Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'facebook'.

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • CLINIC NGOBAS
    • Coronavirus
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • Ngocol
    • Ngocol Video
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • ABOUT NgobasTV
    • EVENT
    • WESER
    • LAPOR KOMANDAN

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Categories

  • Files
    • Website
    • Smartphone
  • Games
  • E-Book

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

  1. Facebook membantah spekulasi yang mengatakan bahwa gangguan layanan situs web dan aplikasi yang terjadi Selasa 27 Januari 2015 kemarin, disebabkan oleh serangan dari peretas. Perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu mengatakan, kerusakan ini disebabkan oleh sebuah pembaruan peranti lunak yang memengaruhi sistem konfigurasi layanan. "Hal ini tidak diakibatkan oleh gangguan atau pun serangan keamanan dari pihak ketiga, namun karena kami tengah memperkenalkan satu pembaruan yang mempengaruhi sistem konfigurasi kami," tulis pihak Facebook dalam keterangan resmi yang diterima CNN Indonesia. Seperti diketahui, layanan Facebook tidak bisa diakses hari ini sejak pukul 13.10 sampai 14.10 WIB. Bukan hanya Facebook, layanan berbagi foto dan video Instagram juga mengalami hal serupa. Beberapa saat setelah banyak pengguna melaporkan gangguan ini, sebuah akun Twitter dengan nama Lizard Squad (@LizardMafia) mengaku bertanggung jawab atas gangguan yang dialami Facebook dan Instagram. Kelompok peretas ini juga mengkalim telah melumpuhkan layanan Tinder, AIM, dan Hipchat. Perusahaan mengklaim telah menyelesaikan masalah ini sepenuhnya sehingga pengguna bisa menggunakan Facebook dan Instagram secara normal.
  2. CEO Xiaomi, Lei Jun. Sebagai raksasa dua teknologi, Facebook dan Xiaomi pada bulan lalu sempat berencana untuk melakukan kerja sama. Namun, kesepakatan ini batal terjadi. Dikutip daru Reuters, Oktober 2014 lalu diam-diam Zuckerberg dan Leu Jun, CEO Xiaomi melakukan sebuah pembicaraan di Beijing. Ketika itu pertemuan yang bersifat tidak formal ini membahas tentang rencana investasi Facebook pada Xiaomi. Salah seorang sumber mengatakan kepada Reuters bahwa kemungkinan investasi ini akan memberikan keuntungan pada Xiaomi. Terutama pada sisi pengenalan merek kepada pasar Amerika dan Eropa. Sementara keuntungan yang didapat oleh Facebook adalah kemungkinan untuk memasuki pasar Tiongkok di masa depan. Pasalnya, hingga saat ini akses Facebook di Tiongkok masih diblokir. Sayangnya, kesepakatan tersebut batal ketika Lei Jun khawatir tentang kondisi politik yang akan berdampak bagi perusahaan Tiongkok. Ia khawatir akan mempengaruhi hubungan negara antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Ia juga menambahkan kesepakatan ini kemungkinan besar akan mempengaruhi hubungan antara Xiaomi dengan Google sebagai mitra bisnis yang penting. Reuters juga melaporkan bahwa investasi yang sempat dibicarakan tidak berjumlah besar. Karena kedua perusahaan ini memang tidak mengincar keuntungan secara finansial. "Facebook ingin masuk ke Tiongkok dan Xiaomi tertarik untuk memperluas pasar sehingga mereka berdua mengakui pentingnya bekerja sama," ujar seorang sumber kepada Reuters. Hingga saat ini baik pihak Facebook maupun Xiaomi enggan untuk memberikan komentar. Xiaomi sendiri pada bulan lalu berhasil mengumpulkan US$ 1,1 miliar dari para investor dan menjadikannya sebagai perusahaan rintisan terbesar di dunia saat ini.
  3. Facebook Raksasa jejaring social, Facebook menghadirkan fitur pengenal suara (voice recognition) melalui kerjasama dengan perusahaan pengenal suara Wit.ai. Kerjasama tersebut dilakukan pada hari 5 Januari 2015. Perusahaan pengenal suara yang berusia 18 bulan dengan lokasi di Palo Alto, California tersebut membuat perangkat lunak yang dapat memahami kata-kata yang diucapkan serta teks tertulis dalam natural language. Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (6/1), fitur pengenalan suara tersebut digunakan untuk perangkat yang dapat dipakai (wearable devices) dan perangkat Internet yang terhubung guna memperluas jangkauan selain perangkat komputer dan smartphone. Fitur tersebut mirip seperti Siri milik Apple, yang dianggap sebagai pondasi utama bagi perangkat baru untuk mendapatkan daya tarik konsumen terbanyak (mainstream). Kesepakatan tersebut terjadi seiring dengan banyaknya perusahaan teknologi yang berlomba untuk membawa konektivitas internet ke dalam perangkat baru, mulai dari jam tangan hingga mesin cuci. Pihak Facebook enggan memberikan informasi tentang bagaimana rencana kerjasama Facebook dan Wit.ai menggunakan teknologi pengenal suara tersebut. Facebook merupakan jejaring sosial terbesar di dunia dengan 1,3 miliar pengguna. Hal tersebut, membuat Facebook semakin ingin mengembangkan layanannya agar bisa diakses melalui perangkat lain selain komputer, laptop, tablet dan smartphone. Pada bulan Maret lalu, Facebook mengakuisisi perusahaan pembuat headset Oculus VR sebesar 2 miliar dolar. Kerjasama antara Facebook dengan Wit.ai kemungkinan membutuhkan dana lebih kecil. Pada bulan Oktober Wit.ai mengumumkan bahwa mereka telah mengumpulkan 3 juta dolar dalam investasi yang dipimpin oleh perusahaan modal ventura, Andreessen Horowitz.
  4. Facebook kembali mengakuisisi perusahaan rintisan (startup) berbasis digital. Kini, Quickfire, perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi video irit bandwidth internet telah sah menjadi bagian dari Facebook. Pihak Facebook mengatakan bahwa jumlah konten video yang dipublikasi oleh para pengguna terus meroket setiap tahun. Pada 2014, jumlah video yang dimuat dalam halaman Facebook pengguna meningkat hingga 75 persen secara global dan lebih dari satu miliar pengguna menonton konten video. Tren konten video ini menjadi salah satu faktor terjadinya akusisi terhadap Quickfire. Dengan meningkatnya jumlah konten video, maka Facebook harus memberi pengalaman yang terbaik kepada pengguna. Dalam sebuah pernyataan, Facebook mengatakan bahwa video adalah salah satu elemen penting pada halaman Facebook. "Kami sangat senang untuk membawa Quickfire berada dalam naungan kami dan memberikan pengalaman video berkualitas tinggi," tulis pihak Facebook. Dalam pernyataannya, Quickfire mengatakan perusahaan ini didirikan untuk memberi kontribusi pada infrastruktur jaringan video di dunia yang belum mendukung konsumsi video ukuran besar tanpa harus mengorbankan kualitas gambar. Pihak Quickfire menambahkan bahwa masalah ini dapat terpecahkan melalui teknologi eksklusif yang dapat mengurangi bandwidth untuk melihat video secara online tanpa mengurangi kualitas. "Selama beberapa tahun terakhir, tim telah bekerja keras untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pencipta konten di seluruh dunia. Pada akhirnya, tujuan kami selalu untuk memberi kualitas premium dengan bandwith rendah kepada para konsumen," tulis Quickfire. Sayangnya kedua pihak tidak menjelaskan seberapa besar nilai akuisisi serta ketentuan dan kesepakatan mereka. Bagi Facebook, Quickfire bukan perusahaan rintisan pertama yang diakuisisi. Pada bulan Juli tahun lalu, Facebook telah membeli perusahaan pengiklan video LiveRail. Beberapa waktu lalu Facebook juga telah mengakuisisi Wit.ai, perusahaan pembuat teknologi pengenal suara.
  5. Hingga saat ini, Facebook telah melayangkan permintaan maaf kepada salah satu penggunanya terkait fitur "Year in Review" yang dianggap dapat mengingatkan kenangan buruk. Perjalanan hidup manusia dalam setahun dinilai mengalami pasang dan surut. Sayangnya alogaritma Facebook belum mampu memilah hal tersebut. Pengguna tidak bisa memilah foto yang memiliki kenangan baik untuknya. Penulis dan konsultan web desain Eric Meyer menulis dalam sebuah blog untuk menyatakan kesedihannya setelah kehilangan anak perempuannya bernama Rebecca yang berusia 6 tahun karena menderita kanker otak pada 2014. Dalam tulisannya Eric mengatakan, untuk mereka yang hidup dalam situasi kehilangan orang yang dicintai, menghabiskan waktu perawatan di rumah sakit, atau dalam proses perceraian, bahkan kehilangan pekerjaan, maka orang itu tidak ingin melihat kembali kejadian di tahun tersebut. "Menampilkan wajah Rebecca dan mengatakan 'Inilah Tahunmu', hal itu sangatlah menggetarkan hati. Karena berasal dari kode, hal itu sangat disayangkan," ujarnya dikutip dari Time, Minggu (28/12). Sementara, dalam sebuah pernyataan di The Washington Post, perwakilan Facebook Jonathan Gheller mengatakan dia telah menghubungi Eric dan menyatakan permintaan maaf untuk segala rasa duka yang diakibatkan oleh fitur tersebut. "Fitur tersebut sangat bagus dan menarik bagi banyak orang. Namun untuk kasus ini, kami memberikan rasa duka ketimbang rasa suka. Hal ini adalah kritik dan masukan yang sangat bernilai," ujar Jonathan.
  6. Saya percaya founder yang baru terjun membuka bisnis online, terutama bisnis online yang technology based perlu belajar dari mindset founder lain di masa awal berdirinya. Mari kita lihat seperti apa mindset Mark Zuckerberg dan apa yang bisa kita pelajari dari media coverage atau ulasan media di saat awal TheFacebook berdiri. Pada tanggal 9 Februari 2004, hanya beberapa hari setelah Mark Zuckerberg menyelesaikan Minimum Viable Product (MVP) dari TheFacebook.com, media offline dan online The Harvard Crimson, yang khusus mengulas berita terkait Universitas Harvard, membuat berita tentang The Facebook di Hundred Register for New Facebook Website. Hanya berselang 9 hari, The Crimson menulis berita lagi tentang TheFacebook di Harvard Bonds on Facebook Website. Yang ke-3, 10 Juni 2014, The Whiz Behind TheFacebook Pelajaran apa yang bisa kita petik dari ketiga artikel ini ? Kompetensi “Everyone’s been talking a lot about a universal face book within Harvard,” Zuckerberg said. “I think it’s kind of silly that it would take the University a couple of years to get around to it. I can do it better than they can, and I can do it in a week.” “Semua orang berbicara tentang universal face book di Harvard, saya pikir gila jika Universitas membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membuatnya. Saya bisa melakukannya lebih baik dari mereka, dan saya bisa membuatnya dalam satu minggu” Ya, ini adalah kompetensi yang bertemu dengan kesempatan. “Preparation meets opportunity”. Banyak orang yang mengira membangun bisnis dimulai dari ide bisnis. Tetapi yang terjadi pada Mark Zuckerberg, sedikit berbeda, ia memulai dari kompetensi terlebih dahulu yang dikombinasikan dengan masalah yang ia temukan di Harvard. Hal ini mengingkatkan saya pada kalimat dari Alexis Ohanian dalam buku “without their permission” bahwa salah satu starting point dalam mencari ide bisnis online adalah membuat sesuatu yang orang lain tidak bisa membuatnya, kecuali founder itu sendiri. Cara seperti ini akan membuat sebuah benteng alami yang membatasi para kompetitor. Fail fast “I can do it better than they can, and I can do it in a week.” Berapa lama Anda membuat produk teknologi sebelum melaunchnya ke public ? 3 bulan ? 6 bulan ? Mark Zuckerberg membuat versi pertamanya hanya dalam 1 minggu, di mana dalam 1 minggu ini tiap harinya ia hanya tidur sekitar 3 jam saja. Making small things “I don’t really know what the next big thing is because I don’t spend my time making big things,” he says. “I spend time making small things and then when the time comes I put them together.” The Crimson, 10 Juni 2004 “Saya tidak tahu apa yang akan menjadi the next big think karena saya tidak menghabiskan waktu untuk membuat hal besar, saya menghabiskan waktu membuat hal-hal kecil dan ketika waktunya tiba, saya menyatukannya.” TheFacebook memang terlihat sebuah big thing, big shot, moonshot thinking – apapun istilahnya, karena Zuckerberg hanya membuat 1 startup yang meledak di seluruh dunia, tetapi sebenarnya sebelum membuat Facebook, Mark Zuckerberg membuat banyak project kecil sebelumnya, antara lain: Facemash, membandingkan foto mahasiswa dan mengajak user memilih yang mana yang lebih hot. Social study tool, dua hari sebelum final pelajaran art history, Zuckerberg mengalami kesulitan untuk belajar karena harus memahami sekitar 500 gambar sejarah, maka ia membuat website yang berisi 1 gambar setiap halaman dan memberikan kolom komentar, lalu ia mengirimkan email ke teman-teman sekelasnya untuk berbagi catatannya, hasilnya seperti sebuah online study group di masa-masa kritis khas mahasiswa, 2 hari sebelum ujian, mereka bekerjasama belajar menggunakan website ini, dalam 2 jam seluruh gambar terisi dengan catatan, dari aktivitas ini mereka semua lulus ujian. (Fastcompany) Coursematch, project yang memiliki fitur mahasiswa bisa melihat mahasiswa lain yang mendaftar di kelas mereka. Synapse, project yang mempelajari pola musik yang disukai user dan di embed sebagai plugin ke WinAmp, di posting free di internet. Laser Focus When Zuckerberg starts a programming project, all else takes a backseat. He doesn’t eat, doesn’t sleep, doesn’t talk to friends. When he buried himself in his room to work on thefacebook.com late last January, his roommates almost forgot he was there. Ketika Zuckerberg memulai project programming, semua hal lainnya menjadi tidak penting. Ia tidak makan, tidak tidur, tidak bicara dengan temannya. Ketika ia “mengubur” dirinya di ruangannya untuk mengerjakan thefacebook.com di akhir Januari 2004, teman sekamarnya hampir lupa kalau ia ada di sana. Mendapatkan pelajaran paling banyak dari ngobrol dengan teman, bukan dari buku atau pelajaran di kelas C++ For Dummies was his first introduction to formal programming, but Zuckerberg says he learned most of what he knows from talking with friends. C++ For Dummies adalah pertemuan pertamanya dengan pelajaran programming, tetapi Zuckerberg mengatakan bahwa ia belajar paling banyak dari ngobrol dengan teman. Dengan “making small things” ia bisa melompat dari satu kompetensi ke kompetensi lainnya America Online, WinAmp and Microsoft—among others—all expressed interest in buying the program. “Some companies offered us right off the bat up to one million, and then we got another offer that was like two million,” he says. He and D’Angelo at first decided not to sell.“I don’t really like putting a price-tag on the stuff I do. That’s just like not the point,” But after the two had matriculated to college, they decided to accept an offer—only to find the company was no longer interested. Zuckerberg says. “We were pretty naïve about it,” Zuckerberg admits. Today, he retains a legal counsel for his products. Synapse may not have made Zuckerberg money, but it put him on the programming map. It also prepared him for the hype and corporate offers he would be faced with two years later, after thefacebook.com began its exponential growth across the country. Project Synapse yang adalah project kelulusan SMAnya, sempat mendapatkan offer puluhan miliar dari corporate, ditolak oleh Zuckerberg, yang kemudian mereka terima setelah beberapa bulan kemudian, tetapi corporate tersebut sudah tidak tertarik lagi. Hal ini mempersiapkan dirinya dalam menghadapi hype dari pertumbuhan eksponensial Facebook 2 tahun kemudian. Menilai resource (sumber daya) lebih penting daripada uang “That’s just like not something we’re really interested in,” he says, referring to selling out thefacebook.com. “I mean, yeah, we can make a bunch of money—that’s not the goal…I mean, like, anyone from Harvard can get a job and make a bunch of money. Not everyone at Harvard can have a social network. I value that more as a resource more than like any money.” Ketika ditanya kenapa tidak menjual thefacebook dan mendapatkan banyak uang ? Zuckerberg menjawab, “saya menilainya sebagai resource yang lebih berharga dari uang berapapun banyaknya.”
  7. Dengan jumlah pengguna smartphone yang semakin meluas, dan internet yang semakin terjangkau, Facebook menilai akan ada sejumlah perubahan di Indonesia. Anand Tilak, Head Facebook di Indonesia, memberikan pandangannya mengenai trend dan faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan dunia mobile di Asia Pasifik pada tahun 2015, termasuk di Indonesia. Salah satu hal yang akan menjadi faktor penentu penting di tahun 2015 adalah pertumbuhan pengguna internet di kawasan Asia Pasifik yang akan memimpin dibanding kawasan lain di dunia. Selain itu, masyarakat di kawasan ini memiliki interaksi mobile yang mendalam seperti di Indonesia, Thailand dan Filipina. Bahkan di Indonesia, kehidupan sehari-hari anak muda tidak bisa lepas dari ponsel, berikut adalah empat ramalan Facebook terhadap Indonesia dan kawasan Asia Pasifik: 1. APAC adalah kawasan utama untuk pertumbuhan Indikasi terhadap seberapa besar kawasan kita ini tumbuh terlihat dari laporan pendapatan terbaru – Asia melihat 28 persen pertumbuhan menjadi 242 juta berdasarkan Daily Active People (DAP) atau orang yang mengakses Facebook setidaknya satu kali dalam sehari, dan sebesar 21 persen untuk Monthly Active People (MAP) atau orang yang mengakses Facebook setidaknya sekali dalam sebulan dengan 426 juta. Asia Pasifik, kawasan yang terdiri dari banyak negara dengan beragam budaya ini juga merupakan rumah bagi dua per tiga populasi dunia dan diperkirakan akan tumbuh menjadi kawasan dengan pengguna internet terbesar di masa mendatang. Tidak hanya itu, Asia Pasifik juga merupakan kawasan mobile-first, dimana sebagian besar pengguna internet pertama kali terkoneksi melalui perangkat mobile. Sebagian besar orang di Asia Pasifik (seperti India dan Indonesia dengan pengguna aktif Facebook per bulan mencapai lebih dari 112 juta untuk India dan lebih dari 71 juta untuk Indonesia) dimana feature phone lebih menjamur dibandingkan smartphone, pengalaman internet pertama mereka adalah Facebook. 2. Interaksi Mobile yang Semakin Dalam Baik di Indonesia, Thailand atau Filipina, Anda akan melihat setiap orang tidak lepas dari ponsel mereka masing-masing. Asia Pasifik juga menjadi kawasan dengan pasar penjualan ponsel terbesar di dunia, mencapai 2,6 miliar pengguna di tahun ini dan orang-orang akan terus online melalui mobile (eMarketer, April 2014). Masyarakat Asia tidak hanya membeli ponsel, tapi juga benar-benar aktif terlibat dan berinteraksi menggunakan perangkat-perangkat mobile tersebut. Di Asia sendiri, waktu yang dihabiskan dalam menggunakan ponsel telah melampaui TV, dari 44% penggunaan waktu di Jepang sampai 60 persen di Thailand (Milward Brown AdReaction, March 2014). Sedangkan masyarakat Indonesia menggunakan Facebook lebih sering setiap minggunya, dibandingkan dengan media tradisional seperti radio, koran dan majalah (TNS Survey, Oktober 2013). Bagi generasi muda Indonesia yang berusia antara 13 sampai 24 tahun, Facebook menjadi media sosial pertama yang dikunjungi untuk membagikan hal-hal seperti video, foto selfie, ataupun berita menarik lainnya (Coming of Age, October 2014). Umumnya, seseorang akan melihat ponselnya sebanyak 100 kali per hari dan mengecek akun Facebooknya 14 kali sehari (IDC “Always Connected” report). Ini menjadikan ponsel sebagai medium utama bagi pelaku bisnis dan brand untuk tetap terhubung dengan pasarnya, khususnya di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik. Namun sayangnya, kesempatan emas ini belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh para pengiklan. Sampai hari ini, ponsel mewakili 20% waktu media pelanggan tapi hanya 4 persen dari keseluruhan pengularan untuk iklan. 3. Meninggalkan TV demi Ponsel 81% dari anak muda di Asia menggunakan ponsel saat menonton TV (“Coming of Age on Screens," by Crowd DNA, May 2014). Sedangkan, 84 persen anak muda Indonesia di antara usia 13 sampai 24 tahun mengakui bahwa mereka tidak dapat keluar rumah tanpa ponsel mereka dan 69 persen berpendapat bahwa mereka lebih memilih ponsel daripada TV. Artinya, TV tidak lagi memiliki jangkauan yang kuat seperti sebelumnya, karena orang juga tetap menggunakan ponsel mereka disaat menonton TV. Dari jumlah orang yang membuka ponsel saat menonton TV, 85 persen di antaranya mengakses Facebook. 4. Meledaknya pertumbuhan video di ponsel Dari 2012 sampai 2014, penggunaan video di ponsel dan tablet telah tumbuh 532 persen (eMarketer, July 2014). Dua pertiga dari penayangan video di Facebook dilakukan melalui ponsel. Sejak Juni tahun ini, ada sebanyak lebih dari 1 miliar views di Facebook setiap harinya dan 76 persen dari orang yang menonton video online mengatakan bahwa Facebook merupakan sumber utama mereka dalam menemukan video. Dengan adanya perkembangan video melalui ponsel seperti ini, membuktikan bahwa lebih banyak peluang terbuka bagi para pelaku bisnis untuk memperkaya cerita mereka demi menjangkau target yang lebih luas.
  8. Search engine Bing kini sudah tak lagi bisa dijumpai di halaman Facebook. Pihak Facebook pun diam-diam melakukan perubahan pada fitur Graph Search miliknya dan menghapus search engine Bing dari fitur tersebut. Dalam laporannya, Reuters pun menuliskan kalau pihak Facebook telah memberikan konfirmasi terhadap penghapusan fitur Bing tersebut. Namun Facebook menyebutkan kalau penghapusan Bing dari halaman pencarian miliknya itu bukanlah bentuk hilangnya kerjasama antara mereka dengan Microsoft. Sebagai gantinya, langkah tersebut dilakukan oleh Facebook karena mereka ingin memberikan hal yang diinginkan oleh para penggunanya. “Kami tak menampilkan hasil pencarian web di Facebook Search karena kami lebih fokus membantu orang-orang menemukan apa yang dibagikan di Facebook,” ujarnya. Pihak Microsoft dalam pernyataannya pun mengaku tak merasa terganggu dengan penghapusan Bing ini. Mereka mengungkapkan kalau Facebook dan Microsoft masih berhubungan dalam banyak bidang lainnya. Penghapusan fitur Bing dari Facebook ini juga memperkuat rumor mengenai langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh jejaring sosial nomor satu dunia tersebut. Mereka dikabarkan siap menghadirkan platform search engine sendiri untuk bisa bersaing dnegan Google, Bing ataupun Yahoo.
  9. Internet.org, salah satu program yang tengah gencar dikampanyekan Facebook. Tim Cook menganggap bahwa ini hanya salah satu Facebook mencari bisnis baru Apple, Google dan Facebook memang punya inti bisnis berbeda. Namun ketiganya tetap berkompetisi, saling mengklaim sebagai terbaik, dan saling sindir untuk menjatuhkan. ‘Perang’ tersebut makin kentara saat CEO Apple, Tim Cook, mengungkapkan pendapatnya mengenai industri online. Cook menilai tidak ada sesuatu yang gratis, jika ada pengguna yang memakai layanan gratis di internet, maka pengguna itulah yang dijadikan produk oleh pemilik situs. Pernyataan itu dikatakan Cook saat diwawancara oleh majalah Time. Di saat yang sama, Facebook tengah gencar-gencarnya mengkampanyekan internet.org, sebuah program yang menjanjikan internet murah bahkan gratis untuk semua orang. Selain itu Cook juga sempat menyindir perusahaan yang menyimpan data penggunanya untuk kemudian diberikan kepada pemerintah, oleh sebab itu Cook menyarankan agar pengguna lebih berhati-hati dengan tawaran memakai layanan gratis di internet. “Seharusnya para pengguna bertanya, dari mana perusahaan itu dapat uang? dan jika mereka mengambil keuntungan dengan mengumpulkan data personal, Anda patut khawatir,” kata Cook. Cook memang tak secara langsung menyebut Facebook dan Google adalah perusahaan yang menjual para penggunanya, semua indikasi mengarahkan para kedua raksasa di internet tersebut. Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, kemudian merespons dengan pedas pernyataan bos Apple tersebut. Dia tak terima jika bisnis di internet digambarkan sekejam itu oleh Cook. “Saya melihat sebuah frustasi yang entah bagaimana menyamakan model bisnis pengiklanan dengan konsumen,” kata Zuckerberg. “Apa dengan Anda membayar Apple maka mereka peduli dengan Anda? Jika iya maka mereka akan membuat produk yang jauh lebih murah,” tambah Zuckerbeg. Komentar yang tak kalah pedas juga pernah diucapkan Chairman Google, Eric Schmidt. Kepada CNN Money ia menegaskan bahwa apa yang dikatakan Cook adalah salah besar. “Seseorang tidak mengajarinya aturan Google, kasihan sekali,” kata Schmidt. Schmidt menganggap bahwa Google sudah menerapkan beberapa prosedur keamanan yang membuat data para pengguna mereka aman, termasuk dari aksi mata-mata pemerintah. Dan itu, menurut Schmidt, adalah hal yang tidak dimiliki Apple.
  10. Facebook at Work memungkinkan pengguna memisahkan profil yang berhubungan dengan pekerjaan dan profil pribadi Perusahaan jejaring sosial Facebook diam-diam sedang menyiapkan layanan baru "Facebook at Work" yang memungkinkan pengguna memisahkan profil yang berhubungan dengan pekerjaan dan profil pribadi. Tampilan situs web ini akan terlihat mirip dengan Facebook, dengan target menyaingi situs jejaring sosial profesional LinkedIn, dan Yammer yang diakuisisi Microsoft pada 2012 lalu. Layanan ini bisa didaftarkan dengan akun Facebook yang sudah ada, namun diatur dalam profil pekerjaan. Di sini pengguna dimungkinkan untuk berbincang dan terhubung secara online dengan rekan kerja. Selain itu, ada pula fitur yang mendukung kolaborasi berbagi dokumen pekerjaan. Langkah ini akan membuat Facebook bersaing langsung dengan Microsoft dan Google yang menyediakan aplikasi perkantoran Office 365 dan Google Docs yang berbasis komputasi awan. Lihat juga: Facebook Kurangi Jumlah Iklan di Linimasa Ketika dikonfirmasi oleh Reuters, pihak Facebook tidak segera memberi jawaban. Menurut sumber yang dekat dengan rencana ini, para karyawan Facebook telah melakukan uji coba layanan baru dalam aktivitas sehari-hari mereka dan akan mengujinya untuk segmen korporasi sebagai target pasar utamanya. Jejaring sosial sekaligus wadah kolaborasi dokumen sebelumnya telah ada pada layanan Yammer dan Slack yang menyediakan layanan berbayar untuk karyawan di suatu perusahaan. Facebook selama ini sering masuk daftar hitam layanan internet yang tak boleh diakses karyawan dari jaringan kantor. Karena itu, perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg tersebut mencari cara baru untuk mempertahankan pengguna memakai layanan di tengah jam kerja dan mendapat kepercayaan dari segmen korporasi.
  11. Pengguna Facebook merasa terganggu dengan iklan yang ada di linimasa News Feed dan mereka lebih ingin melihat lebih banyak cerita dari teman Perusahaan jejaring sosial Facebook berencana mengubah algoritma untuk mengurangi konten iklan promosi di linimasa News Feed mulai Januari 2015. Keputusan ini diambil setelah Facebook melakukan survei yang mengatakan bahwa pengguna merasa terganggu dengan iklan yang ada di linimasa dan mereka lebih ingin melihat lebih banyak cerita dari teman. "Sekarang kami mengontrol volume konten untuk konten promosi, sehingga pengguna melihat lebih konten yang mereka inginkan di halaman," tulis Facebook dalam publikasi di blog resmi. Dalam hasil survei, Facebook mengatakan pengguna tidak menyukai konten yang mendorong untuk mengikuti undian atau berpromosi tanpa konteks nyata. Pengguna juga tak menyukai konten yang mendorong pengguna untuk membeli produk atau memasang sebuah aplikasi digital. Facebook akan menjadikan linimasa News Feed sebagai tempat yang kompetitif. Semua konten promosi yang tersebar luas secara organik bakal makin sedikit dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, jika sebuah konten ingin tersebar luas di linimasa, tiada cara selain harus membeli iklan dan pada akhirnya akan menguntungkan bagi Facebook. Namun, perusahaan itu memastikan sebagian besar Pages atau halaman penggemar tidak terpengaruh oleh perubahan algoritma ini. Facebook mengklaim perubahan algoritma ini bertujuan meningkatkan relevansi dan memberi pengalaman terbaik bagi pengguna.
  12. Ini merupakan bagian dari perang sengit untuk mendapatkan sumber daya manusia. Apple Inc. dan Facebook Inc. akan membantu membayar biaya pembekuan sel telur para pegawai perempuannya, sebagai bagian dari upaya untuk mendapatkan bakat-bakat terbaik. Mulai Januari, Apple akan membayar baik pegawai tetap dan paruh waktu sampai US$20.000 (sekitar Rp240 juta) untuk biaya prosedur dan penyimpanan pembekuan sel telur para pegawai perempuan. "Kami terus meningkatkan manfaat bagi perempuan, dengan kebijakan baru cuti melahirkan yang lebih panjang, serta cryopreservation (pembekuan sel telur) dan penyimpanan sel telur sebagai bagian dari dukungan luas untuk perawatan kesuburan," ujar Apple dalam pernyataan tertulis. "Kami ingin memberdayakan perempuan-perempuan di Apple untuk melakukan pekerjaan terbaik dalam hidup mereka sambil merawat orang-orang tercinta dan membesarkan anak." NBC News melaporkan Selasa (14/10), bahwa Facebook baru-baru ini mulai membayar pembekuan sel telur untuk alasan nonmedis, membuatnya salah satu dari perusahaan besar pertama di sektor teknologi yang melakukannya. Seorang juru bicara Facebook mengukuhkan bahwa perusahaan membayar biaya itu Januari sebagai tanggapan atas permintaan pegawai, selain alasan yang lain. Pembekuan sel telur memakan biaya tinggi namun semakin menjadi pilihan populer untuk perempuan. Hal tersebut memungkinkan perempuan untuk menunda memiliki anak. Prosedur itu juga digunakan oleh perempuan yang telah menjalani perawatan medis yang mengganggu kesuburan seperti kanker. Prosedur tersebut biasanya berbiaya sampai $10.000, dengan tambahan $500 untuk penyimpanan per tahun. Dalam perang sengit untuk mendapatkan sumber daya manusia, perusahaan-perusahaan Silicon Valley menawarkan serangkaian manfaat bagi perencanaan keluarga baru. Apple mengatakan mereka juga membayar pengeluaran-pengeluaran terkait adopsi anak secara legal. "Pembekuan sel telur memberi perempuan lebih banyak kontrol," ujar Jennifer Tye, direktur pemasaran untuk Glow, aplikasi seluler yang bertujuan membantu perempuan mencegah kehamilan atau ingin memiliki anak. "Ketika saya berusia 30 tahun, saya pikir jam biologis saya berdetak, tapi saya tidak tahu apa saja opsi-opsi saya," ujar Tye. "Para perusahaan ini harus dihargai." Berita ini telah memicu debat dalam media sosial. Beberapa mengatakan perusahaan-perusahaan ini seharusnya memfokuskan upaya-upaya mereka untuk menciptakan budaya yang lebih berimbang, dengan lebih banyak fleksibilitas untuk orangtua baru. Apple baru-baru ini memperkenalkan manfaat-manfaat baru termasuk cuti melahirkan yang lebih lama. Facebook mengatakan menawarkan cuti melahirkan empat bulan baik untuk ibu maupun ayah.
  13. Bilik makanan gratis di kantor Facebook. Anda tertarik? Makanan gratis, kopi, teh, dan bahkan alkohol sering ditawarkan oleh sejumlah perusahaan untuk membuat karyawannya lebih bahagia. Tapi apakah itu efektif? Ungkapan "tidak ada makan siang yang gratis" tampaknya sudah tak berlaku lagi untuk karyawan di sejumlah perusahaan teknologi raksasa seperti Facebook dan Google. Para karyawan disediakan kantin dengan makanan hangat, makanan penutup, minuman, tanpa ditagih biaya apapun. Google bahkan menerapkan "aturan 46 meter". Prinsipnya, karyawan harus disediakan stan makanan dalam jarak 46 meter agar tak kelaparan dan kesusahan cari makan. Salah satu direktur Google untuk Inggris dan Irlandia, Dan Cobley, mengatakan makanan gratis meningkatkan semangat dan kesejahteraan. Antrian panjang di kantin gratis juga bisa "memicu interaksi spontan" antar staf dan diharapkan mampu memicu diskusi kreatif. Direkomendasikan Situs Entrepreneur.com merekomendasikan perusahaan untuk menyediakan sarapan ringan "satu atau dua kali sepekan". "Bagel, muffin, kopi dan atau makanan dengan harga yang sama adalah hal yang bagus untuk memulai hari," kata situs tersebut. Meja biliar disediakan untuk karyawan Google yang merasa bosan. Sebuah perusahaan iklan di London timur, Albion, bahkan menyediakan bar gratis tiap Jumat lengkap dengan wine, bir, dan koktail. "Kami selalu berpikir bahwa 'sedikit ekstra' ini bisa mengungkapkan rasa terima kasih kami kepada karyawan," kata kepala eksekutif dan pendiri Albion, Jason Goodman. Efektif? Merujuk pada piramida kebutuhan yang dipopulerkan psikolog AS, Abraham Maslow, makanan (termasuk juga tempat tinggal) merupakan kebutuhan paling mendasar. Prinsipnya, jika kebutuhan ini sudah dipenuhi, karyawan bisa mengejar tahap selanjutnya yaitu diterima secara sosial dan mendapat rasa percaya diri. Insentif bisa membuat karyawan merasa dihargai, kata ahli. Jika hal-hal ini sudah dipenuhi, Maslow berpendapat, manusia bisa maju ke proses "aktualisasi diri" - komitmen penuh kepada pekerjaannya sehingga dia merasa lengkap sebagai manusia. Pamela Yeow, dosen senior di bidang manajemen Universitas Kent mengatakan ide makan atau hiburan gratis ini efektif. Namun lebih efektif jika tidak diberikan setiap hari. "Jika insentif itu dilakukan tiba-tiba dan dibuat karena Anda sudah bekerja dengan fantastis, itu jauh lebih baik," kata Yeow. "Ini menunjukkan bahwa pemimpin menyadari orang yang bekerja keras dan Anda ingin menghargai mereka."
  14. Laporan The Wall Street Journal (WSJ) sebelumnya mengungkapkan bahwa Facebook telah mengajukan penawaran sebesar 3 miliar USD untuk mengakuisisi Snapchat. Dan tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh pihak Snapchat. Dan ternyata, tak hanya Facebook yang tertarik untuk membeli Snapchat. Google pun tak mau ketinggalan dengan Facebook. Kabar mengenai ketertarikan Google kepada Snapchat tersebut diungkapkan oleh founder GigaOm, Om Malik melalui akun Twitternya. Laporan tersebut mengungkapkan kalau perusahaan search engine terpopuler dunia sekaligus pemilik OS Android itu telah mengajukan penawaran kepada Snapchat. Bahkan angka penawaran yang diberikan oleh Google melebihi Facebook, yakni sebesar 4 miliar USD. Jika Google berhasil mengakuisisi Snapchat, aplikasi tersebut akan tetap dijalankan secara mandiri. Seperti halnya yang dilakukan oleh Facebook setelah mengakuisisi Instagram. Langkah akuisisi tersebut pun tentunya akan membuat Google semakin memiliki banyak layanan. Sayangya, angka 4 miliar USD tersebut tak membuat CEO Snapchat, Eva Spiegel bergeming. Spiegel mengatakan bahwa perusahaannya masih memiliki potensi untuk terus berkembang. Dan karena itu, Snapchat pun masih akan terus menggali potensi yang mereka miliki.
  15. Mark Zuckerberg (kiri) membantu wisatawan lain berfoto saat mengunjungi Candi Borobudur, Jawa Tengah, 12 Oktober 2014. Facebook.com/Mark Zuckerberg:The Youngest Billionaire In the World Pendiri dan Chief Executive Officer Facebook Mark Zuckerbeg punya pendapat soal jaringan Internet di Indonesia. Menurut Zuckerberg, kecepatan Internet di Indonesia sudah cukup baik. Hal ini dia ketahui setelah menjajal jaringan Internet selepas berkunjung ke Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. "Saya bisa langsung mengunggah foto di Borobudur dan orang dari berbagai tempat bisa melihatnya dalam waktu cepat," kata Zuckerberg dalam acara Mobile Efficiency Developer Workshop, di Hotel Four Seasons Jakarta, Senin, 13 Oktober 2014. Zuckerberg mengunggah foto ke akun Facebook-nya saat sedang menikmati matahari terbit di Borobudur. Dalam foto yang diabadikan timnya, tampak Zuckerberg yang sedang duduk memunggungi kamera dengan latar belakang stupa candi dan matahari yang baru terbit. Zuckerberg mengatakan pengalaman yang sama dia rasakan ketika mengunjungi Yogyakarta. Zuckerberg bisa berbagi foto dan informasi lewat akses Internet yang stabil. Menurut dia, pemerataan akses Internet tidak terlepas dari peran pemerintah, perusahaan telekomunikasi, penyedia jaringan, dan pengembang digital. "Tentunya diawali dengan kemauan pemerintah," ucapnya. Zuckerberg berharap seluruh masyarakat Indonesia bisa merasakan Internet yang stabil. Untuk mewujudkan hal tersebut, Zuckerberg melalui proyek non-profit Internet.org melakukan kerja sama dengan penyedia jaringan Ericsson dan operator seluler XL Axiata. Program yang dilakukannya adalah menghadirkan Internet yang murah dan cepat. Internet.org sudah menyambangi sejumlah negara, antara lain Tanzania, Zambia, dan Filipina. "Ada tiga juta orang yang terkoneksi Internet," dia mengklaim.
  16. Pria yang diklaim sebagai salah satu orang terpintar di dunia akhirnya bergabung dengan komunitas pengguna Facebook. Stephen Hawking, pria itu, membuat laman resmi di Facebook dan membagikan status pertamanya setelah sebelumnya hanya mengubah foto profil. "Saya selalu berpikir, bagaimana semesta ini bisa tercipta? Waktu dan luar angkasa mungkin selamanya akan jadi misteri, tapi saya tidak akan berhenti mencari tahu. Saya sangat bersemangat membagikan itu semua kepada kalian," tulis Hawking. Unggahan itu langsung disukai oleh lebih dari 23 ribu akun Faebook. Hingga hari ini, laman resmi Hawking itu sudah disukai sekitar 1,5 juta orang dan diklaim sebagai laman yang paling banyak disukai di antara para ilmuwan lain yang sudah bergabung dengan Facebook. Pada pos lain, Hawking bergurau dengan menyebut dirinya sebagai "alien bersuara robot". Ilmuwan dari Centre for Theoretical Cosmology di University of Cambridge ini juga membagikan video tantangan ember es yang dia lakukan bersama beberapa rekannya. Hawking dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi. Ia mengalami kelumpuhan dan hampir seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan. Namun ia terus berkarya dengan menulis sejumlah buku pengetahuan dan menjadi selebritas akademik serta teoretikus fisika yang terkenal di dunia.
  17. CEO dan Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, dalam acara Mobile Efficiency Developer Workshop di Hotel Four Seasons, di Jakarta, Senin, 13 Oktober 2014. Majalah Forbes merilis daftar 72 orang paling berkuasa di dunia tahun 2014. Tak cuma tokoh-tokoh berusia di atas setengah abad, daftar ini juga memuat sepuluh pemuda yang berpengaruh besar bagi kehidupan warga dunia. Dalam daftar yang dirilis pada Rabu, 5 November 2014, waktu Amerika Serikat itu, Forbes menempatkan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, sebagai tokoh muda yang paling powerful tahun ini. Menurut Forbes, pamor Zuckerberg terus bersinar seiring bertambahnya kekuatan perusahaan-perusahaan Internet semacam Facebook. Zuckerberg yang kini berusia 30 tahun duduk di daftar puncak orang muda paling berkuasa lantaran memiliki aset di atas US$ 30 miliar. Selain itu, Facebook yang dibuat Zuckerberg saat masih kuliah dianggap mempengaruhi kehidupan separuh warga dunia. Apalagi banyak pemimpin dunia yang menggunakan Facebook sebagai media komunikasi. Selain Zuckerberg, daftar pemuda paling berkuasa 2014 versi Forbes diisi oleh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dan bos Islamic State Irak and Syria (ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi. Berikut ini daftarnya: Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Usia 30 tahun. Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Usia 31 tahun. Pendiri Google, Sergey Brin. Usia 41 tahun. Cofounder Google, Larry Page. Usia 41 tahun. Bos Tesla dan Space Exploration Technologies Corp, Elon Musk. Usia 43 tahun. Bos Tencent dan We Chat, Ma Huateng. Usia 43 tahun. Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi. Usia 43 tahun. Bos Baidu, Robin Li. Usia 45 tahun. Bos Samsung, Jay Y. Lee. Usia 46 tahun. CEO Microsoft, Satya Nadella. Usia 47 tahun.
  18. Permintaan data pengguna Facebook dari sejumlah negara meningkat hampir 24% pada semester pertama tahun ini jika dibandingkan dengan enam bulan sebelumnya. Perusahaan media sosial raksasa ini mengatakan, mereka menerima hampir 35.000 permintaan dalam kurun Januari hingga Juni tahun ini. Jumlah konten dalam Facebook yang dibatasi karena aturan negara setempat juga naik sekitar 19% pada periode yang sama. Kabar tentang meningkatnya permintaan data pengguna ini muncul pada saat Facebook diperintahkan pengadilan Amerika Serikat untuk menyerahkan data sebanyak 400 orang. Sejumlah foto, pesan pribadi dan informasi lain yang melibatkan sejumlah orang diberikan ke pengadilan di New York tahun lalu, namun permintaan itu hanya diumumkan pada bulan Agustus. "Kami agresif mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi untuk membatalkan semua surat perintah ini dan memaksa pemerintah untuk mengembalikan data yang telah disita," kata Facebook dalam sebuah blog. Jejaring sosial terbesar di dunia ini juga mengatakan bahwa mereka akan "meneliti" setiap permintaan pemerintah yang tidak disokong oleh kelengkapan aturan dan "menentang ketika kami menemukan sejumlah kecacatan atau diajukan dengan permintaan yang terlalu luas." Rahasia Facebook berada di bawah tekanan atas penggunaan data para penggunanya dalam beberapa tahun terakhir, yang memicu kekhawatiran terhadap kerahasiaan data sejumlah pengguna. Bulan lalu, Facebook mengakui akan mengubah cara melakukan penelitian pada para penggunanya setelah percobaan kontroversial yang memanipulasi beberapa pengguna kolom berita dalam Facebook untuk mempengaruhi emosi mereka. Sementara itu, raksasa teknologi ini telah meluncurkan serangkaian fitur tahun ini untuk membantu para pengguna melindungi informasi pribadi mereka. Pada bulan April, kepala eksekutif Facebook Mark Zuckerberg memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan para pengguna untuk membatasi jumlah informasi pribadi yang akan mereka bagi dengan sejumlah aplikasi ponsel pihak ketiga.
  19. Mark Zuckerberg berusaha menarik simpati penduduk Cina dengan menggunakan bahasa Mandarin ketika berkunjung ke Beijing. Zuckerberg berkunjung ke ibu kota Cina itu pekan ini sebagai anggota dewan penasihat yang baru ditunjuk di Universitas Tsinghua. Untuk memenuhi sebagian perannya sebagai anggota dewan penasihat, ia bertatap muka dengan mahasiswa selama sekitar 30 menit. Dalam pertemuan itu, pendiri Facebook menggunakan bahasa Mandarin. Namun kecakapan Zuckerberg dalam bahasa Mandarin mendapat reaksi beragam dari penutur bahasa asli. Sebuah situs berita setempat menyebut percakapan Zuckerberg seolah "seseorang menginjak mukanya". Keluarga istri Beberapa orang lainnya lebih bersimpati kepadanya. "CEO ini begitu keren sehingga saya ingin menangis," tulis seorang pengguna media sosial. Meskipun sebagian orang sepakat bahwa pengucapan Zuckerberg belum lancar, sebagian orang terkesan karena ia berusaha menggunakan bahasa Mandarin. Zuckerberg, yang menikah dengan warga Amerika keturunan Cina Priscilla Chan, menetapkan target sendiri untuk belajar Mandarin pada 2010. Salah satu alasannya adalah agar ia bisa berkomunikasi dengan keluarga istrinya. Tetapi Facebook sebagai perusahaan juga ingin sekali meningkatkan hubungan dengan Cina. Pihak berwenang sampai sekarang masih melarang jejaring sosial tersebut.
  20. Tiga siswa SMA Negeri Bungaraya di Siak, Riau, yang dikeluarkan gara-gara status yang mereka tulis di Facebook, diminta untuk kembali bersekolah. Permintaan ini dikeluarkan setelah dilakukan mediasi hari Kamis (06/11) antara Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, pihak sekolah, dan orga tua tiga siswa yang dikeluarkan. "Anak itu harus kembali ke sekolah seperti biasa ... kami akan membentuk tim investigasi untuk menilai semua itu. Namun siswa juga akan diminta membuat perjanjian supaya berlaku baik di sekolahnya," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Kadri Yafiz. Ia mengatakan status siswa yang menjadi inti masalah mengandung kritik ke sekolah tapi mestinya sekolah tidak mengeluarkan ketiga siswa tersebut. Status Facebook yang dipersoalkan pihak sekolah berbunyi "Kita terlambat dihukum, guru telat lewat saja." Status ini ditulis oleh Reksa Dirgantara Putra, Wiwit Dwi Santoro, dan Towil Maamun, yang kemudian berujung dengan keputusan dari pihak sekolah untuk mengeluarkan mereka. Kepala Sekolah SMAN 1 Bungaraya M Nasir mengaku menerima keputusan Dinas Pendidikan. "Selama ini kami sudah melakukan pembinaan dari awal sehingga bisa dikatakan dari status yang dibuatnya itu, sebenarnya tidak masalah. Tapi komentarnya yang membuat sekolah memutuskan itu," kata M Nasir. Nasir tidak menjelaskan seperti apa komentar yang ditulis para siswa tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa komentar mereka tidak pantas. Tantangan sekolah Salah satu orang tua siswa, Sudwi Harto, mengatakan dalam status Facebook tidak ditulis nama sekolah jadi sekolah tidak dicemarkan. Terkait dengan permintaan Dinas Pendidikan, ia mengatakan sudah memutuskan untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain. "Ada upaya untuk memasukkan lagi ke situ lewat Dinas Pendidikan, tetapi saya tidak mau dan akan terus meminta keadilan untuk anak saya dan rekan-rekannya, lalu berhasil," kata Sudwi Harto, "Anak saya boleh kembali ke sekolah, tetapi ternyata anak saya tidak mau," katanya. Ini bukan untuk pertama kalinya murid sekolah dikeluarkan gara-gara status atau komentar yang mereka tulis di media sosial. Data Komnas Perlindungan Anak pada tahun 2013-2014 menyebutkan sekitar 476 siswa terkena kasus penghukuman bahkan terancam dikeluarkan oleh sekolah karena masalah di media sosial. Direktur Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, mengatakan media sosial merupakan tantangan bagi sekolah karena para siswa tak mengetahui tata cara bagaimana menggunakan media sosial yang sehat. "Jadi kalau dia kritik terhadap teman atau sekolahnya itu menggunakan bahasa remaja, dan tidak tahu ada UU Informasi dan Traksasi Elektronik yang bisa menjerat mereka, sehingga sekolah tersinggung dan mengeluarkan mereka," kata Arist. Ia juga mengatakan sekolah seharusnya tak boleh mengeluarkan siswa karena itu merupakan hak pendidikan anak. "Sekolah juga harus memisahkan hak pendidikan anak dengan perilakunya di media sosial," kata Arist.
  21. Jejaring sosial raksasa Facebook mengatakan jumlah pengguna layanan kirim pesan mereka mencapai lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia. Perusahaan itu mengatakan jumlah pengguna aplikasi Messenger - yang terpisah dari aplikasi Facebook - meningkat dua kali lipat dari jumlah awal sebanyak 200 juta orang pada bulan April. Facebook menghadapi sejumlah reaksi setelah mengumumkan akan memaksa para penggunanya untuk mengunduh aplikasi mengirim pesan pribadi ke sejumlah teman melalui layanan utama Facebook. Sejumlah pengguna mulai didorong untuk mengunduh aplikasi yang diluncurkan pada bulan Juli tahun 2011. "Messaging adalah bagian yang penting untuk menjaga orang-orang tetap terhubung," kata direktur manajemen produk Facebook Peter Martinazzi dalam sebuah blog pada Kamis. "Dan kami bersemangat memberikan cara yang lebih cepat dan ekspresif untuk berkomunikasi kepada sejumlah orang sejak diluncurkan tahun 2011."
  22. Facebook bagi sebagian besar orang telah menjadi bagian dari kehidupannya. Namun, saya termasuk “pencilan” himpunan orang yang demam facebook tersebut. Saya sempat mendaftar sebuah account di facebook, namun tidak pernah saya permak karena saya memang tidak berminat dengan situs jejaring sosial. Sebelumnya saya pun menggunakan dua account friendster yang terdaftar pada tahun 2003. Namun, kedua account itu pun sudah jarang saya “jenguk” sejak awal pertengahan 2007 silam. Demam Facebook (FB) sudah menjalar luas di masyarakat Indonesia ketika awal 2008. Sebelumnya, situs jejaring sosial yang paling top adalah Friendster (FS). Namun, pengguna FS cenderung adalah kaum remaja yang ketika menjadi dewasa akan enggan (malu) menggunakannya. Ketika FB muncul, maka orang dewasa migrasi dari FS. Namun akhir-akhir ini, tidak hanya orang dewasa saja yang menggunakan FB, namun anak-anak mulai merambah. Karena saya bukan “facebook mania”, saya tidak tahu mengapa orang tertarik ber-facebook-an. Beberapa analisis yang dapat saya amati mengapa orang hijrah dari FS ke FB adalah : Kecepatan Akses FS jauh lebih lambat dibanding FB. Lambatnya membuka halaman per halaman, membuat orang yang hidup diserba cepat akan menjadi kesal jika untuk membuka profil dan membaca pesan/message harus menunggu lama. FB pun mulai mengalami masalah yang sama. Tampilan FS lebih “narsis”, sedangkan FB lebih simpel. Inilah mengapa orang dewasa sudah tidak sreg lagi menggunakan FS. Poin terpenting dari facebook adalah aplikasi real time system. FB tampaknya menggabungkan sistem FS dengan sistem real time untuk chatting. Penggabungan ini membuat nilai ++ yang menjadi FB tiada duanya untuk saat ini. Sambil FB-an, ketika ada message masuk, maka akan tampil notifikasi pesan tersebut. FB didesain lebih cerdas “software inteligence” dimana dapat mengrupkan kriteria-kriteria orang yang mengisi profil yang sama. Sehingga tanpa harus mencari-cari, sistem FB akan memberi informasi siapa saja teman lama, klien atau sejenisnya apabila kita memasukan informasi yang benar. Integrasi dengan blackberry, iphone. Fakta Kesuksesan Facebook dan Kegagalan Friendster (dan Yahoo juga) Berdasarkan rangking situs teraktif di Indonesia versi Alexa.com yang saya himpun antara Januari 2009 dan Mei 2009, menunjukkan: Facebook : #6 (Januari) menjadi #2 (Mei) Yahoo : #2 (Januari) menjadi #3 (Mei) Friendster : #3 (Januari) menjadi #6 (Mei) Dari data diatas, maka dapat disimpulkan bahwa selama kurun waktu kurang 1/2 tahun, FB telah memposisikan dirinya menjadi situs terbesar kedua setelah google di Indonesia. Friendster terdepak jatuh ke posisi lama Facebook. Dan menariknya adalah traffic Yahoo bahkan dapat dikalahkan oleh Facebook. Meskipun frekuensi pengguna email tetap bahkan meningkat, namun jumlah pengguna chatting yahoo tetap, namun sebaliknya pengguna FB meningkat pesat terutama fasilitas real timenya. Selain fakta traffic, jumlah pengguna FB di seluruh dunia menang telak terhadap pengguna friendster. Terdapat lebih dari 200 juta pengguna aktif facebook diseluruh dunia. Angka ini jauh diatas pengguna FS yang hanya mencapai sekitar 90 juta pengguna. Padahal friendster memiliki usia 2 tahun lebih tua daripada facebook. FS dilaunching pada Maret 2002 sedangkan FB pada Februari 2004. Sekilas Facebook Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg pada 4 Februari 2004. Mark Zuckerberg adalah lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas (seperti .edu, .ac.uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs ini. Dengan mempekerjakan hanya 700 orang, Facebook membukukan pendapatan sekitar 300 juta dolar atau 3 triliun rupiah per tahun. Pendapatan facebook jauh lebih besar daripada pendapatan FS yang berkisar sekitar 20-50 juta dollar atau hanya 1/10 dari pendapatan FB. FB dan FS sama-sama mendapat penghasilan melalui iklan yang dipasang pada layanan situs ini. Pendiri FB yakni Mark Zuckerberg merupakan jutawan muda terkaya dibidang internet yakni dengan kekayaan USD 700 miliar atau Rp 8.4 triliun pada tahun 2008. Beberapa pengguna facebook di Indonesia telah berhenti menggunakan Facebook lantaran Facebook dianggap mendukung aksi militer Israel ke Gaza 27 Desember 2008. Pendapatan Facebook pada tahun 2008 masih jauh dibawah pendapatan Yahoo yakni mencapai 7.2 miliar dollar dengan laba sekitar 4.1 miliar dolar. Melalui facebook ini pula, muncul forum-forum yang pernah menghangat seperti Say No To Megawati yang sempat muncul di media massa. Selain itu, banyak thread dan forum facebook yang membahas suatu topik ataupun mendukung suatu gerakan tertentu. Semoga masyarakat kita dapat memannfaatkan FB dengan bijak. Semoga situs jejaringnya seperti FB ala Indonesia bermunculan dengan layanan yang sama sehingga meningkatkan penghasilan pengusaha lokal sekaligus meningkatkan prestise dan martabat dalam dunia teknologi dan informasi.
  23. Beberapa waktu lalu Mark Zuckerberg telah mengunjungi Indonesia untuk membahas proyek Internet.org yang ditujukan untuk memberikan internet gratis dan cepat di tanah air. Setelah itu, bos Facebook tersebut diketahui datang ke Negeri Ginseng. Ada apa? Mark Zuckerberg tengah dikabarkan baru saja mengadakan pertemuan dengan wakil presiden Samsung, Lee Jay-Yong di markas besar pusat mereka di Korea Selatan. Lebih lanjut, Zuckerberg dan Jay-Yong membahas rencana besar bagi kedua perusahaan di masa depan. Topik pembicaraan yang kerap disebut 'futuristic business projects' tersebut kemungkinan besar akan berhubungan dengan produksi smartphone milik Facebook. Mark Zuckerberg diisukan tengah mencari rekanan baru sebagai penyuplai hardware untuk smartphone kedua Facebook, setelah HTC First. Di pertemuan ketiga antara Facebook dan Samsung tersebut, terdapat kemungkinan bila Facebook tidak berbicara tentang masalah smartphone sama sekali, tetapi lebih ke arah aplikasi-aplikasi milik mereka. Facebook diyakini menawarkan lebih banyak aplikasi buatan mereka untuk terpasang di smartphone-smartphone buatan Samsung secara 'pre-installed'. Konsep kerjasama ini dianggap jauh lebih realistis ketimbang proyek kerjasama produksi smartphone Facebook. Perusahaan pemilik jejaring sosial terbesar di dunia tersebut mungkin masih 'trauma' dengan kegagalan mereka saat bekerja sama membuat smartphone bersama HTC di bulan April tahun lalu. Smartphone Facebook pertama berlabel 'HTC First' terpaksa dihentikan produksinya hanya dua bulan setelah rilis akibat gagal menembus pasar.
  24. Mungkin bagi Anda, tak lagi mengejutkan melihat anak berusia 8 sudah memiliki akun Facebook. Namun, fakta orang tua mengajari anak berbohong untuk bisa mendaftar sangat mengejutkan. Saat ini, ada jutaan anak-anak di bawah umur atau generasi ‘Dora’ (film anak-anak) yang telah memiliki akun di jejaring sosial itu. Bahkan, di antaranya berusia sangat muda, yakni 8 tahun. Facebook sendiri memberlakukan peraturan yang melarang anak di bawah 13 tahun bergabung situsnya. Di balik semua fakta yang nampak ‘biasa’ ini, terdapat fakta yang lebih mengejutkan, yakni orang tua sang anak yang membantu mereka melalui proses pendaftaran untuk mendapat akun di jejaring sosial ciptaan Mark Zuckerberg itu. Sebanyak empat penulis studi ini berpendapat, pembatasan umur yang terinspirasi Children’s Online Privacy Protection Act atau biasa disebut COPPA ini sebagian besar diabaikan anak-anak dan orang tua. Bahkan, para orang tua lebih mendorong anaknya untuk berbohong. “Data kami menunjukkan, banyak orangtua secara sengaja membiarkan anak-anaknya berbohong tentang usianya yang dalam kenyataannya, para orangtua membantu mereka melakukannya agar anaknya bisa mendapat mendapat akses pada situs yang dibatasi usia itu,” papar para penulis dalam pengantar hasil studinya. Menurut hasil studi, sebagian besar (95%) dari orang tua yang memiliki anak berusia 10 tahun secara sadar mengetahui anaknya memiliki akun Facebook, dan 78% orang tua membantu anaknya membuat akun Facebook untuk anaknya. Pada anak berusia 11 dan 12 tahun, persentase campur tangan dan sepengetahuan orang tua menjadi sedikit lebih rendah meski 89% orang tua yang disurvei yakin harus ada usia minimum untuk Facebook. Sebanyak 78% di antaranya yakin ada keadaan yang membuat ‘OK’ bagi anak mereka untuk bisa mendaftar layanan online itu. Saat ditanya mengapa para orang tua mau melakukan ini, mereka sering kali beralasan hal ini berkaitan kegiatan sekolah dan komunikasi antar anggota keluarga. Apa jadinya jika generasi ‘Dora’ memiliki akun di Facebook? Hasil studi yang didasarkan pada survei 1.007 orang tua di Amerika Serikat pada Juli lalu yang memiliki anak berusia 10-14 menemukan, 55% anak usia 12 dan 32% anak usia 11 tahun memiliki akun Facebook, sementara 19% dari anak usia 10 tahun aktif di situs itu. Pertanyaan mengenai usia berapa yang sesuai bagi anak-anak agar bisa bergabung situs jejaring sosial ini telah diperdebatkan para pendukung privasi dan kelompok orang tua selama bertahun-tahun. Zuckerberg sendiri telah mengatakan, anak-anak yang lebih muda dari 13 tahun bisa menggunakan layanan ini karena berinteraksi secara online merupakan bagian penting proses pendidikan yang terjadi saat ini. Hasil studi Consumer Reports pada musim semi lalu menemukan, 7,5 juta anak di bawah usia 13 merupakan anggota Facebook. Para legislator sendiri mengaku telah memberlakukan hukum COPPA pada 1998 di saat internet modern mulai berjalan. Hal tersebut dilakukan guna melindungi anak-anak dari predator pemasaran, risiko keamanan dan pelanggaran lain yang bisa timbul dari orang lain yang juga memiliki akses pada data pribadi lain mereka. COPPA mewajibkan sebuah situs untuk mendapat ‘izin orang tua yang terverifikasi’ sebelum mengumpulkan informasi mengenai anak di bawah usia 13 tahun. Alhasil, banyak situs yang kini mulai memberlakukan pembatasan usia. Sayangnya, saat situs-situs ini menambahkan batasan umur untuk persyaratan layanan mereka, dokumen hukum yang bertele-tele itu membuat para pengguna jarang membacanya sebelum mendaftar. Para penulis studi baru ini menyatakan, COPPA memiliki konsekuensi yang tak diinginkan, yakni membatasi akses anak-anak ke Internet sembari mendorong orang tua bertindak tak etis dan menyarankan agar hukum berdasarkan usia harus diganti dengan perlindungan privasi yang universal.
  25. Mark Zuckerberg telah tiba di Indonesia. Di akun Facebook-nya, dia memajang foto berada di Candi Borobudur. Pengelola kaget atas kehadiran bos Facebook itu karena namanya tak tercantum di daftar tamu. "Mungkin dia (Mark Zuckerberg) masuk sebagai tamu biasa," kata Dirut Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Laily Prihatingingtyas, di kantornya, Minggu (12/10/2014). Laily mengaku memang ada rombongan tamu yang menikmati sunrise di Hotel Manohara. Terdiri dari 123 turis asing dan 40 wisatawan lokal. Namun pihak pengelola tidak menyangka satu di antaranya merupakan bos Facebook. "Pada Minggu pagi, tidak ada nama dia," jelasnya. Selain itu, tidak ada permintaan khusus dari pihak manapun terkait kedatangan Mark Zuckerberg. Juga terkait adanya tamu VIP. Maka itu, pihak pengelola memperlakukan tamu seperti biasanya. Di akun Facebooknya, Mark Zuckerberg memposting foto yang menunjukkan bahwa ia tengah berada di candi yang terletak di Jawa Tengah tersebut. Ia terlihat duduk bersila menghadap matahari terbit. Ia menulis status, "Aku baru saja tiba di Indonesia, dan langsung mendaki Borobudur untuk melihat matahari terbit." Di Indonesia, Mark Zuckerberg akan menghadiri acara yang diselenggarakan internet.org dan bertemu sejumlah pejabat di Jakarta. Salah satu pejabat negara yang akan dia temui adalah Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan itu direncanakan digelar Senin besok.
×
×
  • Create New...