Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Robot'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 75 results

  1. True Companion, pengembang robot berwujud manusia memperkenalkan Roxxxy, robot yang diklaim dapat memberi kepuasan bagi pemiliknya. Robot tersebut muncul dalam rupa seorang perempuan. Roxxxy dibanderol dengan harga USD6.995 atau mendekati USD75 ribu (sekira Rp1 miliar) untuk versi custom. Kabarnya, robot ini dapat berbicara, mendengarkan pemiliknya dan merasakan sentuhan. "Dia bahkan dapat orgasme," kata True Companion dalam website-nya. Pendiri sekaligus inventor di True Companion, Douglas Hines mengungkapkan, robot buatan mereka bisa membantu dalam perannya untuk bermain di masyarakat. "Roxxxy memberikan kenikmatan fisik dan seksual, tetapi juga menyediakan interaksi sosial dan keterlibatan. Ini menyesuaikan teknologi untuk memberikan pasangan yang sempurna," jelasnya. Menurutnya, robot seks merupakan tambahan yang berguna untuk masyarakat dan memiliki kegunaan dalam hal terapi, seperti terapi seks. Ia percaya, robot ini dapat mengurangi perdagangan seks atau kekerasan dalam rumah tangga. "Selama kita tidak menyakiti siapapun, tidak ada masalah dengan itu," ujarnya.
  2. Kontroversi “robot seks” terus berlanjut. Di antara berbagai penolakan, David Levy, penulis buku “Love and Sex with Robots”, meyakini bahwa menjelang tahun 2050, hubungan intim antara manusia dan robotakan menjadi hal yang lumrah. “Makin banyak orang yang merasa sulit membangun hubungan, dan robot ini bisa mengisi kekosongan itu. Robot seks ini tak akan merendahkan perempuan lebih dari vibrator merendahkan perempuan,” katanya. Pemikiran Levy didasarkan kepada makin canggihnya robot yang kini makin mampu menirukan perilaku manusia, bahkan hingga menyerupai hubungan manusia dengan manusia yang lebih kompleks. Dr Kevin Curran, dari Institute of Electrical and Electronics Engineers, mengatakan, produk seperti itu tak terhindarkan. “Akan naif kalau kita mengabaikan kekuatan pasar terkait 'robot intim' itu'” katanya kepada BBC. Namun, katanya, banyak keberatan juga akan muncul dari masyarakat. "Sudah banyak kelompok yang menyuarakan penentangan terhadap robot pembunuh. Dan saya kira akan tiba saatnya manusia menentang robot 'pendamping,' " katanya pula. Ia mencemaskan bahwa masyarakat akan tidak siap menghadapi prospek keberadaan robot pendamping sudah lumrah. "Apakah sudah ada legislasi yang memadai untuk mengantisipasi permasalahan masa depan ketika robot sudah begitu maju sehingga sepintas sulit dibedakan dari manusia? Bisakah robot menikah? Bisakah robot mengadopsi seorang anak?" tanyanya.
  3. Robot Pepper Tindak kekerasan memang bisa melanggar hukum. Apa jadinya jika kekerasan tersebut dilakukan terhadap benda tak bernyawa seperti robot? Seorang warga Jepang membuktikannya. Kiichi Ishikawa dari kota Yokosuka ditangkap oleh polisi setelah ia menendang robot Pepper bikinan perusahaan telekomunikasi SoftBank. Pepper termasuk robot pintar yang sengaja dirancang untuk membaca perasaan manusia. Ia adalah care robot atau robot yang memiliki perhatian dan diciptakan dengan tujuan membuat manusia menjadi bahagia. Harga Pepper juga terbilang mahal, yakni US$ 1.600 atau setara Rp 22,8 juta. Ishikawa yang usianya sekitar 60 tahun itu sedang berkunjung ke toko SoftBank Corp. pada Minggu pagi (6/9). Ishikawa yang kala itu sedang dalam keadaan mabuk, merasa terganggu oleh pegawai toko -- manusia, bukan robot -- yang menyuruhnya untuk bersikap normal sebagaimana pengunjung yang baik. Ishikawa langsung merasa kesal dan bergerak cepat ke arah robot Pepper dan langsung menendangnya dengan keras. Menurut keterangan kepolisian Kanagawa, Pepper mengalami kerusakan pada sistem internal komputer dan menjadi lemot. Namun tidak diketahui seperti apa tanggapan Pepper saat Ishikawa menendangnya mengingat ia adalah robot pintar yang mengenali perasaan manusia. Mengutip situs Cnet, kejadian ini menjadi sebuah pelajaran untuk masa depan mengenai interaksi manusia dan robot yang baik seperti apa, khususnya bagi robot yang memang didesain untuk merasakan apa yang manusia bisa rasakan.
  4. Enambelas tim dari seluruh dunia memusatkan pandangan mereka pada bulan...dan hadiah Google Lunar XPRIZE senilai $30 juta. Lomba ini diluncurkan pada tahun 2007, untuk meletakkan robot penjelajah yang dibiayai oleh pihak swasta di permukaan bulan, berkeliling sejauh 500 meter, dan mengirimkan kembali video dan gambar-gambar berdefinisi tinggi ke bumi, semua dilakukan dengan biaya yang jauh sedikit dari apa yang biasanya dibutuhkan untuk melaksanakan satu misi NASA. Tim Jerman menyebut diri mereka "Part Time Scientists." Dengan panel surya yang bisa diatur, tiga kamera dan empat ban yang besar, robot penjelajah 'Part Time Scientists' siap beraksi. Tim ini telah mengerjakan robot tersebut sejak 2008, kata pendirinya Robert Böehme, menggunakan komponen yang aslinya dirancang untuk alat eletronik yang digunakan di bumi dan satelit. "Menggunakan teknologi yang tidak dibuat untuk dikirimkan ke bulan adalah langkah yang penuh resiko, jadi kita harus mengecilkan semuanya agar bisa muat ke kendaraan yang hanya bisa membawa muatan seberat kurang dari empat ton," kata Böehme. Biaya juga menjadi salah satu perhatian, yang merupakan salah satu alasan tim tersebut membuat robot penjelajah yang berteknologi setinggi mungkin. "Jadi yang ingin kita lakukan adalah membuat sebanyak mungkin peralatan teknologi tinggi yang bisa digunakan di antariksa, jadi kita bisa menjalankan peralatan tersebut dengan energi yang lebih sedikit. Energi adalah kendala utama di antariksa. Dan dengan cara ini biaya misi kami bisa dikurangi banyak," kata Böehme. Böehme memperkirakan biaya misi mereka senilai kurang dari $30 juta. Ia berharap bisa mendapatkan kontrak untuk meluncurkan robot penjelajah tersebut di akhir tahun ini dan mengirimkannya di akhir tahun 2017. 15 tim lainnya yang ikut dalam kompetisi ini berasal dari Brazil, Kanada, Chile, Hungaria, Jepang, Israel, Italia, Malaysia, India dan Amerika Serikat.
  5. Berbicara soal robot, bayangan kita tentang era modern hingga futuristis memang tidak bisa dihindari. Padahal robot pertama berbentuk manusia sudah diperkenalkan lebih dari 75 tahun silam, Elektro namanya. Salah satu faktor utama yang memisahkan robot dan makhluk hidup ialah kemampuan berkembang biak. Tapi tak lama lagi pandangan ini akan segera berubah. Melalui video demonstrasi, tim peneliti dari Cambridge University dan ETH Zurich memamerkan karya mereka berupa robot ‘induk’ yang bisa menciptakan keturuan. Metodenya memang tidak sealami hewan ataupun manusia, namun upaya para ilmuwan itu memperlihatkan bagaimana evolusi, proses reproduksi, serta seleksi alam secara dasar dapat diterapkan pada makhluk anorganik. Meskipun kadang bagi kita, caranya kurang manusiawi. Robot induk berpenampilan mirip lengan, tertambat pada sebuah meja. Ia mampu merakit robot-robot kubus yang lebih kecil. Mereka bisa bergerak karena memiliki motor, dan komponennya disambung sendiri oleh sang ibu dalam konfigurasi berbeda. Kemudian robot induk bertugas mengawasi serta mengevaluasi seberapa jauh ‘bayi-bayinya’ tersebut sanggup berjalan. Langkah selanjutnya tidak kalah mengagumkan. Robot induk mampu mengetahui desain robot kubus terbaik. Sisanya akan diurai dan dirakit kembali mengikuti rancangan paling optimal. Prosedur evaluasi terus berjalan, sehingga para robot kubus memperoleh sifat terbaik. Akhirnya, robot kubus generasi kesepuluh mempunyai kinerja dua kali lipat dibanding generasi pertama. Di sinilah terlihat contoh sederhana dari proses evolusi. Tiap robot kubus menyimpan genome unik, tersusun atas kombinasi satu dari lima gen berbeda. Genome berisi informasi mengenai bentuk, konstruksi, dan perintah pergerakan motor. Layaknya makhluk hidup, evolusi ditunjukkan lewat mutasi. Gen-gen tersebut dimodifikasi, digabungkan atau dibuang. “Seleksi alam pada dasarnya terdiri dari reproduksi, penilaian, dan seterusnya. Hal-hal inilah yang dilakukan robot. Dengannya, kita dapat menyaksikan penyempurnaan dan diversifikasi spesies,” tutur Dr Fumiya Iida dari Cambridge. Iida turut menjelaskan bahwa eksperimen tersebut mencoba menjawab pertanyaan besar mengenai terciptanya kecerdasan. Sebelumnya robot hanya ditugaskan buat mengerjakan tugas repetitif, namun kali ini mereka ingin mengeksplorasi kapabilitas robot untuk berinovasi dan berkreasi. Terlebih lagi, para peneliti berniat mengembangkan kemampuan adaptasi – elemen krusial lain dalam evolusi. Bayangkan satu era di masa depan, apa pendapat Anda ketika melihat anak-anak manusia bermain dengan anak-anak robot?
  6. Seiring berkembangnya teknologi, inovasi-inovasi baru buatan manusia seperti robot dan kecerdasan buatan menjadi salah satu penyebab hilangnya lapangan pekerjaan. Ironis memang. Di sisi lain kehadiran robot dapat membantu pekerjaan manusia, tapi di sisi lain kehadirannya jga mengancam nilai sumber daya manusia. Kian hari, kian banyak robot dan kecerdasan buatan yang menggantikan peran masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Lapangan pekerjaan sekarang ini didominasi oleh mesin-mesin otomatis. Buruh seringkali digantikan oleh mesin-mesin. Semakin meningkatnya tingkat popularitas kecerdasan buatan seperti Siri dan Cortana di kalangan masyarakat juga seringkali menyebabkan tergantikannya manusia oleh teknologi. Fenomena populernya penggunaan tenaga mesin memicu kecemasan di kalangan masyarakat. Semakin berkurangnya nilai jual tenaga manusia, semakin sedikit pula penghasilan yang diterima manusia dan rasa percaya diri yang dimiliki. Namun, minimnya lapangan pekerjaan bukan berarti manusia tidak dapat memberikan kontribusi yang signifikan kepada masyarakat. Manusia merupakan mahluk kreatif yang telah menciptakan dan menemukan banyak inovasi-inovasi baru. Mesin-mesin ciptaan manusia seperti pesawat, komputer, dan telepon seluler membuktikan bahwa kreativitas yang dimiliki manusia merupakan suatu aset yang tidak dapat tergantikan, baik oleh mesin sekalipun. Lalu, apa hubungan kehilangan pekerjaan dengan kreativitas manusia? Kehilangan pekerjaan membuka peluang dan kesempatan baru bagi manusia untuk menemukan hal-hal menarik dan menantang lainnya untuk dilakukan. Dikutip dari situs ZDNET, kemerosotan ekonomi seringkali menjadi awal dari terlahirnya inovasi-inovasi baru. Perusahaan teknologi seperti Apple, Google, Microsoft, dan Facebook contohnya yang terlahir pada saat terjadinya resesi. Orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap secara otomatis memiliki semakin banyak waktu luang untuk digunakan. Dan pada saat menghabiskan waktu luang tersebut lah seringkali muncul ide-ide yang memprakasai inovasi-inovasi baru. Rasa ingin tahu yang dimiliki oleh manusia dan waktu senggang yang cukup selalu mengawali munculnya penemuan-penemuan baru. Manusia tidak akan pernah benar-benar kehilangan pekerjaan mengingat masih banyak hal-hal di luar sana yang dapat dikembangkan.
  7. Seorang pekerja di pabrik otomotif Volkswagen mengalami nasib nahas. Dia tewas di tempatnya bekerja karena dibunuh oleh robot yang biasa digunakan untuk merakit dan memproduksi mobil kenamaan asal Jerman tersebut. Pria berusia 22 tahun yang tak disebutkan namanya itu tewas di pabrik VW di daerah Baunatal, sekitar 100 kilometer (62 mil) di sebelah utara dari Frankfurt. Menurut saksi mata, robot tersebut menarik pria tersebut dengan paksa dan meremukkannya dengan melemparnya ke sebuah plat metal. Akibat dari serangan tersebut, pria yang sehari-hari mengoperasikan robot pekerja itu, terpaksa harus kehilangan nyawanya. Demikian yang dikutip dari The Register, Rabu (2/7/2015). Kendati saat ini masih dalam tahap penyelidikan, namun pihak kejaksaan setempat berencana untuk menuntut kasus ini hingga ke meja hijau. Namun tidak diketahui secara pasti, apakah menuntut robot atau pemilik robot. Karena pun sejauh, hasil penyelidikan menyebut pria yang tewas di tangan robot pekerja itu karena mengalami human error atau kesalahan manusia. Sebab, pekerja lain yang ada di sana tak mengalami hal serupa. Robot berurusan dengan pihak penegak hukum bukan kejadian baru. Robot bernama Random Darknet Shopper sebenarnya ditangkap Januari lalu. Robot tersebut tak berbentuk fisik, melainkan sebuah kecerdasan buatan yang dibuat oleh sekelompok seniman bernama !Mediengruppe Bitnik. Mereka memang merancang robot ini untuk belanja di sisi lain internet, atau yang dikenal dengan 'dark web'. Dark web adalah situs-situs yang tak terjamah, baik oleh Google atau media sosial. Situs seperti ini memang biasanya menyediakan jasa atau barang yang bersifat ilegal. Kebetulan robot tersebut memang ditugasi belanja keperluan seniman dengan uang Bitcoin senilai US$ 100. Uang tersebut dibelanjakan robot untuk membeli paspor Hungaria, topi baseball yang sudah dilengkapi dengan kamera tersembunyi, rokok, hingga koleksi buku trilogi The Lord of the Rings. Tapi ternyata ia juga membeli pil ekstasi. Polisi mengira robot tersebut memang sengaja melakukan pembelian atas perintah pembuatnya, namun setelah diselidiki ternyata hal itu terjadi tanpa disengaja. Di luar pengetahuan para seniman. Saat ini, robot tersebut sudah dibebaskan oleh pihak kepolisian setempat.
  8. Dua perusahaan dari AS dan Jepang mengaku akan membuat robot raksasa yang akan mereka adu, seperti pada film Real Steal Pertarungan robot dalam film Real Steel tampaknya bakal jadi kenyataan. Jepang dan Amerika Serikat (AS) tengah membuat robot raksasa yang siap diadu. Pekan lalu, produsen robot raksasa basis AS, Megabot, menantang perusahaan pencipta robot asal Jepang, Suidobashi Heavy Industry, untuk bertarung. "Kami punya robot raksasa, kalian punya robot raksasa juga. Kami tantang untuk berduel," ucap pihak Megabot dalam sebuah video yang diunggah ke YouTube. Bak gayung bersambut, tantangan tersebut langsung diterima oleh CEO Suidobashi, Kogoro Kurata. Kesediaannya juga direkam melalui video yang sama. "Ini menarik. Saya terima tantangannya. Kita tak bisa biarkan negara lain menang. Robot raksasa adalah kultur Jepang," ungkap Kurata bersemangat. Semangat Kurata terlihat saat ia menantang balik pihak Megabot dengan berucap, "mereka harus membuatnya (robot) lebih keren." Walau belum begitu jelas mengenai waktu, tempat, dan konsep dari duel robot AS dan Jepang ini, situs Popular Science mewartakan bahwa pertarungan keduanya bakal dilakukan pada 2016 mendatang.
  9. Robot Harmony, versi purwarupa robot untuk aktivitas seks yang dirancang oleh pria AS Robot diprediksi menggantikan posisi manusia dalam beberapa sektor pekerjaan di masa depan. Lebih dari itu, robot ternyata juga diklaim mampu menggantikan posisi lainnya dari sebuah aktivitas di ranjang. Menurut Dr Helen Driscoll, Dosen Senior dan Peneliti di University of Departement Sunderland, Inggris, mengatakan bahwa virtual seks berkembang bersama teknologi yang memiliki kemampuan untuk benar-benar mengubah pengalaman fisik seseorang. "Anda sudah dapat memesan manekin online. Dan robot yang interaktif dengan teknologi motion-sensing cenderung menjadi lebih sentral untuk industri seks dalam beberapa tahun ke depan," katanya, seperti dikutip Huffington Post. Dia menambahkan, banyak juga teknologi robot saat ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman seksual dengan pasangan. Sementara yang lain dirancang untuk membantu meningkatkan rasa percaya diri seksual seseorang. Namun, karena kemajuan teknologi robot seksual membuat juga kemungkinan bahwa norma-norma sosial tentang seks dan hubungan akan berubah di masa depan. "Kita cenderung berpikir tentang isu-isu seperti virtual reality dan robot seks dalam konteks norma saat ini. Tetapi jika kita berpikir kembali ke norma-norma sosial tentang seks yang ada 100 tahun yang lalu, itu adalah jelas bahwa mereka telah berubah dengan cepat dan radikal," katanya. Robophilia mungkin terdengar asing sekarang, tapi bisa menjadi normal dalam waktu dekat sebagai sikap yang berkembang dengan teknologi. "Ketika virtual reality menjadi lebih realistis, mendalam dan mampu meniru dan bahkan meningkatkan pengalaman seks dengan manusia, dapat dibayangkan bahwa beberapa akan memilih ini dalam preferensi untuk seks, karena kurang bersama manusia sesungguhnya," sebut Driscoll. Maka tak mengherankan, orang juga mungkin mulai jatuh cinta dengan mitra virtual reality mereka. Hal ini mungkin tampak mengejutkan dan tidak biasa sekarang, "Tapi kita tidak harus secara otomatis menganggap bahwa hubungan virtual memiliki nilai kurang dari hubungan yang nyata," dia, menambahkan. Faktanya adalah, orang yang sudah jatuh cinta dengan karakter fiksi meskipun tidak ada kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengan mereka. Perlu diingat juga bahwa sudah ada banyak orang yang hidup sendiri, orang-orang yang mungkin belum mampu menemukan pasangan, atau kehilangan pasangan. "Virtual mitra seksual dapat memberikan manfaat psikologis yang signifikan bagi mereka, setelah semua mitra virtual pasti lebih baik daripada tidak ada sama sekali," katanya. Untuk mereka yang sudah dalam hubungan intim, dampak psikologis akan tergantung pada bagaimana mereka menangani co-eksistensi hubungan nyata dan virtual. Dalam dunia masa depan, kita juga bisa melihat hubungan manusia semakin dilakukan sepenuhnya online. Berdasarkan data menunjukkan bahwa banyak orang muda Jepang sudah menghindari seks. Pria Jepang sudah mengambil pacar virtual mereka untuk pergi berlibur dengan mereka ke pulau Atami. "Saat kurangnya kontak manusia bisa berbahaya. Manusia secara alami ramah dan kurangnya interaksi manusia dapat menyebabkan kesepian dan isolasi, yang terkait dengan berbagai masalah kesehatan mental dan fisik. Namun, dalam jangka panjang, teknologi dapat mengatasi masalah ini," bebernya. Ketika akhirnya ada robot cerdas yang berbeda dari manusia, maka menjadi hal lumrah ketika hubungan manusia dengan robot terjalin lebih dekat di masa depan.
  10. Aktivis mengatakan penggunaan 'robot pembunuh' tak bermoral Penggunaan apa yang disebut dengan 'robot pembunuh' akan dibahas dalam pertemuan Dewan HAM PBB di Jenewa. Sebuah laporan yang dipresentasikan dalam pertemuan itu akan meminta moratorium penggunaan robot pembunuh dan pertanyaan-pertanyaan etis terkait akan diperdebatkan. Robot tersebut adalah mesin yang diprogram untuk merobohkan orang atau sasaran apa pun yang, tidak seperti pesawat non-awak, beroperasi secara mandiri di medan perang. Negara-negara yang sudah mengembangkan teknologi ini adalah Inggris, AS dan Israel. Tanggung jawab moral Para pendukung "robot mandiri mematikan" ini mengatakan manfaat penggunaan robot sangat besar dan bisa menyelamatkan banyak nyawa serta mengurangi tingkat kematian prajurit di medan perang. Akan tetapi kelompok-kelompok pegiat hak asasi manusia menyatakan ada pertanyaan moral serius yang muncul dari robot pembunuh, seperti dilaporkan wartawan BBC Imogen Foulkes dari Jenewa. Diantaranya: Siapa yang membuat keputusan akhir untuk membunuh? Bisakah robot membedakan antara sasaran militer dan sipil? Jika ada korban sipil yang menjadi korban, siapa yang harus bertanggung jawab? Robot tidak bisa didakwa melakukan kejahatan perang. "Pendekatan tradisional selama ini adalah ada prajurit dan ada senjata," kata pakar PBB Christof Heyns. "Tapi apa yang kita lihat sekarang adalah senjata telah menjadi prajurit, senjata mengambil keputusan sendiri."
  11. Konsep robot pembunuh akan dibahas dalam pertemuan para pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa. Dua ahli robot, Prof Ronald Arkin dan Prof Noel Sharkey, akan mendebat soal keberhasilan dan kebutuhan akan robot pembunuh ini. Pembicaraan berlangsung dalam Konvensi PBB tentang Senjata Konvensional Khusus (CCW). Laporan diskusi ini akan disampaikan untuk pertama kalinya dalam pertemuan CCW pada November mendatang. Robot pembunuh adalah senjata otomatis yang bisa memilih dan mengunci sasaran tanpa memerlukan intervensi manusia. Saat ini, robot itu belum diciptakan tetapi kecanggihan teknologi saat ini mampu membuatnya lebih dekat dengan kenyataan. Sejumlah orang yang mendukung diciptakannta robot pembunuh percaya bahwa hukum tentang perang yang ada saat ini sudah mencukup untuk mengatasi risiko yang mungkin muncul jika robot ini betul-betul dimanfaatkan. Namun, pihak yang menentang percaya bahwa robot pembunuh adalah ancaman bagi kemanusiaan dan fungsi "membunuh otomatis" harus dilarang. "Sistem senjata otomatis tidak bisa dijamin untuk memenuhi hukum internasional," kata Prof Sharkey kepada BBC. "Negara-negara tidak berbicara satu sama lain tentang ini, sehingga memiliki ancaman besar bagi kemanusiaan." Prof Sharkey adalah anggota dan salah satu pendiri Kampanye Penentang Robot pembunuh dan ketua dari Komite Internasional untuk Kontrol Senjata Robot.
  12. Model robot pembunuh dengan AI versi para pengunjuk rasa di London. Lebih dari 1.000 pakar teknologi, ilmuwan, peneliti, dan pengusaha menulis sebuah surat peringatan tentang bahaya dari 'senjata anonim'. Sebagai protes terbaru atas yang disebut sebagai 'robot pembunuh' itu, surat itu memperingatkan bahwa 'pertarungan senjata militer dengan AI atau kecerdasan buatan merupakan gagasan yang buruk'. Para penandatangan termasuk Stephen Hawking, pengusaha Elon Musk, salah seorang pendiri Apple, Steve Wozniak maupun guru besar MIT, Noam Chomsky. Surat tersebut akan disampaikan dalam Konferensi Internasional tentang Kecerdasan Buatan, Selasa 28 Juli, di Buenos Aires, Argentina. Stephen Hawking termasuk salah satu yang ikut menulis surat. Robot pembunuh saat ini banyak diperdebatkan dan juga sudah dibahas di Dewan Keamanan, yang mempertimbangkan kemungkinan larangan atas beberapa jenis senjata anonim. Dan para ahli yang menulis surat menuntut larangan khusus ada penggunaan AI untuk mengendalikan senjata karena hal itu berarti 'di luar kendali manusia'. "Sama seperti pakar kimia dan biologi yang tidak memiliki ketertarikan atas senjata kimia dan biologi, sebagian besar peneliti AI tidak memiliki ketertarikan membangun senjata AI dan tidak ingin pihak lain menodai lapangan mereka dengan melakukannya," seperti tertulis dalam surat itu. Sebelum disampaikan ke konferensi di Buenos Aires, isi surat sudah diterbitkan di situs internet Lembaga Kehidupan Masa Depan, FLI.
  13. Beragam jenis robot kini berperan menggantikan keterlibatan manusia di berbagai bidang, mulai dari manufaktur dan kesehatan hingga operasi penyelamatan dan olahraga. Robot juga dipakai di sektor pelayanan dan hiburan bahkan mulai terlibat dalam kehidupan kita sehari-hari. VOA Indonesia: http://www.voaindonesia.com Ngobas: http://ngobas.com
  14. Pada tahun lalu, perusahaan Jepang SoftBank meluncurkan sebuah robot canggih bernama Pepper yang mempunyai kemampuan untuk mendeteksi serta merespon emosi manusia. Dan baru-baru ini, SoftBank pun secara resmi mulai memasarkan robot canggih tersebut. Hasilnya luar biasa, stok robot Pepper tersebut ludes hanya dalam 1 menit. Proses penjualan tersebut mereka lakukan pada tanggal 10 Juni lalu. Dalam sesi penjualan tersebut, SoftBank menyediakan sebanyak 1000 unit robot. Robot ini pun tentunya tidak murah. Setiap unitnya, robot Pepper dipatok dengan banderol sebesar 1600 USD atau setara 21 juta rupiah. Tak hanya harga belinya yang mahal. Untuk pengoperasiannya, robot Pepper ini juga butuh biaya besar. Robot ini tak hanya butuh paket data untuk penggunaan layanan data berbasis cloud tapi juga perlu biaya asuransi yang nilainya sebesar 200 USD per bulan. Pihak SoftBank pun untuk saat ini hanya merilis robot Pepper tersebut di negara Jepang. Namun dalam waktu dekat, SoftBank pun bakal juga meramaikan pasar negara lain dengan keberadaan robot ini.
  15. Robot kecil yang menyerupai bentuk origami suatu hari diharapkan dapat menyembuhkan pasien dari penyakit tertentu. Robot buatan peneliti MIT di Amerika Serikat ini bisa melipat tubuhnya sendiri, berjalan, melewati material, berenang dan menghancurkan dirinya sendiri. Robot origami ini kabarnya memiliki berat 0,3 gram dan mampu bergerak secara otomatis. Robot kecil tersebut mampu mendorong muatan ringan, berjalan di lengan manusia dan berenang di permukaan air. Bentuknya yang kecil, konon robot bisa dimasukan ke dalam tubuh manusia, membantu untuk tugas medis dan menghancurkan dirinya sendiri saat selesai menunaikan tugasnya. Tim dari Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory MIT mengungkap robot origami yang telah dikembangkan sejak 2012. Robot ini mampu bekerja secara nrikabel, teknologi tether atau baterai. "Ini adalah pertama kalinya bahwa robot telah mampu menunjukkan siklus hidup lengkap seperti ini. Dan akhirnya, itu akan melakukannya di dalam tubuh Anda," kata peneliti Evan Ackerman. Riset tim MIT akan dipresentasikan pada konferensi yang digelar pada Rabu. Robot miniatur ini diklaim bisa menjanjikan berbagai aplikasi medis untuk digunakan dalam tubuh manusia.
  16. Nama Yoshiyuki Sankai mungkin masih asing di telinga Anda. Tapi di Jepang, sosok ini bukan orang sembarangan. Satu hal yang sangat melekat pada dirinya adalah robot. Berkat ketertarikannya terhadap robot, Sankai kini menjadi pengusaha robot tersukses di Negeri Sakura Sankai tertarik pada sains sejak duduk di bangku sekolah dasar kelas tiga setelah membaca buku Isaac Asimov berjudul "Robot". "Saya memutuskan untuk menjadi doktor. Atau peneliti, ilmuwan yang bisa menciptakan robot," tutur Sankai, yang memiliki penampilan khas dengan kacamata tebal dan rambut bergelombang sebahu. Akhirnya Sankai berhasil membangun perusahaannya sendiri yang diberi nama Cyberdyne. Sankai yang juga seorang profesor System & Information Engineering di University of Tsukuba itu berniat mendirikan Cyberdyne karena masalah besar di Jepang mengenai biaya medis dan perawatan. Didirikan pada 24 Juni 2004, sekilas nama perusahaan milik lelaki berusia 56 tahun itu seperti perusahaan fiksi di film seri Terminator. Namun, nyatanya sesuai bidang akademik, Cyberdyne berasal dari kata "Cyber" dengan akhiran "dyne" yang memiliki arti power atau kekuatan. Menurutnya, masalah tersebut tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan publik saja dan membutuhkan kekuatan pasar. Dari situ, para investor berbondong-bondong berinvestasi di Cyberdyne. Diketahui, Cyberdyne tak pernah betul-betul menciptakan uang, namun harga sahamnya melonjak empat kali lipat dan membuatnya sebagai salah satu orang Jepang terkaya dengan kekayaan bersih US$ 1,2 miliar atau setara Rp 15,8 triliun. Cyberdyne hingga kini fokus pada pengembangan robot yang bisa memudahkan para masyarakat lansia ataupun penderita penyakit stroke dan sklerosis. Cyberdyne menciptakan robot wearable yang membantu pergerakan anggota tubuh. "Tantangan kami adalah membuat sesuatu yang belum ada pasarnya, namun dibutuhkan oleh masyarakat dan menjadi solusi bagi kondisi tersebut," kata Sankai seperti dikutip dari situs Forbes.
  17. Zaman robot kian mendekat. Pentagon melalui salah satu lembaga yang dibawahinya, Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) pun mengembangkan beberapa proyek pengembangan robot. Yang terbaru adalah sebuah robot ala terminator bernama ATLAS. Robot tersebut memiliki tinggi 1.8 meter dengan bobot mencapai 150 kilogram. Untuk membuat bodi robot tersebut, DARPA pun melakukan kerja sama dengan sebuah lembaga bernama Boston Dynamics. Pihak Boston Dynamics mengklaim bahwa robot tersebut memiliki bodi yang kuat dan mampu memanjat dengan memakai tangah serta kakinya. Robot ini pun dibuat untuk bisa mengatasi berbagai jenis medan, dari medan berlumpur, hutan, padang pasir dan lain-lain. Untuk memamerkan kemampuan robot ini, DARPA pun baru saja merilis sebuah video. Dalam video tersebut, robot ATLAS ini diperlihatkan melakukan berbagai gerakan, dari berjalan hingga menghindari beberapa halangan.
  18. Bak film fiksi Robocop, kepolisian Uni Emirat Arab rencananya akan memakai robot-robot penegak hukum. Konon para robot tersebut sudah dibekali kecerdasan buatan yang membuatnya bisa berinteraksi dengan manusia. "Robot akan berinteraksi langsung dengan orang-orang dan wisatawan. Mereka akan memiliki layar interaktif dan mikrofon yang terhubung ke call center Polisi Dubai. Orang tidak hanya dapat mengajukan pertanyaan dan menyampaikan keluhan, tetapi mereka juga akan terhibur saat berinteraksi dengan robot,” kata kolonel Khalid Nasser Alrazooqi dalam sebuah konferensi keamanan di Dubai. Robot-robot tersebut adalah bagian dari perwujudan kota pintar yang digagas otoritas setempat. Alrazooqi juga mengklaim bahwa ke depannya mereka akan mengoperasikan berbagai jenis robot untuk keperluan pelayanan publik. Tak cuma yang berurusan dengan hukum. "Itu akan menjadi robot cerdas yang sepenuhnya dapat berinteraksi tanpa intervensi manusia sama sekali. Ini masih dalam penelitian dan pengembangan," tambah Alrazooqi, dikutip CNN Indonesia dari rt.com. Dengan populasi kecil namun sumber dana yang cukup besar, maka sudah sewajarnya Dubai menargetkan mereka jadi kota pintar pertama di dunia yang menggunakan teknologi terkini, termasuk robot. Ambisi itu sebenarnya sudah cukup lama terlihat, tahun lalu Dubai sudah melengkapi petugas hukum mereka dengan kacamata pintar Google Glass. Kamera pada kacamata tersebut langsung dihubungkan dengan sistem pemantau di kantor polisi. Jadi ada pelanggaran apa pun, para aparat bisa langsung cepat bertindak. Bukti rekaman juga bisa dijadikan data untuk melaporkan sebuah kejahatan. [tweet]https://twitter.com/GISECDUBAI/status/592231535790653440[/tweet] Tren Robot Polisi Menggunakan robot sebagai petugas keamanan memang mulai marak dilakukan. Sebelum Dubai, Microsoft sudah lebih dulu menggunakan robot untuk menjaga keamanan di sekitar kantor mereka. Robot penjaga Microsoft itu bernama K5, hasil rakitan perusahaan pengembang robot Knightscope. Bentuknya tidak terlalu besar dengan tinggi sekitar 1,5 meter dengan bobot 136 kilogram. Ada empat unit K5 yang tersebar di kampus Microsoft. Bentuknya nyaris menyerupai segitiga namun ujung atasnya membulat. Permukaannya berwarna putih, lengkap dengan lampu yang bekerja sebagai alarm, sirene, serta kamera untuk memantau area sekitar. Jika K5 'mencium' adanya masalah, ia akan secara otomatis membunyikan alarmnya atau mengirimkan penjaga keamanan langsung ke lokasi tersebut. Menurut laporan ExtremeTech, K5 mampu bekerja selama 24 jam hanya dengan sekali pengisian daya baterainya. Untuk pengisian ulang daya, ia hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Hebatnya, ketika baterai mereka hendak menipis, K5 langsung meluncur ke stasiun pengisian daya baterai dengan sendirinya. Robot K5 rencananya akan dikomersilkan pada 2015 ini.
  19. Polisi menangkap manusia mungkin sudah biasa. Tapi di Swiss, ada robot yang ditangkap polisi karena kedapatan membeli pil ekstasi. Robot tersebut tak berbentuk fisik, melainkan sebuah kecerdasan buatan yang dibuat oleh sekelompok seniman bernama !Mediengruppe Bitnik. Mereka memang merancang robot ini untuk belanja di sisi lain internet, atau yang dikenal dengan 'dark web'. Dark web adalah situs-situs yang tak terjamah, baik oleh Google atau media sosial. Situs seperti ini memang biasanya menyediakan jasa atau barang yang bersifat ilegal. Kebetulan robot tersebut memang ditugasi belanja keperluan seniman dengan uang Bitcoin senilai US$ 100. Uang tersebut dibelanjakan robot untuk membeli paspor Hungaria, topi baseball yang sudah dilengkapi dengan kamera tersembunyi, rokok, hingga koleksi buku trilogi The Lord of the Rings. Tapi ternyata ia juga membeli pil ekstasi. Polisi mengira robot tersebut memang sengaja melakukan pembelian atas perintah pembuatnya, namun setelah diselidiki ternyata hal itu terjadi tanpa disengaja. Di luar pengetahuan para seniman. Robot bernama Random Darknet Shopper sebenarnya ditangkap Januari lalu, namun baru di bulan April ini ia dibebaskan. Barang-barang tersebut secara otomatis dikirimkan ke galeri Kunst Halle St Gallen sebagai bagian dari pameran kesenian di sana. Setelah dibebaskan, pihak kepolisian turut mengembalikan hasil belanjaan Random Darknet Shopper, kecuali pil ekstasi. "Kami memutuskan ekstasi ini aman dan tidak ada yang bisa mengambilnya. Bitnik tak pernah berniat untuk menjual atau mengkonsumsinya. Jadi kami tidak memberatkan mereka dengan hukuman," ujar juru bicara polisi, Thomas Hansjakob kepada situs CNBC. Pil ekstasi tersebut akhirnya dimusnahkan oleh pihak kepolisian. Dari situs Bitnik sendiri, mereka menyatakan bahwa semua proses hukum telah usai dan mereka sudah bebas dari segala tuduhan. "Ini hari yang baik untuk robot, untuk kami semua, dan untuk kebebasan berseni!" tulis mereka.
  20. Perkembangan teknologi robot kian canggih saja. Berbagai jenis dan bentuk robot pun kini telah berhasil diciptakan. Tak cukup itu saja, Microsoft bahkan menciptakan sebuah teknologi yang memungkinkan seseorang untuk mengontrol gerakan sebuah robot hanya dengan gerakan tangan. Teknologi yang diperkenalkan oleh para peneliti Microsoft itu disebut dengan Handpose. Penggunaan teknologi ini pun memberikan variasi interaksi yang lebih luas bagi para pengguna robot ataupun drone. Baik pada saat digunakan untuk melakukan pekerjaan atau sekedar bermain-main. Penggunaan teknologi Handpose ini pun memberikan banyak keuntungan bagi para pengguna robot. Teknologi ini memungkinkan seseorang untuk mengontrol robot meskipun robot itu tidak berada di dekatnya. Namun, bagi Microsoft, menciptakan teknologi Handpose ini tidaklah mudah. Terlebih gerakan jari pada tangan juga memberikan pengaruh pada gerakan robot. Dan untuk melakukan hal tersebut, Microsoft pun menggunakan model tangan 3D yang mempunyai peran penting dalam pengembangan teknologi Handpose ini. Sayangnya, teknologi ini masih terbatas hanya bisa digunakan pada satu tangan. Penggunaan dua tangan untuk mengontrol gerakan robot dianggap masih terlalu rumit. Namun bukan berarti hal tersebut mustahil untuk diwujudkan.
  21. Kini teknologi sering dimanfaatkan untuk melengkapi anggota tubuh seperti lengan hingga kaki bionik. Seorang pencipta perangkat kaki bionik, Hugh Herr memprediksi teknologi ini akan menarik perhatian banyak orang sampai-sampai mereka rela mengamputasi bagian tubuhnya. Herr dulunya seorang pendaki gunung. Saat mengalami kecelakaan pada 1982, kedua kakinya terpaksa harus diamputasi. Kemudian ia merasa harus mengeliminasi 'cacat' atau ketidakmampuan fisiknya, maka ia bersama timnya dari Massachusetts Institute of Technology mengembangkan kaki bionik yang bisa berfungsi senatural mungkin. Pada perhelatan South by Southwest (SXSW) di Texas beberapa waktu lalu, Herr mengatakan, teknologi bionik yang kini sudah semakin dikembangkan oleh banyak perusahaan akan menjadi sangat menarik perhatian dan berpotensi memengaruhi orang-orang malah tertarik untuk mengamputasi kaki mereka agar bisa mendapatkan anggota tubuh tambahan. "Orang-orang kemungkinan mulai merasa bahwa kaki manusia ini sangat berat dan terlihat bodoh," kata Herr. Kebanyakan kaki bionik memiliki kecanggihan, salah satu contohnya perangkat yang ia ciptakan sendiri. Kaki bionik Herr bisa digunakan untuk mendaki gunung karena dilas menggunakan crampon atau pelat logam khusus untuk panjat tebing. Prosthesis bioniknya itu bahkan lebih panjang dari kaki normal sehingga bisa meregang lebih lebar dari biasanya. Menurutnya, akan banyak orang yang rela melakukan operasi untuk amputasi demi mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dari teknologi bionik. Layaknya film genre fiksi ilmiah atau science fiction (sci-fi), Herr melihat perkembangan teknologi yang semakin besar, yakni penambahan dan pergantian anggota tubuh manusia. "Tanpa teknologi, saya seperti dipenjara, saya hanya bisa merangkak. Dengan teknologi, saya bebas," kata Herr.
  22. Sepatu robot yang bisa membuat penggunanya melompat lebih tinggi dan berlari lebih cepat Sebuah inovasi yang diperuntukan agar manusia bisa bergerak lebih cepat dikemas melalui sepasang sepatu bionik. Diciptakan oleh Keahi Seymour asal San Francisco, Amerika Serikat, inovasi yang kemudian diberi nama Bionic Boot itu diklaim sebagai perangkat transportasi masa depan. Bionic Boot tak seperti kebanyakan sepatu boot lainnya, di bawahnya disematkan sebuah pegas yang bisa melontarkan pemakainya. Dari pegas ini kemudian membantu penggunanya untuk berlari lebih cepat yang konon mencapai 40 km per jam. Sepatu robot itu diakui terinspurasi dari kecepatan burung unta, Seymour menyatakan bahwa sejak kecil dirinya mengagumi kemampuan yang dimiliki oleh hewan tersebut. Karena kelincahan dan kecepatan yang mampu mencapai 70 kilometer per jam, burung unta dinobatkan sebagai burung dengan kemampuan lari tercepat di dunia. Berdasarkan situs resminya, Bionic Boot yang melalui masa perakitan selama beberapa tahun itu telah menghasilkan sejumlah prototipe dengan desain warna hitam dan merah, serta ukuran sepanjang betis orang dewasa jika dipakai. Berikut video demonstrasi sepatu robot tersebut.
  23. Perusahaan internet Google seperti diketahui tengah berambisi mengembangkan proyek tentang robot. Sejumlah langkah telah dilakukan, seperti membeli beberapa perusahaan robot. Tak cuma merancang dari sisi perangkat keras, karena kenyataanya Google juga membuat sisi humanis dalam sebuah robot ciptaannya. Ini diungkap berdasarkan rujukan dari paten baru yang didapatkan oleh Google. Paten itu memungkinkan Google mengembangkan sistem robot untuk mengunduh kepribadian seseorang secara online. Mesin akan mengunduh setiap kepribadian yang berbeda layaknya sebuah aplikasi. Dengan paten ini, robot buatan Google akan mampu meniru kepribadian pemiliknya. Secara rinci, sistem itu akan berbasis di awan atau cloud, sehingga sewaktu-waktu dapat diunduh. "Satu robot akan akan mempunyai beberapa kepribadian. Sifatnya akan mampu dimodifikasi berdasarkan sifat dan perasaan dari seseorang yang ingin ditirunya," tulis dalam paten tersebut, yang dikutip dari Daily Mail. "Dengan cara ini, pengguna dapat melakukan perjalanan ke kota lain, dan mengunduh kepribadiannya di dalam robot yang ditemuinya di kota lain tersebut." Perusahaan ini menjelaskan robot dapat diprogram untuk memberikan tampilan yang diinginkan serta interactability untuk robot, yang dapat berubah oleh pengguna atau oleh robot itu sendiri. "Sehingga antarmuka robot disesuaikan untuk memberikan kepribadian yang diinginkan untuk robot dan menyenangkan pemiliknya," dokumen itu menandaskan.
  24. Manusia meninggal umumnya dimakamkan oleh keluarganya. Mereka yang telah tiada disemanyamkan dengan layak di tempat pemakaman. Bagaimana dengan robot? Jika diperlakukan seperti manusia saat “meninggal,” apakah ini lazim? Di Jepang, negeri yang kerap dijumpai berbagai macam keunikan, satu hal unik terkait robot yang telah “tiada” dijumpai. Satu robot “anjing” yakni Aibo, dimakamkan laiknya hewan peliharaan sungguhan oleh majikannya. Ya, pemilik robot memakamkan Aibo laiknya hewan sungguhan. Sumie Maekawa, pemilik robot tersebut mengakui jika Aibo sudah jadi bagian dalam keluarganya. Karenanya ia membuat pemakaman sungguhan untuk menghormati Aibo kesayangannya. Maekawa sangat sedih tidak bisa bermain dengan Aibo yang begitu dicintainya itu. Sumie Maekawa tak berdaya mengetahui jika “nyawa” Aibo sudah tak bisa diselamatkan saat operasi. Pasalnya, pihak Sony telah menghentikan dukungan teknis pada proyek Aibo sejak beberapa bulan yang lalu. Imbasnya, tidak sedikit pemilik Aibo yang merelakan robot kesayangannya itu untuk rusak sebab tidak bisa diperbaiki. Robot Aibo sendiri mulai dijual Sony sejak tahun 1999. Robot ini memiliki artificial intelligence atau kecerdesan buatan yang langsung menyita publik Jepang. Digandrungi, 150 ribu uni Aibo ludes terjual. Padahal harga robot anjing ini tidak murah. Satu unitnya dibanderol USD 2.000 atau setara Rp 26 juta.
  25. Robot yang ditugasi untuk mengeksplorasi planet Mars mengalami kerusakan. Cukup fatal, hingga membuat ingatannya terhapus sesaat. Opportunity, salah satu robot eksplorasi milik NASA, sudah mendarat di Mars sejak Januari 2004. Robot ini memang sudah beberapa kali mengalami kerusakan namun belum pernah mengalami hal serius hingga memorinya terhapus. Masalah dimulai pada akhir 2014 lalu. Saat itu Opportunity bermasalah hingga memaksa para teknisi untuk membuat software baru. Peranti lunak itu kemudian diunggah ke dalam sistem Opportunity pada 20 Maret 2015 lalu. Namun entah mengapa software yang harusnya memperbaiki Opportunity justru malah membuatnya seperti terkena amnesia. Robot tersebut jadi tak berfungsi, NASA pun tak tau harus berbuat apa. "Kami masih belum mengearti apa penyebabnya. Investigasi masalah pada flash sedang dilakukan, saat ini hanya waktu yang bisa menjawab," kata John Callas, pemimpin proyek Opportunity untuk NASA yang berada di laboraturium di Pasadena, California. Untungnya masalah tersebut tidak menyebabkan hilangnya data penelitian. Selain Opportunity NASA juga mendaratkan robot kembarannya yang bernama Spirit. Keduanya bertugas untuk mencari jejak kehidupan di planet merah itu, dan selama 11 tahun berjalan sudah banyak temuan unik yang didapat keduanya. Pekan lalu Opportunity juga telah memecahkan rekor misi terlama yang dijalankan oleh robot. Mengalahkan rekor robot Uni Soviet yakni Lunokhod 2 yang beroperasi pada 1973.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy