Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'Indonesia'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 318 results

  1. Kaskus adalah situs forum komunitas maya terbesar Indonesia. Kaskus lahir pada tanggal 6 November 2000 oleh tiga pemuda asal Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Seattle, Amerika Serikat. Situs ini dikelola oleh PT. Darta Media Indonesia. Anggotanya, yang berjumlah lebih dari 900.000, tidak hanya berdomisili dari Indonesia namun tersebar juga hingga negara lainnya. Pengguna Kaskus umumnya berasal dari kalangan remaja hingga orang dewasa. Kaskus, yang merupakan singkatan dari Kasak Kusuk, bermula dari sekedar hobi dari komunitas kecil yang kemudian berkembang hingga saat ini. Kaskus dikunjungi sedikitnya oleh 500.000 orang, dengan jumlah page view melebihi 3.500.000 setiap harinya. Menurut Alexa.com, pada bulan Agustus 2008 Kaskus berada di peringkat 290 dunia dan menduduki peringkat 7 situs yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Kaskus Radio merupakan sebuah Radio Internet Indonesia dibawah naungan komunitas kaskus. Kaskus radio yang biasa disingkat KR memiliki lebih dari 20 penyiar. Radio yang memutarkan lagu selama 24 jam ini juga memutarkan lagu dari berbagai bahasa, Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, dan masih banyak lagi. Sejarah Pada bulan Agustus 2005, PC Magazine Indonesia memberikan penghargaan kepada situs Kaskus sebagai situs terbaik dan komunitas terbesar, kemudian Kaskus terpilih kembali sebagai website terbaik pilihan pembaca PC Magazine pada 2006. Pada tanggal 23 Mei 2006 manajemen Kaskus terpaksa mengubah domain dari .com menjadi .us, karena penyebaran virus Brontok yang dibuat dengan tujuan menyerang situs-situs besar Indonesia dimana Kaskus masuk dalam target penyerangan. Awal April 2007, manajemen Kaskus menambah 2 server baru untuk meningkatkan performance situs Kaskus (Dell Server). Pada Juli 2008, Pengelola Kaskus akhirnya memutuskan untuk mengoperasikan server Kaskus di Indonesia. Untuk keperluan tersebut Kaskus membeli 8 server Dell PowerEdge 2950 dan dioperasikan melalui jaringan open IXP. Akibat dari ini akses Kaskus berlipat ganda dan akhirnya pengelola berencana menambahkan 8 server lagi sehingga total yang akan beroperasi di bulan September adalah 16 server. Tahun 2012 Kaskus mengalami masalah dengan Domain Name Server (DNS) sejak 26 Mei lalu, yang membuat situs web komunitas online ini tidak bisa diakses dengan alamat www.kaskus.us. Hal ini, membuat jumlah kunjungan ke Kaskus anjlok hingga 70% dalam sepekan pertama. Chief Technology Officer Kaskus, Andrew Darwis mengatakan, biasanya Kaskus dibanjiri 2.500.000 kunjungan per hari. Karena masalah domain .us ini, peringkat Kaskus turun drastis ke peringkat 19 juta di dunia, menurut data situs web analisis Alexa.com. "Kami kurang tahu waktu itu Kaskus ada di posisi berapa di Indonesia, yang jelas tidak masuk 50 besar menurut data Alexa," kata Andrew. Masalah ini diakui Andrew tidak terlalu berdampak pada bisnis iklan, yang selama ini jadi sumber pendapatan utama Kaskus. "Para pengiklan memang menanyakan trafiknya yang turun. Akhirnya kita kasih perpanjangan hari untuk mereka pasang iklan," jelas Andre. Selama kurang lebih 3 pekan, tak sedikit pengguna Kaskus yang belum mengetahui bahwa situs favoritnya berganti alamat domain jadi www.kaskus.com dan www.kaskus.co.id. Kaskus pun gencar melakukan edukasi mengenai domain baru mereka melaui media sosial. "Untungnya, pengguna Kaskus itu loyal. Jadi jumlah kunjungan Kaskus bisa naik lagi dengan cepat," tambahnya. Saat ini Kaskus sudah menempati posisi lamanya di Alexa, yakni posisi 7 situs web paling banyak dikunjungi di Indonesia. Selain menggunakan domain .com dan .co.id, Kaskus juga berencana memakai domain .id. Domain .us akan tetap digunakan, namun butuh waktu lama untuk merealisasikannya, mengingat ada regulasi yang menyatakan hanya perusahaan asal Amerika Serikat sajalah yang boleh menggunakan domain .us. Serangan DDOS Pada tanggal 16—17 Mei 2008, Kaskus diserang menggunakan teknik DDoS (Distributed Denial of Service) oleh oknum yang diduga berasal dari komunitas YogyaFree. Serangan ini menyebabkan database Kaskus corrupt sehingga administrator terpaksa mengunci thread-thread yang ada. Penyerangan tersebut diduga terkait dengan peristiwa perusakan (deface) situs YogyaFree beberapa hari sebelumnya. Penyerang yang mengklaim dirinya sebagai salah satu anggota Kaskus juga melontarkan celaan yang bernada mengejek di salah satu bagian forum YogyaFree. Hal tersebut membuat beberapa anggota YogyaFree berang, dan kemudian balik menyerang Kaskus dengan DDoS. Akibatnya, administrator Kaskus terpaksa mematikan server Kaskus. Perang cyber antara kedua komunitas ini akhirnya selesai ketika kedua pengelola situs menandatangani memorandum online untuk menyudahkan pertikaian di antara keduanya. Pesan tersebut dipampang selama beberapa minggu di halaman situs masing-masing. Meskipun kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan ini cukup berat, administrator Kaskus menjanjikan bahwa Kaskus akan kembali normal pada bulan Juli 2008, seiring dengan diluncurkannya server baru Kaskus di gedung Cyber, Jakarta. Namun, ia juga mengatakan bahwa data-data yang akan dimunculkan kembali adalah data yang dimuat sebelum tahun 2008, sementara data yang dibuat selama tahun 2008 tidak dapat dimunculkan kembali. UU ITE Sebelum UU ITE diberlakukan, Kaskus memiliki dua forum kontroversial, BB17 dan Fight Club. BB17 (kependekan dari buka-bukaan 17 tahun) adalah sebuah forum khusus dewasa dimana pengguna dapat berbagi baik gambar maupun cerita dewasa. Sementara itu, Fight Club adalah forum yang dikhususkan sebagai tempat berdebat yang benar-benar bebas tanpa dikontrol. Seringkali masalah yang diperdebatkan berkaitan dengan SARA. Penghinaan terhadap suku dan agama lazim terjadi. Setelah diberlakukannya UU ITE, Kaskus segera menutup BB17 karena bertentangan dengan UU ITE tentang penyebaran materi pornografi. Fight Club diubah namanya menjadi Debate Club. Fight Club dan Debate Club pada dasarnya memiliki fungsi yang sama sebagai tempat untuk berdebat, hanya saja kontrol di Debate Club diperketat. Setiap thread baru yang dibuat user terlebih dahulu disensor oleh moderator. Bila dianggap tidak layak dan membahas SARA, maka thread itu akan dihapus. Untuk menghapus citra negatif Kaskus sebagai media underground dan situs porno, Kaskus mengubah tampilannya pada tanggal 17 Agustus 2008. Tampilan baru kaskus dibuat penuh warna. Selain itu, Kaskus juga menambahkan fitur-fitur baru seperti blog dan Kaskus WAP zona aneh.
  2. Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring angkat bicara soal hasil penelitian lembaga riset dari Amerika Serikat, Akamai, yang menyebut kecepatan internet di Indonesia dinilai paling lambat se-Asia. Menurutnya, penetapan kecepatan internet itu urusan operator, bukan pemerintah. "Saya terima tuduhan (hasil riset) itu. Tapi seharusnya itu urusan operator, kan mereka yang berjualan. Penetapan kecepatan internet itu bukan urusan pemerintah," kata Tifatul selepas melantik pengurus baru Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (2/5/2012). Menurut Tifatul, meski bukan urusan pemerintah, Kemenkominfo tidak memiliki hak untuk memaksakan operator dalam menaikkan kecepatan internet di Tanah Air. Dengan demikian, hanya operator yang bisa menentukan kecepatan internet sekaligus tarifnya. Namun, Kemenkominfo berjanji untuk selalu mendorong operator dalam menyediakan akses internet cepat, stabil, sekaligus murah di Tanah Air. "Penyediaan akses internet cepat memang jadi prioritas dari program Kemenkominfo," tambahnya. Sekadar catatan, berdasarkan data dari lembaga riset oleh Akamai, kecepatan koneksi internet rata-rata di Indonesia sekitar 772 kbps. Kecepatan koneksi internet tersebut masih jauh dari kecepatan internet di global yang mencapai 2,3 mbps. Kecepatan koneksi internet di Indonesia juga tertinggal dengan negara-negara di kawasan Asia. Misalnya, kalah dengan Malaysia 1,7 mbps, Thailand 3 mbps, Filipina 1 mbps, Vietnam 1,5 mbps, Kamboja 1,2 mbps, dan Laos 956 kbps. Indonesia hanya lebih baik dari Timor Leste (260 kbps) dan Papua Niugini (693 kbps). Pakistan dan India juga lebih baik dari Indonesia, masing-masing 787 kbps dan 839 kbps. Sumber: tekno.kompas.com
  3. Bill Gates dalam wawancaranya saat kunjungan ke Yogyakarta, 5 April 2014. Pendiri sekaligus mantan CEO Microsoft, Bill Gates, pada 5 April 2014 lalu mengunjungi Yogyakarta. Kunjungan tersebut terkait dengan penelitian Eliminate Dengue, proyek pembasmian demam berdarah, di kota yang bersangkutan. Tak banyak yang mengetahui kegiatan orang terkaya di dunia itu selama kunjungannya di Yogyakarta karena memang bersifat tertutup atas permintaan sang istri, Mellinda Gates. Media hanya mengetahui bahwa dia menyalurkan bantuan untuk proyek penelitian. Baru-baru ini, melalui blog pribadinya tertanggal 25 April 2014, Gates menceritakan bahwa selama kunjungannya ke Yogyakarta tersebut ia juga diminta untuk meninjau proyek pemberantasan nyamuk demam berdarah yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM). Proyek yang diberi nama Eliminate Dengue Project tersebut pada intinya adalah usaha memberantas nyamuk demam berdarah dengan menyebarkan nyamuk yang telah diinfeksi dengan bakteri Wolbachia. Wolbachia adalah bakteri yang bisa mencegah penyebaran virus penyebab demam berdarah yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang telah mengandung bakteri Wolbachia kemudian dilepas di lingkungan yang menjadi daerah endemis nyamuk penyebar demam berdarah, atau di wilayah yang banyak mencatat kasus demam berdarah. Bill Gates melepas nyamuk penangkal wabah demam berdarah Dalam salah satu foto yang dimuat di blog pribadinya itu, Gates tampak sedang melepas koloni nyamuk tersebut di suatu tempat di Yogyakarta. Sebagaimana bisa dilihat di atas, Gates yang mengenakan blangkon menyebar nyamuk sembari tersenyum. Gates mengapresiasi para peneliti yang ikut membiakkan nyamuk betina di laboratorium untuk menyebarkan bakteri Wolbachia. Sebab, menurut Gates, mereka bergiliran tiap minggu merelakan tangannya digigiti puluhan nyamuk, memberikan darahnya untuk nyamuk-nyamuk agar bisa berkembang biak. Gates juga bercerita bahwa ia sempat memasukkan tangannya ke sarang kotak pembiakan nyamuk itu. Lalu apa kesannya? "Tidak ada risiko terkena demam berdarah (akibat digigit nyamuk), tetapi rasa gatalnya sama saja ternyata!" Video wawancara Gates tentang Eliminate Dengue Project yang dibuat di Yogyakarta tersebut bisa dilihat melalui tautan berikut ini. Sumber: gatesnotes.com
  4. Perusahaan energi milik Bill Gates, yakniTerraPower, masih mempertimbangkan untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) generasi terbaru di Indonesia melalui kerja sama dengan PT Batan Tekno. "Saya sudah berkomunikasi dengan TerraPower. Selain Indonesia, mereka juga menjajaki untuk bangun di China," kata Direktur Utama PT Batan Tekno Yudiutomo Imardjoko, dalam seminar Indonesia Green Infrastructure Summit 2014, di Jakarta, Selasa (29/4). Mengutip Antara, reaktor nuklir generasi keempat itu menggunakan teknologi 'Traveling Wave Reactor' yang dinilai Yudiutomo sangat mutakhir dengan daya listrik yang dihasilkan 500 megawatt per reaktor. Bahan bakar untuk mengoperasikan PLTN ini, kata Yudiutomo, juga relatif cukup hemat dengan penggantian yang berjangka waktu hingga 60 tahun. Dari segi pengamanan, dia menjelaskan jika terjadi bencana di sekitar reaktor, terdapat sistem pendingin, sehingga dapat mengurangi resiko dampak negatif bagi manusia. "Reaktor akan dingin sendiri. Jadi manusia tidak perlu terlibat langsung untuk melakukan pendinginan," ujar Yudiutomo. Jika Bill Gates dengan TerraPower-nya merealisasikan pembangunan reaktor ini, kemungkinan besar lokasi yang dipilih adalah Pulau Kalimantan. Pasalnya, lima propinsi di Kalimantan telah mengalami peningkatan kebutuhan daya listrik seiring dengan pembangunan tempat pengolahan dan pemurnian untuk industri. Selain itu, lokasi di Kalimantan dianggap relatif cukup aman dari bencana alam seperti gempa bumi. Namun, menurut Yudiutomo, faktor perizinan dan regulasi tentang nuklir diperkirakan membuat TerraPower lebih mengutamakan China, dibanding Indonesia. "Kita semua tahu bagaimana regulasi dan izin nuklir di negeri ini. Di China semua itu jauh lebih mudah," pungkasnya.
  5. Mungkin tak banyak yang tahu tentang seputar sumpah pemuda dan mungkin pula bahkan banyak yang tidak hafal hasil dari peristiwa sumpah pemuda yang sebenarnya adalah tonggak peristiwa dari kesadaran bangsa Indonesia untuk bersatu. Sumpah Pemuda merupakan sumpah setia hasil rumusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia atau dikenal dengan Kongres Pemuda II, dibacakan pada 28 Oktober 1928. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai "Hari Sumpah Pemuda". Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Dalam sambutannya, ketua PPI Soegondo (lihat Sugondo Djojopuspito) berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis. Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan. Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola (dimainkan dengan biola saja atas saran Sugondo kepada Supratman, lihat juga Sugondo Djojopuspito). Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia. Peserta Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, PPI, dll. Di antara mereka hadir pula beberapa orang pemuda Tionghoa sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie serta Kwee Thiam Hong sebagai seorang wakil dari Jong Sumatranen Bond. Ada yang bisa ditambahkan? Silahkan ndral ...
  6. Sehubungan dengan permintaan sahabat-sahabat Blog I-I, saya memutuskan untuk menyampaikan informasi dan analisa mengenai isu keterlibatan Stanley Greenberg dalam pesta demokrasi dan pemilu di Indonesia. Hal menjadi sangat penting sebagai bagian pembelajaran publik untuk lebih teliti dan dalam berita yang belum dapat dikonfirmasi kebenarannya. Sebelum sahabat-sahabat Blog I-I membaca artikel ini, sesuai dengan etika yang telah dipegang teguh selama sekitar 10 tahun eksistensi Blog I-I mohon dimaklumi apabila saya tidak dapat membuka seluruh bukti-bukti dalam bentuk dokumen otentik. Namun hal ini tidak mengurangi validitas proses penyelidikan yang dilakukan jaringan Blog I-I karena sahabat Blog I-I dapat melakukan pengecekan sumber-sumber yang dirujuk dalam artikel ini. Blog I-I memegang prinsip untuk tidak menyebarkan fitnah dan semua dilakukan tanpa pamrih demi Bangsa dan Negara Indonesia. Terima kasih sebelumnya kepada jaringan Blog I-I yang lebih senang disebut para Ronin Indonesia yang tersebar di seluruh dunia, khususnya yang berada di New York, Washington DC, Boston, Dover, dan London. Terima kasih atas berkas-berkas informasi yang telah dikirimkan kepada Blog I-I sebagai bahan-bahan bukti untuk penjelasan kepada publik Indonesia mengenai isu yang dikembangkan oleh sebuah akun twitter yang dikenal dengan nama @triomacan2000 yang juga dipopulerkan melalui website berita www.asatunews.com. Artikel ini jangan dipandang sebagai sebuah dukungan politik ataupun bantahan yang memojokkan sesama anak bangsa Indonesia yang giat bersemangat dalam memperbaiki bangsa melalui narasi-narasi intelektual, perdebatan, diskusi mendalam yang mendorong perubahan Indonesia menjadi lebih baik. Selain itu, meskipun berbau politik, hal ini juga jangan dilihat sebagai pergeseran Blog I-I untuk masuk dunia politik. Blog I-I tetap teguh berpendirian bahwa Intelijen tidak mencampuri urusan politik dalam negeri, khususnya dalam persaingan menuju kekuasaan melalui mekanisme pemilu. Pertama, berdasarkan konfirmasi kepada Kantor Greenberg Quinlan Rosner Research, belum pernah ada satupun tokoh Indonesia yang menggunakan Jasa Stanley Greenberg baik untuk pencitraan maupun pemenangan pemilu. Bila anda di Amerika Serikat silahkan kunjungi kantornya yang beralamat di 10 G Street, NE Suite 500, Washington DC. Bila anda ingin kontak per-telepon silahkan kontak +1 202 478 8300 atau Fax +1 202 478 8301. Jawaban resminya adalah demikian, TIDAK BENAR ada upaya pencitraan ataupun upaya mendorong salah seorang tokoh Indonesia menjadi Presiden. Beberapa pihak mungkin akan mendebat bahwa pekerjaan Stanley Greenberg bersifat rahasia dalam deal dengan peranan Arkansas Connection (Ingat kisah Bill Clinton dan pengusaha keluarga Riyadi). Kerahasiaan client sangat mungkin terjadi karena ada Undang-Undang di AS yang melarang pembocoran identitas client tanpa izin sang client. Sehingga tidak memungkinkan bagi siapapun dari Indonesia untuk mendesak pengungkapan siapa yang menyewa Lembaga Greenberg tanpa adanya delik hukum atau perintah pengadilan. Hal inilah yang dimanfaatkan pelaku-pelaku propaganda entah untuk kepentingan kelompok atau demi uang merancang suatu argumentasi karena akan sangat sulit dilakukan penyelidikan yang akurat. Kedua, dasar informasi dari tuduhan keterlibatan Greenberg adalah berdasarkan pada sebuah survey yang diberitakan dilakukan oleh Greenberg Quinlan Rosner Research terkait dengan 3 nama capres menjelang pemilu di Indonesia yakni Jokowi, Prabowo dan Aburizal Bakrie dan juga mengenai popularitas Partai Politik. Hal ini ramai diberitakan sejumlah media massa pada akhir September 2013, contohnya Suara Pembaruan, Merdeka, sigmanews, dll namun hanya asatunews yang cenderung memanfaatkannya untuk menyerang secara serius menjadi isu rekayasa pencitraan sebagaimana juga dilakukan oleh akun twitter @triomacan2000 dan beberapa akun twitter sejenis lainnya. Sayangnya sejumlah website yang dikelola kalangan Muslim juga mulai termakan oleh oleh propaganda hitam tersebut, karena akan sangat efektif untuk melemahkan dukungan publik dengan tuduhan keterlibatan Yahudi dalam politik nasional Indonesia. Semoga artikel ini dapat secara obyektif menempatkan duduk persoalannya. Ketiga, akun @triomacan2000 menampilkan diagram yang menghubungkan sejumlah pihak terkait dalam rekayasa pencitraan Jokowi. Misalnya saja pencitraan tersebut didukung oleh konglomerat seperti Anthony Salim, James dan Mochtar Riyadi, serta politisi Pat Robertson (Republikan), Kristen Evangelist, China/RRC connection, Catholic Community, serta berbagai lembaga yang melambungkan salah seorang tokoh Indonesia untuk menjadi Presiden Boneka. Bahkan dalam kuliah twit-nya juga disebutkan mengenai keterlibatan Intelijen Militer China dan dikait-kaitkan dengan kasus Lippogate dalam politik dalam negeri AS. Diagram tersebut diatas bukan saja dangkal melainkan juga janggal secara logika. Utamanya adalah mengenai kolaborasi China (Intelijen), agen (pengusaha Riyadi), Politisi (Republikan), Greenberg (Kiri - Demokrat) serta memasukan unsur Evangelist dan Catholic semua untuk pencitraan seorang tokoh Indonesia yang rencananya akan dijadikan Presiden Boneka. Mengapa tidak logis? Karena unsur-unsur pendukung yang ditampilkan hampir semuanya berlawanan/beroposisi baik secara kepentingan maupun ideologi. Satu-satunya yang dapat menjadi faktor pengikat dari unsur-unsur pendukung proyek pencitraan tersebut adalah "persepsi ancaman" terhadap Islam yang merupakan agama mayoritas dianut bangsa Indonesia. Sehingga besar kemungkinan analisa dalam bentuk diagram diatas sengaja disusun untuk menarik perhatian umat Islam agar terbentuk persepsi tertentu terhadap salah seorang tokoh yang memiliki popularitas. Kasus Lippogate sudah lama selesai, keluarga Riyadi tetap memiliki kekayaan yang signifikan dan memiliki hubungan baik dengan sejumlah tokoh penting di China. Anthony Salim cenderung apolitis dan jauh lebih profesional daripada Ayahandanya Soedono Salim dan lebih berkonsentrasi kepada Bisnis. Pat Robertson dari Partai Republik adalah politisi Evangelist yang dianggap aneh dan memiliki pandangan radikal terhadap non-Kristen da Kristen non-Evangelic mungkin ada hubungan dengan James yang belum lama pindah menjadi Evangelist, tetapi belum ditemukan bukti kepentingan Evangelist terhadap Jokowi, terlebih dalam diagram juga dimasukan faktor komunitas Katholik baik melalui Ahok maupun langsung ke Jokowi. Evangelist memiliki perbedaan mendasar dengan Katholik dalam hal organisasi dimana gereja Evangelist tergantung pada denominasi, sedangkan Katholik atau Katholik Roma memiliki hirarki organisasi yang dipimpin oleh Paus. Dalam hal penafsiran dan ajaran tentunya para penganutnya lebih memahami daripada saya. Justru karena diagram tersebut diataslah menjadi suatu keyakinan bahwa propaganda @triomacan2000 terlalu dipaksakan dan belum matang untuk dipublikasikan menjadi polemik di tengah-tengah dunia sosial media. Andaikata Bung Triomacan belajar lebih teliti, tentunya akan dapat membangun suatu propaganda yang lebih baik dan meyakinkan. Keempat, release hasil penelitian Greenberg Quinlan Rosner Research konon dilakukan "tertutup" namun kemudian dikutip sejumlah media massa. Pertanyaan selanjutnya tentu siapa yang melaksanakan survey tersebut di Indonesia? Tentunya membutuhkan pelaksana lapangan bukan? Pada tahun 1999 dan 2004, lembaga yang menjadi rujukan bagi AS tentang dinamika demokrasi di Indonesia adalah National Democratic Institute (NDI). Bahkan NDI juga membesarkan nama Presiden SBY bersama-sama survey yang dilakukan LP3ES yang kemudian akhirnya SBY menjadi presiden RI pertama yang dipilih langsung oleh rakyat Indonesia. NDI sudah memiliki jaringan yang bagus di Indonesia dan mungkin satu-satunya lembaga yang dibiayai oleh Pemerintah AS dan memiliki misi demokratisasi di seluruh dunia. NDI juga tercatat memiliki kerjasama erat dengan Greenberg Quinlan Rosner Research di berbagai negara. Apakah NDI yang melaksanakan survey Greenberg ataukah Greenberg yang mengklaim memiliki jaringan di seluruh dunia yang melaksanakannya sendiri belum dapat kami pastikan. Kelima, motivasi dibalik suatu berita dalam dunia politik memiliki banyak probabilita. Baik pencitraan maupun propaganda hitam memiliki tujuan mendapatkan perhatian publik. Sebuah berita yang baik adalah yang asli apa adanya dan tidak diwarnai terlalu banyak opini penulis yang menterjemahkan isi berita. Misalnya dalam kasus Greenberg. Intisari berita adalah Pada sekitar September 2013 Greenberg membuat laporan survey yang menujukkan elektabilitas Jokowi tertinggi. Opini oleh pendukung Jokowi adalah : "Bukti survey lembaga asing yang kredibel yang tidak mungkin direkayasa semakin meningkatkan kepercayaan rakyat Indonesia." "Wajar bila survey lembaga asing hasilnya sama dengan survey-survey lembaga survey Indonesia" "Pengakuan asing terhadap Jokowi semakin bertambah karena Greenberg Research yang berhasil menjadikan sejumlah tokoh di berbagai negara menjadi Presiden ternyata juga membuat survey tentang popularitas Jokowi sebagai Capres." Opini oleh pihak Anti-Jokowi adalah : "Greenberg Yahudi merekayasa seluruh pencitraan Jokowi" "Kospirasi Yahudi-Kristen-China dalam rekayasa popularitas Jokowi ternyata sebuah kebohongan yang memuakan rakyat Indonesia. "Ternyata ada pihak-pihak tertentu yang menyewa Greenberg untuk rekayasa pencitraan Jokowi melalui berbagai media dan survey." Renungkan dan pelajari bagaimana sebuah proses propaganda politik bekerja dan mempengaruhi persepsi publik. Semoga bermanfaat.
  7. Lumpur Lapindo yang selama ini menjadi masalah besar masyarakat Sidoarjo ternyata menyimpan potensi besar yang bisa dikembangkan. Prof Djwantoro Hardjito, guru besar Teknik Sipil Universitas Kristen Petra Surabaya berhasil meneliti lumpur ini menjadi beton berkualitas tinggi. Di awal-awal bencana lumpur Lapindo telah banyak masyarakat yang mencoba memanfaatkannya menjadi batu bata atau genting. Semuanya tidak berhasil. Batu bata dan genteng yang dihasilkan mudah patah dan tidak tahan lama. Hal itu terjadi karena proses pengolahannya yang keliru. Belajar dari hal itu, Djwantoro lebih dulu meneliti kandungan kimia lumpur. Ternyata dalam lumpur Lapindo mengandung SiO2, Al2O3, dan Fe2O3 yang dominan, totalnya lebih dari 85 persen. Dari sini, tekadnya untuk menjadikan lumpur lapindo sebagai bahan baku pembuat beton semakin kukuh. Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan membakar lumpur laiknya batu bata untuk mengubah struktur bahannya. Dan untuk melihat perubahan yang terjadi dideteksi dengan sinar X (X-Ray). Setelah itu gumpalan lumpur lalu dihaluskan agar mempengaruhi reaktivitas materialnya. Lalu digiling menjadi ukuran partikel hingga halus. Lumpur halus ini lalu dibakar dengan standar 600 derajat celcius selama empat jam, atau dibawah standar pembakaran semen yang mencapai 1.400 derajat celcius. ”Suhu 600 derajat celcius ini sudah cukup untuk mendapat reaktivitasnya,”kata wakil rektor Bidang Akademik UK Petra, Surabaya. Semen halus hasil pembakaran inilah yang akan dipakai sebagai bahan baku beton. Ada dua langkah yang bisa dilakukan. Pertama, mengganti sebagian semen dengan lumpur Lapindo. Jika biasanya setiap satu meter kubik beton membutuhkan 400 kg semen, kali ini bisa dikurangi separuhnya (50 persen) bahkan hingga 60 persen, diganti dengan lumpur lapindo yang sudah diaktivasi. Hal ini tentu saja bisa mengatasi permasalahan dunia saat ini yakni ketersediaan bahan baku semen yang mulai menipis. Terkait kualitas, beton hasil pencampuran semen dan lumpur lapindo memiliki kualitas prima. Hasil penelitiannya, dengan penggantian 50 persen lumpur lapindo bisa menghasilkan kekuatan beton mencapai 50,80 mpa (mega pascal). Kekuatan ini didapat setelah beton berumur 28 hari. Sementara jika penggantian 55 persen lumpur lapindo, kekuatannya menjadi 45,60 mpa dan penggantian 60 persen lumpur kekuatannya menjadi 45,20 mpa. Kekuatan beton ini jauh dari standar beton biasa, bahkan hampir menyamai beton petronas twin tower yang kekuatannya 60 mpa. ”Untuk bangunan rumah biasa tiga lantai, 25 mpa sudah cukup. Ini melebihi,”kata peraih gelar doktor di Curtin University, Perth, Australia. Selain mencampurkan lumpur dengan semen, bisa juga dilakukan dengan tanpa semen. Untuk cara kedua ini, pria kelahiran Blora 10 Desember 1960 lebih dahulu mengaktifkan kandungan silikon dioksida dan alumunium dioksida dalam lumpur dengan larutan alkali (water glass). Tujuannya agar komposisinya menjadi reaktif sehingga bisa mengikat partikel lainnya. Setelah itu, lumpur bisa dicampurkan dengan pasir atau bahkan kerikil tergantung dari komposisi yang dipilih. Setelah jadi beton cetakan, perlu dipanaskan lagi dengan suhu 60 derajat celcius. Beton tanpa semen yang dihasilkan ini kekuatannya bisa mencapai 50 mpa, sama dengan beton campuran semen dan lumpur lapindo. ”Kalau dibandingkan paving-paving yang banyak dipasaran ya lebih kuat ini karena paving umumnya hanya10 mpa,”sebut Djwantoro yang pernah meraih Silver Medal untuk penelitian ”Artificial Rock with LUSI Mud” di forum International Innovation and Invention Expo, Macau, China 2012. Diakui Djwantoro, untuk mengasilkan karya fenomenal ini bukan tanpa kendala. Di tahun pertama semua percobaan yang dilakukan tidak menghasilkan karena komposisi dan cara pengolahan tidak tepat sehingga saat dites tekan langsung hancur seperti kerupuk. Baru di tahun kedua, dia mulai membuahkan hasil. Tetapi itupun masih ada kendala karena pihaknya tidak memiliki alat pembakaran yang memadai. ”Kami sempat nitip ke pabrik genteng Bambe dan pabrik genteng lain seacra berpindah-pindah sebelum akhirnya kami buat tungku sendiri,”aku penulit puluhan jurnal ilmiah internasional ini sambil tersenyum. Diakuinya temuan ini memang sangat memungkinkan ditiru. Karena itu dia telah mendaftarkan hak paten international, terutama untuk kerikil buatan dari lumpur lapindo yang bisa dipakai sebagai pengganti batu atau media hidroponik tanaman hias. Tak hanya lumpur lapindo, pria yang mengidolakan George Washington Carver ini juga membuat beton dari abu batubara yang diambil dari sisa pembakaran PLTA Paiton serta abu erupsi Gunung Kelud. ”Pada dasarnya material-material ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, tinggal bagaimana kita mengolahnya saja,”tandas Djwantoro yang akan dinobatkan sebagai guru besar ke 9 UK Petra, Jumat 15 April 2014. Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UK Petra Timoticin Kwanda mengatakan gelar guru besar memang layak disandang Djwantoro. ”Saya jamin beliau ini profesor asli karena gelar in bisa didapatkan kalau tidak sebagai peneliti/pengajar,”tegasnya. Sumber: TRIBUNnews.com
  8. Ngeri ya, perampok negara sektor migas .setya novanto, prijono, purnomo yusgiantoro, widjanarko kebetulan nonmuslim Mafia Migas RI, merampok US$ 3 miliar (35 T), US$ 583 juta, US$ 803 juta ! Nih exxon mobil korupsi US$ 3 miliar (35 triliun) dibiarkan saja sama @KPK_RI Nih ..si perampok Honggo Wendratno enak saja merampok migas, US$ 600 juta + US$ 203 juta Jika anda merampok 1 - 10 triliun, aparat hukum akan sujud di kaki anda kayak jongos Dokumen yang kami miliki lengkap..sdh dilaporkan ke @KPK_RI ..ga bakal diusut selama si jongos BW msh disana Silahkan pelajari dokumen2 ini..bukan rhaasia negara tapi hasil kerja tim intelijen kami Bacalah..jk anda tdk marah kekayaan negara kita dirampok mafia migas ..ga ngerti kami apa yg salah pada diri anda Mereka merampok kekayaan negara, ubah pidana jadi perdata dan utang piutang sepanjang masa..macet atau dimacetkan Utang 203 juta USD dikorting jadi 140 juta atau 1.5 triliun,,sgguh lezatnya..1 T korupsinya dibagi2 Sudah saatnya anda bawa golok sembelih mereka para mafia korupsi migas di BP/BPH/SKK Migas Migas kita adalah pusaka NKRI, puluhan tahun jadi bancakan mereka .. Tandai nama mrka, mungkin halal darahnya ditumpahkan, nyawnya dihilangkan.. Bacalah baik2 ..siapa tahu anda minat penggal kepala mereka hehe Baca baik2 ..mana tahu suatu saat nanti anda akan jadi mafia juga hehw ..mafia koruptor migas indonesia Bacalah Untuk loloskan ini, BP migas suap kom VII US$ 1 juta , US$ 500,000 sdh dibayar eks kepala BP Migas R Prijono Inilah kekayaan migas RI yg jadi bancakan setiap hari Cost recovery beban apbn naik terus tapi kok produksi migas RI tetap? KPK gila ga bs tangkap koruptornya
  9. Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini, (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah. Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya gak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda. Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini. Selamat Hari kartini, dan selalu tetap bersemangat untuk meningkatkan emansipasi dari kaum wanita! Buat para Ibu-Ibu Indonesia
  10. Twitter bukan saja digunakan oleh anak muda dan selebritis untuk eksis di sosial media. Entrepreneur besar di Indonesia pun sudah mulai menggunakan untuk berbagi pikiran tentang kepemimpinan hingga berkicau soal politik. Berikut adalah akun Twitter para entrepreneur sukses Indonesia yang ikut meramaikan Twitterverse dan juga menarik untuk di-follow seperti yang dirangkumkan oleh Halomoney. Siapa tahu, dengan memantau kicauan mereka, kita bisa belajar sehingga dapat menjadi pebisnis yang handal: 1. Sandiaga S. Uno (@sandiuno) Principal dan Managing Director PT Saratoga Investama Sedaya ini termasuk salah satu entrepreneur yang aktif di Twitter. Pria yang gemar berolahraga ini rajin menjawab berbagai macam pertanyaan yang di-tweet oleh follower-nya. Sandi, sebagaimana dia sering dipanggil, juga tidak segan memenuhi permintaan untuk me-retweet sebuah pesan, biasanya dari pengusaha kecil yang ingin produknya dipromosikan. Karena itu, banyak juga yang meminta izin mengirim proposal bisnis mereka langsung ke Sandi. 2. Chairul Tandjung (@ChairulTandjung) Chairul Tandjung membangun dan memimpin berbagai perusahaan, termasuk PT Trans Corpora, PT Trans Retail dan PT Bank Mega, yang bergerak di berbagai sektor dari media hingga perbankan. Tweet pebisnis yang kerap dipanggil CT sering berisi pemikirannya tentang kepemimpinan dan kesuksesan. CT juga sesekali mem-posting foto acara-acara ia hadiri. 3. Harry Tanoesoedibjo (@Harry_Tanoe) Seperti Aburizal Bakrie, akun Twitter CEO MNC Group dipenuhi update tentang kampanyenya sebagai calon wakil presiden dari Partai Hanura. Bukan saja kampanye, akun Twitternya juga digunakan untuk berbicara tentang platform ekonomi dan pembangunan Partai Hanura. 4. Adrie Subono (@adriesubono) Adrie Subono hanya mem-follow satu akun Twitter, yaitu JAVA Musikindo, perusahaan promotor musik yang dia dirikan. Semua tweet dari ayah Melanie Subono ini bernada santai, merefleksikan kepribadiannya yang happy-go-lucky. Om Adrie pun tidak segan merespons tweet yang mention dia. 5. Muhammad Jusuf Kalla (@JusufKalla) Usia bukan penghalang untuk eksis di Twitter. Jusuf Kalla, pendiri dari konglomerasi bisnis yang kuat di Indonesia Timur, Kalla Group, kini aktif sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI). Tidaklah heran, banyak tweetnya tentang kegiatan PMI. Namun, Wakil Presiden Indonesia periode 2004-2008 juga berbagi pemikiran tentang berbangsa, seperti peran pendidikan dan teknologi dalam kemajuan negara. 6. Anindya Bakrie (@anindyabakrie) Anindya Bakrie, presiden direktur PT Bakrie Telekom dan presiden komisioner PT Visi Media Asia (VIVA), pernah menjawab seputar investasi di sosial media, Path, lewat akun Twitter-nya. Pria yang dikenal dengan panggilan Anin ini sering mentweet tentang acara yang muncul di perusahaan medianya. Menjelang pemilu presiden 2014, Anin juga mentweet kegiatan sang Ayah, Aburizal Bakrie, saat berkampanye. 7. Erick Thohir (@erickthohir) Presiden Direktur PT Visi Media Asia gemar men-tweet tentang klub olahraga dimana dia menjadi pemegang saham, termasuk klub sepakbola DC United dan Inter Milan, ditambah klub basketball Satria Muda BritAma. Sesekali, teman dari Anindya Bakrie ini akan memposting foto travelling-nya. 8. Aburizal Bakrie (@aburizalbakrie) Presiden komisaris PT Bakrie & Brothers dan calon presiden Partai Golkar selalu mentweet tentang kampanyenya. Tweet-pic di akunnya sering menampilkan anggota keluarga lainnya, seperti istri, Tatty Murnitriati, dan menantu, Nia Ramadhani, saat ikut berkampanye.
  11. Berikut ini 7 keunggulan Indonesia yang tentunya sangat membanggakan. 1. Tambang Emas Kualitas Terbaik Dunia Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia namanya PT Freeport. Apa saja kandungan yang di tambang di Freeport? ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ton tembaga dan 724,7 JUTA ton emas. Dan jika diuangkan jumlah tersebut dengan harga per gram emas sekarang, hasilnya anggap menjadi Rp. 300.000. dikali 724,7 JUTA ton emas/724.700.000.000.000 Gram dikali Rp 300.000. = Rp.217.410.000.000.000.000.000 Rupiah. Itu hanya emas belum lagi tembaga serta bahan mineral lainnya. Lalu siapa yang mengelola pertambangan ini? bukan negara ini tapi AMERIKA! prosentasenya adalah 1% untuk negara pemilik tanah dan 99% untuk amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan pertambangan disana. Bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas, ya.. dialah URANIUM! bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir itu ditemukan disana. Belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang beredar menurut para ahli kandungan uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan uranium disana. 2. Cadangan Gas Alam Terbesar Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA ! Tepatnya di Blok Natuna. Berapa kandungan gas di blok natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu, dll. DIKELOLA SIAPA? EXXON MOBIL! dibantu sama Pertamina. 3. Hutan Tropis Terbesar Di Dunia Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia. Hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia. Letaknya di pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Sebenarnya jika negara ini menginginkan kiamat sangat mudah saja buat negara ini. Tebang saja semua pohon di hutan itu, maka bumi pasti kiamat. Karena bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis untuk menjaga keseimbangan iklim, karena hutan hujan Amazon tak cukup kuat untuk menyeimbangkan iklim bumi. Dan sekarang negara ini sedikit demi sedikit telah menghancurkanya hanya untuk segelintir orang yang punya uang untuk perkebunan dan lapangan golf. sungguh sangat ironis sekali. 4. Lautan Luas Di Dunia Negara ini punya Lautan terluas di dunia. Dikelilingi dua samudera, yaitu Pasifik dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain. Saking kaya-nya laut negara ini, sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini. 5. Penduduk Terbesar Ke 4 Dunia Negara ini punya jumlah penduduk terbesar ke 4 di dunia. Dengan jumlah penduduk segitu, harusnya banyak orang-orang pintar yang telah dihasilkan negara ini, tapi pemerintah menelantarkan mereka-mereka. Sebagai sifat manusia yang ingin bertahan hidup, tentu saja mereka ingin dihargai. Jalan lainnya adalah keluar dari negara ini dan memilih membela negara lain yang bisa menganggap mereka dengan nilai yang pantas. 6. Tanah Yang Subur Negara ini memiliki tanah yang sangat subur. Karena memiliki banyak gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur, terlebih lagi negara ini dilintasi garis khatulistiwa yang banyak terdapat sinar matahari dan hujan. Jika dibandingkan dengan negara-negara timur tengah yang memiliki minyak yang sangat melimpah, negara ini tentu saja jauh lebih kaya. Coba kita semua bayangkan, karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan cepat dan ketika seluruh minyak mereka telah habis, maka mereka akan menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur negara ini yang bisa ditanami apapun juga. Bahkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman. 7. Pemandangan Eksotis Negara ini punya pemandangan yang sangat eksotis dan lagi-lagi tak ada negara yang bisa menyamainya. Dari puncak gunung hingga ke dasar laut bisa kita temui di negara ini.
  12. Setiap pemain bola profesional yang pernah ada di dunia ini pasti memimpikan untuk bisa bertanding di ajang Piala Dunia. Walaupun Indonesia belum pernah berkesempatan ikut hadir di pesta empat tahunan tersebut, - dalam hal ini, dengan tidak mengindahkan keikutsertaan Tim Hindia Belanda yang pernah ikut di event tersebut, karena pada saat itu, nama Indonesia belumlah diakui sebegai negara yang merdeka -, namun untuk seorang wakil, kita sebelumnya sudah pernah mempunyai seorang duta di dalam ajang tersebut. Tapi itu bukan berupa sebuah tim kesebelasan, melainkan seorang pengadil lapangan. Adalah Sofa Sumarsono, yang dalam sebuah pertandingan Piala Dunia U-20 1997 (World Youth Championship) di Malaysia menjadi seorang asisten wasit. Itu juga adalah untuk pertama kalinya Indonesia menyumbangkan seorang wasit untuk pertandingan di level Piala Dunia. Pada saat itu, Sofa masuk sebagai suplai delapan asisten wasit tambahan yang dipilih dari berbagai negara Asia. Selain itu, Thailand, Singapura, Filipina, sampai Brunei Darussalam juga ikut mengirim. Sofa sendiri, merupakan wasit yang malang-melintang di sepakbola Indonesia sejak 1990-an sampai 2000-an. Ia menapaki karir dari Divisi Utama hingga akhirnya jadi pilihan di Liga Super Indonesia (ISL). Setelah Sofa Sumarsono, belum ada lagi wasit Indonesia yang dipercaya memimpin atau menjadi asisten di level Piala Dunia. Oleh karena itu, Komite Wasit PSSI pun coba meningkatkan kualitas para pengadil lapangan hijau Tanah Air agar bisa mengulang atau melebihi prestasi Sofa Sumarsono. “Sudah cukup lama sejak 1997 Sofa Sumarsono, sekarang dia saja sudah pensiun dan jadi pengawas pertandingan. Makanya, kita ingin meningkatkan kualitas wasit-wasit kita,” terang anggota Komite Wasit, Jimmy Napitupulu dalam mengangankan harapannya. Dan inilah sosok Sofa Sumarsono yang sekarang, ia masih suka olahraga walaupun staminanya sudah tidak seperti dulu lagi. Sofa Sumarsono dengan sang istri
  13. “Hiruk pikuk kampanye menjelang Pemilu 2014 ini sangat jauh dari harapan publik. Pesan-pesan kampanye yang disampaikan oleh partai politik dan atau bakal calon presiden belum menujukan tawaran jalan keluar yang substansial bagi bangsa ini, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di 33.000 desa di sekitar kawasan hutan. Suara orang-orang kampung hampir tak pernah didengar apalagi diperhatikan dengan baik oleh peserta PEMILU dan calon pemimpin. Padahal problematika yang mereka alami sungguh sangat besar dan kompleks. Salah satu problem utama yang dihadapi oleh orang kampung adalah sengketa agraria yang melibatkan negara dan perusahaan pertambangan, perkebunan, hak penguasaan hutan hingga hutan tanaman industri yang diizinkan oleh negara. “Sepinya suara orang kampung dalam menyikapi perubahan boleh jadi karena keterbatasan akses mereka pada media massa mainstream. Oleh karena itu, HuMa sebagai organisasi yang selama ini berinteraksi intensif dengan orang kampung memandang penting membuat media alternatif agar suara mereka didengar oleh partai politik dan calon presiden. Media alternatif ini menggunakan teknologi sederhana berupa video yang diambil dengan telepon selular yang banyak dimiliki oleh masyarakat desa”, papar Andiko Sutan Mancayo, Direktur Eksekutif HuMa pada Diskusi dan Launching Video “Suara Orang Kampung Untuk Perubahan”. Diskusi dan Launching Video Gerakan Komunitas ini diadakan pada hari Selasa, 25 Maret 2014 di Kantor Merdeka Institute/Gedung Newseum, Jl. Veteran 1 No. 23, Jakarta Pusat. Turut hadir menjadi narasumber pada diskusi ini adalah Andik Hardiyanto (Direktur Merdesa Institute), Andiko (Direktur Eksekutif HuMa), Benny Susetyo (Pengamat Sosial), Ray Rangkuti (Pengamat Politik) dan Chalid Muhammad (Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia). Chalid Muhammad menyatakan bahwa sudah saatnya partai politik dan bakal calon presiden menghentian kampanye yang tanpa makna dan cenderung menimbulkan apatisme bagi rakyat dalam berdemokrasi. Partai politik dan calon presiden harusnya lebih mengedepankan tawaran jalan keluar terhadap problematika bangsa secara lebih substantive, seperti tawaran jalan keluar terhadap konflik agraria yang telah berlangsung lama dan cenderung menyengsarakan orang kampung. “Video Gerakan Komunitas ini merupakan gerakan komunitas yang ada di seluruh pelosok Indonesia yang didokumentasikan melalui teknologi sederhana berupa video yang diambil dengan telepon selular untuk menyampaikan pesan dan harapannya kepada Presiden terpilih dalam penyelesaian Konflik Agraria dan Sumber Daya Alam,” papar Andik Hardiyanto, Direktur Merdesa Institute. HuMa mencatat, di tahun 2013 saja telah terjadi 278 konflik sumber daya alam dan agraria, yang berlangsung di 98 kota/kabupaten di 23 Provinsi dengan luas area konflik mencapai 2. 416.035 hektar. Konflik tersebut berada di Kalimantan Tengah 72 kasus, Jawa Tengah 39 Kasus, Sumatera Utara 19 kasus, Sumatera Barat 15 kasus, Banten 24 kasus, Sulawesi Tengah 11 kasus, Jawa Barat 16 kasus, Kalimantan Barat 15 kasus, Aceh 10 kasus dan Sulawesi Selatan 10 kasus. Dengan sistem pendokumentasian HuMawin yang dikembangkan oleh HuMa, teridentifikasi 6 pelaku dominan dalam Konflik Agraria dan Sumber Daya Alam, yaitu Taman Nasional/Kementrian Kehutanan; Perhutani; PT Perkebunan Nusantara (PTPN); Perusahaan atau Korporasi; Perusahaan Daerah; dan Instansi lain (TNI). Para pihak yang terlibat dalam konflik bersifat komunal, dan unit terkecil adalah komunitas masyarakat atau kelompok atau bukan individu. Ada 9 pihak yang terlibat dalam konflik sumberdaya alam dan agraria, yaitu Perusahaan 35%, PTPN 2%, Perhutani 7%, Pemerintah Daerah 2%, Taman Nasional/Kementrian Kehutanan 4%, Petani 9%, Komunitas Lokal 34%, Masyarakat Adat 7%, dan instansi lainnya. Konflik Perkebunan dan Kehutanan menjadi konflik yang paling sering terjadi di Indonesia. Konflik di dua sektor ini mengalahkan konflik pertanahan atau agraria non kawasan hutan dan kebun. Konflik perkebunan terjadi sebanyak 119, dengan luasan area konflik mencapai 413.972 hektar. Seringnya tindak kekerasan menempatkan entitas negara sebagai pelanggaran HAM terbesar dengan frekuensi keterlibatan 54%, kemudian institusi bisnis sebanyak 36% dan individual berpengaruh sebanyak 10%. Adapun jenis pelanggaran HAM dilakukan yaitu Pelanggara atas hak hidup 6%; Pelanggaran hak atas lingkungan sehat dan bersih 7%; Serangan terhadap integritas pribadi 7%; Pelanggaran hak atas Kebebasan 18 %; dan Hak akses terhadap Sumber Daya Alam 25%. Inilah yang diharapkan oleh masyarakat adat, komunitas lokal, Petani, Buruh dan Nelayan kepada Presiden terpilih dalam penyelesaian konflik Sumber Daya Alam dan Agraria yang mereka hadapi selama ini.
  14. Agar Bangsa Ini Berhenti Doakan Yang Jelek2 Untuk Dirinya Sendiri? Ada apa dengan fenomena gubernur DKI, Jokowi? kenapa saat dia jadi capres pada heboh? ada yang gugat ke pengadilan, ada yang hujat dengan kata2 kotor, ada yang bakar fotonya, ada ulama yang sampai berdoa pada Tuhan agar jokowi disambar petir biar tidak jadi capres Ada yang bilang lari dari tangungjawab karena masih jadi gubernur kok maju capres, sehingga jokowi dikategorikan manusia munafik dan calon penghuni neraka. Padahal saat gubernur Jawa Barat, Aher calonkan jadi capres, kenapa kader PKS yang hujat jokowi sebagai orang munafik tadi tidak bicara hal yang sama pada Aher yang jadi capres dari PKS? Kenapa tidak ada yang protes pada mendagri yang saat diangkat jadi menteri masih jadi gubernur Sumatra Barat? Kenapa tidak heboh saat Dahlan Iskan yang masih jadi menteri juga calonkan diri jadi capres? Meski tidak seheboh fenomena Jokowi, tetapi tetap saja banyak hujatan ditujukan pada para pemimpin seperti pada Aher, Jusuf Kalla, Dahlan Iskan, SBY dll, bahkan terkesan sudah bukan sekedar menyerang & menghujat para pemimpin negeri, tapi malah sudah memperolok2 negeri & bangsa sendiri. Kenapa semua menghujat & mendoakan jelek warga, bangsa & negara sendiri? kenapa tidqk berdoa yqng baik untuk warga, bangsa & negara sendiri? Tapi tidak ada yang protes & melawan, saat kita sangat dilecehkan oleh bangsa lain dalam kehidupan sehari2. Hal kecil saja, di Indonesia misalnya jika anda punya uang dollar, anda harus menjaganya tetap mulus, agar uang itu tetap laku ditukar/dipergunakan. Jika ada tekukan/goresan/kusut sedikit saja, maka nilai tukar akan turun, atau malah dollar andfa dianggap tidak berlaku. Itu hanya di Indonesia, bahwa anda harus sangat menghormati uang kertas dollar, seperti menjaga sebuah pusaka, gak boleh ada cela sedikitpun. Padahal di negara lain, perlakuan uang dollar seperti uang kertas biasa. kadang ada tekukan, bahkan sampai lusuh dll, tetap berlaku. Padahal jika kita renungkan, pernahkah kita menghormati/ memperlakukan kitab suci kita, seperti memperlakukan uang kertas dollar Amerika itu?. Tidak boleh ada tekukan, kalau menaruh harus sangat hati2 agar jangan sampai ada peluang kusut/ tergores/ ter-tekuk sedikitpun? Itu bisa saja diartikan, bahwa kita tanpa sadar diarahkan (malah bisa jadi mengarahkan diri) untuk menghormati uang kertas dollar Amerika dll melebihi hormat kita pada Tuhan. Untuk itu marilah kita berhenti saling menghujat, mendoakan jelek dll bagi warga, bangsa & negara ini. Karena bisa jadi negeri ini terpuruk akibat doa jelek dari warganya sendiri. Marilah kita bekerja & berdoa yang baik untuk warga, bangsa & negara ini. Agar kita menjadi bangsa yang besar. Soal pemilihan pemimpin, anggap saja seperti kontes, pertandingan dll. Suporter mendukung tim favoritnya dengan bergembira ria... Karena kontes, pertandingan dll pada hakikatnya adalah merupakan hiburan utk masyarakat. Dan pertandingan akan menghasilkan sebuah tim yang baik dimasa depan yang diharap bisa bersaing di dunia internasional. Hal ini bisa seperti perumpamaan, apa jadinya jika dalam pertandingan sepakbola, mulai tingkat paling bawah saja, para pemain yang harusnya punya potensi sudah ditackling sampai cacat. Apa jadinya jika dalam pertandingan mulai tingkat paling bawah, hakim dll sudah bermain kotor, sehingga tim nasional kehilangan peluang untuk mendapatkan pemain2 yang baik dan kehilangan tim2 yang baik serta kehilangan kesempatan meningkatkan kualitas. Bagaimana tim nasional bisa berkiprah dikancah internasional? Optimislah, bahwa bangsa ini bisa bangkit dan menjadi besar, jika kita berbuat, berusaha & berdoa yang baik untuk warga, bangsa & negeri ini. Jika kita terus berkutat pada hujatan, doa jelek, tindakan tercela dll, maka jangan heran.. banyak kutu2, hama & penyakit yang berdatangan & akan terus menghisap kehidupan warga, masyarakat & negeri ini salam PN - Persaudaraan Nusantara
  15. Republik Indonesia ialah sebuah negara kepulauan yang disebut sebagai Nusantara (Kepulauan Antara) yang terletak di antara tanah besar Asia Tenggara dan Australia dan antara Lautan Hindi dan Lautan Pasifik. Indonesia bersempadankan Malaysia di Kalimantan,Papua New Guinea di pulau Papua, dan Timor Timur/Timor Leste di pulau Timor. Sejarah Indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimulai sejak zaman prasejarah oleh “Manusia Jawa” pada masa sekitar 500.000 tahun yang lalu. Periode dalam sejarah Indonesia dapat dibagi menjadi lima era: era pra kolonial, munculnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha serta Islam di Jawa dan Sumatera yang terutama mengandalkan perdagangan; era kolonial, masuknya orang-orang Eropa (terutama Belanda) yang menginginkan rempah-rempah mengakibatkan penjajahan oleh Belanda selama sekitar 3,5 abad antara awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20; era kemerdekaan, pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945) sampai jatuhnya Soekarno (1966); era Orde Baru, 32 tahun masa pemerintahan Soeharto (1966–1998); serta era reformasi yang berlangsung sampai sekarang. Prasejarah Secara geologi, wilayah Indonesia modern muncul kira-kira sekitar masa Pleistocene ketika masih terhubung dengan Asia Daratan. Pemukim pertama wilayah tersebut yang diketahui adalah manusia Jawa pada masa sekitar 500.000 tahun lalu. Kepulauan Indonesia seperti yang ada saat ini terbentuk pada saat melelehnya es setelah berakhirnya Zaman Es. Era pra kolonial Para cendekiawan India telah menulis tentang Dwipantara atau kerajaan Hindu Jawa Dwipa di pulau Jawa dan Sumatra sekitar 200 SM. Kerajaan Tarumanagara menguasai Jawa Barat sekitar tahun 400. Pada tahun 425 agama Buddha telah mencapai wilayah tersebut. Pada masa Renaisans Eropa, Jawa dan Sumatra telah mempunyai warisan peradaban berusia ribuan tahun dan sepanjang dua kerajaan besar yaitu Majapahit di Jawa dan Sriwijaya di Sumatra sedangkan pulau Jawa bagian barat mewarisi peradaban dari kerajaan Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. Kerajaan Hindu-Buddha Pada abad ke-4 hingga abad ke-7 di wilayah Jawa Barat terdapat kerajaan bercorak Hindu-Budha yaitu kerajaan Tarumanagara yang dilanjutkan dengan Kerajaan Sunda sampai abad ke-16. Pada masa abad ke-7 hingga abad ke-14, kerajaan Buddha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I Ching mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu. Abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dan dalam kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita Ramayana. Kerajaan Islam Islam sebagai sebuah pemerintahan hadir di Indonesia sekitar abad ke-12, namun sebenarnya Islam sudah sudah masuk ke Indonesia pada abad 7 Masehi. Saat itu sudah ada jalur pelayaran yang ramai dan bersifat internasional melalui Selat Malaka yang menghubungkan Dinasti Tang di Cina, Sriwijaya di Asia Tenggara dan Bani umayyah di Asia Barat sejak abad 7. Menurut sumber-sumber Cina menjelang akhir perempatan ketiga abad 7, seorang pedagang Arab menjadi pemimpin pemukiman Arab muslim di pesisir pantai Sumatera. Islam pun memberikan pengaruh kepada institusi politik yang ada. Hal ini nampak pada Tahun 100 H (718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz dari Khilafah Bani Umayah meminta dikirimkan da`i yang bisa menjelaskan Islam kepadanya. Surat itu berbunyi: “Dari Raja di Raja yang adalah keturunan seribu raja, yang isterinya juga cucu seribu raja, yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah, yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala dan kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil, kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan kepada anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekedar tanda persahabatan. Saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya.” Dua tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama Sribuza Islam. Sayang, pada tahun 730 M Sriwijaya Jambi ditawan oleh Sriwijaya Palembang yang masih menganut Budha. Islam terus mengokoh menjadi institusi politik yang mengemban Islam. Misalnya, sebuah kesultanan Islam bernama Kesultanan Peureulak didirikan pada 1 Muharram 225H atau 12 November tahun 839M. Contoh lain adalah Kerajaan Ternate. Islam masuk ke kerajaan di kepulauan Maluku ini tahun 1440. Rajanya seorang Muslim bernama Bayang Ullah. Kesultanan Islam kemudian semikin menyebarkan ajaran-ajarannya ke penduduk dan melalui pembauran, menggantikan Hindu sebagai kepercayaan utama pada akhir abad ke-16 di Jawa dan Sumatra. Hanya Bali yang tetap mempertahankan mayoritas Hindu. Di kepulauan-kepulauan di timur, rohaniawan-rohaniawan Kristen dan Islam diketahui sudah aktif pada abad ke-16 dan 17, dan saat ini ada mayoritas yang besar dari kedua agama di kepulauan-kepulauan tersebut. Penyebaran Islam dilakukan/didorong melalui hubungan perdagangan di luar Nusantara; hal ini, karena para penyebar dakwah atau mubaligh merupakan utusan dari pemerintahan islam yg datang dari luar Indonesia, maka untuk menghidupi diri dan keluarga mereka, para mubaligh ini bekerja melalui cara berdagang, para mubaligh inipun menyebarkan Islam kepada para pedagang dari penduduk asli, hingga para pedagang ini memeluk Islam dan meyebarkan pula ke penduduk lainnya, karena umumnya pedagang dan ahli kerajaan/kesultanan lah yang pertama mengadopsi agama baru tersebut. Kesultanan/Kerajaan penting termasuk Samudra Pasai, Kesultanan Banten yang menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara Eropa, Kerajaan Mataram di Yogja / Jawa Tengah, dan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku di timur. Kolonisasi Belanda Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah yang kini adalah Indonesia, dengan memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit. Satu-satunya yang tidak terpengaruh adalah Timor Portugis, yang tetap dikuasai Portugal hingga 1975 ketika berintegrasi menjadi provinsi Indonesia bernama Timor Timur. Belanda menguasai Indonesia selama hampir 350 tahun, kecuali untuk suatu masa pendek di mana sebagian kecil dari Indonesia dikuasai Britania setelah Perang Jawa Britania-Belanda dan masa penjajahan Jepang pada masa Perang Dunia II. Sewaktu menjajah Indonesia, Belanda mengembangkan Hindia-Belanda menjadi salah satu kekuasaan kolonial terkaya di dunia. 350 tahun penjajahan Belanda bagi sebagian orang adalah mitos belaka karena wilayah Aceh baru ditaklukkan kemudian setelah Belanda mendekati kebangkrutannya. VOC Pada abad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda (bahasa Belanda: Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta. Tujuan utama VOC adalah mempertahankan monopolinya terhadap perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Hal ini dilakukan melalui penggunaan dan ancaman kekerasan terhadap penduduk di kepulauan-kepulauan penghasil rempah-rempah, dan terhadap orang-orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk tersebut. Contohnya, ketika penduduk Kepulauan Banda terus menjual biji pala kepada pedagang Inggris, pasukan Belanda membunuh atau mendeportasi hampir seluruh populasi dan kemudian mempopulasikan pulau-pulau tersebut dengan pembantu-pembantu atau budak-budak yang bekerja di perkebunan pala. VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa ini, dan bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten. Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir abad ke-18 dan setelah kekuasaan Britania yang pendek di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun 1816. Sebuah pemberontakan di Jawa berhasil ditumpas dalam Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830. Setelah tahun 1830 sistem tanam paksa yang dikenal sebagai cultuurstelsel dalam bahasa Belanda mulai diterapkan. Dalam sistem ini, para penduduk dipaksa menanam hasil-hasil perkebunan yang menjadi permintaan pasar dunia pada saat itu, seperti teh, kopi dll. Hasil tanaman itu kemudian diekspor ke mancanegara. Sistem ini membawa kekayaan yang besar kepada para pelaksananya – baik yang Belanda maupun yang Indonesia. Sistem tanam paksa ini adalah monopoli pemerintah dan dihapuskan pada masa yang lebih bebas setelah 1870. Pada 1901 pihak Belanda mengadopsi apa yang mereka sebut Kebijakan Beretika (bahasa Belanda: Ethische Politiek), yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang pribumi, dan sedikit perubahan politik. Di bawah gubernur-jendral J.B. van Heutsz pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara langsung di sepanjang Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan fondasi bagi negara Indonesia saat ini. Gerakan nasionalisme Pada 1905 gerakan nasionalis yang pertama, [serikat Dagang Islam] dibentuk dan kemudian diikuti pada tahun 1908 oleh gerakan nasionalis berikutnya, [budi Utomo]. Belanda merespon hal tersebut setelah Perang Dunia I dengan langkah-langkah penindasan. Para pemimpin nasionalis berasal dari kelompok kecil yang terdiri dari profesional muda dan pelajar, yang beberapa di antaranya telah dididik di Belanda. Banyak dari mereka yang dipenjara karena kegiatan politis, termasuk Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno. Perang Dunia II Pada Mei 1940, awal Perang Dunia II, Belanda diduduki oleh Nazi Jerman. Hindia-Belanda mengumumkan keadaan siaga dan di Juli mengalihkan ekspor untuk Jepang ke AS dan Britania. Negosiasi dengan Jepang yang bertujuan untuk mengamankan persediaan bahan bakar pesawat gagal di Juni 1941, dan Jepang memulai penaklukan Asia Tenggara di bulan Desember tahun itu. Di bulan yang sama, faksi dari Sumatra menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda yang terakhir dikalahkan Jepang pada Maret 1942. Era Jepang Pada Juli 1942, Soekarno menerima tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yang juga dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan militer Jepang. Soekarno, Mohammad Hatta, dan para Kyai didekorasi oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943. Tetapi, pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami siksaan, penahanan sembarang dan hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya. Orang Belanda dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan Jepang. Pada Maret 1945 Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada pertemuan pertamanya di bulan Mei, Soepomo membicarakan integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan; sementara itu Muhammad Yamin mengusulkan bahwa negara baru tersebut juga sekaligus mengklaim Sarawak, Sabah, Malaya, Portugis Timur, dan seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang. Pada 9 Agustus 1945 Soekarno, Hatta dan Radjiman Widjodiningrat diterbangkan ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang menuju kehancuran tetapi Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus. Era kemerdekaan Mendengar kabar bahwa Jepang tidak lagi mempunyai kekuatan untuk membuat keputusan seperti itu pada 16 Agustus, Soekarno membacakan “Proklamasi” pada hari berikutnya. Kabar mengenai proklamasi menyebar melalui radio dan selebaran sementara pasukan militer Indonesia pada masa perang, Pasukan Pembela Tanah Air (PETA), para pemuda, dan lainnya langsung berangkat mempertahankan kediaman Soekarno. Pada 18 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) melantik Soekarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden dengan menggunakan konstitusi yang dirancang beberapa hari sebelumnya. Kemudian dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai parlemen sementara hingga pemilu dapat dilaksanakan. Kelompok ini mendeklarasikan pemerintahan baru pada 31 Agustus dan menghendaki Republik Indonesia yang terdiri dari 8 provinsi: Sumatra, Kalimantan (tidak termasuk wilayah Sabah, Sarawak dan Brunei), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Maluku (termasuk Papua) dan Nusa Tenggara. Perang kemerdekaan Dari 1945 hingga 1949, persatuan kelautan Australia yang bersimpati dengan usaha kemerdekaan, melarang segala pelayaran Belanda sepanjang konflik ini agar Belanda tidak mempunyai dukungan logistik maupun suplai yang diperlukan untuk membentuk kembali kekuasaan kolonial. Usaha Belanda untuk kembali berkuasa dihadapi perlawanan yang kuat. Setelah kembali ke Jawa, pasukan Belanda segera merebut kembali ibukota kolonial Batavia, akibatnya para nasionalis menjadikan Yogyakarta sebagai ibukota mereka. Pada 27 Desember 1949 (lihat artikel tentang 27 Desember 1949), setelah 4 tahun peperangan dan negosiasi, Ratu Juliana dari Belanda memindahkan kedaulatan kepada pemerintah Federal Indonesia. Pada 1950, Indonesia menjadi anggota ke-60 PBB. Demokrasi parlementer Tidak lama setelah itu, Indonesia mengadopsi undang-undang baru yang terdiri dari sistem parlemen di mana dewan eksekutifnya dipilih oleh dan bertanggung jawab kepada parlemen atau MPR. MPR terbagi kepada partai-partai politik sebelum dan sesudah pemilu pertama pada tahun 1955, sehingga koalisi pemerintah yang stabil susah dicapai. Peran Islam di Indonesia menjadi hal yang rumit. Soekarno lebih memilih negara sekuler yang berdasarkan Pancasila sementara beberapa kelompok Muslim lebih menginginkan negara Islam atau undang-undang yang berisi sebuah bagian yang menyaratkan umat Islam takluk kepada hukum Islam. Demokrasi Terpimpin Pemberontakan yang gagal di Sumatera, Sulawesi, Jawa Barat dan pulau-pulau lainnya yang dimulai sejak 1958, ditambah kegagalan MPR untuk mengembangkan konstitusi baru, melemahkan sistem parlemen Indonesia. Akibatnya pada 1959 ketika Presiden Soekarno secara unilateral membangkitkan kembali konstitusi 1945 yang bersifat sementara, yang memberikan kekuatan presidensil yang besar, dia tidak menemui banyak hambatan. Dari 1959 hingga 1965, Presiden Soekarno berkuasa dalam rezim yang otoriter di bawah label “Demokrasi Terpimpin”. Dia juga menggeser kebijakan luar negeri Indonesia menuju non-blok, kebijakan yang didukung para pemimpin penting negara-negara bekas jajahan yang menolak aliansi resmi dengan Blok Barat maupun Blok Uni Soviet. Para pemimpin tersebut berkumpul di Bandung, Jawa Barat pada tahun 1955 dalam KTT Asia-Afrika untuk mendirikan fondasi yang kelak menjadi Gerakan Non-Blok. Pada akhir 1950-an dan awal 1960-an, Soekarno bergerak lebih dekat kepada negara-negara komunis Asia dan kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) di dalam negeri. Meski PKI merupakan partai komunis terbesar di dunia di luar Uni Soviet dan China, dukungan massanya tak pernah menunjukkan penurutan ideologis kepada partai komunis seperti di negara-negara lainnya. Konfrontasi Indonesia-Malaysia Soekarno menentang pembentukan Federasi Malaysia dan menyebut bahwa hal tersebut adalah sebuah “rencana neo-kolonial” untuk mempermudah rencana komersial Inggris di wilayah tersebut. Selain itu dengan pembentukan Federasi Malaysia, hal ini dianggap akan memperluas pengaruh imperialisme negara-negara Barat di kawasan Asia dan memberikan celah kepada negara Inggris dan Australia untuk mempengaruhi perpolitikan regional Asia. Menanggapi keputusan PBB untuk mengakui kedaulatan Malaysia dan menjadikan Malaysia anggota tidak tetab Dewan Keamanan PBB, presiden Soekarno mengumumkan pengunduran diri negara Indonesia dari keanggotaan PBB pada tanggal 20 Januari 1965 dan mendirikan Konferensi Kekuatan Baru (CONEFO) sebagai tandingan PBB dan GANEFO sebagai tandingan Olimpiade. Pada tahun itu juga konfrontasi ini kemudian mengakibatkan pertempuran antara pasukan Indonesia dan Malaysia (yang dibantu oleh Inggris). Nasib Irian Barat Konflik Papua Barat Pada saat kemerdekaan, pemerintah Belanda mempertahankan kekuasaan terhadap belahan barat pulau Nugini (Irian), dan mengizinkan langkah-langkah menuju pemerintahan-sendiri dan pendeklarasian kemerdekaan pada 1 Desember 1961. Negosiasi dengan Belanda mengenai penggabungan wilayah tersebut dengan Indonesia gagal, dan pasukan penerjun payung Indonesia mendarat di Irian pada 18 Desember sebelum kemudian terjadi pertempuran antara pasukan Indonesia dan Belanda pada 1961 dan 1962. Pada 1962 Amerika Serikat menekan Belanda agar setuju melakukan perbincangan rahasia dengan Indonesia yang menghasilkan Perjanjian New York pada Agustus 1962, dan Indonesia mengambil alih kekuasaan terhadapa Irian Jaya pada 1 Mei 1963. Gerakan 30 September / G30 S PKI Hingga 1965, PKI telah menguasai banyak dari organisasi massa yang dibentuk Soekarno untuk memperkuat dukungan untuk rezimnya dan, dengan persetujuan dari Soekarno, memulai kampanye untuk membentuk “Angkatan Kelima” dengan mempersenjatai pendukungnya. Para petinggi militer menentang hal ini. Pada 30 September 1965, enam jendral senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana yang loyal kepada PKI. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu, Mayjen Soeharto, menumpas kudeta tersebut dan berbalik melawan PKI. Soeharto lalu menggunakan situasi ini untuk mengambil alih kekuasaan. Lebih dari puluhan ribu orang-orang yang dituduh komunis kemudian dibunuh. Jumlah korban jiwa pada 1966 mencapai setidaknya 500.000; yang paling parah terjadi di Jawa dan Bali. Era Orde Baru Setelah Soeharto menjadi Presiden, salah satu pertama yang dilakukannya adalah mendaftarkan Indonesia menjadi anggota PBB lagi. Indonesia pada tanggal 19 September 1966 mengumumkan bahwa Indonesia “bermaksud untuk melanjutkan kerjasama dengan PBB dan melanjutkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan PBB”, dan menjadi anggota PBB kembali pada tanggal 28 September 1966, tepat 16 tahun setelah Indonesia diterima pertama kalinya. Pada 1968, MPR secara resmi melantik Soeharto untuk masa jabatan 5 tahun sebagai presiden, dan dia kemudian dilantik kembali secara berturut-turut pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Presiden Soeharto memulai “Orde Baru” dalam dunia politik Indonesia dan secara dramatis mengubah kebijakan luar negeri dan dalam negeri dari jalan yang ditempuh Soekarno pada akhir masa jabatannya. Orde Baru memilih perbaikan dan perkembangan ekonomi sebagai tujuan utamanya dan menempuh kebijakannya melalui struktur administratif yang didominasi militer namun dengan nasehat dari ahli ekonomi didikan Barat. Selama masa pemerintahannya, kebijakan-kebijakan ini, dan pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar namun tidak merata di Indonesia. Contohnya, jumlah orang yang kelaparan dikurangi dengan besar pada tahun 1970-an dan 1980-an. Dia juga memperkaya dirinya, keluarganya, dan rekan-rekat dekat melalui korupsi yang merajalela. Irian Jaya Setelah menolak supervisi dari PBB, pemerintah Indonesia melaksanakan “Act of Free Choice” (Aksi Pilihan Bebas) di Irian Jaya pada 1969 di mana 1.025 wakil kepala-kepala daerah Irian dipilih dan kemudian diberikan latihan dalam bahasa Indonesia. Mereka secara konsensus akhirnya memilih bergabung dengan Indonesia. Sebuah resolusi Sidang Umum PBB kemudian memastikan perpindahan kekuasaan kepada Indonesia. Penolakan terhadap pemerintahan Indonesia menimbulkan aktivitas-aktivitas gerilya berskala kecil pada tahun-tahun berikutnya setelah perpindahan kekuasaan tersebut. Dalam atmosfer yang lebih terbuka setelah 1998, pernyataan-pernyataan yang lebih eksplisit yang menginginkan kemerdekaan dari Indonesia telah muncul. Timor Timur Dari 1596 hingga 1975, Timor Timur adalah sebuah jajahan Portugis di pulau Timor yang dikenal sebagai Timor Portugis dan dipisahkan dari pesisir utara Australia oleh Laut Timor. Akibat kejadian politis di Portugal, pejabat Portugal secara mendadak mundur dari Timor Timur pada 1975. Dalam pemilu lokal pada tahun 1975, Fretilin, sebuah partai yang dipimpin sebagian oleh orang-orang yang membawa paham Marxisme, dan UDT, menjadi partai-partai terbesar, setelah sebelumnya membentuk aliansi untuk mengkampanyekan kemerdekaan dari Portugal. Pada 7 Desember 1975, pasukan Indonesia masuk ke Timor Timur. Indonesia, yang mempunyai dukungan material dan diplomatik, dibantu peralatan persenjataan yang disediakan Amerika Serikat dan Australia, berharap dengan memiliki Timor Timur mereka akan memperoleh tambahan cadangan minyak dan gas alam, serta lokasi yang strategis. Pada masa-masa awal, pihak militer Indonesia (ABRI) membunuh hampir 200.000 warga Timor Timur — melalui pembunuhan, pemaksaan kelaparan dan lain-lain. Banyak pelanggaran HAM yang terjadi saat Timor Timur berada dalam wilayah Indonesia. Pada 30 Agustus 1999, rakyat Timor Timur memilih untuk memisahkan diri dari Indonesia dalam sebuah pemungutan suara yang diadakan PBB. Sekitar 99% penduduk yang berhak memilih turut serta; 3/4-nya memilih untuk merdeka. Segera setelah hasilnya diumumkan, dikabarkan bahwa pihak militer Indonesia melanjutkan pengrusakan di Timor Timur, seperti merusak infrastruktur di daerah tersebut. Pada Oktober 1999, MPR membatalkan dekrit 1976 yang menintegrasikan Timor Timur ke wilayah Indonesia, dan Otorita Transisi PBB (UNTAET) mengambil alih tanggung jawab untuk memerintah Timor Timur sehingga kemerdekaan penuh dicapai pada Mei 2002. Krisis ekonomi Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya didampingi B.J. Habibie. Pada pertengahan 1997, Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia (untuk lebih jelas lihat: Krisis finansial Asia), disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun terakhir dan harga minyak, gas dan komoditas ekspor lainnya yang semakin jatuh. Rupiah jatuh, inflasi meningkat tajam, dan perpindahan modal dipercepat. Para demonstran, yang awalnya dipimpin para mahasiswa, meminta pengunduran diri Soeharto. Di tengah gejolak kemarahan massa yang meluas, serta ribuan mahasiswa yang menduduki gedung DPR/MPR, Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, tiga bulan setelah MPR melantiknya untuk masa bakti ketujuh. Soeharto kemudian memilih sang Wakil Presiden, B. J. Habibie, untuk menjadi presiden ketiga Indonesia. Era reformasi Pemerintahan Habibie Presiden Habibie segera membentuk sebuah kabinet. Salah satu tugas pentingnya adalah kembali mendapatkan dukungan dari Dana Moneter Internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi. Dia juga membebaskan para tahanan politik dan mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan organisasi. Pemerintahan Wahid Pemilu untuk MPR, DPR, dan DPRD diadakan pada 7 Juni 1999. PDI Perjuangan pimpinan putri Soekarno, Megawati Sukarnoputri keluar menjadi pemenang pada pemilu parlemen dengan mendapatkan 34% dari seluruh suara; Golkar (partai Soeharto – sebelumnya selalu menjadi pemenang pemilu-pemilu sebelumnya) memperoleh 22%; Partai Persatuan Pembangunan pimpinan Hamzah Haz 12%; Partai Kebangkitan Bangsa pimpinan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) 10%. Pada Oktober 1999, MPR melantik Abdurrahman Wahid sebagai presiden dan Megawati sebagai wakil presiden untuk masa bakti 5 tahun. Wahid membentuk kabinet pertamanya, Kabinet Persatuan Nasional pada awal November 1999 dan melakukan reshuffle kabinetnya pada Agustus 2000. Pemerintahan Presiden Wahid meneruskan proses demokratisasi dan perkembangan ekonomi di bawah situasi yang menantang. Di samping ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut, pemerintahannya juga menghadapi konflik antar etnis dan antar agama, terutama di Aceh, Maluku, dan Papua. Di Timor Barat, masalah yang ditimbulkan rakyat Timor Timur yang tidak mempunyai tempat tinggal dan kekacauan yang dilakukan para militan Timor Timur pro-Indonesia mengakibatkan masalah-masalah kemanusiaan dan sosial yang besar. MPR yang semakin memberikan tekanan menantang kebijakan-kebijakan Presiden Wahid, menyebabkan perdebatan politik yang meluap-luap. Pemerintahan Megawati Pada Sidang Umum MPR pertama pada Agustus 2000, Presiden Wahid memberikan laporan pertanggung jawabannya. Pada 29 Januari 2001, ribuan demonstran menyerbu MPR dan meminta Presiden agar mengundurkan diri dengan alasan keterlibatannya dalam skandal korupsi. Di bawah tekanan dari MPR untuk memperbaiki manajemen dan koordinasi di dalam pemerintahannya, dia mengedarkan keputusan presiden yang memberikan kekuasaan negara sehari-hari kepada wakil presiden Megawati. Megawati mengambil alih jabatan presiden tak lama kemudian. Pemerintahan Yudhoyono Pada 2004, pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan Susilo Bambang Yudhoyono tampil sebagai presiden baru Indonesia. Pemerintah baru ini pada awal masa kerjanya telah menerima berbagai cobaan dan tantangan besar, seperti gempa bumi besar di Aceh dan Nias pada Desember 2004 yang meluluh lantakkan sebagian dari Aceh serta gempa bumi lain pada awal 2005 yang mengguncang Sumatra. Pada 17 Juli 2005, sebuah kesepakatan bersejarah berhasil dicapai antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan selama 30 tahun di wilayah Aceh. Referensi: http://syadiashare.com/
  16. Setelah kasus nelayan Papua yang terdampar beberapa waktu lalu di Papua Nugini disuruh berenang kembali ke Tanah Air oleh tentara Papua Nugini, setelah perahunya dibakar (klik beritanya di sini ), ini ada lagi kisah menyedihkan. Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Binjai, Sumatera Utara, bernama Anita Purnama Boru Huahuruk yang meninggal di Malaysia, jenazahnya dibuang ke laut. Sontak, kekejian itu mengundang reaksi keras dari anggota Komisi IX DPR, Rieke Diah Pitaloka. Ia pun mengeluarkan pernyataan sikap kepada pemerintah di bawah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar melakukan penyelidikan atas penyebab kematian TKI tersebut. "Jika memang Anita terbukti meninggal karena dianiyaya, pemerintah SBY harus meminta keterangan dan meminta pemerintah Malaysia memproses siapa pun yang telah melakukan kekejaman terhadap Anita sehingga meninggal," kata Rieke SBY, lanjut Rieke, harus memastikan juga hak-hak ketenagakerjaan Anita, apakah benar diberikan oleh sang majikan. "Hak ketenagakerjaan yang diberikan tidak boleh sebagai alasan untuk tidak diusutnya kasus ini secara pidana," ujarnya. Hingga saat ini, menurut keluarga korban, pemerintah belum ada yang menghubungi pihak keluarga. Menurut mereka, Anita berusia 35 tahun dan berangkat ke Malaysia pada Agustus 2013 melalui jasa seorang perempuan yang akrab disapa Ibu Umi. Di Malaysia, Anita sempat bekerja di restoran selama dua bulan, setelah itu pindah kerja, karena tidak tahan dengan majikannya. Anita terakhir berkomunikasi dengan keluarga pada 30 Januari 2014 lewat pesan pendek (SMS). Isinya, Anita mengaku sudah capek bekerja dan ingin kembali ke kampung halamannya. Anita juga sempat mengirimkan dua kali gajinya, sebanyak Rp 5 juta, kepada pihak keluarga. Jenazah Anita yang ditaruh dalam sebuah peti diketemukan oleh nelayan. Kepolisian Binjai lalu menginformasikan kepada keluarga Anita. Menurut polisi, jenazah Anita diperkirakan sudah empat hari di laut. Sebelum dimalamkan pada Sabtu (8/1), pihak keluarga sempat membuka isi peti jenazah. Menurut Anna, salah satu seorang saudara Anita, salah satu mata almarhum sudah tidak ada, di bagian leher juga ada bekas hitam seperti dicekik. Jenazah Anita juga tidak mengenakan pakaian lengkap dan sebagian besar badannya sudah rusak dan membusuk. Didalam peti juga ditemukan paspor, uang sebesar 1 ringgit Malaysia, cincin, dan kalung emas milik Anita. "Saya mohon kepada media dan masyarakat pemerhati masalah TKI untuk terus mengawal kasus ini sehingga kebenaran benar-benar menjadi hak dari TKI," kata Rieke.
  17. Indonesia dengan jumlah pengguna internet riil lebih dari 100 juta orang tentunya membutuhkan konsumsi bandwidth yang sangat besar. Apalagi, volume trafik internet di Indonesia, dalam sepuluh tahun terakhir melonjak hingga 2 juta persen. Kebutuhan bandwidth makin meningkat seiring dengan berkembangnya smarthphone dan ragam apikasi yang menyertainya. Menurut Kepala Bidang Keamanan Internet Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Irvan Nasrun mengatakan kebutuhan bandwidth di Indonesia saat ini sudah melebihi 40 Gbps. "Sayangnya, bandwidth sebanyak itu kebanyakan diperoleh dari luar negeri. Sekitar 60 persen bandwidth di Indonesia didapat dari Singapura" Menurut data dari APJII, pada 2006 saja hampir 80 persen PJI di Indonesia mendapatkan bandwidth dari satelit-satelit di luar negeri. Hal itu disebabkan karena harga bandwidth dalam negeri lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan luar negeri. Perlu diketahui, pada 2006, setiap satu megabytes (MB)-nya, harga bandwidth dalam negeri adalah sekitar USD 6.000, sementara dari luar negeri hanya sekitar USD 3.000 sampai USD 4.000 per 1MB. "Coba dihitung, dari tahun 96 rakyat Internet Indonesia membeli bandwidth dari Singapura, sudah berapa rupiah 'sumbangan' yang kita berikan untuk Singapura?"
  18. Internet sudah jadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari di hampir 2,5 miliar manusia. Di tahun ini, diperkirakan penetrasi internet juga akan tetap meningkat. Hampir di seluruh daerah di dunia mendapatkan penetrasi internet dengan jumlah mencapai dua digit. Tercatat, hanya Afrika, Asia Selatan, dan Asia Tengah yang notabene merupakan daerah tertinggal saja yang penetrasinya di bawah angka dua puluh persen. Di Asia Tenggara misalnya, terutama Indonesia, penggunaan internet makin besar saja jumlahnya. Di tahun 2014 sendiri diperkirakan 15 persen warga Indonesia akan lebih banyak terhubung dengan internet dalam kehidupan sehari-harinya. Angka ini sendiri masih di bawah Singapura yang mencapai 73 persen dan Thailand yang mencapai 26 persen. Namun begitu, meski angkanya masih kalah, warga Indonesia yang jumlahnya hanya 15 persen itu sendiri bisa dibilang sangat keranjingan internet. Mereka menghabiskan waktunya di internet dengan rata-rata 5,5 jam tiap harinya lewat desktop dan 2,5 jam per harinya lewat mobile. Jika dibandingkan, waktu yang dihabiskan oleh pengguna internet Indonesia ini lebih lama dari rata-rata yang dihabiskan penduduk dunia. Rata-rata per hari waktu akses internet penduduk seluruh dunia adalah 4,5 jam lewat desktop dan 2,1 jam lewat mobile.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy