Jump to content

Inside_in666

Member
  • Posts

    2
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    1

Inside_in666 last won the day on November 10 2016

Inside_in666 had the most liked content!

Inside_in666's Achievements

Newbie

Newbie (1/14)

3

Reputation

  1. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia akhirnya memiliki kepengurusan yang baru di bawah kepemimpinan Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi. Tepat pukul 21.40 WIB, Kongres PSSI resmi pun ditutup Pelaksana Tugas Ketum PSSI periode 2015-2016, Hinca Panjaitan. Ketua Komite Pemilihan, Agum Gumelar, menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan PSSI periode 2016-2020. Menurut Agum, kongres yang berlangsung hampir 12 jam tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ia berharap kepengurusan PSSI selanjutnya dapat menjalani reformasi sepak bola dengan baik. "Ada tiga hakekat reformasi. Pertama, tinggalkan nilai-nilai lama yang tidak sesuai dengan tuntutan reformasi. Nilai-nilai yang berbau arogansi, KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme), bernuansa paling benar sendiri, pengaturan skor, suap, dan sebagainya, tinggalkan itu jauh-jauh," kata Agum dalam kesempatannya berbicara di kongres tersebut. Hakekat reformasi yang kedua, ucap Agum, adalah melanjutkan nilai-nilai baik yang ada dalam PSSI pengurus lama. "Ketiga, masyarakat Indonesia sangat berharap untuk bisa bawa persepakbolaan ini profesional dalam pengelolaan kompetisi dan cita-cita kuat nilai-nilai orestasi," katanya menambahkan. Lebih lanjut, Agum pun meminta agar Edy beserta anggota pengurus baru PSSI dapat mempersatukan semua komponen sepak bola Indonesia. "Saya yakin dengan cara seperti itu sepak bola bisa maju. Selamat berjuang Pak Edy dan kawan-kawan. Bawalah sepakbola seperti yang diharapkan bangsa Indonesia," ucapnya melanjutkan. Berikut ini adalah kepengurusan PSSI periode 2016-2020: Ketua Umum: Edy Rahmayadi Wakil Ketua Umum: Joko Driyono, Iwan Budianto Anggota Komite Eksekutif: H. Hidayat 70 suara Yunus Nusi Condro Kirono Gusti Randa Pieter tanuri Juni Ardianto Rachman A.S Sukawijaya Johar Lin Eng Refrizal Dirk Soplanit Verry Muliadi Papat Yunisal
  2. Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar kecewa dengan sikap Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak dijebloskan ke penjara hingga dibebaskan hari ini, SBY tak pernah menyampaikan keprihatinan. "Beliau (SBY) waktu itu masih aktif, saya masuk (penjara) prihatin juga enggak. Yang saya harapkan waktu itu beliau mengatakan, saya prihatin Ketua KPK masuk tahanan, enggak ada juga," kata Antasari di rumahnya, Komplek Les Belles Maisons, Serpong, Tangerang, Kamis (10 November 2016). Tujuh tahun lalu saat masih menjabat sebagai Ketua KPK, Antasari ditahan karena kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen. Saat itu Presiden SBY langsung memberhentikan Antasari dari jabatan yang dipegang tak lebih dari dua tahun. Antasari tidak berniat mengundang SBY dalam acara syukuran pembebasan pada 26 November nanti. Dia hanya mengundang koleganya di kejaksaan, Kementerian Hukum dan HAM, serta orang-orang yang pernah menjenguknya selama ditahan di LP. "Jangankan ucapan, keluar masuk (LP) saja enggak ada prihatinnya. Saya kan pejabat negara di era itu. Saya masuk penjara tidak ada say hello," katanya. Pria berkumis tebal ini akan mengundang Wakil Presiden Jusuf Kalla di acara syukuran nanti. Antasari menganggap JK seperti sahabat sejati. Beberapa kali JK menjenguknya di dalam LP, saat dirinya terpuruk. JK juga pernah menjadi saksi saat anaknya menikah. Antasari mengatakan, kasus yang menjeratnya ke dalam penjara tak lepas dari sepak terjang dia sebagai ketua KPK. Dia menilai banyak pihak yang tidak berkenan dengan kiprahnya saat itu. "Kalau seandainya saat itu saya bukan Ketua KPK, saya masuk penjara enggak? Nah itu. Jadi mungkin pada waktu itu banyak yang gerah dan terganggu dengan sepak terjang KPK," kata Antasari. Antasari berharap tidak ada lagi orang yang dikriminalisasi seperti dirinya. Dia pun mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang mencanangkan reformasi di bidang hukum. "Saya setuju (reformasi hukum). Memang harus, supaya tidak ada lagi orang yang mengalami seperti saya. Yang berbuatlah yang masuk. Jangan siapa yang berbuat, siapa yang menyuruh, siapa yang merencanakan kok saya yang masuk penjara," katanya. Hingga kini, Antasari masih yakin bahwa dirinya tidak bersalah, tapi dipaksa masuk penjara. Putusan pengadilan harus dia terima sebagai pembelajaran hukum bagi masyarakat. Dia menyebut ada adagium di pengadilan, putusan pengadilan sekalipun salah harus dianggap benar. "Saya menjalani hari ini sebagai terpidana yang baru selesai, bukan karena perbuatan seperti yang didakwakan kepada saya. Tapi karena ada putusan pengadilan yang memeritahkan saya harus masuk LP, ya saya laksanakan," katanya.
×
×
  • Create New...