Hal ini, lanjut pria yang baru-baru ini berkunjung ke Indonesia tersebut, telah dibuktikan dengan pencapaiannya saat ini. Dia pun berhasil sampai ke tahap yang sekarang berkat orang-orang yang ada di sekitarnya. “Yah, Anda tak perlu menjadi manusia super, Anda harus bisa tetap maju dan jangan bekerja sendiri serta temukan orang untuk bisa berbagi ide Anda untuk menjalankan sesuatu yang penting bagi dunia,” ujarnya.
  23. Mark Zuckerberg (kiri) membantu wisatawan lain berfoto saat mengunjungi Candi Borobudur, Jawa Tengah, 12 Oktober 2014. Facebook.com/Mark Zuckerberg:The Youngest Billionaire In the World Pendiri dan Chief Executive Officer Facebook Mark Zuckerbeg punya pendapat soal jaringan Internet di Indonesia. Menurut Zuckerberg, kecepatan Internet di Indonesia sudah cukup baik. Hal ini dia ketahui setelah menjajal jaringan Internet selepas berkunjung ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. "Saya bisa langsung mengunggah foto di Borobudur dan orang dari berbagai tempat bisa melihatnya dalam waktu cepat," kata Zuckerberg dalam acara Mobile Efficiency Developer Workshop, di Hotel Four Seasons Jakarta, Senin, 13 Oktober 2014. Zuckerberg mengunggah foto ke akun Facebook-nya saat sedang menikmati matahari terbit di Borobudur. Dalam foto yang diabadikan timnya, tampak Zuckerberg yang sedang duduk memunggungi kamera dengan latar belakang stupa candi dan matahari yang baru terbit. Zuckerberg mengatakan pengalaman yang sama dia rasakan ketika mengunjungi Yogyakarta. Zuckerberg bisa berbagi foto dan informasi lewat akses Internet yang stabil. Menurut dia, pemerataan akses Internet tidak terlepas dari peran pemerintah, perusahaan telekomunikasi, penyedia jaringan, dan pengembang digital. "Tentunya diawali dengan kemauan pemerintah," ucapnya. Zuckerberg berharap seluruh masyarakat Indonesia bisa merasakan Internet yang stabil. Untuk mewujudkan hal tersebut, Zuckerberg melalui proyek non-profit Internet.org melakukan kerja sama dengan penyedia jaringan Ericsson dan operator seluler XL Axiata. Program yang dilakukannya adalah menghadirkan Internet yang murah dan cepat. Internet.org sudah menyambangi sejumlah negara, antara lain Tanzania, Zambia, dan Filipina. "Ada tiga juta orang yang terkoneksi Internet," dia mengklaim.
  24. CEO dan Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, dalam acara Mobile Efficiency Developer Workshop di Hotel Four Seasons, di Jakarta, Senin, 13 Oktober 2014. Majalah Forbes merilis daftar 72 orang paling berkuasa di dunia tahun 2014. Tak cuma tokoh-tokoh berusia di atas setengah abad, daftar ini juga memuat sepuluh pemuda yang berpengaruh besar bagi kehidupan warga dunia. Dalam daftar yang dirilis pada Rabu, 5 November 2014, waktu Amerika Serikat itu, Forbes menempatkan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, sebagai tokoh muda yang paling powerful tahun ini. Menurut Forbes, pamor Zuckerberg terus bersinar seiring bertambahnya kekuatan perusahaan-perusahaan Internet semacam Facebook. Zuckerberg yang kini berusia 30 tahun duduk di daftar puncak orang muda paling berkuasa lantaran memiliki aset di atas US$ 30 miliar. Selain itu, Facebook yang dibuat Zuckerberg saat masih kuliah dianggap mempengaruhi kehidupan separuh warga dunia. Apalagi banyak pemimpin dunia yang menggunakan Facebook sebagai media komunikasi. Selain Zuckerberg, daftar pemuda paling berkuasa 2014 versi Forbes diisi oleh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dan bos Islamic State Irak and Syria (ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi. Berikut ini daftarnya: Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Usia 30 tahun. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Usia 31 tahun. Pendiri Google, Sergey Brin. Usia 41 tahun. Cofounder Google, Larry Page. Usia 41 tahun. Bos Tesla dan Space Exploration Technologies Corp, Elon Musk. Usia 43 tahun. Bos Tencent dan We Chat, Ma Huateng. Usia 43 tahun. Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi. Usia 43 tahun. Bos Baidu, Robin Li. Usia 45 tahun. Bos Samsung, Jay Y. Lee. Usia 46 tahun. CEO Microsoft, Satya Nadella. Usia 47 tahun.
  25. Mark Zuckerberg berusaha menarik simpati penduduk Cina dengan menggunakan bahasa Mandarin ketika berkunjung ke Beijing. Zuckerberg berkunjung ke ibu kota Cina itu pekan ini sebagai anggota dewan penasihat yang baru ditunjuk di Universitas Tsinghua. Untuk memenuhi sebagian perannya sebagai anggota dewan penasihat, ia bertatap muka dengan mahasiswa selama sekitar 30 menit. Dalam pertemuan itu, pendiri Facebook menggunakan bahasa Mandarin. Namun kecakapan Zuckerberg dalam bahasa Mandarin mendapat reaksi beragam dari penutur bahasa asli. Sebuah situs berita setempat menyebut percakapan Zuckerberg seolah "seseorang menginjak mukanya". Keluarga istri Beberapa orang lainnya lebih bersimpati kepadanya. "CEO ini begitu keren sehingga saya ingin menangis," tulis seorang pengguna media sosial. Meskipun sebagian orang sepakat bahwa pengucapan Zuckerberg belum lancar, sebagian orang terkesan karena ia berusaha menggunakan bahasa Mandarin. Zuckerberg, yang menikah dengan warga Amerika keturunan Cina Priscilla Chan, menetapkan target sendiri untuk belajar Mandarin pada 2010. Salah satu alasannya adalah agar ia bisa berkomunikasi dengan keluarga istrinya. Tetapi Facebook sebagai perusahaan juga ingin sekali meningkatkan hubungan dengan Cina. Pihak berwenang sampai sekarang masih melarang jejaring sosial tersebut.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy