Jump to content

TheKingsArmy

✔ Verified Account
  • Content Count

    22
  • Joined

  • Last visited

1 Follower

About TheKingsArmy

  • Rank
    Church

Profile Information

  • Gender
    Not Telling (Tidak Dijelaskan)

Contact Method

  • Twitter
    GBIKemuliaan
  • Facebook
    rocktka
  • Youtube
    GBIKemuliaanOrgChannel

Recent Profile Visitors

2,765 profile views
  1. Dalam dua video Bible Code yang dipublikasikan terpisah dalam rentang waktu 3 bulan, pakar Bible Code Rabbi Matityahu Glazerson menemukan indikasi bahwa Donald J. Trump akan memenangkan pemilihan presiden AS yang akan datang. Lebih jauh, prediksi kemenangan Trump nampaknya berhubungan dengan dukungannya terhadap Israel. Tabel Bible Code pertama dipublikasikan tanggal 6 Juli 2016. Dalam tabel tersebut, yang berasal dari Kitab Ulangan, Rabbi Glazerson menemukan kata “Donald” yang dieja dalam huruf-huruf Ibrani, di samping kata “nasi,” yang dalam Ibrani artinya presiden. Dia juga menemukan singkatan untuk “Artzot haBrit,” yaitu sebutan untuk Amerika Serikat dalam Ibrani. Tanggalnya juga ditemukan dalam tabel ini. Secara khusus, Rabbi Glazerson menunjukkan kode untuk 8 Cheshvan 5777. Ini adalah tanggal dalam kalender Ibrani yang sama dengan tanggal 9 November 2016 — hari pertama Trump akan menjadi Presiden AS terpilih, jika dia menang. Video ini dibuka dengan Rabbi mengutip dari Kitab Yesaya: Dalam bahasa Ibrani, kata Moshiach (Messias) artinya “yang diurapi.” Karena Raja Persia, Cyrus membantu orang-orang Yahudi kembali ke Israel dan membangun kembali Bait Suci, dia disebut dalam ayat ini sebagai yang diurapi Elohim. Menurut Rabbi Glazerson, “Siapa pun yang membantu Israel, untuk membangun diri mereka, untuk tinggal dengan semestinya di tanah mereka,” dianggap sebagai semacam Moshiach. Selanjutnya dalam video, Rabbi Glazerson menunjukkan di mana kata “Moshiach” muncul dua kali. Dia mengatakan bahwa ada hubungan antara keberhasilan Trump dengan kedatangan Moshiach pada akhirnya. “Pemilihan Donald Trump sangat tergantung pada tingkat kerohanian Israel, orang-orang Yahudi. Kemudian, dan hanya kemudian, kita akan mendapatkan Moshiach.” Video kedua, dirilis akhir Oktober ini, mengulangi banyak kode-kode yang sama yang ditemukan pada video bulan Juli. Namun, kode-kode ini ditemukan dalam Kitab Bilangan. Kode-kode pertama ditemukan bulan Juli dalam Kitab Ulangan. Rabbi Glazerson membuka videonya dengan apa yang dia sebut “pertemuan terbaik” Donald Trump, dieja dalam Ibrani, dan “bocher,” yang artinya dipilih atau terpilih. Dalam tabel Bible Code ini, dia menemukan kode-kode “nasi” (artinya presiden), Artzot haBrit (Amerika Serikat) dan 7 Cheshvan 5777, yang sama dengan Selasa, 8 November 2016, yaitu Hari Pemilu Amerika Serikat. Semua kode-kode ini muncul sangat berdekatan satu sama lain di dalam tabel Bible Code. Di bagian lain dari tabel, dia menemukan “ohev Yisrael” yang artinya dia yang mengasihi Israel. Ditemukan juga kode-kode “teshuva” (pertobatan), Moshiach dan Hashem Elokecha (YAHWEH Elohimmu), yang dikatakan Rabbi Glazerson sebagai “sebuah pesan bagi bangsa Yahudi.” Dia terus menjelaskan bahwa pesan yang ada dalam tabel kedua ini, “Mungkin sebuah indikasi bahwa hasil akhir pemilu bagi Donald Trump bergantung kepada kembalinya Israel kepada Elohim, bertobat, dan [mereka] akan membutuhkan seseorang untuk menolong mereka mendapatkan seluruh negeri, seperti yang Elohim janjikan kepada mereka.” Jika Donald Trump terpilih sebagai presiden AS, dia akan berusia 70 tahun, 7 bulan dan 7 hari pada hari pertamanya menjabat sebagai presiden negara adidaya itu. Donald Trump lahir pada tanggal 14 Juni 1946. Jika ditambah usianya sekarang 70 tahun, itu akan jatuh pada tanggal 14 Juni 2016. Maju 7 bulan kemudian akan jatuh pada tanggal 14 Januari 2017. Maju 7 hari kemudian akan jatuh pada tanggal 21 Januari 2017. Jika Donald Trump memenangkan pemilu, 21 Januari 2017 adalah hari pertamanya menjabat penuh sebagai Presiden Amerika Serikat. Tentu saja dia akan dilantik pada tanggal 20 Januari 2017, namun dia hanya akan menjadi presiden untuk sebagian hari itu saja. Jadi itu artinya, Donald Trump akan berusia 70 tahun, 7 bulan dan 7 hari pada hari penuh pertamanya sebagai presiden Amerika Serikat. Bible Code, atau Torah Code, atau Sandi Alkitab, merupakan serangkaian pesan-pesan rahasia yang disandikan di dalam teks Kitab Suci Ibrani (Tanakh). Kode-kode rahasia ini muncul melalui metode dimana huruf-huruf spesifik dari teks tersebut dapat terpilih dalam suatu rentang interval tertentu, dan mengungkapkan suatu pesan lain yang samar-samar, yang seringkali relevan dengan narasi dari ayat-ayat yang sama. Bible Code dipopulerkan dalam zaman modern ini melalui buku tulisan Michael Drosnin, The Bible Code dan film layar lebar The Omega Code, dan Anda juga dapat membeli software komputer ini juga untuk mencari pesan-pesan yang tersembunyi di dalam teks Kitab Suci. Kemunculan Obama sebagai presiden Amerika di dalam Bible Code juga diramalkan sebelumnya oleh ahli Bible Code, Rabbi Matityahu Glazerson. Di dalam Kitab Yehezkiel pasal 38 yang menuliskan tentang Peperangan Akhir Zaman, yakni Perang Gog dan Magog, nama Obama muncul di mana-mana di keseluruhan pasal itu, di dalam tabel Bible Code. “בן אדם שים פניך אל גוג ארץ המגוג נשיא ראש משך ותבל והנבא עליו;ואמרת כה אמר אדני יהוה הנני אליך גוג נשיא ראש משך ותבל” Nama Obama (lihat huruf Bold: אובאמה) disandikan di Kitab Yehezkiel 38:2 dengan lompatan 7 huruf antara huruf satu dengan huruf lainnya (dari kanan ke kiri) membentuk nama Obama. Di dalam Yudaisme, 7 adalah angka signifikan, angka sempurna, genap. Tujuh hari Penciptaan, Tujuh tahun untuk Shabbat dan seterusnya. Bible Code mengindikasikan bahwa orang ini akan menyebabkan terjadinya Perang Harmageddon atau Perang Gog dan Magog, peperangan final Akhir Zaman. Obama adalah nama dari Gog. Perang Gog dan Magog, bisa Anda baca selengkapnya di seluruh pasal 38 dan 39 dari Kitab Yehezkiel. Kode-kode yang ditemukan ditemukan Rabbi Glazerson ini berbeda dengan yang ditemukan oleh D. Chen, seorang penyelidik Bible Code lainnya, yang mengklaim bahwa Bible Code memprediksi kemenangan Hillary Clinton. Penemuan Chen ini asalnya dipublikasikan oleh media ultra-Orthodox Kikar Hashabbat. Dalam publikasi penelitian D. Chen beberapa bulan yang lalu, Chen mengklaim bahwa “dia memasukkan variasi nama [Trump] dalam bahasa Ibrani ke dalam program Bible Code-nya, tapi program tidak menemukan apa-apa.”
  2. Biarlah setiap kita masuk dan tertanam dalam COOL atau Komsel. Tujuan dari COOL atau Komsel adalah Kesatuan Hati, Tumbuh Bersama dan Memenangkan Jiwa. Perintah Agung / Amanat Agung : Mengasihi sesama, seperti Tuhan telah mengasihi kita. Orang Kristen diperintahkan untuk mengasihi. Mengasihi bukan hanya kepada orang percaya, melainkan juga bagi mereka yang belum percaya dan semua orang. Dalam Yohanes 4 : 1 – 42 terjadi percakapan antara Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria. Orang Yahudi laki-laki biasanya tidak mau berbicara dengan perempuan, dan orang Yahudi juga tidak mau berbicara dengan orang Samaria. Yesus melewati daerah Samaria, berhenti di sebuah sumur, menyuruh murid-murid-Nya agar Ia bisa membangun hubungan dengan seorang wanita yang sedang bermasalah. Sebagai wanita yang telah diceraikan 5 kali dan sekarang sedang tinggal dengan seseorang yang bukan suaminya, jelas ia memiliki masalah emosi dan sosial dengan orang di sekelilingnya. Yesus memberi solusi buat masalah wanita tersebut. Dan hasilnya adalah wanita tersebut diubahkan. Ia menjadi penginjil pertama untuk tanah Samaria. Orang-orang diberkati lewat kesaksiannya. Keselamatan itu datang bagi orang-orang Samaria. Dan itu terjadi ketika seorang wanita berdosa diubahkan hidupnya lewat perjumpaan dengan Yesus secara pribadi. Dari hidup yang sia-sia, sekarang wanita itu telah memiliki hidup yang bermakna. Jika hari ini ada diantara kita yang mengalami situasi tertolak, merasa gagal, rendah, dan merasa menghadapi semua itu sendirian seperti perempuan Samaria itu, ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan kita melalui itu sendirian. Apa yang kita perlu lakukan hanyalah membuka pintu hati kita dan menerimaNya di dalam diri kita. Kita juga harus belajar seperti Yesus yang mau dan peduli kepada setiap orang. Hendaklah setiap kita hari-hari ini menjadi penuai yang menabur benih dan memperkenalkan Tuhan Yesus kepada semua orang. Dan percayalah jerih payah kita didalam Tuhan tidak akan pernah sia-sia.
  3. Ya Abba, ya Bapa, segala sesuatu mungkin bagi-Mu, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki. (Markus 14:36) Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 139-143 Penderitaan yang teramat parah sering membuat manusia mempertanyakan maksud Tuhan. Kita meragukan, bahkan mencurigai Tuhan. “Kalau Tuhan baik, mengapa Dia membiarkan saya menderita?” Tidak jarang ketika penyakit tidak tersembuhkan atau persoalan tidak terselesaikan, kita menyalahkan Tuhan. Doa menjadi pemaksaan kehendak pribadi. “Tuhan, bukankah tidak ada yang mustahil bagi-Mu? Kalau Tuhan itu kasih, mengapa Tuhan tidak menyembuhkan saya?” Membaca kisah kesengsaraan Yesus, tampak sekali keistimewaan pribadi-Nya. Sejak awal Yesus menyadari bahwa Dia diutus oleh Bapa untuk menanggung dosa kita. Beberapa kali Yesus memberitahu para murid tentang penderitaan dan kematian yang Dia bakal hadapi. Bagaimanapun, kesengsaraan yang dihadapi-Nya luar biasa berat dan berada jauh di atas jangkauan imajinasi manusia. Penistaan, kesakitan, kecemaran, dan keterpisahan dengan Bapa merupakan hukuman teramat berat atas dosa seluruh umat yang harus Yesus tanggung. Dia pun memanjatkan permohonan agar tidak mengalami penderitaan itu. Namun, Dia mengutamakan kehendak Bapa. Kehendak Bapa itulah yang akhirnya terwujud. Yesus taat menjalani seluruh rangkaian penderitaan-Nya hingga mati di kayu salib. Sepatutnyalah kita berdoa sama seperti Yesus berdoa dalam menghadapi penderitaan. Memohon kelepasan dari penderitaan atau kesembuhan dari penyakit tidaklah salah sama sekali. Namun, bila kita tetap harus menderita, kiranya kita dapat belajar menaati kehendak Bapa atas diri kita. KETAATAN KITA KEPADA TUHAN DINYATAKAN PULA MELALUI KERELAAN MENJALANI PENDERITAAN YANG TUHAN IZINKAN
  4. Selamat pagi dan mulailah hari dengan berdoa.

    praying-hands.jpg

  5. Jemaat Gereja Holy Stadium Semarang masih menyangkal kabar meninggalnya Pendeta Petrus Agung Purnomo. Dari kabar yang beredar di kalangan jemaat, pendeta karismatik itu terkena serangan jantung. "Saya dengar kabarnya tadi pagi, katanya pendeta (Petrus Agung) terkena serangan jantung hingga dikabarkan meninggal. Tapi, ini masih simpang siur," kata seorang jemaat, Hilton Agus,. Ia mengungkapkan, banyak rekannya dari luar kota yang mempertanyakan kebenaran berita duka tersebut. Namun, ia belum berani menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Apalagi, pihak gereja kemudian menyatakan Pendeta Petrus Agung hanya koma dan akan bangkit kembali. "Banyak yang tanya, tapi saya bingung jawabnya. Akhirnya ya saya biarkan saja, tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan itu," tuturnya sambil menunjukkan sejumlah pesan singkat di ponselnya. Penuturan serupa disampaikan jemaat lainnya yang menyebutkan Pendeta Petrus terkena serangan jantung. "Mungkin kelelahan juga, tapi kabarnya memang serangan jantung," kata seorang jemaat yang menolak menyebutkan namanya usai doa kebangkitan.
  6. How great is our God

     

     

  7. Catatan sejarah kelahiran Kristus dapat ditemukan dalam Matius 1:18-25 dan Lukas 2:1-20. Tidak seperti bayi pada umumnya, yang lahir di Betlehem pada malam itu merupakan suatu keunikan dalam segala sejarah. Dia tidak diciptakan oleh ayah dan ibu manusia. Dia sudah mempunyai pra-kehidupan surgawi (Yohanes 1:1-3, 14). Ia adalah Allah—Pencipta alam semesta (Philippians 2:5-11). Inilah sebabnya mengapa natal disebut penitisan (incarnation), kalimat yang artinya “dalam daging.” Dalam kelahiran Yesus, yang abadi, pencipta yang Maha Kuasa dan Maha Tahu datang kedunia sebagai manusia. Kenapa Allah mau melakukan hal seperti itu? Kenapa Ia mau datang sebagai bayi, daripada muncul dalam Kemuliaan dan Kekuatan? Kenapa membuat Dirinya sendiri sebagai manusia dan tinggal diantara kita, padahal Ia tahu bagaimana Ia akan diperlakukan nantinya?
  8. Anak kecil dapat menyembah, orang dewasa juga harus mampu lebih lagi menyembah Tuhan

     

  9. Segala kebaikan akan datang kepada orang yang tidak duduk diam saat menunggu

  10. Ketika terjadi kecelakaan pesawat, tidak sedikit orang yang membatalkan rencana penerbangannya karena khawatir mengalami hal serupa. Ini hanya sebuah contoh, di tengah keadaan yang serba tidak pasti, kekhawatiran gampang menyusup ke dalam hidup kita. Namun, Yesus berkata, “Janganlah khawatir akan hidupmu.” Pernyataan-Nya ini mengajak kita untuk melihat kehidupan secara menyeluruh. Melalui ilustrasi burung di langit dan bunga bakung di ladang, Dia menyatakan kesempurnaan Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara kita. Jika Allah memelihara alam semesta dengan kelimpahan perhatian dan kasih-Nya sebagai seorang Bapa, tidakkah Dia akan terlebih lagi memelihara umat yang telah ditebus-Nya dengan kematian Anak-Nya (Rm. 8:32)? Pertanyaan tantangan Yesus, “Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” (ay. 27), mengandung arti tentang pemeliharaan Bapa yang pasti dan rutin atas hidup kita. Hal itu juga mengarah pada pemahaman akan hakikat hidup seorang Kristen. Bahwa Allah telah meletakkan batasan dalam hidup kita (Yer. 29:11), telah mempersiapkan pekerjaan baik untuk kita lakukan (Ef. 2:10), dan telah berjanji bahwa dalam pemeliharaan-Nya, kita tidak akan berkekurangan. Setelah mengetahui hal-hal tersebut, barulah kita dapat memahami betapa tidak bergunanya kekhawatiran itu. Juga, betapa pentingnya penyerahan diri kepada-Nya. Nah, sudahkah kita mengenal dan mempercayakan hidup kita kepada-Nya? ALLAH BUKAN SAJA MENDIAGNOSIS PENYEBAB KEKHAWATIRAN, MELAINKAN JUGA MENYEDIAKAN OBATNYA: DIA SENDIRILAH OBAT ITU.
  11. Ini dia alasan kenapa pemain merasa betah di Persipura.

     

     

  12. Di era digital ini, sangat mudah menemui robot yang mampu mengerjakan tugas sehari-hari, seperti pelayan restoran, petugas keamanan, hingga asisten rumah tangga juga sudah ada. Namun bagaimana jika sebuah robot memiliki keahlian dalam bermain musik jazz? Ya, hal inilah yang tengah dikembangkan oleh militer AS dalam mengembangkan sebuah robot yang mampu bermain musik. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) yakni selaku badan pertahanan dan penelitian Amerika Serikat berencana mengembangkan program yang dapat mengadaptasi langsung dari musisi jazz manusia. Program yang dimaksud ini adalah Musical Improvising Collaborative Agent (MUSICA) yang mana bertujuan menciptakan suatu perangat, dalam konteks ini berupa robot yang mampu bermain musik jazz bersama manusia secara mandiri . Seperti yang dilaporkan Popular Science, program DARPA ini akan bertumpu pada sebuah database yang mana data-data para pemain solo sebelumnya telah dikumpulkan terlebih dahulu oleh para peneliti. Hal ini bertujuan agar progam dapat memahami karakteristik musik jazz. Cara kerja robot tersebut, mula-mula akan memahami dan menyerap ilmu musik jazz, setelah itu ia akan mampu menciptakan sebuah respon dari apa yang ia tangkap sebelumnya. Dalam konteks ini, musik merupakan bahasa bahasa baru yang harus mereka pelajari dan kemudian mereka terapkan dalam sebuah respon. Mengutip dari BBC Indonesia, salah satu ilmuwan yang mengembangkan proyek MUSICA dari School of Art and Design di University of Illinois menuturkan “Tujuan kami di musim panas selanjutnya adalah mempesembahkan sistem ‘panggil dan jawab’, di mana saya bisa memainkan satu bait musik dan sistem ini akan menganalisisnya, lalu memberi jawaban atau respon semirip mungkin,”. Grosser juga menambahkan bahwa membuat sebuah program yang dapat memainkan musik jazz merupakan ide yang sangat gila. Menurutnya, “Jika kita dapat membuat robot yang bisa bermain musik secara handal dengan sistem yang berhasil kita kembangkan, tandanya kita benar-benar berhasil”. Namun yang agak aneh adalah, sejatinya DARPA merupakan badan pertahanan negara yang berfokus pada militer. Lantas mengapa mereka ingin mengembangkan sebuah robot yang mampu bermain musik? Tentu pasukan militer AS tidak mungkin tiba-tiba berubah menjadi maestro musik jazz bersama robot. Digadang-gadang, mereka ingin menciptakan robot berteknologi canggih. Tujuan mereka tidak hanya ingin menghadirkan sebuah robot yang mampu berkolaborasi antara manusia dan robot. Canggih dalam hal ini adalah, mereka ingin menciptakan robot yang mampu merespon tindakan dari manusia secara instan. Dengan hadirnya jenis robot baru ini, maka di masa mendatang akan semakin banyak lagi robot-robot dengan kemampuan unik.
  13. Jadikan Yesus Juruslamatmu. Barangsiapa mengaku Yesus adalah Tuhan, ia akan diselamatkan. Amin

     

×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy