Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'amerika'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

There are no results to display.

There are no results to display.

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 153 results

  1. Christopher Columbus memang lebih dikenal sebagai penjelajah yang pertama kali 'menemukan' Amerika. Tapi, sebuah data bank berupa formulir peminjaman mengungkap, bahwa ada penjelajah lain yang mendarat di Amerika Utara sebelum ditemukan Columbus tahun 1492. Seperti diketahui, di tahun 1492 Columbus mendarat di sekitar kepulauan Karibia. Baru sekitar tahun 1498 Columbus diketahui mendarat di daratan utama Amerika. Sedangkan sebuah dokumen dengan paten kerajaan dari masa Henry VII mengungkap bahwa pedagang asal Italia, John Cabot, sebagai orang yang pertama menemukan Amerika. Di dokumen itu diketahui bahwa Cabot berlayar dari Bristol Inggris ke Amerika Utara pada 1497. Menurut Discovery News, dokumen itu menjelaskan kalau Cabot melakukan tiga perjalanan antara 1496 hingga 1498. Dalam periode itu, di tahun 1497 Cabot diketahui mendarat di Newfoundland. Diketahui dari sebuah arsip pribadi Florence, dokumen juga menyebut mengenai pembayaran 50 noble sterling kepada Giovanni Chabotte (John Cabot) dari Venesia. Ini merupakan dana yang diperlukan untuk modal ekspedisi "berangkat dan menemukan dunia baru". Seperti dikutip harian Daily Mail, dana itu berasal dari institusi perbankan yang bernama Bardi. Cabot disebut menerima dana itu pada 1496. Sejarawan juga menyebut, bahwa bangsa Eropa telah lama menemukan Dunia Baru, bahkan sebelum Columbus dan Cabot mulai penjelajahannya. "Awal tulisan membuka seluruh babak baru di keilmuan Cabot. Itu menunjukkan bahwa perjalanan Bristol merupakan bagian dari jaringan yang lebih luas dari penjelajahan yang didanai semacam perusahaan besar," kata sejarawan Francesco Guidi-Bruscoli, dari Universitas Florence, kepada Discovery News. Membingungkan Guidi Bruscoli yang menulis hasil penelitiannya di jurnal "Historical Research" ini kemudian menjelaskan bahwa temuan itu menggambarkan "dunia baru", dan bukan "sebuah dunia baru". "Penggunaan itu jelas membingungkan," ungkapnya. Frase itu diduga menjelaskan bahwa Cabot didanau untuk menemukan sebuah dunia yang telah diketahui sebelumnya. Sedangkan peneliti asal Bristol, Dr Evan Jones mengatakan temuan ini menakjubkan. "Kita telah lama tahu bahwa para pedagang dan bankir asal Italia menjadi sosok di balik kesuksesan penjelajahan yang dilakukan Portugal dan Spanyol. Sepertinya penjelajah asal Inggris selalu dipinggirkan," ujar Jones, mengutip laman Daily Mail. "Kini kita tahu bahwa penjelajah Inggris juga bagian dari jaringan penjelajah yang didanai pedagang Italia untuk ekspedisi menjelajahi dunia," ucap Jones.
  2. Apabila Rusia memboikot misi luar angkasa akibat krisis Ukraina, hasilnya akan dramatis bagi Amerika Serikat dan Eropa. Tanpa teknologi Rusia, misi antariksa negara-negara barat tidak dapat berjalan lancar. Setelah Amerika Serikat memuseumkan armada pesawat antariksanya tahun 2011 lalu, hanya kapsul Rusia yang melintasi jarak sejauh 400 kilometer untuk mengangkut awak stasiun luar angkasa internasional ISS. Setidaknya hingga tahun 2017 tidak akan ada perubahan. NASA belum siap kembali membangun pesawat luar angkasa yang bisa melewati perjalanan itu. Kalau kerjasama dengan Rusia tiba-tiba berhenti, bisa dibilang misi ISS pun akan berakhir. Astronot-astronot Eropa dan Amerika Serikat tidak bisa lagi pergi ke luar angkasa, dan Rusia akan kehilangan dukungan teknis dan finansial dari Amerika yang memfasilitasi komunikasi, peralatan dan pengawasan material untuk ISS. Saling ketergantungan NASA membayar sekitar 70 juta Dolar untuk perjalanan setiap astronot dengan roket Soyuz. Aliran dana bagi Rusia ini harus disetujui per kasus oleh Kongres Amerika Serikat. Pada sidang dengar kongres terakhir, kepala NASA Charles Bolden mengatakan bahwa perjalanan ke ISS bukan hanya rutinitas namun juga berharga bagi misi antariksa mendatang. Di ISS, NASA menguji coba material baru bagi misi ke bulan dan kemungkinan ke Mars, sementara astronot Amerika mempelajari keahlian medis baru. Januari 2014 Presiden Barack Obama menyatakan bahwa Amerika akan terus terlibat dalam misi ISS untuk setidaknya 10 tahun ke depan, dan sejauh mungkin dalam kerjasama dengan Rusia, Eropa, Jepang dan Kanada. Saat ini Rusia adalah satu-satunya negara yang mampu memfasilitasi pengiriman awak ke stasiun luar angkasa internasional ISS Pesawat AS dengan mesin Rusia Selain ISS, tidak ada proyek bersama lainnya antara Amerika dan Rusia di luar angkasa. Ini berarti tidak ada misi bersama ke bulan atau target lainnya di tata surya. Namun untuk meluncurkan satelit, Amerika Serikat sangat tergantung pada teknologi Rusia. Roket Atlas V, salah satu 'pekerja keras' dalam program antariksa AS, menggunakan mesin buatan Rusia. Amerika Serikat juga tergantung pada teknologi Rusia apabila menyangkut pada sistem baru untuk mengangkut muatan ke luar angkasa. Setelah mengakhiri peluncuran pesawat antariksanya, NASA beralih ke perusahaan-perusahaan swasta untuk memberi suplai dan menjalani eksperimen ilmiah di ISS. Namun pesawat kargo Amerika, Cygnus, beroperasi menggunakan roket Antares, yang sebagian dibuat di wilayah Ukraina yang condong ke Rusia. Kalau sampai Amerika Serikat mengurangi kerjasama dengan Rusia, Eropa tidak akan mampu mengisi kekosongan. Pesawat kargo ATV milik Badan Antariksa Eropa ESA hanya akan terbang sekali lagi ke ISS dan tidak akan dibangun kembali, dan Eropa belum pernah membuat sendiri pesawat antariksa berawak. Walau roket Ariane milik Eropa sudah terbukti dapat diandalkan, roket ini tidak akan mampu membawa awak ke luar angkasa. Sementara pakar geofisika Jerman Alexander Gerst saat ini tengah berlatih di Rusia untuk ekspedisinya ke ISS. Akhir bulan Mei, ia akan memulai gilirannya mengawaki ISS selama 6 bulan - walau ini hanya akan terjadi apabila Eropa dan Rusia melanjutkan kerjasama luar angkasa mereka. Setelah NASA secara mendadak mundur dari proyek bersama ExoMars tahun 2012, Rusia langsung mengambil alih. Kini ESA membutuhkan bantuan Rusia untuk mendarat di Mars dalam upaya mencari jejak kehidupan dengan menggunakan laboratorium riset otonom. Pakar geofisika Jerman Alexander Gerst siap bertolak ke ISS tahun 2014 Cina sebagai alternatif utama Cina menjadi satu-satunya alternatif kalau berbicara tentang misi antariksa berawak, namun negara ini tidak ikut dalam misi ISS. Bagi pelaku politik garis keras di Eropa dan Amerika Serikat, beralih dari teknologi Rusia ke Cina justru memperburuk situasi. Astronot NASA Reid Wiseman, yang akan terbang ke ISS bersama Gerst dan Maxim Suraev dari Rusia, telah memuji keramahtamahan Rusia dan pelatihan yang sangat profesional yang ia dapat di Rusia. Wiseman mengatakan begitu mereka bertolak, mereka akan pergi sebagai 'tiga teman' menuju luar angkasa.
  3. Kangkung cah kangkung, kangkung tumis dan kangkung lainnya merupakan masakan sedap dan enak bagi beberapa kalanga di masyarakat Indonesia, namun kangkung tidak boleh ditanam di Amerika. Sobat unikbaca.com tau gak sih kenapa begitu? Karena rasanya yang nikmat, kangkung juga dipercaya memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik. Tapi ternyata hal ini tidak berlaku di Amerika. Di negara tersebut tanaman kangkung termasuk kedalam kategori tanaman ilegal dan jika ditemukan aparat terkait berhak untuk memusnahkannya. Tanaman kangkung, dalam istilah botani disebut Ipomoea aquatica, memiliki panggilan yang berbeda di beberapa negara. Beberapa nama yang digunakan untuk menyebutkan tanaman kangkung antara lain water spinach, water morning glory, water convolvulus, morning glory, ong-choy atau swamp cabbage. Secara mengejutkan ternyata tanaman yang banyak kita jumpai di Indonesia ini ternyata dinyatakan sebagai tanaman berbahaya oleh Federal Noxious Weed Act. Federal Noxious Weed Act sendiri merupakan sebuah badan di Amerika yang bertugas untuk mengawasi pertumbuhan dan penyebaran segala jenis tumbuhan di negeri tersebut. Dengan kewenangan yang diberikan oleh Sekretaris Kementrian Agrikultur Amerika, badan ini berhak untuk melakukan penetapan terhadap tanaman yang dianggap berbahaya dan melakukan tindakan yang diperlukan terhadap tanaman tersebut termasuk memusnahkannya. Berdasarkan sebuah daftar yang dikeluarkan oleh Federal Noxious Weed Act, tanaman kangkung termasuk dalam tanaman yang berbahaya. Melakukan impor atau penyebaran tanaman kangkung, termsasuk juga benihnya, antar negara bagian di Amerika dinyatakan sebagai sesuatu yang ilegal. Pada beberapa negara bagian, tanaman kangkung dinyatakan tetap boleh ditanam untuk konsumsi yang bersifat pribadi dan harus dengan seizin badan yang berwenang. Lantas kenapa sebenarnya tanaman kangkung dilarang di Amerika? Berdasarkan sebuah penelitian, ditemukan bahwa benih, bunga dan daun tanaman kangkung mengandung suatu senyawa yang disebut alkaloid ergoline. Senyawa ini selama berabad-abad telah digunakan banyak kebudayaan penduduk Mexico sebagai sebuah entheogen (sebutan senyawa psychoactive yang digunakan dalam kegiatan keagamaan atau spiritual) dan diklasifikasikan sebagai hallucinogens. Benih dari morning glory kabarnya mampu menghasilkan efek yang sama kuatnya dengan LSD (lysergic acid diethylamide) ketika diambil dalam jumlah yang besar. LSD sendiri di banyak negara, termasuk Indonesia, dikategorikan sebagai zat psikotropika dan dilarang peredarannya. Tampaknya pemerintah Amerika yang menyadari bahaya penyalahgunaan tanaman kangkung tersebut memilih untuk melakukan tindakan pencegahan terlabih dahulu. Kasihan ya ndral, padahal menurut ane kangkung itu enak lho?!
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy