Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Robot'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 75 results

  1. Robot dalam peradaban manusia sudah cukup lama ada, sebuah video di YouTube pun coba membahas sejarahnya. Berdasarkan hasil penelusuran INILAHCOM di YouTube, sebuah video berjudul 'A Brief History Of Robotics' di saluran SciShow coba membahas sejarah robot dalam peradaban manusia. Video ini memaparkan iklan robot komersil pertama, robot-robot yang sudah ada di rumah-rumah penduduk, serta tantangan dalam membangun robot jenis humanoid. Simak videonya di bawah ini.
  2. Saat ini pekerjaan yang membutuhkan tulisan tangan mungkin sudah banyak yang terganti dengan keberadaan komputer. Meski begitu, tulisan tangan masih dipakai untuk berbagai kepentingan. Sebagai contoh adalah untuk menulis undangan, kartu ucapan dan sejenisnya. Tentu saja hal seperti itu menjadi hal yang cukup melelahkan. Namun jangan khawatir, pekerjaan menulis dengan tulisan tangan kini ternyata juga bisa digantikan oleh keberadaan sebuah robot. Robot tersebut adalah sebuah robot bernama Bond. Robot yang satu ini memang mempunyai kemampuan unik, di mana bisa meniru hasil tulisan tangan seseorang. Sayangnya, robot ini tidak dijual oleh perusahaan yang membuatnya. Alih-alih robot ini dijadikan sebagai sarana layanan penulisan tulisan tangan yang sangat mirip dengan tulisan tangan sebenarnya. Caranya pun cukup mudah, dengan mengirimkan sampel tulisan tangan dan selanjutnya memilih jenis kartu yang ingin dipakai.
  3. Sejumlah robot menyajikan hidangan makanan di sebuah restoran di Hefei, Provinsi Anhui, China Bertumbuhnya teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan mesin robot mulai dikhawatirkan menggantikan peran manusia di masa depan. Para peneliti University of Oxford, Inggris memperkirakan pada 2030 nanti, hampir setengah pekerjaan manusia berpotensi digantikan oleh mesin kecerdasan buatan dan robot. Pada 15 tahun lagi, 2 miliar pekerjaan bisa diambil alih oleh mesin buatan manusia tersebut. Sinyal kekhawatiran itu bukan omongan di siang bolong saja. Sebab mesin robot saat ini sudah mulai menyasar pada berbagai sektor. Pada sektor kesehatan, mesin super komputer Watson besutan IBM mampu mendiagnosa perawatan kanker yang sebelumnya dilakukan oleh onkologis. Mesin komputer juga telah memasuki sektor finansial dan hukum. Sistem Clearwell eDiscovery besutan Symantec, misalnya, mampu memilah dan menganalisa lebih dari setengah juta dokumen hanya kurang dari dua hari dalam kepentingan riset hukum. Algortima komputer juga memungkinkan dipakai perusahaan finansial untuk menampilkan ribuan riwayat perdagangan dalam hitungan menit. Belum cukup di situ saja. Robot juga telah memasuki sektor industri. Perusahaan Rethink Robotics yang memperkenalkan Baxter, yang dapat menjalankan tugas fisik. Robot industri ini bisa mengambil alih pekerjaan karyawa reguler dalam industri. Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran salah satu bos perusahaan Golden Lighting, Yuh-Mei Hutt. Ia mengandaikan bagaimana masa depan anaknya pada 20 tahun mendatang saat mesin robot mulai mengambil alih pekerjaan. Yuh Mei pun khawatir, nantinya pendidikan yang didapatkan anak pada 20 tahun mendatang tak begitu penting, sebab keahlian yang ada saat ini sudah bisa dilakukan oleh mesin komputer dan robot. Berkaitan dengan kegelisahan Yuh Mei, sang mentor, Steve Evant berpendapat generasi masa depan harus bisa mengimbangi AI dan robot dengan menguasai bidang sains, teknologi, teknik dan matematika. Evant menambahkan generasi masa depan juga harus terus menerus mengembangkan keterampilan baru, mengadopsi teknologi baru dan melihat inovasi apa yang terjadi di industri. Sang mentor juga menegaskan generasi masa depan juga harus dibekali dengan keyakinan kokoh atas lingkungannya yang banyak melibatkan kekuatan mesin komputer. "Pastikan mereka (generasi masa depan) tidak pernah melupakan pentingnya membangun hubungan antarmanusia dan terampil berkomunikasi," kata Evant menyarankan.
  4. Lagi-lagi inovasi dari dunia robotik kembali menghadirkan sesuatu yang unik yaitu sebuah robot yang mampu bermain ski yang diberi nama Jenifer. Robot yang bisa bermain ski ini dikembangkan oleh para peneliti dari University of Manitoba Autonomous Agents Laboratory. Jenifer sering mengikuti lomba dan memiliki kemampuan olahraga lain seperti bermain bola dan berlari. Jenifer bahkan pernah menjuarai lomba sepatu roda. Cek video berikut untuk melihat kemampuan Jenifer si robot yang piawai bermain ski. Sungguh inovasi yang luar biasa.
  5. Tim peneliti dari Universitas Hertfordshire telah mengembangkan purwarupa robot sosial bernama Care-O-bot 3. Robot yang terikat secara emosi, dan bisa mengingat. Robot Care-O-bot bisa bekerja di dalam lingkungan rumah pintar. Pengembangan ini masuk ke dalam proyek Acceptable Robotics Companions for Ageing Years atau ACCOMPANY yang memiliki nilai 4,825,492 euro atau setara Rp 69,7 juta. Proyek ACCOMPANY terdiri dari sembilan mitra institusi yang tersebar di lima negara Eropa. Selama tiga tahun terakhir, ACCOMPANY berhasil melakukan berbagai penelitian di Robot House Universitas Hertfordshire, di antaranya mendeteksi aktivitas dan status orang-orang yang berada di lingkungan rumah pintar dan fokus pada kemampuan mengingat pada robot. Kemudian pengembangan robot itu dievaluasi sehingga melibatkan para lansia serta pengasuh mereka yang berada di Perancis, Belanda, dan Inggris. Dalam sebuah video yang dipublikasikan di YouTube, diperlihatkan seorang lansia yang meminta tolong si robot untuk mengambilkan perangkat game. Para lansia menggunakan perangkat khusus yang sudah terkoneksi dengan robot Care-O-bot untuk berkomunikasi dengannya. Hasil prakarsa ACCOMPANY memperlihatkan bahwa robot sosial seperti Care-O-bot memiliki potensi besar untuk mencegah kondisi isolasi dan kesendirian, serta menawarkan aktivitas yang membangkitkan semangat dan juga tetap memberi aspek kemandirian. "Proyek ini membuktikan kelayakan terhadap kepemilikan teknologi yang bisa mendampingi manusia, serta menyoroti aspek penting yang berbeda seperti empati, emosional, kecerdasan sosial, etika, dan norma seputar teknologi untuk hidup mandiri," ujar Farshid Amirabdollahian, sang pemimpin penelitian.
  6. Sebuah situs jual-beli online asing, Amazon Jepang kini telah menyediakan barang penjualan baru. Tak tanggung-tanggung, kategori produk yang dijualnya kali ini adalah robot transfomer, namun juga ini bukanlah sebuah robot figure atau mainan robot biasa. Dalam situs Amazon Jepang tersebut, ditampilkan sebuah robot besar yang dijual dengan harga 120 juta yen atau sekira USD1 juta. Sebuah robot tranformasi yang memiliki berat mencapai empat ton, dengan empat roda yang melekat di kakinya untuk berjalan. Robot yang dikembangakn oleh perusahaan Suidabashi Heavy Industri ini, adalah robot otomatis yang dapat dikendarai dengan nama Kuratas. Di dalamnya pengguna dapat mengemudikan robot melalui kokpit yang berada di tengah, dan berjalan dengan empat-wheel drive, Seperti dikutip dari Mirror, Selasa (20/1/2015). Sistem otomatis yang bisa digunakan adalah sistem berkendara dengan kontrol, artinya pengguna robot ini juga bisa menjalankan sistem kendaraan secara otomatis. Sistem tersebut bisa dikontrol melalui sebuah smartphone maupun tablet yang didukung dengan koneksi basis 3G. Kuratas memiliki tinggi badan mencapai 13 fit dengan berat setelan roda yang masing-masing mencapai 500 kilogram. Dengan bobotnya ini, Kuratas bisa mencapai kecepatan tempuh hingga 13kilo per hours atau mencapai kecepatan 6,5mph.
  7. Robot bantu bedah tubuh manusia Robot bernama Da Vinci XI digunakan oleh ahli bedah sebuah rumah sakit di London untuk melakukan operasi. Robot tersebut dikatakan mampu membuat sayatan yang jauh lebih efektif daripada yang dilakukan secara manual oleh manusia. Da Vinci memang tidak sepenuhnya bekerja secara otomatis, melainkan tetap harus dikendalikan oleh dokter untuk melalukan operasi. Namun teknologi tersebut diklaim mampu membuat pemulihan pasien menjadi lebih cepat. Ahli bedah di rumah sakit Royal Marsden juga menyatakan teknologi ini dapat mendorong beberapa operasi dengan tingkat kesulitan tertentu, seperti kanker, operasi perdana untuk pasien, dan operasi tumor mudah dilakukan. "Robot Da Vinci mampu membantu meminimalkan dampak jaringan parut dan rasa sakit," kata ahli bedah. Sehingga hal ini, menurut para ahli bedah itu, dapat membawa kenyamanan kepada pasien untuk ke depannya.
  8. Membuat robot yang terinspirasi dari hewan bukanlah hal baru. Sudah sejak lama peneliti membuat berbagai macam robot yang bentuknya seperti hewan. Tujuannya macam-macam. Ada yang didesain untuk main-main saja atau untuk membantu aktivitas SAR atau pengamatan. Ada pula yang didesain untuk kegiatan mata-mata. Apa saja robot hewan itu? Robot Kecoa, Dikendalikan dengan Ponsel Cerdas Sebuah perusahaan perintis Backyard Brains telah mendesain sebuah robot kecoa yang bisa dikendalikan dari jauh dengan remote control. Robot ini juga bisa digerakkan ke arah mana saja dengan menggunakan aplikasi di ponsel cerdas. Teknologi ini kemudian dikritik oleh kalangan pembela hak-hak binatang. Mereka bilang robot dan aplikasi ini akan mendidik anak-anak untuk belajar menyiksa binatang. Apple dan Google kemudian menarik aplikasi Roboroach dari toko aplikasi mereka. Tapi berbeda dengan Universitas Harvard. Di universitas ini ada Microrobotics Lab yang menciptakan robot lebah untuk tujuan penting. Robot lebah ini didesain untuk membantu petani dalam melakukan penyerbukan. Robot lebah buatan Harvard ini terbuat dari titanium serat karbon, tembaga, keramik, dan plastik. Tapi, tentu saja, robot ini tak bisa menghasilkan madu. Robot Burung Hummingbird, Pembantu Tentara di Medan Perang Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) dari Departemen Pertahanan AS telah membuat sebuah robot burung. Ukurannya kecil, bobotnya tak lebih berat dari sebuah baterai AA. Robot ini dinamai Hummingbird Nano Air Vehicle. Tugasnya adalah melakukan aksi mata-mata di zona musuh yang berbahaya bagi pasukan. Ia akan merekam video dan memberikan informasi posisi yang paling aman dalam pertempuran. Robot Penyu, Mencari Cara Berenang Terbaik ETH Zurich, perusahaan yang sudah bisa membuat robot-robot lucu atau robot helikopter berbaling-baling ganda, memberi perhatian pula pada robot-robot binatang, terutama robot binatang yang bisa berenang. Peneliti dari Swiss itu mendesain robot penyu yang bisa berenang dengan efisien sambil membawa muatan di punggungnya. Robot itu dinamai Naro-Tartaruga. Robot penyu ini dibuat dari bahan aluminium. Di samping tubuhnya ada empat sirip seperti penyu yang mampu berputar untuk mendorong robot ini berenang dalam air. Purwarupa pertamanya tak kelihatan seperti penyu, tapi lebih seperti tabung yang punya empat sirip. Belakangan desainnya diperbaiki sampai bentuknya mirip dengan penyu. Sebelumnya, tim itu membuat tuna. Mereka mencoba mengimitasi gerakan tuna di dalam air. Tujuan penelitian robot tuna dan penyu adalah menentukan mana cara yang paling efektif bagi kendaraan bawah air untuk bergerak, memakai propeler atau sirip yang bisa mengepak. Robot Ubur-Ubur yang Tak Bisa Mati Robot ubur-ubur yang dikembangkan oleh peneliti di Universitas Texas, Dallas, dan Virginia Tech, ini memakai bahan bakar hidrogen. Artinya, ia takkan kehabisan energi karena ia bergerak di air laut. Ia didesain untuk operasi SAR atau pengamatan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. Para peneliti sudah lama mempelajari bagaimana mekanisme bergerak ubur-ubur. Otot di dalam ubur-ubur berkontraksi dan tubuhnya bergerak seperti gerakan menutup payung. Gerakan ini menekan air keluar dari bawah tubuh ubur-ubur dan ia pun bergerak maju. Maka peneliti pun membuat robot dengan tubuh yang lembut supaya bisa meniru gerakan itu. Mereka memakai campuran logam nikel-titanium yang elastis alias bisa kembali ke bentuk semula setelah mengembang atau menutup. Mereka juga melapisi tabung nano karbon dengan tepung katalis nano-platinum, yang menciptakan panas ketika terpapar hidrogen dan oksigen. Tabung-tabung nano ini membungkus tubuh robot. Reaksi exothermic antara metal dan air menyebabkan tubuh robot berubah bentuk, berkontraksi, dan bergerak maju. Saat otot buatan rileks, tubuh robot kembali ke bentuk semula. Robot ubur-ubur yang terinspirasi dari ubur-ubur spesies Aurelia aurita atau ubur-ubur bulan ini mengambil energinya langsung dari air. Sehingga tak perlu sumber energi eksternal atau penyimpanan energi seperti baterai.
  9. Nggak semua orang mengenal Ubuntu. Lewat sepuluh tahun sejak sistem operasi berbasis Linux paling populer ini pertama kali dirilis, sebagian besar penggunanya hanyalah para developer, dan kehadirannya di ranah konsumen secara umum bisa dibilang kurang populer. Hal ini bisa berubah drastis nggak lama lagi. Canonical, pihak pengembang Ubuntu, mengumumkan bahwa sistem operasinya akan merambah perabot rumah maupun robot yang terhubung dengan jaringan, atau nama kerennya, Internet of Things (Iot). Namun sebelum Anda salah memahami, jangan Anda bayangkan kompor Anda nanti bisa Anda operasikan layaknya sebuah laptop dengan OS Ubuntu di dalamnya. Ubuntu untuk perangkat-perangkat yang disebutkan tadi hadir dalam wujud yang berbeda, yakni Snappy Core. Snappy Core sendiri gampangnya adalah sebuah sistem yang berjalan di server berbasis cloud. Salah satu kelebihan sistem operasi berbasis cloud adalah kemudahan untuk melakukan update. Software update sendiri juga bisa diterapkan untuk menambahkan berbagai fungsi pada perangkat, seperti yang sering kita alami dengan smartphone atau tablet. Kelebihan Snappy Core ketimbang sistem serupa terletak pada metode pengiriman software update-nya. Snappy Core dapat memastikan bahwa update yang ter-install nggak akan merusak perangkat. Kemungkinan yang ada hanya dua: berhasil ter-install atau nggak ada perubahan sama sekali. Sederhananya, vacuum cleaner yang ditenagai Snappy Core nanti bisa mendapatkan fungsi-fungsi baru melalui software update, akan tetapi apabila terdapat bug yang bisa merusak perangkat, maka Snappy Core akan – sejauh pemahaman aku – mengembalikan sistem perangkat ke kondisi semula. Manfaat Snappy Core dapat dirasakan oleh kedua belah pihak, baik pihak produsen perangkat maupun konsumen. Produsen dapat menambahkan fungsi-fungsi baru pada perangkatnya dengan mudah, sedangkan konsumen nggak perlu khawatir software update akan merusak perangkat yang mereka beli. Lalu perangkat apa saja yang akan ditenagai oleh Snappy Core? Dalam wawancaranya dengan The Next Web, Mark Shuttleworth selaku pendiri Canonical mengungkapkan bahwa robot pemotong rumput, drone, perangkat keamanan maupun sistem otomatisasi rumah adalah sebagian dari target Snappy Core. Sejauh ini ada dua perangkat yang telah menggunakan Snappy Core, yakni Erle-Copter, drone pintar untuk kebutuhan pendidikan, dan Ninja Blocks Sphere, sistem pengontrol dan otomatisasi perangkat-perangkat terhubung di dalam rumah. Snappy Core sendiri terbilang murah hati dalam hal persyaratan hardware. Ia hanya memerlukan prosesor berkecepatan 600 MHz, RAM 128 MB dan kapasitas penyimpanan sebesar 4 GB untuk keperluan factory reset dan rollback yang aku bahas tadi tentang bagaimana Snappy Core dapat mengembalikan sistem perangkat ke kondisi semula. Lalu kapan perangkat-perangkat bersistem Snappy Core akan hadir? Jawabannya tergantung pada produsen perangkat. Canonical sendiri akan merilis versi final dari Snappy Core ke tangan developer nggak lama lagi – kemungkinan besar sebelum bulan April dimana Canonical akan merilis versi baru Ubuntu.
  10. Seorang manusia coba menjabat tangan dengan robot saat dipamerkan di konfrensi Humanoid Robots di Madrid, 19 November 2014. Sekelompok peneliti menciptakan robot yang bisa belajar dari internet. Data yang didapat kemudian dikumpulkan, dipelajari, dan dijadikan referensi untuk robot lain. Di zaman sekarang ini, nyaris informasi apa pun bisa didapat dengan mudah di internet. Hingga Juli 2014 tercatat ada 3,32 miliar halaman index. Jumlah yang sangat besar, dan tak mungkin ditampung oleh otak manusia. Dua peneliti asal Cornell University punya ide cemerlang. Mereka membuat proyek bernama Robo Brain, sebuah sistem yang akan mempelajari seluruh informasi yang ada di internet. Termasuk mengunduh foto dan video dari situs publik. Sejak dimulai dua bulan lalu Robo Brain berhasil mengunduh sekitar satu miliar gambar, 120 ribu video di YouTube, dan 100 juta dokumen soal how-to dan buku manual untuk sejumlah peralatan. Semua data itu dikumpulkan untuk dipelajari. Robo Brain juga dirancang untuk mengenali sebuah objek dan fungsinya, termasuk mempelajari bahasa manusia serta kebiasaannya. Data yang didapat kemudian diolah dan dijadikan informasi matang untuk dibagikan ke robot lainnya. Bisa disimpulkan bahwa Robo Brain adalah pusat informasi bagi semua robot yang diinginkan. “Informasi akan diterjemahkan dan disimpan dalam format yang bisa dimengerti robot,” jelas Ashutosh Saxena, peneliti yang mengagas ide Robo Brain. Percobaan kecil pun dilakukan untuk membuktikan seberapa besar pengaruh Robo Brain terhadap robot lain. Robot tersebut ditantang untuk menemukan kunci, menuangkan minuman, hingga membuang sampah. Hasilnya? Informasi yang dikirimkan Robo Brain ke robot tersebut dapat diterima dengan baik. Robot berhasil menjalankan semua tantangan hanya dengan bermodal data dari Robo Brain. Hingga kini teknologi Robo Brain masih terus dikembangkan. Robot ini diharapkan bisa menjadi asisten digital yang baik untuk manusia dan juga robot di masa depan.
  11. Bukan hanya manusia, robot juga kini dilibatkan untuk ikut membantu penanggulangan bencana Ebola yang marak tersebar. Saul, sebuah robot yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi kesehatan Xenex, dapat membunuh bakteri dan kandungan pantogen berbahaya yang menjadi salah satu penyebab penyebaran infeksi Ebola hanya dalam waktu kurang dari 5 menit. Robot dengan tinggi 1,5 meter ini menggunakan tekanan listrik dengan intensitas tinggi, kemudian mengeluarkan sinar ultraviolet untuk membelah dinding sel bakteri untuk memasukan sebuah kandungan kimia pembunuh satu untaian asam ribonukleat (RNA) yang memiliki struktur menyerupai virus Ebola. "Rumah sakit yang menggunakan robot ini mampu menurunkan tingkat infeksi hingga 60 persen," ujar Geri Genant pakar kesehatan yang ikut mengembangkan robot ini. Menurut Genant, pihak Xenex kini tengah menguji sistem spektrum desinfeksi penuh pada 22 mikroorganisme dan dua ribu contoh di beberapa laboratorium di seluruh dunia. Jika berhasil, robot ini nantinya akan dapat menghancurkan virus Ebola dengan tingkat efisiensi hingga 99,9 persen. "Saul memiliki sinar ultraviolet 25 ribu kali lebih terang dari lampu neon. Ini bisa menjadi pembunuh kandungan pantogen yang identik dengan Ebola yang bisa luput dari pemeriksaan manusia," ujar Genant. Robot tersebut kini berada di Langley Air Force Base dan digunakan untuk memeriksa para tentara yang baru saja kembali dari Afrika Barat agar terhindar dari infeksi Ebola. Di sana, Saul akan terus dikembangkan oleh para ahli kesehatan, teknologi dan bekerjasama dengan pihak militer untuk meningkatkan daya guna robot ini sehingga dapat membunuh virus mematikan lainnya.
  12. Peningkatan keamanan kampus Microsoft yang terletak di California, Amerika Serikat, nampaknya ingin ditingkatkan lebih jauh dengan memanfaatkan teknologi. Robot kini digunakan untuk berpatroli di lingkungan kampus tersebut. Robot penjaga bernama K5 itu hasil rakitan perusahaan pengembang robot Knightscope, memiliki tinggi 5 kaki atau sekitar 1,5 meter dengan bobot 136 kilogram. Ada empat unit K5 yang tersebar di kampus Microsoft. Bentuknya nyaris menyerupai segitiga namun ujung atasnya membulat. Permukaannya berwarna putih, lengkap dengan lampu yang bekerja sebagai alarm, sirene, serta kamera untuk memantau area sekitar. Jika K5 'mencium' adanya masalah, ia akan secara otomatis membunyikan alarmnya atau mengirimkan penjaga keamanan langsung ke lokasi tersebut. Menurut laporan ExtremeTech, K5 mampu bekerja selama 24 jam hanya dengan sekali pengisian daya baterainya. Untuk pengisian ulang daya, ia hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Hebatnya, ketika baterai mereka hendak menipis, K5 langsung meluncur ke stasiun pengisian daya baterai dengan sendirinya. "Anda bawa robot ini ke suatu tempat, cara ia beroperasi yaitu dengan berjalan dulu di sekitar area yang akan menjadi pantauannya. Gunanya untuk mempelajari lingkungan itu," ujar seorang kolumnis teknologi dan sains, Matt Stambaugh. Stambaugh mengaku bahwa robot K5 mampu membuat keputusan dan mendeteksi anomali dari ancaman negatif yang sekiranya sewaktu-waktunya bisa terjadi. "Kalau dibandingkan dengan mobil pintar milik Google, tentu K5 tidak seapik itu, tapi robot ini punya sensor beragam untuk memetakan area serta kode untuk menentukan apakah suatu kasus harus dilaporkan kembali atau tidak," sambung Stambaugh. Robot K5 diprediksi akan meluncur di pasaran mulai tahun 2015 mendatang. Stambaugh menyatakan bahwa Knightscope sedang mencoba untuk menyediakan layanan sewa dengan tarif US$ 6,25 per jam, atau setara dengan Rp 76 ribu. Harga tersebut konon separuh lebih murah dari gaji seorang penjaga keamanan. Robot diyakini memiliki peran yang besar dalam pertahanan keamanan dan operasi militer. Sebagai contoh, perusahaan pengelola robot Boston Dynamics milik Google selama ini bekerjasama dengan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) untuk mengembangkan beragam robot yang bisa menolong para tentara. Korea Selatan juga pernah mengirimkan pengawal robotik bersenjata sebagai strategi pertahanannya di zona demiliterisasi (DMZ) pada 2010 lalu.
  13. Sekelompok ilmuwan memberikan kepintaran baru untuk robot. Tidak hanya untuk meniru gerakan, tapi juga belajar memasak dari video di YouTube. Kecerdasan buatan untuk robot memang meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, ada robot yang bisa mempelajari apa saja yang ada di internet untuk kemudian dibagikan ke robot lain. Kini para ilmuwan di University of Maryland dan NICTS di Australia melakukan hal yang tak kalah hebat, mereka membuat kecerdasan yang membuat robot bisa belajar di YouTube. Percobaan dilakukan dengan menantang robot memasak seperti yang diperagakan dalam 88 video terpilih. Konon ini adalah salah satu hal tersulit yang bisa dilakukan robot. "Kemampuan untuk belajar dari gerakan manusia adalah salah satu tantangan terbesar dalam sistem pengembangan kecerdasan buatan," tulis pernyataan ilmuwan dalam sebuah makalah yang akan dipresentasikan di 29th AAAI Conference on Artificial Intelligence. Memasak bukan perkara mudah bagi robot. Mereka tidak hanya harus meniru gerakan manusia, tapi juga wajib bisa mengenali instrumen memasak seperti wajan, panci, kompor dan lainnya. Belum lagi soal takaran mengkombinasikan bahan masakan. “Memasak adalah aktivitas yang membutuhkan beberapa langkah manipulasi, robot pelayan di masa depan harus bisa melakukan hal ini,” lanjut isi makalah tersebut. Hingga saat ini robot 'peniru' itu masih terus dikembangkan, dan belum diketahui sejauh apa mesin tersebut mampu meniru aktivitas memasak manusia.
  14. Lenovo semakin memanjakan para pencinta selfie. Selain merilis ponsel untuk kebutuhan tersebut, Lenovo juga menciptakan sebuah robot untuk aktivitas selfie. Lenovo semakin memanjakan para pencinta selfie. Selain merilis ponsel untuk kebutuhan tersebut, Lenovo juga menciptakan sebuah robot untuk aktivitas selfie. Robot tersebut berbentuk seperti tripod untuk kamera, namun dengan tempat khusus yang cocok untuk berbagai tipe ponsel. Robot bernama Fiebot itu bisa dipakai untuk ponsel Android dan iOS. Keistimewaan Fiebot yakni kemudahan untuk dikendalikan melalui remote, atau aplikasi ponsel. Fiebot juga bisa menyesuaikan tinggi dan tingkat kemiringan sesuai dengan keinginan penggunanya. Robot tersebut juga dilengkapi dengan peranti lunak pengenal wajah dan sensor gerakan. Fungsi ini bisa dipakai untuk proses monitoring atau mengawasi anak-anak. Fiebot yang dipamerikan pada Consumer Electronic Show 2015 adalah generasi awal, versi selanjutnya diklaim akan memiliki lebih banyak fitur. Seperti penambahan speaker atau proyektor yang bisa menampilkan gambar dari ponsel. Untuk tahap awal Fiebot hanya akan dipasarkan di Tiongkok. Belum diketahui apakah produk ini juga akan dipasarkan di luar negara asal Lenovo itu.
  15. Seiring dengan perkembangan teknologi, tugas-tugas yang manusia kerjakan kini diambil alih oleh robot. Salah satu bidang yang tampaknya akan diambil alih oleh robot adalah bidang keamanan. Baru-baru ini Microsoft memamerkan sebuah robot setinggi 1,5 meter dengan bobot 136 kilogram yang ditugaskan untuk menjaga keamanan markasnya di Silicon Valley, California, AS. Satpam robot tersebut dilengkapi dengan kamera keamanan beresolusi tinggi dan sensor untuk mendeteksi hal-hal organik di sekitarnya. Robot ini pun memiliki kecerdasan buatan yang dapat menghasilkan suara alarm jika ia mengendus sesuatu yang tidak beres. Ia pun dapat membaca plat nomor kendaraan yang melintas dan memeriksa apakah kendaraan tersebut merupakan barang curian. Satpam robot yang dinamai dengan K5 tersebut datang dari sebuah perusahaan asal California bernama Knightscope. Perusahaan tersebut menyebut K5 sebagai mesin data otonom yang tegas namun ramah. Dilansir dari laman BusinessInsider, K5 tidak dilengkapi dengan senjata. Ia hanya dapat mengeluarkan bunyi untuk memperingatkan satpam manusia bahwa ada sesuatu yang salah. Satpam robot Microsoft ini bergerak secara swatantra. Dalam satu kali pengisian daya, ia dapat bertugas selama 24 jam. Ketika K5 merasa bahwa dayanya telah lemah, ia akan pergi ke stasiun pengisian daya secara mandiri (keren kan ndral ). Hanya butuh waktu 20 menit untuk mengisi daya K5 secara penuh. superduper cepet bener buat dipake seharian ndral
  16. Bagi sebagian orang, khususnya para wanita, berbelanja adalah hal yang sangat menyenangkan. Apalagi kalau sedang berburu diskon di pusat perbelanjaan, rasanya ingin turut serta memborong barang-barang yang dijajakan di sana. Tapi tentu aktivitas tersebut akan menjadi membosankan kalau Anda berbelanja sendirian tanpa ada yang menemani. Butuh teman belanja yang siap menemani Anda memilih-milih apa yang ingin Anda belanjakan? Tampaknya Robot Robovie siap melakukannya dengan senang hati untuk Anda. Robot ini memang bukan prototipe awal melainkan sudah prototipe kedua yang kini sedang dikembangkan di Advanced Telecommunications Research Institute International (ATR) di Jepang. Untuk sementara robot ini akan bekerja sebagai asisten belanja Anda di supermarket Apita-Seikadai di Kyoto hingga Maret 2013 mendatang. Robovie II. dibuat untuk mempermudah lansia ketika belanja. Tugas Robovie II adalah membawakan daftar belanja dan mengikuti pelanggan ke seluru toko. Ia juga bisa digunakan untuk membawakan barang-barang belanjaan. Seperti diberitakan japantoday, percobaan itu ditujukan untuk mengumpulkan data untuk menyediakan penunjang mata pencaharian bagi para manula dengan menggunakan robot dan teknologi jaringan Robot tersebut bisa bergerak mengelilingi pusat perbelanjaan selama pemiliknya berbelanja, pada suatu percobaan di Kyoto.Robovie-II juga bisa memberi salam kepada para pengunjung di pintu masuk pusat perbelanjaan dan mengikuti mereka menyusuri rak-rak barang sambil membawakan keranjang belanja dan mengingatkan mereka tentang daftar barang yang hendak dibeli, dimana para pengunjung pusat perbelanjaan sebelumnya bisa memasukkan daftar tersebut melalui perangkat khusus yang disediakan. Robot ini dapat secara nirkabel menerima list barang-barang yang ingin Anda belanjakan. Selain itu robot humanoid ini akan membawakan keranjang belanja serta mampu membuat rekomendasi terhadap barang-barang yang saat ini kiranya Anda butuhkan untuk dibelanjakan. Pada tahap percobaannya, robot ini terlihat sedang melayani wanita berumur 67 tahun berkeliling pusat perbelanjaan sembari membawakan keranjang belanjanya. Robovie mengatakan kepada wanita lansia tersebut bahwa buah yang ada di keranjang belanja yang dibawanya saat itu terlihat sangat lezat, si wanita pun menyetujuinya. Selanjutnya robot tersebut menyarankan wanita tersebut untuk membeli daun salada. Robot Robovie besutan ATR kini sedang dikembangkan dalam beberapa mesin yang berbeda. Sebagian kini sudah digunakan sebagai monitor untuk mendeteksi kerumunan orang-orang yang tersesat, sementara sebagian lagi dijual bentuk miniaturnya.
  17. Inggris pimpin konsorsium untuk pengiriman robot penelitian atas sumbangan masyarakat Sebuah konsorsium yang dipimpin Inggris akan mengirimkan robot riset ke bulan dalam waktu 10 tahun. Biaya sebesar £500 juta untuk proyek ini diharapkan didapat dari sumbangan masyarakat. Sebagai imbalannya, para pendonor akan dapat memiliki sejumlah foto, teks dan DNA mereka dalam sebuah kapsul waktu yang akan dikubur di bawah permukaan bulan. Proyek bernama Lunar Mission ini bertujuan untuk meneliti apakah manusia bisa menempati kutub selatan Bulan di masa depan. Sejumlah ilmuwan terkenal dan organisasi mendukung rencana tersebut. Di antaranya Profesor Brian Cox, ahli astronomi Lord Rees, dan Profesor Monica Grady dari Open University. David Iron, yang memimpin proyek itu, mengaku berinisiatif untuk melakukan hal itu karena pemerintah semakin kesulitan untuk mendanai sejumlah misi ruang angkasa. "Siapa pun di dunia ini bisa terlibat dalam proyek ini, meski hanya menyumbangkan beberapa pound. Lunar Mission One akan memberikan sumbangan besar terhadap pemahaman tentang asal-usul planet kita dan Bulan," katanya. Keabadian Tim berharap bisa meningkatkan perolehan dana sebesar £600.000. Masyarakat bisa menyalurkan sumbangan melalui layanan situs internasional Kickstarter dalam empat minggu ke depan untuk mendanai tahap awal proyek. Selama empat tahun ke depan, sejumlah dana yang diterima melalui sumbangan dari masyarakat akan mampu melengkapi robot dengan ruang penyimpanan digital untuk sejumlah pesan singkat, gambar, musik dan video. Mereka juga akan mendapat keabadian dengan mengirimkan sehelai rambut, yang diklaim oleh tim bisa bertahan selama satu miliar tahun. Biaya pesan singkat seharga beberapa pound saja, sedangkan foto seharga beberapa puluh pound, sementara video singkat senilai £200. Biaya pengiriman sampel rambut seharga £50. Robot luar angkasa ini berisi sebuah arsip digital sejarah manusia dan ilmu pengetahuan yang akan dikompilasi sebagai warisan yang akan bertahan. Iron percaya fakta bahwa sejumlah orang akan memiliki saham dalam misi itu membuatnya lebih menarik.
  18. Philae diharapkan dapat menganalisa daratan komet untuk memahami asal Sistim Tata Surya. Robot penjelajah Philae, yang telah melakukan pendaratan bersejarah, sekarang posisinya stabil setelah sebelumnya sempat gagal mematokkan diri ke permukaan komet. Foto-foto sudah diterima dari pesawat sementara para ilmuwan membicarakan langkah selanjutnya. Para ahli di Badan Angkasa Luar Eropa yang terlibat dalam proyek ini mengatakan Philae sempat melambung beberapa ratus meter dari permukaan komet sebelum akhirnya mendarat. Data sebelumnya dari Philae mengisyaratkan robot sudah mendarat paling tidak tiga kali di komet, setelah tombak robot gagal mengaitkan diri ke daratan komet saat pertamakali dilakukan. Para ilmuwan berharap robot penjelajah dapat menganalisa daratan komet untuk mendapatkan pemahaman tentang asal Sistim Tata Surya. Satelit Rosetta membawa Philae lewat perjalanan sepanjang 6,4 miliar km ke Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko. Robot penjelajah berukuran mesin cuci ini diluncurkan dari satelit hari Rabu (12 November) dan memerlukan waktu tujuh jam untuk mencapai komet. Laporan pendaratan pertama dipastikan pada pukul 16.05 GMT, Rabu 12 November. Komunikasi radio telah tersambung dengan robot dan para ilmuwan sedang mengumpulkan foto dari Philae. Tetapi masih terdapat kekhawatiran tentang apakah robot tersebut sudah benar-benar tertancap pada daratan komet.
  19. Sekarang udah zamannya serba teknologi nih, perkembangannya semakin membaik dari masa ke masa. Kita pastinya kan udah tau nih ndral, robot untuk membangun sebuah mobil di perusahaan pembuatan mobil, terus ada lagi robot yang dibuat untuk menyelamatkan orang orang di reruntuhan bangunan, adalagi robot buat berkeliling diluar angkasa, itu beberapa yang kita ketahui. Tau gak ndral, ada juga sebuah robot konstruksi, gunanya robot ini bisa membangun/menyusun batu bata, kalau gak percaya langsung aja deh liat videonya: (Offline) 77936ca2de0067af0282d7357fffe254
  20. Beberapa tahun mendatang, berprofesi bercita-cita menjadi asisten sulap mungkin bukalah ide yang bagus, pasalnya saat ini ada robot khusus yang diciptakan menjadi partner bagi pesulap. Marco Tempest, seorang cyber illusionist yang memulai Project Robot pertama yang bernama Baxter. Cita cita Marco dalam projek pembuatan baxter adalah menciptakan sebut robot yang bisa menemaninya beraksi dipanggung sulap. Perlu kita ketahui bahwa Marco yang berprofesi sebagai pesulap mempunyai kelebihan yakni bisa menggabungkan dunia teologi dengan trik trik sulap yang dimainkannya. Hingga saat ini Project baxter adalah project robot tercanggih di illusionis Baxter memiliki persendian yang di desain se-fungsional mungkin dengan persendian yang dimiliki oleh manusia. Marco percaya, bahwa sebuah Robot akan lebih “Hidup” jika kita membuatnya semirip mungkin dengan manusia. Marco dibantu oleh salah seorang teman yang memang berfokus di dunia pemograman robot. Hingga akhirnya project baxter ini rampung setelah berbulan bulan percobaan. Project robot yang telah rampung ini berganti nama, yaitu EDI yang merupakan singkatan dari (Electronic Deceptive Intelligence). Marco memperkenalkan Edi di panggung TED yang sekaligus menjadi penampilan perdana Edi untuk tampil di hadapan publik. Pada penampilan tersebut, Edi tampak begitu hidup dengan memamerkan kemampuannya dalam berkomunikasi, berinteraksi, bahkan mengomentari beberapa ucapan yang di kemukakan oleh pembuatnya, Marco. Pada panggung itu juga, Edi langsung beraksi dengan menjadi asisten sulap Marco. Pada atraksinya itu, Edi memainkan trik bola pingpong bersama Marco. Bahkan Edi pun sempat meniru gerakan yang dilakukan oleh Marco. Hampir sekitar 70% kemampuan berkomunikasi manusia terdapat pada robot ini. Bahkan Edi pun memiliki tingkat intelegensi sebesar 30% dari manusia sekarang ini. Sehingga tidak aneh jika anda melihat raut wajah Edi yang berubah-rubah sesuai dengan Mood yang sedang dialaminya. Bahkan Edi pun sempat berteriak ketika Marco menyinggung salah satu bagian tubuhnya. Benar benar luar biasa
  21. Zaman yang sangat maju dan dipenuhi dengan robot kian mendekat. Bahkan di Jepang, saat ini telah ada dua buah robot yang secara penampilan mempunyai kemiripan dengan manusia. Dua robot tersebut masing-masing bernama Kodomorid dan Otonaroid. Kodomoroid merupakan sebuah robot dengan penampilan yang mirip seorang wanita muda. Sementara itu Otonaroid mempunyai desain penampilan yang tak jauh berbeda dengan seorang wanita dewasa. Kedua robot ini pun saat telah dipamerkan di National Museum of Emerging Science and Innovation di Tokyo, Jepang. Kedua robot ini tak hanya mempunyai desain tampilan yang mirip manusia. Robot-robot itu juga punya kemampuan untuk bergerak dan bahkan berbicara. Tak hanya itu, robot-robot canggih ini juga mampu melontarkan candaan kepada lawan bicaranya. Ahli robotika Jepang, Hiroshi Ishiguro yang sekaligus merupakan pencipta dari kedua robot itu mengatakan kalau Kodomorid dan Otonaroid mempunyai kemampuan untuk menampilkan emosi. Kedua robot itu bisa menampilkan ekspresi wajah berbeda dan bisa juga mengedipkan mata. Untuk membuat kedua robot ini, Ishiguro telah menghabiskan waktu yang sangat lama. Untuk membuat tampilannya, Ishiguro memakai silikon khsusu yang mempunyai tamplan mirip dengan kulit manusia dan berguna untuk menutupi komponen elektronik dari robot. sumber : Softpedia
  22. Sebuah drone biasanya dibuat dengan bahan yang ringan, sehingga memudahkannya untuk bisa terbang di udara. Namun sebuah video di YouTube memberikan kreasi yang berbeda dalam membuat sebuah drone. Alih-alih memakai bahan alumunium atau plastik, drone itu didesain dengan menggunakan bahan cokelat. Dalam video tersebut diperlihatkan bagaimana pembuatan robot drone itu. Pertama dari proses pelelehan cokelat di dapur hingga pencetakan drone yang selanjutnya diletakkan di dalam kulkas untuk pendinginan. Proses berikutnya adalah menambahkan komponen listrik dan empat buah baling-baling. Tentu yang menjadi pertanyaan adalah kemampuan terbang dari drone ini. Namun jangan khawatir. Dalam video berdurasi 2 menit 39 detik tersebut diperlihatkan secara jelas bagaimana kemampuan terbang dari drone ini. Dan selain bisa digunakan sebagai sarana untuk pengiriman barang, drone berbahan cokelat ini juga bisa dimakan. Terlebih pada saat Anda lapar. sumber : beritateknologi.com
  23. Sebuah robot yang bisa digunakan untuk tempat curhat nampaknya bukan menjadi impian belaka. Robot seperti ini pun bisa dijumpai di Jepang, tepatnya sebuah robot bernama Pepper yang merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan Jepang Softbank dengan Foxconn dan Aldebaran Robotics. Robot ini mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dengan manusia dengan cara meniru prilaku yang dijumpainya. Tak hanya itu, Pepper juga memiliki kemampuan untuk bisa membaca dan mengerti kondisi emosional seseorang yang berada di depannya. Mereka bisa mengetahui hal tersebut dengan mengamati ekspresi wajah, kontrol suara dan variabel lainnya. Dengan adanya input-input tersebut, Pepper selanjutnya bisa melakukan analisis karakter orang yang ada di depannya. Setelah analisis dilakukan, maka Pepper akan memutuskan bagaimana mereka akan memberikan raksi. Semakin banyak jumlah interaksi yang dilakukan Pepper, maka semakin banyak pula hal yang dipelajari oleh robot ini. Robot Pepper ini dilengkapi dengan kamera, mikrooft, sensor 3D, sensor sentuhan serta accelerometer. Kesemua sensor itu diperlukan untuk meningkatkan kemampuan interaksi dan komunikasi robot ini. Robot ini menurut rencana akan dipasarkan secara komersial paling lambat bulan Februari mendatang. Mengenai harganya, Pepper paling murah akan dijual dengan harga sebesar 2000 USD atau setara 23 juta rupiah. sumber : beritatekno
  24. Peneliti MIT baru-baru ini mengumumkan teknologi baru yang memungkinkan mereka membuat bagian tubuh robot. Bagian tubuh robot ini awalnya hadir dalam wujud polos dan saat dipanggang, material tersebut berubah bentuk sesuai dengan yang diharapkan pembuatnya. Ilmuwan merancang khusus material, komponen yang dapat melekuk dengan sendirinya, dan dapat diproduksi melalui printer 3D. Dengan memanggangnya dalam oven, material ini bisa bertransformasi. "Kami memiliki mimpi besar ini dari penyusun hardware, di mana Anda dapat menentukan, 'Saya ingin sebuah robot yang akan bermain dengan kucing saya atau saya ingin sebuah robot yang akan membersihkan lantai," ungkap Daniela Rus, Professor of Electrical Engineering and Computer Science di MIT. Dalam sebuah laporan, peneliti menjelaskan bagaimana bentuk 3D yang dibuat melalui komputer dapat dicetak menggunakan bahan plastik self-folding. Peneliti juga mengungkap bagaimana komponen listrik bisa ditata untuk membuat fungsi robot setelah selesai proses pemanggangan. Hasil akhir yang ingin dicapai ialah, membentuk robot melalui proses lipatan atau lekukan mirip origami. Peneliti harus membuat konfigurasi yang tepat agar bentuk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan.
  25. Para peneliti Cambridge akan mempelajari apakah teknologi dapat menghancurkan peradaban manusia. Pusat Studi Risiko Eksistensi (CSER) akan meneliti bahaya teknologi biologi, kehidupan artifisial, teknologi nano dan perubahan iklim. Para ilmuwan mengatakan menghiraukan kekhawatiran mengenai potensi pemberontakan robot adalah hal yang "berbahaya." Ketakutan bahwa mesin akan mengambil alih peradaban menjadi inti sejumlah film fiksi sains paling populer. Mungkin yang paling terkenal adalah Skynet, sebuah sistem komputer yang ditampilkan dalam film-film Terminator. Skynet berhasil mendapat kesadaran akan keberadaannya dan melakukan perlawanan setelah dikembangkan oleh militer AS. Prediksi yang Beralasan Namun meski menjadi subyek dari sebuah fantasi, para peneliti mengatakan konsep bahwa mesin akan lebih cerdas dari manusia menuntut perhatian serius. "Seriusnya risiko ini sulit untuk dinilai, tetapi didalamnya terdapat pemicu dari kekhawatiran ini, mengingat besarnya risiko," kata para peneliti di situs resmi mereka. Proyek CSER dibentuk oleh profesor filosofi Cambridge Huw Price, profesor kosmologi dan astrofisika Martin Rees dan pendiri Skype Jaan Tallinn. "Hal ini tampak seperti prediksi yang beralasan bahwa pada suatu masa di abad ini atau abad yang akan datang kecerdasan akan meloloskan diri dari belenggu biologi," kata Prof Price pada kantor berita AFP. "Apa yang kita coba lakukan adalah mendorong hal ini kepada komunitas ilmu pengetahuan yang terhormat." Ia menambahkan bahwa jika robot dan komputer menjadi lebih cerdas dari manusia, kita akan diperbudak oleh "mesin yang tidak berbahaya, tetapi mesin yang kepentingannya tidak melibatkan kita". Jika umat manusia masih bertahan, maka pusat penelitian itu akan diluncurkan tahun depan.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy