Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'ilmuwan'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

  1. Stephanie Kwolek mengenakan sarung tangan berbahan Kevlar yang ia ciptakan (2007). Stephanie Kwolek membuat terobosan ketika mengembangkan campuran kristal cair yang dapat dipintal menjadi serat yang sangat kuat, jauh lebih kuat dari baja. Stephanie Kwolek, ilmuwan Amerika penemu kain sintetis super kuat namun ringan yang digunakan dalam rompi anti-peluru dan pelindung tubuh serta mendapat penghargaan karena menyelamatkan ribuan nyawa, meninggal dunia dalam usia 90 tahun. Kwolek tutup usia Rabu 18 Juni 2014 setelah sempat sakit dalam waktu singkat. Kwolek membuat terobosan ketika bekerja untuk DuPont di negara bagian Delaware, AS. Pada 1965, ia mengembangkan campuran kristal cair yang dapat dipintal menjadi serat yang sangat kuat, jauh lebih kuat dari baja. Bahan itu kemudian dipatenkan dengan nama Kevlar. Kevlar kemudian dipakai pada banyak industri, terutama pada rompi anti-peluru yang melindungi tentara dan polisi di seluruh dunia dari peluru dan pecahan peluru. Sejak itu bahan tersebut menjadi komponen dalam beragam produk mulai dari pesawat dan kendaraan militer lapis baja sampai ponsel dan perahu layar.
  2. Keping-keping ini diciptakan sebagai bagian Program Keping Jaringan untuk Pemeriksaan Obat-Obatan untuk mengevaluasi keamanan senyawa-senyawa obat. Pengujian obat baru agar aman dan efektif merupakan proses yang mahal dan lama. Para peneliti berupaya merancang keping komputer silikon yang bisa berfungsi seperti organ manusia, sehingga prosesnya lebih cepat dan lebih murah. Keping-keping silikon yang lebih kecil dari tangan anak-anak ini dilapisi dengan sel-sel hidup yang berfungsi dan bereaksi seperti organ dalam tubuh. Keping-keping ini diciptakan sebagai bagian Program Keping Jaringan untuk Pemeriksaan Obat-Obatan untuk mengevaluasi keamanan senyawa-senyawa obat. Program ini dipimpin National Center for Advancing Translational Sciences (NCATS), dimana Danilo Tagle menjabat sebagai direktur. Tagle menggambarkan bagaimana keping tiga dimensi itu diciptakan agar bisa meniru cara kerja paru-paru. "Dalam kasus itu, sel-sel akan mengganti peran kantong udara, sebagai alat khusus yang dirancang untuk bernapas dan mengembang, dan bisa menghisap udara dan cairan sebagaimana paru-paru normal. Untuk jantung, alat ini akan menggantikan otot jantung dan bisa menunjukkan kemampuan mengembang dan mengempis dan berdetak selayaknya otot jantung,” ujarnya. Keping yang berisi replika-replika sangat kecil sistem pencernaan, dapat berfungsi seperti lambung dan usus manusia, yang bergerak ketika mencerna makanan. Obat-obatan dimasukkan ke dalam organ-organ kecil ini dan melalui pipa-pipa mikro. Percobaan dengan keping jaringan ini telah menghasilkan data yang lebih akurat dibandingkan uji konvensional yang menggunakan hewan atau model-model sel. NCATS baru-baru ini memberikan hibah sebesar US$17 juta untuk tiga tahun ke depan untuk mengembangkan sebuah sistem organ tubuh manusia secara keseluruhan. "Jadi hal ini akan terpadu, saling terkait dan berfungsi, hampir seperti tubuh manusia dalam sebuah keping,” ujarnya. Dengan sebuah sistem yang saling terkait, peneliti mengatakan mereka bisa secara aman mengevaluasi dampak suatu obat pada sistem organ yang berbeda, misalnya untuk melihat tingkat kandungan racun hati, sekaligus memantau dampaknya terhadap organ yang ditarget. Obat baru bisa saja lolos tes keamanan pada hewan laboratorium, kata Tagle. "Namun begitu dicoba pada manusia, obat ini ternyata menimbulkan dampak sampingan beracun,” ujarnya. Para ilmuwan ingin merampingkan proses pengembangan obat; mereka berharap agar chip jaringan ini bisa mengenali obat mana yang paling baik dan paling aman sebelum dicoba secara klinis pada manusia.
  3. Ngapain? Mendingan jadi dokter, pilot, atau tentara kan. Keren, dibutuhin orang, gaji oke, ya gak? Tapi tunggu dulu. Di tulisan ini gue mau bahas apa sih kerjaan ilmuwan dan kenapa menurut gue profesi ini tuh keren banget. Sebelumnya gue mau ngenalin diri dulu. Nama gue Johan Wibowo, sekarang mahasiswa jurusan Teknik Tenaga Listrik ITB. Kok tulisan gue bisa ada di sini? Karena gue adalah salah satu alumni Zenius angkatan tahun 2012. Gue termasuk yang kebantu banget dengan adanya Zenius. Walaupun nilai raport gw ancur-ancuran sehingga gagal di SNMPTN Undangan, dengan Zenius gue bisa dengan mulus menembus badai SBMPTN Tertulis dengan masuk ITB. (tsaaaah muluss..). Oke, pertama-tama kita harus bedain dulu antara ilmuwan (scientist) dan insinyur (engineer). Dulu waktu SMA gue sering denger temen-temen bilang,”Gue pengen jadi ilmuwan ah, biar bisa nemuin macem-macem teknologi yang keren-keren!”. Nah, ini adalah contoh kesalahpahaman terhadap profesi ilmuwan. Jadi apa sih bedanya ilmuwan dan insinyur? Ini adalah pertanyaan pertama yang dilontarkan dosen gue di kelas Rangkaian Elektrik. Waktu itu kami diajak berpikir sejenak tentang esensi kuliah di jurusan teknik dan kemudian menjadi insinyur dan kenapa profesi ini tuh sebenernya beda banget dengan ilmuwan. Untuk bisa paham beda antara ilmuwan dan insinyur, lu harus paham dulu apa bedanya to find; to discover; to invent; Untuk mengubah sebuah kata kerja menjadi kata benda kita bisa tambahin “to” di depannya. Ketiga kata tersebut dalam Bahasa Indonesia punya padanan yang sama: "menemukan". Bedanya, to find adalah ketika seseorang kehilangan sesuatu kemudian menemukannya lagi. Sedangkan to invent adalah ketika seseorang menciptakan sesuatu yang sebelumnya ga pernah ada. Misalnya, Marconi adalah orang pertama yang menciptakan radio. Oleh karena itu Marconi disebut penemu (inventor) radio. Radio kita sebut sebuah invention (penemuan) karena radio ga eksis di dunia ini sebelum diciptakan oleh Marconi. Dari sudut pandang ini, bisa dibilang Marconi adalah seorang insinyur (engineer), yang berhasil menciptakan penemuan baru (invention). Nah kalo gitu scientist itu yang seperti apa dong? Seseorang bisa disebut scientist ketika orang tersebut menemukan sesuatu yang sebenernya udah ada, cuman belum ada yang tau, ini lah yang disebut to discover. Misalnya, Sir Isaac Newton disebut sebagai penemu gravitasi. Kan bukan berarti si gravitasi ini baru muncul setelah Newton mencetuskan teorinya. Gravitasi udah ada sejak pertama kali alam semesta terbentuk. It has always been there. Cuman, ga ada seorang pun sebelum Newton yang ngeh bahwa dia ada. Gimana? Kebayang kan? zpa Nah, sekarang gue mau cerita sedikit tentang satu penemuan ilmiah (scientific discovery) yang menurut gue life-changing banget. Tokoh yang mau gua ceritain itu bisa lo liat fotonya disamping, namanya Clair Patterson. Dia adalah seorang geokimiawan yang keren banget. Kenapa? Karena Patterson adalah orang pertama yang berhasil menemukan salah satu misteri terbesar ilmu pengetahuan saat itu, yaitu mengetahui berapa usia planet bumi. Emang gimana sih caranya tau berapa usia planet bumi ini? Kan gak ada yang pernah liat secara langsung Cara dia mengukur umur bumi persis sama dengan cara mengukur umur fosil. Teknik ini namanya radiometric dating. Gua ceritain dikit yah tentang metode ini. Radiometric dating adalah metode untuk mengetahui umur suatu material alam. Teknisnya, radiometric dating dilakukan pada benda-benda radioaktif yang berubah menjadi unsur lain. Contohnya, untuk mengukur umur fosil, kita hitung kecepatan meluruh atom karbon-14. Atom ini ga stabil karena punya 6 proton, 6 elektron, dan 8 buah neutron, padahal jumlah neutron pada karbon biasa cuman 6. Akibatnya, atom ini akan berubah menjadi unsur lain untuk mencapai kestabilan. Atom C-14 adalah zat sisa metabolisme. Oleh karena itu, selama suatu organisme masih hidup, jumlah C-14 di tubuhnya akan tetap sebesar jumlah tertentu. Dengan mengetahui jumlah C-14 awal (saat organisme masih hidup), jumlah C-14 akhir (yang ada di fosil), dan laju peluruhan/perubahan atom (diketahui dari eksperimen di lab), kita bisa hitung sudah berapa lama peluruhan terjadi. Dengan kata lain, kita bisa hitung berapa tahun yang lalu organisme yang udah jadi fosil ini hidup. Ini konsepnya analog dengan kalo lu tau jarak dua titik dan tau kecepatan bergerak, lu bakal tau berapa lama waktu yang dibutuhin untuk bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Nah, Patterson waktu itu (1940an) ngumpulin sampel meteorit tua radioaktif yang diperkirakan sudah ada sejak bumi terbentuk. Dengan metode yang sama seperti penjelasan di atas, Patterson mencoba mengukur sudah berapa lama meteorit tersebut meluruh. Dengan upaya tersebut, dia akan menjadi orang yang pertama kali mengetahui suatu rahasia terbesar yang sudah menghantui para ilmuwan sebelumnya, yaitu "Berapa lama sih usia bumi ini sebenarnya?" Upaya dia untuk mengetahui berapa lama umur planet bumi kita yang tercinta ini sama sekali gak mudah. Dia nyoba ngukur berkali-kali, hasilnya selalu fluktuatif ga karuan, padahal metodenya udah bener. Di sini Patterson bingung dan mencoba berulang kali dengan berbagai macam cara selama 6 tahun! Sampai akhirnya Patterson berpikir, jangan-jangan laboratorium tempat dia melakukan pengukuran sebenernya tercemar timbal, makanya hasil pembacaan angka konsentrasi timbalnya ngaco. Soalnya, hasil peluruhan dari meteorit itu adalah timbal, jadi kalo ada konsentrasi timbal yang cukup tinggi di lingkungan sekitar, pastinya akan mempengaruhi hasil perhitungan di laboratorium jadi gak valid. Nah, untuk mensiasati kondisi tersebut, Patterson sampe niat bikin laboratorium baru yang steril di Argonne National Laboratory.. dan di laboratorium itulah, detik-detik discovery dari sebuah misteri terbesar ilmu pengetahuan akhirnya terkuak. Umur dari rumah kita sendiri, planet bumi. Berikut di bawah ini adalah cuplikan dari serial Cosmos : A Space-time Odyssey Episode 7 yang mengilustrasikan detik-detik dimana Patterson akhirnya berhasil menghitung secara akurat berapa sebenarnya umur planet bumi. Gua saranin banget lo sempetin waktu buat nonton cuplikan di atas. Gak lama kok, udah diset supaya lo cuma nonton bagian dimana dia discover berapa umur bumi. Nah kalo udah, sekarang lu bayangin deh gimana perasaan Patterson ketika dia nyoret-nyoret di kertas dan keluar angka ajaib ini. Gimana perasaan dia waktu dia mendapatkan kehormatan sebagai manusia pertama yang tahu bahwa bumi ini ternyata berumur 4,55 milyar tahun (dengan rentang akurasi kurang-lebih 70 juta tahun). Ini lah, yang disebut Phil Plait (astronom), sebagai “the thrill of discovery”. Sebelum jaman Patterson, hampir semua peradaban di seluruh dunia sejak puluhan ribu tahun lalu berspekulasi tentang umur bumi dan proses penciptaannya. Mereka biasanya punya dongeng atau legenda untuk memenuhi dahaga mereka akan penjelasan terhadap misteri ini. Sekarang lu bayangin, gimana merindingnya Patterson, ketika detik-detik dia tau hasil pekerjaannya akan memecahkan salah satu misteri terbesar yang pernah ada di dunia. Getaran di dada ketika dia tahu bahwa kertas coretannya akan muncul di headline koran di seluruh dunia dan menjawab teka-teki yang selama ini bergentayangan bahkan di kepala cendekiawan-cendekiawan seluruh dunia. Ini lah reward yang didapat ilmuwan yang gak akan bisa didapat oleh profesi lain. Lu adalah orang pertama yang tahu tentang sesuatu, dan lu tahu bahwa dunia akan menyambut hasil temuan lu sebagai pengisi dahaga intelektualitas mereka. Keren abis kan?? Nah, tapi ternyata kontribusi Patterson gak cuma itu doang. Ada hal lain yang disadari oleh Patterson lewat jerih payahnya tersebut.. Dia menyadari bahwa yang membuat penelitiannya itu terhambat sekian lama itu ternyata karena lingkungan sekitar udah terkontaminasi dengan timbal! Padahal dia sebagai scientist tuh tahu kalo timbal tuh bahaya banget buat kesehatan. Pada saat itu, timbal sering digunakan sebagai bahan campuran pada bensin untuk mencegah knocking pada mesin mobil. Jadi wajar aja, kalo ada kekuatan bisnis besar dibalik semua itu yang berkepentingan untuk tetap menggunakan timbal sebagai campuran bensin tersebut. Masalahnya, timbal bisa mengganggu fungsi syaraf dan tubuh kita ga punya mekanisme alami untuk ngeluarinnya. Pekerja-pekerja yang bersentuhan sama timbal udah banyak yang meninggal. Cuman perusahaan-perusahaan minyak pada waktu itu menolak untuk mengakui bahwa timbal udah mengkontaminasi lingkungan dan mengancam kehidupan manusia. Mereka takut penjualan mereka turun. Meski terus-terusan ditekan oleh perusahaan minyak, Patterson gak nyerah gitu aja. Untuk bisa support hipotesanya, dia melakukan investagasi kandungan timbal ke daerah yang paling steril dari ujung greenland sampai menggali sampel material es paling "murni" di Antartika! Bayangin seberapa besar perjuangan dan pengorbanan dia untuk pembuktian sebuah hipotesa sains..!! Sampai akhirnya pada tahun 1965, Patterson menerbitkan karya ilmiah tentang lingkungan yang udah tercemar oleh timbal dan bahayanya bagi kesehatan. Meski terus-terusan ditekan oleh perusahaan minyak, Patterson terus aktif mengkampanyekan bahaya timbal. Sampai akhirnya 20 tahun penuh perjuangan keluar-masuk pengadilan sampai eksplorasi ke ujung dunia, akhirnya pemerintah Amerika memutuskan untuk melarang penggunaan timbal sebagai zat tambahan pada bensin. Ini lah hal keren kedua yang dilakukan oleh Patterson sebagai seorang ilmuwan: melakukan Transformasi Sosial. Dengan penemuan ilmiah yang mereka punya, ilmuwan bisa punya dasar yang kuaaatt banget untuk memberikan masukan pada pembuat kebijakan untuk menciptakan kondisi masyarakat yang lebih baik. Sekarang ini ada banyak banget ilmuwan yang keliling dunia mempublikasikan karya dan pemikirannya masing-masing. Tujuannya cuman satu: agar masyarakat berubah menjadi lebih beradab. Nah, mungkin lu masih inget ketika lo jadi orang pertama di kelas yang berhasil menjawab pertanyaan dari guru lo? Gimana perasaan lo? Ada perasaan bangga yang gak bisa dijelasin dengan kata-kata kan? Perasaan itu adalah imbalan untuk para ilmuwan yang gak bisa diukur dengan materi, uang, jabatan, kekuasaan, dll. Ah, tapi kalo di Indonesia sih.. emangnya berpeluang besar buat jadi ilmuwan yang bisa discover sesuatu yah? Jangan salah ndral, di Indonesia ini pun, udah banyak banget melahirkan scientist keren yang research-nya gak main-main dan udah berkelas dunia. Sebagian dari mereka bahkan udah berhasil "to discover" dan mendapatkan kehormatan sebagai seorang ilmuwan, berikut adalah beberapa ilmuwan Indonesia yang patut kita semua kagumi prestasinya Reinard Primulando, theoritical physicist yang lagi neliti tentang force misterius yang berperan besar dalam interaksinya dengan gravitasi di seluruh jagat raya serta bertanggung jawab terhadap keteraturan dari kecepatan rotasi yang (hampir) konstan dari seluruh galaxy di alam semesta. Suharyo Sumowidagdo, alumnus UI yang ikut berkontribusi dalam penemuan fisika teori yang sangat fenomenal yaitu partikel Higgs Boson di Large Hadron Collider (LHC) Kemudian Tri Astraatmadja, kakak angkatan senior gue di ITB yang sekarang udah S3 dan aktif research di Max-Planck-Institut für Astronomie dengan membuat Teleskop Neutrino untuk mendeteksi sinar gamma dari ruang angkasa. Dari situ dia berupaya untuk mengetahui hukum-hukum dasar yang menggarisbawahi cara kerja alam semesta. Hokky Situngkir, yang menemukan pola geometri pada batik dan anyaman di Indonesia. Dengan mengetahui polanya, kita bisa generate rumus matematikanya sehingga kita bisa modifikasi pola dalam batik dan anyaman yang lebih kompleks lagi dengan cara yang efisien. Ken Soetanto, yang udah jadi professor di Jepang dan telah berhasil discover banyak motode baru dalam dunia farmasi. Johnny Setiawan yang udah discover beberapa extra solar planets. Dan masih banyak lagi scientist Indonesia yang kalo gua bahas bakal kepanjangan seperti Rizal Hariadi (biophysics dan medicine), Rezy Pradipta (plasma science and fusion), Nelson Tansu (condensed matter physics), Yow Pin Lim (medicine), etc... Berikut adalah list beberapa putra-putri bangsa Indonesia lainnya yang udah unjuk gigi dalam perkembangan ilmu pengetahuan So, siapa bilang di Indonesia gak ada peluang buat jadi ilmuwan kelas dunia? Udah banyak kali putra-putri terbaik bangsa ini yang diem-diem udah jadi scientist keren di luar sana.. Jadi gimana, tertarik jadi discoverer? “You can experience the thrill of discovery, the incredible, visceral feeling of doing something no one has ever done before, see things no one has ever seen before, know something no one has ever known before. ... Welcome to science, you’re gonna like it here.” – Phil Plait
  4. Titik di mana Philae, pesawat pendarat robot Rosetta, akan mendarat. Misi Rosetta Eropa yang bermaksud mendarat pada sebuah komet tahun ini, telah mengidentifikasi lokasi yang aman untuk mendarat. Para ilmuwan dan insinyur selama berminggu-minggu mengkaji "bukit es" selebar 4 kilometer yang dikenal dengan nama 67P, menjadi lokasi untuk menaruh sebuah robot kecil. Mereka memiliki tempat yang diharapkan adalah daerah yang cukup rata. Tetapi tim tidak memandang pekerjaan ini akan mudah dilakukan, lapor wartawan BBC Jonathan Amos. Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko yang saat ini berada pada jarak 440 juta kilometer dari bumi, bentuknya agak tidak beraturan. Daratan komet ditandai dengan lekukan dalam dan tebing tinggi. Daratan yang sepertinya rata pun kemungkinan berisi batu dan patahan berbahaya. Rencana dan keberuntungan Perencanaan yang seksama dan keberuntungan diperlukan untuk menghindari berbagai bahaya ini. Analisa sebelum misi dilakukan mengisyaratkan kemungkinan keberhasilan pendaratan sebesar 70-75%. Bentuk 67P memperbesar kemungkinan ini, kata manajer proyek Badan Angkasa Luar Eropa (ESA) Fred Jansen. "Pada akhirnya, Anda hanya akan mengetahuinya saat sudah mendarat. Kemungkinannya menjadi 100% atau 0%. Seperti itulah keadaaannya," kata Jansen kepada BBC. Rosetta akan terus mengikuti 67P selama paling tidak setahun. Asal Sistem Tata Surya Robot ini akan mendapatkan pandangan luas terhadap komet saat condong mengelilingi matahari. Es 67P akan mencair, menyemburkan gas dan awan abu ke angkasa luar. Penyelidik utama sistim kamera Osiris Rosetta, Holger Sierks, tidak lama lagi akan mendapatkan gambar daratan 67P. "Saya merasa ini adalah saat bersejarah bagi ilmu pengetahuan. Ini belum pernah terjadi sebelumnya, ini adalah langkah kuantum dalam ilmu pengetahuan komet," katanya kepada BBC. Sierks menambahkan misi akan mendapatkan resolusi sampai sentimeter, sehingga kita akan lebih mengetahui asal Sistem Tata Surya dan unsur pembentuknya 4,5 miliar tahun lalu.
  5. Para ilmuwan mengatakan, mereka menemukan cara untuk melacak penyu dengan menggunakan kuteks. Para peneliti di Florida, Amerika Serikat, sebelumnya mencoba menggunakan pelacak satelit dengan merekatkan lem. Namun, binatang ini tumbuh cepat dan pelacak terlepas walaupun menggunakan lem super. Para peneliti kemudian menggunakan kuteks yang kemudian terbukti bertahan lebih lama untuk mempelajari gerakan penyu. Melalui penelitian ini, para ilmuwan menemukan bahwa penyu yang masih muda sebagian besar menghabiskan waktu di seputar rumput laut di tengah Samudra Atlantik. Perkembangan cangkang penyu muda sekitar beberapa sentimeter dalam beberapa bulan. Para peneliti di Florida—tempat berkembangnya penyu laut—pernah mencoba semua jenis lem super, tetapi pelacak tetap mudah terlepas. Kate Mansfield dari Universitas Central Florida mengatakan, pelacak dipasang tanpa membahayakan penyu. "Kami mempersiapkan pemasangan pelacak di cangkang dengan membersihkan terlebih dahulu—semacam memberikan spa untuk penyu—dan kuteks bisa memperpanjang lama pelacak di cangkang sampai dua atau tiga bulan," kata Mansfield. Sumber: BBC Indonesia
  6. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dengan basic ilmu pengetahuan yang dimiliki, mereka menyimpulkan bahwa Bumi masih dapat mendukung kehidupan untuk setidaknya 1,75 miliar tahun dari sekarang dengan syarat tidak ada kejadian-kejadian yang mengancam kehidupan itu sendiri seperti perang dunia, perang nuklir maupun intervensi dari obyek lain dari luar Bumi seperi asteroid, komet atau apapun yang bisa mengancam berlangsungnya kehidupan di Bumi. Hal itu disampaikan oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh, Andrew Rushby dari University of East Anglia, Inggris. Berdasarkan beberapa perkiraan tantang bagaimana kehidupan Bumi itu berakhir seperti yang diungkapkan oleh ilmuwan, dalam waktu 1,75 - 3,25 miliar tahun dari sekarang, Bumi akan berada dalam zona panas. Itu terjadi seiring dengan bertambah besarnya ukuran Matahari yang semakin tua dan membuat Bumi berjarak lebih dekat dengan Matahari. Zona panas tersebut akan membuat materi utama pendukung kehidupan seperti air akan menguap dan yang membuat peluang berlangsungnya kehidupan semakin tipis. Oleh sebab itu saat ini ilmuwan dan astronom fokus untuk mencari planet-planet terdekat dengan Bumi yang dimungkinkan bisa mendukung kehidupan. Sebagai solusi alternatif yang mudah dan cepat adalah planet Mars yang menurut para ilmuwan meskipun berada di sana akan terasa sangat sulit tapi bisa menjadi solusi paling cepat. Menurut mereka walaupun ketika itu Matahari sudah memasuki masa akhir dari kehidupannya dan menjadi bintang raksasa merah, posisi planet Mars masih berada dalam zona aman. Secara matematis, ilmuwan menghitung bahwa secara keseluruhan Bumi bisa mendukung kehidupan dalam waktu 7,79 miliar tahun dan usianya saat ini sudah 4,5 miliar tahun. Sel sederhana mulai muncul di Bumi 4 miliar tahun lalu, diikuti oleh serangga dalam 400 juta tahun lalu, dinosaurus 300 juta tahun lalu, dan tanaman berbunga 130 juta tahun lalu. "Model manusia modern sudah ada dalam 200 ribu tahun lalu sehingga dibutuhkan waktu yang lama bagia kehidupan cerdas untuk berkembang," ucap Andrew Rushby.
  7. Sebuah kristal tunggal emas terbesar di dunia telah diungkap. Kristal tersebut bernilai USD 1,5 juta atau Rp 17 miliar. Ilmuan laboratorium nasional milik Departemen Energi Amerika Serikat, Los Alamos National Laboratory, mengkonfirmasi kalau berat kristal yang ditemukan di sungai di Venezuela tersebut mencapai 217,78 gram. Ukurannya hampir sama dengan bola golf. Awalnya, ilmuwan meneliti 4 sampel yang sempat dikira sebagai batu mineral biasa. Rupanya 3 dari 4 sampel merupakan kristal tugas emas yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. "Struktur atau susunan atom dari kristal emas ini belum pernah kami pelajar," kata ahli geologi John Rakovan. "Dan ini merupakan kesempatan yang unik bagi kami (untuk mempelajarinya)." 2006, kristal tersebut ditolak di pelelangan karena dipertanyakan keasliannya. Namun dengan hasil tes itu, pemiliknya akan mendapatkan keuntungan besar.
×
×
  • Create New...