Jump to content

theblue

Member
  • Content Count

    110
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    1

theblue last won the day on April 12 2014

theblue had the most liked content!

About theblue

  • Rank
    Magang
  • Birthday 02/06/1990

Profile Information

  • Gender
    Male

Recent Profile Visitors

7,333 profile views
  1. Virus Corona COVID-19 telah dinyatakan sebagai wabah yang pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Perusahaan teknologi besar seperti Google dan Twitter memperbolehkan karyawannya dari rumah. Sejak Kamis (12/3/2020) Google sudah memandatkan 300.000 karyawannya untuk bekerja dari rumah. Khususnya untuk karyawan yang berbasis di Inggris, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Sebagai antisipasi penyebaran covid-19 atau virus corona. Pemberlakuan kerja dari rumah itu akan dilakukan sampai pemberitahuan lebih lanjut oleh Google. Google mengatakan, satu-satunya wilayah yang tersisa menjalankan bisnis seperti biasanya pada saat ini adalah Amerika Latin. Selain itu, Google juga telah memberi tahu lebih dari 100.000 karyawannya di Amerika Utara untuk tetap di rumah di tengah virus itu hingga setidaknya 10 April. CEO Google, Sundar Pichai dan CFO Google, Ruth Porat, mendesak karyawan untuk tetap termotivasi untuk menjalankan infrastruktur global Google di tengah perubahan besar dan kekhawatiran seputar penyebaran virus. "Kami tahu ini adalah waktu yang sangat meresahkan bagi semua orang," kata Pichai dalam email internal, pekan lalu. Ia menambahkan bahwa perusahaan memiliki tim keamanan dan ketahanan yang siap menjalankan pusat komando 24 jam untuk membantu para eksekutif memantau situasi penyebaran corona. Perusahaan teknologi Twitter juga menerapkan hal yang seperti Google. Twittermemutuskan untuk mewajibkan 4.900 karyawan bekerja dari rumah untuk menghadang penyebaran virus corona COVID-19 yang telah menyebar ke banyak negara. Dalam postingan di blog resmi perusahaan, Twitter mengatakan, "Kebijakan kerja dari rumah ini bersifat wajib karena perusahaan memiliki tanggung jawab untuk mendukung komunitas perusahaan dan mereka yang rentan," ujar perusahaan seperti dilansir dari CNBC International, Kamis (12/3/2020). "Kami memahami bahwa ini adalah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi ini adalah saat yang belum pernah terjadi sebelumnya," lanjutnya. Twitter mengatakan mereka akan terus membayar kontraktor dan membayar karyawan per jam yang tidak dapat melakukan tugas mereka saat bekerja dari rumah.
  2. Pemerintah China benar-benar dibuat pusing saat ini. Di saat virus korona yang mewabah di Provinsi Wuhan belum selesai ditangani, virus flu burung atau H5N1 muncul di Provinsi Hunan Selatan. Hal itu dikonfirmasi Kementerian Pertanian dan Pedesaan China pada Sabtu 1 Februari 2020. Kasus flu burung ini terjadi di salah satu peternakan yang ada di Kota Shaoyang, Provinsi Hunan Selatan. Sejauh ini dari 7.850 ayam yang ada di peternakan tersebut, 4.500 di antaranya mati karena flu burung. Akibat insiden di atas, pihak berwenang pun memusnahkan 17.828 unggas, sebagai langkah antisipasi agar virus tersebut tidak menular. Ini bukan yang pertama China diserang virus H5N1. Terakhir kali China dilanda virus yang menular dari unggas ke manusia itu terjadi pada 2013. Akibat kasus di atas, pemerintah China mengalami kerugian hingga USD6,5 miliar atau setara Rp88,9 triliun. Sebenarnya bukan China negara pertama yang dilanda virus flu burung akhir-akhir ini. Pada awal pekan ini, pemerintah India memusnahkan ayam dan telur yang diduga mengandung virus flu burung. Karena itu, pemerintah China sedang dibuat pusing saat ini. Sebab, virus korona yang telah menyebabkan 300 orang meninggal dunia dan sekira 14.000 orang terjangkit belum berhasil mereka tuntaskan hingga saat ini. Terbaru, jumlah korban meninggal dunia bukan saja dari China. Ada satu korban meninggal dunia di Filipina yang teridentifikasi meninggal karena virus korona. Hanya saja, pria tersebut merupakan warga negara China yang sedang berlibur di Manila, Filipina, sejak 21 Januari 2020. flu burung.jfif
  3. CEO RRQ, Andrian Pauline (kanan) pada launching tim PSG.RRQ bersama legenda PSG, Jay-Jay Okocha (dua dari kanan). Tim electronic sports (e-Sports) asal Indonesia, Rex Regum Qeon (RRQ) resmi berkolaborasi dengan klub raksasa asal Eropa, Paris Saint-Germain (PSG). Divisi PSG Esports akan melakukan serangkaian kerja sama dengan RRQ. Satu di antara yang bakal terealisasi dalam pertengahan Februari 2019 adalah penggunaan nama baru bagi divisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) RRQ. Saat mengikuti Babak Reguler MLBB Professional League (MPL) Indonesia Season 3, nama tim menjadi PSG.RRQ. Menurut CEO RRQ, Andrian Pauline, pola kolaborasi bareng PSG bakal memberikan manfaat luar biasa. Ia yakin, tim PSG.RRQ akan semakin bertaji, sekaligus mampu merasakan serangkaian benefit lain. Andrian tak menutupi rasa bahagia bercampur bangga ketika RRQ digandeng PSG. "Kami akan merasakan sesuatu yang berbeda. Selain nama besar PSG, ragam kemungkinan sudah terpapar di depan mata," tegasnya. Bagi Andrian, berkolaborasi dengan PSG membuat RRQ akan merasakan atmosfer profesional yang lebih kuat. Aura itu akan mendorong para atlet yang berada di dalam keluarga besar RRQ, akan semakin terpacu. Beberapa bentuk benefit yang memiliki peluang terealisasi antara lain partisipasi di lingkup turnamen yang lebih besar dengan kuantitas jadwal yang semakin banyak. Kondisi itu akan memberikan kesempatan kepada para atlet RRQ agar tertempa mental serta kemampuan. Manfaat Lain Selain itu, hal lain yang terbuka lebar adalah bootcamp di markas besar PSG Esports. "Hal-hal itu menjadi benefit bagi RRQ dan para atlet. Ini yang harus kami lakukan, sekaligus buktikan," kata Andrian. PSG Esports menjadi satu di antara tim besar di kawasan Eropa. Beroperasi sejak 2016, PSG Esports memiliki beberapa tim e-sports yang mumpuni seperti FIFA, Rocket League sampai Dota 2. Tim ini sempat mencuri perhatian publik saat berhasil menggaet juara dunia FIFA eWorld Cup 2014 dan 2016, August "Agge" Rosenmeier. Pada saat itu, mereka juga berhasil mengejutkan dunia dengan mengontrak Lucas "DaXe" Cuillerier. Dua nama tersebut sudah memberi banyak trofi juara, termasuk jawara dunia di pentas FIFA. Divisi lain yang tak kalah moncer milik PSG Esports adalah League of Legends. Meski saat ini sedang non-aktif, tim LoL PSG Esports ini pernah memiliki roster hebat. Pada Desember 2016, mereka sempat memiliki Etienne "Steve" Michels, Sung-Min "Blanc" Jin, Thomas "Kirei" Yuen, Hampus "Sprattel" Abrahamsson, dn WooHyung "Pilot" Na. Tim DOTA 2 PSG Esports juga tak kalah mentereng. Mereka memiliki formasi yang sempat menjadi jawara di beragam event major - minor, yakni Wang "Ame" Chunyu, Lu "Maybe" Yao, Yang "Chalice" Shenyi, Xu "Fy" Linsen, dan pemain asal Malaysia, Jian Wei "xNova" Yap.
  4. min cariin cewek dong min

    1. qbonk

      qbonk

      Kocak lau ndral

    2. Males

      Males

      emang mimin mak jomblang

  5. waduh, iya sih jakarta udah mendung
  6. Halo ndral, apakabar?

     

  7. Di tengah-tengah rutinitas ngoding, pasti kalian akan mengalami berbagai macam perubahan mood. Tergantung dari bagaimana kodemu bekerja, bukan? Saat program berjalan dengan benar, senangnya minta ampun. Tapi kalau lagi tracking invisible bugs, pusingnya juga minta ampun. Percaya atau tidak, saat sedang menemukan masalah atau bug, kita terkadang akan bertindak konyol. Dan yang biasanya kena dampaknya, adalah teman di sebelah kita. Seperti yang ada di gambar ini: Nah, untuk mendukung aksi konyolmu kalau lagi kambuh, kamu bisa coba berikut: Membuat Keyboard Bersuara Seperti Mesin Ketik Masih ingat tidak keyboard jadul jaman dulu? Yang bersuara keras? Mirip mesin ketik? Atau bahkan di antara kamu ada yang pernah menggunakannya? Oke, kalau belum tahu, berikut ini saya sajikan videonya: Berbeda banget kan dengan keyboard jaman sekarang. Keyboard jaman sekarang sangat smooth dan tipis, ringan. Suaranya pun ramah di telinga. Sehingga tidak perlu menganggu orang lain, atau pun kita bisa tetep ngoding di malam hari tanpa harus membangunkan orang-orang yang tidur. Bayangkan kalau jaman dulu ada programmer yang kebut deadline? Betapa suaranya akan menggelegar kemana-mana. Ok. Kalau kamu beneran ingin iseng-iseng gangguin rekan kamu di sebelah sambil nostalgia, maka software berikut ini akan membuat efek suara keyboard kamu seperti keyboard jaman dulu! Bucklespring Software ini berjalan di belakang layar dan akan membunyikan suara keyboard jadul apa bila tuts-tuts keyboard ditekan. Benar-benar seperti kita menggunakan keyboard lama. Cara memasang Jika kalian pengguna Ubuntu, maka kalian sedang beruntung. Memasangnya tidak sulit, kalian bisa menggunakan snap package manager. sudo snap install bucklespring Atau kalian juga bisa menggunakan apt-get milik debian. Dan jika kalian pengguna arch linux, it's always easy to install something. Tinggal pake yaourt, dan software bucklespring akan terinstall. yaourt -S bucklespring-git Dan bagi pengguna distro linux lainnya atau pengguna OS yang lain, kalian bisa mendownload dan mencompile sendiri dari source-codenya. Kalian bisa mengunjunginya di halaman github bucklespring . On Action Ok. Setelah terinstall, kita tinggal memanggil dengan perintah buckle jika menggunakan arch linux. Atau jika menggunakan snap ubuntu, jalankan program dengan perintah bucklespring.buckle. Atau dengan perintah ./buckle jika kalian mengcompile sendiri. Voila! Sekarang setiap kali kalian menekan tuts keyboard, suara bucklespringakan menggema! Seru bukan? Beneran seperti jaman dulu banget! NB: kalau nostalgianya sudah selesai, kalian bisa menutup aplikasi tersebut dengan perintah Ctrl+c pada terminal kalian. Good luck!
  8. Orang maaah engga demen batu nisan, Simbah beli sendiri
  9. makin gak seru aja dipegang facebook
  10. jahat CIA, hidup brasa didunia yg salah
×
×
  • Create New...