Jump to content

eunike_grace

Member
  • Posts

    42
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    3

eunike_grace last won the day on August 19 2020

eunike_grace had the most liked content!

2 Followers

About eunike_grace

  • Birthday 06/01/1993

Profile Information

  • Gender
    Female (Perempuan)

Recent Profile Visitors

4,924 profile views

eunike_grace's Achievements

  1. eunike_grace

    So Cute

    Lucu bangetttt
  2. eunike_grace

    Ngakak asli hahaha

    Tenryata wajahnya bengkak wkwkwk
  3. Apakah Anda sudah punya produk yang beredar di pasaran? atau mungkin Anda baru berencana merilis suatu produk ke pasar? Apapun kondisinya, Anda perlu memiliki strategi pemasaran produk. Kenapa ini penting? Karena strategi pemasaran produk yang baik dapat membantu Anda memposisikan produk dengan tepat di pasaran. Hal ini tentu dapat meningkatkan daya saing produk Anda. Di artikel ini, kami akan mengajak Anda mempelajari lebih dalam 5 strategi pemasaran produk yang efektif seperti: 1. Memaksimalkan potensi media sosial Anda akan mempelajari tiga cara berbeda memanfaat media sosial untuk promosi. Ketiga cara yang dimaksud ialah menjadikan medsos sebagai etalase produk, sebagai sumber informasi seputar bisnis, dan sebagai channel komunikasi antara pemilik bisnis dan pelanggan. 2. Menggunakan influencers atau key opinion leaders (KOL) Anda akan mengetahui berbagai macam influencers yang sesuai dengan kebutuhan promosi produk Anda. Macam-macam influencers yang dimaksud adalah mikro, makro, brand ambassador, dan evangelist/brand advocates. 3. Menjajal program afiliasi Strategi pemasaran lewat afiliasi memungkinkan Anda mempromosikan produk ke target pasar potensial lewat partner-partner terpercaya. 4. Membuat video tutorial Video tutorial bisa jadikan strategi promosi yang menjangkau pelanggan di berbagai tahap customer journey. 5. Blog dan SEO Blog dan SEO juga bisa jadi strategi pemasaran produk Anda. Terutama ketika Anda ingin mendapatkan pelanggan dari pencarian organik. Cara ini juga bisa dipakai untuk mendidik calon pelanggan potensial dengan informasi bermanfaat. Tak berhenti hanya pada 5 strategi pemasaran. Kami juga akan membahas berbagai contoh strategi pemasaran produk, alasan menjalankan strategi tersebut, beserta checklist sebelum mengeksekusi strategi pemasaran.
  4. Gangguan bipolar adalah suatu bentuk gangguan psikiatri, dimana suasana hati seseorang berfluktuasi antara keadaan energi tinggi (disebut juga episode manik/mania) dan depresif secara ekstrim. Gangguan bipolar adalah kondisi serius, yang sangat berpotensi mempengaruhi baik kualitas hidup maupun karir seseorang. Kondisi mania umumnya termanifestasi dengan gejala sulit tidur (kadang selama berhari-hari) disertai halusinasi, psikosis, delusi, atau kemarahan paranoid. Apa itu Gangguan Bipolar? Gangguan bipolar adalah penyakit kompleks yang kemungkinan berasal dari kombinasi faktor genetik dan non-genetik. Orang dengan Bipolar dapat mengalami periode dimana suasana hati dan energinya normal. Tingkat keparahan saat periode terjadinya gangguan dapat berkisar dari sangat ringan hingga ekstrim, dan dapat terjadi secara bertahap atau tiba-tiba dalam jangka waktu beberapa hari hingga beberapa minggu. Seiring dengan episode manik atau depresi, pasien dengan gangguan bipolar mungkin memiliki gangguan dalam berpikir. Mereka mungkin juga memiliki distorsi persepsi dan gangguan dalam fungsi sosial. Apa Penyebab Gangguan Bipolar? Seperti halnya gangguan psikiatri lainnya, penyebab gangguan bipolar tidak diketahui. Yang diketahui adalah bahwa gangguan bipolar melibatkan disregulasi fungsi otak dan kadang-kadang memiliki komponen genetik (dapat diturunkan dalam keluarga). Pada Usia Berapakah Biasanya Gangguan Bipolar Didiagnosis? Gangguan bipolar biasanya muncul antara usia 15 dan 24 dan berlanjut sepanjang hidup. Tidak banyak kasus yang baru didiagnosis pada orang dewasa atau lansia di atas usia 65 tahun. Tingkat keparahan gejala bervariasi dengan tiap individu yang memiliki gangguan bipolar. Sementara beberapa orang bisa tidak merasakan gejala yang berarti, orang lain dapat mengalami gejala berat yang mengganggu kemampuan mereka untuk bekerja dan hidup normal. Gangguan bipolar memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi jika tidak diobati secara optimal. Pasien dengan mania berat biasanya memerlukan rawat inap untuk menjaga mereka melakjukan perilaku berisiko. Mereka yang mengalami depresi berat juga mungkin perlu dirawat di rumah sakit agar mereka tidak bertindak berdasarkan idealisme bunuh diri atau gejala psikotik (delusi, halusinasi, pemikiran tidak teratur) mereka. Sekitar 90% orang dengan gangguan bipolar I, yang merupakan bentuk yang lebih serius, akan mengalami setidaknya satu periode rawat inap karena keluhan psikiatris. Dua dari tiga akan mengalami dua atau lebih periode rawat inap semasa hidup mereka. Apa Gejala Depresi Gangguan Bipolar? Gejala-gejala depresi klinis yang terlihat dengan gangguan bipolar adalah sama dengan yang terlihat pada gangguan depresi mayor dan termasuk: Nafsu makan berkurang dan / atau penurunan berat badan, atau makan berlebihan dan penambahan berat badan Kesulitan berkonsentrasi, mengingat, dan membuat keputusan Kelelahan, penurunan energi, “melambat” Perasaan bersalah, tidak berharga, tidak berdaya Perasaan putus asa, pesimisme Insomnia, bangun pagi, atau tidur berlebihan Kehilangan minat atau kesenangan pada hobi dan aktivitas yang pernah dinikmati, termasuk hubungan intim Gejala fisik persisten yang tidak berespons terhadap pengobatan, seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, dan nyeri kronis Suasana hati yang terus-menerus sedih, cemas, atau “kosong” Gelisah, mudah marah Sering berpikir mengenai kematian atau bunuh diri, pernah melakukan percobaan bunuh diri Apa Tanda-Tanda Mania dalam Gangguan Bipolar? Tanda-tanda mania pada gangguan bipolar meliputi: Pikiran terputus dan sangat cepat (kalap) Keyakinan muluk Kegembiraan atau euforia yang tidak pantas Kemarahan yang tidak pantas Perilaku sosial yang tidak pantas Hasrat seksual meningkat Peningkatan kecepatan atau volume bicara Secara signifikan meningkatkan energi Penilaian yang buruk Kebutuhan tidur yang menurun karena energi tinggi Bagaimana Gangguan Bipolar Didiagnosis? Seperti kebanyakan gangguan psikiatri, tidak ada tes laboratorium atau metode pencitraan otak untuk mendiagnosis gangguan bipolar. Setelah melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan mengevaluasi tanda dan gejala pribadi yang bersangkutan. Dokter Anda juga akan bertanya tentang riwayat kesehatan pribadi dan riwayat keluarganya. Tes laboratorium dapat dilakukan untuk menyingkirkan penyakit medis lain yang dapat memengaruhi suasana hati. Selain itu, dokter juga akan berbicara dengan anggota keluarga untuk melihat apakah mereka dapat mengidentifikasi waktu ketika orang yang bersangkutan merasa gembira dan terlalu bersemangat. Karena episode manik yang ditandai dengan kegembiraan mungkin terasa baik atau bahkan normal jika dibandingkan dengan episode depresif, seringkali sulit bagi seseorang dengan gangguan bipolar untuk mengetahui apakah suasana hatinya terlalu berfluktuasi. Mania sering memengaruhi pemikiran, penilaian, dan perilaku sosial dengan cara yang menyebabkan masalah serius dan membuat malu. Misalnya, keputusan bisnis atau keuangan yang tidak bijaksana dapat dibuat ketika seseorang berada dalam fase manik. Jadi diagnosis dini dan perawatan yang efektif sangat penting dengan gangguan bipolar. Bagaimana Gangguan Bipolar Diobati? Penting untuk diingat, perspektif terhadap obat-obatan ini hendaknya seperti perspektif kita terhadap penggunaan kacamata; tidak ada yang pernah mengatakan bahwa seseorang “mengalami ketergantungan” terhadap kacamata yang digunakan tiap hari bukan? Demikian pula dengan obat-obatan bipolar; obat-obatan tersebut digunakan setiap hari, persis seperti kacamata. Hanya bedanya, kacamata dikenakan pada wajah, sedangkan obat-oabtan bipolar diminum. Perawatan untuk gangguan bipolar biasanya melalui penggunaan penstabil suasana hati seperti lithium. Antikonvulsan, antipsikotik, dan benzodiazepin tertentu juga bisa digunakan untuk menstabilkan suasana hati. Kadang-kadang antidepresan diberikan dalam kombinasi dengan penstabil suasana hati untuk meningkatkan suasana hati yang depresi, meskipun antidepresan sering tidak seefektif beberapa penstabil suasana hati atau antipsikotik atipikal tertentu untuk mengobati depresi pada gangguan bipolar. Apa yang bisa kita lakukan? Seperti semua penyakit psikiatri pada umumnya, kita perlu menyadari bahwa kelainan Bipolar dapat terjadi pada siapapun tanpa terkecuali; tanpa memandang tingkat pendidikan, status ekonomi, status rohani (ya, bahkan rohaniwan sekalipun bisa mengalami Bipolar, dan itu wajar!), maupun status sosialnya. Sama pula seperti orang yang batuk pilek, patah tulang bahkan kanker, kelainan bipolar tidak ada sangkut pautnya dengan “ketahanan mental” atau “ketenangan batin”; orang dengan gangguan Bipolar memiliki respon kimiawi yang berbeda di otaknya dibanding dengan orang pada umumnya. Oleh sebab itu, kita sebaiknya tidak melabeli penderita Bipolar sebagai “orang dengan mental yang lemah” atau bahkan “cengen”; kita tidak mungkin mengatakan hal seperti “ah, tulang patahmu itu hanya karena batinmu yang tidak tenang” kepada orang yang baru mengalami kecelakaan motor kan?
  5. Anda memiliki anggota keluarga atau saudara yang mengidap Gangguan Bipolar (GB)? Sebaiknya awasi dan perhatikan kesehariannya mulai sekarang. Dalam sebuah seminar Gangguan Bipolar dan Fenomena Bunuh Diri di Kota Besar bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dan PT Abbot Indonesia, terungkap jika ada sekitar 15 hingga 20 persen pengidap GB yang mencoba dan berhasil menghilangkan nyawanya dengan bunuh diri. “Para penyandang gangguan Bipolar ini memang umumnya memiliki ide bunuh diri satu atau dua kali dalam hidupnya dan beberapa berhasil bunuh diri, terutama pasien pria,” ungkap DR. Dr. Margarita M. Maramis, SpKJ (K), Ketua Seksi Bipolar dan Gangguan Mood Lain di PDSKJI juga dokter konsultan kejiwaan Bagian Psikiatri FK Unair/RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Gangguan Bipolar sendiri adalah gangguan mood yang dicirikan dengan suasana hati terlalu gembira (manik) dan depresi dalam periode yang berbeda. GB memiliki derajat ringan hingga berat yang seluruhnya memerlukan pengobatan dan konseling secara sinergi. “Saat manik, biasanya orang tersebut akan berbicara cepat, kata-katanya melompat-lompat, banyak ide, belanja impulsif, tidak tidur, nafsu seks berlebih, makan tidak teratur, dan menjadi sensitif. Dalam tahap yang berat, orang tersebut bisa terganggu pekerjaannya karena tidak fokus dan suka meninggalkan pekerjaan,” ujar dokter Margarita. Sementara, saat depresi, penderita bisa menjadi lemah, tak bergairah, pola pikir melambat, selalu berpikiran negatif, merasa tidak berharga, kurang hasrat seksual, dan menarik diri dari lingkungan sosial. “Justru penderita GB yang tengah depresi disertai hipomanik (sedikit berenergi) berpeluang besar melakukan bunuh diri, dibandingkan penderita yang depresi berat,” pesan Margarita. Jika Anda mengetahui orang di dekat Anda adalah penderita GB, dokter Margarita menyarankan untuk selalu mengingatkan orang tersebut meminum obat mood stabilisator dan anti psikotik yang sudah diresepkan oleh dokter secara rutin sepanjang hidupnya. Obat ini mampu memperbaiki saraf dan kimia otak sehingga moodnya tetap stabil. Jika tidak, penderita GB sangat rentan melakukan perilaku seksual negatif, menyalahgunakan NAPZA, dan bunuh diri. Selain itu, keluarga dan teman juga perlu mendorong orang tersebut rutin berkonsultasi ke dokter, menjalani hidup sehat, olahraga teratur, meditasi, dan mengungkapkan masalah.
  6. hi semua nya apa kabs? 

  7. Musisi Jerinx SID menilai pandemi corona atau Covid-19 merupakan sebuah konspirasi. Menurutnya, letak konspirasi tersebut ada pada angka kasus Covid-19 yang terlapor hingga saat ini. Jerinx mengatakan, angka-angka tersebut bukanlah jumlah yang sebenarnya. "Konspirasinya adalah banyaknya angka yang tidak sebenarnya, permainan-permainan angka jumlah korban," kata Jerinx dalam acara Sapa Indonesia Malam yang dipandu oleh Aiman di Kompas TV, Rabu (6/5/2020). Jerinx menyebutkan, alat tes Covid-19 yang ada saat ini tidak terjamin keabsahannya. Menurutnya, para ilmuwan di negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa pun masih belum sepakat mengatakan kevalidan alat tes tersebut. Jerinx juga mengatakan, banyak orang yang hasil swab test-nya positif namun menjadi negatif setelah diperiksa kembali. Namun, menurut Jerinx, hal ini jarang diungkap oleh media mainstream. "Swab test dan rapid test itu hasilnya tidak valid," kata Jerinx. "Itu banyak menimbulkan kesimpangsiuran informasi tapi media selalu dengan gampangnya membawa narasi jika swab test itu hasilnya sudah 100 persen." "Sedangkan ilmuwan-ilmuwan di negara maju, yang jauh lebih pintar daripada ilmuwan di Indonesia, mereka aja belum satu suara, tapi kenapa Indonesia begitu takut sama WHO?" tambahnya. Sementara itu, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, membantah pernyataan Jerinx tersebut. Menurut Hermawan, sejauh ini para peneliti melaporkan hasil dari swab tenggorokan melalui realtime PCR memiliki keakuratan 96 persen. "Sejauh ini, para peneliti untuk swab tenggorokan melalui realtime PCR itu menganggap 96 persen hasilnya valid," kata Hermawan dalam acara yang sama. "Agak berbeda dengan rapid test, kalau rapid test itu memang false negatifnya tinggi itu sekitar 36 persen efektivitasnya," tambah dia. Kendati demikian, Hermawan mengatakan rapid test penting untuk melakukan penelusuran awal. "Tapi, rapid test penting untuk mitigasi penelusuran awal untuk lebih private dalam rangka pendeteksian mereka dengan Covid positif," terangnya. Jerinx Sempat Imbau Masyarakat untuk Tidak Tes Covid-19 Sebelumnya, Jerinx sempat mengunggah tulisan di akun Instagram pribadinya pada Senin (4/5/2020). Dalam unggahannya, ia mengimbau masyarakat supaya jangan pernah mau untuk dites Covid-19. Jerinx pun berpesan pada masyarakat supaya lebih fokus menyembuhkan penyakitnya dengan cara biasa. Jerinx menilai, semakin banyak yang mau untuk melakukan tes Covid-19 maka sama saja memuluskan Bill Gates dalam memonopoli dunia. Ketua Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp. PD., menanggapi perihal unggahan musisi Jerinx SID yang mengatakan agar jangan pernah mau melakukan tes Covid-19. Menurut Zubairi, pernyataan Jerinx tersebut tidaklah tepat. Ia mengatakan, tes Covid-19 justru semestinya dilakukan sebanyak mungkin untuk memutus rantai penularan. Zubairi menerangkan, dengan dilakukannya tes Covid-19 maka pasien positif akan ditemukan. Dengan begitu, pasien tersebut dapat segera diisolasi sehingga tidak menularkan virus yang dibawanya. "Kemudian dilakukan telusur kontak, teman-teman (pasien) yang positif itu juga diperiksa, yang positif kemudian diisolasi atau dikarantina," kata Zubairi. "Dengan cara itu, penularan akan sangat berkurang dan berhenti," tambahnya. Sementara itu, mengenai fokus menyembuhkan penyakit sesuai dengan penyakit yang diderita, menurut Zubairi ada benarnya. Namun, menolak untuk dites adalah hal yang keliru. "Tentu fokus pada penyakitnya ketika kita sakit itu benar tapi tidak tes itu keliru," tegasnya. Zubairi menyebutkan, pasien yang diminta untuk melakukan tes Covid-19 harus bersedia mengikutinya. Menurut Zubairi, dalam situasi wabah seperti saat ini, Indonesia harus belajar dari negara-negara lain. Zubairi menyebutkan, negara-negara yang melakukan tes Covid-19 secara masif terbukti dapat menyelesaikan pandemi ini dengan cepat. "Jadi menjawabnya adalah jika belajar dari negara lain maka negara-negara yang amat cepat mengerjakan tes sebanyak mungkin itu berhasil mengatasi masalah covid-19 ini dengan cepat," kata Zubairi. "Contohnya adalah Korea Selatan, contohnya juga di China, contohnya juga di Jerman," tambahnya. Zubairi menambahkan, meskipun Jerman memiliki angka kasus positif yang terbilang sangat tinggi, namun negara tersebut memiliki angka kematian yang lebih rendah dari negara-negara sekitarnya. "Dibandingkan dengan Belanda, Inggris, Spanyol, Itali, maka kematian di Jerman itu amat rendah," terangnya. Sementara itu, Zubair juga menanggapi pernyataan Jerinx yang menyebutkan semakin banyak pihak yang melakukan tes Covid-19 maka dianggap semakin memuluskan Bill Gates memonopoli dunia. Seperti yang diketahui, Jerinx juga sempat menyinggung pandemi Covid-19 ini sebagai konspirasi global. "Ya menurut saya sekarang yang ilmiah saja," kata Zubairi. "Kalau konspirasi global itu kan konspirasinya siapa?" "Kalau konspirasinya China, kenyataannya China yang kena banyak, yang meninggal banyak." "Kalau yang bikin orang Amerika, Amerika sekarang paling banyak terinfeksi lebih dari 1 juta, yang meninggal juga tadi banyak sekali, jadi tidak sesuai dengan konspirasi global," tambahnya. Lebih lanjut, Zubairi mengimbau agar masyarakat lebih berfokus pada bagaimana mengatasi Covid-19 di Indonesia. "Misalnya konspirasi oleh Amerika, ya saat ini jumlah di Amerika itu sudah sejuta lebih dengan angka kematian 69 ribu lebih, kalau konspirasinya oleh China, China itu jumlah pasiennya 82 ribu lebih, yang meninggal 4.633," kata Zubairi. "Jadi menurut saya, tidak sesuai dengan teori konspirasi, namun sekali lagi yang lebih penting kita fokus saja ke Indonesia," sambungnya. Menurut Zubairi, untuk mengatasi Covid-19 di Indonesia, saat ini yang perlu dilakukan adalah mengisolasi pasien positif, mengobati pasien positif Covid-19 yang sakit, dan disiplin untuk tinggal di rumah serta tidak berpergian. Zubairi mengaku mengkhawatirkan situasi di Jakarta yang saat ini mulai tampak ramai. "Saya terus terang agak khawatir sekarang ini, seminggu terakhir ini jalan-jalan di Jakarta makin penuh mobil kendaraan," kata Zubairi. "Itu tanda-tanda buruk untuk keberhasilan program penanggulangan Covid," sambungnya.
  8. puasa kudu lanjut teros

  9. Amerika Serikat seperti sedang dalam kondisi yang sangat tidak bagus. Selain diserang pandemi virus corona, AS juga tengah dihantui utang. Apalagi setelah sang Presiden Donald Trump menyebut dirinya sendiri dengan julukan "King of Debt" atau raja utang. Di masa jabatannya, terjadi lonjakan utang yang cukup besar dan membawa AS ke dalam krisis. Alih-alih mengurangi defisit ketika ekonomi sedang kuat, Trump justru membuat tumpukan utang lebih banyak untuk membiayai insentif pemotongan pajak skala besar dan belanja negara yang meningkat. Itu berarti AS sedang mengalami masa krisis dalam kondisi keuangannya. Melansir CNN, utang terhadap PDB mencapai hampir 80% bahkan sebelum pandemi virus corona melanda. Naik lebih dari dua kali lipat dari rata-rata dan dua kali lipat sebelum resesi hebat. Utang tersebut akan semakin bertambah karena Amerika Serikat harus bertahan hidup di tengah pandemi ini. Departemen Keuangan menyebutkan akan meminjam sekitar 3 triliun dolar AS pada kuartal ini. Itu hampir enam kali lipat rekor sebelumnya, yang ditetapkan pada 2008. Sementara utang nasional Amerika Serikat sekarang mencapai 25 triliun dolar AS. Para ekonom sepakat bahwa Amerika Serikat harus terus menumpuk utang untuk mencegah depresi ekonomi yang lebih parah. Jika tidak, Amerika Serikat tidak bisa membayar utang setelah krisis COVID-19 ini berakhir. Bahkan pengawas defisit mendesak Paman Sam untuk terus meminjam. "Kami membuat kesalahan besar dalam utang ketika ekonomi kuat. Tapi hanya karena kecerobohan yang mendorong kita ke masa krisis, tidak berarti kita tidak boleh meminjam sebanyak itu."" ujar Maya MacGuineas, presiden bipartisan Komite Responsible Federal Budget kepada CNN Business. Akan ada konsekuensi jangka panjang atas utang yang harus dihadapi AS. Misalnya tingkat bunga yang lebih tinggi, inflasi yang lebih parah dan kemungkinan pajak yang lebih tinggi. Untuk saat ini, fokus yang dilakukan adalah menjaga kondisi ekonomi Amerika tetap bertahan. Pada bulan Maret, Kongres meloloskan paket stimulus 2,3 triliun dolar AS, yang terbesar dalam sejarah AS. Setengah triliun dolar pinjaman telah diberikan kepada usaha kecil. Bantuan langsung diberikan kepada keluarga berpenghasilan rendah dan menengah. Kantor Anggaran Kongres memperkirakan defisit anggaran federal akan mencapai 3,7 triliun dolar AS tahun ini, naik 1 triliun dolar pada tahun 2019. Kemungkinan paket stimulus juga akan didatangkan akhir tahun ini. Jumlahnya diperkirakan sekitar 2 triliun dolar. Paket tersebut untuk membantu pemerintah negara bagian dan lokal yang terdampak oleh krisis.
  10. Akhir akhir ini banyak orang takut gegara corona, gegara banyak berita yang beredar kalau Corona itu berbahaya. Disisi lain, konspirasi muncul disaat seperti ini karena ulah dari Elite Global. Mereka membuat sedemikian rupa buat kepentingan mereka. Kalau gue sendiri sih ngeliatnya, ini memang bikinan gitu. Gak mungkin dong Tuhan yang nyiptain? Dan emang udah direncanain dari lama. Fakta sebenernya juga, di Amerika sendiri, yang meninggal karena Flu lebih banyak dibanding meninggal karena COVID 19. Menurut lu gimana?
  11. Turut berduka cita untuk keluarga yang ditinggalkan korban
×
×
  • Create New...