Jump to content

iranuindah

Member
  • Content Count

    25
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    1

Everything posted by iranuindah

  1. Perut mual dan menjadikan kita muntah adalah suatu hal yang sangat mungkin terjadi. Mual dan muntah ini sendiri bisa disebabkan oleh berbagai macam hal. Bisa saja hal tersebut adalah karena mencium bau sesuatu yang sangat menyengat dan membuat mual serta muntah, karena sedang melakukan perjalanan dan akhirnya mabuk perjalanan atau bisa juga karena kondisi kesehatan fisik yang sedang drop. Kalau muntah di hari biasa hal ini hukumnya boleh-boleh saja. Tapi, bagaimana jika muntah saat kita sedang menjalankan ibadah puasa? Dikutip dari laman emirates247.com, muntah selama berpuasa akan menjadikannya memiliki dua hukum. Hukum pertama yakni boleh-boleh saja dan membuat puasa tetap sah. Sementara hukum kedua tidak boleh dan muntah akan membatalkan ibadah puasa. Dr Ali Ahmed Mashael dari Grand Mufti di Islamic Affairs & Charitable Department di Dubai mengatakan bahwa, Apa yang dikatakan Dr Ahmed Mashael tentang muntah tidak membatalkan puasa juga dijelaskan dalam sebuah hadist, "Tiga perkara yang tidak membatalkan puasa adalah muntah, hijamah (bekam) dan ihtilam (mimpi basah). (HR Tirmizy dan Al-Baihaqi)." Tapi tetap ingat, beberapa ulama mengatakan bahwa muntah yang tidak membatalkan puasa adalah muntah yang tidak disengaja. Untuk muntah yang disengaja, hal ini tetap membatalkan puasa. So, buat kamu yang puasanya tidak batal hingga beduk maghrib tiba, pastikan untuk tidak muntah secara disengaja. Pastikan pula bahwa kamu tidak melakukan berbagai aktivitas yang memungkinkan kamu muntah nantinya. Semoga, informasi ini bermanfaat. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan dan tetap semangat ya?
  2. Panasnya ga kuat eneng bang

  3. dunia milik telkom sendiri tuh, kita kan udah bayar, kenapa harus di blok, rugi donk
  4. untung mati lampu cm 15 menit, takutnya setengah mati

  5. Hewan-hewan tersebut diselundupkan ke Thailand ketika masih bayi dan diselamatkan tujuh tahun lalu oleh polisi dan dikirim ke pusat pengembangbiakan alam liar di Ratchaburi. Orangutan berusia dua tahun memeluk ibunya setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di Pusat Konservasi Kao Pratubchang di Ratchaburi, Thailand Empat belas orangutan yang diselundupkan ke Thailand dikembalikan ke Indonesia hari Kamis (12/11). Dua belas dari hewan-hewan tersebut diselundupkan ke Thailand ketika masih bayi dan diselamatkan tujuh tahun lalu oleh polisi dan dikirim ke pusat pengembangbiakan alam liar di Ratchaburi, 80 kilometer sebelah barat Bangkok. Dua dari orangutan itu lahir di tempat tersebut. "Satwa-satwa itu masih bayi ketika kami mendapati mereka dan mereka seharusnya dikirim pulang segera," ujar Edwin Wiek, direktur Wildlife Friends Foundation Thailand kepada Reuters. "Sekarang sudah terlambat untuk mereka kembali ke alam liar." Dokumen-dokumen dari Departemen Konservasi Taman Nasional, Alam Liar dan Tumbuhan Thailand mengatakan orangutan-orangutan itu berasal dari Kalimantan, Indonesia. Perdagangan orangutan ilegal melibatkan perburuan orangutan dari hutan-hutan Indonesia untuk dijadikan makanan, untuk mendapatkan bayi-bayi bagi perdagangan satwa domestik dan internasiona, atau untuk obat-obatan tradisional. Antara 2006 dan 2007, Thailand mengembalikan 52 orangutan yang diselundupkan ke Indonesia. Ke-14 orangutan dikembalikan ke Indonesia lewat bandar udara Don Muang di Bangkok hari Rabu dan ditaruh di kandang sebelum perjalanan lima jam ke Jakarta, menurut pernyataan dari departemen. Salah satu orangutan merobek jari seorang petugas ketika ia mencoba menaruh satwa itu ke kandang, menurut departemen tersebut. Berusia sekitar lima tahun, orangutan memiliki kekuatan pria dewasa, dan saat dewasa akan sekuat lima sampai tujuh pria dewasa. Orangutan-orangutan itu akan dikarantina selama 60 hari di Taman Safari, Bogor, sebelum dipindahkan ke pusat penyelamatan di Kalimantan, tempat hidup sekitar 2.000 orangutan.
  6. Persentase perempuan muda yang tinggal dengan orang tua atau keluarga mereka mencapai tingkat tertinggi sejak 1940 karena semakin banyak perempuan 'millennial', generasi yang lahir awal 1980an hingga awal 2000an, menunda menikah, kuliah dan menanggung biaya hidup yang tinggi. Analisa Pew Research Center terhadap data Badan Sensus AS mendapati 36,4 persen perempuan berusia antara 18 hingga 34 hidup dengan orang tua atau keluarga mereka pada tahun 2014, jumlah tertinggi bahkan jika dibandingkan tahun 1940, ketika 36,2 persen tinggal bersama keluarganya. Namun dunia yang dihadapi perempuan saat ini jauh berbeda, walaupun ada tren "statistik seperti masa lalu," kata Richard Fry, seorang ahli ekonomi di Pew. Kenapa mereka kembali Fry mengatakan perempuan muda kini tinggal serumah lebih lama dengan orang tua mereka karena kemungkinan menikah lebih kecil daripada tahun 1940 dan kemungkinan besar berpendidikan tinggi. Tekanan-tekanan ekonomi lain, seperti meningkatnya hutang pinjaman untuk kuliah, biaya hidup yang lebih tinggi dan ketidakpastian ekonomi, juga menjadi penyebabnya. Casey Ballard dulunya tinggal di Portland, Oregon, tapi dua per tiga gajinya habis untuk membayar sewa tempat tinggal dan ia ingin banting setir karirnya. Ia kemudian kembali ke rumah orang tuanya pada bulan September di California dan menjadi guru pengganti serta mencoba menjadi guru tetap. "Ada rasa frustrasi dan saya merasa gagal," katanya tentang pulang dan tinggal bersama orang tuanya. "Tapi pemikiran logis memaksa saya melakukan hal itu." Bagaimana dengan laki-laki muda? Lebih banyak laki-laki muda tercatat tinggal dengan orang tua mereka lebih lama, dan tekanan-tekanan ekonomi dan budaya serupa membuat semakin banyak laki-laki kembali ke rumah orang tua mereka beberapa tahun belakangan. Tapi persentase laki-laki muda yang hidup serumah dengan orang tua dan keluarga mereka, 42,8 persen, lebih rendah daripada tahun 1940 yaitu 47,5. Persentase laki-laki dan perempuan muda yang hidup serumah dengan keluarga mereka setelah tahun 1940 turun karena lebih banyak perempuan yang masuk ke dunia kerja, lapangan kerja meningkat, dan tingkat pernikahan juga naik. Kalau dulu pernikahan menjadi faktor pendorong seseorang tidak lagi hidup serumah dengan keluarganya, kini semakin banyak orang menikah di usia yang lebih tua. Rata-rata usia pernikahan bagi perempuan kini 27 tahun, naik dari 21,5 pada tahun 1940. Bagi laki-laki, 29,3, naik dari 24,3 pada tahun 1940. Semakin banyak perempuan dan laki-laki muda mulai tinggal serumah atau pulang ke rumah setelah tahun 2000, tren yang semakin meningkat karena ketidakpastian ekonomi akibat ambruknya sektor perumahan dan resesi pada akhir tahun 2000an. Pengaruh pekerjaan dan faktor keragaman budaya Walaupun generasi muda ini jelas pulang ke rumah karena tekanan-tekanan ekonomi, namun menurut Fry hal ini bukan merupakan masalah tenaga kerja. Contohnya, lebih banyak orang muda yang tinggal dengan keluarga mereka daripada tahun 2010, walaupun lapangan kerja telah meningkat sejak itu. "Bursa lapangan kerja jauh lebih baik (bagi kelompok ini),'' kata Fry. "Tingkat pengangguran turun, ada lebih banyak lapangan pekerjaan dan bahkan beberapa di antaranya menawarkan gaji yang lebih tinggi.'' Salah satu faktor lainnya, kata Fry, adalah meningkatnya keragaman etnis pada demografi umur ini, yang memperkenalkan tradisi budaya di mana anak tinggal serumah dengan orang tua mereka lebih lama. "Saya pikir tidak seburuk yang orang pikir,'' kata Stacey Sholes, 26, yang pulang dan tinggal serumah dengan orang tuanya di Fresno, California, delapan bulan lalu setelah kuliah di San Francisco dan bekerja di Los Angeles. Sholes masih belum bisa lulus karena masih harus menyelesaikan beberapa kredit mata kuliah lagi, tapi ia tidak yakin mau menyelesaikan kuliahnya karena kampusnya sangat mahal dan tidak yakin bisa mendapatkan kerja di industri film walaupun ia punya gelar di bidang itu. Ia tinggal dengan orang tuanya sambil terus berusaha memikirkan apa yang akan ia lakukan, dan bekerja di toko tempat ia pernah bekerja dulu ketika berusia 18 tahun, selama musim liburan untuk mendapatkan penghasilan. Memang ada sedikit ketidaknyamanan tinggal bersama orang tua, seperti ketika ia lupa membereskan ruangannya atau mengabari orang tuanya ketika berada di luar rumah. Tapi di luar itu, ia nyaman tinggal bersama keluarganya. Walaupun begitu, ia berharap segera menemukan tempat baru. "Saya punya keluarga yang sangat penyayang dan mendukung saya, mereka tidak mempermasalahkan hal ini," katanya. "Rumah orang tua saya tempat yang cocok untuk saya tempati sementara saya memikirkan masa depan saya.''
  7. I see you in my dream

  8. Sarapan dengan menyantap pancake sepertinya bisa menimbulkan mood yang baik untuk memulai hari. Di hari libur ini, Anda bisa membuat pancake ice cream yang spesial. Bahan-bahan 150 gr tepung terigu50 ml susu cair2 sdm gula pasir½ sdt garam1 bungkus vanili bubuk1 sdm margarinEs krim vanilaSelai blueberryPelengkap Biskuit cokelatKue astorCara membuat 1. Campur tepung terigu, susu cair, gula, garam dan vanili, aduk rata. Diamkan adonan selama 15 menit; 2. Panaskan margarin. Ambil sedikit adonan untuk dibuat dadar; 3. Siapkan mangkuk/piring, lipat pancake, kemudian berikan es krim vanila dan siram dengan selai blueberry; 4. Sajikan dengan biskuit cokelat dan kue astor.
  9. aih, nasi dirumah dihabisin =(

  10. Sebuah domino bisa robohkan domino lain dengan ukuran sekitar 1.5 kali lebih besar dari dirinya sendiri. Rangkain Domino dengan ukuran lebih besar tiap langkahnya membuat semacam reaksi berantai mekanik yang dimulai dengan dorongan kecil dan energi kecil hingga mempunyai energi lebih besar yang mengesankan besar. Bayangkan jika jumlah dominao yang digunakan dalam percobaan ini adalah 100 buah, seberapa besar objek yang bisa dirobohkan.
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy