Jump to content

iiee

Member
  • Posts

    227
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    3

Everything posted by iiee

  1. Setelah paman coki terkena masalah narkoba dan juga nonton video sex cowok, gimana tanggapan jendral jendral?
  2. udah lama gak kunjungi ini web

  3. hei ndral piye kabar?

  4. Ada yang bisa bantu jelasin apa itu 4.0 atau 5.0? Terus perbedaannya apa?
  5. "Berubah itu berisiko, tapi tidak mau berubah itu lebih berisiko." Demikianlah kalimat yang dilontarkan oleh Bayu, pengusaha ternak kambing dan domba asal Sleman, DI Yogyakarta. Peternakan yang tepatnya berdiri di Kecamatan Moyudan itu bernama 78 Farm. Peternakan yang telah berdiri lama itu berhasil mengucurkan harta kekayaan ke dalam kantongnya sebanyak lebih dari ratusan juta rupiah. Bayu tak menyebutkan nominal pastinya. Namun, jika melihat kisah hidupnya, perkiraan pendapatan dan harta kekayaannya boleh jadi benar. Pasalnya, jauh sebelum sesukses sekarang, Bayu mesti menghadapi jalan terjal dan berbatu. Kalimat yang dilontarkan Bayu di awal tadi benar-benar merepresentasikan perubahan hidup dirinya. Jauh sebelum jadi pengusaha ternak, Bayu merupakan pekerja biasa di sebuah distro atau toko baju di Jakarta. Ia merantau ke Ibukota lantaran keuangan masa mudanya yang tak menemukan angin segar di tanah kelahiran. Selama hampir 12 tahun Bayu bekerja di toko baju tersebut guna bertahan hidup. Tentu saja, meski bekerja di wilayah Jakarta, gaji Bayu tidaklah seberapa. Menjadi seorang karyawan sebuah distro jelas tak cukup untuk membiayai mimpi besarnya. Kecuali Bayu hanya berniat bertahan hidup, barangkali cukup. Buktinya, ia tak hanya mampu membiayai kebutuhannya sendiri, melainkan juga kebutuhan hidup keluarganya, anak dan istri. Namun, suatu ketika sang istri mengajak Bayu pulang kampung dan meninggalkan Ibukota. Mulanya Bayu menolak lantaran usahanya sedang aman dan merasa mencari uang di Jakarta amatlah mudah. Selama tiga tahun, Bayu dan istri terus membicarakan soal pulang kampung dan meninggalkan bisnisnya di Jakarta. Bukan tanpa alasan sang istri meminta Bayu untuk pulang. Ia merasa rutinitas di Ibukota sangatlah padat sehingga membuat dirinya sukses. Apalagi jenis pekerjaan Bayu bukanlah jenis pekerjaan yang kenal waktu. Setelah bertahun-tahun berdebat, akhirnya Bayu luluh dan menuruti permintaan sang istri untuk pulang ke Yogyakarta. Sesampainya di Kota Istimewa, Bayu jelas bingung bagaimana ia akan bertahan hidup dan menghidupi keluarganya. Meski demikian, Jogja bukanlah kota asing Bayu. Ia lahir dan menjalani masa kecil di kota pariwisata itu. Bayu ingat, jauh sebelum memutuskan merantau ke Jakarta, dirinya pernah punya cita-cita membangun usaha ternak. Akhirnya, bermodalkan tabungan selama bertahun-tahun kerja, Bayu membangun sebuah peternakan. Sayangnya, ia membangun peternakan tersebut dengan penuh ambisi dan tanpa perhitungan. Ia membiayai segala ongkos produksi peternakannya dengan jor-joran tanpa hitung untung dan rugi. Tak terasa, bukannya mendapatkan untung, Bayu justru mendulang kerugian hingga Rp 200 juta. Awalnya ia merasa jatuh. Namun, berkat lingkaran pertemanannya yang sehat, Bayu berhasil kembali bangkit. Kerugian sebanyak Rp 200 juta tersebut berhasil kembali hanya dalam satu tahun. Saat ini, ia total telah punya ribuan ekor kambing dan domba yang terbagi ke dalam 13 jenis, mulai dari perahan, indukan, hingga pedaging. Peternakan 78 Farm juga berhasil menguasai pasar nasional.
  6. Studi terbaru dari Tallin University Estonia menyebut aplikasi percakapan Whatsapp lebih berbahaya dalam menyebarkan hoaks terkait covid-19. Meski demikian platform media sosial lain juga punya peran besar terkait persebaran hoaks itu. Studi dari Tallin University mengambil tempat di Jerman dan Israel. Studi mengungkap hoaks yang menyebar di Whatsapp grup saat ini lebih berbahaya ketimbang aplikasi lainnya. Pasalnya, identitas penyebar hoaks di Whatsapp lebih jelas ketimbang yang disebarkan melalui platform media sosial. Sehingga banyak dari pesan berantai hoaks diterima dan disebarkan begitu saja oleh masyarakat. Studi juga menyebut penyebaran hoaks itu berupa pesan berantai. Menariknya pesan berantai itu didapatkan dari platform media sosial lain seperti Facebook, Twitter atau Instagram. Selain itu studi ini juga menjelaskan sejumlah platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan aplikasi percakapan Whatsapp sudah membuat kebijakan untuk melawan hoaks. Namun kebijakan yang mereka ambil berlaku mirip di semua negara sehingga kurang spesifik.
  7. Udah lama gak buka ngobas hehe

  8. Duit sekarnag bakal dibenci, Bitcoin disayang ?
  9. Jelas bahaya, virusnya lebih tinggi daripada flu
  10. Yang gratis ada gak? Mau dong yang gratis
  11. iiee

    Anak Jakarta Selatan

    Katanya sih ini anak Jakarta Selatan
  12. iiee

    Anak Jakarta Selatan

    From the album: Anak Jakarta Selatan

  13. iiee

    Anak Jakarta Selatan

    From the album: Anak Jakarta Selatan

  14. iiee

    Anak Jakarta Selatan

    From the album: Anak Jakarta Selatan

  15. Ya Tuhan, semoga gak ada yg bertambah kematiannya
  16. Porsche dikabarkan sedang mengembangkan versi coupe dan cabrio dua pintu dari varian Panamera. Model baru ini dirancang untuk menyaingi BMW Seri 8 dan Aston Martin Vantage. Menurut laporan, yang tidak dibantah oleh tokoh-tokoh senior di perusahaan ini, dua varian grand tourer-ini akan dirilis tahun depan. Mobil ini dirancang untuk menawarkan kepraktisan yang lebih baik dan ruang kabin nuansa lapang dari varian 911, meskipun konsepnya tetap sebagai 2+2 atau empat penumpang. Ditanya konsep mobil tersebut, bos desainer Porsche, Michael Mauer, yang merancang Panamera, mengatakan. "Sebagai seorang desainer tidak ada batasan untuk apa yang bisa saya visualisasi," kata Michael Mauer, Bos Desain Porsche saat ditanya tentang konsep tersebut. "Saya percaya ini adalah peran departemen desain untuk membuat sketsa dan mempertimbangkan setiap model yang bisa dilakukan di masa depan sehingga kita siap untuk menghadapi proyek ini," ujarnya. “Tetapi apabila Anda meminta saya untuk mengkonfirmasi kapan proyek ini akan dijalankan, maka Anda akan kecewa. Karena bukan peran saya untuk memutuskan hal-hal seperti itu." Laporan media Jerman seperti diwartakan Autocar.co.uk menyebutkan mobil ini sudah sangat hebat dan berspekulasi bahwa mereka akan menggunakan versi platform lebih pendek dari MSB Panamera. Apakah versi konsep Bentley EXP10 Speed 6 2015 akan diberikan lampu hijau? (sepertinya tidak). Ada kemungkinan bahwa ini juga bisa menggunakan platform sama seperti Panamera, untuk menekan biaya produksi. Ada juga yang menyebutkan bahwa mobil tidak akan membawa nama Panamera, agar menciptakan kesan lebih sporty. Sementara itu, opsi powertrain diperkirakan akan diambil dari jajaran Panamera dan menyertakan opsi plug-in hybrid, mengingat kebutuhan untuk mengurangi emisi kendaraan secara keseluruhan dan fakta bahwa lebih dari setengah pembeli Porsche Panamera Eropa memilih pengaturan itu saat ini.
  17. Dengan "Mode Drift", Anda dapat melepaskan adrenalin dengan KIA Stinger GTS. Diusung oleh bentuknya yang ramping dan penekanan pada sisi sporti-nya, Kia Stinger dirancang untuk mengambil gen sedan sport Jerman. Sebagian besar berhasil, tetapi selalu ada ruang untuk penyempurnaan. Memulai debutnya di 2019 New York Auto show, Kia Stinger GTS edisi terbatas ini dirilis bertujuan untuk lebih meningkatkan faktor "Fun to Drive". Mobil ini dilengkapi dengan fitur sistem penggerak semua roda yang memungkinkan pengemudi mengubah perilaku mobil ini. Sistem ini dijuluki "D-AWD" dimulai dalam "mode kenyamanan," dengan 60 persen daya dikirim ke roda belakang. Mode "Sport" meningkatkan responsivitas, mengirimkan daya 80 persen ke roda belakang untuk memberi Stinger pengendalian yang lebih agresif. Namun kekurangannya adalah “Mode Drift,” yang mengirimkan daya 100 persen ke roda belakang. Mode ini juga menahan perpindahan gigi transmisi otomatis. Kia bukan pembuat mobil pertama yang mencoba sesuatu seperti ini. BMW M5 dan Mercedes-AMG E63 S juga menawarkan stabilitas all-wheel drive saat pengemudi membutuhkannya, dan menggunakan sistem penggerak roda belakang saat mereka menginginkannya. Ford Focus RS yang dihentikan produksinya juga memiliki "Mode Drift", yang dirancang untuk membantu hot hatchback ini melampaui kapabilitas platform penggerak roda depan. Mobil-mobil ini semua membutuhkan "Mode Drift" untuk aktifkan penggerak roda belakang. Tetapi Stinger tidak, karena sudah tersedia varian khusus dengan penggerak roda belakang dari pabrikannya. Stinger GTS juga tersedia dengan penggerak roda belakang. Namun Kia ingin menutup celah antara penggerak "All-Wheel Drive "dan penggerak roda belakang. Oleh karena itu, dilengkapi dengan "Mode Drift". Stinger GTS menggunakan mesin V6 3,3 liter twin-turbocharged yang sama dengan Stinger varian standar. Mesin, yang digunakan pada Genesis G70 dan G80 Sport, menghasilkan 365 tenaga kuda dan torsi 570 Newton meter. Mobil ini tersedia hanya dengan transmisi otomatis delapan percepatan. Kia juga menawarkan mesin 2.0 liter turbocharged empat silinder pada varian Stinger yang lebih rendah. Secara visual, Stinger GTS dibedakan oleh warna cat oranye yang spesifik-model, disertai dengan trim serat karbon, dan roda kemudi dan konsol tengah yang tertutup Alcantara. Ia juga mendapatkan sunroof, sistem audio Harman / Kardon 720 watt, dan pengisian daya nirkabel. GTS Stinger Kia akan terbatas hanya 800 unit. Produksi dijadwalkan untuk memulai musim semi ini, dengan harga (sebelum tujuan) mulai dari US$ 44.000 untuk versi penggerak roda belakang, dan US$ 46.500 untuk model penggerak semua-roda.
  18. Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. diminta untuk lebih transparan menjelaskan laporan keuangannya yang tengah menjadi polemik. Transparansi ini adalah bagian dari keterbukaan informasi Garuda sebagai perusahaan terbuka. "Seyogianya direksi Garuda perlu menjelaskan ke publik sebagai keterbukaan informasi. Mengingat Garuda adalah emiten sekaligus BUMN entitas publik," kata Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia atau IAPI, Tarkosunaryo, ketika dihubungi Tempo, Kamis 25 April 2019. Sebelumnya terjadi perbedaan pendapat di antara Dewan Komisari Garuda Indonesia tentang laporan keuangan 2018. Dua komisaris Garuda, Chairal Tanjung dan Dony Oskaria menyatakan keberatan dan tak menandatangani laporan keuangan tersebut. Keberatan itu berpangkal pada adanya pos pendapatan lain-lain yang dianggap masih berbentuk piutang yang ikut masuk sebagai total pendapatan perseroan. Namun, kedua komisaris tersebut tak sependapat dalam pembukuan tersebut. Keduanya menilai pencatatan ini bertentangan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Negara atau PSAK Nomor 23. Menurut mereka, piutang yang muncul dari perjanjian kerja sama antara Garuda dengan PT Mahata Aero Teknologi tersebut seharusnya tak dimasukan pos pendapatan. Tarkosunaryo juga berpendapat bahwa sebaiknya Garuda membuka secara lengkap bagaimana kontrak antara Garuda dengan Mahata. Khususnya mengenai bagaimana realisasi dari adanya kerja sama itu. "Apakah prestasi pekerjaan sudah ada dan hak tagih sudah dapat dieksekusi," kata Tarkosunaryo Kendati demikian, Tarko menjelaskan, pencatatan piutang sebagai pendapatan dalam dunia akuntansi dianggap sebagai sesuatu yang lazim ditemui. Dalam dunia akuntansi hal ini lazim dikenal dengan istilah pencatatan akuntansi berbasis akrual. Baca: Laporan Keuangan Garuda Janggal, Ini Keberatan Dua Komisaris Dalam hal ini, lanjut dia, transaksi-transaksi dicatat pada saat terjadinya transaksi itu, bukan saat uang diterima. Transaksi pendapatan dicatat dalam pembukuan pada saat hak tagih sudah ada karena penjual sudah melakukan kewajiban sesuai kontrak. Artinya, dalam kasus Garuda, yang perlu diperjelas adalah realisasi transaksi yang kemudian menimbulkan hak tagih (piutang) sehingga bisa dimasukkan dalam pendapatan. Hal inilah yang perlu diungkap ke publik apakah pencatatan dari piutang menjadi pendapatan tersebut sesuai standar. "Nah yang dapat melakukan ini ya direksi beserta auditornya," kata Tarkosunaryo.
  19. Kaskus udah di luar pengendalinya, si foundernya berdua udah hengkang

    1. pusat_indoindo

      pusat_indoindo

      emang ceo kaskus sekarang siapa ndral?

  20. Pendiri Kaskus Andrew Darwis (tengah) dan Ken Dean Lawadinata (kanan). Ken Dean Lawadinata resmi melepaskan posisinya sebagai chairman PT Darta Media Indonesia yang mengelola situs Kaskus dan keluar dari perusahaan itu. Keputusan tersebut disertai pelepasan seluruh saham miliknya ke perusahaan investasi GDP Venture. Sebuah pernyataan resmi dari Kaskus. "Per 12 Oktober memang saya sudah exit dan melepas semua saham saya kepada GDP, setelah negosiasi yang fair dan reasonable," tulis Ken. Dalam sebuah pernyataan resmi, pendiri sekaligus chief comunity officer Kaskus, Andrew Darwis, mengatakan "saya secara pribadi sangat berterima kasih atas dedikasi Ken selama ini. Ken adalah orang yang sangat semangat dan optimis dalam menjalankan Kaskus." Andrew sendiri berkata ia tetap bertahan di Kaskus yang telah dibangunnya sejak 1999. "Ane mah bakal selalu di Kaskus. Kaskus anak ane," kata pria yang akrab disapa Mimin ini. Ken sebagai salah satu perintis sukses membawa Kaskus sebagai situs komunitas onlineterbesar di Indonesia. Ia juga berjasa bagi Kaskus karena berhasil meyakinkan Andrew untuk pulang dari Amerika Serikat, mendirikan perusahaan digital dan mengoperasikan server di Indonesia. Kerja sama antara Andrew dan Ken dalam membesarkan Kaskus bahkan diangkat ke layar lebar dan tayang Juni 2016 lalu. Menurut keterangan Ken, perannya di Kaskus telah dilepaskan kepada Martin Hartono selaku CEO GDP Venture dan Kaskus, juga On Lee selaku chief technology officer Kaskus. "Saya yakin mereka akan bisa mengembangkan Kaskus ke depannya," aku Ken. Ken sendiri di masa depan akan terlibat secara terbatas dalam perusahaan teknologi Smartmama.com dan Tororo.com. Sisanya, ia mengaku tak tertarik lagi untuk berinvestasi di industri teknologi informasi karena menilai telah terjadi gelembung valuasi. Saat ini dia tertarik untuk berinvestasi di bisnis properti juga tambang. "Karena mereka banyak yang meminta harga tinggi tapi tidak ada signs of profit untuk beberapa tahun ke depan," tegas Ken. GDP Venture, yang mengambil alih seluruh saham Ken di Kaskus, merupakan pemodal ventura yang bernaung di bawah grup Djarum untuk fokus di bidang komunitas digital, media, perdagangan, dan industri berbasis internet lainnya. GDP tercatat telah jadi pemegang saham mayoritas Kaskus sejak 2013. Ken pernah menjabat sebagai CEO di Kaskus hingga pada Desember 2013 posisi itu diduduki oleh Sukan Makmuri yang pada akhirnya juga mundur dari jabatan tersebut.
×
×
  • Create New...