Jump to content

purwa_weheb

Premium Account
  • Content Count

    71
  • Joined

  • Last visited

7 Followers

About purwa_weheb

  • Rank
    Magang
  • Birthday 08/21/1996

Profile Information

  • Gender
    Male (Laki Laki)

Recent Profile Visitors

4,459 profile views
  1. Kapan indonesia kelar covid kalau rakyatnya pada masih bandel gini

    1. endut

      endut

      bakal lama ndral

  2. Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) masih berada di Indonesia. Data menunjukkan bahwa COVID-19 masih pada situasi penularan yang belum terkendali. Sebanyak 18.496 orang terkonfirmasi positif COVID-19, Selasa (19/5). Sejumlah provinsi dan kabupaten/kota menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun demikian, berdasarkan data kasus baru sebelum dan sesudah PSBB, belum terdapat informasi yang menggembirakan. Terdapat daerah dengan penambahan kasus baru turun konsisten namun tidak drastis, ada juga daerah yang penambahan kasusnya tidak berubah seperti sebelum PSBB. Salat Idul Fitri sebentar lagi pun akan dilaksanakan. Meskipun salat Idul Fitri dihukumi sunnah muakkadah (Sunnah yang dikuatkan), namun ketika ditinggalkan akan meninggalkan rasa yang berbeda di hati kalangan umat Islam. Selain memang hadirnya setahun sekali, salat Idul Fitri merupakan awal rangkaian silatuhrahmi tahunan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Fatwanya Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan salat Idul Fitri Saat Pandemi COVID-19 telah memberikan panduan dalam pelaksanaan salat Idul Fitri tersebut. Situasi Pandemi COVID-19 yang kecenderungannya terus meningkat dan belum adanya jaminan kawasan terkendali, masyarakat dianjurkan untuk beribadah salat Idul Fitri di rumah, baik secara berjamaah dengan keluarga maupun sendiri. Hal ini pun sesuai dengan panduan MUI bahwa salat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri (munfarid) karena penyebaran COVID-19 belum terkendali. Kualitas ibadah pun bisa diraih dengan menghadirkan kekhusyu’an dan keikhlasan bahwa ibadah di rumah ini sebagai upaya mencegah wabah yang mendera. Protokol kesehatan pada saat di rumah saja, yaitu senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di air yang mengalir sebelum dan sesudah aktivitas, menerapkan etika batuk pada saat batuk & bersin, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, minum air putih 8 gelas sehari, beraktivitas fisik selama 30 menit/hari, menggunakan peralatan makan sendiri, dan tidak merokok. Pada saat diluar rumah selalu Physical Distancing (jaga jarak) 1-2 meter, selalu memakai masker, dan CTPS (menggunakan hand sanitizer). Seusai salat Idul Fitri di rumah, tradisi yang baik dan dilestarikan di negeri kita yaitu beranjangsana ataupun halalbihalal bisa dilaksanakan. Anjangsana atau pun halalbihalal tersebut, dapat dilakukan melalui daring yaitu menggunakan sarana telekomunikasi yang dimiliki. Sehingga, di rumah saja pada saat Idul Fitri sangat ditekankan. Saling menjaga diri, keluarga, kerabat, dan yang lainnya dari ancaman wabah merupakan hal yang utama. Semoga kita semua terhindar dari COVID-19. Mari kita menyongsong hari kemenangan dengan melakukan protokol kesehatan.
  3. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan masyarakat harus tetap tinggal di rumah, menghindari bepergian, dan tidak mudik sebagai cara mencegah diri tertular atau menularkan virus korona. “Tetap tinggal di rumah, karena kita tidak pernah tahu siapa orang di luar rumah yang membawa virus,” pria yang akrab disapa Yuri di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (25/4). Yuri menuturkan banyak sekali orang tanpa gangguan atau gejala membawa virus penyebab Covid-19 di dalam tubuhnya. Mereka sama sekali tidak memiliki keluhan sakit. Dikarenakan ketidakmampuan diri dalam mengenali orang-orang tanpa gejala secara kasat mata, dia menyarankan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. Sebisa mungkin menghindari kontak atau bertemu langsung dengan orang lain selama pandemi Covid-19. “Kita tidak bisa membedakan orang-orang seperti ini dengan mata biasa. Oleh karena itu, jangan bepergian, jangan mudik,” ungkapnya. Dengan diam di rumah, menjaga jarak, tidak bepergian, dan tidak mudik, setidaknya upaya ini dapat melindungi diri agar tidak tertular Covid-19 atau menularkan penyakit itu ke orang lain. “Kita harus memastikan kita tidak tertular atau malah mungkin kita yang menjadi sumber, (jadi) kita tidak menularkan ke orang lain,” tuturnya. Saat bepergian, potensi penularan Covid-19 akan meningkat. Penularan bisa saja terjadi di manapun seperti saat berada di dalam kendaraan umum, terminal, stasiun, bandara, tempat peristirahatan (rest area) dan toilet umum sepanjang perjalanan. “Mungkin dan akan sangat mungkin kita akan bertemu dan terpaksa kontak dekat dengan orang lain yang tanpa gejala atau orang yang gejalanya sangat ringan di perjalanan,” ujarnya. Ketika sampai di rumah atau kampung halaman, maka yang dikhawatirkan adalah virus yang didapat saat perjalanan menyebar ke anggota keluarga di rumah atau di kampung halaman.
  4. Penularan virus Korona jenis baru di dunia terjadi dengan begitu super cepat. Bayangkan saja, sejak Desember 2019 sampai saat ini, terhitung dalam waktu 5 bulan saja virus ini sudah bisa menginfeksi lebih dari 3,5 juta orang di dunia. Padahal awal mula virus ini ditemukan sejak Desember 2019 di Wuhan, Tiongkok. Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto memberikan evaluasi perjalanan perkembangan virus Korona jenis baru di dunia hingga akhirnya masuk ke tanah air. Indonesua secara resmi mengumumkan kasus itu pada awal Maret 2020. Dan hanya berlangsung 2 bulan, virus pernapasan ini sudah menginfeksi 11.192 orang hingga Minggu (3/5). “Sejak pertengahan Desember semua negara di dunia telah diingatkan dengan virus baru dari Tiongkok. Sejak saat itu negara-negara di dunia secara serempak telah perketat dan memperkuat karantina di pintu-pintu masuk negara masing-masing,” kata Yurianto dalam konferensi pers, Minggu (3/5). Segera setelah itu, Tiongkok langsung melakukan lockdown atau penguncian pada Wuhan. Sejumlah negara juga menutup jalur penerbangan langsung dari Tiongkok. Serta memperketat pintu masuk orang-orang yang dari daratan Tiongkok dan negara lain yang terdampak. “Dan kalau ingat, Indonesia juga sempat pulangkan WNI dari Wuhan ke Natuna lalu para ABK dari Jepang ke Indonesia dan lainnya. Lalu kami perketat pintu-pintu masuk bandara dan perbatasan untuk mencegah masuknya virus ke tanah air,” katanya. Namun perjalanan perkembangan virus bermutasi dengan cepat. Yurianto menjelaskan virus itu sejak awal mulanya di Wuhan menunjukkan gejala yang parah. Penderitanya pasti merasakan demam, batuk, dan sesak napas. Maka setiap orang dengan mudah terdeteksi. “Kita sampai menggunakan alat thermal scan di bandara dan pelabuhan untuk mengukur suhu tubuh siapapun yang masuk ke negara kita,” paparnya. Tapi seiring berjalannya waktu, virus itu menjadi berkembang seolah lebih ringan bahkan tanpa gejala. Sehingga seseorang tak bisa lagi dideteksi dari suhu tubuhnya. Orang tanpa gejala semakin banyak dan membawa virus. “Perkembangan waktu demi waktu Badan Kesehatan Dunia WHO mengamati orang yang terkena Covid-19 tampakkan perubahan gejalanya. Tak lagi dengan panas tinggi, batuk dengan sesak. Banyak covid tanpa gejala atau dengan gejala ringan sehingga tampak tak sakit,” jelasnya. “Diyakini para ahli ada perubahan cepat atau mutasi perubahan virusnya,” tambah Yurianto. Maka dalam waktu singkat semua warga dunia terinfeksi. Makanya akhirnya WHO menyatakan Covid-19 sebagai pandemi. Dan seluruh warga dunia wajib memakai masker, bukan hanya yang sakit saja. “Dengan cepat semua negara menyelamatkan warga negara masing-masing. Pemerintah kita juga menyatakan penyakit ini sebagai kedaruratan kesehatan di masyarakat. Sudah dinyatakan sebagai bencana nasional sejak awal. Maka semua aktivitas kehidupan harus memahami cara penularan dan cara bahayanya dan mampu melaksanaan upaya memutus rantai penularannya,” tutup Yurianto.
  5. Gara-gara pandemi virus corona, semua kebijakan pemerintah yang harusnya berjalan jadi terganggu atau bahkan sampai batal. Semua dana yang sudah dianggarkan pemerintah harus kembali dilarikan untuk menumpas habis virus corona dari Indonesia. Meski dibuat kocar-kacir, pemrintah juga membuat kebijakan baru atau merevisi kebijakan karena adanya corona. Dampak yang paling terasa selama pandemi Covid-19 belum usai ini adalah ekonomi. Sektor ekonomi di Indonesia hampir semuanya merosot tajam, terleih lagi ekonomi menengah ke bawah. Maka dari itu, pemerintah memberikan banyak bantuan, mulai dari pemotongan 50 persen untuk membayar listrik. Baru-baru ini, kebijakan juga diberlakukan bagi BPJS. Setelah sempat mendapat wacana kenaikan tarif BPJS, MA resmi membatalkan kenaikan tarif kenaikan BPJS. Putusan MA dengan Nomor 7P/HUM/2020 yang membatalkan iuran jaminan kesehatan bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dan Peserta Bukan Pekerja (PBP) BPJS Kesehatan. Keputusan MA ini resmi akan berlaku per 1 April. "Pemerintah menghormati keputusan MA. Prinsipnya, pemerintah ingin agar keberlangsungan JKN terjamin dan layanan kesehatan pada masyarakat dapat diberikan sebagai bentuk negara hadir," kata Muhadjir dikutip dari siaran pers, Selasa (21/4/2020). Dengan adanya keputusan MA ini, iuran BPJS yang semula akan kembali seperti semula. Jumlah iuran BPJS kembali seperti yang sudah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Iuran untuk kelas III yang naik menjadi Rp 42.000 kembali menjadi Rp 25.500, kelas II dari Rp 110.000 menjadi Rp 51.000, dan kelas I dari Rp 160.000 menjadi Rp 80.000. Bagaimana dengan kelebihan dari iuran bulan-bulan lalu? Sesuai kata Muhadjir, kelebihan iuran dari bulan lalu akan dibayarkan untuk iuran bulan selanjutnya. "Kelebihan iuran yang telah dibayarkan pada bulan April 2020 akan diperhitungkan pada pembayaran iuran bulan selanjutnya," kata Muhadjir.
  6. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil melelang beberapa barang rampasan dari terpidana kasus korupsi. Lelang dilakukan bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III. "Hari ini KPK melaksanakan lelang eksekusi barang rampasan secara terbuka (open biding)," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (23/3/2020). Barang-barang yang berhasil dilelang adalah satu tas wanita merk Chanel warna hitam beserta kotaknya yang tersimpan dalam tas warna hitam bertuliskan ELLE Paris laku dengan harga Rp 52.883.000. Satu buah jam tangan wanita berwarna emas dan perak dengan tulisan Rolex Oyster Perpetual Datejust dengan bandul berwarna hijau bertuliskan Rolexsa Geneva dengan barcode M178341-0012 – 9S9403X2, laku dengan harga Rp 100.765.000. Satu buah cincin emas putih dengan( tiga buah berlian, laku dengan harga Rp 44.103.000. Satu paket terdiri dari enam HP yaitu HP Samsung model SM-B310E, HP Samsung model SM-G975F/DS, HP Samsung model SM-B310E, HP Nokia model TA-1017, HP Apple model A1586 dan HP satelit merk Thuraya wana hitam, laku terjual dengan harga Rp 12.007.000. Satu paket terdiri dari lima HP yaitu HP Samsung Tipe SM-G935FD, HP Samsung Tipe SM-G925F, HP Blackberry Tipe 9900, HP Samsung Tipe GT-E1272, HP merk ASUS tipe T00F, laku terjual dengan harga Rp 2.589.000. "Sehingga total pemasukan bagi kas negara sebesar Rp 212.347.000," kata Ali. Ali mengatakan, barang-barang yang berhasil di lelang tersebut berdasarkan putusan Majelis Hakim Tipikor yang telah berkekuatan hukum tetap. Yakni putusan terhadap Sri Wahyumi Maria Manalip dan Sudirno.
  7. Pemerintah memutuskan untuk melakukan isolasi atau karantina di rumah masing-masing pasien positif virus corona (COVID-19). Namun tidak semua pasien positif COVID-19 yang akan diisolasi di rumah. Juru Bicara Pemerintah RI untuk COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan kasus positif Corona saat ini tak harus menjalani isolasi di rumah sakit. Dia mengatakan, apabila ada pasien positif corona tanpa gejala, akan diisolasi di rumah secara mandiri. "Sudah barang tentu tracing semakin masif, semakin gencar, maka kasus positif yang kita temukan semakin meningkat. Kita memutuskan untuk kasus positif tidak semua harus diisolasi di rumah sakit. Isolasi di rumahnya secara mandiri. Pedoman karantina diri sudah dibuat dan diunggah Kementerian Kesehatan.," kata Yurianto, di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (16/3/2020). Ia menambahkan pedoman isolasi mandiri pasien di rumah sudah diunggah di situs resmi Kementerian Kesehatan. Dia menyebut di situs itu juga disampaikan informasi terkait jumlah pasien dalam pengawasan hingga dalam pemantauan. "Pedoman bagaimana isolasi diri, bagaimana karantina diri sudah dibuat Kemenkes dan sudah diunggah di web Kemenkes," paparnya. Untuk saat ini, pemerintah akan secara masif melakukan tracing selain di Jakarta. Dia mengatakan, tracing yang dilakukan pemerintah tak lagi mengenal batas.
  8. anak saya suka main mobile legends,, ternyata ada perusahaannya untuk para pemain
  9. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup, mencatat ada lebih dari 61 ribu ton sampah akibat banjir sejak 2 Januari hingga 11 Januari 2020. "Akumulasi sampah akibat banjir di Jakarta yang dihasilkan dari 2 hingga 11 Januari, tercatat sebanyak 61.024 ton," ucap Kepala Dinas LH Andono Warih saat dikonfirmasi, Senin (13/1/2020). Menurut Andono, dalam durasi tersebut Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengumpulkan paling banyak sampah yang mencapai 11,565 ton, pada Rabu 8 Januari 2020. Kemudian, pada waktu itu pula, sampah akibat banjir sebanyak 7,1 ribu ton. Sementara jumlah sampah yang paling sedikit dikumpulkan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta didapatkan sehari setelah bencana banjir terjadi, yakni pada 2 Januari. Berdasarkan data yang diterima, Dinas LH hanya mengumpulkan 3.481 ton sampah akibat banjir dari total 8.492 sampah regular yang berhasil dikumpulkan sehari pascabanjir. Pascabanjir yang melanda Ibu Kota selama 11 hari, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa pihaknya mengangkut hampir 106 ribu ton sampah regular dan akibat banjir di awal 2020. "Dari tanggal 2 hingga 11 Januari, Dinas LH total mengumpulkan 106.898 ton sampah reguler," tuturnya.
  10. Gaya hidup orang-orang terkaya di dunia sebenarnya tak semewah yang diperkirakan. Meski memiliki harta ratusan sampai ribuan triliun rupiah, mereka masih mencintai hal-hal sederhana. Di Indonesia, walaupun menyandang predikat orang terkaya di Indonesia selama 11 tahun berturut-turut tak lantas membuat Michael Bambang Hartono sombong. Dengan kekayaan sekitar US$ 37,3 miliar atau sekitar Rp 522,20 triliun bersama sang kakak Robert Budi Hartono, Bambang bahkan lebih suka makanan Indonesia. Bambang mengatakan menu sarapan favoritnya jika berada di Kudus, Jawa Tengah adalah Lentog adalah makanan seperti lontong sayur yang beralaskan daun pisang. Satu porsi lentog terdiri dari irisan lontong, tahu, tempe, dan sayur nangka. Gaya hidup sederhana ini juga dimiliki oleh Bill Gates. Dengan kekayaan bersih sebesar US$ 92,9 miliar, salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates dapat membeli apa saja yang diinginkannya, tetapi ia tidak melakukannya. Dalam Reddit Ask Me Anything 2016, Gates pernah ditanya tentang hal-hal apa saja yang ia tolak untuk mengeluarkan uang lebih banyak. "Saya tidak suka menghabiskan banyak uang untuk pakaian atau perhiasan," jawab miliarder itu, dikutip dari CNBC Internasional. Namun itu memang benar. Orang terkaya ini tidak menghabiskan uang untuk pakaian dan perhiasan. Pada acara Politico Lessons from Leaders 2014, bos Microsoft ini mengaku bahwa ia mengenakan arloji seharga US$ 10 atau setara Rp 140 ribu, dan sama seperti Zuckerberg, ia juga berpakaian sederhana.
  11. WhatsApp dan Telegram adalah dua aplikasi pesan yang populer saat ini. Bahkan, bisa dibilang mereka sedang saling bersaing untuk mendapatkan jumlah pengguna lebih banyak. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam hal fitur yang dihadirkan. Tapi, ada hal yang unik terkait fitur mereka. Telegram secara terang-terangan menyindir fitur transfer file yang dimiliki WhatsApp. Kejadiannya berawal ketika WhatsApp membagikan postingan di Twitter, terkait kemampuan platformnya yang bisa mengirimkan file hingga batas 100 MB. Kapasitas ini tentu lebih besar, jika dibandingkan dengan email yang hanya mampu mengirimkan file atau lampiran berukuran 25 MB. "Perlu mengirim email tetapi lampirannya terlalu besar? Coba gunakan WhatsApp sebagai gantinya, di mana Anda dapat mengirim file hingga 100 MB," tulis WhatsApp pada tweet yang diposting Jumat (13/9). Sebenarnya kapasitas 100 MB yang ditawarkan oleh WhatsApp saat ini sudah mengalami peningkatan yang sebelumnya hanya 16 MB. Tetapi rupanya kapasitas 100 MB dinilai terlalu kecil, dan Telegram membalas tweet WhatsApp yang memamerkan kapasitas transfer file-nya. Telegram membalas dengan menjelaskan bahwa kapasitas transfer file miliknya jauh lebih besar hingga 1,5 GB dibandingkan WhatsApp yang hanya 100 MB. Telegram menyelak hal demikian di tweet WhatsApp ketika mereka di-mention oleh seorang pengguna Twitter. "Perlu mengirim pesan tetapi lampirannya terlalu besar untuk pengirim pesan lainnya? Coba gunakan Telegram sebagai gantinya, di mana Anda dapat mengirim file hingga 1,5 GB," balas Telegram yang tweet-nya kini telah mendapatkan 5,9 ribu likes. Jika dihitung-hitung, memang untuk mengirimkan file besar yang berkualitas, seperti foto atau video dengan kualitas 4K, ukuran 100 MB yang ditawarkan WhatsApp akan terasa sangat tidak cukup. Tetapi dengan besaran kapasitas yang ditawarkan Telegram, kamu pasti tidak ingin mengirim atau menerima file 1,5 GB menggunakan data seluler, melainkan menggunakan Wi-Fi. Soal perbandingan jumlah pengguna kedua aplikasi pesan itu, berdasarkan data 22 Maret 2018, jumlah pengguna bulanan Telegram mencapai 200 juta. Sayangnya data tersebut belum diperbarui. Di tahun yang sama, namun beda bulan, tepatnya Januari, WhatsApp mengumumkan jumlah pengguna bulanannya telah mencapai 1,5 miliar. Kalo di Ngobas maksimal berapa min @Sam?
×
×
  • Create New...