Jump to content

trendology

Pengguna
  • Jumlah konten

    13
  • Bergabung

  • Terakhir berkunjung

1 Follower

Tentang trendology

  • Rank
    Magang

Pengunjung Profil Terakhir

Halaman pengunjung ini dinonaktifkan dan tidak ditampilkan ke pengguna lain.

  1. Pakar Siber dan Digital Forensik Ruby Alamsyah menilai virus ransomware Petya kemungkinan tidak akan menyebar ke sistem perbankan. Pasalnya, kebanyakan bank di Indonesia sudah tidak menggunakan sistem operasi (OS) Windows. "Sama seperti Ransomware WannaCry, ransomware Petya targetnya juga menyerang OS Windows, mostly perbankan critical servernya tidak pakai OS Windows. Jadi harusnya perbankan masih aman dari ransomware," kata Ruby Hanya saja, Ruby mengimbau kepada beberapa institusi yang sempat terkena serangan malware WannaCry. Hal itu karena ada kemungkinan, bisa terserang Ransomware Petya pula. "Jadi perlu hati-hati, kalau komputer nyala dan belum di-patch, bisa kena. Tinggal masalah waktu saja terserang," tutur Ruby. Ia menjelaskan, malware tersebut awal menyebarnya dari Ukraina, dan berpotensi menyebar ke Indonesia, sebab menurutnya, penyebaran lewat internet sulit dikontrol sepenuhnya. "Menariknya, Ransomware Petya juga ditemukan bisa menyebar via emailmelalui file attachment file format microsoft office jadi masyarakat perlu waspada," kata Ruby. Ia berharap malware tersebut bisa dihentikan sehingga tidak terjadi penyebaran secara masal, karena Ransomware Petya dapat melumpuhkan seluruh sistem komputer, berbeda dengan WannaCry yang hanya menyerang dokumen di komputer.
  2. Tuh bantalan roller coasternya kayu atau besi?? Kayak kayu, ngeri kalo beneran kayu bantalannya
  3. Penggunaan perangkat virtual reality memang bisa dikatakan sedang marak-maraknya. Apalagi sudah ada beberapa game yang mendukung perangkat virtual reality. Dengan menyuguhkan pengalaman yang tidak ditemukan sebelumnya, membuat konsumen tertarik untuk mencicipi. Bahkan sekarang banyak para pengembang game yang mulai tertarik membuat game untuk dapat dijalankan pada perangkat VR. Seperti salah satunya adalah penerbit game fenomenal, Grand Theft Auto, yang mana kabarnya tertarik untuk menjajaki perangkat virtual reality. CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick mengatakan bahwa mereka bakal membawa serial game Grand Theft Auto bila memang perangkat VR adalah pilihan banyak konsumen dalam bermain game. Strauss Zelnick mengatakan memang ada rencana untuk membawa serial game tenar tersebut untuk memasuki dunia virtual reality, namun mereka masih dalam tahap riset dan pengembangan sehingga hasilnya benar-benar bisa memuaskan para konsumen. Dirinya juga menambahkan tidak hanya serial Grand Theft Auto saja, namun juga beberapa judul game ternama lainnya seperti BioShock, Red Dead Redemption dan beberapa game olahraga lainnya. Zelnick menyebutkan bahwa perangkat VR akan menjadi barang yang umum dijumpai oleh konsumen setidaknya dalam tiga hingga lima tahun mendatang. Seperti yang kita tahu sekarang sudah ada perangkat virtual reality yang beredar, yakni HTC Vive, Oculus Rift dan PlayStation VR. Sebelumnya, game Grand Theft Auto V sendiri sudah dapat dijalankan pada perangkat VR menggunakan alat Virtuix Omni. Alat ini mampu mengubah game biasa pada perangkat PC sehingga mendukung virtual reality. Namun alat ini hingga saat ini juga masih dalam tahap pengembangan.
  4. Konferensi Google I/O 2016 telah berlangsung, namun Google hingga saat ini belum mengantongi nama final dari Android N. Seperti pada versi Android sebelumnya, Google selalu menggunakan nama makanan manis untuk kode nama OS Android dengan urutan huruf abjad. Android N sendiri diharapkan meluncur akhir tahun ini, dan Google masih meminta bantuan dari para netizen untuk membantu memberikan nama yang tepat untuk Android N. Nama OS baru dan nomor versi selalu dirahasiakan sampai rilis final bergulir. Google biasanya memperkenalkan nama dengan patung Android raksasa di halaman Gedung 44 di kampus Google di mana itu merupakan basis tim Android. Rilis terakhir setelah versi Alpha dan Beta dimulai dengan nama Cupcake (1,5), Gingerbread (2.3), Ice Cream Sandwich (4.0), KitKat (4.4), dan yang terbaru Marshmallow (6.0). Dengan Android N yang harus segera diumumkan, Google kesulitan dalam memutuskan nama yang tepat untuk Android N. Menurut laporan Geek, Jum’at (20/5/2016), Saat ini Android N sudah tersedia dalam build Developer Preview untuk beberapa perangkat Nexus. Pada versi ini, Android N telah membawa fitur split screen atau multi-windows, mengoptimalkan aplikasi yang berjalan di latar belakang, dan perpindahan aplikasi cepat. Google menyediakan wadah bagi Anda yang memiliki ide untuk nama Android N pada website mereka. Google juga telah menyarankan beberapa kategori nama yang tidak disarankan. Bagi Anda yang sudah tidak sabar berpartisipasi dalam penamaan Android N, bisa langsung mengunjungi situs berikut. Nama- nama populer saat ini yang kemungkinan akan dipakai oleh Google, termasuk Nutella dan New York Cheesecake, namun belum tentu nama itu bakal dipakai. Hal itu sama halnya dengan versi awal Android K yang dulu sempat diduga bernama Key Lime Pie, namun akhirnya Google lebih memilih nama KitKat sebagai nama Android versi 4.4.
  5. Gadget seperti contohnya iPhone tentu banyak memberikan kemudahan bagi penggunanya. Namun jangan salah, ada satu lagi kegunaan yang pastinya belum pernah kamu bayangkan sebelumnya, yaitu jadi umpan pancing. Terdengar aneh memang, tapi seorang member dari How Ridiculous sudah membuktikannya. Member bernama Brett Stanford itu sukses memancing ikan salmon yang cukup besar menggunakan iPhone rusak. Brett mengaitkan iPhone di mata pancingnya yang selanjutnya diteruskan pada senar. Percobaan uniknya ini ia lakukan di lautan Australia. Umpannya pun akhirnya disambar setelah bersabar sambil sesekali menarik-narik pancingnya. Brett dengan sekuat tenaga berusaha menarik ikan sambarannya untuk dibawa ke tepian pantai. Sebuah ikan salmon seberat 5 kg sukses ia dapatkan. Percobaan suksesnya ini ia rekam lewat sebuah video berjudul Fishing with an iPhone!! | How Ridiculous yang diunggah di Youtube. Sampai saat ini, video tersebut sudah ditonton oleh ratusan ribu orang sejak pertama kali dirilis pada tanggal 17 Mei kemarin. Banyak juga yang nggak percaya bila Brett sukses melakukan percobaan unik tersebut. Anyway, berani nggak nih kamu mencoba trik memancing unik ala Brett Stanford ini?
  6. Masih ingat dengan perdebatan gaun biru-hitam, emas-putih yang mendadak bikin heboh pengguna internet seantero Bumi tahun 2015 lalu? Yap, internet memang kerap kali jadi lahan perdebatan mengenai banyak hal yang bikin penasaran. Seperti foto yang satu ini. Baru-baru ini pengguna internet tengah dihebohkan dengan foto tembok batu-bata. Apa yang bikin heboh? Karena konon katanya, ada sesuatu yang berada di batu-bata itu. Nah, coba kamu lihat foto ini dulu. Sudah dilihat? Coba kamu perhatikan dan amati fotonya lebih dekat. Kalau kurang dekat dan masih tak jelas, coba kamu buka lebar-lebar kedua mata kamu. Bagaimana berhasil? Mungkin mayoritas dari kamu bakal cuma melihat deretan batu-bata di tembok. Namun tunggu, ada sesuatu yang menarik perhatian. Apakah kamu menebak ada kepala seekor kura-kura atau ular muncul di celah batu-bata itu? Hmm, kamu salah besar. Karena ternyata sesuatu lain yang ada dalam foto tembok batu-bata ini adalah sebatang rokok! Benar, sebatang rokok yang punya warna mirip dengan celah batu-bata. Tak heran kalau banyak netizens yang merasa tertipu dan tak pernah menduga ada sebatang rokok di sana, seperti dilansir Metro. Gimana? Apa kamu juga tertipu?
  7. Baru-baru ini Lexus memperkenalkan Hoverboard-nya, sebuah skate board yang dapat melayang di udara. Namun kini ada produk baru yang lebih ramping dan lebih kecil yaitu WalkCar. WalkCar dapat mengantarkan kita berangkat kerja dan kitaa dapat menyimpannya di ransel. Dibuat oleh perusahaan Jepang Cocoa Motors, WalkCar adalah perangkat yang terlihat seperti skateboard namun dengan tenaga seperti Segway. Perangkat ini mampu menopang orang dengan berat hingga 120 kg dengan kecepatan 10 km/jam, dan jarak yang ditempuh hingga 12 km. Perangkat ini dapat terisi penuh dalam 3 jam pengisian daya. Untuk harga yang dibandrol mereka mematok harga sekitar 800 USD . Perangkat ini dikabarkan akan diluncurkan pada musim semi 2016. WalkCar ini terbuat dari aluminium dengan berat 2kg dan 3kg, tergantung pada versinya apakah indoor atau outdoor. Untuk menggunakannya cukup mudah, pengguna hanya harus berdiri diatasnya. Untuk menghentikannya pun juga mudah, kita hanya perlu menurunkan kaki ke permukan dan WalkCAr akan berhenti. Sama seperti Segway, cara mengendalikannya hanya perlu menggeser berat badan Anda dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Untuk video nya bisa Anda saksikan berikut.
  8. Bagi Anda pecinta atau yang pernah menyaksikan film Spiderman seri pertama yang diperankan oleh Tobey Maguire, pasti ingat sosok antagonis dari Green Goblin. Kita tahu bahwa Green Goblin yang merupakan ayah dari sahabat Peter Parker, Harry Osborn, selalu mengendarai sebuah papan luncur yang mampu melesat di udara. Mungkin sebagian dari Anda sempat berkhayal juga bagaimana jadinya bila papan luncur tersebut ternyata benar adanya, pastinya menyenangkan bukan? Hal tersebut bukanlah sekadar angan-angan lagi, karena papan luncur yang mampu terbang di udara tersebut benar adanya. Papan luncur yang dikenalkan oleh Frank Zapata ini memang mirip seperti papan luncur milik Green Goblin, dan diberi nama Flyboard Air. Pria yang juga pemilik dari Zapata Racing ini juga memamerkan sebuah video yang belum lama ini diunggah. Namun cukup disayangkan karena Zapata tidak membeberkan secara rinci mengenai spesifikasi dari papan luncur buatannya. Bila dilihat saat terbang, papan luncur ini jelas menggunakan turbin yang kuat sekali putarannya, untuk mengangkat papan luncur tersebut. Bahkan dirinya tidak menjelaskan bagaimana papan luncur ini bisa terbang. Tapi ia mengatakan bahwa Flyboard Air ini mampu terbang hingga ketinggian 10.000 kaki atau sekitar 3.048 meter, dan melesat hingga 150 kilometer per jam. Meski demikian, memang nampaknya sangat berbahaya bila digunakan oleh orang yang belum berpengalaman, karena nampak tidak ada pengamanan sama sekali pada Flyboard Air ini. Meski masih berupa prototipe, Zapata mengatakan akan terus mengembangkan papan luncur Flyboard Air ini. Bahkan beberapa netizen melalui halaman resmi Facebook Zapata Racing mengatakan tidak sabar ingin juga mencicipi kebolehan dari Flyboard Air ini.
  9. Mengapa situs dewasa diblokir pemerintah Indonesia? Selain mengandung konten dewasa yang tidak boleh diakses anak di bawah umur, ternyata situs dewasa juga sebagai tempat bersemayam malware berbahaya. Jika Anda memiliki kebiasaan mengkases situs dewasa melalui ponsel, maka sebaiknya harus lebih berhati-hati sekarang. Menurut laporan terbaru menyebut sebuah ransomware mengintai pengguna Android yang biasa mengakses situs dewasa. Resiko yang ditimbulkan pun tak main-main, bila terinfeksi ransomware bernama ‘Cyber.Police’, maka nantinya di layar ponsel akan muncul sebuah pop-up yang akan melakukan sabotase atas seluruh fungsi perangkat. Jika sudah begitu, tak ada yang bisa dilakukan selain factory reset melalui recovery. Karena meski di restart, maka yang akan muncul tetap pop-up tadi. “Ransomware tersebut akan mematikan semua aplikasi. Mencegah aplikasi lain beroperasi seperti antivirus untuk menghentikan ransomware tersebut. Melakukan pengesetan untuk menjadi yang pertama aktif ketika boot, dan juga melakukan komunikasi ke server command-and-control,” kata Blue Coat, orang yang merilis laporan tersebut. Jika Anda tidak ingin semua data hilang, maka ada satu cara untuk menghilangkan pop-up tersebut, yakni dengan membayar tebusan kepada penebar ancaman itu. Namun ada yang unik, mereka meminta tebusan tersebut berupa kode gift iTunes. Jika Anda tidak membayar tebusan, maka ransomware tersebut akan melakukan factory reset, baik perangkat maupun micro SD. Satu hal yang menjadikan malware ‘Cyber.Police’ ini mengerikan adalah, ia tidak membutuhkan instalasi APK untuk menyerang satau menginfeksi ponsel. Entah bagaimana malware tersebut bisa menyerang sebuah ponsel Android, belum diketahui hingga saat ini. Namun kode berbahya tersebut sejauh ini diketahui masih memanfaatkan celah keamanan pada sistem operasi Android 4.0 ICS dan Android 4.3 Jelly Bean. Sementara pengguna Android 4.4 KitKat hanya ditemukan beberapa ancaman yang sifatnya masih mendekati, namun belum dapat dipastikan apakah akibat yang ditimbulkan akan sama atau tidak.
×
×
  • Membuat baru...

Important Information

Kami menggunakan cookie. Mereka tidak menakutkan, tetapi beberapa orang berpikir mereka. Terms of Use & Kebijakan Privasi