Jump to content

Search the Community

Showing results for tags 'AirAsia'.



More search options

  • Search By Tags

    Type tags separated by commas.
  • Search By Author

Content Type


Forums

  • NGOBAS ANSWERS
    • General Question
  • YOUTH MEDIA
    • Youth News
    • Anonymous Youth
  • CAFE NGOBAS
    • LOKER KORAN
    • MOTIVI
    • SAY HELLO TO NGOBAS
  • CLINIC NGOBAS
    • MEDIC & ALTERNATIF
    • OLGA
  • DEDEMIT (Dedengkot Dedengkot Melek IT)
    • COMPUTER SECURITY
    • GRAPHIC DESIGN
    • HARDWARE
    • MALWARE
    • NETWORKING
    • OPERATING SYSTEM
    • PROGRAMMING
    • SEMBERIT
    • SOFTWARE
    • WEBSITE
  • HOBBY
    • ANIME
    • ELECTRONIC AND GADGET
    • FOOKING
    • GAMING
    • MOVIE
    • MUSIC
    • OTONG
    • PHOTOGRAPHY
    • SAINS
  • Ngobas Bikers Club (NBC)
    • ABOUT Ngobas Bikers Club
    • NEWS
  • NGOBAR
    • BUSINESS
    • FINANCE
    • No-GOSSIP
    • INAGURASI
    • JOKE & JILL (Joke and Jahill)
    • LIFE STYLE
    • MISTIK
    • POLITIC
    • RELIGI
  • POS KAMPLING
    • REST AREA
    • LAPOR KOMANDAN

Blogs

  • Ngobas Blog
  • Your World

Categories

  • News Topic
  • Event
    • Event Documentation
  • Officer

Find results in...

Find results that contain...


Date Created

  • Start

    End


Last Updated

  • Start

    End


Filter by number of...

Joined

  • Start

    End


Group


Website


Twitter


Facebook


VKontakte


Instagram


Youtube


Skype


Yahoo


AIM


MSN


ICQ


Jabber


BBM


Line


Interest

Found 17 results

  1. Ekor pesawat AirAsia Kini diketahui semakin banyak detil dari situasi di kokpit pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh (28/12/14) dan menewaskan 162 orang. Sementara itu upaya pencarian korban dilanjutkan setelah dihentikan selama dua hari. Kapten pesawat AirAsia yang jatuh ke laut Jawa dekat Pangkalan Bun Desember lalu tidak berada di tempat duduknya, ketika situasi mulai gawat dan kopilot tampaknya kehilangan kontrol pesawat. Namun demikian pejabat pemerintah yang berwenang tetap menekankan, sekarang masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan apapun. Pesawat dilaporkan mengalami kerusakan pada alat pengontrol penerbangan selama lebih dari sepekan. Dilaporkan juga, pilot Iriyanto sudah terbang dengan pesawat tersebut beberapa hari sebelumnya, dan ketika itu fungsi komputer sudah terganggu. Pihak perusahaan AirAsia sejauh ini menolak memberikan komentar atas laporan tersebut dan menekankan, masalah masih diselidiki Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Kerusakan komputer dan reaksi pilot Dilaporkan, masalah perbaikan dan perawatan Flight Augmentation Computer (FAC) yang berfungsi untuk mencegah pesawat terbang tidak terkontrol dan reaksi pilot atas tidak berfungsinya komputer itu menjadi inti penyelidikan penyebab kecelakaan. Laporan lainnya mengatakan, setelah berusaha mereset (mematikan dan menyalakan ulang) komputer, pilot memutus aliran listrik ke alat tersebut dengan cara melepas sekring yang ada di dalam kokpit. "Jika pasokan listrik terhenti, seluruh sistem komputer pada sistem utama dan sistem cadangan akan lumpuh. Akibatnya, sistem proteksi penerbangan pun menjadi tidak aktif", demikian keterangan yang diberikan kepada kantor berita Reuters oleh dua sumber yang terlibat dalam penyelidikan, dan tidak bersedia disebutkan namanya. Komputer FAC inilah yang mengontrol modul rudder travel limiter (RTL) yang sebelumnya dilaporkan rusak beberapa kali. Pihak AirAsia menyatakan kerusakan itu telah diatasi. Di samping itu, KNKT juga menyebut Airbus A320 PK-AXC dalam kondisi layak terbang saat hari kejadian. Langkah menghentikan aliran listrik ke FAC mengejutkan para pakar yang mengikuti jalannya penyelidikan. Orang bisa mereset FAC dengan cara menekan tobol pada panel. Cara mereset dengan menghentikan aliran listrik sangat aneh. Demikian dikatakan seorang pilot pesawat tipe A320 yang tidak bersedia menyebutkan namanya. Ia menambahkan, "Orang tidak melepas sekering jika ada pilihan lain. Saya tidak pernah mendengar itu terjadi, langkah itu sangat aneh." Di samping itu, langkah itu signifikan karena untuk bisa mencabut aliran listrik, pilot harus berdiri dari tempat duduknya. Sekering berada di belakang tempat duduk kopilot. Segera setelahnya, kopilot yang kurang berpengalaman menaikkan hidung pesawat terlalu cepat sehingga stall. Ketika pilot kembali ke tempat duduknya, pesawat kemungkinan sudah tidak terkendali lagi. Data yang sudah dipublikasikan tentang perubahan posisi pesawat juga menunjukkan, dalam posisi pesawat yang miring, kemungkinan tidak mudah untuk bergerak di kokpit. Tetapi sejauh ini belum ada konfirmasi. Kepala KNKT, Tatang Kurniadi mengatakan kepada Reuters, pilot tidak terlambat mengambil alih kontrol. Namun ia menolak memberikan keterangan lebih jauh. 86 Jenazah Belum Ditemukan Minggu (01/02/14) tim pencari melanjutkan upaya menemukan jenazah korban. Dari 162 orang yang berada di pesawat, 86 belum ditemukan. Pekan lalu kepala Basarnas, Bambang Soelistyo mengatakan, pencarian oleh tim penyelamat dihentikan dua hari. Hari istirahat itu dibutuhkan setelah anggota tim selama ini mengadakan pencarian dalam kondisi cuaca buruk. Dari 76 jenazah dan bagian tubuh yang ditemukan, 64 telah berhasil diidentifikasikan. "Fokus kami sekarang adalah pencarian jenazah yang mungkin masih terperangkap di dalam tubuh pesawat atau terkubur lumpur," demikian dikatakan direktur operasi Basarnas, S. B. Supriyadi. Ia menambahkan, sekarang enam kapal sedang dikerahkan. Cuaca saat ini bagus, dan ombak hanya setinggi satu meter. Misi pencarian juga diperluas ke perairan Sulawesi, setelah sejumlah nelayan menemukan jenazah yang membawa surat identitas sesuai manifest salah seorang penumpang pesawat. Penyelam Angkatan Laut telah ditarik dari operasi 27 Januari lalu, tetapi Supriyadi mengatakan, tim pencari saat ini juga terdiri dari penyelam handal.
  2. Ekor pesawat AirAsia Kini diketahui semakin banyak detil dari situasi di kokpit pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh (28/12/14) dan menewaskan 162 orang. Sementara itu upaya pencarian korban dilanjutkan setelah dihentikan selama dua hari. Kapten pesawat AirAsia yang jatuh ke laut Jawa dekat Pangkalan Bun Desember lalu tidak berada di tempat duduknya, ketika situasi mulai gawat dan kopilot tampaknya kehilangan kontrol pesawat. Namun demikian pejabat pemerintah yang berwenang tetap menekankan, sekarang masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan apapun. Pesawat dilaporkan mengalami kerusakan pada alat pengontrol penerbangan selama lebih dari sepekan. Dilaporkan juga, pilot Iriyanto sudah terbang dengan pesawat tersebut beberapa hari sebelumnya, dan ketika itu fungsi komputer sudah terganggu. Pihak perusahaan AirAsia sejauh ini menolak memberikan komentar atas laporan tersebut dan menekankan, masalah masih diselidiki Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Kerusakan komputer dan reaksi pilot Dilaporkan, masalah perbaikan dan perawatan Flight Augmentation Computer (FAC) yang berfungsi untuk mencegah pesawat terbang tidak terkontrol dan reaksi pilot atas tidak berfungsinya komputer itu menjadi inti penyelidikan penyebab kecelakaan. Laporan lainnya mengatakan, setelah berusaha mereset (mematikan dan menyalakan ulang) komputer, pilot memutus aliran listrik ke alat tersebut dengan cara melepas sekring yang ada di dalam kokpit. "Jika pasokan listrik terhenti, seluruh sistem komputer pada sistem utama dan sistem cadangan akan lumpuh. Akibatnya, sistem proteksi penerbangan pun menjadi tidak aktif", demikian keterangan yang diberikan kepada kantor berita Reuters oleh dua sumber yang terlibat dalam penyelidikan, dan tidak bersedia disebutkan namanya. Komputer FAC inilah yang mengontrol modul rudder travel limiter (RTL) yang sebelumnya dilaporkan rusak beberapa kali. Pihak AirAsia menyatakan kerusakan itu telah diatasi. Di samping itu, KNKT juga menyebut Airbus A320 PK-AXC dalam kondisi layak terbang saat hari kejadian. Langkah menghentikan aliran listrik ke FAC mengejutkan para pakar yang mengikuti jalannya penyelidikan. Orang bisa mereset FAC dengan cara menekan tobol pada panel. Cara mereset dengan menghentikan aliran listrik sangat aneh. Demikian dikatakan seorang pilot pesawat tipe A320 yang tidak bersedia menyebutkan namanya. Ia menambahkan, "Orang tidak melepas sekering jika ada pilihan lain. Saya tidak pernah mendengar itu terjadi, langkah itu sangat aneh." Di samping itu, langkah itu signifikan karena untuk bisa mencabut aliran listrik, pilot harus berdiri dari tempat duduknya. Sekering berada di belakang tempat duduk kopilot. Segera setelahnya, kopilot yang kurang berpengalaman menaikkan hidung pesawat terlalu cepat sehingga stall. Ketika pilot kembali ke tempat duduknya, pesawat kemungkinan sudah tidak terkendali lagi. Data yang sudah dipublikasikan tentang perubahan posisi pesawat juga menunjukkan, dalam posisi pesawat yang miring, kemungkinan tidak mudah untuk bergerak di kokpit. Tetapi sejauh ini belum ada konfirmasi. Kepala KNKT, Tatang Kurniadi mengatakan kepada Reuters, pilot tidak terlambat mengambil alih kontrol. Namun ia menolak memberikan keterangan lebih jauh. 86 Jenazah Belum Ditemukan Minggu (01/02/14) tim pencari melanjutkan upaya menemukan jenazah korban. Dari 162 orang yang berada di pesawat, 86 belum ditemukan. Pekan lalu kepala Basarnas, Bambang Soelistyo mengatakan, pencarian oleh tim penyelamat dihentikan dua hari. Hari istirahat itu dibutuhkan setelah anggota tim selama ini mengadakan pencarian dalam kondisi cuaca buruk. Dari 76 jenazah dan bagian tubuh yang ditemukan, 64 telah berhasil diidentifikasikan. "Fokus kami sekarang adalah pencarian jenazah yang mungkin masih terperangkap di dalam tubuh pesawat atau terkubur lumpur," demikian dikatakan direktur operasi Basarnas, S. B. Supriyadi. Ia menambahkan, sekarang enam kapal sedang dikerahkan. Cuaca saat ini bagus, dan ombak hanya setinggi satu meter. Misi pencarian juga diperluas ke perairan Sulawesi, setelah sejumlah nelayan menemukan jenazah yang membawa surat identitas sesuai manifest salah seorang penumpang pesawat. Penyelam Angkatan Laut telah ditarik dari operasi 27 Januari lalu, tetapi Supriyadi mengatakan, tim pencari saat ini juga terdiri dari penyelam handal.
  3. Basarnas telah menemukan 82 jenazah korban pesawat Air Asia Basarnas kembali menemukan lima jenazah korban kecelakaan di badan pesawat AirAsia QZ 8501, pada Senin 2 Februari 2015, dan masih mencari 86 jasad lagi. Kepala Basarnas Bambang Soelistyo mengatakan lima jenazah dalam kondisi terjebak di badan pesawat. "Ada empat yang ditemukan, kemudian ada satu lagi yang ditemukan, total jenazah yang sudah ditemukan mencapai 82 jenazah," jelas Bambang kepada BBC Indonesia. Bambang mengatakan upaya pencarian masih akan terus dilakukan di lokasi badan pesawat dan juga di perairan Majene Sulawesi Barat. "Seperti yang sudah saya sampaikan pencarian akan terus dievaluasi per minggu, apakah akan diteruskan atau tidak," jelas Bambang. Sekitar enam jenazah telah ditemukan di lokasi yang berjarak sekitar 400 kilometer dari badan pesawat di Selat Karimata Kalimantan Tengah. Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 hilang kontak dengan menara pengawas udara di Jakarta, pada Minggu 28 Desember 2015 lalu. Tiga hari kemudian tim Basarnas mulai menemukan serpihan dan jenazah korban di perairan Selat Karimata. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan pesawat AirAsia kode penerbangan QZ8501 sempat terbang pada ketinggian 34.000 dan naik 3.000 kaki sebelum turun ke ketinggian awal dalam waktu 3 menit 20 detik.
  4. Semua pihak sungguh sangat dikejutkan dengan berita menyedihkan dari tragedi hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 pada 28 Desember 2014 lalu. Banyak kisah pilu yang terjadi di balik kecelakaan yang menewaskan ratusan orang tersebut. Salah satunya menimpa seorang lelaki bernama Firman. Firman dan juga tunangannya berniat untuk menghabiskan liburan bersama di Singapura sekaligus menghadiri pertemuan besar dengan perusahaannya. Mereka berencana berangkat pada tanggal 28 Desember 2014, sampai Firman merasa bahwa akan lebih baik jika ia berangkat terlebih dahulu untuk mempersiapkan pertemuan dengan perusahaan. Firman memang merasa takut kurang persiapan karena pertemuan dengan perusahaan ini akan menentukan masa depannya karena itu ia memutuskan untuk berangkat dulu pada tanggal 27 Desember 2014 untuk mempersiapkan diri. Ia berjanji untuk menjemput tunangannya keesokan harinya di bandara. Firman pun berangkat pada pukul 9 malam dan mendarat dengan selamat pada pukul 22.30. Sebelum berangkat Firman mengirim pesan yang bertuliskan kata sampai jumpa pada tunangannya yang hanya dijawab dengan satu kata yang dingin. Ia merasa bahwa memang tunangannya kesal karena Firman memutuskan untuk berangkat terlebih dahulu. Pada keesokan paginya Firman terbangun dengan mata yang masih buram. Ia melihat ponselnya dan mendapati satu pesan dari tunangannya. Pesan itu bertuliskan kata-kata "Sampai jumpa, Sayang. Selamanya". Firman pun jadi kesal karena ia menganggap tunangannya begitu kekanak-kanakan karena tak ia ajak berangkat bersama. Sampai saat ada sebuah berita yang mengejutkan dari salah satu TV Singapura yang mengabarkan bahwa pesawat yang membawa tunangannya tersebut menghilang. Hati Firman pun serasa hilang. Dari curahan hatinya yang tersebar dalam akun jejaring Path, Firman begitu menyesal dan ia pun berharap bisa mengulang waktu. Andai saja ia berangkat bersama dengan tunangannya, andai ia bisa duduk bersama menikmati kematian yang Tuhan tentukan setidaknya ia tidak akan hidup dengan penuh penyesalan. Dari peristiwa ini ia belajar banyak hal. Akan ada seseorang yang harus direlakan untuk sesuatu atau sesuatu yang harus direlakan untuk seseorang. Hidup merupakan pilihan dan keputusan sekecil apapun akan bisa mempengaruhi semuanya. Life goes on Firman, keep strong!
  5. Tim penyelam berhasil menemukan kotak hitam di dasar laut, beberapa hari setelah Kapal Mahakarya Geo Survey (MGS) menemukan bagian ekor AirAsia. Ekor pesawat ditemukan 11 hari setelah pesawat itu jatuh di Laut Jawa. Berikut kronologi pencarian black box AirAsia QZ 8501, sampai akhirnya tim penyelam berhasil menemukan lokasinya di dasar laut: 12. Januari: Basarnasmenyatakan satu bagian black box, yaitu Flight Data Recorder (FDR)yang mencatat data-data penerbangan telah ditemukan dan diangkat. Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FHB Soelistyo mengatakan, Flight Data Recorder AirAsia QZ8501 ditemukan di bawah puing-puing sayap pesawat. Sementara alat perekam suara kokpit, Cockpit Voice Recorder (CVR), sudah berhasil diketahui lokasinya, tapi belum berhasil diangkat. Soelistyo menegaskan, walaupun kotak hitam telah ditemukan, namun pihaknya tetap fokus pada pencarian korban dan evakuasi. 11. Januari: Tim penyelam Angkatan Laut yang beroperasi bersama Kapal Negara Jadayat menerangkan telah menemukan kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501. Koordinator Tim Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, A Tonny Budiono dalam siaran persnya menyatakan hari Minggu (11/01), kotak hitam itu ditemukan di koordinat 03.37.21 S atau 109.42.42 E dengan kedalaman sekitar 30-32 meter. Kotak hitam belum bisa diangkat karena terhimpit pecahan pesawat. Arus air sangat deras dan jarak pandang hamper 0 meter. Tapi Basarnas belum memberi konfirmasi tentang penemuan kotak hitam. 10 Januari: Bagian ekor AirAsia yang ditemukan di dasar laut akhirnya berhasil diapungkan dengan menggunakan balon gas khusus. Tadi sekitar pukul 11.48 WIB sudah di permukaan. Tapi belum tahu kondisi lapangan seperti apa," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Manahan Simorangkir di Lapangan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Sabtu, 10 Januari 2015. Ekor Air Asia QZ8501 ditemukan di titik koordinat 03 derajat 38' 36" S dan 109 derajat 43' 42" T. 9 Januari: Tim penyelam yang menyelidiki pecahan ekor pesawat di dasar laut tidak menemukan kotak hitam AirAsia QZ 8501. , demikian disampaikan Koordinator SAR Posko Pangkalanbun, Marsekal Pertama SB Supriyadi. Tapi untuk pertama kalinya, tim pencari menangkap sinyal ping sekitar 300 meter dari lokasi ekor pesawat. Tim penyelam sedang diterjunkan , tapi cuaca buruk menjadi penghambat utama. 7 Januari: Kepada Badan SAR Nasional (Basarnas) Bambang Soelistyo menerangkan, tim pencari telah menemukan bagian ekor AirAsia QZ 8501. Di bagian ini biasanya disimpan kotak hitam pesawat. Analisa kotak hitam, yang terdiri dari perekam data-data penerbangan dan perekam suara kokpit, diharapkan bisa menerangkan apa yang terjadi sehingga pesawat tipe Airbus A-320-200 itu jatuh ke Laut Jawa. Sudah 40 jenazah ditemukan tim pencari. 6 Januari: Menurut laporan media, pilot AirAsia QZ 8501 pada 28 Desember sudah mendapat ijin terbang ke Singapura dari ATC di bandara Juanda, Surabaya. Kementerian Perhubungan menyatakan sedang melakukan pemeriksaan tentang simpang siurnya ijin penerbangan. Sedikitnya ada tujuh pejabat tinggi dari Kementerian Perhubungan, Bandara Juanda Surabaya dan perusahaan yang dibayar untuk mengelola lalu luntas penerbangan, AirNav, yang dimutasi atau dinonaktifkan dan sedang menjalani pemeriksaan. 5 Januari: Otoritas penerbangan Indonesia membekukan ijin terbang AirAsia untuk rute Surabaya-Singapura. AirAsia menyatakan menerima keputusan itu. Berbagai teori dibahas mengenai sebab jatuhnya pesawat. Beberapa pengamat menerangkan, pilot kemungkinan mencoba naik ke posisi yang lebih tinggi, tapi pesawat terlalu lambat sehingga jatuh ke laut. 4 Januari: Cuaca buruk diperkirakan menjadi "faktor utama" yang menyebabkan AirAsia QZ 8501 jatuh ke laut. Beberapa pengamat dan ahli penerbangan menerangkan, kemungkinan besar mesin pesawat terganggu karena udara membeku. 3 Januari:Tim pencari menemukan dua serpihan besar AirAsia. Sudah 30 jenazah berhasil ditemukan. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan, AirAsia QZ 8501 terbang ke Singapura tanpa ijin. Hal itu dibantah oleh manajemen AirAsia. Seorang mantan pilot juga meragukan keterangan Menteri Perhubungan. Tidak ada pilot profesional yang berani terbang membawa penumpang tanpa ijin, katanya. 31 Desember: Cuaca buruk menghambat upaya pencarian dan evakuasi. Tim penyelamat beberapa kali harus kembali ke darat dengan tangan kosong. Tapi akhirnya beberapa jenazah berhasil dievakuasi. Dua jenazah kemudian dapat diidentifikasi. 30 Desember: Beberapaserpihan pesawat terlihat mengapung di permukaan air. Tidak lama kemudian, satu jenazah ditemukan. Pesawat pencari melaporkan melihat juga "bayangan" di dasar laut yang kemungkinan besar badan pesawat. 29 Desember: Jejak QZ 8501 belum ditemukan. Kondisi cuaca dilaporkan sangat buruk ketika pesawat kehilangan kontak. Tawaran bantuan dari luar negeri terus berdatangan. Cina dan Australia mengerahkan kapal perangnya menuju perairan yang diduga menjadi posisi terakhir pesawat sebelum menghilang dari radar. Pilot AirAsia QZ 8501 sebelumnya meminta ijin untuk naik dari ketinggian 32 ribu ke ketinggian 38 ribu kaki. Namun karena saat itu lalulintas penerbangan di atasnya cukup ramai, ATC belum memberikan ijin. 28 Desember: Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 8501 hilang dari radar, sekitar 40 menit setelah lepas landas dari bandara Juanda, Surabaya, dengan tujuan Singapura. Saat kontak terputus dengan Air Traffic Control (ATC) pesawat itu berada di sekitar Selat Karimata antara Kalimantan dan Sumatra. Pesawat hilang dari radar pukul 6.18 WIB. Otoritas penerbangan baru mengumumkan pesawat itu hilang pukul 7.55 WIB. Aksi pencarian langsung dilakukan. Singapura dan Australia menawarkan bantuan.
  6. Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengungkap identitas sepasang jasad yang ditemukan tim penyelam SAR gabungan saat menyelam di sekitar lokasi ditemukannya ekor pesawat AirAsia QZ8501. Dua jasad teridentifikasi sebagai pasangan suami istri warga negara Korea Selatan bernama Seong Beom Park (37) dan Kyung Hwa Lee (34). Jasad Seong Beom Park dan istrinya Kyung Hwa Lee teridentifikasi dari data sekunder dan primer serta berbagai properti yang ditemukan pada jasad keduanya. Jasad Park dan Lee merupakan dua jenazah yang ditemukan tim penyelam TNI AL di dasar laut tak jauh dari lokasi ditemukannya ekor AirAsia QZ 8501 di Selat Karimata. Kedua jasad ditemukan pada Jumat 9 Januari 2015 dalam kondisi duduk di kursi penumpang dan masih terikat sabuk keselamatan. Saat ditemukan, jasad Park tengah memeluk erat kursi bayi yang diduga tempat yang duduki bayinya bernama Yuna Park selama penerbangan dari Bandara Juanda menuju Singapura. Dari bukti temuan itu, terlihat Park dan Lee ingin berusaha melindungi bayinya saat pesawat jatuh dan tenggelam di lautan. Sayangnya, tim SAR gabungan tidak menemukan bayi berusia 11 bulan itu di lokasi ditemukannya kedua jasad orangtuanya. Dari data manifest AirAsia QZ8501 diketahui, dalam penerbangan itu, Park dan Lee duduk bersampingan dengan nomor bangku 3F dan 4F di kabin zona satu. Hingga hari ini, belum diketahui di mana dan bagaimana nasib Yuna Park. Yang tertinggal dari bayi itu hanya kursi bayi yang kini berada Posko SAR Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
  7. Mendengarkan rekaman dari kotak hitam (black box) pesawat yang mengalami kecelakaan bukanlah hal yang mudah, tidak seperti mendengarkan musik atau perbincangan biasa. Membutuhkan mental kuat bagi para investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Kami mendengarkan detik-detik sebelum mereka menemui ajal. Itu nggak mudah. Itu mengganggu," kata Investigator KNKT, Nurcahyo Utomo, di lapangan udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Minggu 11 Januari 2015. Apalagi, saat ini Nurcahyo juga harus mendengar percakapan pilot AirAsia QZ 8501. Ini tugas yang sangat berat baginya, meskipun ia sudah melakukan pekerjaanya ini sejak tahun 1997. "Pilotnya itu Pak Indriyanto, itu senior saya. Dia yang ngajarin saya terbang. Kebayang nggak, saya harus dengar percakapan terakhir dia," katanya. Pengalaman mendengarkan rekaman dari kotak hitam juga tidak hanya mengganggu dirinya. Bahkan, seringkali para investigator terkesima oleh suara-suara menjelang ajal. "Kami dengar itu gimana rasanya. Allahu Akbar, Allahu Akbar, beberapa detik terakhir sebelum menemui ajal. Merinding kami," katanya. Tim investigasi harus mendengarkan ini berkali-kali. "Kami sering terdiam saat rekaman habis beberapa saat. Sampai ada yang ngingetin rekaman harus diputar ulang," katanya. Walau berat, ia tidak bisa mengelak dari tugas itu. Di mana mendengar percakapan terakhir di black box menjadi salah satu kunci mengungkap kecelakaan AirAsia. "Kami akan tahu apa sih yang sebenarnya terjadi dari percakapan pilot atau co-pilot sesaat pesawat itu mengalami kecelakaan," katanya.
  8. Dua kapal milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menangkap sinyal Emergency Locator Transmition (ELT) dari black box AirAsia QZ8501. Tak hanya itu, kapal milik BPPT juga menemukan obyek besar. "Kami juga temukan 2 obyek besar. Obyek itu terekam menggunakan sonar 2 kapal. Tapi kami belum bisa pastikan itu AirAsia atau bukan," kata Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo di kantor BPPT, Jakarta, Minggu 11 Januari 2015. Menurut Indroyono, objek itu belum bisa dikonfirmasi kebenarannya. Harus diperiksa lebih dulu melalui penglihatan para penyelam. Sama seperti penemuan ekor pesawat. Kendati demikian, Indroyono percaya citra yang ditangkap sonar tidak meleset seperti pada peristiwa Adam Air. "Kita percaya karena ini berdasarkan pengalaman waktu Adam Air, Kapal Bahuga Jaya, bis dan sedan di jembatan Kutai, saya berpendapat, ini sekian kalinya dapatkan black box," ujar Indroyono. Hasil temuan ini akan segera dikonfirmasi kebenarannya. Setelah benar-benar terkonfirmasi, semua informasi diserahkan ke Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) untuk ditindaklanjuti. "Itu tugas KNKT. Dan itu dilaporkan untuk penyelam diturunkan di lokasi. Karena kalau kita yang angkat takutnya rusak, karena itu dikirim penyelam," tandas Indroyono. Sebelumnya, 2 Kapal BPPT menangkap sinyal ELT AirAsia di perairan Selat Karimata. Dua kapal itu yakni Baruna Jaya I dan Java Imperia. Kedua kapal menangkap sinyal ping AirAsia di koordinat berbeda dengan jarak 2,5 kilometer barat laut dari lokasi ekor Pesawat AirAsia QZ8501 yang sudah ditemukan lebih dulu.
  9. Hari kedelapan, evakuasi penumpang dan kru AirAsia QZ8501 terus dilakukan di perairan Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Sudah 31 jenasah yang berhasil diangkat dari laut untuk dikembalikan kepada keluarga korban dari total 162 penumpang dan awak. Evakuasi terhambat oleh faktor cuaca, padahal seluruh armada dari seluruh satuan telah diturunkan. Bahkan negara sahabat yaitu Amerika Serikat, Rusia, Jepang, Korea Selatan, Australia, Malaysia, dan Singapura juga turut membantu. Warga sekitar lokasi menyebut ada makhluk gaib yang membuat proses evakuasi sulit dilakukan. Warga mengatakan ada makhluk astral yang mendiami lautan dan biasa disebut dengan Ratu Junjung Buih. “Kalau di daerah Jawa namanya Ratu Laut Kidul. Kalau di Pangkalan Bun namanya Ratu Junjung Buih,” kata Gusti Kadran, seorang warga Kelurahan Baru, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Cucu Ratu Sukma Alamsyah ini mengatakan bahwa makhluk ini masih satu lingkup dengan kesultanan yang ada di Pangkalan Bun. Dia juga sudah melakukan komunikasi dengan makhluk gaib itu dan berharap ada hal positif dari komunikasi itu. “Sudah ada komunikasi. Mudah-mudahan hari ini ada hal-hal yang positif. Kalau tidak ada yang positif lebih baik kita komunikasi langsung,” kata Kadran. “Sampai saat ini belum ada (permintaan). Semoga makhluk di sana mau toleransi dan mengikhlaskan walupun sebenaranya sulit. Karena kita beda alam,” tuturnya. Dia juga menghimbau agar, tim SAR yang melakukan evakuasi melakukan doa bersama. Sebab, evakuasi tidak bisa hanya dilakukan dengan kekuatan manusia. “Jangan kekuatan dhohir saja, kita harus harga kekuatan gaib karena itu lebih dominan. Makhluk ini lebih kuat daripada kita,” pungkasnya. Ngeri ndral
  10. Tak semua hal bisa dijangkau oleh nalar manusia. Seperti halnya dalam proses evakuasi korban AirAsia QZ8501 yang dinyatakan jatuh pada Minggu, 28 Desember 2014 di Selat Karimata, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Ada banyak cerita yang terekam dan sulit dipercaya. Hanya mereka yang dianggap memiliki indra keenam yang bisa menyaksikannya. Seperti apa? Berikut tiga cerita mistik. 1. Di tubuh Cleaning Service RSUD Sultan Imanuddin Mengalir Darah Sarinah, cleaning service (CS) yang bekerja di bagian luar sekitar ruang peti jenazah Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kalteng merasa takut. Bau mayat yang menyegat membuatnya merinding. Ketakutan wanita itu terus bertambah karena mendengar cerita kondisi jenazah saat ditemukan ada yang sudah tidak dalam keadaan utuh. "Panas dingin juga sempat saya rasakan karena melihat tetesan darah mengalir," kata Sarinah. Cerita ketakutan Sarinah tidak berhenti sampai di sini. Bayang-bayang kegelisahan itu semakin menjadi ketika tiba di rumahnya. Oleh anaknya, M Rahman yang berumur tiga tahun, dilihatlah darah yang mengalir di tubuhnya. "Mama, itu di tubuh dan wajah mama kenapa banyak darah sambil berteriak-teriak ," ujar Sarinah menirukan omongan anaknya. Sarinah memercayai dan sadar bahwa roh korban yang meninggal telah mengganggu anaknya. Ia segera meminta tolong kepada Sarin, kakek yang dianggap 'pintar'. Dengan air yang telah dibacakan mantra, Sarin menyerahkan ke Rahman untuk meminumnya. Selang beberapa menit sang anak tertidur pulas. "Selama lima hari bekerja membantu di rumah sakit anak ini tidak pernah seperti ini. Apalagi selama ini selalu ikut di rumah sakit saat saya bekerja tidak apa-apa, kata kakeknya ada sawan jenazah yang menempel di tubuh saya," ujarnya. Beda yang dialami Sarinah, petugas Cleaning Service Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kalteng, lain pula yang ditemui anggota TNI AU Lanud Iskandar, Mulyadi. Jika Sarinah terlihat oleh anaknya penuh mengalir darah, Mulyadi justru dihantui dengan bayangan pria yang berbadan besar. 2. Dibayang-bayangi Pria Besar saat Sendiri di Mobil Mulyadi menceritakan peristiwa yang dialami itu terjadi saat hendak pulang ke rumahnya usai mengangkat jenazah dari ambulans di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng menuju pesawat Hercules TNI AD untuk diterbangkan ke Lanud Juanda, Surabaya. Usai ikut mengangkat jenazah tersebut, kata dia, malam hari sekitar pukul 19.00 WIB, ia pulang ke rumah menggunakan mobil dengan menyetir sendiri. Tiba-tiba di sampingnya muncul sosok pria besar. Tapi bayangan itu muncul sepintas. “Pria itu tiba-tiba duduk di samping saya. Perawakannya saat itu tinggi dan besar. Saya kaget, setelah itu dia cuman tersenyum kemudian menghilang,” kata Mulyadi. Mulyadi menerka bahwa kemungkinan besar pria itu roh dari jenazah yang diangkutnya. Tujuan mendatanginya kata dia, kemungkinan untuk mengucapkan terima kasih kepadanya karena turut membantu mengevakuasi dan mengantarkan ke daerah asalnya. “Kejadian itu sempat membuat bulu kuduk saya merinding malam itu. Karena itu sampai sekarang saya masih teringat,” katanya.
  11. Dua jenazah korban AirAsia QZ8501 kembali ditemukan di hari ke-13 pencarian, 9 Januari 2015. Kedua jasad saat ini diangkat ke Kapal Mahakarya Geo Survey (MGS) yang berada di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Kedua jenazah itu berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Mereka duduk bersebelahan, dan diangkat dari laut bersama kursi yang mereka duduki. Ada tiga kursi yang terangkat, dan dua kursi berisi jasad mereka. Untuk jasad pria terlihat masih mengenakan gendongan bayi di dada. Saat ini kedua jenazah telah dimasukkan ke kantong jenazah. Semula Kapal MGS diberitakan menemukan satu jenazah. Namun dalam proses evakuasi terungkap bahwa jenazah yang ditemukan ternyata dua, bukan hanya satu. Sementara sebelumnya, dua jenazah lain telah lebih dulu ditemukan dan diangkat ke Kapal KN Pacitan milik Basarnas serta Kapal Diraja Kasturi milik Malaysia. Saat ini kedua jenazah telah dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun. Sampai hari ini, sudah sekitar 46 jenazah yang ditemukan Tim SAR Gabungan di bawah komando Badan SAR Nasional. Total ada 162 orang yang berada di dalam pesawat AirAsia nahas yang jatuh ke laut pada Minggu, 28 Desember 2014.
  12. Sepekan pencarian pesawat AirAsia belum juga menemukan kerangka utama badan pesawat. Semua kekuatan telah dikerahkan. Namun buruknya kondisi cuaca masih menjadi kendala tim gabungan untuk menyusuri perairan di wilayah Selat Karimata. Meski demikian, Direktur Operasional Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Pertama TNI SB Supriyadi mengisyaratkan ada secercah harapan, meski belum signifikan. "Dari hasil pencarian menggunakan sonar detector, ada dua titik yang posisinya mulai terdeteksi masuk radar," kata Supriyadi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Sabtu petang 3 Januari 2014. Titik lokasi yang menjadi dugaan tim pencari unsur laut itu mengarah pada benda yang dicurigai sebagai badan pesawat. Namun Supriyadi belum bisa memastikan dugaan tersebut, lantaran titik itu bisa saja mengarah pada kapal tenggelam, atau hanya sekadar benda-benda berupa besi yang tenggelam. Sedianya pendeteksian lebih lanjut bisa dilakukan dengan cara menurunkan robot air untuk merekam dugaan benda tersebut dengan menggunakan kamera. "Tapi lokasi di sana sangat ekstrem," ujarnya. Ombak setinggi empat meter, angin berkecepatan mencapai 35 knot, dan hujan lebat menjadi kendala utama para pencari unsur laut. Alat yang digunakan untuk merekam bawah laut juga terpengaruh oleh liarnya gelombang dan arus deras. "Jarak pandang hanya dua meter. Artinya area di disitu butek," ujarnya. Supriyadi mengatakan, saat ini tim unsur laut masih terus bergerak untuk berupaya memecahka misteri dua titik lokasi yang masuk deteksi radar sonar di area los contact terakhir QZ 8501. "Mudah-mudahan semua bisa bukti apapun bisa kami temukan lagi sebagai bukti keberadaan pesawat AirAsia itu," ujarnya. Perkembangan terakhir, tim pencari gabungan insiden jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 telah berhasil mengevakuasi 30 jenazah sampai hari ini, Sabtu 3 Desember 2014. Seluruh jenazahnya sudah tiba di Surabaya dan sebagian besar sudah melalui proses identifikasi oleh tom DVI Polda Jawa Timur. Dari jumlah itu, empat orang jenazah diantaranya sudah diserahkan ke korban dan menyusul ada dua jenazah yang baru teridentifikasi hari ini. Badan SAR Nasional mengatakan cuaca buruk masih menjadi kendala utama operasi pencarian dan evakuasi para korban dan badan pesawat. Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 hilang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Singapura pada Ahad pagi lalu. Terdapat 155 penumpang dan tujuh awak di pesawat tersebut, tujuh orang diantaranya berkewarganegaraan asing. Sumber: CNN Indonesia
  13. Kisah pilu mengenai pesawat AirAsia QZ8501 yang menghilang dan diduga hancur berkeping-keping beberapa waktu lalu masih menyisakan duka. Sebanyak 155 penumpang dan 7 kru pesawat bisa dipastikan ikut meninggal beserta kepingan itu. Di antara 7 kru pesawat tersebut, ada seorang pramugari cantik bernama Nisa Fauzie yang mendapat banyak bela sungkawa dari publik. Seperti apa orangnya? Yuk kita kenang bersama-sama lewat foto-foto ini.
  14. Tidak ada seorang pun menduga, peringatan pengguna salah satu forum di China pada 15 Desember mengenai akan jatuhnya pesawat AirAsia, betul-betul terjadi. Jika anda bisa berbahasa China, silakan lihat sendiri di sini, dan apabila anda tak memahami bahasa China, silakan cek di sini alih bahasa otomatis oleh Google Translate. Para pengguna forum bbs.tianya.cn hari itu, 15 Desember tidak begitu menghiraukan pesan dari pengguna tak dikenal tersebut. Pengguna lain malah menertawakan dan mengejeknya saat menyangkutpautkan peringatannya mengenai akan hilangnya AirAsia dengan jatuhnya MH370 dan MH17 dari Malaysia Airline. Dengan gamblang dirinya menegaskan bahwa AirAsia akan menjadi target berikutnya. Ia sempat mewanti-wanti jangan sampai pembaca terbang menggunakan pesawat Malaysia dalam waktu dekat. Amerika Serikat ada di balik itu semua, menurutnya. Setelah peringatannya menjadi nyata, dan postingan forumnya dibanjiri komentar, belakangan diduga pengguna yang memposting tulisan itu agen intelijen China atau hacker yang berhasil mengintip misi rahasia Amerika Serikat yang disebut Black Hand, lalu ingin berbuat sesuatu untuk menyelamatkan penumpang maskapai penerbangan Malaysia. Situs berita Vietnam, SaoOnline, 21 Juli lalu menerbitkan sebuah berita bahwa seorang yang pernah menjadi petugas keamanan nasional yang juga seorang model, Dong Yen Ngoc mengaku mengetahui operasi intelijen barat yang mengancam penerbangan Malaysia. Lihat di sini (saoonline.com) untuk membuka berita tersebut, dan cek di sini versi google translate. Namun Dong Yen Ngoc enggan menyebut nama maskapai secara spesifik. Dirinya menulis: “Setahun yang lalu saya menerima sumber intelijen mengingatkan jika ingin pergi keluar negeri, hindari pergi lewat 2 maskapai Malaysia dan satu perusahaan lagi (saya takkan sebutkan agar tak mengganggu kenyamanan banyak orang). Maka saya bertanya apakah di Vietnam? Pertanyaan saya tidak dijawab. Dia hanya mengatakan, berikutnya akan lebih buruk, dia hanya berusaha membantu saya agar tetap hidup.” Banyak pihak meyakini bahwa Duong Yen Ngoc saat ini masih seorang intelijen Vietnam, yang karena tidak tega, model iklan dan artis Vietnam ini memposting peringatan di akun facebooknya di sini. Meski peringatan kedua agen intelijen di atas tidak bisa dikatakan berhasil, namun tidak bisa juga disebut gagal, sebab faktanya tidak seorang pun warga Cina atau Vietnam yang menjadi korban. Atas kejadian ini banyak pengguna sosial media yang menyadari betapa status atau postingan yang dianggap sepele sesungguhnya bisa mencegah terjadinya hal buruk, bahkan menyelamatkan banyak nyawa. Di bawah ini sederet daftar kecelakaan pesawat Malaysia setahun terakhir: MH370, Malaysia Airlines Boeing 777 pada 8 Maret hilang tanpa jejak saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Setelah pencarian yang panjang di Samudera Hindia, tak secuil puing pun ditemukan. Empat bulan kemudian, tepatnya pada 4 Oktober, beberapa peralatan pesawat ditemukan di 3000KM barat Australia berupa sonar, kamera and sensor bahan bakar. 239 penumpang dan awak dinyatakan tewas. MH17, Malaysia Airlines Boeing 777 pada 17 Juli ditembak jatuh di wilayah udara Ukraina saat melakukan penerbangan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. 298 penumpang dan awak, tewas. QZ8501, AirAsia tipe Airbus A320-200, hilang saat terbang dari Surabaya menuju Changi. 162 penumpang dan awak tewas. Bagaimana mungkin 3 pesawat berbasis negara yang sama, yakni Malaysia, jatuh dalam waktu kurang dari 1 tahun? Professor Jeff Rosenthal menjelaskan bahwa kemungkinan pesawat jatuh hanyalah 0.00001% dan persentase kecelakaan justru jauh lebih tinggi di saat anda dari pintu rumah menuju bandara, dibandingkan saat memasuki pintu pesawat hingga keluar dari pintu pesawat, menurut data statistik. Tentunya perlu kita semua ketahui, di bawah ini daftar maskapai pesawat komersial asal Malaysia: Sudah dua orang yang diduga intelijen Cina dan Vietnam, bahkan salah satunya artis terkenal, yang berani mempertaruhkan karir bahkan nyawanya untuk menyelamatkan orang-orang. Sekarang giliran anda untuk berbuat sesuatu, bagikan artikel ini untuk memberitahu yang lain. Jangan sampai jatuh lebih banyak korban.
  15. Flightradar24 merekam perjalanan terakhir AirAsia QZ8501, sebelumnya aplikasi ini juga mencatat riwayat Malaysia Airlanes MH370. Apa rahasia kecanggihannya? Flightradar24 adalah sebuah layanan berbasis internet yang dapat memperlihatkan informasi lengkap sebuah penerbangan pesawat. Layanan ini dapat memperlihatkan asal dan tujuan penerbangan, nomor penerbangan, jenis pesawat, posisi, ketinggian hingga kecepatan. Dikutip dari halaman Flightradar24, untuk menampilkan data yang akurat layanan ini mengumpulkan informasi dari beberapa sumber. Menggali Data dari Satelit Pertama, Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B). ADS-B adalah teknologi yang dapat menentukan posisi pesawat serta navigasinya melalui gelombang radio dan sebuah satelit. Teknologi yang digunakan sebagai radar sekunder ini memungkinkan sebuah pesawat dapat dilacak keberadaannya oleh stasiun kontrol di darat serta pesawat lain untuk menghindari terjadinya tabrakan pada sebuah jalur. Setiap pesawat seharusnya memiliki teknologi ini di dalamnya. Namun ada beberapa pesawat non komersial yang tidak menyematkan alat ini dengan alasan privasi. ADS-B mengirimkan sinyal dengan frekuensi 1090 Mhz yang berisi data lengkap pesawat secara simultan. Gelombang sinyal radio ini ditangkap oleh perangkat penerima yang dimiliki Flightradar24 yang kemudian ditampilkan melalui sebuah gambar. Flightradar24 memiliki lebih dari 4.000 perangkat penerima sinyal ADS-B di seluruh dunia. Karena frekuensi yang digunakan pada gelombang ini cukup tinggi (1090 Mhz), setiap perangkat penerima hanya dapat mendeteksi sinyal dengan radius 400 kilometer. Untuk kawasan Eropa, hampir 99 persen wilayah telah tercakup jangkauan perangkat penerima gelombang ADS-B ini. Untuk kawasan Asia dan sekitarnya, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Australia memiliki jangkauan yang sangat baik. Memakai Teknik Pencari Lokasi Kedua, dengan menggunakan Multilateration Flightradar 24. Multilateration atau MLAT adalah sebuah teknik navigasi yang dilakukan berdasarkan pengukuran jarak ke dua bandara terdekat yang menjadi acuan. Teknik ini serupa dengan penentuan lokasi pengguna ponsel dengan memanfaatkan BTS yang ada di sekitarnya. Metode ini tidak sama dengan perhitungan yang dilakukan menggunakan teknologi ADS-B. Hasil perhitungan jarak yang dihasilkan bukan berupa angka statistik dan koordinat, melainkan sebuah kurva yang memuat dua buah garis. Garis pertama adalah perkiraan jarak terhadap bandara pertama yang dijadikan acuan dan garis kedua adalah perkiraan jarak dengan bandara ke dua. Kedua garis ini membuat sebuah grafik menyilang dan menghasilkan sebuah titik temu. Titik inilah yang menjadi prediksi mengenai posisi pesawat yang terdeteksi. Metode pelacakan dengan teknik MLAT ini telah banyak digunakan sejak Perang Dunia II. Sistem ini terus digunakan dan semakin luas penerapannya. Salah satunya adalah teknologi Global Positioning System (GPS) yang mengadopsi dasar dasar metode ini. Bekerjasama dengan Otoritas Penerbangan Selain menggunakan peralatan canggih seperti ADS-B dan MLAT, Flightradar24 juga mendapatkan data lengkap dari Federal Aviation Administration (FAA). FAA adalah otoritas penerbangan nasional Amerika Serikat. Lembaga ini berada di bawah Departemen Perhubungan AS dan dibuat untuk mengatur dan mengawasi semua aspek penerbangan sipil di AS. Dari lembaga ini Flightradar24 mendapatkan informasi akurat mengenai detail penerbangan seperti nomor pesawat, jadwal penerbangan, hingga estimasi waktu. Data yang dihasilkan FAA sendiri berasal dari data radar pesawat yang mencakup sebagian besar lalu lintas udara kawasan Amerika Serikat, Kanada, Atlantik dan Samudera Pasifik. Melacak GPS Pesawat FLARM adalah sebuah perangkat elektronik yang memiliki cara kerja yang sama dengan ADS-B. Perbedaannya, alat ini memiliki jangkauan yang lebih rendah. Alat ini dapat memberikan keterangan berdasarkan GPS internal yang terdapat pada pesawat. FLARM juga mengeluarkan sebuah gelombang radio yang dapat menjangkau radius 3 hingga 5 kilometer. Alat ini banyak digunakan pada pesawat militer seperti Sukhoi, Fokker dan Bomber. Tidak seperti ADS-B, konsumsi daya yang digunakan pada FLARM sangat minim sehingga banyak digunakan pada pesawat dengan ukuran yang kecil. Flightradar24 menggunakan teknologi ini untuk melacak beberapa pesawat komersial maupun non komersial berukuran kecil serta pesawat militer.
  16. Kopilot pesawat Hercules C130 dari Lanud Halim Perdanakusuma, Letnan Satu Penerbang Tri Wibowo, mengaku melihat sekitar delapan jasad manusia terombang-ambing di Selat Karimata. Tiga dari delapan jasad itu, kata Tri, saling bergandeng tangan satu sama lain. "Ada tujuh sampai delapan orang. Tiga (di antaranya) lagi bergandeng tangan," kata Tri di kokpit pesawat dalam penyusuran wilayah perairan selatan Kalimantan. Selain jasad manusia, Tri juga melihat beberapa obyek lainnya, seperti tas koper, pelampung, dan serpihan yang diduga milik pesawat AirAsia QZ8501. Menurut Tri, informasi tersebut telah dia sampaikan ke KRI Budi Utomo yang terlibat dalam proses evakuasi. "Ada Koper-koper dan kayak ada orang pakai pelampung. Saat ini sudah dilakukan proses evakuasi," ucap dia. Sebelumnya diberitakan, untuk mengecek kebenaran mengenai penampakan obyek-obyek yang diduga milik pesawat AirAsia QZ8501, Panglima Komando Operasi Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Muda Dwi Putranto beserta tim Basarnas melakukan pengecekan dengan menggunakan helikopter ke Selat Karimata, tepatnya di sekitar perairan Teluk Air Hitam, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa 30 Desember 2014. Dwi berangkat dari Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, sekitar pukul 13.00. Sebelum naik ke atas pesawat, Dwi mengatakan bahwa dia memang harus mengecek langsung ke lokasi untuk memastikan informasi yang ia terima dari para kru pesawat Hercules C130.
  17. Pesawat AirAsia hilang kontak dalam penerbangan dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Singapura pada Ahad pagi, 28 Desember 2014. Pesawat jenis Airbus A320-200 ini membawa 155 penumpang. Hingga pukul 10.20, pesawat ini belum tiba di tujuan. Berikut ini informasi tentang AirAsia tersebut: Nomor Penerbangan: QZ8501 Jadwal Terbang: 05.20-08.30 Nomor Regristrasi : PK-AXC Komposisi Kru Kapten: Iriyanto Kopilot: Remi Emmanuel Plesel Staf Pramugari Senior: Wanti Setiawati Pramugari/pramugara: Khairinusi Haidar Fauzi, Oscar Desano, dan Wismoyo Ari Prambudi Teknisi: Saiful Rakhmad Jumlah penumpang: 138 dewasa, 16 anak, dan 1 bayi Bagasi: 106 Collies/1.305 kilogram Kargo: nihil
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy