Jump to content

Pornku

Member
  • Posts

    17
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    1

Pornku last won the day on April 22 2020

Pornku had the most liked content!

Pornku's Achievements

Newbie

Newbie (1/14)

2

Reputation

  1. Masturbasi sebenarnya merupakan aktivitas seksual yang umum dan aman untuk dilakukan. Masturbasi bahkan bisa memberikan beragam manfaat bagi kesehatan. Di sisi lain, aktivitas ini kerap dikaitkan dengan gangguan produksi sperma hingga gangguan kejiwaan. Benarkah demikian? Masturbasi atau onani adalah tindakan memberikan rangsangan seksual pada diri sendiri dengan cara menyentuh, meraba, atau memijat organ kelamin. Tujuannya adalah untuk mencapai orgasme atau klimaks, layaknya berhubungan intim dengan pasangan. Pria biasanya melakukan masturbasi dengan menyentuh dan memijat penisnya, sedangkan wanita melakukan masturbasi dengan menyentuh dan memainkan area sensitif, seperti klitoris, vagina, dan puting payudara. Berbagai riset menyebutkan bahwa sekitar 70–90% pria dan wanita pernah melakukan masturbasi dan sekitar 25% rutin melakukannya setiap minggu. Hal ini menunjukkan bahwa masturbasi merupakan aktivitas seksual yang umum dilakukan. Manfaat Masturbasi bagi Kesehatan Walau penelitian mengenai manfaat masturbasi bagi kesehatan masih sangat terbatas, tetapi aktivitas seksual ini terbukti mampu membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Ada beberapa manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari melakukan masturbasi, antara lain: 1. Meredakan stres dan memperbaiki suasana hati Orgasme melalui masturbasi atau berhubungan intim bisa menjadi salah satu cara untuk melepas stres. Saat mencapai orgasme, tubuh akan melepaskan hormon dopamin dan endorfin yang bisa menimbulkan perasaan senang, nyaman, dan rileks. 2. Mengurangi nyeri Selain mengatasi stres dan memperbaiki suasana hati, masturbasi juga bisa bermanfaat untuk mengurangi nyeri. Ketika mencapai orgasme, tubuh akan menghasilkan hormon serotonin, dopamin, dan endorfin. Selain bisa menimbulkan rasa tenang dan nyaman, hormon tersebut juga bisa meredakan rasa nyeri. 3. Memperbaiki kualitas tidur Keluhan susah tidur atau insomnia bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk stres dan rasa cemas berlebihan. Apabila merasa susah tidur, Anda bisa mencoba masturbasi guna mencapai orgasme. Ketika mencapai klimaks, tubuh akan merasa lebih nyaman dan tenang, sehingga Anda lebih mudah tertidur. 4. Meningkatkan gairah seksual Tak hanya bisa dilakukan sebagai cara mencapai orgasme secara mandiri, masturbasi juga bisa dilakukan debagai salah satu teknik foreplay. Dengan melakukan masturbasi, Anda dan pasangan bisa merasa lebih bergairah saat berhubungan intim. Tak hanya itu, masturbasi juga bisa dilakukan bersama pasangan ketika Anda atau pasangan sedang bosan dengan seks penetrasi. 5. Mengatasi ejakulasi dini Pria yang mengalami keluhan ejakulasi dini bisa mencoba lebih sering masturbasi untuk mengatasi keluhan tersebut. Saat sedang melakukan masturbasi, cobalah cara stop-squeeze, yaitu dengan menahan ejakulasi saat akan mencapai orgasme. Coba rangsang penis dan tahan saat akan ejakulasi. Ulangi hingga 3–4 kali. Pada kasus tertentu, masturbasi juga bisa bermanfaat untuk mengatasi masalah seksual, seperti disfungsi seksual. Selain itu, masturbasi pun bisa dicoba sebagai salah satu cara mendapatkan orgasme bagi wanita. 6. Menurunkan risiko terjadinya kanker prostat Ada riset yang menyebutkan bahwa ejakulasi secara rutin, baik melalui masturbasi atau hubungan seks, bisa menurunkan risiko terjadinya kanker prostat. Riset tersebut menyebutkan bahwa pria yang rutin ejakulasi setidaknya 21 kali dalam 1 bulan berisiko lebih rendah untuk terkena kanker prostat. Meski bermanfaat, masturbasi tidak disarankan untuk dilakukan terlalu sering karena bisa membuat Anda mengalami kecanduan masturbasi. 7. Meredakan keluhan saat hamil Perubahan hormon selama kehamilan menyebabkan beberapa wanita hamil merasakan gairah seksual yang meningkat, tetapi takut atau tidak nyaman untuk berhubungan intim dengan pasangannya. Oleh karena itu, masturbasi saat hamil dapat bisa menjadi alternatif aman untuk melepaskan ketegangan seksual selama kehamilan. Aktivitas seksual ini juga dapat meringankan gejala kehamilan, seperti nyeri punggung bawah. Meski demikian, selama dan beberapa saat setelah orgasme, sebagian wanita hamil umumnya akan merasakan kram ringan. Risiko Masturbasi yang Perlu Diketahui Walau dapat memberikan beberapa manfaat, masturbasi juga bisa berisiko, terutama jika dilakukan terlalu sering, kasar, atau dengan cara yang salah. Berikut ini adalah beberapa risiko masturbasi yang penting Anda ketahui: Luka pada organ intim Pada pria, masturbasi yang dilakukan terlalu sering atau kencang bisa menyebabkan penis mengalami cedera atau terluka. Sedangkan pada wanita, masturbasi terlalu sering atau kasar bisa menyebabkan vagina atau klitoris terluka, bengkak, dan iritasi. Penularan penyakit menular seksual Meski tergolong aman, masturbasi tetap berisiko menimbulkan dampak negatif, termasuk risiko terkena penyakit menular seksual. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang melakukan masturbasi setelah ia menyentuh kelamin, air mani, atau cairan vagina dari penderita penyakit tersebut. Selain itu, penyakit menular seksual juga bisa menular melalui pemakaian sex toys, seperti vibrator atau dildo, yang digunakan bergantian dengan orang lain. Kecanduan masturbasi Masturbasi yang dilakukan sesekali untuk melepas hasrat seksual adalah hal yang normal dilakukan. Namun, masturbasi terkadang bisa menimbulkan ketergantungan atau adiksi. Seseorang bisa dikatakan mengalami kecanduan masturbasi bila kesulitan atau bahkan tidak bisa berhenti melakukannya setiap hari dan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk masturbasi hingga mengganggu aktivitas dan interaksi dengan orang lain. Selain itu, terlalu sering melakukan aktivitas masturbasi juga dapat menimbulkan masalah lain, seperti sulit mencapai orgasme saat berhubungan intim. Tips agar Masturbasi Tetap Aman dan Sehat Agar tetap nyaman dan aman saat masturbasi, Anda disarankan untuk mengikuti beberapa tips berikut ini: Cuci tangan sebelum menyentuh organ intim dan setelah orgasme. Gunakan pelumas sesuai kebutuhan, misalnya untuk kondisi vagina kering atau penis yang kurang sensitif. Coba gunakan sex toys saat masturbasi, tapi pastikan alat yang digunakan bersih dan tidak digunakan bergantian dengan orang lain. Masturbasi adalah aktivitas seksual yang normal dan alami untuk dilakukan. Selain bisa membuat Anda mencapai orgasme saat sedang jauh dari pasangan, aktivitas ini juga bisa membuat hubungan intim Anda dan pasangan semakin bergairah. Namun, Anda perlu waspada bila masturbasi membuat Anda sulit mencapai orgasme saat berhubungan intim dengan pasangan, menimbulkan kecanduan, atau merasakan keluhan tertentu setelah masturbasi, seperti nyeri atau perdarahan di organ intim. Apabila masalah yang timbul karena masturbasi sudah mengganggu kehidupan Anda sehari-hari, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan.
  2. Hubungan seks adalah bagian yang mewarnai kehidupan dari banyak pasangan di dunia. Aktivitas ini dipercaya mampu membawa segudang manfaat, tak hanya soal pernyataan cinta dan kasih sayang. Ya, berhubungan seksual dipercaya mampu mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan beragam manfaat lainnya. Berikut ini ada tujuh manfaat yang bisa diperoleh dari berhubungan seks demi hidup lebih sehat. 1. Mengurangi rasa cemas Gairah seksual terbukti dapat menurunkan kadar hormon kortisol yang mungkin menjelaskan mengapa seks bisa terasa begitu menenangkan. "Kami tahu bahwa orang yang melakukan hubungan seks umumnya memiliki kecemasan dan stres yang lebih sedikit," kata pendiri MiddlesexMD, Barb Depree, MD. Alasan lain mengapa seks dapat mengurangi stres, kecemasan, serta meningkatkan suasana hati secara keseluruhan adalah karena seks melepaskan endorfin. Endorfin adalah senyawa kimia yang memberikan perasaan senang, motivasi, dan energi. Selain seks, ada banyak aktivitas yang melepaskan endorfin antara lain olahraga, tertawa, dan makan sesuatu yang enak. 2. Meningkatkan keintiman Berhubungan seks adalah bagian normal dari hubungan yang sehat karena meningkatkan oksitosin. Oksitosin dijuluki hormon cinta karena dikaitkan dengan perasaan percaya dan empati yang merupakan kunci untuk membangun hubungan intim. Baca juga: 9 Hal Penting yang Perlu Diketahui Sebelum Hubungan Intim Pertama Kali Jika kita memiliki hubungan intim dan merasa lebih terhubung dengan pasangan, kemungkinan besar keinginan untuk berhubungan seks alias libido juga bisa meningkat. 3. Membakar kalori Seks memang tidak akan menggantikan rutinitas olahraga, tetapi berhubungan meningkatkan detak jantung dan membakar lebih banyak kalori. Berdasarkan sebuah studi pada tahun 2013, pasangan heteroseksual berusia awal 20-an membakar antara 69-100 kalori selama berhubungan seksual. Jumlah tersebut kira-kira setara dengan berlari selama 10 menit di atas treadmill. Kita bisa membakar lebih banyak kalori, tergantung pada intensitas dan durasinya. 4. Membuat kualitas tidur lebih baik Depree mengungkapkan, seks secara umum membantu melepaskan oksitosin yang secara langsung berdampak pada otak untuk mendorong relaksasi, dan menenangkan. Sementara itu, menurut International Society for Sexual Medicine, orgasme juga meningkatkan kadar prolaktin. Prolaktin adalah hormon yang terkait dengan perasaan mengantuk dan rileks. Artinya, berhubungan seks dapat membuat kita lebih mudah tidur di malam hari. 5. Meningkatkan imun tubuh Wanita yang aktif secara seksual memiliki tingkat antibodi lebih tinggi. Di mana, terdapat imunoglobulin A dalam air liur. Sebaliknya, kekurangan imunoglobin A dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan tertentu, seperti pneumonia, bronkitis, infeksi lain pada sinus, telinga, dan mata. Baca juga: 5 Jawaban Pertanyaan tentang Berhubungan Intim di Masa Kehamilan 6. Mencegah hipertensi dan penyakit jantung Berhubungan seks dapat melepaskan bahan kimia yang menurunkan stres dan kecemasan. Keduanya berkaitan dengan tekanan darah tinggi (hipertensi). Tekanan darah tinggi dapat memengaruhi jantung dalam jangka panjang. Itulah alasan mengapa, berhubungan seks dapat mengendalikan tekanan darah yang terjadinya mencegah penyakit jantung. 7. Meredakan nyeri Seks melepaskan endorfin, yang menurut beberapa penelitian dapat membantu mengatasi rasa nyeri akibat menstruasi dan saat melahirkan. Namun, jika seks justru menyebabkan kesakitan, ada cara untuk mengelolanya. Kondisi seperti endometriosis, vulvodynia, atau menopause dapat membuat seks menyakitkan bagi wanita, tetapi seringkali dapat dikelola dengan terapi fisik dan seksual.
×
×
  • Create New...