Jump to content
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74
  • Kemerdekaan indonesia 74

haji34

Member
  • Content Count

    20
  • Joined

  • Last visited

1 Follower

About haji34

  • Rank
    Magang

Profile Information

  • Gender
    Male
  1. buni yani harus juga ikut, sy setuju dengan anda @carl
  2. Alat pemadam kebakaran terbaru

     

  3. Kaca jembatan di china ini kuat

     

  4. Gak hanya sahur, makanan saat buka puasa pun juga penting. Apalagi setelah hampir seharian berpuasa. Ada sejumlah anjuran konsumsi makanan agar gak mengganggu kesehatan. Misalnya saja juara MasterChef Indonesia (MCI) Season 3, William Gozali yang menyarankan hidangan yang tepat pada buka puasa pertama. Kata dia, makanan yang mesti dihindari adalah makanan yang punya rasa terlalu asam. "Buka puasa pertama enggak boleh terlalu asam," ungkapnya kepada Okezone di Jakarta. Pada hari-hari pertama puasa, lanjut dia, kondisi lambung perlu penyesuaian. Karena itu, makanan yang dikonsumsi saat berbuka disarankan gak boleh sembarangan. Daripada konsumsi makanan yang terlalu asam. Lebih baik berbuka dengan makanan atau minuman manis. Hal itu agaknya mutlak diperlukan. Pasalnya, makanan atau minuman manis itu mampu menggantikan energi yang hilang usai seharian berpuasa. "Makanan manis itu cocok. Seharian puasa dan kita butuh kadar gula," pungkas William Gozali.
  5. Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan metabolisme. Kinerja dan kondisinya tidak sama seperti hari-hari biasa. Karena itu, tidak semua makanan cocok dikonsumsi sebagai menu berbuka. Untuk itu, Anda perlu mengetahui makanan apa saja yang baik dikonsumsi saat berbuka, serta hal itu dapat berdampak pada kesehatan. Berikut ulasan singkatnya, tiga makanan yang baik dikonsumsi saat berbuka puasa, seperti dilansir Gulfnews, Senin (6/6/2016). Buah-buahan segar Buah-buahan segar merupakan makanan yang tepat dikonsumsi saat berbuka puasa. Pasalnya, buah segar cukup mengembalikan cairan tubuh yang hilang, serta mengisi energi secara perlahan dengan kadar gula yang terkandung di dalamnya. Buah-buahan juga kaya akan serat alami yang baik untuk pencernaan. Kurma Kurma begitu populer saat bulan Ramadan. Kurma mengandung vitamin A, B6, kalium, natrium, zat besi, dan magnesium alami. Gula alami yang ada pada kurma mampu mengembalikan energi yang hilang selepas berpuasa. Karena itu, buah kering berwarna cokelat kehitaman ini amat baik dikonsumsi saat berbuka puasa. Daging ayam dan ikan Daging ayam atau ikan harus menjadi bagian dari makanan saat berbuka puasa. Protein yang terkandung di dalamnya membuat perut kenyang lebih cepat dan tahan lama.
  6. Ketika dokter diminta melakukan tes keperawanan, mereka mesti menolak karena secara medis tidak perlu dan dapat menimbulkan bahaya psikologis, demikian pendapat sejumlah pakar etika Amerika Serikat. Pemeriksaan seputar panggul ini dilakukan di banyak negara di dunia sebelum seorang perempuan menikah. Namun dokter tak setuju adanya pemeriksaan tersebut, seperti dilansir Reuters. Pasalnya ada tiga hal dalam etika profesi yang dilanggar, yakni melindungi kesejahteraan pasien, menghormati kedaulatan tumbuh perempuan, dan mendukung keadilan, demikian ditulis kelompok ahli etika dalam jurnal The Lancet. “Tes keperawanan tidak melindungi dan mendukung kesehatan pasien perempuan. Karenanya tes keperawanan sangat tak kompatibel dengan tiga prinsip etika profesional obstetri dan ginekologi,” kata Laurence McCullough, peneliti kebijakan etika dan kesehatan di Baylor College of Medicine di Houston, AS, sekaligus co-author esai tersebut. Tes keperawanan bisa menyakitkan dan membuat perempuan merasa dipermalukan atau direndahkan, ujar McCullough menambahkan lewat email. "Tak ada manfaat kebersihan klinis dan risiko pencegahan dari bahaya biopsikososial,” ujar McCullough. Dalam tes tersebut, yang kerap disebut tes “dua jari”, dokter melakukan pemeriksaan dalam vagina untuk merasakan adanya selaput dara, membran tipis yang dipercaya beberapa budaya akan tetap utuh hingga perempuan melakukan hubungan seksual. Padahal ada perempuan yang terlahir tanpa selaput dara, dan membran tersebut juga dapat robek atau meregang akibat aktivitas, seperti olah raga atau menggunakan tampon. Sejumlah organisasi HAM mengutuk tes keperawanan, menyebutnya tak berperikemanusiaan dan tak beretika. Menurut WHO, “tak ada tempat bagi tes keperawanan (atau 'dua jari'). Tak ada validitas ilmiahnya.” Walau begitu, praktik ini tetap diberlakukan di banyak negara, antara lain India, Turki, Afganistan, Mesir, Libya, Yordania, Indonesia, dan Afrika Selatan. Tes keperawanan di tempat-tempat tersebut dilakukan karena budaya atau agama bahwa perempuan harus perawan hingga pernikahan. Tes keperawanan juga dilakukan di kondisi lain untuk memastikan perempuan tersebut, misalnya, masih perawan ketika masuk militer; serta ketika perempuan dituduh atas kejahatan moral atau lari dari rumah. Di Afrika Selatan, tes keperawanan awalnya menimbulkan pro-kontra. Namun kemudian jadi umum dilakukan bersamaan meningkatnya epidemik AIDS, ujar Louise Vincent, peneliti dalam tes keperawanan dan isu kesehatan reproduksi perempuan di Rhodes University di Afrika Selatan yang tak dilibatkan dalam penelitian. Dalam konteks AIDS, di negara yang banyak perempuan mudanya melaporkan pengalaman seksual pertama mereka bukan suka sama suka, momok tes keperwanan dapat berfungsi sebagai pencegah hubungan seksual yang tak diinginkan di masa depan, ujar Vincent. Walau dalam kondisi seperti ini, tes keperawanan tak etis dilakukan dokter, ujar McCullough. “ Tak ada situasi di mana pasien perempuan dapat dianggap lebih baik melakukan tes keperawanan,” kata McCullough.
  7. Bagaimana pendapat anda tentang tes keperawanan?

  8. kota aceh tak punya pendidikan karena tidak menuruti peraturan indo

  9. When ALLAH says “YES” No one can say “NO”.

  10. Cry your heart out to ALLAH. ALLAH won’t ignore your tears. Because ALLAH love you more.

  11. May Allah bless every single Muslim with a pious, loving, sweet and attractive partner.

  12. Seorang pakar kelautan asal Amerika mengaku telah mengetahui rahasia bagaimana Nabi Musa membelah Laut Merah saat menyelamatkan diri dari kejaran tentara Firaun. Bruce Parker, profesor tamu di Stevens Institute of Technology, New Jersey mengklaim Nabi Musa tidak mengandalkan keajaiban dari Tuhan untuk dapat membelah Laut Merah. Tetapi Nabi Musa mungkin menggunakan pengetahuannya tentang pasang surut air laut saat memimpin orang-orang Israel menyeberangi Laut Merah. Mantan kepala ilmuwan National Ocean Service di National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat itu menulis di Wall Street Journal, bahwa Nabi Musa menggunakan pengetahuannya tentang pasang surut untuk memastikan orang-orang yang bersamanya dapat menyeberang dengan selamat. Sebelumnya ada teori yang menyebutkan bahwa terbelahnya Laut Merah akibat tsunami yang disebabkan oleh gempa bumi. Teori itu cukup beralasan karena sebelum tsunami terjadi, biasanya perairan pesisir akan surut. Teori lain menyebutkan air kembali ke danau atau sungai karena hembusan angin kencang selama berjam-jam. Teori itu dibantah Parker karena air yangs surut karena gempa, akan kembali dalam waktu 20 menit dan waktu singkat dan itu tidak cukup bagi Nabi Musa untuk menyeberang dasar laut yang kering, yang diduga berada di Teluk Suez, di ujung utara Laut Merah. Selain itu, Nabi Musa juga harus mendapat pemberitahuan lebih dahulu dari Tuhan bahwa akan terjadi gempa bumi dan tsunami. Parker menjelaskan, karena biasa hidup di gurun, Nabi Musa memiliki pengetahuan soal pasang surut Laut Merah dan dengan melihat bulan, ia bisa memprediksi kapan air akan surut. Pengetahuan itu tidak dimiliki tentara yang tinggal di sepanjang Sungai Nil, yang terhubung ke Laut Mediterania yang tidak memiliki pasang surut yang unik. Saat terjadi pengejaran, bulan purnama penuh muncul dan saat itulah surut berada di titik terendah sehingga dasar laut bisa tetap kering selama berjam-jam. Hal itu memberikan waktu yang cukup lama bagi Nabi Musa dan pengikutnya untuk menyeberang. Jika demikian, maka air pasang akan berada di titik tertingginya hingga mampu menenggelamkan tentara Firaun. Untuk dapat melakukan itu semua, Nabi Musa harus memiliki perhitungan sempurna. Parker bukanlah ilmuwan pertama yang mengajukan teori untuk keajaiban Laut Merah. Dalam sebuah tulisan yang ditulis oleh seorang sejarawan kuno bernama Artapanus yang hidup antara 80-40 SM mengatakan:
×
×
  • Create New...

Important Information

We use cookies. They're not scary but some people think they are. Terms of Use & Privacy Policy