Jump to content

keenion

Member
  • Posts

    135
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    9

Reputation Activity

  1. Like
    keenion got a reaction from Brenda_Christie in Tulis siapa inspirator kamu!   
    Ane mau tau dong ndral, siapa toko yang sampai detik ini menginspirasi ente. Share ya ndral.
  2. Confused
    keenion got a reaction from satpam in Anies: Lokasi Formula E Bukan Urusan Presiden!   
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat suara terkait penentuan lokasi sirkuit Formula E yang disebut diputuskan oleh Presiden Joko 'Jokowi' Widodo. Hal ini diungkapkan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo saat menggelar konferensi pers pada Rabu malam.
    “Enggak ada. Loh, masa lokasi presiden. Ya enggak lah. Lokasi kok masa urusan presiden,” terang dia kepada wartawan, di Kompleks Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (25/11/2021).
    Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan, pihaknya sudah meminta Bambang Soesatyo untuk mengklarifikasi ucapannya.
    “Saya tadi sudah minta. Nanti IMI akan melakukan klarifikasi soal ini. Masa soal lokasi ke presiden,” tegas Anies.
    Dia menuturkan, pihak yang memiliki domain untuk memutuskan lokasi sirkuit adalah Formula E Operations (FEO), Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro.
    “Tiga itu (yang memutuskan lokasi),” tuturnya.
    1. Lima opsi lokasi
     
    Sebelumnya, dalam konferensi pers pada Rabu (24/11/2021), Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo membocorkan lima lokasi alternatif sirkuit untuk ajang Formula E yang digelar pada 4 Juni 2022 mendatang. 
    Lima lokasi ini, kata pria yang akrab disapa Bamsoet, akan disodorkan kepada Presiden Joko Widodo.
    “PIK, Sudirman, JIS, Ji-Expo, Ancol, ini yang akan kami suggest ke Presiden untuk memilih,” kata Bamsoet.
    Pria yang menjabat sebagai Ketua MPR ini menjelaskan, pihak Formula E Operations akan membuat studi mengenai kelayakan (feasibility study) lima jalur yang dipilih tersebut.
    2. Jawaban istana soal Formula E
    Dalam kesempatan terpisah, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Faldo Maldini, mengatakan pemilihan jalur Formula E tidak ada kaitannya dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo.
    Dia menegaskan, pemilihan lokasi untuk dijadikan sirkuit balap Formula E adalah ranah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
    “Kami perlu tegaskan bahwa, sejak awal, inisiatif, skenario pembiayaan, dan kepanitiaan penyelenggaraan Formula E menjadi domain Pemprov DKI. Oleh karena itu, semua terkait Formula E menjadi tanggung jawab Pemprov DKI,” kata Faldo dalam keterangannya, Kamis (25/11/2021).
    3. Habiskan Rp357 miliar sekali balapan
     
    Co-founder Formula E, Alberto Longo mengungkapkan biaya yang dikeluarkan untuk sekali balapan Formula E sebesar 25 juta dolar AS atau setara Rp357 miliar (Kurs Rp14.272).
    Biaya itu di luar investasi infrastruktur seperti jalanan, dan dinding pelindung jalur track balapan.
    “Jadi untuk satu kali balapan biayanya sekitar 25 juta dolar dan ini tidak termasuk investasi seperti jalanan, materi untuk jalur dan juga track-nya,” kata Alberto, Rabu (24/11/2021).
    Namun, Alberto tak dapat membuka seluruh biaya yang dikeluarkan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro demi menghelat Formula E.
    4. Jakarta tak membayar lebih mahal
    Ia memastikan Jakarta tidak membayar lebih dari kota-kota lain di dunia. 
    “Fee-nya tidak bisa dibuka karena rahasia. Tapi Jakarta tidak membayar lebih dari yang dibayarkan kota lain,” terang dia.
    Adapun, kata Alberto, Indonesia harus berbangga hati lantaran ajang ini akhirnya digelar. Sebab negosiasi yang dilakukan sangat kuat hingga akhirnya ajang ini bisa berjalan.
    “Kita paham Eprix adalah kejuaraan dunia dan biayanya sangat mahal. Jadi kalian harus bangga, karena Indonesia negotiate sangat kuat agar kejuaraan ini bisa digelar,” terang dia.
  3. Like
    keenion got a reaction from satpam in Ke Bandara Soetta Bisa Naik Bus Listrik DAMRI   
    DAMRI melakukan uji coba bus listrik yang melayani trayek regular dari dan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
    Uju coba operasional bus listrik dilakukan di Gate 5 Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta.
    “Bertepatan dengan penambahan usia ini, DAMRI akan meluncurkan uji coba bus listrik di Terminal 3 ini,” kata Direktur Utama DAMRI, Setia N Milatia Moemin dalam Flag Off Uji Coba Bus Listrik sekaligus perayaan HUT ke-75 DAMRI, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (25/11/2021).
    1. Bus listrik DAMRI diuji coba layani rute Gambir-Soetta
    Bus listrik tersebut akan diuji coba untuk melayani rute Terminal Bus DAMRI Gambir, Jakarta Pusat menuju Bandara Soekarno-Hatta.
    Setia mengatakan bus listrik merek Edison Motors tersebut telah memenuhi standar kualitas body dan komponen motor listrik serta baterai yang telah teruji.
    2. Sejalan dengan program Langit Biru
    Setia mengatakan pengoperasian bus listrik sejalan dengan Program Langit Biru yang telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.
    Pemerintah sendiri menargetkan jumlah kendaraan listrik berbasis baterai yang mencapai 20 persen dari populasi kendaraan di Indonesia pada tahun 2025 dan penurunan emisi gas buang hingga 29 persen pada 2030.
    3. Biaya investasi bus listrik mahal
    Meski begitu, Setia mengakui biaya investasi yang dikeluarkan oleh DAMRI untuk membeli bus listrik jauh lebih tinggi dibandingkan membeli bus combustion.
    “Bus listrik itu mahal sekali, tidak seperti bus combustion. Harganya hampir 4-5 kali lipat,” tutur Setia.
    Oleh karena itu, pihaknya baru akan menambah armada bus listrik apabila permintaan masyarakat tumbuh.
    “Ya kita baru ini. Nanti kita lihat tren permintaan, karena kita juga gak berani. Kan kita harus menghitung risikonya dan lain-lain. Sementara ini kan belum tahu apakah tren demand akan menanjak terus. Kalah menanjak terus insyaallah kita bisa tambah,” ucap dia.
  4. Like
    keenion reacted to ega in Covid membuat ribuan pesawat menganggur, akhirnya banyak yang jadi 'korban kanibal', bagaimana cara membongkar jumbo jet?   
    Lebih dari 5000 pesawat komersial di seluruh dunia dalam kondisi menganggur.
    Pandemi telah membawa keruntuhan bisnis perjalanan udara, sekitar seperempat jet komersial di dunia akhirnya menganggur - mangkal di bandara dan hanggar, sementara para pemiliknya sudah memutuskan apa yang harus mereka lakukan.
    Sebagian dari pesawat itu tidak akan kembali mengudara.
    "Para pemilik tidak ingin membayar biaya parkir, dan penyimpangan untuk pesawat mereka," kata James Cobbold, direktur Willis Leaser, perusahaan penyewaan mesin global.
    "Mereka membutuhkannya untuk dioperasikan, atau dengan cara di luar pembukuan, yang berarti menjual suku cadangannya ke pedagang dengan cara dibongkar."
    Rob Morris, adalah kepala konsultan global di Ascend by Cirium, sebuah perusahaan penerbangan dan analisis data. Ia mengatakan terdapat 5.467 pesawat jet penumpang komersial di tempat penyimpanan pada bulan Juli, setara dengan seperempat dari jumlah global.
    Rasio penyimpanan pesawat ini turun 35% dari jumlah global pada akhir Februari 2021, dan secara signifikan turun 64% dibandingkan pada saat pandemi berlangsung di akhir Akhir 2020.
    Namun demikian, masih ada jumlah besar pesawat yang terparkir di hanggar, dan di landasan terbang di seluruh dunia.
    Kondisinya sangat bervariasi, ada yang masih lengkap, sampai benar-benar dipreteli, dan bagian-bagiannya yang tersebar di landasan.
    Salah satu lokasi tersebut ada di Bandara Cotswold dekat Cirencester di Gloucestershire, dan garasi Air Salvage International, sebuah perusahaan khusus untuk pembongkaran pesawat.

    Puluhan pesawat terparkir di Bandara Cotswold - sebagian sudah tak akan mengudara.
    Bradley Gregory, direktur manajer di Skyline Aero, pemasok suku cadang pesawat, dan bagian dari grup Air Salvage International, menjelaskan ada tiga skenario utama saat sebuah pesawat dalam kondisi tak layak terbang dan dikirim ke fasilitas mereka.
    Skenario paling ringan adalah mempertahankan kondisinya tetap layak terbang, dengan melakukan pemeriksaan pra-terbang yang dibutuhkan agar bisa kembali mengudara.
    Skenario kedua, memasukkan pesawat ke tempat penyimpanan dengan jangka-panjang, di mana mesinnya dicopot, dan perawatan dengan intensitas yang dikurangi dari sebelumnya.
    Skenario terakhir adalah pembongkaran atau "part out" di mana pesawat dibawa ke fasilitas untuk dibongkar. Mesinnya, dan suku cadang lainnya dicopot agar bisa digunakan untuk pesawat lain, atau didaur ulang.
    "Sekitar 75-80% pesawat terbang tiba dalam 12 bulan terakhir, masuk ke dalam tempat penyimpangan, tanpa rencana yang segera dari pemiliknya," jelas Gregory.
    Saat ini, terdapat 29 pesawat di tempat penyimpanan; 14 menunggu pembongkaran, dan enam dalam proses pembongkaran dan menunggu untuk dibuang.
    Secara global, pada 2020, sebanyak 449 pesawat dikirim untuk dibongkar. Jumlahnya lebih sedikit dari 2019, yaitu 508 pesawat, menurut Cirium.

    Dalam sejumlah kasus lebih dari 1.000 suku cadang dari sebuah pesawat masih bisa digunakan kembali.
    Perhatian lebih mengacu tahap akhir masa pakai jet penumpang, karena industri ini berusaha untuk lebih ramah lingkungan dan keberlanjutan, dalam menghadapi meningkatnya pemanasan global.
    "Banyak suku cadang yang bisa digunakan kembali, tergantung dari jenis dan model pesawatnya," kata Gregory.
    "Jumlah suku cadang yang dicopot ada sekitar 200 dari model lama dengan komponen yang kurang diinginkan, hingga 1.200 komponen pada model yang lebih baru, terkadang jumlahnya lebih dari itu."
    Selain mesin, komponen yang masih berguna lainnya termasuk instrumen roda pesawat, rem, instrumen penerbangan di kokpit, dan bahkan ban.
    "Ratusan suku cadang dari sebuah pesawat bisa didapatkan melalui kunjungan bengkel reparasi, dan selama mereka memiliki sertifikat ulang, dan tidak rusak dalam reparasi, ini bisa digunakan pada pesawat lainnya," katanya.
    Asosiasi Daur Ulang Armada Pesawat (AFRA) juga mengambil peran di dalam hal ini. Sejumlah perusahaan besar, termasuk mereka yang terlibat dalam pembongkaran diaudit oleh asosiasi. Mereka dipantau dengan ketat untuk memastikan mengikuti praktik manajemen yang baik.
    Di tengah tingginya jumlah dan suku cadang yang bisa didaur ulang, dan digunakan kembali, tantangan lainnya masih tetap ada.

    Bagian dalam kabin sulit untuk didaur ulang dan kebanyakan dibuang.
    "Hal yang benar-benar tak bisa didaur ulang secara fisik saat ini adalah bagian dalam kabin, karena ini terbuat dari campuran plastik," jelas Cobbold.
    "Jadi, jika kita harus membongkar badan pesawat atau bagian-bagiannya, dan bagian dalam kabin tidak termasuk, ini menjadi material yang akan bermuara ke tempat pembuangan sampah," katanya kepada saya.
    Mike Corne of eCube Solutions, perusahaan lain yang menangani pesawat akhir masa pakai, mengatakan daur ulang pesawat kemungkinan akan jadi lebih menantang karena pesawat model baru menggunakan bahan komposit, di mana ini sulit untuk diproses.
    "Saat ini tak ada cara yang hemat biaya untuk mendaur ulang serat karbon," jelasnya.
    Dia mengatakan akan banyak biaya yang dikeluarkan untuk investasi menemukan cara mendaur ulang material seperti itu, dan mungkin, di masa depan, serat karbon akan bisa digunakan kembali.
    Morris dari Cirium memperkirakan bahwa jumlah pesawat yang terparkir di tempat penyimpanan akan meningkat dari 5.467 unit di bulan Juli menjadi 6.120 unit di akhir tahun.

    Perusahaan maskapai penerbangan masih menanti kepastian adanya peningkatan permintaan dari pasar di tengah pandemi.
    Gregory dari Skyline Aero baru-baru ini menerima permintaan untuk membongkar tiga pesawat, hal yang menunjukkan permintaan pasar untuk penerbangan masih lemah.
    "Permintaan mulai meningkat, tapi tidak serta merta meningkatkan banyak daya tarik yang saya kira banyak diharapkan," jelasnya.
    Jika lebih banyak pesawat dialokasikan untuk dibongkar maka industri daur ulang akan siap bekerja.
    "Pada saat ini kami bisa mendaur ulang antara 92-99% sebuah pesawat, melalui proses daur ulang alami atau perputaran ekonomi," kata Cobbold.
    "Saya tidak berpikir orang-orang di luar industri penerbangan memahami seberapa tinggi itu, dan seberapa kreatif sektor yang berhubungan akhir masa pakai dengan industri penerbangan."
  5. Like
    keenion got a reaction from eunike_grace in Prabowo: Kita Harus Kompak Hadapi Pandemi, Jangan Menghujat Siapa Pun   
    Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto meminta seluruh pihak tetap kompak dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sebab saat ini varian virus delta semakin meresahkan dan dibutuhkan kerja sama seluruh pihak.
    "Kita harus sangat-sangat waspada dan untuk itu kita harus sangat kompak, untuk itu kita harus meninggalkan perasaan perbedaan pandangan, kita harus tinggalan perbedaan-perbedaan, kita jangan menghujat siapa pun, mengkritik dengan baik, tapi tolong kita harus mencapai atau membangun suatu ketenangan, kekompakan," katanya dalam diskusi virtual, Jumat (9/7/2021).
    Dia pun optimis Indonesia bisa menghadapi pandemi Covid-19 saat ini. Prabowo juga meminta masyarakat agar tidak panik. Kuncinya yaitu mengurangi mobilitas.
    "Kita optimis, jangan panik, bahaya ini bisa kita atasi. Tapi tentunya kita harus disiplin salah satunya mengurangi mobilitas yang tidak perlu sekali," jelasnya.
    Patuhi Aturan
    Prabowo juga meminta agar masyarakat patuh aturan pemerintah. Serta berperan untuk menangani pandemi saat ini.
    "Jadi benar-benar harus patuh pemerintah, ambil peran serta dan menyampaikan masalah dengan baik, jangan mencari masalah lagi menghadapi tantangan dan kesulitan," tutupnya. 
  6. Like
    keenion got a reaction from chyntia_irawan in Per 18 Agustus Pasien Rawat Inap Covid-19 di RSD Wisma Atlet Tersisa 1.312 Orang   
    Jumlah pasien rawat inap terkait virus corona Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta dan Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Kepulauan Riau, berkurang.
    Pada hari ini, Selasa (18/8/2020), terjadi pengurangan 21 pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet. Sehingga total pasien rawat inap yang masih menghuni RSD Wisma Atlet sebanyak 1.312 orang. Data ini diterima hingga pukul 08.00 WIB.
    "Pasien rawat inap di RS Darurat Wisma Atlet berkurang 21 orang, dari semula 1.333 menjadi 1.312 pasien," ujar Kepala Penerangan Kogabwilhan-I Kolonel Marinir Aris Mudian dalam keterangannya, Selasa (18/8/2020).
    1.312 pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet terdiri dari 731 pria dan 581 wanita. Dari jumlah tersebut, pasien yang terkonfirmasi positif sebanyak 1.306, sementara pasien suspek 6 orang.
    "Pasien terkonfirmasi positif berkurang 22 dari semula 1.328 menjadi 1.306 orang. Pasien suspek bertambah 1 menjadi 6 orang," kata Aris.
    Aris mengatakan, sejak dibuka 23 maret 2020, pasien yang terdaftar di RSD Wisma Atlet secara keseluruhan mencapai 10.903 orang. Sementara pasien yang sudah keluar sebanyak 9.127.
    "Dari 9.127 pasien keluar, yang dirujuk ke RS lain sebanyak 235 orang, sembuh 8.888 orang, meninggal 3, dan tanpa izin 1 orang," kata Aris.
    RS Pulau Galang Rawat 222 Pasien
     
    Sementara pasien rawat inap di RSKI Pulau Galang sebanyak 222, terdiri dari 172 pria dan 50 wanita. Dengan rincian pasien terkonfirmasi positif sebanyak 55 orang, pasien suspek sebanyak 167 orang.
    "Pasien rawat inap sebanyak 222 orang, terkonfirmasi Positif 55 orang, pasien suspek 167 orang," kata Aris.
  7. Like
    keenion reacted to news in Awal Tahun 2020 MOXZ Memperkenalkan MOXZ Network   
    Electronic sports / esports atau olahraga elektronik dikenal sebagai sebuah permainan yang bersifat kompetitif dan profesional. Sebelum terminologi ini berkembang seperti sekarang, esports dahulu berangkat dari sebuah kompetisi permainan arkade yang populer di tahun 1970-an.
    Esports yang kini menjadi fenomena global, ternyata bermula dari sebuah kompetisi yang diadakan oleh suatu komunitas, dan hanya berhadiah majalah! Sama halnya dengan email yang merupakan kependekan dari electronic mail, esports sendiri adalah kependekan dari electronic sports, yaitu olahraga yang menggunakan game sebagai bidang kompetitif utama yang dimainkan oleh profesional.
    MOXZ Esports didirikan pada pertengahan tahun 2019 oleh Samuel Berrit Olam dan Dhipra Nugroho, untuk memajukan dunia esports di Indonesia. Awal mulanya, MOXZ hanya mempunyai divisi Mobile Legends Bang Bang yang beranggotakan 6 orang. MOXZ adalah sebuah manajemen yang menaungi para pemain dan penyuka game.
    Pada awal tahun 2020 ini, MOXZ memperkenalkan MOXZ Network, sebuah layanan streaming yang dimiliki oleh perusahaan media terintegrasi Indonesia MOXZ. Dibentuk dalam rangka MOXZ ingin melebarkan sayap untuk memperkenalkan dan memperkuat dunia games kepada masyarakat di Indonesia dalam kemasan berbeda dan menarik.
    Dalam waktu dekat MOXZ Network akan dinahkodai langsung oleh Samuel Berrit Olam selaku pendiri MOXZ dan bekerjasama dengan tim Berrit Olam Group untuk dapat memberikan cita rasa sendiri dengan karya yang terbaik.
  8. Like
    keenion got a reaction from syarafinasdtm in Google Resmikan Play Pass, Tarifnya Rp 70 Ribu Perbulan   
    Google akhirnya meluncurkan layanan terbarunya yang bernama Google Play Pass dengan tarif USD 4,99 atau sekitar Rp 70 ribu perbulan.
    Dengan berlangganan layanan ini, pengguna bisa mengakses lebih dari 350 game dan aplikasi tanpa harus terganggu iklan dan pembelian di dalam aplikasi. Google juga memberikan masa percobaan secara gratis selama 10 hari pertama, dan bakal menawarkan tarif berlangganan tahunan sebesar USD 1,99 perbulan.
    Google Play Pass bisa dibilang mirip dengan Apple Arcade yang dirilis lebih dulu, setidaknya dari segi tarif. Namun perbedaannya, Play Pass juga menawarkan akses ke aplikasi non game, sementara Apple Arcade hanya menawarkan akses ke untuk game.
    Lalu, Google tidak secara langsung mendanai para developer untuk membuat aplikasi atau game yang ada di layanan ini, dan mereka juga tidak meminta status eksklusivitas terhadap aplikasi atau game tersebut.
    Saat ini semua aplikasi dan game yang termasuk di Play Pass adalah aplikasi dan game yang sebelumnya sudah ada di Play Store. Dan aplikasi serta game tersebut pun tetap bisa diinstal/atau dibeli seperti biasa.
    Aplikasi dan game yang termasuk ke dalam paket Play Pass bakal diberi tanda sebuah ikon tiket dengan bermacam warna. Dan pengguna yang sudah terlanjur menginstal aplikasi dan game sebelumnya akan tetap bisa menikmati fitur-fitur yang didapat Play Pass ketika mereka berlangganan.
    Beberapa game yang populer yang masuk ke dalam layanan ini antara lain adalah Stardew Valley, Monument Valley, Limbo, dan Risk. Sementara aplikasi populer yang termasuk di dalamnya antara lain adalah AccuWeather, Hi-Q Recorder, dan lainnya.
    Google tak memberikan banyak syarat bagi para developer agar aplikasi dan gamenya bisa kompatibel dengan Play Pass. Menurut Google, selama developer menggunakan standar API untuk iklan dan pembelian di dalam aplikasi, developer bisa menyertakan produk buatannya itu ke dalam skema berlangganan Play Pass.
    Play Pass bisa dinikmati oleh sampai dengan lima anggota keluarga, dan terintegrasi dengan sistem parental control milik Google. Untuk saat ini layanannya baru bisa dinikmati di Amerika Serikat, namun Google menjanjikan layanan ini bakal tersedia di negara lain dalam waktu dekat.
  9. Sad
    keenion reacted to chyntia_irawan in Kanker Darah Ani Yudhoyono yang Cukup Agresif   
    Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap kondisi ibundanya,Ani Yudhoyono, yang kini dirawat di National University Hospital, Singapura. Penyakit kanker darah yang diidap Ani Yudhoyono disebut bersifat agresif.
    AHY mengatakan kondisi Ani Yudhoyono mulai menurun setelah mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkunjung di Aceh. Mulanya, keluarga mengira Ani Yudhoyono kelelahan, tapi pemeriksaan medis berkata lain. 
    "(Dari) tes darah di di RSPAD Gatot Soebroto itu memang ada indikasi-indikasi yang cukup mengherankan karena sebelum sebelumnya tidak pernah terjadi adanya penurunan, baik trombosit, leukosit, dan hemoglobin yang ada di tubuh Bu Ani," terang AHY lewat rekaman suara yang dibagikan tim AHY kepada wartawan, Rabu (13/2/2019). 
    Ani Yudhoyono, sambung AHY, direkomendasikan dirujuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Singapura. Setelah itu, diketahui Ani Yudhoyono mengidap kanker darah.
    "Tapi tentunya sangat berat hati kami ketika mendengarkan beberapa hari yang lalu hasil diagnosis itu ternyata benar bahwa Ibu Ani menderita leukimia atau kanker darah dan karena cukup agresif maka harus segera di tangani dengan serius," sambung AHY.
    Saat ini Ani Yudhoyono menjalani penanganan medis intens. Tim dokter, menurut AHY, selalu memberitahukan kondisi terkini perawatan Ani Yudhoyono.
    "Yang jelas, kami akan terus berikhtiar sambil terus berdoa memohon kepada Allah SWT, semoga Yang Mahakuasa benar-benar memberikan pertolongan melalui tangan siapa pun, dalam arti tim dokter, baik yang di Singapura maupun tim dokter kepresidenan, yang secara intensif juga melakukan observasi dan mengawal proses ini. Mudah-mudahan selalu tersedia opsi opsi baik itu teknologi baru atau obat generasi terbaru yang juga diharapkan bisa mempercepat proses penyembuhan Ibu Ani," harap AHY.
    Terkait kondisi Ani Yudhoyono, Presiden Jokowi sudah memerintahkan tim dokter kepresidenan membantu menangani Ani Yudhoyono. Tim dokter sudah berada di Singapura.
    "Kami mendoakan, saya, Bu Jokowi, Pak Wapres, Bu Mufidah Jusuf Kalla, dan semuanya agar Ibu Ani Yudhoyono cepat diberikan kesembuhan, cepat diberikan kesehatan, kita semua mendoakan agar beliau cepat sembuh dan kembali ke Indonesia," ujar Jokowi kepada wartawan di Istana Negara.
  10. Like
    keenion got a reaction from gita in Budaya Jujur di Jepang Udah Diajari Sejak Dini   
    Jepang adalah salah satu negara yang dipuji memiliki budaya jujur yang tinggi. Barang-barang yang hilang atau tertinggal di tempat umum akan dikembalikan kepada pemiliknya. Semua itu sudah diajarkan sejak dini di sekolah-sekolah Jepang.
    Jake Adelstein baru selesai makan siang dan berencana untuk membeli pancake. Ketika hendak mengambil uang, ia baru menyadari jika dompetnya terasa ringan dari biasanya. Padahal ia baru dari mesin ATM dan menarik uang tunai 100.000 yen.
    Saat diperiksa ternyata uang tersebut tak ada dalam dompet. Merasa ada sesuatu yang janggal ia pun menelepon operator bantuan ATM dan menanyakan terkait transaksi di ATM, akan tetapi menurut operator itu tak ada informasi mengenai transaksi itu. Ia pun disarankan untuk melapor ke polisi.
    Jake kemudian membuat sebuah laporan kehilangan di kantor polisi Shibuya dan menceritakan kembali kejadiannya kepada salah seorang polisi. Setelah selesai, polisi tersebut memberi Jake nomor kasus yang ia laporkan dan meminta Jake untuk tidak menghilangkannya.
    Keesokan harinya, pada pukul 10 pagi, ia mendapat telepon dari Kantor Polisi Shibuya untuk datang ke stasiun untuk mengambil uangnya dengan membawa identitas diri. Jake pun menuju ke tempat yang disebutkan oleh polisi tersebut dan setelah mengisi selembar kertas, uangnya pun dikembalikan.
    “Saya ingin meninggalkan hadiah untuk orang yang menyerahkannya (uang),” kata Jake.
    Namun, petugas tersebut menjawab bahwa orang yang menemukan uang tersebut menolak untuk mengklaim hadiah dan merahasiakan siapa yang menemukan. Mark Kareles pendiri Mt. Gox Co yang merupakan bursa Bitcoin terbesar di dunia yang kolaps pada 2014 itu juga mengagumi kejujuran sebagian besar orang Jepang.
    “Ketika saya pertama kali tiba (di Jepang), terkadang saya meninggalkan laptop saya di bangku taman dan saya kagum bahwa barang itu akan tetap ada saat saya kembali. Atau orang akan mengejar saya dengan laptop dan mengembalikannya,” ujar Mark.
    Untuk kenyamanan penduduknya Jepang memang membentuk Lost and Found Centre yang menjadi pusat barang-barang hilang. Tak hanya uang atau dompet, polisi Tokyo juga akan menindak kehilangan payung, syal atau sarung tangan termasuk penemuan uang 1 atau 5 yen.
    Ketika seseorang kehilangan barang di Jepang, biasanya mereka langsung datang ke Lost and Found Center. Barang-barang yang hilang akan disimpan selama 3 hingga 4 hari lalu setelah itu akan diserahkan Metropolitan Police Lost & Found Center yang berada dekat stasiun Lidabashi.
    Sarung tangan, payung hingga syal yang tertinggal di metro atau tempat umum dapat ditemukan di tempat itu. Asalkan harus melaporkan terlebih dahulu dan menunjukkan bukti kepemilikan barang serta identitas diri. Jika ingin meminta orang lain yang untuk mengambil barang yang hilang di Lost and Found Center, maka mereka harus membuat surat kuasa untuk dibawa oleh orang yang diminta untuk mengambil barang tersebut.
    Pada 2016, Tokyo Metropolitan Police Department's Lost and Found Center menangani sejumlah uang yakni sekitar 3,67 miliar yen atau setara 32 juta dolar AS yang hilang. Dalam prosesnya, menurut pihak kepolisian Tokyo, sekitar tiga perempat dari total uang yang hilang itu berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.
    Benda sepele seperti payung yang ketinggalan di tempat publik atau di metro juga ditangani oleh kepolisian setempat. Di tahun yang sama, pihak Lost and Found Center menangani 381.135 payung. Mereka yang menemukan atau kehilangan uang 1 hingga 5 yen pun akan ditangani oleh pihak kepolisian.
    Anak-anak juga dibiasakan untuk melakukan hal jujur tersebut. Seperti yang dilakukan Mayako Matsumoto yang mengembalikan sebuah dompet berisi sekitar 100 dolar AS kepada pihak kepolisian dengan ditemani oleh ibunya. Pihak kepolisian mengapresiasi kejujuran Mayuko dengan memberinya imbalan beberapa permen. Kebiasaan itu tak terjadi secara tiba-tiba namun melalui pendidikan sejak dini.
    “Sekolah di Jepang memberi kelas terkait etika dan moralitas, dan siswa belajar membayangkan perasaan orang-orang yang kehilangan barang atau uang mereka sendiri. Jadi tak jarang melihat anak-anak membawa koin 10 yen ke kantor polisi itu, kata seorang profesor di Kansai University, Toshinari Nishioka.
    Selain itu, ada aturan yang menaungi terkait barang-barang yang hilang. Undang-Undang Jepang pada pasal 28 dari Lost Property Act menyatakan bahwa seseorang yang telah kehilangan barang harus membayar kepada para penemu antara 5 hingga 20 persen dari nilai barang yang ditemukan. Namun, hadiah itu hanya bisa diklaim dalam jangka waktu satu bulan. Tapi tak jarang juga mereka yang menemukan tak meminta imbalan.
    Dalam beberapa laporan menyebutkan tindakan kriminal di Jepang terutama perampokan menurun dari 5.988 kasus di tahun 2005 menjadi 3.056 kasus di tahun 2014. Atau jika dihitung per populasi yakni 4,72 kasus per 100.000 populasi di tahun 2005 turun menjadi 2,41 kasus per 100.000 populasi di tahun 2014.
    Laporan lain yakni dari United Stated Department of State Bureau of Diplomatic Security juga memberi status kriminal di Jepang pada level rendah atau low. Status itu berlaku untuk semua jenis tindak kriminal, termasuk kondisi dan keamanan transportasi yang baik.
    Bagaimana dengan Indonesia? Kejujuran memang masih ada di negeri ini tapi hanya bagi segelintir orang. Putri, penulis di salah satu media di Indonesia pernah kehilangan dompet di salah satu angkutan umum di Jakarta, sekitar tiga tahun lalu. Putri kemudian melapor kasus kehilangan itu ke pihak yang berwajib namun hingga saat ini, dompet tersebut tak kembali kepadanya.
    Dompet yang di dalamnya terdapat kartu identitas yang dapat memudahkan dalam mendapat petunjuk sang pemilik saja jarang dikembalikan, bayangkan barang seperti payung, syal, atau sarung tangan yang tentu tak ada identitas pemilik yang menempel di barang tersebut.
    Mereka yang berjalan di tempat umum kadang menjadi target dari para tangan nakal alias pencopet. Belum lagi tindakan perampokan yang berujung pada pembunuhan dan tindak kriminal lainnya. Kasus perampokan di Indonesia dari 9.742 pada 2008 naik menjadi 11.758 kasus di tahun 2014.
    Jika melihat ke Jepang, faktor pendidikan terkait kejujuran sudah dilakukan sejak dini menjadi salah satu faktor penting, sedangkan Indonesia hingga saat ini masih memperdebatkan terkait sistem pendidik full day school. Upaya tersebut diwacanakan untuk meningkatkan pendidikan karakter dari siswa siswi di Indonesia. Basisnya adalah kejujuran, toleransi, disiplin, hingga rasa cinta Tanah Air.
    Namun, sistem ini dikatakan tak tepat jika dilakukan di wilayah pedesaan dengan berbagai alasan. Sehingga masih banyak PR terkait pendidikan bagi pemerintah Indonesia, termasuk pendidikan terkait kejujuran.
  11. Like
    keenion reacted to purwa_weheb in Perbadaan Fetch dan Fetch and Render pada Google Webmaster tools.   
    Google sebagai mesin pencari menyediakan alat khusus untuk membantu blogger dalam mengelola blog miliknya, salah satu alat blogger yang sangat penomenal dan wajib untuk digunakan adalah google webmaster tool (GWT) atau sekarang dikenal juga sebagai google search console (GSC), alat ini sangat bermanfaat sekali untuk para pengelola blog karena dengan alat ini mereka dapat selalu memonitor blog yang dikelolanya terutama yang berkaitan dengan interaksi robot mesin pencari terhadap halaman blog sehingga performa blog akan terkontrol dan selalu tetap terjaga dengan baik.
    Selain memiliki manfaat dapat memberikan informasi lengkap mengenai interaksi robot mesin pencari terhadap halaman blog, webmaster tool juga dilengkapi dengan alat bantu (fitur khusus) yang dapat mempercepat pengindekan halaman blog, alat ini dapat membantu pengelola blog dalam mempercepat index blog oleh mesin pencari google, sehingga blog lebih cepat dan lebih mudah dikenali oleh mesin pencari google, sehingga blog akan memiliki potensi ditemukan di hasil pencarian google dengan kata kunci yang dianggap relevan.
    Fitur khusus yang disediakan oleh webmaster tool untuk mempercepat pengindexan blog oleh mesin pencari google dikenal dengan nama fetch as google atau ambil sebagai google, cara kerja alat ini sangat sederhana, anda tinggal memasukan url halaman blog yang ingin diindex oleh google, lalu tinggal klik saja tombol fetch yang tersedia, maka dalam waktu singkat halaman blog tersebut akan diindex, waktu pengindexanpun relatif tidak terlalu lama sangat tergantung sekali dengan kondisi blog dan juga panjang-pendeknya artikel, jika kondisi blog dari mulai template dan juga artikel dianggap baik maka fetch biasanya akan sangat cepat.
    Kapan fetch as google digunakan?
    Jika anda blogger pemula anda mungkin bertanya-tanya kapan kita harus menggunakan fetch as google, tidak ada penjelasan spesifik dari google, namun jika kita lihat dari fungsinya, karena alat bantu ini untuk membantu pengindekan halaman blog lebih cepat, maka fetch as google ini sangat cocok digunakan untuk mengindek artikel-artikel yang baru di terbitkan.

    Jadi setiap kali anda selesai menerbitkan artikel, maka url artikel baru blog anda (permalink) harus di fetch as google, sehingga artikel tersebut akan lebih mudah ditemuan oleh mesin pencari google. oh ya anda juga harus tau cara fetch itu seperti apa, karena jika salah bisa terjadi error.
    Dengan melakukan fetch as google maka secara tidak langsung kita menginformasikan pada mesin pencari google bahwa di blog kita ada artikel baru yang siap untuk direcarwl ulang untuk diindek, dengan begitu mesin pencari tidak perlu menunggu jadwal recrawl untuk blog kita, sehingga halaman blog baru yang baru kita publish akan lebih cepat diindek dan dikenali oleh mesin pencari.
    Perbadaan Fetch dan Fetch and Render pada webmaster tools.
    Pada fitur fetch as google atau ambil sebagai google ada 2 tombol yang bisa dipilih yaitu, tombol fetch dan tombol fetch and renderer, kedua tombol tersebut sepertinya berbeda dari segi fungsi, menurut pernyataan resmi google yang disajikan di dalam sebuah artikel, kedua fungsi tersebut ternyata memang memiliki perbedaan, adapun perbedaan atara fetch dan fetch anda renderer adalah sebagai berikut:
    1. Fetch (ambil)
    Tombol Fetch pada fasilitas fetch as google bertujuan untuk memberitahu google bahwa ada halaman yang harus di recarwl ulang untuk selanjutnya diindex oleh google, fetch hanya akan mengindek url blog saja dan tidak akan melakukan pemeriksaan terhadap fungsi-fungsi sumber daya seperti gambar atau video, sehingga prosesnya relatif sangat cepat.

    Hasil fetch biasanya akan dilaporkan oleh wemaster tool apakah gagal atau berhasil, dan jika berhasil google webmaster tool akan menyajikan laporan bagaimana robot mesin pencari mengindek halaman blog tersebut serta kita juga bisa melihat bagian-bagian dari halaman blog yang tidak diindek atau di tolak oleh robot.
    2. Fetch and renderer (ambil dan render)
    Fetch as renderer tidak jauh berbeda dengan fetch namun selain melakukan indek pada halaman blog, melalui fetch as renderer secara tidak langsung mengintruksikan robot mesin pencari untuk memeriksa halaman blog secara menyeluruh termasuk sumber daya yang menyusun halaman blog tersebut seperti css, java script gambar maupun video.

    Webaster tool akan menyajikan laporan hasil fetch dan renderer yang bisa juga dilihat dalam bentuk tampilan halaman blog yang bisa dilihat oleh pengelola situs, sehingga pengelola atau pemilik situs bisa melihat perbedaan antara tampilan yang dapat dikenali oleh robot mesin pencari dengan tampilan blog sebenarnya, jika hasilnya relatif sama maka itu artinya tidak ada masalah pada halaman blog anda, artinya bagian-bagian penting pada blog anda dapat direcarl, dikenali dan diindek oleh robot mesin pencari google dengan baik.
    Mana yang harus dipilih Fetch atau Fetch anda renderer, mana yang lebih baik?
    Ada sebuah pertanyaan, jadi mana yang sebaiknya dipilih fetch atau fetch and renderer?, sebenarnya kedua-duanya bisa digunakan tergantung dari informasi apa yang ingin anda kethui dari hasil fetch tersebut, karena dari segi fungsi keduanya sama-sama untuk membantu halaman blog baru agar lebih cepat dikenali oleh mesin pencari.
    Pilih fetch jika anda ingin mengindek halaman artikel yang baru anda publish atau halaman artikel yang anda modifikasi isinya, fetch akan lebih cepat prosesnya.
    Namun jika anda melakukan perubahan pada struktur template atau tampilan halaman sebaiknya anda pilih fetch and renderer agar perubahan pada halaman tersebut dapat dikenali oleh robot mesin pencari secara keseluruhan dan anda bisa memastkan bahwa halaman bisa diindex dengan baik melalui rererensi laporan webmaster tool dari hasil fetch and renderer yang anda lakukan.
    Mengenali laporan status hasil Fetch As google
    Setelah fetch as google dilakukan baik memilih fetch maupun fetch and renderer maka webmaster tool akan memberikan laporan hasil fetch as google yang anda lakukan, berikut adalah beberapa status laporan yang mungkin terjadi dari proses fetch as google:
    1. Complete (Selesai):
    Status laporan yang pertama yang munkin terjadi adalah complete atau selesai, status ini artinya adalah google berhasil menghubungi situs dan merayapi halaman blog/ situs  Anda, serta dapat memperoleh semua sumber daya yang dirujuk oleh laman.
    Untuk melihat laporan detailnya ada bosa mengklik pada url yang anda masukan tersebut, klik saja pada baris pada tabel untuk melihat detail selengkapnya tentang hasil fetch.
    2. Parsial (sebagian): 
    Status yang kedua yang mungkin dilaporkan adalah parsial atau sebagaian, ini artinya bahwa google mendapat tanggapan dari situs atau blog Anda dan mengambil URL-nya, namun tidak dapat memperoleh semua sumber daya yang dirujuk oleh laman karena diblokir oleh file robots.txt. Jika ini hanya pengambilan, lakukan pengambilan dan perenderan. Periksa laman yang dirender untuk melihat apakah ada sumber daya signifikan yang diblokir yang dapat mencegah Google menganalisis arti laman dengan semestinya.
    Jika sumber daya yang signifikan diblokir, bebaskan sumber daya di file robots.txt yang Anda miliki. Untuk sumber daya yang diblokir oleh file robots.txt yang bukan milik Anda, hubungi pemilik situs sumber daya dan minta mereka untuk membebaskan sumber daya tersebut bagi Googlebot. Lihat daftar deskripsi kesalahan pengambilan sumber daya.
    3. Redirected atau dialihkan: 
    Pngalihan biasanya ini terjadi jika alamat situs anda memiliki 2 format domain yang berbeda, misalnya domain dengan www dan tanpa www atau domain dengan https atau http, status redirected atau dialihkan bisa muncul jika alamat url yang anda fetc tidak sesuai dengan format alamat url yang anda gunakan.
    Misal jika di dalam blog anda URL yang dipakai adalah tanpa www dengan protokol http seperti misal http://strukturkode.blogspot.com, dan meskipun diakses dengan www. tetap mengatah ke alamat url tersebut, maka anda harus mendaftarkan situs anda tanpa menggunakan www. jika yang anda masukan adalah yang menggunakan www misal (http://www.strukturkode.blogspot.com), ketika anda melakukan fetch as google biasanya akan terjadi status redirected dialihkan, karena webmaster tool hanya mengenali url utama blog yang anda gunakan yaitu yang tanpa www, jadi jika bisa sebaiknya yang didaftarkan di webmster tool adalah url yang anda gunakan meskipun url blog anda dapat diakses menggunakan url seragam lainnya. misal bisa diakses dengan https://.... bisa diakses menggunakan www dan tanpa www. tetap yang anda daftarkan adalah alamat yang anda gunakan.
    Apa yang saya gunakan Fetch atau Fetch anda renderer?
    Terus terang saja, saya pribadi jarang menggunakan fetch as google baik itu fetch maupun fetch and renderer, kecuali jika ada perubahan pada isi artikel yang sudah lama, saya suka melakukan fetch atau jika ada perubahan pada struktur template saya suka melakukan fetch and renderer.
    Namun khusus untuk artikel blog baru yang baru dipublish, saya biasanya selalu memilih menggunakan submit URL. namun anda harus login terlebih dahulu ke email anda.
    Submit url sebenarnya tidak jauh berbeda dengan fetch as google, namun lebih sederhana dan anda tidak bisa melihat laporan hasil submit tersebut.
  12. Like
    keenion reacted to ThinkSmart in 11 Orang-Orang IPK Rendah dan Pernah di D.O. Tapi bangkit dan Sukses   
    Siapa bilang mereka yang sukses adalah orang yang selalu punya nilai bagus dan IPK tinggi di bangku kuliah? Pada kenyataanya orang yang pernah di drop out pun juga bisa sukses di masa depan selama dia punya kemauan yang keras. Drop Out dari kampus atau universitas tempat kita menimba ilmu adalah sebuah hal yang sangat menakutkan. Seolah perjuangan kita selama beberapa tahun ini sia-sia belaka. Tapi beberapa orang sukses di bawah ini membuktikan bahwa mereka bisa bangkit dan lebih sukses. Bahkan mengalahkan mereka yang ber-IPK tinggi sekalipun:
    1. Bill Gates

    Dari kampusnya, dia mendapatkan julukan “Harvard’s Most Successful Dropout“ atau orang ter-drop out yang paling sukses. Bill Gates adalah salah satu orang yang terkaya di dunia. Dia masuk Harvard pada tahun 1973, selanjutnya di-DO dua tahun kemudian.
    DO tidak membuat semangatnya pudar, malahan dia kemudian mendirikan Microsoft bersama teman masa kecilnya Paul Allen. Siapa yang sangka Pada tahun 2007, co-pendiri Microsoft ini akhirnya menerima gelar (gelar doktor kehormatan) dari almamaternya. Dia bahkan menjadi orang yang terkaya di dunia berkat maha karyanya ini.
    2. Jose Mourinho

    Siapa yang tidak kenal dengan pelatih sepakbola kontroversial ini? Dia dulunya adalah seorang mahasiswa di Universitas ternama di London dan memilih jurusan Ekonomi. Namun, dia memilih berhenti kuliah dan menekuni karirnya sebagai pelatih di salah satu klub Liga Inggris. Hasilnya, dia pun bisa sesukses ini sekarang.
    3. Frank Lloyd Wright

    Frank Lloyd Wright diterima di University of Wisconsin-Madison tahun 1886, tetapi meninggalkannya setelah satu tahun. Wright telah berhasil menciptakan lebih dari 500 karya arsitek, yang paling terkenal di antaranya adalah Fallingwater dan New York City Solomon R. Guggenheim Museum.
    4. Steve Jobs

    Jika Steve Jobs masih tetap bersekolah dan melanjutkan kuliahnya, gadget Mac, iPod, Pixar, bahkan Buzz Lightyear mungkin tidak akan pernah ada. Dia di-DO dari Reed College setelah hanya kuliah selama enam bulan karena masalah keuangan. Berhenti kuliah, dia memutuskan menciptakan Apple. Siapa yang sangka Apple kini menjadi sebuah brand perangkat keras yang terkenal di seluruh dunia dengan kualitas yang amat membanggakan.
    5. Buckminster Fuller

    Buckminster Fuller adalah seorang arsitek dan penemu. Diusir dari Harvard tidak hanya sekali, tetapi dua kali, periode pasca-DO Fuller sama sekali tidak berhasil. Semua tidak berhenti di situ, bahkan semua bisnis yang dijalaninya mengalami kegagalan. Tapi di usianya yang ke-32, Fuller ditetapkan sebagai satu orang yang bisa mengubah dunia menjadi lebih baik. Idenya yang paling lazim seperti rumah dymaxion dan mobil dymaxion dapat memikat perhatian banyak orang.
    6. Mark Zuckerberg

    Banyak mahasiswa yang menggunakan kamar asrama mereka untuk tidur, belajar, atau melakukan hal-hal yang mungkin tidak ingin diketahui orang tua mereka. Namun, Mark Zuckerberg mendirikan Facebook dari dalam kamarnya. Awalnya hanya dimaksudkan untuk mahasiswa Harvard, namun situs jejaring sosial ini menjadi populer dengan cepat dan menyebar ke seluruh perguruan tinggi lainnya di seluruh negara. Luar biasa, bukan?
    7. James Cameron

    Pria ini lahir dan dibesarkan di Kanada. Dia kemudian pindah ke Brea, California pada 1971. Di sanalah Cameron mendaftarkan diri di Fullerton College untuk mempelajari fisika. Kehidupan akademiknya tidak berlangsung lama. Dia di-dropout, menikahi seorang pelayan dan akhirnya menjadi sopir truk untuk sebuah sekolah di distrik setempat. Kisahnya dimulai ketika ia melihat Star Wars pada tahun 1977 yang menginspirasinya untuk menciptakan beberapa film fiksi ilmiah yang paling menakjubkan (dan mahal) di abad ke-20 akhir seperti Avatar. Sutradara ini telah memenangkan serangkaian penghargaan, seperti Academy Award dan lain sebagainya.
    8. Harrison Ford

    Harrison Ford awalnya mengambil jurusan filsafat di Ripon College, namun keluar sesaat sebelum lulus. Ia kemudian bekerja di beberapa bagian kecil dalam produksi Hollywood. Hampir sepuluh tahun kemudian, pada tahun 1973 dia menjadi bintang di acara komedi “American Graffiti” dan Film blockbuster, Star Wars.
    9. Tom Hanks

    Tom Hanks dikenal sebagai “most famous dropout”. Dia sukses menjadi aktor terkenal di dunia. Aktor ini meninggalkan bangku kuliah untuk magang di Great Lakes Theater Festival di Cleveland, Ohio. Di sana, ia belajar berbagai aspek teater dari pencahayaan untuk mengatur desain, menciptakan awalan untuk karirnya sebagai aktor Hollywood, produser sutradara, dan penulis.
    10. Tiger Woods

    Tiger Woods memilih untuk terus bermain sebagai pegolf amatir di Stanford University di jurusan Ekonomi. Setelah dua tahun di sana, dia memilih mengakhiri karir di perguruan tinggi. Dia pergi untuk menjadi salah satu atlet yang memiliki bayaran tertinggi di dunia, dengan penghasilan lebih dari 100 juta dolar AS per tahun di puncak karirnya.
    11. Lady Gaga

    Nama aslinya adalah Stefani Angelina Germanotta Joanne, artis yang lebih dikenal sebagai Lady Gaga ini sempat mengikuti kuliah di New York University’s Tisch School of Arts, namun keluar setelah satu tahun. Pasca keluarnya Lady Gaga dari universitas itu, ia mengejar karir di dunia musik. Pilihannya untuk drop out sangat tepat karena kemudian Interscope Records mengontraknya pada usia 20. Debut albumnya dimulai tahun 2008 dan sukses besar sampai sekarang.
    Ketika kamu mengalami sebuah kejatuhan atau kegagalan, jangan melihatnya hanya sebagai hal yang merugikanmu. Kamu nggak akan pernah tahu apa yang terjadi di depan. Jadi tetaplah semangat dan optimis bahwa ada jalan terbuka untukmu. 
  13. Like
    keenion got a reaction from vyrous in Yah! Perempuan Cantik Di Bandung Sedikit   

    Perempuan Bandung atau mojang Bandung dikenal dengan parasnya yang cantik, kulitnya yang putih dan bikin gemes. Makanya, mojang Bandung menjadi salah satu incaran bagi para laki-laki yang ingin beristri cantik. Namun, berita buruknya jumlah perempuan cantik  di Bandung berkurang jumlahnya. Mengapa demikian?
    Pada tanggal 23 Februari 2016, Ridwan Kamil memposting di akun Facebook-nya sebuah ilustrasi mengenai demografi penduduk Bandung saat ini. Berdasarkan data pada 31 Desember 2015, penduduk Bandung berjumlah 2.378.627 jiwa dengan jumlah laki-laki 1.202.000 jiwa, sementara perempuan hanya berjumlah 1.168.000 jiwa. Artinya, ada selisih kelebihan jumlah laki-laki, yaitu sebanyak 32.000 jiwa. Kenapa 32.000, seharusnya 34.000?
    "Data terakhir jumlah penduduk Bandung yaitu 2,378 juta jiwa. Kelebihan sebanyak 32 ribu lelaki. *Jadi mohon maaf poligami di Bandung sementara tidak memungkinkan. *Keprok ibu-ibu. *Untuk perempuan luar Bandung, direkomendasi mencari jodoh lelaki Bandung: Keren2, humoris dan baik hati. Hatur Nuhun," tulis Ridwan Kamil dalam status Facebooknya.

    Dengan kondisi selisih jumlah laki-laki dan perempuan di atas, maka untuk berpoligami di Bandung tidak memungkinkan. Jumlah perempuan lebih sedikit dari laki-laki. Di sisi lain, bagi perempuan dari luar Bandung yang ingin memiliki pasangan laki-laki Bandung, kemungkinannya sangat besar, karena jumlah laki-lakinya berlimpah.
    Namun, bagi pria di luar Bandung yang ingin mendapat pasangan mojang Bandung, maka Anda harus bersaing dari laki-laki Bandung sendiri, sementara perempuan di Bandung jumlahnya sedikit.

    Kembali soal jumlah, jika dihitung secara teliti jumlah laki-laki 1.202.000 jiwa dikurangi jumlah perempuan sebanyak 1.168.000 jiwa, maka hasilnya 34.000 jiwa. Namun, Ridwan Kamil hanya menulis 32.000 jiwa. Apakah Ridwan Kamil salah hitung? Akun Fakhri Rz mencoba mengkritisi hitung-hitungan Ridwan Kamil tersebut.
    "Sedikit ralat kang......mohon angka2nya dipas ken...gak cocok jumlah lk pr sama jumlah ksluruhan, dan lk dkurang pr juga g cocok....kyaknya Bandung klbihan cowok 34.000 deh....hehehe," tulisnya. 
    Ternyata, tidak. Pertanyaan Fakhri Rz langsung dijawab oleh Ridwan Kamil sendiri. Menurut Ridwan Kamil, jumlah  2.000 jiwa lagi, diragukan anunya. "Yang 2000 diragukan anunya," jawab Ridwan Kami.

    Sontak saja, jawaban Ridwan Kamil itu bikin netizen tertawa.  "itu jawaban kang emil bikin ngakak," tulis akun Dewi Nirmalasari. "Bhahaha maksud na tehh lalaku nu gumelis kitu," tulis Jajaka Soenda.

  14. Like
    keenion got a reaction from sahyati321 in Yah! Perempuan Cantik Di Bandung Sedikit   

    Perempuan Bandung atau mojang Bandung dikenal dengan parasnya yang cantik, kulitnya yang putih dan bikin gemes. Makanya, mojang Bandung menjadi salah satu incaran bagi para laki-laki yang ingin beristri cantik. Namun, berita buruknya jumlah perempuan cantik  di Bandung berkurang jumlahnya. Mengapa demikian?
    Pada tanggal 23 Februari 2016, Ridwan Kamil memposting di akun Facebook-nya sebuah ilustrasi mengenai demografi penduduk Bandung saat ini. Berdasarkan data pada 31 Desember 2015, penduduk Bandung berjumlah 2.378.627 jiwa dengan jumlah laki-laki 1.202.000 jiwa, sementara perempuan hanya berjumlah 1.168.000 jiwa. Artinya, ada selisih kelebihan jumlah laki-laki, yaitu sebanyak 32.000 jiwa. Kenapa 32.000, seharusnya 34.000?
    "Data terakhir jumlah penduduk Bandung yaitu 2,378 juta jiwa. Kelebihan sebanyak 32 ribu lelaki. *Jadi mohon maaf poligami di Bandung sementara tidak memungkinkan. *Keprok ibu-ibu. *Untuk perempuan luar Bandung, direkomendasi mencari jodoh lelaki Bandung: Keren2, humoris dan baik hati. Hatur Nuhun," tulis Ridwan Kamil dalam status Facebooknya.

    Dengan kondisi selisih jumlah laki-laki dan perempuan di atas, maka untuk berpoligami di Bandung tidak memungkinkan. Jumlah perempuan lebih sedikit dari laki-laki. Di sisi lain, bagi perempuan dari luar Bandung yang ingin memiliki pasangan laki-laki Bandung, kemungkinannya sangat besar, karena jumlah laki-lakinya berlimpah.
    Namun, bagi pria di luar Bandung yang ingin mendapat pasangan mojang Bandung, maka Anda harus bersaing dari laki-laki Bandung sendiri, sementara perempuan di Bandung jumlahnya sedikit.

    Kembali soal jumlah, jika dihitung secara teliti jumlah laki-laki 1.202.000 jiwa dikurangi jumlah perempuan sebanyak 1.168.000 jiwa, maka hasilnya 34.000 jiwa. Namun, Ridwan Kamil hanya menulis 32.000 jiwa. Apakah Ridwan Kamil salah hitung? Akun Fakhri Rz mencoba mengkritisi hitung-hitungan Ridwan Kamil tersebut.
    "Sedikit ralat kang......mohon angka2nya dipas ken...gak cocok jumlah lk pr sama jumlah ksluruhan, dan lk dkurang pr juga g cocok....kyaknya Bandung klbihan cowok 34.000 deh....hehehe," tulisnya. 
    Ternyata, tidak. Pertanyaan Fakhri Rz langsung dijawab oleh Ridwan Kamil sendiri. Menurut Ridwan Kamil, jumlah  2.000 jiwa lagi, diragukan anunya. "Yang 2000 diragukan anunya," jawab Ridwan Kami.

    Sontak saja, jawaban Ridwan Kamil itu bikin netizen tertawa.  "itu jawaban kang emil bikin ngakak," tulis akun Dewi Nirmalasari. "Bhahaha maksud na tehh lalaku nu gumelis kitu," tulis Jajaka Soenda.

  15. Like
    keenion got a reaction from Hernawan in Yah! Perempuan Cantik Di Bandung Sedikit   

    Perempuan Bandung atau mojang Bandung dikenal dengan parasnya yang cantik, kulitnya yang putih dan bikin gemes. Makanya, mojang Bandung menjadi salah satu incaran bagi para laki-laki yang ingin beristri cantik. Namun, berita buruknya jumlah perempuan cantik  di Bandung berkurang jumlahnya. Mengapa demikian?
    Pada tanggal 23 Februari 2016, Ridwan Kamil memposting di akun Facebook-nya sebuah ilustrasi mengenai demografi penduduk Bandung saat ini. Berdasarkan data pada 31 Desember 2015, penduduk Bandung berjumlah 2.378.627 jiwa dengan jumlah laki-laki 1.202.000 jiwa, sementara perempuan hanya berjumlah 1.168.000 jiwa. Artinya, ada selisih kelebihan jumlah laki-laki, yaitu sebanyak 32.000 jiwa. Kenapa 32.000, seharusnya 34.000?
    "Data terakhir jumlah penduduk Bandung yaitu 2,378 juta jiwa. Kelebihan sebanyak 32 ribu lelaki. *Jadi mohon maaf poligami di Bandung sementara tidak memungkinkan. *Keprok ibu-ibu. *Untuk perempuan luar Bandung, direkomendasi mencari jodoh lelaki Bandung: Keren2, humoris dan baik hati. Hatur Nuhun," tulis Ridwan Kamil dalam status Facebooknya.

    Dengan kondisi selisih jumlah laki-laki dan perempuan di atas, maka untuk berpoligami di Bandung tidak memungkinkan. Jumlah perempuan lebih sedikit dari laki-laki. Di sisi lain, bagi perempuan dari luar Bandung yang ingin memiliki pasangan laki-laki Bandung, kemungkinannya sangat besar, karena jumlah laki-lakinya berlimpah.
    Namun, bagi pria di luar Bandung yang ingin mendapat pasangan mojang Bandung, maka Anda harus bersaing dari laki-laki Bandung sendiri, sementara perempuan di Bandung jumlahnya sedikit.

    Kembali soal jumlah, jika dihitung secara teliti jumlah laki-laki 1.202.000 jiwa dikurangi jumlah perempuan sebanyak 1.168.000 jiwa, maka hasilnya 34.000 jiwa. Namun, Ridwan Kamil hanya menulis 32.000 jiwa. Apakah Ridwan Kamil salah hitung? Akun Fakhri Rz mencoba mengkritisi hitung-hitungan Ridwan Kamil tersebut.
    "Sedikit ralat kang......mohon angka2nya dipas ken...gak cocok jumlah lk pr sama jumlah ksluruhan, dan lk dkurang pr juga g cocok....kyaknya Bandung klbihan cowok 34.000 deh....hehehe," tulisnya. 
    Ternyata, tidak. Pertanyaan Fakhri Rz langsung dijawab oleh Ridwan Kamil sendiri. Menurut Ridwan Kamil, jumlah  2.000 jiwa lagi, diragukan anunya. "Yang 2000 diragukan anunya," jawab Ridwan Kami.

    Sontak saja, jawaban Ridwan Kamil itu bikin netizen tertawa.  "itu jawaban kang emil bikin ngakak," tulis akun Dewi Nirmalasari. "Bhahaha maksud na tehh lalaku nu gumelis kitu," tulis Jajaka Soenda.

  16. Like
    keenion got a reaction from davidbo in Netflix Diblokir! Gak Sekalian YouTube dan Facebook Ditutup?'   

    Mengakses Netflix memang menyenangkan. Namun layanan video streaming berbayar ini dianggap menyimpan cela, yakni terkait masih adanya konten negatif serta belum comply dengan regulasi Indonesia. 
    Kondisi ini akhirnya membuat Telkom Group memutuskan untuk memblokir Netflix dari layanan internetnya: IndiHome, wiFi.id, dan Telkomsel.
    Terkait kondisi tersebut, Direktur Eksekutif ICT Watch menyebut jika langkah Telkom Group sudah tepat. Jika memang alasannya adalah konten negatif. Namun jangan lupa, ini artinya YouTube juga perlu segera diblokir.
    Termasuk pula kalau alasannya agar comply dengan UU, langkah pemblokiran Netflix oleh Telkom, juga dianggap tepat. Namun jangan lupa juga nanti teknologi-teknologi terbaru macam Internet of Things (IoT) juga harus comply dengan UU Telekomunikasi no 36 tahun 1999.
    "Kemudian kalau soal belum bayar pajak anu itu, jangan lupa itu Facebook kan juga narikin duit tuh dari indonesia, untuk pemasang iklannya. Kan belum bayar pajak. harus diblokir juga," sindirnya.
    Donny kemudian menyoroti langkah Telkom yang terkesan melangkahi Kominfo dengan melakukan pemblokiran terhadap Netflix, padahal hal itu sebenarnya dimungkinkan jika menilik Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif.
    "Regulasinya memungkinkan ISP apapun untuk memblokir apapun. Hal ini tertuang di pasal 7 dan 8," ujar penggiat Internet Sehat ini.
    Dijelaskan Donny, Pasal 7 kurang lebih berbunyi, membolehkan siapapun punya sistem filtering sendiri-sendiri. Sementara Pasal 8, ISP boleh memfilter mandiri atau bekerjasama dengan penyedia filtering tersebut.
    Jadi Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif ini sejatinya hanya mewajibkan, minimal memasukkan list Trust+ terkait peredaran konten negatif. 
    "Logikanya, minimalnya Trust+, lainnya ya diramu dan diracik sendiri kan?" tegasnya.
    Jadi lanjut Donny, berdasarkan Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tersebut, jika Telkom sepanjang sudah memasukkan list yang ada di Trust+ maka sudah aman, dalam arti telah mengikuti aturan. Sementara jika Telkom selanjutnya mau memasukkan Netflix, ya diperbolehkan secara aturan.
    "Kalau harus comply sama regulasi UU penyiaran, UU anu itu... Ya mari kita lihat relevansinya teknologi yang ada dengan UU yang ada. IoT dan konvergensi teknologi, yakin dapat diatur pake UU Telekomunikasi tahun 1999?" sergah Donny.
    "Kominfo memanggil (Telkom Group) juga untuk apa? Regulasinya membolehkan kok. Dan kalau alasannya belum bayar pajak, itu yang pasang Adsense di Google atau Facebook, bayar langsung ke luar negeri, gak bayar pajak Facebook dan Googlenya. Yaa tutup juga dong," imbuhnya.
    Donny yang juga seorang dosen itu sebetulnya lebih sepakat dengan langkah yang diambil Menkominfo Rudiantara terkait bagaimana menangani Netflix. Sebab, dikatakan jika alasannya pornografi, lebih porno YouTube. Namun pertanyaannya adalah, apakah Telkom mau konsisten dengan menutup YouTube sekalian? Terlebih Netflix bisa diakses dengan menggunakan kartu kredit, yang biasanya hanya dimiliki orang dewasa. Juga ada parental control, sehingga lebih berlapis soal keamanan konten ketimbang YouTube dkk.
    "Jadi sebaiknya kasih waktu agar mereka (Netflix) bisa comply dengan regulasi yang ada, dengan catatan, regulasi tersebut tetap ramah pada perkembangan teknologi, tapi juga dapat melindungi kepentingan indonesia. Jangan ujug-ujug ditutup, itu mah arogan. Kan udah bener itu chief, Netflix diminta buka kantor di Indonesia, terus proses comply soal pajaknya, misalnya kerjasama dengan existing operator".
    "Karena sekarang eranya konvergensi, many to many. Kita regulasi telekomunikasi, penyiaran, internet (UU ITE) masih terpisah-pisah. Telkom kan motonya 'the world in your hand'. Nah, 'world' menurut siapa kalau pada akhirnya Telkom lah yang menentukan sendiri apa yang boleh atau tidak boleh diakses oleh masyarakat indonesia, khususnya pelanggannya".
    "Kominfo kan juga sudah mensyaratkan Netflix harus berbadan hukum di Indonesia, buka kantor perwakilan di Indonesia, dan kerjasama dengan existing operator. Sudah itu saja dulu dorong, kan Chief RA (Menkominfo Rudiantara-red.) juga kasih tenggat waktu. Jadi jangan main asal tutup lapak orang!" Donny menandaskan.
  17. Like
    keenion got a reaction from Pengkarya_bangsa in Netflix Diblokir! Gak Sekalian YouTube dan Facebook Ditutup?'   

    Mengakses Netflix memang menyenangkan. Namun layanan video streaming berbayar ini dianggap menyimpan cela, yakni terkait masih adanya konten negatif serta belum comply dengan regulasi Indonesia. 
    Kondisi ini akhirnya membuat Telkom Group memutuskan untuk memblokir Netflix dari layanan internetnya: IndiHome, wiFi.id, dan Telkomsel.
    Terkait kondisi tersebut, Direktur Eksekutif ICT Watch menyebut jika langkah Telkom Group sudah tepat. Jika memang alasannya adalah konten negatif. Namun jangan lupa, ini artinya YouTube juga perlu segera diblokir.
    Termasuk pula kalau alasannya agar comply dengan UU, langkah pemblokiran Netflix oleh Telkom, juga dianggap tepat. Namun jangan lupa juga nanti teknologi-teknologi terbaru macam Internet of Things (IoT) juga harus comply dengan UU Telekomunikasi no 36 tahun 1999.
    "Kemudian kalau soal belum bayar pajak anu itu, jangan lupa itu Facebook kan juga narikin duit tuh dari indonesia, untuk pemasang iklannya. Kan belum bayar pajak. harus diblokir juga," sindirnya.
    Donny kemudian menyoroti langkah Telkom yang terkesan melangkahi Kominfo dengan melakukan pemblokiran terhadap Netflix, padahal hal itu sebenarnya dimungkinkan jika menilik Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif.
    "Regulasinya memungkinkan ISP apapun untuk memblokir apapun. Hal ini tertuang di pasal 7 dan 8," ujar penggiat Internet Sehat ini.
    Dijelaskan Donny, Pasal 7 kurang lebih berbunyi, membolehkan siapapun punya sistem filtering sendiri-sendiri. Sementara Pasal 8, ISP boleh memfilter mandiri atau bekerjasama dengan penyedia filtering tersebut.
    Jadi Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif ini sejatinya hanya mewajibkan, minimal memasukkan list Trust+ terkait peredaran konten negatif. 
    "Logikanya, minimalnya Trust+, lainnya ya diramu dan diracik sendiri kan?" tegasnya.
    Jadi lanjut Donny, berdasarkan Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tersebut, jika Telkom sepanjang sudah memasukkan list yang ada di Trust+ maka sudah aman, dalam arti telah mengikuti aturan. Sementara jika Telkom selanjutnya mau memasukkan Netflix, ya diperbolehkan secara aturan.
    "Kalau harus comply sama regulasi UU penyiaran, UU anu itu... Ya mari kita lihat relevansinya teknologi yang ada dengan UU yang ada. IoT dan konvergensi teknologi, yakin dapat diatur pake UU Telekomunikasi tahun 1999?" sergah Donny.
    "Kominfo memanggil (Telkom Group) juga untuk apa? Regulasinya membolehkan kok. Dan kalau alasannya belum bayar pajak, itu yang pasang Adsense di Google atau Facebook, bayar langsung ke luar negeri, gak bayar pajak Facebook dan Googlenya. Yaa tutup juga dong," imbuhnya.
    Donny yang juga seorang dosen itu sebetulnya lebih sepakat dengan langkah yang diambil Menkominfo Rudiantara terkait bagaimana menangani Netflix. Sebab, dikatakan jika alasannya pornografi, lebih porno YouTube. Namun pertanyaannya adalah, apakah Telkom mau konsisten dengan menutup YouTube sekalian? Terlebih Netflix bisa diakses dengan menggunakan kartu kredit, yang biasanya hanya dimiliki orang dewasa. Juga ada parental control, sehingga lebih berlapis soal keamanan konten ketimbang YouTube dkk.
    "Jadi sebaiknya kasih waktu agar mereka (Netflix) bisa comply dengan regulasi yang ada, dengan catatan, regulasi tersebut tetap ramah pada perkembangan teknologi, tapi juga dapat melindungi kepentingan indonesia. Jangan ujug-ujug ditutup, itu mah arogan. Kan udah bener itu chief, Netflix diminta buka kantor di Indonesia, terus proses comply soal pajaknya, misalnya kerjasama dengan existing operator".
    "Karena sekarang eranya konvergensi, many to many. Kita regulasi telekomunikasi, penyiaran, internet (UU ITE) masih terpisah-pisah. Telkom kan motonya 'the world in your hand'. Nah, 'world' menurut siapa kalau pada akhirnya Telkom lah yang menentukan sendiri apa yang boleh atau tidak boleh diakses oleh masyarakat indonesia, khususnya pelanggannya".
    "Kominfo kan juga sudah mensyaratkan Netflix harus berbadan hukum di Indonesia, buka kantor perwakilan di Indonesia, dan kerjasama dengan existing operator. Sudah itu saja dulu dorong, kan Chief RA (Menkominfo Rudiantara-red.) juga kasih tenggat waktu. Jadi jangan main asal tutup lapak orang!" Donny menandaskan.
  18. Like
    keenion got a reaction from BincangEdukasi in Netflix Diblokir! Gak Sekalian YouTube dan Facebook Ditutup?'   

    Mengakses Netflix memang menyenangkan. Namun layanan video streaming berbayar ini dianggap menyimpan cela, yakni terkait masih adanya konten negatif serta belum comply dengan regulasi Indonesia. 
    Kondisi ini akhirnya membuat Telkom Group memutuskan untuk memblokir Netflix dari layanan internetnya: IndiHome, wiFi.id, dan Telkomsel.
    Terkait kondisi tersebut, Direktur Eksekutif ICT Watch menyebut jika langkah Telkom Group sudah tepat. Jika memang alasannya adalah konten negatif. Namun jangan lupa, ini artinya YouTube juga perlu segera diblokir.
    Termasuk pula kalau alasannya agar comply dengan UU, langkah pemblokiran Netflix oleh Telkom, juga dianggap tepat. Namun jangan lupa juga nanti teknologi-teknologi terbaru macam Internet of Things (IoT) juga harus comply dengan UU Telekomunikasi no 36 tahun 1999.
    "Kemudian kalau soal belum bayar pajak anu itu, jangan lupa itu Facebook kan juga narikin duit tuh dari indonesia, untuk pemasang iklannya. Kan belum bayar pajak. harus diblokir juga," sindirnya.
    Donny kemudian menyoroti langkah Telkom yang terkesan melangkahi Kominfo dengan melakukan pemblokiran terhadap Netflix, padahal hal itu sebenarnya dimungkinkan jika menilik Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif.
    "Regulasinya memungkinkan ISP apapun untuk memblokir apapun. Hal ini tertuang di pasal 7 dan 8," ujar penggiat Internet Sehat ini.
    Dijelaskan Donny, Pasal 7 kurang lebih berbunyi, membolehkan siapapun punya sistem filtering sendiri-sendiri. Sementara Pasal 8, ISP boleh memfilter mandiri atau bekerjasama dengan penyedia filtering tersebut.
    Jadi Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif ini sejatinya hanya mewajibkan, minimal memasukkan list Trust+ terkait peredaran konten negatif. 
    "Logikanya, minimalnya Trust+, lainnya ya diramu dan diracik sendiri kan?" tegasnya.
    Jadi lanjut Donny, berdasarkan Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tersebut, jika Telkom sepanjang sudah memasukkan list yang ada di Trust+ maka sudah aman, dalam arti telah mengikuti aturan. Sementara jika Telkom selanjutnya mau memasukkan Netflix, ya diperbolehkan secara aturan.
    "Kalau harus comply sama regulasi UU penyiaran, UU anu itu... Ya mari kita lihat relevansinya teknologi yang ada dengan UU yang ada. IoT dan konvergensi teknologi, yakin dapat diatur pake UU Telekomunikasi tahun 1999?" sergah Donny.
    "Kominfo memanggil (Telkom Group) juga untuk apa? Regulasinya membolehkan kok. Dan kalau alasannya belum bayar pajak, itu yang pasang Adsense di Google atau Facebook, bayar langsung ke luar negeri, gak bayar pajak Facebook dan Googlenya. Yaa tutup juga dong," imbuhnya.
    Donny yang juga seorang dosen itu sebetulnya lebih sepakat dengan langkah yang diambil Menkominfo Rudiantara terkait bagaimana menangani Netflix. Sebab, dikatakan jika alasannya pornografi, lebih porno YouTube. Namun pertanyaannya adalah, apakah Telkom mau konsisten dengan menutup YouTube sekalian? Terlebih Netflix bisa diakses dengan menggunakan kartu kredit, yang biasanya hanya dimiliki orang dewasa. Juga ada parental control, sehingga lebih berlapis soal keamanan konten ketimbang YouTube dkk.
    "Jadi sebaiknya kasih waktu agar mereka (Netflix) bisa comply dengan regulasi yang ada, dengan catatan, regulasi tersebut tetap ramah pada perkembangan teknologi, tapi juga dapat melindungi kepentingan indonesia. Jangan ujug-ujug ditutup, itu mah arogan. Kan udah bener itu chief, Netflix diminta buka kantor di Indonesia, terus proses comply soal pajaknya, misalnya kerjasama dengan existing operator".
    "Karena sekarang eranya konvergensi, many to many. Kita regulasi telekomunikasi, penyiaran, internet (UU ITE) masih terpisah-pisah. Telkom kan motonya 'the world in your hand'. Nah, 'world' menurut siapa kalau pada akhirnya Telkom lah yang menentukan sendiri apa yang boleh atau tidak boleh diakses oleh masyarakat indonesia, khususnya pelanggannya".
    "Kominfo kan juga sudah mensyaratkan Netflix harus berbadan hukum di Indonesia, buka kantor perwakilan di Indonesia, dan kerjasama dengan existing operator. Sudah itu saja dulu dorong, kan Chief RA (Menkominfo Rudiantara-red.) juga kasih tenggat waktu. Jadi jangan main asal tutup lapak orang!" Donny menandaskan.
  19. Like
    keenion got a reaction from bisahabisini in Netflix Diblokir! Gak Sekalian YouTube dan Facebook Ditutup?'   

    Mengakses Netflix memang menyenangkan. Namun layanan video streaming berbayar ini dianggap menyimpan cela, yakni terkait masih adanya konten negatif serta belum comply dengan regulasi Indonesia. 
    Kondisi ini akhirnya membuat Telkom Group memutuskan untuk memblokir Netflix dari layanan internetnya: IndiHome, wiFi.id, dan Telkomsel.
    Terkait kondisi tersebut, Direktur Eksekutif ICT Watch menyebut jika langkah Telkom Group sudah tepat. Jika memang alasannya adalah konten negatif. Namun jangan lupa, ini artinya YouTube juga perlu segera diblokir.
    Termasuk pula kalau alasannya agar comply dengan UU, langkah pemblokiran Netflix oleh Telkom, juga dianggap tepat. Namun jangan lupa juga nanti teknologi-teknologi terbaru macam Internet of Things (IoT) juga harus comply dengan UU Telekomunikasi no 36 tahun 1999.
    "Kemudian kalau soal belum bayar pajak anu itu, jangan lupa itu Facebook kan juga narikin duit tuh dari indonesia, untuk pemasang iklannya. Kan belum bayar pajak. harus diblokir juga," sindirnya.
    Donny kemudian menyoroti langkah Telkom yang terkesan melangkahi Kominfo dengan melakukan pemblokiran terhadap Netflix, padahal hal itu sebenarnya dimungkinkan jika menilik Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif.
    "Regulasinya memungkinkan ISP apapun untuk memblokir apapun. Hal ini tertuang di pasal 7 dan 8," ujar penggiat Internet Sehat ini.
    Dijelaskan Donny, Pasal 7 kurang lebih berbunyi, membolehkan siapapun punya sistem filtering sendiri-sendiri. Sementara Pasal 8, ISP boleh memfilter mandiri atau bekerjasama dengan penyedia filtering tersebut.
    Jadi Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif ini sejatinya hanya mewajibkan, minimal memasukkan list Trust+ terkait peredaran konten negatif. 
    "Logikanya, minimalnya Trust+, lainnya ya diramu dan diracik sendiri kan?" tegasnya.
    Jadi lanjut Donny, berdasarkan Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tersebut, jika Telkom sepanjang sudah memasukkan list yang ada di Trust+ maka sudah aman, dalam arti telah mengikuti aturan. Sementara jika Telkom selanjutnya mau memasukkan Netflix, ya diperbolehkan secara aturan.
    "Kalau harus comply sama regulasi UU penyiaran, UU anu itu... Ya mari kita lihat relevansinya teknologi yang ada dengan UU yang ada. IoT dan konvergensi teknologi, yakin dapat diatur pake UU Telekomunikasi tahun 1999?" sergah Donny.
    "Kominfo memanggil (Telkom Group) juga untuk apa? Regulasinya membolehkan kok. Dan kalau alasannya belum bayar pajak, itu yang pasang Adsense di Google atau Facebook, bayar langsung ke luar negeri, gak bayar pajak Facebook dan Googlenya. Yaa tutup juga dong," imbuhnya.
    Donny yang juga seorang dosen itu sebetulnya lebih sepakat dengan langkah yang diambil Menkominfo Rudiantara terkait bagaimana menangani Netflix. Sebab, dikatakan jika alasannya pornografi, lebih porno YouTube. Namun pertanyaannya adalah, apakah Telkom mau konsisten dengan menutup YouTube sekalian? Terlebih Netflix bisa diakses dengan menggunakan kartu kredit, yang biasanya hanya dimiliki orang dewasa. Juga ada parental control, sehingga lebih berlapis soal keamanan konten ketimbang YouTube dkk.
    "Jadi sebaiknya kasih waktu agar mereka (Netflix) bisa comply dengan regulasi yang ada, dengan catatan, regulasi tersebut tetap ramah pada perkembangan teknologi, tapi juga dapat melindungi kepentingan indonesia. Jangan ujug-ujug ditutup, itu mah arogan. Kan udah bener itu chief, Netflix diminta buka kantor di Indonesia, terus proses comply soal pajaknya, misalnya kerjasama dengan existing operator".
    "Karena sekarang eranya konvergensi, many to many. Kita regulasi telekomunikasi, penyiaran, internet (UU ITE) masih terpisah-pisah. Telkom kan motonya 'the world in your hand'. Nah, 'world' menurut siapa kalau pada akhirnya Telkom lah yang menentukan sendiri apa yang boleh atau tidak boleh diakses oleh masyarakat indonesia, khususnya pelanggannya".
    "Kominfo kan juga sudah mensyaratkan Netflix harus berbadan hukum di Indonesia, buka kantor perwakilan di Indonesia, dan kerjasama dengan existing operator. Sudah itu saja dulu dorong, kan Chief RA (Menkominfo Rudiantara-red.) juga kasih tenggat waktu. Jadi jangan main asal tutup lapak orang!" Donny menandaskan.
  20. Like
    keenion got a reaction from dugelo in Netflix Diblokir! Gak Sekalian YouTube dan Facebook Ditutup?'   

    Mengakses Netflix memang menyenangkan. Namun layanan video streaming berbayar ini dianggap menyimpan cela, yakni terkait masih adanya konten negatif serta belum comply dengan regulasi Indonesia. 
    Kondisi ini akhirnya membuat Telkom Group memutuskan untuk memblokir Netflix dari layanan internetnya: IndiHome, wiFi.id, dan Telkomsel.
    Terkait kondisi tersebut, Direktur Eksekutif ICT Watch menyebut jika langkah Telkom Group sudah tepat. Jika memang alasannya adalah konten negatif. Namun jangan lupa, ini artinya YouTube juga perlu segera diblokir.
    Termasuk pula kalau alasannya agar comply dengan UU, langkah pemblokiran Netflix oleh Telkom, juga dianggap tepat. Namun jangan lupa juga nanti teknologi-teknologi terbaru macam Internet of Things (IoT) juga harus comply dengan UU Telekomunikasi no 36 tahun 1999.
    "Kemudian kalau soal belum bayar pajak anu itu, jangan lupa itu Facebook kan juga narikin duit tuh dari indonesia, untuk pemasang iklannya. Kan belum bayar pajak. harus diblokir juga," sindirnya.
    Donny kemudian menyoroti langkah Telkom yang terkesan melangkahi Kominfo dengan melakukan pemblokiran terhadap Netflix, padahal hal itu sebenarnya dimungkinkan jika menilik Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif.
    "Regulasinya memungkinkan ISP apapun untuk memblokir apapun. Hal ini tertuang di pasal 7 dan 8," ujar penggiat Internet Sehat ini.
    Dijelaskan Donny, Pasal 7 kurang lebih berbunyi, membolehkan siapapun punya sistem filtering sendiri-sendiri. Sementara Pasal 8, ISP boleh memfilter mandiri atau bekerjasama dengan penyedia filtering tersebut.
    Jadi Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif ini sejatinya hanya mewajibkan, minimal memasukkan list Trust+ terkait peredaran konten negatif. 
    "Logikanya, minimalnya Trust+, lainnya ya diramu dan diracik sendiri kan?" tegasnya.
    Jadi lanjut Donny, berdasarkan Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tersebut, jika Telkom sepanjang sudah memasukkan list yang ada di Trust+ maka sudah aman, dalam arti telah mengikuti aturan. Sementara jika Telkom selanjutnya mau memasukkan Netflix, ya diperbolehkan secara aturan.
    "Kalau harus comply sama regulasi UU penyiaran, UU anu itu... Ya mari kita lihat relevansinya teknologi yang ada dengan UU yang ada. IoT dan konvergensi teknologi, yakin dapat diatur pake UU Telekomunikasi tahun 1999?" sergah Donny.
    "Kominfo memanggil (Telkom Group) juga untuk apa? Regulasinya membolehkan kok. Dan kalau alasannya belum bayar pajak, itu yang pasang Adsense di Google atau Facebook, bayar langsung ke luar negeri, gak bayar pajak Facebook dan Googlenya. Yaa tutup juga dong," imbuhnya.
    Donny yang juga seorang dosen itu sebetulnya lebih sepakat dengan langkah yang diambil Menkominfo Rudiantara terkait bagaimana menangani Netflix. Sebab, dikatakan jika alasannya pornografi, lebih porno YouTube. Namun pertanyaannya adalah, apakah Telkom mau konsisten dengan menutup YouTube sekalian? Terlebih Netflix bisa diakses dengan menggunakan kartu kredit, yang biasanya hanya dimiliki orang dewasa. Juga ada parental control, sehingga lebih berlapis soal keamanan konten ketimbang YouTube dkk.
    "Jadi sebaiknya kasih waktu agar mereka (Netflix) bisa comply dengan regulasi yang ada, dengan catatan, regulasi tersebut tetap ramah pada perkembangan teknologi, tapi juga dapat melindungi kepentingan indonesia. Jangan ujug-ujug ditutup, itu mah arogan. Kan udah bener itu chief, Netflix diminta buka kantor di Indonesia, terus proses comply soal pajaknya, misalnya kerjasama dengan existing operator".
    "Karena sekarang eranya konvergensi, many to many. Kita regulasi telekomunikasi, penyiaran, internet (UU ITE) masih terpisah-pisah. Telkom kan motonya 'the world in your hand'. Nah, 'world' menurut siapa kalau pada akhirnya Telkom lah yang menentukan sendiri apa yang boleh atau tidak boleh diakses oleh masyarakat indonesia, khususnya pelanggannya".
    "Kominfo kan juga sudah mensyaratkan Netflix harus berbadan hukum di Indonesia, buka kantor perwakilan di Indonesia, dan kerjasama dengan existing operator. Sudah itu saja dulu dorong, kan Chief RA (Menkominfo Rudiantara-red.) juga kasih tenggat waktu. Jadi jangan main asal tutup lapak orang!" Donny menandaskan.
  21. Like
    keenion got a reaction from bara_bere123 in Netflix Diblokir! Gak Sekalian YouTube dan Facebook Ditutup?'   

    Mengakses Netflix memang menyenangkan. Namun layanan video streaming berbayar ini dianggap menyimpan cela, yakni terkait masih adanya konten negatif serta belum comply dengan regulasi Indonesia. 
    Kondisi ini akhirnya membuat Telkom Group memutuskan untuk memblokir Netflix dari layanan internetnya: IndiHome, wiFi.id, dan Telkomsel.
    Terkait kondisi tersebut, Direktur Eksekutif ICT Watch menyebut jika langkah Telkom Group sudah tepat. Jika memang alasannya adalah konten negatif. Namun jangan lupa, ini artinya YouTube juga perlu segera diblokir.
    Termasuk pula kalau alasannya agar comply dengan UU, langkah pemblokiran Netflix oleh Telkom, juga dianggap tepat. Namun jangan lupa juga nanti teknologi-teknologi terbaru macam Internet of Things (IoT) juga harus comply dengan UU Telekomunikasi no 36 tahun 1999.
    "Kemudian kalau soal belum bayar pajak anu itu, jangan lupa itu Facebook kan juga narikin duit tuh dari indonesia, untuk pemasang iklannya. Kan belum bayar pajak. harus diblokir juga," sindirnya.
    Donny kemudian menyoroti langkah Telkom yang terkesan melangkahi Kominfo dengan melakukan pemblokiran terhadap Netflix, padahal hal itu sebenarnya dimungkinkan jika menilik Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif.
    "Regulasinya memungkinkan ISP apapun untuk memblokir apapun. Hal ini tertuang di pasal 7 dan 8," ujar penggiat Internet Sehat ini.
    Dijelaskan Donny, Pasal 7 kurang lebih berbunyi, membolehkan siapapun punya sistem filtering sendiri-sendiri. Sementara Pasal 8, ISP boleh memfilter mandiri atau bekerjasama dengan penyedia filtering tersebut.
    Jadi Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif ini sejatinya hanya mewajibkan, minimal memasukkan list Trust+ terkait peredaran konten negatif. 
    "Logikanya, minimalnya Trust+, lainnya ya diramu dan diracik sendiri kan?" tegasnya.
    Jadi lanjut Donny, berdasarkan Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tersebut, jika Telkom sepanjang sudah memasukkan list yang ada di Trust+ maka sudah aman, dalam arti telah mengikuti aturan. Sementara jika Telkom selanjutnya mau memasukkan Netflix, ya diperbolehkan secara aturan.
    "Kalau harus comply sama regulasi UU penyiaran, UU anu itu... Ya mari kita lihat relevansinya teknologi yang ada dengan UU yang ada. IoT dan konvergensi teknologi, yakin dapat diatur pake UU Telekomunikasi tahun 1999?" sergah Donny.
    "Kominfo memanggil (Telkom Group) juga untuk apa? Regulasinya membolehkan kok. Dan kalau alasannya belum bayar pajak, itu yang pasang Adsense di Google atau Facebook, bayar langsung ke luar negeri, gak bayar pajak Facebook dan Googlenya. Yaa tutup juga dong," imbuhnya.
    Donny yang juga seorang dosen itu sebetulnya lebih sepakat dengan langkah yang diambil Menkominfo Rudiantara terkait bagaimana menangani Netflix. Sebab, dikatakan jika alasannya pornografi, lebih porno YouTube. Namun pertanyaannya adalah, apakah Telkom mau konsisten dengan menutup YouTube sekalian? Terlebih Netflix bisa diakses dengan menggunakan kartu kredit, yang biasanya hanya dimiliki orang dewasa. Juga ada parental control, sehingga lebih berlapis soal keamanan konten ketimbang YouTube dkk.
    "Jadi sebaiknya kasih waktu agar mereka (Netflix) bisa comply dengan regulasi yang ada, dengan catatan, regulasi tersebut tetap ramah pada perkembangan teknologi, tapi juga dapat melindungi kepentingan indonesia. Jangan ujug-ujug ditutup, itu mah arogan. Kan udah bener itu chief, Netflix diminta buka kantor di Indonesia, terus proses comply soal pajaknya, misalnya kerjasama dengan existing operator".
    "Karena sekarang eranya konvergensi, many to many. Kita regulasi telekomunikasi, penyiaran, internet (UU ITE) masih terpisah-pisah. Telkom kan motonya 'the world in your hand'. Nah, 'world' menurut siapa kalau pada akhirnya Telkom lah yang menentukan sendiri apa yang boleh atau tidak boleh diakses oleh masyarakat indonesia, khususnya pelanggannya".
    "Kominfo kan juga sudah mensyaratkan Netflix harus berbadan hukum di Indonesia, buka kantor perwakilan di Indonesia, dan kerjasama dengan existing operator. Sudah itu saja dulu dorong, kan Chief RA (Menkominfo Rudiantara-red.) juga kasih tenggat waktu. Jadi jangan main asal tutup lapak orang!" Donny menandaskan.
  22. Like
    keenion got a reaction from ginseng in Netflix Diblokir! Gak Sekalian YouTube dan Facebook Ditutup?'   

    Mengakses Netflix memang menyenangkan. Namun layanan video streaming berbayar ini dianggap menyimpan cela, yakni terkait masih adanya konten negatif serta belum comply dengan regulasi Indonesia. 
    Kondisi ini akhirnya membuat Telkom Group memutuskan untuk memblokir Netflix dari layanan internetnya: IndiHome, wiFi.id, dan Telkomsel.
    Terkait kondisi tersebut, Direktur Eksekutif ICT Watch menyebut jika langkah Telkom Group sudah tepat. Jika memang alasannya adalah konten negatif. Namun jangan lupa, ini artinya YouTube juga perlu segera diblokir.
    Termasuk pula kalau alasannya agar comply dengan UU, langkah pemblokiran Netflix oleh Telkom, juga dianggap tepat. Namun jangan lupa juga nanti teknologi-teknologi terbaru macam Internet of Things (IoT) juga harus comply dengan UU Telekomunikasi no 36 tahun 1999.
    "Kemudian kalau soal belum bayar pajak anu itu, jangan lupa itu Facebook kan juga narikin duit tuh dari indonesia, untuk pemasang iklannya. Kan belum bayar pajak. harus diblokir juga," sindirnya.
    Donny kemudian menyoroti langkah Telkom yang terkesan melangkahi Kominfo dengan melakukan pemblokiran terhadap Netflix, padahal hal itu sebenarnya dimungkinkan jika menilik Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif.
    "Regulasinya memungkinkan ISP apapun untuk memblokir apapun. Hal ini tertuang di pasal 7 dan 8," ujar penggiat Internet Sehat ini.
    Dijelaskan Donny, Pasal 7 kurang lebih berbunyi, membolehkan siapapun punya sistem filtering sendiri-sendiri. Sementara Pasal 8, ISP boleh memfilter mandiri atau bekerjasama dengan penyedia filtering tersebut.
    Jadi Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif ini sejatinya hanya mewajibkan, minimal memasukkan list Trust+ terkait peredaran konten negatif. 
    "Logikanya, minimalnya Trust+, lainnya ya diramu dan diracik sendiri kan?" tegasnya.
    Jadi lanjut Donny, berdasarkan Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tersebut, jika Telkom sepanjang sudah memasukkan list yang ada di Trust+ maka sudah aman, dalam arti telah mengikuti aturan. Sementara jika Telkom selanjutnya mau memasukkan Netflix, ya diperbolehkan secara aturan.
    "Kalau harus comply sama regulasi UU penyiaran, UU anu itu... Ya mari kita lihat relevansinya teknologi yang ada dengan UU yang ada. IoT dan konvergensi teknologi, yakin dapat diatur pake UU Telekomunikasi tahun 1999?" sergah Donny.
    "Kominfo memanggil (Telkom Group) juga untuk apa? Regulasinya membolehkan kok. Dan kalau alasannya belum bayar pajak, itu yang pasang Adsense di Google atau Facebook, bayar langsung ke luar negeri, gak bayar pajak Facebook dan Googlenya. Yaa tutup juga dong," imbuhnya.
    Donny yang juga seorang dosen itu sebetulnya lebih sepakat dengan langkah yang diambil Menkominfo Rudiantara terkait bagaimana menangani Netflix. Sebab, dikatakan jika alasannya pornografi, lebih porno YouTube. Namun pertanyaannya adalah, apakah Telkom mau konsisten dengan menutup YouTube sekalian? Terlebih Netflix bisa diakses dengan menggunakan kartu kredit, yang biasanya hanya dimiliki orang dewasa. Juga ada parental control, sehingga lebih berlapis soal keamanan konten ketimbang YouTube dkk.
    "Jadi sebaiknya kasih waktu agar mereka (Netflix) bisa comply dengan regulasi yang ada, dengan catatan, regulasi tersebut tetap ramah pada perkembangan teknologi, tapi juga dapat melindungi kepentingan indonesia. Jangan ujug-ujug ditutup, itu mah arogan. Kan udah bener itu chief, Netflix diminta buka kantor di Indonesia, terus proses comply soal pajaknya, misalnya kerjasama dengan existing operator".
    "Karena sekarang eranya konvergensi, many to many. Kita regulasi telekomunikasi, penyiaran, internet (UU ITE) masih terpisah-pisah. Telkom kan motonya 'the world in your hand'. Nah, 'world' menurut siapa kalau pada akhirnya Telkom lah yang menentukan sendiri apa yang boleh atau tidak boleh diakses oleh masyarakat indonesia, khususnya pelanggannya".
    "Kominfo kan juga sudah mensyaratkan Netflix harus berbadan hukum di Indonesia, buka kantor perwakilan di Indonesia, dan kerjasama dengan existing operator. Sudah itu saja dulu dorong, kan Chief RA (Menkominfo Rudiantara-red.) juga kasih tenggat waktu. Jadi jangan main asal tutup lapak orang!" Donny menandaskan.
  23. Like
    keenion got a reaction from fuufuu in Netflix Diblokir! Gak Sekalian YouTube dan Facebook Ditutup?'   

    Mengakses Netflix memang menyenangkan. Namun layanan video streaming berbayar ini dianggap menyimpan cela, yakni terkait masih adanya konten negatif serta belum comply dengan regulasi Indonesia. 
    Kondisi ini akhirnya membuat Telkom Group memutuskan untuk memblokir Netflix dari layanan internetnya: IndiHome, wiFi.id, dan Telkomsel.
    Terkait kondisi tersebut, Direktur Eksekutif ICT Watch menyebut jika langkah Telkom Group sudah tepat. Jika memang alasannya adalah konten negatif. Namun jangan lupa, ini artinya YouTube juga perlu segera diblokir.
    Termasuk pula kalau alasannya agar comply dengan UU, langkah pemblokiran Netflix oleh Telkom, juga dianggap tepat. Namun jangan lupa juga nanti teknologi-teknologi terbaru macam Internet of Things (IoT) juga harus comply dengan UU Telekomunikasi no 36 tahun 1999.
    "Kemudian kalau soal belum bayar pajak anu itu, jangan lupa itu Facebook kan juga narikin duit tuh dari indonesia, untuk pemasang iklannya. Kan belum bayar pajak. harus diblokir juga," sindirnya.
    Donny kemudian menyoroti langkah Telkom yang terkesan melangkahi Kominfo dengan melakukan pemblokiran terhadap Netflix, padahal hal itu sebenarnya dimungkinkan jika menilik Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif.
    "Regulasinya memungkinkan ISP apapun untuk memblokir apapun. Hal ini tertuang di pasal 7 dan 8," ujar penggiat Internet Sehat ini.
    Dijelaskan Donny, Pasal 7 kurang lebih berbunyi, membolehkan siapapun punya sistem filtering sendiri-sendiri. Sementara Pasal 8, ISP boleh memfilter mandiri atau bekerjasama dengan penyedia filtering tersebut.
    Jadi Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif ini sejatinya hanya mewajibkan, minimal memasukkan list Trust+ terkait peredaran konten negatif. 
    "Logikanya, minimalnya Trust+, lainnya ya diramu dan diracik sendiri kan?" tegasnya.
    Jadi lanjut Donny, berdasarkan Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tersebut, jika Telkom sepanjang sudah memasukkan list yang ada di Trust+ maka sudah aman, dalam arti telah mengikuti aturan. Sementara jika Telkom selanjutnya mau memasukkan Netflix, ya diperbolehkan secara aturan.
    "Kalau harus comply sama regulasi UU penyiaran, UU anu itu... Ya mari kita lihat relevansinya teknologi yang ada dengan UU yang ada. IoT dan konvergensi teknologi, yakin dapat diatur pake UU Telekomunikasi tahun 1999?" sergah Donny.
    "Kominfo memanggil (Telkom Group) juga untuk apa? Regulasinya membolehkan kok. Dan kalau alasannya belum bayar pajak, itu yang pasang Adsense di Google atau Facebook, bayar langsung ke luar negeri, gak bayar pajak Facebook dan Googlenya. Yaa tutup juga dong," imbuhnya.
    Donny yang juga seorang dosen itu sebetulnya lebih sepakat dengan langkah yang diambil Menkominfo Rudiantara terkait bagaimana menangani Netflix. Sebab, dikatakan jika alasannya pornografi, lebih porno YouTube. Namun pertanyaannya adalah, apakah Telkom mau konsisten dengan menutup YouTube sekalian? Terlebih Netflix bisa diakses dengan menggunakan kartu kredit, yang biasanya hanya dimiliki orang dewasa. Juga ada parental control, sehingga lebih berlapis soal keamanan konten ketimbang YouTube dkk.
    "Jadi sebaiknya kasih waktu agar mereka (Netflix) bisa comply dengan regulasi yang ada, dengan catatan, regulasi tersebut tetap ramah pada perkembangan teknologi, tapi juga dapat melindungi kepentingan indonesia. Jangan ujug-ujug ditutup, itu mah arogan. Kan udah bener itu chief, Netflix diminta buka kantor di Indonesia, terus proses comply soal pajaknya, misalnya kerjasama dengan existing operator".
    "Karena sekarang eranya konvergensi, many to many. Kita regulasi telekomunikasi, penyiaran, internet (UU ITE) masih terpisah-pisah. Telkom kan motonya 'the world in your hand'. Nah, 'world' menurut siapa kalau pada akhirnya Telkom lah yang menentukan sendiri apa yang boleh atau tidak boleh diakses oleh masyarakat indonesia, khususnya pelanggannya".
    "Kominfo kan juga sudah mensyaratkan Netflix harus berbadan hukum di Indonesia, buka kantor perwakilan di Indonesia, dan kerjasama dengan existing operator. Sudah itu saja dulu dorong, kan Chief RA (Menkominfo Rudiantara-red.) juga kasih tenggat waktu. Jadi jangan main asal tutup lapak orang!" Donny menandaskan.
  24. Like
    keenion got a reaction from jokers in Netflix Diblokir! Gak Sekalian YouTube dan Facebook Ditutup?'   

    Mengakses Netflix memang menyenangkan. Namun layanan video streaming berbayar ini dianggap menyimpan cela, yakni terkait masih adanya konten negatif serta belum comply dengan regulasi Indonesia. 
    Kondisi ini akhirnya membuat Telkom Group memutuskan untuk memblokir Netflix dari layanan internetnya: IndiHome, wiFi.id, dan Telkomsel.
    Terkait kondisi tersebut, Direktur Eksekutif ICT Watch menyebut jika langkah Telkom Group sudah tepat. Jika memang alasannya adalah konten negatif. Namun jangan lupa, ini artinya YouTube juga perlu segera diblokir.
    Termasuk pula kalau alasannya agar comply dengan UU, langkah pemblokiran Netflix oleh Telkom, juga dianggap tepat. Namun jangan lupa juga nanti teknologi-teknologi terbaru macam Internet of Things (IoT) juga harus comply dengan UU Telekomunikasi no 36 tahun 1999.
    "Kemudian kalau soal belum bayar pajak anu itu, jangan lupa itu Facebook kan juga narikin duit tuh dari indonesia, untuk pemasang iklannya. Kan belum bayar pajak. harus diblokir juga," sindirnya.
    Donny kemudian menyoroti langkah Telkom yang terkesan melangkahi Kominfo dengan melakukan pemblokiran terhadap Netflix, padahal hal itu sebenarnya dimungkinkan jika menilik Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif.
    "Regulasinya memungkinkan ISP apapun untuk memblokir apapun. Hal ini tertuang di pasal 7 dan 8," ujar penggiat Internet Sehat ini.
    Dijelaskan Donny, Pasal 7 kurang lebih berbunyi, membolehkan siapapun punya sistem filtering sendiri-sendiri. Sementara Pasal 8, ISP boleh memfilter mandiri atau bekerjasama dengan penyedia filtering tersebut.
    Jadi Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif ini sejatinya hanya mewajibkan, minimal memasukkan list Trust+ terkait peredaran konten negatif. 
    "Logikanya, minimalnya Trust+, lainnya ya diramu dan diracik sendiri kan?" tegasnya.
    Jadi lanjut Donny, berdasarkan Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tersebut, jika Telkom sepanjang sudah memasukkan list yang ada di Trust+ maka sudah aman, dalam arti telah mengikuti aturan. Sementara jika Telkom selanjutnya mau memasukkan Netflix, ya diperbolehkan secara aturan.
    "Kalau harus comply sama regulasi UU penyiaran, UU anu itu... Ya mari kita lihat relevansinya teknologi yang ada dengan UU yang ada. IoT dan konvergensi teknologi, yakin dapat diatur pake UU Telekomunikasi tahun 1999?" sergah Donny.
    "Kominfo memanggil (Telkom Group) juga untuk apa? Regulasinya membolehkan kok. Dan kalau alasannya belum bayar pajak, itu yang pasang Adsense di Google atau Facebook, bayar langsung ke luar negeri, gak bayar pajak Facebook dan Googlenya. Yaa tutup juga dong," imbuhnya.
    Donny yang juga seorang dosen itu sebetulnya lebih sepakat dengan langkah yang diambil Menkominfo Rudiantara terkait bagaimana menangani Netflix. Sebab, dikatakan jika alasannya pornografi, lebih porno YouTube. Namun pertanyaannya adalah, apakah Telkom mau konsisten dengan menutup YouTube sekalian? Terlebih Netflix bisa diakses dengan menggunakan kartu kredit, yang biasanya hanya dimiliki orang dewasa. Juga ada parental control, sehingga lebih berlapis soal keamanan konten ketimbang YouTube dkk.
    "Jadi sebaiknya kasih waktu agar mereka (Netflix) bisa comply dengan regulasi yang ada, dengan catatan, regulasi tersebut tetap ramah pada perkembangan teknologi, tapi juga dapat melindungi kepentingan indonesia. Jangan ujug-ujug ditutup, itu mah arogan. Kan udah bener itu chief, Netflix diminta buka kantor di Indonesia, terus proses comply soal pajaknya, misalnya kerjasama dengan existing operator".
    "Karena sekarang eranya konvergensi, many to many. Kita regulasi telekomunikasi, penyiaran, internet (UU ITE) masih terpisah-pisah. Telkom kan motonya 'the world in your hand'. Nah, 'world' menurut siapa kalau pada akhirnya Telkom lah yang menentukan sendiri apa yang boleh atau tidak boleh diakses oleh masyarakat indonesia, khususnya pelanggannya".
    "Kominfo kan juga sudah mensyaratkan Netflix harus berbadan hukum di Indonesia, buka kantor perwakilan di Indonesia, dan kerjasama dengan existing operator. Sudah itu saja dulu dorong, kan Chief RA (Menkominfo Rudiantara-red.) juga kasih tenggat waktu. Jadi jangan main asal tutup lapak orang!" Donny menandaskan.
  25. Like
    keenion got a reaction from iiee in Netflix Diblokir! Gak Sekalian YouTube dan Facebook Ditutup?'   

    Mengakses Netflix memang menyenangkan. Namun layanan video streaming berbayar ini dianggap menyimpan cela, yakni terkait masih adanya konten negatif serta belum comply dengan regulasi Indonesia. 
    Kondisi ini akhirnya membuat Telkom Group memutuskan untuk memblokir Netflix dari layanan internetnya: IndiHome, wiFi.id, dan Telkomsel.
    Terkait kondisi tersebut, Direktur Eksekutif ICT Watch menyebut jika langkah Telkom Group sudah tepat. Jika memang alasannya adalah konten negatif. Namun jangan lupa, ini artinya YouTube juga perlu segera diblokir.
    Termasuk pula kalau alasannya agar comply dengan UU, langkah pemblokiran Netflix oleh Telkom, juga dianggap tepat. Namun jangan lupa juga nanti teknologi-teknologi terbaru macam Internet of Things (IoT) juga harus comply dengan UU Telekomunikasi no 36 tahun 1999.
    "Kemudian kalau soal belum bayar pajak anu itu, jangan lupa itu Facebook kan juga narikin duit tuh dari indonesia, untuk pemasang iklannya. Kan belum bayar pajak. harus diblokir juga," sindirnya.
    Donny kemudian menyoroti langkah Telkom yang terkesan melangkahi Kominfo dengan melakukan pemblokiran terhadap Netflix, padahal hal itu sebenarnya dimungkinkan jika menilik Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif.
    "Regulasinya memungkinkan ISP apapun untuk memblokir apapun. Hal ini tertuang di pasal 7 dan 8," ujar penggiat Internet Sehat ini.
    Dijelaskan Donny, Pasal 7 kurang lebih berbunyi, membolehkan siapapun punya sistem filtering sendiri-sendiri. Sementara Pasal 8, ISP boleh memfilter mandiri atau bekerjasama dengan penyedia filtering tersebut.
    Jadi Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif ini sejatinya hanya mewajibkan, minimal memasukkan list Trust+ terkait peredaran konten negatif. 
    "Logikanya, minimalnya Trust+, lainnya ya diramu dan diracik sendiri kan?" tegasnya.
    Jadi lanjut Donny, berdasarkan Permen Kominfo Nomor 19 tahun 2014 tersebut, jika Telkom sepanjang sudah memasukkan list yang ada di Trust+ maka sudah aman, dalam arti telah mengikuti aturan. Sementara jika Telkom selanjutnya mau memasukkan Netflix, ya diperbolehkan secara aturan.
    "Kalau harus comply sama regulasi UU penyiaran, UU anu itu... Ya mari kita lihat relevansinya teknologi yang ada dengan UU yang ada. IoT dan konvergensi teknologi, yakin dapat diatur pake UU Telekomunikasi tahun 1999?" sergah Donny.
    "Kominfo memanggil (Telkom Group) juga untuk apa? Regulasinya membolehkan kok. Dan kalau alasannya belum bayar pajak, itu yang pasang Adsense di Google atau Facebook, bayar langsung ke luar negeri, gak bayar pajak Facebook dan Googlenya. Yaa tutup juga dong," imbuhnya.
    Donny yang juga seorang dosen itu sebetulnya lebih sepakat dengan langkah yang diambil Menkominfo Rudiantara terkait bagaimana menangani Netflix. Sebab, dikatakan jika alasannya pornografi, lebih porno YouTube. Namun pertanyaannya adalah, apakah Telkom mau konsisten dengan menutup YouTube sekalian? Terlebih Netflix bisa diakses dengan menggunakan kartu kredit, yang biasanya hanya dimiliki orang dewasa. Juga ada parental control, sehingga lebih berlapis soal keamanan konten ketimbang YouTube dkk.
    "Jadi sebaiknya kasih waktu agar mereka (Netflix) bisa comply dengan regulasi yang ada, dengan catatan, regulasi tersebut tetap ramah pada perkembangan teknologi, tapi juga dapat melindungi kepentingan indonesia. Jangan ujug-ujug ditutup, itu mah arogan. Kan udah bener itu chief, Netflix diminta buka kantor di Indonesia, terus proses comply soal pajaknya, misalnya kerjasama dengan existing operator".
    "Karena sekarang eranya konvergensi, many to many. Kita regulasi telekomunikasi, penyiaran, internet (UU ITE) masih terpisah-pisah. Telkom kan motonya 'the world in your hand'. Nah, 'world' menurut siapa kalau pada akhirnya Telkom lah yang menentukan sendiri apa yang boleh atau tidak boleh diakses oleh masyarakat indonesia, khususnya pelanggannya".
    "Kominfo kan juga sudah mensyaratkan Netflix harus berbadan hukum di Indonesia, buka kantor perwakilan di Indonesia, dan kerjasama dengan existing operator. Sudah itu saja dulu dorong, kan Chief RA (Menkominfo Rudiantara-red.) juga kasih tenggat waktu. Jadi jangan main asal tutup lapak orang!" Donny menandaskan.
×
×
  • Create New...