Jump to content

Lisenji

Member
  • Content Count

    14
  • Joined

  • Last visited

About Lisenji

  • Rank
    Magang
  • Birthday 04/05/1978

Profile Information

  • Gender
    Male (Laki Laki)
  • Interest
    Basketball
  1. Tahun baru jangan lupa di ngobas ndral

  2. Kami adalah Indonesia

     

    1. dugelo

      dugelo

      we are Indonesia

  3. Kenapa ya “adek” aku suka bangun kalo lagi ketemu sama gebetan aku. Aku jadi salah tingkah gitu? Hehehe… Biar “adek” aku ga berdiri lagi gimana ya?
  4. Game Pokemon Go saat ini memang sedang marak di kalangan anak muda. Nggak sedikit orang yang demam pokemon dan rela blusukan demi mencari Pokemon. Kendati demikian game besutan Nintendo, Pokemon Corps, dan Niantic Labs ini ternyata tak bisa lepas dari isu miring. Beberapa waktu belakangan banyak beredar di media sosial link yang menyebutkan bahwa game tersebut mengandung ajakan yang tak bisa ditolerir oleh agama Islam. Banyak beredar di media sosial bahwa Pokemon sebenarnya dalam bahasa Syriac atau bahasa Suryani mempunyai arti "Aku Yahudi", sementara Pikachu disebutkan berarti "Jadilah Yahudi", dan Charmander bermakna "Tuhan itu Lemah". Rumor itu tentu menjadi perdebatan sengit di media sosial. Banyak yang meyakini dan membagikan rumor itu, banyak pula yang menganggap itu hanyalah hal yang dikait-kaitkan. Lalu benarkah isu itu? Los Angels Times dalam artikel tanggal 24 April 2001 pernah mengulas tentang hal itu. Dalam berita LA Times, disebutkan bahwa saat itu di negara-negara Timur Tengah seperti Oman, Qatar, Dubai, Yordania, Mesir, dan Arab Saudi banyak beredar rumor bahwa game Pokemon mempunyai konotasi yang mempromosikan perilaku antiIslam dan meyakini Yahudi. Hal itu tentu menimbulkan keresahan tersendiri. LA Times mencatat bahwa meskipun hal itu dibantah oleh Nintendo, tapi para pemimpin negara-negara itu masih tak bisa menerima Pokemon. Rumor itu muncul di tengah kekhawatiran negara-negara Arab akan asimilasi budaya yang muncul. Meski begitu, banyak rumor yang tak terbukti saat itu. "Telah terbukti bahwa mainan ini merupakan bagian dari rencana Yahudi untuk merusak pikiran generasi muda kita karena menyinggung pemikiran menghujat, mengolok-olok Allah dan nilai-nilai moral kita sehingga sangat berbahaya bagi generasi muda kita," kata Sheik Abdel Monem abu Zent, mantan anggota parlemen Yordania. Meski begitu, dalam tulian LA Times menyebutkan bahwa belum ada bukti kuat yang mengarah bahwa game Pokemon memang mempunyai konotasi yang merusak Islam. Mohammed Abu Laila, profesor dari Al Azhar University menyebut jika hingga saat itu tak ada bukti kuat yang membenarkan rumor yang membuat para orangtua melarang anaknya bermain game Pokemon itu. Dalam pernyataan di sebuah surat kabar Amman Yordania, Gereja Kristen Syriac Orthodox membantah tuduhan bahwa Pokemon dan nama karakter lain berakar dalam bahasa Syriac kuno dan mempunyai makna menghina Islam. Para petinggi gereja mengaku terkejut dengan surat yang masuk yang menyebut bahwa Pokemon memuat ajakan Yahudi. Artikel dari LA Times dapat dibaca pada link berikut. Dalam situs pokemondb.net, disebutkan makna dari nama Pokemon dan nama-nama monster yang ada. Pada situs itu disebutkan bahwa Pokemon merupakan gabungan dari kata "Pocket Monster" yang berarti monster saku. Istilah ini mengungkapkan betapa kecilnya monster-monster ini hingga dapat terwadahi oleh saku. Pikachu yang menjadi salah satu monster paling terkenal tersusun dari kata Pika dan Chu. Pika merupakan sebutan untuk tikus kecil, sementara Chu merupakan bahasa jepang yang berarti mencicit. Dalam game, Pikachu memang merupakan monster yang bentuknya menyerupai tikus. Sementara itu, Charmander terdiri dari kata Char dan Salamander. Char berarti untuk membakar, dan Salamander berarti kadal amfibi. Nah, kalau pendapatmu sendiri bagaimana?
  5. Demam Pokemon Go saat ini melanda semua kalangan tanpa pandang bulu dan profesi. Hampir semua orang membicarakannya bahkan memainkannya. Tapi, untuk anggota kepolisian bermain Pokemon sangat dilarang. Kenapa ya? Sebab, petinggi Kepolisian Republik Indonesia secara tegas melarang anggotanya bermain game yang kini sedang digandrungi semua kalangan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, khusus anggota polisi dilarang bermain Pokemon. “Hanya orang yang tidak sibuk yang masih sempat bermain Pokemon,” katanya. Sebab, tugas yang dilakukan polisi di lapangan tentu bertumpuk dan banyak. “Jadi saya rasa, polisi tidak ada yang pakai Pokemon. Tidak dibenarkan itu,” tegasnya. “Apalagi main di dalam mabes,” tambahnya. Makanya, untuk orang-orang yang memainkan game tersebut pun dilarang di kawasan Mabes Polri lantaran itu merupakan tempat objek vital. “Tidak bisa sembarangan orang masuk ke kawasan tersebut tanpa izin khusus. Jadi, Jangan sampai melanggar batas-batas hak orang lain. Apalagi sampai menerobos ke objek vital,” bebernya. Terkait dengan kemungkinan terjadinya pengintaian, Boy menyatakan masih harus meneliti lebih jauh lagi. Tapi, kewaspadaan terhadap teknologi buatan asing itu tentu terus diperkuat. “Kita lihat saja.” Polisi memang belum mendapat laporan dari masyarakat soal tindak pidana yang berkaitan dengan aplikasi game Pokemon tersebut. Misalnya tindak kriminal atau perbuatan yang tidak menyenangkan. “Kami hanya mengimbau, jangan sampai melanggar ketertiban dan keselamatan,” katanya. Bayangin saja, kalau polisi main Pokémon Go gimana ya?
  6. kuliah tuh dimana kita belajar disiplin, mau salah ato ngga, ngga usah dipikirin
  7. Mercedes is Number ONE! :1f606

     

About Ngobas

Ngobas is All-in-One website that can be use by everyone for free to find friends and exchange information. The name Ngobas is derived from the abbreviation, which is Ngomong Bebas Originally Sedap, meaning that it is appropriate to speak according to the ethics of socializing.

CEO’s Greeting

I realize that information and communication are the main things in life. Ngobas is the right platform for that. We will always be connected wherever we are and that is the purpose Ngobas was built.

- Samuel Berrit Olam

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy