Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'apple'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 197 results

  1. Tim Cook Memperkenalkan iOS 8 Apple resmi memperkenalkan suksesor iOS 7 saat gelaran WWDC 2014 berlangsung, yang mereka sebut dengan iOS 8. Nggak seperti iOS 7 yang didominasi oleh tampilan antarmuka yang baru, iOS 8 menitikberatkan pemutakhiran pada penambahan fitur. Dipaparkan secara jelas oleh Craig Frederighi (SVP of Software Engineering Apple) hari Rabu, 3 Juni 2014, iOS 8 hadir dengan pemutakhiran dan penambahan fungsi pada Messages app. Fitur barunya kini memungkinkan kita berkirim pesan suara, berkirim video singkat, hingga membalas pesan tanpa perlu pindah aplikasi. Lalu ada pula keyboard yang mampu memprediksi kata, spotlight yang dimutakhirkan, hingga keyboard yang mampu memprediksi. Daftar Fitur Lainnya iOS 8 Salah satu fitur yang disebut Frederighi saat event berlangsung cukup menarik perhatian saya; Continuity. Fitur ini memungkinkan terjadinya integrasi menarik antara perangkat iOS yang kita miliki dengan Mac. Katakanlah kamu sedang menulis sebuah email di iPad, dan berkat fitur tersebut, proses itu bisa kamu lanjutkan di Mac dengan hanya satu kali klik saja. Hal ini juga berlaku ketika kamu sedang membuka sebuah halaman situs. Perubahan Photos app juga menarik. Dengan tambahan iCloud Photo Library, Apple ingin membuat kamu seakan memiliki brankas foto pribadi. Tiap-tiap foto yang kamu ambil nantinya akan tersimpan di iCloud dan secara bersamaan, muncul pula di perangkatmu yang lain. Nggak hanya itu, foto yang udah kamu olah hingga metode pengaturan folder foto kamu juga akan diperbarui di perangkatmu yang lain, sesuai dengan yang kamu lakukan pada perangkatmu tersebut. Health app di iOS 8 Kenyataan mengenai HealthBook sendiri akhirnya terbuka pada WWDC 2014 dengan munculnya Health. Health adalah aplikasi yang bertugas mengumpulkan berbagai data kesehatanmu – mulai dari detak jantung hingga jumlah langkah – dari beragai aplikasi pihak ketiga yang ada di perangaktmu, dan menghadirkannya sebagai satu kesatuan informasi guna kesederhanaan penggunaan. Para pengembang bisa mengintegrasikan aplikasi kesehatan mereka dengan Health, kalau menggunakan tools khusus yang bernama HealthKit. Lalu ada pula iCloud Drive. Fitur ini mengeksplor lebih lanjut potensi iCloud sebagai sarana penyimpanan di awan yang Apple sediakan. Nggak hanya sebatas backup atau portal perpindahan foto atau data lainnya, kini kita juga bisa menyimpan berbagai file, dokumen, foto, dan lainnya, lalu mengolahnya sebebas kita dengan hadirnya iCloud Drive. Agak mirip dengan Dropbox konsepnya. Widget Akhirnya Muncul di iOS 8 Apple pun akhirnya menghadirkan widget di iOS 8 yang mengambil tempat di dalam Notification Center, serta memperluas kapabilitas Siri sebagai asisten pintar – dan mengganti warna ikonnya! Kini Siri bisa kita aktifkan dengan hanya mengucap “Hey Siri!” saja dan berkat integrasi dengan Shazam, Siri juga bisa memberitahumu lagu apa yang sedang berputar – dan membelinya langsung dari iTunes. Siri juga akan semakin responsif seiring pemahamannya yang meningkat terhadap suaramu, serta tambahan terhadap 22 bahasa baru. Fitur Kolaborasi Keluarga Bernama Family Sharing di iOS 8 Paling gak kalah menarik adalah Family Sharing, fitur kolaborasi antar keluarga yang memungkinkan kita berbagi Calendar, Reminder, Find My Friends, Find My iPhone, hingga berbagi konten yang udah dibeli. Menariknya, dengan kolaborasi Family Sharing, Apple seakan mencegah terjadinya pembelian in-app purchases yang gak disengaja oleh anak-anak. Caranya adalah dengan mengirimkan sebuah konfirmasi ijin pembelian konten dari orang tua. Apabila ijin itu diberikan, maka sang anak bisa membeli konten yang ia ingini, tapi bila gak, tentu saja gak bisa. Dari sudut pandang saya terhadap fitur-fitur yang dipaparkan, iOS 8 menandai kedewasaan iOS. Layaknya sebuah band yang musiknya semakin matang dan menarik untuk didengar seiring berjalannya waktu dan karirnya, seperti itulah iOS 8 saat ini. Dan seiring dewasanya sistem operasi tersebut, perangkat yang mendukung OS ini pun juga ikut ‘dewasa’. Lihat di bawah ini untuk tahu perangkat mana saja yang mendukung iOS 8: Daftar Perangkat Yang Mendukung iOS 8 Yep, gak ada iPhone 4. Sudah saatnya tukar iPhone. Bagi para pengembang terdaftar, versi beta iOS 8 udah tersedia sedari sekarang. Dan bagi para konsumen, iOS 8 baru tersedia buat khalayak luas pada musim gugur mendatang. Belajar dari kebiasaan Apple, biasanya peluncuran iOS terbaru berbarengan dengan peluncuran iPhone terbaru.
  2. Apple Perkenalkan OS X Yosemite, Ini Tampilannya Dalam acara Worldwide Developer Conference 2014, Apple memperkenalkan OS X terbarunya yang diberi nama Yosemite. Tampilan Apple OS X Yosemite tersebut sedikit banyak mengadopsi tampilan sistem operasi pada iOS 7, yang mengusung ikon “Flat Design”. OS X Yosemite diklaim membawa perubahan desain yang cukup besar pada sistem operasi tersebut. Sehingga pada suatu kondisi terlihat malah memiliki interface seperti iPhone dan iPad. Selain tampilan pada platform, OS X Yosemite juga membawa perubahan pada tampilan Mail, yang menambahkan fitur baru yaitu “Mail Drop” yang memberikan tempat pada email dengan lampiran file besar, pengguna akan menikmati kapasitas basis cloud Apple sampai 5GB yang dapat diakses oleh pengguna dengan semua layanan email manapun. Selain itu Apple memperkenalkan fitur yang disebutnya sebagai Dr.Dre yang menjadi ikon baru Apple pasca mengakuisisi Beats Electronics senilai USD 3 miliar pada minggu lalu. OS X Yosemite (OS X 10.10) melanjutkan tradisi baru Apple menggunakan penamaan dari nama tempat, yang dimulai sejak OS X Mavericks. Sebelum itu OS X menggunakan nama kucing besar, seperti OS X Tiger, OS X Lion atau OS X Mountain Lion. Untuk 2014 ini, Apple bahkan memulai tradisi baru berupa Public Beta, artinya pengguna biasa bisa mengunduh OS X Yosemite versi Beta.
  3. Banyak yang mengenal bahwa Steve Jobs merupakan seorang visoner yang berhasil mengembangkan karya-karya mutakhir di bidang teknologi. Namun tak selamanya produk-produk tersebut sukses, karena setidaknya ada tujuh produk gagal yang pernah ditawarkan oleh Jobs. Dalam merancang suatu produk, berkali-kali Steve Jobs mengajukan rancangan desain sebelum akhirnya produk tersebut dibuat Apple. Namun ada beberapa produk yang hasilnya tidak selalu baik dan terkesan gagal di pasaran. Berikut adalah tujuh produk dari Jobs yang gagal baik secara komersial maupun fungsional: 1. Apple III (1981) , Penerus dari Apple II yang sangat populer memang dirancang sebagai perangkat yang fokus pada pengguna bisnis dan harganya terjangkau. Sayangnya, hardware ini tidak dapat diandalkan. Apple kehilangan pasar bisnisnya Setelah IBM muncul dengan memperkenalkan PC. Peluncurkan produk PC andalan IBM ini bersamaan dengan tahun peluncuran Apple III dan PC lebih berkembang pesat dibanding Apple III. 2. Lisa (1983), merupakan komputer yang diproduksi secara komersial pertama dengan menggunakan grafis interface yang menghabiskan biaya produksi sebesar USD9,995. Perangkat ini dengan cepat jatuh karena menganggap Macintosh lebih murah dibandingkan Lisa, yang diluncurkan setahun kemudian. 3. NeXT Computer (1989), usaha Jobs yang pertama setelah terpaksa keluar dari Apple saat itu membuatnya berkeinginan menciptakan komputer yang mampu memprediksi masa depan, tetapi perangkat yang diciptakannya yakni Next Computer melampaui harga jual dari Apple III dan Lisa, yang saat itu terlalu mahal untuk menangkap pengguna mainstream. 4. Puck Mouse (1998), salah satu produk baru dari iMac ini adalah produk utama pertama yang diciptakan setelah kembalinya Jobs ke Apple pada tahun 1996. Karena mouse ini berbentuk bulat dan kecil Ada beberapa pengguna yang tidak bisa menggunakannya karena sangat kecil, sehingga sulit digunakan. 5. Cube (2000), ini adalah komputer desktop kecil indah yang terbungkus dalam plastik bening berbentuk kubus. Perangkat rancangan Jobs ini memang memenangkan penghargaan desain, tapi mengalami kegagalan di toko-toko pengecer karena harga yang tinggi. Meskipun desain Apple ikonik, namun orang tidak bersedia membayar dengan harga yang tinggi. Akhirnya ide Cube dibawa ke generasi Mac selanjutnya yakni Mac Mini. 6. iTunes phone (2005), iPhone bukanlah usaha pertama Apple di bisnis ponsel. Saat itu Apple membentuk kemitraan dengan Motorola Inc untuk meluncurkan ROKR pada akhir 2005. Sebagai ponsel, ROKR memang kurang menarik, tapi sebagai pemutar musik itu hampir mirip dengan iPod. Perbedaannya ponsel ini hanya bisa menyimpan 100 lagu dan proses mentransfer lagu dari komputer terkesan lambat. Hal lain yang juga dikritik karena tidak memungkinkan pengguna untuk mengunduh musik melalui jaringan seluler. Batasan ini juga terjadi pada iPhone pertama. 7. Apple TV (2007), terjunnya Apple ke ruang tamu merupakan upaya yang terkesan setengah hati. Jobs kemudian menyebut Apple TV ini hanya sebagai "hobi". Ternyata ini merupakan sebuah perangkat kotak kecil yang dihubungkan ke TV dan ke Mac di rumah. Perangkat ini merupakan sebuah remote kecil yang memungkinkan pemiliknya untuk memutar musik dan film dari PC ke TV. Itu merupakan perangkat yang tergolong mahal, dengan harga USD249. Selain itu, penggunaan perangkat ini terkesan rumit untuk mengatur dan menggunakannya. Film yang dibeli dari iTunes memiliki resolusi rendah dan tampak buram ketika di lihat di HDTV. BArulah di tahun 2010, Apple memperkenalkan Apple TV yang jauh lebih baik dan lebih murah, serta dirancang untuk menghubungkannya langsung ke Internet.
  4. Apple dan Samsung kembali berseteru di pengadilan pada minggu ini. Apple menuntut perusahaan asal Korea Selatan tersebut sebesar 2 miliar dollar AS karena dianggap melanggar setidaknya lima paten fitur iOS. Namun, fitur-fitur tersebut sebenarnya adalah fitur yang dimiliki oleh semua perangkat Android dari berbagai vendor, bukan terdapat dalam perangkat Android Samsung saja. Fitur iOS apa saja yang menurut Apple dilanggar oleh Samsung? Situs 9to5 Mac,Selasa(1/4/2014) telah membuat rangkumannya, dan berikut adalah fitur-fitur tersebut. 1. Teks yang muncul sebagai tautan Pertama adalah paten tentang metode dan sistem dalam menampilkan aksi yang terstruktur dalam data komputer. Paten tersebut digunakan dalam pesan teks, yang menampilkan alamat, tanggal. waktu dan nomor telepon yang muncul sebagai link (dengan garis bawah). Paten tersebut dimiliki Apple sejak 1999. Pengguna Android jika berkirim pesan berisi alamat, waktu, atau nomor telepon akan ditampilkan sebagai tautan (link). Jika link tersebut di-klik, maka akan memunculkan aplikasi yang relevan, seperti peta, kalender, dan phonebook. 2. Sinkronisasi data di background Paten kedua adalah sinkronisasi data di background. Apple memiliki paten metode yang memungkinkan sebuah aplikasi untuk menyinkronkan informasi antar-beragam perangkat saat digunakan. Misalnya, aplikasi kalender yang dibuka dan diedit dalam smartphone, bisa sinkron dengan aplikasi yang terpasang di tablet atau komputer. Fitur yang serupa juga dimiliki oleh Android. 3. Universal search Menurut Apple, fitur Universal Search biasa digunakan pengguna iOS untuk mencari sesuatu dalam iPhone atau iPad, dengan pilihan mencarinya dalam internet atau Wikipedia. Paten "Universal interface for retrieval of information in a computer system" tersebut didapat Apple pada tahun 2005. Fitur Universal Search muncul di platform Android setelah versi 3.0 Honeycomb diperkenalkan pada tahun 2011. Sekali lagi, ini adalah fitur di Android, bukan milik Samsung semata. 4. Slide to unlock Fitur keempat adalah metode membuka layar home di smartphone, yaitu paten "Slide to unlock." Membuka layar kunci perangkat dengan gestur yang menggeser layar atau gambar di layar dimiliki oleh hampir semua perangkat mobile, termasuk Android. Tahun lalu, pengadilan di Jerman membatalkan tuntutan seputar klaim paten "Slide to unlock" milik Apple. Alasannya adalah, paten tersebut tidak memiliki inovasi teknis yang mencukupi untuk diberikan paten. 5. Auto-complete text Terakhir, adalah fitur Auto-complete dalam teks. Paten Apple tentang metode antarmuka grafis yang menyediakan rekomendasi kata, atau auto-complete tersebut juga diklaim milik Apple. Fitur prediksi kata telah dimiliki smartphone Apple dan Android dalam waktu cukup lama, namun Apple menuduh fitur Auto-complete milik Samsung mencontek fitur miliknya. Dalam iOS, jika pengguna mengetik kalimat, maka sistem akan melengkapi kalimat tersebut secara otomatis begitu pengguna menekan tombol spasi. Sementara Android memiliki metode dengan menampilkan pilihan kata. Itulah setidaknya lima fitur yang sedang diperdebatkan Apple dan Samsung di pengadilan. Fitur-fitur tersebut sebenarnya adalah elemen yang dimiliki oleh semua ekosistem Android. Dalam kasus sebelumnya yang diajukan pada tahun 2012, Apple lebih banyak menuntut Samsung dari segi desain. Pada akhirnya, Apple berhasil memenangkan tuntutan 1 miliar dollar AS dari Samsung. Sumber: 9to5mac
  5. Kita sering takjub ketika melihat sukses yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar. Yang menjadi perhatian orang, sering pada hasil akhir, atau output dari pendapatan bersih atau laba (margin). Terlebih ketika perusahaan tersebut berkembang biak, menggurita hingga merambah ke mana-mana. Ketakjuban tersebut, akan menimbulkan banyak efek di publik. Antara lain misalnya, membuat orang berpikir untuk mengikuti jejaknya. Orang Sunda bilang, akan membuat pihak lain ngeriung (berbondong mengikuti). Sukses yang dilakukan AirAsia dalam bisnis penerbangan dengan harga rendah, menggoda banyak perusahaan lain masuk ke dunia penerbangan LCC (low cost carrier). Ketika Bintang Toedjoe membuat minuman berenergi Extra Joss, maka banyak merek baru bermunculan menconteknya. Begitu pula ketika Sampoerna sukses membuat produk rokok mild dengan label A-Mild, dalam waktu tak berapa lama muncul puluhan produk-produk mild berbagai merek. Baik yang dibuat oleh pesaing utama maupun pesaing-pesaing baru yang tak diperhitungkan. Masih ingat dengan minuman air mineral dalam kemasan (AMDK) bermerek Aqua? Sukses bisnisnya membuat banyak pihak berlomba membuat air mineral dengan berbagai merek, seperti Bonaqa, Aguaria, Club, Vit, Top Aqua, dan lain-lain. Begitu pula ketika Sosro membuat minuman teh dalam botol, maka Anda akan menemukan banyak teh kemasan bermacam merek mengikutinya. Selain membuat orang mengikuti, sukses sebuah perusahaan juga menimbulkan persepsi bahwa yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, adalah kebenaran. Apa yang disampaikan oleh CEO-nya, dianggap sebagai mantra sukses. Produk yang dibuatnya, selalu ditunggu masyarakat. Orang kemudian menjustifikasi pembenaran-pembenaran sebagai kunci sukses tersebut. Meski hal itu tidak selalu benar. Agar tidak melebar, kolom Inspira ini membatasi diri dalam dunia produk ICT. Di dunia ICT dewasa ini, orang begitu keranjingan dengan Apple. Semua produknya hampir selalu dinanti orang. Apapun yang disampaikan pendiri Apple, mendiang Steve Jobs adalah kebenaran. Begitu pula dengan Google. Sebagai pemain utama di bisnis ICT global, Google akan ditunggu siapapun geliat dan produknya. Namun, apakah mereka tidak pernah gagal, jawabnya pernah. Apple misalnya, pernah mencatat sedikitnya 11 produk dianggap gagal. Antara lain Open Doc, Cyberdog, HyperCard, Newton, Powerbook Duo, Mac G4 Cube, eWorld, MacTv, MacQuadra, Bandai Pippin, hingga Quick Take. Namun demikian, tidak semua produk itu benar-benar dimatikan. Sebab, produk tersebut dianggap tidak sesuai pada jamannya, atau lahir terlalu awal. Sehingga ketika dilakukan perbaikan, maka akan muncul dengan produk baru. Cyberdog misalnya, produk dari Apple pada 1996 meski gagal, tapi terus menerus diperbaiki dan tetap dilakukan riset. Dan, web browser ini diyakini sebagai cikal bakal Safari browser saat ini. Sedangkan produk Newton pada tahun 1993, dianggap gagal. Namun setelah dilakukan perbaikan, dianggap sebagai cikal bakal iPhone dengan aplikasi location base system (LBS) yang sekarang deikenal sebagai iMap. Atau PowerBook Duo yang mengusung komputer ringan pada 1992, gagal total dan tak terdengar. Namun kemudian dilakukan riset lagi, dan diketahui permasalahannya di prosessor yang tidak kompatible. Begitu diketahui masalahnya, dengan ditemukannya prosesor compact (solid state disc SSD), maka Apple pun dengan bekal cikal bakal PowerBook Duo tersebut sukses membuat Macbook Air. Dan masih banyak lagi kegagalan dari Apple, tapi ada yang memang dikubur tapi sebagian masih dikembangkan dan menghasilkan produk dahsyat baru. Begitu pula dengan Google. Tidak semuanya sukses saat diluncurkan. Beberapa produk gagal Google antara lain adalah Google Video, Google Answer, Google Wave, Google Notebook, Google Buzz, Google Catalog dan lain-lain. Google video misalnya, dirancang sebagai search engine yang powerfull untuk pencarian video. Namun, sejak diluncurkan 2005 tidak optimal. Bahkan gagal menandingi Youtube yang juga diluncurkan pada tahun yang sama. Akhirnya Google pun memilih membeli Youtube dengan nilai USD 1,65 miliar, daripada mengembangkan Google Video yang akhirnya ditutup 2009. Google Buzz yang dirancang untuk menjadi jembatan microblogging dengan Facebook, gagal mendapatkan peran di masyarakat. Akhirnya ditutup segera. Juga Google Answer tak berhasil menyaingi Yahoo Answer. Diluncurkan pada 2002, Google Answer yang melakukan pendekatan memberikan poin bernilai uang untuk penanya dan penjawab yang benar, ternyata gagal total dan pada 2006 pun ditutup. Dan, masih beberapa contoh lagi yang menunjukkan, bahwa tidak semua yang dibuat perusahaan besar akan sukses semuanya. Dari fakta-fakta di atas, maka bisa ditarik pelajaran, bahwa tidak semua perusahaan besar akan selalu sukses dalam membuat produknya. Pasti ada di antara sebagian kecil produknya yang gagal. Namun demikian, bagaimana menghadapi produk yang gagal tersebut. Apple tampaknya memilih mengembangkan produknya yang gagal, yang di kemudian hari muncul dengan produk baru. Bila produknya dianggap tidak potensial, tak segan-segan menutup selamanya. Google pun tak segan menutup selamanya bila produknya gagal. Akan tetapi bila diyakini bahwa ceruk marketnya ada, sementara produknya kalah dengan pesaingnya, Google tak segan membeli rivalnya. Seperti dalam kasus Youtube. Bagi Apple dan Google, tidak ada masalah untuk mengakuisisi perusahaan lain. Nah, bagaimana bila produk perusahaan Anda gagal di pasaran? Menyerah atau tetap melakukan riset lanjutan? Kata orang bijak, kaum pesimis akan melihat kegelapan di terowongan, sedang orang-orang optimis selalu melihat ada cahaya di terowongan.
  6. Apple, nama dan logo yang cukup aneh untuk sebuah perusahaan komputer dan tentunya memiliki originalitasnya tersendiri. Dapat dikatakan bahwa logo dari apple ini adalah salah satu logo yang paling banyak dispekulasi dan dibicarakan karena keunikannya. Tapi kenapa harus apel? Berikut perubahan-perubahan yang telah dialami dan sejarah dari logo apple. Sebelum kita melihat perubahan-perubahan yang pernah dialami oleh logo Apple, tentu kita harus terlebih dahulu melihat sejarah di balik nama dan logo dari Apple tersebut. ASAL MULA NAMA APPLE Jadi kenapa apel? Banyak sekali kisah atau cerita mengenai mengapa apple menggunakan apel sebagai nama dan logo mereka. Berikut cerita-ceritanya: Steve Jobs menyukai Beatles sampai pada batas dimana ia mendapatkan nama apple ini dari label album mereka Apel adalah buah yang sempurna Mereka menginginkan sebuah nama yang muncul dekat dengan daftar alfabet Apel adalah buah pengetahuan, dari cerita Adam dan Eve di kisah penciptaan KISAH ALAN TURING Salah satu cerita yang paling menarik adalah logo apple merupakan penghormatan bagi Alan Turing, seorang matematis, logician, cryptanalyst dan ilmuwan komputer, yang memiliki peran besar dalam perkembangan teknologi komputer sekarang ini. Karena Turing adalah homoseksual yang dimana pada saat itu nggak diperbolehkan dan merupakan sebuah ilegalitas di UK, ia bunuh diri dengan racun sianida. Sebuah apel yang dimakan setengah ditemukan di samping tubuhnya, yang diperkirakan berisikan racun terkait. Sebagai penghormatan untuk ilmuwan komputer ini, logo apple adalah referensi ke kisah ini. Walaupun begitu, apple mengatakan nggak ada kaitannya antara logo mereka dan kisah ini. KISAH YANG PALING DIPERCAYA BENAR Walaupun banyak cerita dan kisah menarik, cerita berikut ini adalah yang paling dipercaya benar mengapa apple memilih apel sebagai logo dan nama perusahannya. Nama apple didapatkan pada saat Steve Jobs bekerja di kebun buah-buahan Oregon dan ia mendapatkan nama apple dari brand ternama apel yang bernama McIntosh apples. Dari brand apel tersebut jugalah nama Macintosh berasal. Dari kisah inilah Steve Wozniak, co-founder Apple mengatakan "semua yang terdengar menarik adalah benar." Jadi mungkin ini benar-benar asal mula mengapa Apple menggunakan apel sebagai nama dan logo mereka. LOGO APPLE Selama puluhan tahun sejak Apple berdiri pada tahun 1976, tentu ia telah mengalami berbagai perubahan logo. Berikut perubaha-perubahannya dan cerita di balik setiap perubahan tersebut. LAMBANG ISAAC NEWTON (THE NEWTON CREST) - 1976 SAMPAI 1976 Logo pertama Apple didesain pada tahun 1976 oleh Ronald Wayne, yang terkadang juga dikenal sebagai co-founder ketiga dari Apple. Pada logo tersebut menggambarkan Isaac Newton duduk di bawah pohon dengan sebuah apel bergantung di atas kepalanya. Istilah di sekitar logo tersebut berkata, "Newton... Pemikiran yang terus Mengarungi Lautan Pikiran yang Aneh... Sendiri." Akan tetapi logo tersebut lebih memberikan kesan klasik daripada modern, padahal mereka adalah perusahaan komputer. Oleh karena itu, Steve Jobs memutuskan sebuah desain ulang dibutuhkan. LOGO PELANGI (THE RAINBOW LOGO) - 1976 SAMPAI 1998 Oleh karena itu, logo di atas diganti dengan cepat oeh Steve Jobs dengan desainer Rob Janoff. Yang nggak diketahui Janoff mungkin adalah desain logonya akan menjadi salah satu logo paling terkenal dan paling iconic sepanjang sejarah teknologi. Janoff mengatakan, "gigitan" pada logo Apple digunakan agar orang-orang mengetahui bahwa ia menggambarkan apel, bukan tomat. Juga sesuai dengan kata dunia komputer (byte/bite), sesuai dengan perusahaan teknologi. Sedangkan alasan strip pelangi pada logo adalah Steve Jobs menginginkan sebuah logo yang penuh warna agar perusahaan lebih terlihat "manusiawi". Logo ini digunakan cukup lama, tepatnya selama 22 tahun sebelum akhirnya diubah lagi oleh Steve Jobs, kurang dari setahun sejak ia kembali ke Apple di 1997. Walaupun begitu, bentuk dari logo ini nggak mengalami perubahan. Adapun logo awal yang ditawarkan Steve Jobs adalah logo monkromatik hitam. LOGO MONOCHROME - 1998 SAMPAI SEKARANG Desain logo Apple bertahan cukup lama sampai akhirnya Steve Jobs memutuskan mengubah logo penuh warna tersebut menjadi logo dengan warna yang solid. Hal ini sesuai dengan fashion pada waktu itu yang minimalis dan mungkin untuk mengikuti zaman millenium yang baru. Mungkin logo penuh warna (pelangi) dapat menjadi nostalgia para pengguna Mac, tetapi tentunya Steve Jobs bukanlah orang yang menginginkan rasa nostalgia pada logo Apple. Oleh karena itulah dibuat logo monochrome yang lebih fleksibel untuk me-brand produknya. Perubahan tersebut akhirnya bertahan hingga sekarang ini, dimana Apple hanya menggunakan satu warna saja unutk logonya (monokromatik, penggunaan satu warna saja). Logo Apple sekarang ini tetap menggunakan konsep monokromatik, hanya bewarna putih. LOGO BARU APPLE Ada rumor bahwa Apple akan mengubah logonya kembali menjadi logo penuh warna seperti pada tahun 1998 hanya dengan pewarnaan yang lebih modern. Tapi hal ini belum dapat dipastikan, karena sejauh yang dilihat logo monokromatik apple tetap digunakan pada setiap produknya. -- Dapat dikatakan keputusan Steve Jobs cukup tepat, coba Anda bayangkan kalau Mac menggunakan logo penuh warna Apple di atasnya. Bukan pasangan yang tepat bukan?
  7. Ketika sedang konsentrasi mengerjakan tugas di dekstop, seringk mata kita gak dapat berpaling ke hal-hal yang lainnya, termasuk pada ponsel. Beruntungnya, beberapa notifikasi akan terlewat. Supaya ente dapat tetap memandang layar dekstop sambil untuk memeriksa notifikasi yang akan masuk ke smartphone Android, aplikasi yang namanya Pushbullet kira-kira dapat diandalkan. Pusbullet Inc Aplikasi besutan dari Pusbullet Inc juga dapat memungkinkan utnuk para pemakai untuk dapat sinkronisasi notifikasi Android dengan PC atau Komputer yang melalui dengan browser Chrome ataupun Mozilla Firefox. Segala notifikasi atau pemberitahuan dari aplikasi yang diinginkan akan keluar di browser, sehingga para pemakai gak perlu untuk repot-repot lagi untuk mengecek smartphone ketika alert sedang berbunyi. Berkat adanya Setting, para pemakai diberi keleluasaan untuk dapat mengatur notifikasi setiap aplikasi. Contohnya, mereka dapat utnuk memilih untuk gak menerima notifikasi jejaring sosial kayak Facebook dan Twitter. Gak hanya dapat untuk sinkronisasi notifikasi saja, kita juga dapat sekalian untuk mengirim link,file,gambar, list, catatan atau juga alamat pada Google Maps dengan melalui Aplikasi Pushbullet. Aplikasi kayak ini dapat mentransfer file dengan mudah dan waktunya sangat cepat. Metode kayak ini juga dapat bekerja sebaliknya atau mentransfer data dari komputer menuju smartphone. Sesudah proses meng-instal Pushbullet, ente akan diminta untuk memasukkan akun Google untuk dapat masuk ke dalam aplikasi Pushbullet. Kemudian, ente juga dapat untuk mengakses Pushbullet.com dengan melalui desktop Komputer dan masuk memakai akun Google yang sama. Ente juga dapat menambahkan perangkat lebih dari satu perangkat Android ke dalam aplikasi Pushbullet tersebut, sehingga apabila ente ingin mengaksesnya dengan melalui desktop, Ente juga dapat memilih perangkat manakah yang ingin dimasukan data dengan cara remote. Di balik dari adanya beberapa kemudahan yang udah ditawarkan atau dimiliki oleh Pusbullet, tentu juga pasti ada kelemahan dari aplikasi tersbut. Salah satu yang termasuk dari kekurangan atau kelemahan yang cukup menjadi perhatian orang-orang adalah kemampuan untuk dapat merespon notifikasi. Ryan Oldenburg selaku orang co-founder, udah menyatakan bahwa fitur itu sedang dipertimbangkan dengan baik dan akan dimasukkan ke dalam update Pushbullet di masa yang akan datang. Pushbullet juga udah tersedia secara gratis untuk dapat diunduh dari Google Play Store. Kali ini, pengembang sedang mengupayakan aplikasi terdedikasi untuk dapat menjangkau Windows dan OS X. Hadir dengan tanpa adanya biaya ditambah lagi dengan fitur-fitur yang udah diharapkan akan ditingkatkan dalam waktu yang sangat dekat, pasti akan membuatnya menonjol dari para aplikasi yang sekarang sedang menyainginya. Situs resmi: https://www.pushbullet.com/
  8. Segala hal yang berkaitan dengan sang jenius milenia, Steve Jobs, turut menjadi sesuatu yang besar saat ini. Tak terkecuali garasi di rumah orang tua Steve Jobs semasa muda. Garasi tersebut diresmikan jadi situs bersejarah oleh Dinas Kota Los Altos, California. Garasi tersebut adalah sejarah di mana awal mula penemuan berbagai teknologi-teknologi canggih buatan Apple terlahir. Garasi rumah yang bertempat di Silicon Valley tersebut adalah tempat di mana Steve Jobs dan Steve Wozniak menciptakan komputer Apple pertama kali. Dibangun pada 1952, rumah yang sudah berusia 61 tahun itu tak hanya menjadi saksi tanpa nyawa terlahirnya komputer Apple pertama kali, tapi juga tempat di mana Steve Jobs menghabiskan masa kanak-kanak hingga dewasa. Adik perempuan Steve Jobs, Patricia, enggan untuk berkomentar perihal peresmian rumahnya menjadi situs bersejarah. Adik dari Sang Jenius yang juga menjadi juru bicara keluarga Jobs mengatakan, rumah itu sudah menjadi bagian kepentingan dari dinas kota Los Altos. Zach Dahl, yang kerap berkomunikasi dengan Patricia, berkata bahwa rumah tersebut dimiliki oleh ibu tiri dari Sang Jenius, Marilyn Jobs. Ibu tirinya adalah salah satu ahli waris dari mendiang Steve Jobs. Dengan diresmikannya garasi rumah Steve Jobs sebagai situs sejarah, kian menambah daftar garasi rumah nan bersejarah di California. Sebelumnya, sebuah garasi di Palo Alto juga diresmikan sebagai situs sejarah. Garasi itu hanya berjarak 10 mil dari garasi rumah Steve Jobs. Di situlah tempat terlahirnya komputer Hewlett-Packard (HP) pertama kali.
  9. Apple Campus, kantor pusat Apple Inc. di Cupertino, California Nama Apple lekat dengan berbagai mitos. Padahal, belum tentu mitos-mitos itu benar. Dalam sebuah wawancara, seorang mantan desainer produk Apple mengungkap kebenarannya. Mark Kawano, seorang desainer yang pernah mengabdi di Apple selama lebih kurang tujuh tahun, dalam wawancaranya dengan situs Fast Company, mencoba menguraikan beberapa mitos tentang Apple, terutama terkait desain. Mitos 1: tim terbaik di dunia Dikutip dari BGR, Kamis (22/5/2014), menurut Kawano, kesalahan pandangan terbesar tentang Apple terkait bagaimana produk Apple dibuat. Menurut Kawano, banyak yang mengira Apple bisa melahirkan produk-produk yang unggul karena memiliki tim yang terdiri dari desainer-desainer terbaik dunia. "Anda tidak tiba-tiba mendapatkan 'sayap ajaib' atau 'kekuatan super' saat bergabung di Cupertino (lokasi markas Apple). Apa yang terjadi adalah, Anda akan bergabung dengan organisasi yang memungkinkan Anda menghabiskan waktu untuk benar-benar merancang produk, bukannya berkelahi sesama kolega, atau jadi frustrasi karena desain yang baik ditolak oleh manajer engineering yang mau fokus pada memperbaiki bug," ujarnya. Artinya, organisasi di Apple, menurut Kawano, memungkinkan inovasi lahir karena konflik kepentingan, politik kantor, dan racun-racun sejenis itu tidak mengena pada tim desain. Tanpa adanya hal itu, tim desainer bisa fokus pada kualitas pekerjaannya. Mitos 2: sumber daya tak terbatas Kawano mengatakan, Apple kerap dianggap memiliki tim desain yang tak terbatas. Kenyataannya, perusahaan hanya memiliki 100-an orang untuk menangani desain. Bandingkan dengan Facebook, yang diklaim oleh Zuckerberg memiliki ratusan orang desainer; atau Google yang jumlahnya mencapai 1.000 orang. Tim desain di Apple sangat kecil dan, boleh dibilang, intim. Bahkan Kawano mengatakan, ia mengenal wajah dan nama setiap orang dalam tim itu. Tim yang besar, ternyata, tidak selalu perlu untuk menghasilkan kualitas yang diinginkan. Mitos 3: aturan baku dan terperinci Kawano juga menjelaskan, masyarakat selama ini terlalu percaya bahwa Apple membuat setiap detail produknya dengan penuh perhatian dan kehati-hatian. Seakan-akan ada sebuah arahan dari Apple terhadap setiap hal kecil yang didesain. Padahal, menurut Kawano, banyak hal kecil yang membuat iOS atau OS X itu berbeda justru diciptakan saat para desainer sedang santai. Kawano mengatakan, tidak ada "aturan baku" atau "perpustakaan formal" yang harus dipatuhi oleh para desainer Apple. Justru, lanjutnya, yang ada adalah sekelompok orang yang senang dan nyaman dalam berbagi ide. Mitos 4: Steve Jobs itu menakutkan Mitos terbesar yang melekat dalam tubuh Apple berasal dari pendirinya, Steve Jobs. Konon, Jobs selalu menuntut kesempurnaan dan begitu keras dalam hal pekerjaan, bahkan hingga membuat karyawan-karyawannya takut. "Kenyataannya, orang-orang yang bekerja di Apple itu adalah orang-orang yang memiliki gairah dan semangat untuk belajar dari Steve. Mereka sangat berdedikasi terhadap konsumen dan produk," ujar Kawano. "(Steve Jobs) seorang yang rewel. Namun, dalam hal-hal lain, ia juga sangat demokratis, dan ingin diperlakukan seperti orang-orang lainnya," demikian papar Kawano. Sumber: tekno.kompas.com
  10. Siapa yang tidak tahun Stave Jobs, seorang anak buangan, yang diadopsi oleh keluarga menengah ke bawah dan akhirnya harus DO dari Stanford University? Dalam kesempatannya berpidato di Universitas tempat dia dulu di DO, dia menyinggung 3 poin utama dalam kesuksesan hidupnya. Dan ada satu kata-kata menarik dari segudang rahasia kehidupannya; “I would walk the 7 miles across town every Sunday night to get one good meal a week at the Hare Krishna temple. I loved it.” Pidato Stave Jobs begitu menyentuh dan diwarnai dengan filosofi Veda yang kental dan dikemas dalam pengalaman pribadi yang menarik. Silahkan anda simak video-nya berikut ini.
  11. Orang awam mungkin selama ini tahu bahwa Steve Jobs hanyalah seorang CEO Apple, pencipta iPhone, Mac, iPod, iPad, namun masing jarang yang tahu mengenai latar belakang dari pria jenius ini. Ada sekirar 11 fakta tersembunyi dari Steve Jobs yang sebagian orang belum mengetahuinya: 1. Drop-out dari kuliah: Seperti halnya Mark Zuckerberg yang drop-out dari Universitas Hardvard, Jobs juga drop out dari Reed College, Portland, Oregon, hanya enam bulan setelah ia masuk. Satu tahun kemudian ia mendirikan Apple. 2. Suka LSD: Steve Jobs menyukai Lysergic acid diethylamide (LSD) atau yang biasa disebut 'acid', sejenis obat-obatan berbentuk kotak yang tipis, yang dapat menimbulkan efek halusinasi. Setelah dropout dari kuliah, Jobs berkelana ke India, memeluk agama Buddha, dan mencoba obat-obatan LSD. Jobs mendeskripsikan pengalamannya dengan LSD sebagai 'satu dari tiga hal penting yang pernah ia lakukan dalam hidup'. 3. Jobs anak adopsi: Ibu biologis Jobs menyerahkan anaknya satu pekan setelah dilahirkan. Ia tidak menikah dan masih sekolah. Jobs kemudian diadopsi oleh sebuah pasangan Armenia, Paul dan Clara Hagopian. Pada tahun 90-an Jobs melacak adik perempuan kandungnya, hingga akhirnya menemukannya pada umur 27 tahun. adik kandungnya juga merupakan seorang penulis sukses dan profesor di UCLA. 4. Jobs sempat terpikir menjadi Biksu: Steve Jobs adalah seorang Buddhist Zen yang taat, bahkan ia sempat memikirkan untuk menjadi seorang biksu. Jobs menikah dengan upacara agama Buddha, yang dipimpin oleh pembimbing pribadinya. 5. Ia mendirikan Pixar: Kesuksesan besarnya bersama Apple membuat orang-orang tidak tahu bahwa pada tahun 1986 Steve Jobs membeli sebuah studio animasi, Pixar, sebesar USD5 juta serta memberikan tambahan USD5 juta untuk bereksperimen dengan animasi. Jobs juga turut berperan dalam penjualan Pixar ke Disney 20 tahun kemudian. 6. Jobs adalah seorang playboy: Sebelum Jobs menikahi Laurene Powell pada tahun 1991, ia sempat mengencani bintang-bintang Hollywood seperti Dianne Keaton dan Joan Baez. Jobs juga disebut merupakan ayah dari anak seorang wanita bernama Chrisann Brennan. 7. Jobs memberikan pidato kelulusan mahasiwa: Meski ia drop-out, namun ia didaulat untuk memberikan pidato kelulusan mahasiswa di Standford University pada tahun 2005. 8. Ia pernah dipecat dari Apple: Jobs mendirikan Apple di usia 20 tahun bersama Steve Wozniak di garasi rumah orang tuanya. 10 tahun berlalu, sempat terjadi percekcokan dengan Wozniak, yang membuat Jobs dipecat dari Apple. 9. Jobs membuat Apple terkenal: Setelah 10 tahun keluar dari Apple, akhirnya Jobs kembali ke perusahaan tersebut pada tahun 1996. Pada tahun 2001 Jobs membuat iPod yang mengembalikan masa keemasan Apple. 10. Jobs adalah seorang Pescetarian: Pescetarian berarti Jobs hanya makan daging ikan, di luar itu ia tidak memakan daging lainnya. Jobs juga tetap memakan telur, susu dan makanan vegetarian lainnya. 11. Jobs itu super-kaya: Kekayaan bersih Steve Jobs diestimasi sebesar USD8,3 miliar. Jobs juga masuk ke daftar orang terkaya di Amerika Serikat (AS) pada tahun 2011 menurut majalah Forbes, dan menduduki posisi ke 39.
  12. Wired mempublikasikan kumpulan foto Apple Campus 2 dengan resolusi tinggi, dan detail-detail lainnya mengenai gedung tersebut. Dalam foto yang akan kamu lihat ini kamu akan melihat konsep bagian luar, bagian dalam, hingga ke dalam gedung parkirannya. Foto-foto ini sendiri memberikan kita gambaran bagaimana megah gedung itu nantinya ketika selesai. Langsung saja di attach bawah ini ndral:
  13. Pembangunan konstruksi mega proyek Apple Campus II kabarnya masih berlangsung. Dari sejumlah citra-citra yang berhasil diungkap, belum ada yang gambar-gambar sejelas ini dari Apple Toolbox yang berhasil mengambil foto-foto dari atas yang menggambarkan bagaimana proses konstruksinya. Foto-foto ini disebutkan oleh Apple Toolbox merupakan seri ketiga yang baru saja mereka ambil kemarin. Seperti yang bisa kamu lihat, proyek tersebut terlihat mengalami perkembangan cukup cepat. We took our third series of Apple Campus 2 aerial photos (first and second one). The photos show that construction has been progressing quickly. Our previous photos we took last month showed that all of the buildings had been demolished. Now our most recent photos show (we took them yesterday) Apple’s spaceship campus is beginning to take its “spaceship like” circular shape. As in the previous photos we took, the field is quite busy. There is a lot of work being done by construction workers and heavy construction machines. Bulan lalu, seluruh bangunan yang ada di area tersebut berhasil dirobohkan. Dan Kini semuanya yang terlihat adalah hamparan tanah kosong yang luas berbentuk lingkaran dengan pekerja-pekerja dan mesin-mesin konstruksi sibuk lalu lalang mengerjakan proyek ini. Berikut foto-fotonya: Apple Campus II yang akan memiliki desain melingkar ala pesawat luar angkasa ini rencananya akan selesai pada pertengahan tahun 2016 mendatang. Lokasinya sendiri tidak akan berjauhan dari markas besar Apple di Infinite Loof Cupertino, California. Nantinya, Apple Campus II akan dapat menampung sekitar 12.000 pegawai.
  14. Mac, sebuah mesin yang dirancang begitu sederhana dan nyaman digunakan, menjadi sebuah tantangan dan ketakutan bagi pengguna Windows umumnya. Tampilan dan sistemnya yang asing membuat orang berhenti untuk mencoba menerapkan mesin ini dalam kehidupan sehari-hari. Mac sebenarnya tidaklah sesulit yang dibayangkan dan diillustrasikan seperti yang di atas. Mac itu sederhana, aman, dan indah. Bagi Anda yang baru membeli Mac—welcome to this community—bisa mendapatkan beberapa tips, sedangkan untuk Anda yang penasaran bagaimana menggunakan Mac, simak terus karena Anda juga bisa memahami bahwa Mac tidak jauh berbeda dari Windows. Yang menjadi perbedaan utama antara dua sistem operasi tersebut terletak pada implementasinya. Mengenal Lingkungan Kerja Tampilan di atas adalah tampilan Mac pada umumnya. Coba kita telusuri satu per satu elemen tersebut. Menu Bar adalah sebuah indikator yang menunjukkan aplikasi apa yang sedang aktif. Gambar di atas menunjukkan bahwa aplikasi Finder—sejenis Windows Explorer di Windows—sedang aktif. Di sebelahnya juga menampilkan pilihan menu yang umumnya terdapat pada Windows. Hanya saja, Mac, semuanya selalu berada di Menu Bar. Dan ini yang menjadi kelebihan Mac, yaitu konsistensi. Menu Bar Icons itu dikategorikan sekelas dengan tray yang terdapat Windows. Banyak aplikasi yang menawarkan pilihan application control melalui menu bar. Screenshot di atas menunjukkan bahwa Battery, F.lux, dan FuzzyClock sedang aktif. Dock adalah wilayah di mana aplikasi yang aktif bertempat. Sebuah aplikasi yang sedang dijalankan selalu dimasukkan ke dalam Dock. Sebuah indikator bercahaya di bawah icon aplikasi menunjukkan bahwa aplikasi tersebut sedang aktif. Dock dapat dianggap sebagai Taskbar pada Windows. Anda juga dapat memasukkan aplikasi yang sering digunakan pada Dock tanpa harus menjalankannya—seperti Pin to Taskbar. Spotlight dapat membantu Anda menjalankan aplikasi, menemukan files, mengakses konfigurasi Mac, serta melakukan kegiatan lain seperti melakukan perhitungan. Spotlight ada sebuah fitur search yang menjadi keunggulan Mac dibanding Windows. Anda dapat menggunakan Spotlight dengan menekan cmd+space atau klik tombol lensa pembesar di pojok kanan atas—saya mengganti Spotlight dengan Alfred App sehingga tidak ada icon Spotlight di menu bar. Saya tidak membahas semua fitur yang terdapat pada Mac karena hal-hal tersebut dapat Anda telusuri secara pelan-pelan. Ketahuilah bahwa berbagai gaya dan cara dapat diterapkan dalam menggunakan Mac, dan semua itu sederhana. Cara Menggunakan Mac Gaya setiap orang berbeda-beda dalam menggunakan Mac. Tetapi pada umumnya, setiap pengguna Mac pasti menggunakan Spotlight. Mulai dari launching application sampai searching files. Menjalankan Aplikasi cukup dilakukan dengan klik pada aplikasi yang ingin dijalankan. Lokasi aplikasi selalu disimpan pada Finder: Application. Lebih sederhanannya lagi, Anda dapat menjalankan Finder terus menekan cmd+shift+a. Satu cara lagi menjalankan aplikasi adalah dengan menjalankan Spotlight dan memasukkan nama aplikasi yang ingin dijalankan. Menghentikan Aplikasi tidak bekerja seperti di Windows di mana Anda hanya perlu memilih tombol x di window titlebar. Pada Mac, Anda harus memilih nama aplikasi di menu bar terus quit. Atau Anda cukup menekan cmd+q pada aplikasi yang aktif. Instalasi Aplikasi dapat dilakukan dengan drag & drop ke folder Application yang sudah disebut di atas. Tidak ada setup, dan tidak ada install. Native application pada umumnya cukup didrag & drop. Terdapat pengecualian pada beberapa aplikasi yang memiliki Installer. Uninstallasi Aplikasi sebenarnya dapat dilakukan hanya dengan delete aplikasi di dalam folder Application. Tetapi akan terdapat sisa-sisa konfigurasi dan application support yang belum dihapus. Maka, untuk melakukan uninstallasi, Anda sebaiknya menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti AppCleaner. Tulisan ini hanya memberikan gambaran secara garis besar apa yang dapat dilakukan di Mac. Tidak perlu mencari banyak informasi mengenai Mac. Spoiler tidaklah begitu asik. Get a Mac, and prepare to be surprised.
  15. Ari Partinen, seorang senior engineer yang merupakan salah satu pembesut kamera PureView Nokia Lumia, resmi mengumumkan bergabungnya ia untuk bekerja di Apple dalam akun Twitter pribadinya @partinen. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Engadget (via 9to5mac). Dalam tweetnya, Ari Partinen mengumumkan hari terakhir ia bekerja untuk vendor handset yang kini dimiliki oleh Microsoft itu. Ia nantinya akan bekerja di Apple pada bulan Juni mendatang. Berikut tweetnya: Tidak diketahui jabatan apa Ari Partinen di Apple nantinya. Meski begitu, melihat spesialisasi dan pengetahuan komprehensifnya tentang kualitas kamera, seperti yang terlampir di profile LinkedIn miliknya, kemungkinan ia mengerjakan proyek kamera iPhone selanjutnya. Teknologi kamera PureView di Lumia 1020 yang dikerjakannya seperti diketahui memiliki kualitas yang sangat bagus, yaitu memiliki resolusi 38 MP. Resolusi yang besar ini tentu jauh lebih baik ketimbang kamera iPhone yang ada di pasaran. Kemampuan yang dimiliki oleh Ari Partinen dalam membuat teknologi kamera PureView diklaim akan membantu Apple membuat kamera iPhone lebih baik lagi.
  16. Iklan hari bumi Apple yang berisi sindiran terhadap Samsung Jika biasanya Apple menjadi obyek serangan dalam iklan-iklan bikinan kompetitornya, kini giliran perusahaan itu balik melontarkan sindiran. Bentuknya berupa iklan tercetak mengenai energi terbarukan. Di dalam iklan Hari Bumi yang fotonya dilansir oleh Cnet itu, Apple menulis kalimat "Ada beberapa ide yang kami ingin agar ditiru oleh setiap perusahaan lain" dengan font berukuran besar. Cnet melaporkan bahwa kalimat dalam iklan yang dipublikasikan di beberapa koran terbitan Inggris tersebut tak lain merupakan sindiran untuk Samsung, raksasa elektronik Korea Selatan yang dituduh menjiplak sejumlah teknologi dalam paten milik Apple. "Ada satu hal yang kami sarankan agar diekor oleh pihak lain," lanjut Apple dalam teks di bodi iklan, mengacu pada tema konsep ramah lingkungan yang diterapkan oleh perusahaan tersebut. "Jika semua orang memprioritaskan lingkungan, maka yang diuntungkan adalah kita semua." Dalam iklan, Apple mengaku telah melakukan sejumlah langkah untuk "menghijaukan" kegiatan produksi perangkatnya, seperti "mereduksi dampak pada perubahan iklim", dan "menggunakan material ramah lingkungan". "Jadi, lain kali kami menemukan ide bagus untuk memperbaiki keadaan dunia, kami ingin berbagi (ide)," lanjut Apple lagi. Apple dan Samsung kini tengah terlibat perang sengketa paten babak kedua di pengadilan San Jose, Amerika Serikat. Apple menuding Samsung telah menggunakan teknologi yang dipatenkannya tanpa izin, sementara Samsung juga menuduh bahwa Apple melakukan hal serupa. Sumber: CNET
  17. Steve Jobs. Persidangan antara Apple melawan Samsung ternyata menguak fakta strategi Apple di tahun 2011. Di tahun itu, Apple ternyata sudah menyiapkan berbagai strategi untuk mengejar ketertinggalannya dari Android, dan bagaimana cara mengalahkan mereka. Dalam sidang yang digelar pada Jumat (4/4/2014) di Pengadilan San Jose, California, tersebut disajikan data berupa e-mail dari pendiri Apple, Steve Jobs. Dalam e-mail yang bersifat rahasia itu, Jobs mengatakan bahwa 2011 menjadi "perang suci" melawan Google dengan Android-nya, dan langkah-langkah apa yang perlu diambil Apple. Dikutip 9to5 Mac, Jumat (4/4/2014), di tahun tersebut Apple mencoba mengembangkansmartphone murah tersebut dari basis iPod touch untuk menggantikan iPhone 3GS yang masih beredar saat itu. Dari sisi software, Jobs menyadari bahwa iOS dalam iPhone mulai terancam keberadaannya oleh Android, sebab fitur-fitur Android saat itu sudah melampaui Apple. Jobs kemudian menyusun rencana bagaimana iOS bisa menyaingi Android, terutama dalam hal bagaimana iPhone menampilkan notifikasi, kemampuan tethering, serta fitur pengenalan suara. Strategi itu belakangan terbukti sukses saat iPhone memperkenalkan fitur asisten pribadi dalam iPhone 4S yang diberi nama "Siri." Nama Siri sendiri menurut dokumen tersebut ternyata juga telah ditentukan sebelum peluncuran iPhone 4S karena sebelumnya Jobs menyebut smartphone itu dengan nama "Plus iPhone 4". Dalam hal komputasi awan, Jobs juga mengakui saat itu Apple ketinggalan dari Google, terutama dalam hal fitur Contacts, e-mail, dan kalendernya yang bisa disinkronkan dengan beragam perangkat. Saat itu, Jobs memunculkan ide membuat fitur MobileMe untuk membantu agar ekosistem Apple lebih menyatu sehingga konsumen tidak beralih ke platform lain. MobileMe kemudian menjadi basis layanan iCloud yang kita kenal saat ini. Secara keseluruhan, bisa disimpulkan bahwa di tahun 2011, Jobs sudah menyadari bahwa iOS akan kalah dari Android jika tidak dilakukan pembenahan dan penambahan fitur. Isi e-mail lengkap Steve Jobs di tahun 2011 tersebut bisa dilihat melalui tautan berikut ini. Strategi Jobs bisa dibilang berhasil jika melihat loyalitas yang diberikan oleh fans Apple, khususunya pengguna iPhone sejak 2011 hingga kini. Hanya, saat ini konsumen menunggu Apple membuat smartphone dengan layar yang lebih besar serta harga yang lebih terjangkau. Mampukah Apple memenuhi tuntutan tersebut? Sumber: 9to5mac
  18. Bocoran foto yang dipercaya sebagai iPhone 6 Air. iPhone 6 ramai dikabarkan bakal mengusung layar lebih lebar dengan dua pilihan ukuran, 4,7 inci dan 5,5 inci. Belakangan, beredar informasi bahwa yang lebih besar dari iPhone 6 bukan hanya layarnya saja, melainkan juga harganya. Kabar tersebut datang dari analis firma riset keuangan Jefferies, Peter Misek, yang dikutip oleh Cnet. Menurut dia, Apple sedang bernegosiasi dengan para operator seluler untuk menaikkan harga iPhone 6 sebesar 100 dollar AS. Operator seluler boleh jadi akan setuju dengan permintaan Apple. Misek beralasan bahwa Apple bisa mendapat apa yang diinginkannya karena tahun ini tak ada lagi smartphone "revolusioner" yang bakal diluncurkan. "Tidak adanya diferensiasi bisa menjadi alasan Apple akan bisa menaikkan harga. Operator seluler menyadari bahwa iPhone 6 akan menjadi ponsel high-end termutakhir dan mereka akan kehilangan pelanggan apabila tak menawarkannya," tulis Misek dalam nota investor yang dirilis Senin (14/4/2014) kemarin. Apabila benar-benar terjadi, maka harga iPhone 6 bisa menjadi lebih mahal untuk konsumen dan operator seluler. Misalnya kenaikan harga 100 dollar AS tersebut dipecah dua, maka konsumen boleh jadi harus membayar 50 dollar AS lebih mahal untuk iPhone 6, dibandingkan iPhone generasi sebelumnya. Setengahnya lagi ditanggung operator. Saat ini, di Amerika Serikat, iPhone 5S dijual seharga 200 dollar AS dengan kontrak 2 tahun. Harga tersebut boleh jadi akan naik menjadi 250 dollar AS. Apple sendiri dikenal selalu mematok harga yang sama untuk setiap generasi iPhone saat pertama diluncurkan. Produsen tersebut agaknya tak akan mengubah pakem ini meskipun kemungkinannya tetap ada. Sumber: CNET
  19. Steve Jobs ketika memperkenalkan iPad, Januari 2010 Oktober 2011, pendiri Apple Steve Jobs meninggal dunia akibat kanker pankreas yang dideritanya sejak lama. Kematian salah satu tokoh terkenal di industri teknologi ini rupanya dipandang sebagai peluang oleh Samsung, rival berat Apple di ranah gadget yang ketika itu sedang berusaha menyaingi iPhone. Hal tersebut diungkapkan oleh salinan percakapan e-mail antara eksekutif Samsung yang dihadirkan sebagai alat bukti dalam pengadilan sengketa paten Apple-Samsung di California, Amerika Serikat. Beberapa hari sebelum Steve Jobs meninggal, kepala pemasaran Samsung di Amerika Serikat, Michael Pennington, sedang dirundung rasa khawatir soal rencana menyerang iPhone secara langsung. Dia tak mau menyinggung Apple yang merupakan pelanggan besar komponen gadget buatan Samsung. "Kalau Samsung terus bertahan tidak menyerang Apple karena status mereka sebagai pelanggan, kita bisa minta Google meluncurkan kampanye melawan Apple, dengan memakai perangkat-perangkat Android berkualitas yang tersedia di pasaran (pada kuartal 4 2011)," tulis Pennington dalam sebuah surel yang dialamatkan ke berbagai eksekutif lain di perusahaannya, sebagaimana dikutip oleh Mashable. Kemudian Steve Jobs wafat. Pennington kembali berkirim surat, kali ini dengan nada berbeda karena kabar mengenai kematian pendiri Apple telah memberikan "keuntungan" secara tidak langsung pada iPhone. "Sayangnya, kematian Steve Jobs telah menimbulkan gelombang pemberitaan mengenai Apple dan 'superioritas' iPhone yang dibuat oleh seorang 'perfeksionis, penuh hasrat, tak kenal lelah… Konsumen mana yang tak ingin membeli perangkat macam demikian?" tulis Pennington. Dia khawatir andalan Samsung ketika itu, Galaxy SII, akan kehilangan perhatian. Tak mau produknya tenggelam di bawah pemberitaan mengenai pesaing, Pennington kemudian menyatakan niatnya melontarkan serangan. "Saya tahu ini adalah peluang terbaik kita untuk menyerang iPhone," katanya dalam surat. Gayung bersambut, Presiden dan Chief Executive Samsung AS ketika itu, Dale Sohn, rupanya sependapat. "Kita harus memanfaatkan kesempatan ini," tanggap Sohn atas surat Pennington. Rencana pun dieksekusi. Todd Pendleton, kepala pemasaran Samsung AS, menyatakan Galaxy SII siap bertarung langsung dengan iPhone 4S di musim liburan 2011. Samsung benar-benar melontarkan serangan terhadap iPhone. Serangan terus berlanjut pada tahun-tahun setelahnya. Kampanye anti-iPhone yang paling efektif dari Samsung, berjudul "Next Big Thing", datang pada 2012 dan segera menyebar luas di internet. Kampanye Samsung tersebut ternyata sangat efektif sehingga mempengaruhi Apple. Dalam sebuah dokumen pengadilan lain, terungkap bahwa perusahaan berlambang buah ini bahkan sampai mempertimbangkan mengganti agensi iklan untuk menyegarkan pemasaran iPhone. Salah satu contoh iklan sukses dari Samsung bisa dilihat dalam video di bawah, berisi sindiran terhadap para fans iPhone yang rela antri lama demi membeli perangkat tersebut. http://www.youtube.com/watch?v=6h5JSojJN3Y
  20. April ini, Apple dan Samsung kembali bertemu di pengadilan. Kedua perusahaan raksasa TI tersebut kembali meributkan soal hak paten pada gadget yang mereka gunakan. Walau banyak yang merasa jenuh mengikuti perkembangan persidangan keduanya, di sisi lain, kasus ini memiliki daya tarik tersendiri. Daya tarik tersebut berasal dari sejumlah dokumen yang diajukan di persidangan sebagai barang bukti atau pendukung. Dokumen-dokumen tersebut, baik berasal dari Apple maupun Samsung, menguak sejumlah fakta yang selama ini belum pernah terungkap ke publik. Fakta-fakta tentang strategi dan teknologi yang dimiliki kedua raksasa TI tersebut kini menjadi bumbu-bumbu yang membuat persidangan makin menarik untuk diikuti. Apa saja temuan-temuan baru dari kasus persidangan Apple melawan Google tersebut? Techradar, Sabtu (19/4/2014) telah membuat rangkumannya sebagai berikut: 1. Perang suci Pendiri Apple, Steve Jobs, menggunakan istilah "Perang Suci" dalam e-mail-nya ke sejumlah petinggi Apple pada tahun 2011, untuk menggambarkan persaingan perusahaan dengan Google Android. Di dalam biografinya, seperti ditulis oleh Walter Isaacson, Steve Jobs juga mengandaikan persaingan Apple dengan Google dengan istilah "Thermonuclear War." 2. Samsung pernah mau campakkan Android Dokumen Samsung yang dibeberkan di pengadilan menguak fakta bahwa dahulu Samsung berniat untuk meninggalkan platform Android. Alasannya, Samsung merasa kesulitan mendapatkan update dari Google dan memilih untuk menggunakan sistem operasi buatan mereka sendiri. Kontrol yang sulit, dan masih sedikit vendor yang menggunakannya saat itu, juga membuat Samsung ragu untuk mengadopsi OS robot hijau tersebut. 3. Apple akui kesalahannya File presentasi yang beredar di internal perusahaan Apple menunjukkan bahwa strategi Apple selama ini salah. Apple mengatakan bahwa konsumen menginginkan produk yang tidak mereka miliki, yaitu smartphone dengan layar yang lebih besar dan harga yang terjangkau. Namun, VP Marketing Apple, Phil Schiller, mengatakan bahwa itu tidak bisa dijadikan sebagai gambaran umum kebijakan Apple. Pada 2014 ini, Apple dikabarkan akan meluncurkan iPhone 6 dengan ukuran layar yang lebih besar. 4. Apple cemburu terhadap Samsung Apple ternyata juga bisa cemburu terhadap pesaingnya, Samsung. Saat harian The Wall Street Journal memberitakan iklan Samsung pada final Superbowl, harian tersebut mengatakan bahwa Apple sudah kalah keren dibanding Samsung dalam hal pemasaran. Petinggi Apple pun mengirim e-mail ke agen iklannya dan mengatakan, "Kita punya pekerjaan rumah yang banyak untuk membalikkan keadaan." Agen iklan Apple ternyata justru malah mempertanyakan mengapa Apple harus "kebakaran jenggot" menanggapi tulisan tersebut. "Sayang sekali, padahal kita memiliki produk yang jelas lebih bagus," ujar agen iklan tersebut dalam e-mail balasannya. 5. Prioritas utama Samsung, mengalahkan Apple Dalam dokumen rencana strategi Samsung pada 2011, prioritas Samsung adalah mengalahkan Apple dalam segala hal. Semua yang dilakukan Samsung harus dalam konteks mengalahkan Apple. 6. Sebelum iPhone, Android tak tertarik layar sentuh Smartphone-smartphone Android pada mulanya tidak akan menggunakan teknologi layar sentuh, alih-alih tombol-tombol fisik berukuran kecil. Fakta tersebut terkuak dari dokumen dengan judul "Android Project Software Functional Requirements Document" versi 0.91 yang diterbitkan pada 6 Juli 2006. Saat itu, iPhone dengan layar sentuhnya justru membuat Google malu terhadap diri sendiri karena kesuksesan Apple dengan iPhone yang mengusung teknologi layar sentuh justru ditiru banyak vendor hingga saat ini. 7. Galaxy Tab adalah kegagalan Pada 2010, banyak pihak yang mempertanyakan keabsahan data yang dirilis Samsung, yang menyatakan bahwa produk tablet PC-nya, Galaxy Tab, sudah terjual lebih dari 2 juta unit. Angka tersebut disinyalir adalah jumlah tablet yang disalurkan Apple ke retailer-nya, bukan yang terjual ke tangan konsumen. Samsung sendiri menolak untuk mengatakan jumlah penjualan Galaxy Tab yang sesungguhnya. Namun, Apple Insider menunjukkan bukti bahwa angka sebenarnya jauh lebih sedikit, yaitu sekitar 1 juta penjualan pada Juni 2011. 8. Pengontrol untuk Apple TV disebut "tongkat sihir" Dalam e-mail yang sama yang menyebut persaingan antara Apple dan Google adalah "Perang Suci", Steve Jobs juga mengindikasikan akan membuat Apple TV. Jobs bahkan menyebut pengontrol untuk Apple TV dengan sebutan magic wand (tongkat sihir). Pengontrol serupa juga kini dimiliki LG dalam jajaran Smart TV-nya, yakni remote TV yang terkoneksi dengan Bluetooth bisa digunakan untuk menjelajah menu yang ditampilkan TV layaknya sebuah pointer mouse. 9. Samsung mengikuti rumor-rumor seputar iPhone Samsung secara diam-diam ternyata mengikuti perkembangan seputar iPhone, termasuk rumor dan spekulasi-spekulasinya. Dalam dokumen rencana strategi perusahaan pada tahun 2012, Samsung mengatakan harus bersiap diri menghadapi iPhone 5 yang saat itu belum diluncurkan. Samsung memprediksi, iPhone 5 akan memiliki fitur seperti LTE, jejaring sosial, integrasicloud, dan Siri yang lebih ditingkatkan. Tampaknya, semua prediksi Samsung itu terbukti dalam iPhone 5. 10. Keduanya saling tiru Bermacam dokumen yang dimunculkan dalam persidangan Apple dan Samsung menunjukkan bahwa saling tiru adalah hal yang lazim. Samsung dilaporkan melakukan analisis terhadap software Apple untuk meningkatkan sistem operasinya, sementara dalam dokumen lain disebutkan bahwa Steve Jobs menginginkan agar Apple bisa mengejar Android, terutama dalam hal notifikasi, tethering, dan teknik pengenalan suara yang dimiliki Android.
  21. Awal Oktober nanti akan menjadi peringatan setahun mantan CEO Apple Steve Jobs meninggal dunia. Walau sudah satu tahun berlalu, masih banyak kisah inspiratif yang bisa diambil dari mendiang Jobs. Salah satunya adalah beberapa keputusannya, saat kembali ke Apple, perusahaan yang dibangunnya bersama Steve Wozniak. Seperti diketahui, tahun 1996 Apple mengumumkan bahwa mereka membeli perusahaan bernama NeXT senilai USD429 juta, yang membawa Jobs kembali ke perusahaan yang dirintisnya tersebut. Ia secara resmi menjabat sebagai CEO interim Apple setelah Gil Aelion diturunkan secara de facto. Tugas Jobs saat itu cukup berat, menstabilkan kas keuangan Apple yang mengalami masa suram karena terus-terusan mengalami kerugiaan. Walau sudah 15 tahun berlalu, skenario Apple dalam mengambil keputusan yang bahkan cenderung kejam membuahkan hasil positif. Apple makin dikenal seantero dunia karena produknya yang fenomenal dan mahal. Desainnya yang berbeda membuat Apple sukses besar hingga sekarang. Berikut adalah 7 keputusan yang diambil oleh Steve Jobs dalam rangka menyelamatkan Apple, 1. Mengambil kendali Keputusan yang paling penting dibuat Steve Jobs adalah mengambil kendali dari Apple secara penuh. Setelah pembelian NeXT pada akhir 1996, kemudian CEO Apple Gil Amelio membawa Jobs sebagai penasihat khusus pada bulan Januari 1997. Jobs bisa saja hanya memberikan saran dan tetap berada di belakang layar. Namun tentu saja, itu bukan sifatnya. Jobs dengan cepat meyakinkan dewan direksi Apple untuk menggulingkan Amelio. Itu tidak lama sebelum Jobs mencalonkan diri sebagai pengganti potensial. Dewan setuju, dan Jobs kembali memegang kendali. 2. Pemangkasan karyawan Sebelum Jobs kembali ke Apple, perusahaan itu memproduksi puluhan desktop Macintosh yang berbeda, laptop, dan server dengan banyak variasi. Perusahaan juga menghasilkan printer, kamera digital, dan barang-barang pendukung lainnya, beberapa yang membuat keuntungan tapi tidak jarang yang malah membebani perusahaan. Pada akhirnya, Jobs menghentikan proyek mubazir tersebut memecat lebih dari 70% dari dividi hardware Apple dan produk perangkat lunak. Yang paling terkenal, dia membatalkan PDA Newton , yang masih menjadi keputusan kontroversia beberapa hari setelahnya. Penghentian sejumlah proyek produk mengakibatkan PHK lebih dari 3.000 karyawan selama tahun pertama Jobs sebagai iCEO. 3. Bersih-bersih 'rumah' Pada tahun 1996, sebagian besar anggota Dewan Direksi Apple telah difokuskan pada bagaimana mereka bisa menghasilkan produk Apple dan menjualnya kepada penawar tertinggi. Sekembalinya Jobs, dia tahu membutuhkan sebuah direksi dengan sikap yang lebih positif dan loyalitas yang lebih kepadanya sebagai seorang pemimpin. Dalam beberapa minggu, Jobs berhasil memaksa pengunduran diri sebagian besar anggota dewan Apple, termasuk mantan CEO Mike Markkula. Jobs juga melakukan restrukturisasi Apple sebagai sebuah perusahaan, dengan menyederhanakan sejumlah divisi menjadi beberapa bagian saja mulai departemen untuk pemasaran, penjualan, manufaktur, dan keuangan. Sebelum Jobs menjadi iCEO, ia meyakinkan Gil Amelio untuk menempatkan karyawan penting NeXT dalam posisi yang berpengaruh di Apple. Paling menonjol adalah pengangkatan Avie Tevanian--otak di balik OS X-- Apple Senior VP of Software Engineering pada Februari 1997, dan Jon Rubinstein , yang bergabung sebagai VP of Hardware Engineering Tak lama kemudian, Jobs telah mengangkat berbagai veteran NeXT dan lainnya sebagai karyawan dengan posisi startegis. Selain kemampuannya, syarat lain yang harus dimiliki oleh karyawan baru dibajak itu adalah oyal kepada CEO baru. 4. Melarang berbicara ke Media Di bawah Gil Amelio, bocornya sejumlah informasi ke media disengaja dari karyawan Apple menjadi hal yang sering terjadi. Tidak lama setelah menerima posisi CEO Interim, Jobs menerapkan larangan total pada karyawan Apple berbicara kepada pers. Selama bertahun-tahun, tidak ada kebijakan informasi ke pers Jobs memberikan efek yang menciptakan tabir kerahasiaan yang ketat, ketegangan, dan kejutan yang menyertai pengumuman produk Apple. Dengan mengatur secara ketat arus informasi keluar dari Apple, Jobs membuat media teknologi di telapak tangannya. 5. Tebar kebencian & Berdamai dengan Microsoft Selama masa pertamanya di Apple, Steve Jobs menggambarkan pertempuran untuk pasar PC sebagai konflik langsung antara Apple dan IBM, termasuk ke raksasa software Microsoft. Permusuhan ala Jobs inilah kemudian menjadi bumbu-bumbu kehadiran Apple saat itu. Permusuhan antara underdog Apple dan pemimpin pasar Microsoft sudah terjadi sejak tahun 1985, bahkan ketika Jobs mengundurkan diri dari Apple. Perang urat syaraf menjadi bagian dari budaya Apple yang terwujud sebagai kebencian yang mendalam untuk semuanya produk Microsoft atau Windows Intel Wintel. Walaupun pada tahun 1996, Jobs telah harus mengakui bahwa perang sudah berakhir di PC desktop, Microsoft telah menang. Itu kontraproduktif, bila berpikir Jobs akan menghabiskan uang dan energi untuk bertempur melawan Microsoft yang tidak bisa dimenangkan? Tidak, Apple sengaja membangun hubungan harmonis ini untuk suatu kepentingan jangka panjang. Hasilnya dalam sebuah kesepakatan lintas-lisensi paten, Microsoft berjanji untuk mengabdikan tenaga signifikan untuk mengembangkan versi baru dari Office dan Internet Explorer untuk Macintosh setidaknya selama lima tahun. Microsoft juga sepakat untuk membeli saham Apple, yang diasuransikan kepentingan dalam keberhasilan Apple. Sebagai imbalannya, Apple juga setuju untuk membuat Internet Explorer sebagai browser default untuk Mac OS selama lima tahun. Ini kesepakatan terkenal yang diumumkan oleh Jobs di Boston Macworld 1997 (menampilkan Bill Gates pada layar di belakangnya), dan merupakan bagian dari daya tarik publik dan penggemar Mac. 6. Membunuh metode lisensi Pada tahun 1994, Apple menawarkan lisensi Mac OS ke beberapa vendor yang membayar Apple US80 per mesin untuk menggunakan sistem operasi. Cara jualan ini terjadi dalam beberapa tahun ini, menjadi jelas bahwa ini bukan ide yang bagus. Pasalnya para mitra itu justru menjadi kanibalisme bagi produk Apple. Jadi, ketika Jobs kembali ke Apple, ia tahu program melisensikan OS Mac harus dibuang. Dia menolak untuk lisensi Mac OS 8 kepada vendor saat dirilis pada tahun 1997, sehingga secara efektif mengakhiri program tersebut. Jobs sangat percaya dalam mengendalikan pengalaman mengenai totalitas pengguna dari perangkat keras ke perangkat lunak, dan itu tidak bisa dicapai jika akhirnya hardware keluar dari tangan Apple. 7. Mempercayai Jonathan Ive Ketika Steve Jobs kembali ke Apple pada tahun 1996, Jonathan Ive sudah menjadi kepala tim desain perusahaan. Dia berpikir untuk berhenti, pada kenyataannya ia terus meminta Ive untuk bertahan. Pada awalnya, Jobs hubungan keduannya tidak ada yang istimwa, sampai suatu saat Ive dan Jobs segera menjadi akrab dan menjadi teman akrab. Mereka menemukan kebersamaan dan eratnya hubungan mereka menjadi elemen kunci dari filosofi desain mereka. Dan hasilnya bisa dilihat sampai saat ini, dimana produk Apple tidak hanya mengandalkan teknologi terdepan namun juga desain yang selalu menjaditrendsetter.
  22. Meninggalnya Steve Jobs membuat Apple dan iPhone mendapat porsi sorotan yang lebih banyak dari media. Hal ini pun membuat Samsung gundah sehingga disiapkanlah strategi marketing untuk meredamnya. Hal ini diketahui setelah email internal petinggi Samsung diungkap ke publik oleh persidangan yang tengah mengetengahkan dua raksasa teknologi tersebut. Dalam email itu disebutkan, eksekutif Samsung Michael Pennington mengirimkan email kepada para koleganya. Di situ, Pennington menyoroti soal wafatnya Jobs yang berimbas banyaknya liputan positif dari media terhadap Apple dan iPhone. Pennington pun menyarankan Samsung untuk tidak tinggal diam. Namun juga harus 'muncul ke luar' sembari menegaskan keunggulan ponsel seri Galaxy Samsung ketimbang iPhone Apple. Seperti dilansir Business Insider, saat itu Samsung sejatinya masih malu-malu untuk menyerang Apple via iklan. Sebab Apple masih pelanggan terbesar vendor asal Korea Selatan itu. Sebaliknya, petinggi Samsung berharap malah Google yang mengambil serangan pertama terhadap Apple. Setelah itu, baru Samsung bakal ikut melancarkan serangan lanjutan. Salah satunya adalah lewat iklan 'Next Big Thing' yang muncul pada tahun 2012 lalu yang menampilkan antrean orang untuk membeli produk Apple. Iklan untuk menyindir Apple itu dianggap sukses. Bahkan Senior Vice President Marketing Apple Phil Schiller dilaporkan sampai meminta agensi iklan Apple untuk membuat kampanye marketing yang lebih menarik agar dapat bersaing dengan Samsung. Advertising dan merketing merupakan dua amunisi yang menjadi bagian kesuksesan Samsung. Mereka mampu menjadi penguasan ponsel Andoid dengan meraup profit sangat tinggi lewat dua amunisinya tersebut. Tentunya selain punya produk yang juga mumpuni. Hanya saja, Apple tak percaya begitu saja. Perusahaan yang didirikan Steve Jobs itu menuding Samsung sukses berkat menjiplak iPhone. Sementara Samsung berkilah jika kesuksesannya karena strategi marketing dan hardware yang dibuatnya. Entah sampai kapan Apple dan Samsung berseteru. Yang pasti, lantaran perang di meja hijau, rahasia dapur keduanya jadi terungkap ke publik.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy